Anda di halaman 1dari 8

POINT OF VIEW TERKAIT LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN YANG LAMA

(MENGGUNAKAN STANDAR AUDITING LAMA) DAN YANG BARU


(MENGGUNAKAN INTERNATIONAL STANDARD ON AUDITING)

Laporan auditor independen yang lama yaitu menggunakan Standar Auditing,


sedangkan yang baru menggunakan International Standard on Auditing, yaitu ISA yang
dimulai dari 1 Januari 2013. Disini dapat dilihat bahwa laporan auditor independen yang
lama yaitu pada PT Akasha Wira International Tbk, masih menggunakan Standar Auditing
yang lama yaitu pada paragraf pertama terkait laporan auditor independen tersebut, lebih
menjelaskan bahwa tanggung jawab seorang auditor terletak pada pernyataan pendapat atas
laporan keuangan yang mereka berikan. Sedangkan pada laporan auditor independen yang
baru yang menggunakan ISA pada PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk, tidak di jelaskan
pernyataan tersebut. Pada laporan pengauditan yang baru hanya di jelaskan bagian-bagian
yang di audit yang terdiri atas laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, laporan perubahan
ekuitas, dan laporan arus kas.

Kemudian, setiap paragraf dari laporan auditor independen yang menerapkan ISA
lebih mengklasifikasikan setiap paragraf dari laporan tersebut. Berbeda dengan laporan
yang masih menggunakan standar yang lama, setiap paragrafnya tidak di klasifikasikan
berdasarkan judul. Untuk laporan auditor independen yang baru, di klasifikasikan ke dalam
4 paragraf dimulai dari penjelasan bagian-bagian yang di audit, tanggung jawab manajemen
atas laporan keuangan, tanggung jawab auditor, dan opini. Pada laporan auditor independen
yang lama, pengklasifikasian tidak di jelaskan secara detail dan opini di tempatkan pada
paragraf ketiga. Sehingga dengan menerapkan ISA, laporan auditor independen lebih mudah
untuk di pahami oleh para pembaca, karena strukturnya lebih jelas dan ringkas.

Pada laporan auditor independen yang lama tidak di jelaskan secara rinci mengenai
tanggung jawab manajemen atas laporan keuangan. Sedangkan pada standar ISA di jelaskan
pada paragraf kedua terkait tanggung jawab manajemen atas laporan keuangan yang
menjelaskan bahwa manajemen bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan
sesuai dengan undang-undang. Jadi secara struktural terdapat perbedaan yang cukup
signifikan pada laporan keuangan auditor independen yang lama dan laporan auditor
independen yang baru.

Kemudian, pada paragraf Tanggung Jawab Auditor, pada dasarnya keduanya


memiliki bagian ini. Namun, pada laporan auditor independen yang lama tidak di
klasifikasikan secara jelas. Pada paragraf memiliki pernyataan yang sama terkait dengan
tanggung jawab auditor dalam kegiatan pengauditan. Namun, pada pernyataan lanjutannya
terdapat cukup banyak perbedaan, dimana standar ISA lebih menekankan pernyataan terkait
audit berbasis risiko. Dimana dinyatakan bahwa prosedur yang dipilih tergantung pada
pertimbangan auditor termasuk, penilaian risiko mengenai salah saji yang material dalam
laporan keuangan, baik yang disebabkan oleh kcurangan atau ksalahan. Dan lebih lanjut
dijelaskan secara terperinci pada tanggung jawab auditor tersebut yang menerapkan ISA.

Pada bagian opini, laporan auditor independen yang lama hanya menjelaskan bahwa
laporan keuangan yang di audit menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
Sedangkan pada laporan auditor independen yang baru yang menggunakan ISA telah
dijelaskan dan dipertegas bahwa laporan keuangan tersebut menunjukkan secara wajar
(memberikan gambaran yang benar dan wajar). Sehingga opini pada laporan auditor
independen dengan ISA tampak lebih tegas dalam memaparkan hasil dari kegiatan
pengauditan tersebut. Kemudian, pada laporan auditor independen yang dengan standar
ISA, opini merupakan paragraf terahir yang kemudian di tutup dengan tanda tangan dan
tanggal laporan auditor. Sedangkan pada laporan auditor independen yang lama di berikan 2
paragraf penjelasan terkait dengan bagian-bagian yang di audit dan menjelaskan apakah
standar akuntansi keuangan yang di terapkan secara retrospektif dan prospektif, dan itu
terdapat pada standar auditing yang lama.

Laporan auditor independen yang baru yang menerapkan ISA lebih mampu
menjelaskan dan memaparkan bagian-bagiannya secara lebih rinci dan tidak terlalu
memiliki penjelasan yang panjang dalam setiap paragrafnya. Walaupun pada dasarnya ISA
lebih menekankan pada analisis yang lebih mndalam terhadap dalam proses
pengauditannya, menekankan risk base, professional judgment, dan lain sebagainya.
Sedangkan laporan auditor independen yang lama memiliki penjelasan yang lebih panjang
dan tidak menekankan pada risk base, banyak hal yang memberikan perbedaan lebih kepada
kegiatan pengauditannya. Sedangkan pada laporan auditor independennya sendiri telah di
paparkan seperti di atas beberapa perbedaannya yang sangat jelas.

