Anda di halaman 1dari 2

Sel melakukan adaptasi terhadap stressor dari luar diantaranya dengan

melakukan respon:

- Hypertrophy
Peningkatan besar sel yang mengakibatkan perbesaran organ.
Tidak terdapat sel baru, hanya mengalami perbesaransel, perbesaran
terjadi karena peningkatan jumlah struktur protein dan organel sel.

- Hyperplasia
Proses adaptasi dengan melakukan replikasi sel, sehingga penambahan
jumlah sel membuat organ membesar.

- Atrophy
Pengecilan ukuran dari sel yang disebabkan oleh karena sel kehilangan
substansi sel, sehingga menyebabkan berkurangnya ukuran organ

- Metaplasia
Perubahan reversibel dari fenotip sel yang digantikan oleh tipe sel yang
lain. Pada kondisi ini sel yang mengalami adaptasi digantikan oleh tipe sel
lain yang lebih bisa menghadapi stresor.

Jika usaha adaptasi tersebut tidak berhasil maka dapat menyebabkan


kerusakan sel .

Bagi sel yang kerusakannya reversibel, maka sel itu dapat kembali
berfungsi seperti sedia kala,namun bagi sel yang mengalami kerusakan
secara irreversibel, maka sel itu akan mengalami kematian sel
Pada stadium awal terjadinya kerusakan atau pada kerusakan ringan,
kerusakan fungsi dan morfologi akan dapat kembali normal jika penyebab
dari kerusakan tersebut dihilangkan.

Pada kerusakan yang terjadi secara terus menerus, maka kerusakan tersebut menjadi
irreversibel dan akhirnya sel tidak memiliki kemampuan untuk memperbaiki
kerusakan sehingga menyebabkan sel mati

Apoptasis
kematian sel oleh sel itu sendiri yang disebabkan oleh growth factor atau DNA sel
atau protein yang dihancurkan dengan maksud perbaikan.

Necrosis
Terjadi kerusakan membran, lisososm mengeluarkan enzim ke sitoplasma dan
menghancurkan sel, isi sel keluar dikarenakan kerusakan membran plasma dan
mengakibatkan reaksi inflamatori.

Fisiologi manusia dari sel ke sistem, Lauaralee Sherwood, Edisi 8, hlm. 55

Kemampuan sel melakukan fungsi-fungsi yang esensial bagi


kelanngsungan hidup nya sendiri.