Anda di halaman 1dari 2

REVIEW JOURNAL

Aplikasi Sistem Informasi Geografi (SIG)

untuk Pemetaan Akuifer di Kota Denpasar

Author : JUITA HARIANJAR , SUYARTO dan I WAYAN NUARSA

Year Published : 2014

Vol. : 3 (4) hal. 209-218

Journal Of : Agroteknologi Tropika

Reviewed By : Farida Prasasti D.R (15/380996/GE/08053)

Airtanah merupakan sumber air bersih terbesar yang dapat diambil secara langsung
oleh manusia. Pola dan kondisi airtanah saat ini banyak terpengaruh oleh pertumbuhan
penduduk maupun jumlah populasi di suatu daerah. Semakin banyak populasi maka
kebutuhan air akan meningkat. Untuk itu maka ketersediaan airtanah yang ada di suatu
daerah perlu dikaji agar pengelolaan yang dilakukan sesuai.

Journal yang dibuat oleh Harianjar dkk menganalisis potensi dan karakteristik aquifer
untuk mengetahui aliran airtanah di Denpasar dengan menggunakan Sistem Informasi
Geografis atau SIG. Penulis menggunakan data dari BPS untuk mengetahui jumlah populasi
pada kota Denpasar, yaitu 804.905 jiwa pada tahun 2011 dan mengalami pertumbuhan
penduduk sebesar 3,6 % pada tahun 2013. Sementara jumlah konsumsi air bersih menurut
PDAM kota Denpasar pada tahun 2013 adalah sejumlah 36.260.342 m3. Setelah didapatkan
jumlah populasi dan jumlah konsumsi air bersih, maka yang dilakukan penulis adalah
mengetahui kualitas aquifer dan karakteristik serta potensi nya.

Penulis journal melakukan penelitian pada Desember 2013 dan menggunakan metode
serta input yaitu : Peta RBI skala 1:25.000 Denpasar, Banjar Kertajiwa, Tabanan, Gianyar,
Peta Hidrogeologi Bali dengan skala 1:250.000, data karakteristik akuifer berupa litologi,
kedalaman muka air tanah, jenis akuifer, tebal akuifer, permeabilitas akuifer, kualitas air
(suhu, derajat keasaman, total zat padat terlarut) yang diperoleh dari PDAM Denpasar, PU
Kota Denpasar dan PDAM Badung. Alat yang digunakan dalam penelitian adalah Sofware
ArcView 3.2 dan satu Unit Computer. Metode yang dilakukan adalah interpolasi untuk
mengetahui persebaran potensi airtanah dan melihat material penyusun aquifer untuk
mengetahui karakteristik aquifer yang ada.

Hasil yang didapatkan dari penelitian adalah bahwa umumnya material penyusun
akuifer Kota Denpasar adalah kerikil, pasir, sandstone, limestone, abu vulkanik, debu
vulkanik, dan lempung. Penyusun material setiap sumur berbeda-berda tergantung dari
struktur perlapisan dan formasi batuan. Kemudian untuk kualitas airtanah pada kota Denpasar
mempunyai kualitas suhu dan derajat keasaman yang kurang baik. Total zat padat terlarut di
Denpasar Timur tergolong baik, sedangkan di bagian Selatan, Barat dan Utara tergolong
kurang baik. Hasil didapatkan dari Analisis spasial dengan menggunakan teknik interpolasi
yang mana menunjukkan bahwa Kota Denpasar mempunyai pH basa pada akuifer dangkal,
sedangkan pada akuifer semi tertekan dengan pH asam dan basa. Sementara untuk arah aliran
airtanah, kota Denpasar memiliki arah aliran dari utara menuju ke selatan.

Journal mengenai pemetaan Aquifer di kota Denpasar ini tergolong cukup baik dari
segi ide dan metode yang dilakukan. Namun, dalam penelitiannya tidak diberikan batasan
yang jelas. Contohnya adalah ketika penulis bertujuan untuk mengetahui kualitas Aquifer di
kota Denpasar, namun kualitas yang di maksudkan tidak diberi batasan apakah unsur mayor
airtanah nya atau kandungan organik nya atau zat pencemar atau DO dan BO nya. Selain itu,
penulis menyajikan peta yang merupakan hasil dari penelitian diantara nya adalah peta
permeabilitas aquifer, peta tebal aquifer dan peta aquifer dangkal di kota Denpasar. Peta
tersebut di buat secara terpisah-pisah sehingga pembaca hanya mengetahui satu informasi
pada satu peta dan sulit untuk memahami sebenarnya potensi airtanah pada daerah tersebut
apakah baik atau tidak. Seharusnya penulis membuat peta yang mengoverlaykan antara
ketebalan, permeabilitas dan arah aliran airtanah hingga karakteristik lainnya sehingga
kemudian dapat ditentukan daerah mana yang memiliki potensi airtanah terbaik dan daerah
mana yang memiliki potensi airtanah paling buruk.