Anda di halaman 1dari 10

1.

Latar Belakang

Danau Laut Tawar terhampar di puncak gunung bukit barisan

yang melintasi wilayah Kabupaten Aceh Tengah, berada pada

ketinggian 2500 meter di atas permukaan laut di pinggiran

Kota Takengon.

Secara fisik Danau laut Tawar memiliki luas 54,72 km 2 atau

5.472 ha, yaitu 0,95% dari luas wilayah kabupaten Aceh Tengah.

Kedalaman rata-rata Danau Laut Tawar mencapai 51,13 meter,

dengan demikian ketersediaan air danau pada setiap saat mencapai

2.797.833.600 m 3. Debit air masuk dan keluar danau mencapai

10043 liter dan 5.664 liter per detik. (M. Saleh, dkk : 2000).

Keberadaan Danau Laut Tawar secara fisik seperti

dikemukakan di atas merupakan potensi alam sumber daya air yang

mempunyai nilai sosial dan ekonomi yang tinggi. Eksistensinya

memiliki fungsi ganda yang sangat bermanfaat untuk berbagai

kepentingan pembangunan, baik lokal maupun luar daerah.

Fungsi ganda Danau Laut Tawar yang dapat dimanfaatkan

dan telah digunakan untuk berbagai kepentingan selama ini ialah :

Pertama ; Danau Laut Tawar telah memperindah wajah Kabupaten

Aceh Tengah, sehingga daerah ini telah menjadi salah satu daerah

1 domestik maupun wisatawan


tujuan wisata baik bagi wisatawan

manca negara.

Kedua ; Danau Laut Tawar merupakan sumber air yang mengaliri

Krueng Peusangan yang bermuara ke-selat Malaka Kabupaten


2

Aceh Utara, sehingga telah mendukung terlaksananya

pembangunan beberapa industri berskala besar di wilayah ini,

seperti industri Gas Alam Cair PT. Arun, industri pupuk PT. PIM dan

PT. AAF dan industri kertas PT. KKA. Kesemuanya membutuhkan

air tawar dalam jumlah besar sepanjang proses produksi.

Ketiga ; Aliran air pada Krueng Peusangan yang bersumber dari

Danau Laut Tawar, memiliki potensi sumber Pembangkit Listrik

Tenaga Air (PLTA), sehingga telah memungkinkan pembangunan

PLTA di daerah ini. Seperti diketahui pembangunan PLTA pada

aliran Krueng Peusangan di Kecamatan Silih Nara pada saat ini

sedang dalam proses pembangunan.

Keempat ; Fungsi Danau Laut Tawar yang tidak kalah pentingnya,

bahkan merupakan fungsi utamanya selama kurun waktu

bertahun-tahun ialah Danau Laut Tawar memiliki potensi berbagai

jenis ikan, diantaranya yang terkenal dan spesifik ialah Ikan Depik,

sehingga telah menjadi sumber mata pencaharian sebahagian

penduduk masyarakat daerah ini yang telah berlangsung secara

turun temurun.

Berdasarkan kepada fungsi Danau Laut Tawar seperti yang

digambarkan di atas, di samping fungsi-fungsinya yang lain dalam

intensitas yang kecil, seperti pemanfaatan oleh penduduk

masyarakat sebagai tempat membuka usaha kolam terapung, lokasi

untuk rekreasi pantai dan lokasi rileksasi melalui berbagai kegiatan


3

memancing, menunjukkan bahwa Danau Laut Tawar merupakan

bahagian dari ekosistem kehidupan yang mempunyai nilai strategis

serta merupakan asset daerah yang tidak ternilai harganya.

Sebagai bagian dari ekosistem yang mendukung sistem

kehidupan yang ada, maka kelestarian Danau Laut Tawar perlu

diperhatikan, agar dukungan fungsi danau senantiasa bermanfaat

bagi kelangsungan pembangunan.

Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, keadaan

Danau Laut Tawar memperlihatkan tampilan yang kurang

menggembirakan. Volume air tawar yang dikandung, kebeningan

dan kesejukan air yang dijanjikan serta riak gelombang yang

mempesona sudah mulai terusik, kondisi danau secara fisik di masa

lalu dibandingkan dengan pada saat sekarang relatif telah berubah.

Keadaan ini dapat dilihat dari beberapa perubahan yang telah

terjadi pada Danau Laut Tawar, diantaranya permukaan air

danau turun mencapai 1,5m dari permukaan normal, terjadinya

pendangkalan pada beberapa teluk yang terdapat di sekeliling

danau dan munculnya daratan pada beberapa lokasi yang masih

merupakan areal danau. (M. Saleh, dkk ; 2000).

Kemunduran kondisi fisik Danau Laut Tawar seperti

digambarkan di atas, disebabkan di samping oleh faktor alam juga

oleh faktor manusia, dengan segala aktivitasnya kurang

memperhatikan kelestarian danau.

