Anda di halaman 1dari 9

Diskusi Kasus

SKABIES

Oleh:
Dyaz Desimorianiga, S.Ked
04084821517093

Pembimbing:

Dr.dr. Yulia Farida Yahya, Sp.KK (K). FINSDV

DEPARTEMEN DERMATOLOGI DAN VENEREOLOGI


FAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS SRIWIJAYA
RSUP DR. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG
2017
HALAMAN PENGESAHAN

Diskusi Kasus

SKABIES

Oleh:
Dyaz Desimorianiga, S.Ked
04084821517093

Telah diterima dan disetujui sebagai salah satu syarat dalam mengikuti
ujian kepanitraan klinik senior di Bagian Dermatologi dan Venereologi Fakultas
Kedokteran Universitas Sriwijaya RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang
Periode 30 Januari 6 Maret 2017.

Palembang, Februari 2017

Dr.dr. Yulia Farida Yahya, Sp.KK (K). FINSDV

2
I. IDENTIFIKASI
Nama : MSA
Usia : 14 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Status : Belum Menikah
Agama : Islam
Pekerjaan : Pelajar
Pendidikan : SMA
Suku : Sumatera
Alamat : Jalan lunjuk jaya no. 839 RT20 RW07, Palembang
No.RM : 524674
Kunjungan pertama ke Poliklinik Dermatologi dan Venereologi (DV) RSUP
Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, tanggal 6 Februari 2017 pukul
11.00 WIB.

II. ANAMNESIS (Autoanamnesis pada tanggal 6 Februari 2017 pukul 11.00


WIB)

Keluhan utama:
Bintil merah di lipat paha dan kelamin yang bertambah banyak sejak 2 minggu
lalu.
Keluhan tambahan:
Gatal pada bintil
Riwayat Perjalanan Penyakit:
Kisaran 1 bulan lalu, pasien mengeluh timbul beberapa buah bintil merah
seukuran kepala jarum pentul di kedua lipat paha dan paha. Keluhan disertai gatal
pada bintil, gatal hilang timbul, timbul terasa terutama saat malam hari. Pasien
tinggal di pondok pesantren dengan suasana kamar yang lembab dan kurang
ventilasi, satu kamar luasnya 4x5 meter ditempati oleh 10 orang. Pasien lalu
mengoleskan salep 88 dan Pikang Suang ke bintil merah, dua kali sehari selama

3
seminggu. Keluhan bintil merah dan gatal berkurang. Pasien tidak meneruskan
pemakaian obat secara teratur.
Kisaran 2 minggu lalu, timbul bintil merah baru beberapa buah seukuran
jarum pentul di kelamin dan buah zakar pasien. Keluhan disertai gatal semakin
hebat pada bintil, gatal hilang timbul, timbul terasa terutama saat malam hari.
Pasien mengeluh hingga timbul lecet. Pasien kemudian berobat ke poliklinik
Dermatologi dan Venereologi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang.

Riwayat Penyakit Dahulu


Keluhan yang sama berupa bintil merah dan gatal terutama pada malam hari
sebelumnya tidak ada
Timbul bintil merah setelah digigit serangga tidak ada

Riwayat Penyakit Keluarga


Pasien tinggal di pondok pesantren dan teman pasien banyak menderita kuluhan
serupa dengan pasien bintil merah dan disertai gatal terutama pada malam hari.

Riwayat Higienitas
Pasien mandi 2 kali sehari, setelah mandi kadang memakai baju yang sama.
Pasien tidak pernah bergantian memakai baju yang sama dengan temannya.
Pasien tidur bersama 10 temannya di asrama dengan kasur yang berbeda.
Pasien sering menggunakan handuk bergantian dengan teman lain.
Seprei dan sarung bantal jarang diganti, sekitar 3 bulan sekali, kasur di jemur
1 bulan sekali.
Baju pasien dicuci bersama-sama dengan temannya.
Kesan: higienitas buruk.

Riwayat Sosial Ekonomi


Bapak pasien seorang PNS dan tinggal bersama istri dan dua orang anak usia 26
tahun dan 14 tahun. Anak pertama bekerja anak kedua/pasien masih SMA.
Kesan: Status social ekonomi menengah ke atas.
III. PEMERIKSAAN FISIK (Tanggal 6 Februari 2017 pukul 11.30 WIB)
A. Status Generalikus

4
Keadaanumum :Tampak sakit ringan
Kesadaran :Kompos mentis
Tekanandarah : 110/70 mmHg
Nadi : 76 x/menit
Lajupernapasan : 20 x/menit
Suhu : 36,7C
Berat badan : 47 kg
Tinggibadan : 155 cm
IMT : 19,53 kg/m2 (normoweight)