Kemudian, terkait bentuk dan redaksi laporan auditor independen berdasarkan


standar ISA yaitu ISA 700, maka dapat di berikan beberapa komentar yang lebih spesifik
diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Berdasarkan ISA 700.20 laporan auditor harus di buat secara tertulis, sedangkan pada
standar auditing yang lama yaitu SA 508 juga menjelaskan hal yang sama yaitu penulisan
laporan auditor independen bentuk baku.

2. Berdasarkan ISA 700.21 laporan auditor harus mempunyai judul yang jelas yang
menandakan bahwa itu adalah laporan auditor independen, SA 508 juga menjelaskan hal
yang sama terkait dengan peletakan kata idependen yang perlu di tekankan.

3. Berdasarkan ISA 700.22 laporan auditor harus dialamatkan kepada (suatu badan,
seseorang dan lain-lain) sesuai dengan penugasan.

4. Berdasarkan ISA 700.23 alinea pembukaan dalam laporan auditor harus :


a. Menyebutkan identitas dari entitas yang laporan keuangannya di audit
b. Menyebutkan bahwa laporan keuangan sudah di audit
c. Merinci identitas dalam setiap laporan keuangan
d. Merujuk keringkasan kebijakan akuntansi yang signifikan dan informasi penjelasan
lainnya, dan
e. Menyebutkan tanggal atau periode yang diliput oleh setiap laporan dalam laporan
keuangan
Yang membedakan secara signifikan sesuai dengan SA 508 adalah bahwa laporan auditor
independen yang lama tidak memisahkan pernyataan terkait tanggung jawab auditor dengan
alinea pertama, sedangkan berdasarkan ISA 700, tanggung jawab tersebut di rincikan pada
paragraf kedua dari laporan auditor tersebut.

5. Berdasarkan ISA 700.24 laporan auditor harus merincikan tanggung jawab manajemen
atas laporan keuangan. Bagian dari laporan auditor ini menjelaskan tanggung jawab dari
mereka yang ada di dalam organisasi yang bertanggung jawab atas pembuatan laporan
keuangan. Laporan auditor tidak harus secara khusus merujuk kepada manajemen,
melainkan harus menggunakan istilah yang tepat dalam konteks kerangka perundang-
undangan di wilayah hukum (negara) tersebut. Dalam beberapa wilayah hukum, referensi
atau rujukan yang tepat adalah mereka yang bertanggung jawab untuk urusan governance.

6. Berdasarkan ISA 700.25 laporan auditor harus memuat suatu bagian yang berjudul
Tanggung Jawab Manajemen atas Laporan Keuangan. Istilah manajemen seyogianya
diganti dengan istilah yang lebih tepat. (yang digunakan oleh entitas yang bersangkutan)

7. Berdasarkan ISA 700.26 laporan auditor harus menjelaskan tentang tanggung jawab
manajemen atas pembuatan laporan keuangan. Penjelasan itu harus menerangkan bahwa
manajemen bertanggung jawab atas pembuatan laporan keuangan sesuai dengan kerangka
pelaporan keuangan yang di anut. Sedangkan berdasarkan SA 508, laporan auditor
independen tidak menjelaskan tentang tanggung jawab manajemen secara lebih detail.

8. Berdasarkan ISA 700.27 laporan auditor harus menyebutkan pembuatan dan penyajian
yang wajar dari laporan keuangan atau penyajian laporan keuangan yang memberikan
gambaran yang benar dan wajar, apabila laporan keuangan disajikan secara wajar.
9. Berdasarkan ISA 700.28 laporan auditor harus memuat suatu bagian yang berjudul
tanggung jawab auditor sedangkan SA 508 tidak menjelaskan atau mengklasifikasikan
secara rinci terkait tanggung jawab auditor.

10. Berdasarkan ISA 700.29 laporan auditor harus menjelaskan tentang tanggung jawab
auditor adalah untuk memberikan pendapat atau opini atas laporan keuangan berdasarkan
audit yang telah dilakukannya.

11. Berdasarkan ISA 700.30 laporan auditor harus menyebutkan bahwa audit dilaksanakan
sesuai International Standards on Auditing. Laporan auditor juga harus menjelaskan bahwa
laporan tersebut mengharuskan auditor menaati kewajiban etika dan auditor merencanakan
dan melaksanakan auditnya untuk memperoleh asurans yang layak bahwa laporan keuangan
yang bebas dari salah saji yang material. Sedangkan SA 508 menjelaskan bahwa audit
dilaksanakan sesuai standar auditing yang di tetapkan IAPI.