Kemunduran kondisi fisik danau sebagai akibat dari berbagai

faktor penyebab tersebut, apabila dibiarkan terus berlanjut tanpa


4

suatu tindakan penyelamatan, maka cepat atau lambat eksistensi

Danau Laut Tawar pada akhirnya tidak lagi dapat diharapkan

sebagai satu potensi alam sumber daya air yang berdaya dan

bernilai guna bagi kepentingan pembangunan di masa-masa yang

akan datang.

Dalam rangka mempertahankan fungsi danau agar dapat

diberdayakan secara terus-menerus untuk berbagai kepentingan

pembangunan, maka perlu dilakukan pengkajian secara mendalam,

yang diarahkan kepada upaya penyelamatan Danau Laut Tawar

yang semestinya.

2. Tujuan Studi

Berdasarkan kepada latar belakang seperti dikemukakan

di atas, maka kajian tentang Upaya Penyelamatan Danau Laut

Tawar dimaksudkan untuk mendapatkan informasi, data dan

keterangan mengenai faktor fisik dan non fisik, dalam hal ini

perilaku masyarakat yang berpotensi telah memberi dukungan

terhadap kemunduran Danau Laut Tawar selama ini.

Secara spesifik tujuan studi ini dirumuskan ke dalam tiga hal

sebagai berikut :

a. Mengidentifikasi faktor-faktor fisik dalam ekosistem danau yang

masih dan sudah mulai menurun fungsi dan dukungannya

terhadap eksistensi danau


5

b. Mengidentifikasi faktor non fisik, dalam hal ini perilaku

masyarakat yang terkait secara langsung dengan kelestarian

danau.

c. Mengidentifiksi langkah dan strategi sebagai solusi

penyelamatan Danau Laut Tawar dari berbagai faktor gangguan.

3. Keluaran / Hasil Studi

Sesuai dengan tujuan yang dirumuskan, maka keluaran/hasil

Studi Upaya Penyelamatan Danau Laut Tawar ini akan berbentuk

laporan yang memuat tentang :

a. Hasil identifikasi faktor-faktor fisik dalam ekosistem danau yang

masih dan yang sudah mulai menurun fungsi dan dukungannya

terhadap eksistensi danau.

b. Hasil identifikasi faktor non fisik (perilaku masyarakat) yang

terkait secara langsung dengan kelestarian danau.

c. Sebagai keluaran/hasil studi yang utama ialah rumusan

mengenai langkah dan strategi sebagai solusi dalam kerangka

penyelamatan Danau Laut Tawar yang didasarkan point a dan

point b.

4. Manfaat dan Kegunaan

Hasil Studi Upaya Penyelamatan Danau Laut Tawar seperti

pada keluaran/hasil studi di atas, akan berguna bagi masyarakat

pada umumnya dan khususnya Pemerintah daerah sebagai

informasi tentang keberadaan Danau Laut Tawar pada saat

sekarang ini, yakni menyangkut dengan identifikasi faktor fisik dan


6

faktor non fisik serta rumusan strategi sebagai solusi penyelamatan

danau yang harus diimplementasikan.

Khusus bagi Pemerintah Daerah, hasil kajian ini bermanfaat

sebagai pedoman di dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan

dalam kerangka implementasi strategi yang dirumuskan sebagai

solusi penyelamatan danau.

5. Metode

Untuk mendapatkan seluruh data, keterangan dan informasi

yang diperlukan, maka Studi Upaya Penyelamatan Danau Laut

Tawar dilakukan dengan studi lapangan, yaitu dengan

menggunakan teknik observasi dan wawancara.

Sasaran observasi ditujukan pada faktor fisik dalam

ekosistem danau. Sedangkan sasaran wawancara ditujukan pada

anggota masyarakat di sekitar kawasan dan di luar kawasan danau

yang sehari-hari memiliki aktivitas yang terkait langsung dengan

Danau Laut Tawar. Wawancara juga dilakukan terhadap pejabat

pemerintah yang memiliki kompetensi terhadap eksistensi danau.

Untuk menunjang keberhasilan penelitian mencapai sasaran

yang diinginkan, maka dilakukan juga kunjungan studi ke Danau

Toba di Propinsi Sumatera Utara, yaitu untuk mendapatkan

informasi sebagai bahan perbandingan, sekaligus untuk dan

kesempurnaan hasil studi ini.

6. Kegiatan
7

Kegiatan Studi Penyelamatan Danau Laut Tawar

di Kabupaten Aceh Tengah terdiri dari :

a. Persipan, terdiri dari :

- Mendesain rencana studi

- Membuat instrument pengumpulan data

b. Pengumpulan Data Lapangan, terdiri dari :

- Pembekalan anggota team

- Kunjungan studi ke Danau Toba Propinsi Sumatera Utara

- Pengumpulan data di Takengon Kabupaten Aceh Tengah

c. Pengolahan dan Analisis Data

d. Penulisan Draft Laporan

e. Pembahasan / Seminar Draft Laporan

f. Penulisan Laporan Akhir

g. Penggandaan dan Pengiriman Laporan Akhir.