B. Keadaan Spesifik
Kepala
Mata : Konjungtiva palpebra tidak anemis, sklera tidak ikterik.
Hidung : Lapang, tidak ada sekret, tidak ada deviasi septum.
Telinga : Meatus akustikus eksternus lapang, tidak ada sekret.
Mulut : Arkus faring simetris, faring tidak hiperemis, tonsil T1-
T1 tenang.
Leher : JVP(5-2) cmH2O
Thoraks : Bentuk dada simetris, retraksi dinding dada tidak ada
Cor : Bunyi jantung I-II normal, tidak ada murmur, tidak ada
gallop.
Pulmo :Vesicular (+) normal, tidak ada ronkhi, tidak ada
wheezing.
Abdomen :Datar, lemas, tidak ada nyeri tekan, hepar dan
lien tidak teraba, bising usus normal.
Ekstremitas : Tidak ada deformitas, tidak ada nyeri pada sendi.
Kelenjar Getah Bening : Tidak ada pembesaran pada inspeksi dan palpasi kelenjar
getah bening di regio subman dibularis, supra klavikula,
colli, aksila, dan inguinalismedial dan lateraldextra et
sinistra.
Genitalia : Pada inspeksi terdapat lesi di scrotalis et penis

C. Status dermatologikus

5
Regio Inguinalis, skrotalis, penis: Papul eritematosa, multipel, milier, diskret,
erosi-ekskoriasi, multipel, ireguler, milier, linier, diskret, sebagian ditutup
krusta coklat kehitaman, tipis, sulit dilepaskan.

Regio femoralis: Makula-patch hiperpigmentasi, multipel, milier, lentikuler,


diskret sebagian konfluen.

Gambar 1. Regio femoralis dextra et sinistra, inguinalis dextra et sinistra, skrotalis, penis

6
IV.PEMERIKSAAN DERMATOLOGI MANUAL
Pemeriksaan lampu Wood : Tampak kanalikuli
Pemeriksaan kerokan kulit : Dilakukan kerokan kulit pada papul di
regio skrotum dengan penambahan larutan KOH 10% kemudian diperiksa di
bawah mikroskop dengan pembesaran lensa objektif 10x dan lensa okuler 10x.
Hasil: ditemukan sisa Sarcoptes scabiei.

Gambar 2. Hasil pemeriksaan KOH dengan pembesaran


lensa objektif 10x dan lensa okuler 10x

V. RESUME
An.MSA, laki-laki, usia 14 tahun, datang dengan keluhan bintil merah di lipat
paha dan kelamin yang bertambah banyak sejak 2 minggu lalu disertai gatal. Kisaran
1 bulan lalu, timbul papul eritematosa multipel di region inguinalis et femoralis
disertai pruritus nocturnal. Pasien tinggal di pondok pesantren dengan suasana kamar
yang lembab dan kurang ventilasi. Pasien mengoleskan salep 88 dan Pikang Suang ke
bintil merah. Keluhan bintil merah dan gatal berkurang. Pasien tidak meneruskan
pemakaian obat secara teratur. Kisaran 2 pekan yang lalu, papul eritematosa di regio
femoralis,inguinalis semakin banyak. Timbul beberapa papul eritem baru, milier di
regio skrotalis et penis disertai pruritus nokturnal. Keluhan gatal bertambah berat.
Pasien kemudian berobat ke poliklinik Dermatovenereologi RSUP Dr. Mohammad
Hoesin Palembang.
Status generalis dan keadaan spesifik dalam batas normal. Regio Inguinalis,
skrotalis, penis: Papul eritematosa, multipel, milier, diskret, erosi-ekskoriasi, multipel,
ireguler, milier, linier, diskret, sebagian ditutup krusta coklat kehitaman, tipis, sulit
dilepaskan. Regio femoralis: Makula-patch hiperpigmentasi, multipel, milier,
lentikuler, diskret sebagian konfluen. Pemeriksaan Burrow dengan lampu Wood,
tampak kanalikuli. Pada pemeriksaan kerokan kulit ditemukan sisa Sarcoptes scabei.

VI. DIAGNOSIS BANDING


1. Skabies
2. Prurigo
3. Insect Bite Include Hypersensitivity

VII. DIAGNOSIS KERJA


Skabies
VIII. PEMERIKSAAN ANJURAN
(-)
IX. PENATALAKSANAAN
Umum:
Menjelaskan kepada pasien bahwa penyakit disebabkan tungau dan dapat
menular dan bersarang pada karpet, sprei, baju, handuk, dan lain-lain.
Menjelaskan kepada pasien untuk merendam pakaian, sarung kasur dan
bantal, dan handuk yang digunakan dengan menggunakan air panas.
Menjelaskan kepada pasien untuk mencuci dan menjemur kasur dan bantal
secara teratur minimal 1 kali seminggu.
Menyarankan kepada pasien untuk mengajak teman pasien dengan gejala
serupa untuk berobat.
Khusus:
Topikal :
Krim Pemetrin 5 % dipakai selama 8 jam seluruh badan pada malam hari
diulang 1 minggu kemudian jika belum sembuh
Sistemik:
Tablet Cetrizine 10 mg setiap 24 jam
X. PROGNOSIS
Quo ad vitam : bonam
Quo ad functionam : bonam
Quo ad sanationam : bonam