12. Berdasarkan ISA 700.31 laporan auditor harus memberikan penjelasan terkait prosedur
untuk memperoleh bukti audit, prosedur yang dipilih berdasarkan judgment termasuk
prosedur untuk memberikan penilaian terhadap risiko salah saji yang material, dan
melakukan evaluasi terkait dengan kebijakan akuntansi yang dipilih.

13. Berdasarkan ISA 700.32 laporan auditor harus membuat penjelasan mengenai
penyajian yang wajar, penjelasan mengenai audit dalam laporan auditor merujuk pada
pembuatan dan penyajian yang wajar dari laporan keuangan atau pembuatan laporan
keuangan oleh entitas, yang memberikan gambaran yang benar dan wajar sesuai dengan
kondisi yang tepat. Sedangkan SA 508 tidak menyatakan laporan audit yang wajar tersebut
adalah benar, disini memiliki perbedaan yang sangat jelas.
14. Berdasarkan ISA 700.33 laporan auditor harus menyatakan apakah auditor percaya
bahwa bukti audit yang di perolehnya memang cukup dan tepat sebagai dasar pendapat atau
opini.

15. Berdasarkan ISA 700.34 laporan auditor harus memuat suatu bagian yang berjudul
opini, berbeda dengan standar auditing yang lama, bagian opini tidak diberikan judul
seperti yang di terapkan ISA sekarang.

16. Berdasarkan ISA 700.35 laporan auditor ketika memberikan pendapat yang tidak
dimodifikasi atas laporan keuangan dibuat sesuai dengan kerangka penyajian wajar,
pendapat auditor harus, kecuali ditetapkan lain oleh ketentuan perundang-undangan.

17. Berdasarkan ISA 700.36 laporan auditor ketika memberikan pendapat yang tidak di
modifikasi atas laporan keuangan dibuat sesuai dengan kerangka kepatuhan, pendapat
auditor harus menyatakan laporan keuangan di buat, dalam semua hal yang material, sesuai
dengan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku.

18. Berdasarkan ISA 700.37 jika rujukan mengenai kerangka pelaporan keuangan yang
berlaku, bukanlah IFRS yang di keluarkan oleh IASB yang dikeluarkan oleh IPSASB ,
pendapat auditor harus menyebutkan identitas jurisdiksi asal dari kerangka tersebut.

19. Berdasarkan ISA 700.38 jika auditor juga mempunyai tanggung jawab pelaporan lain
dalam laporan auditor atas laporan keuangan yang merupakan tambahan atas tanggung
jawab auditor menurut ISAs untuk melaporkan atas laporan keuangan, tanggung jawab
pelaporan lain ini dicantumkan dalam bagian terpisah dari laporan auditor yang harus di beri
sub judul Laporan Mengenai Kewajiban Hukum dan Regulatory lainnya, atau istilah lain
yang tepat dalam isi dari bagian itu.
20. Berdasarkan ISA 700.39 jika laporan auditor memuat suatu bagian terpisah mengenai
tanggung jawab pelaporan lain, maka judul, laporan-laporan, dan penjelasan yang
disebutkan dalam alinea 23-27 harus ditempatkan dibawah sub judul laporan auditor atas
laporan keuangan ,Laporan Mengenai Kewajiban Hukum dan Regulatory lainnya harus
ditempatkan laporan auditor atas laporan keuangan .
21. Berdasarkan ISA 700.40 laporan auditor harus ditandatangani.

22. Berdasarkan ISA 700.43 terdapat perbedaan yang cukup signifikan terhadap unsur-
unsur laporan auditor independen yang lama dengan yang baru, dimana laporan auditor
independen yang berstandar ISA terdiri dari
a. Judul
b. Kepada siapa laporan di alamatkan, sesuai situasi dalam penugasan
c. Alinea pengantar yang menyebutkan identitas laporan keuangan yang di audit
d. Penjelasan mengenai tanggung jawab manajemen (dan ini tidak di spesifikasikan pada
standar audit yang lama)
e. Penjelasan mengenai tanggung jawab auditor untuk memberikan pendapat atas
laporan keuangan dan lingkup audit.
f. Alinea pendapat berisi pemberian pendapat atas laporan keuangan dan rujukan kepada
kerangka pelaporan keuangan yang digunakan untuk membua.
g. Tanda tangan auditor
h. Tanggal laporan auditor
i. Alamat auditor

23. Berdasarkan ISA 700.44 auditor mungkin mengaudit sesuai standar auditing yang
berlaku di negara tersebut, dan disamping itu ia mengaudit sesuai ISA. Dalam hal ini,
laporan auditor dapat merujuk kepada International Standards on Auditing disamping
standar yang berlaku di negara tersebut.
24. Berdasarkan ISA 700.45 ketika laporan auditor merujuk kepada standar auditing yang
berlaku di negara tersebut, dan international standards on auditing, laporan auditor harus
mengidentifikasi jurisdiksi asal dari standar auditing yang berlaku di negara tersebut,