7. Jadwal Waktu

Studi Upaya Penyelamatan Danau Laut Tawar akan

berlangsung selama tiga bulan. Perincian alokasi waktu diperinci

menurut kegiatan adalah sebagai berikut :

a. Persiapan........................................................................... 10 hari
b. Pengumpulan Data Lapangan :
- Kunjungan studi ke Danau Toba.................................. 5 hari
- Pengumpulan data di Takengon.................................. 15 hari
c. Pengolahan dan Analisis Data......................................... 15 hari
d. Penulisan Laporan Draft Laporan Sementara................ 25 hari
e. Pembahasan / Seminar Draft Laporan............................ 5 hari
f. Penulisan Laporan Akhir / Laporan Final........................ 10 hari
g. Penggandaan dan Pengiriman Laporan Akhir................ 5 hari
8

J u m l a h................................................................................ 90 hari
(terhitung selama 90 hari / 3 bulan)

8. Anggaran Biaya

Untuk terlaksananya Studi Upaya Penyelamatan Danau Laut

Tawar dibutuhkan biaya sebesar Rp 99.280.000,- (Sembilan puluh

sembilan juta dua ratus delapan puluh ribu rupiah) dengan perincian

sebagai berikut :

a. Persiapan (satu paket)...................................... Rp 5.000.000,-


b. Pengumpulan Data Lapangan :
1. Pembekalan anggota team......................... Rp 1.000.000,-
2. Studi ke Danau Toba (Prapat / Sumut)
selama 5 hari :
- Transport Banda Aceh - Medan
(pesawat udara/PP) :
Rp 250.000,- x 4 orang x 2 kali......... Rp 4.000.000,-
- Transport Medan Prapat (PP)
Rp 75.000,- x 4 orang x 2 kali............ Rp 600.000,-
- Konsumsi diperjalanan (MedanPrapat)
Rp 50.000,- x 2 kali x 4 orang x 2 kali... Rp 800.000,-
- Penginapan selama 3 malam :
Rp 150.000,- x 4 orang x 3 malam.... Rp 1.800.000,-
- Konsumsi selama di lokasi :
Rp 50.000,- x 3 kali x 4 orang x 3 hari. . Rp 1.800.000,-
- Transport lokal selama di lokasi :
Rp 75.000,- x 4 orang x 3 hari........... Rp 900.000,-
- Uang saku peserta :
Rp 150.000,- x 4 orang x 5 hari......... Rp 3.000.000,-
3. Pengumpulan data di Takengon
selama 15 hari :
- Transport Banda Aceh-Takengon (PP) :
9

Rp 60.000,- x 4 orang x 2 kali............ Rp 480.000,-


- Konsumsi diperjalanan :
Rp 35.000,- x 4 orang x 2 kali............ Rp 280.000,-
- Penginapan selama 15 malam :
Rp 65.000,- x 4 orang x 15 malam.... Rp 3.900.000,-
- Konsumsi selama di lokasi :
Rp 35.000,- x 4 orang x 3 kali x 15 hari Rp 6.300.000,-

- Transport lokal selama 15 hari :


Rp 75.000,- x 4 orang x 15 hari......... Rp 4.500.000,-
- Uang saku peneliti :
Rp 200.000,- x 4 orang x 15 hari....... Rp 12.000.000,-
c. Pengolahan dan Analisa Data (satu paket)..... Rp 12.500.000,-
d. Penulisan Draft laporan (satu paket)............... Rp 12.500.000,-
e. Pembahasan / Seminar Draft (satu paket)...... Rp 7.500.000,-
f. Penulisan Laporan Final.................................... Rp 6.000.000,-
g. Penggandaan dan Pengiriman Laporan Akhir
Rp 75.000,- x 100 eksemplar.......................... Rp 7.500.000,-
h. Bahan-bahan (satu paket)................................. Rp 5.000.000,-
i. Sekretariat.......................................................... Rp 5.000.000,-

Total biya penelitian (point a s/d i)...................... Rp 102.360.000,-


(Terbilang : seratus dua juta tiga ratus enam puluh ribu rupiah).

9. Organisasi
Studi ini dilaksanakan oleh Sekolah Ilmu Pertanian
Perguruan Tinggi Gajah Putih Takenggon, dengan susunan
team : satu orang ketua pelaksana dan tiga orang anggota.

10. Penutup
Rancangan usulan studi ini disampaikan kepada BAPPEDA
Kabupaten Aceh Tengah untuk dapat dimasukkan ke dalam proyek
Anggaran Biaya 2012.
10