Anda di halaman 1dari 4

KEPUTUSAN WALIKOTA METRO

NOMOR : /KPTS/LTD-9/02/2013

TENTANG

IZIN PENYIMPANAN SEMENTARA LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN


RUMAH SAKIT MARDI WALUYO METRO

WALIKOTA METRO,

Menimbang : a. bahwa limbah bahan berbahaya dan beracun mempunyai potensi


untuk menimbulkan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan
hidup oleh karena itu perlu dilakukan penyimpanan dengan baik,
melalui perangkat perizinan, yang memuat ketentuan-ketentuan
yang harus ditaati oleh Penanggungjawab Kegiatan;

b. bahwa berdasarkan hal tesebut diatas dan sebagai pelaksanaan


ketentuan Pasal 40 ayat (1) huruf a Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah
Bahan Berbahaya dan Beracun sebagimana telah diubah dengan
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 85 Tahun 1999,
maka dipandang perlu menetapkan Keputusan Walikota tentang Izin
Penyimpanan Sementara Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
Rumah Sakit Mardi Waluyo Metro;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1999, tentang Pembentukan


Kabupaten Dati II Way Kanan, Kabupaten Dati II Lampung Timur
dan Kotamadya Dati II Metro;
2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup;
3. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan
Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun sebagaimana telah diubah
dengan Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 1999 ;
4. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 18 Tahun 2009
tentang Tata Cara Perizinan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya
dan Beracun;
5. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 30 Tahun 2009
tentang Tata Laksana Perizinan dan Pengawasan Pengelolaan
Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun serta Pengawasan
Pemulihan Akibat Pencemaran Limbah Bahan Berbahaya dan
Beracun oleh Pemerintah Daerah;
6. Peraturan Daerah Kota Metro Nomor 4 Tahun 2013 tentang
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup;

Memperhatikan : 1. Keputusan Kepala Bapedal Nomor : KEP-01/BAPEDAL/09/1995


tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Penyimpanan dan
Pengumpulan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun;

2. Keputusan Kepala Bapedal Nomor : KEP-03/BAPEDAL/09/1995


tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Pengolahan Limbah
Bahan Berbahaya dan Beracun;
3. Keputusan Kepala Bapedal Nomor : KEP-05/BAPEDAL/09/1995
tentang Simbol dan Label Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun;
4. Surat dari Rumah Sakit Mardi Waluyo Metro Nomor :
401/0574/RSMW/IV/2013 tanggal 1 April 2013 tentang permohonan
Izin Penyimpanan Limbah B3;
5. Hasil Checklist Verifikasi Lapangan terhadap RS Mardi Waluyo
Metro pada tanggal 29 April 2013;

MEMUTUSKAN:

Menetapkan :
KESATU : Memberikan Izin Penyimpanan Sementara Limbah Bahan Berbahaya
dan Beracun kepada Penanggungjawab Kegiatan:
1. Nama Perusahaan : Rumah Sakit Mardi Waluyo Metro
2. Nama Penanggung jawab : dr. Paran Bagionoto, Sp.B
3. Bidang Usaha : Perdagangan Barang dan Jasa Rumah
Sakit.
4. Alamat Kantor : Jl. Jend. Sudirman No. 156 Kel. Ganjar
Agung Kec. Metro Pusat Kota Metro
5. Telp/Fax : 0725-42512, 44980/ (0725) 43053

KEDUA : Dalam melaksanakan penyimpanan sementara limbah bahan


berbahaya dan beracun (limbah B3), Penanggungjawab Kegiatan wajib
memenuhi persyaratan dan kewajiban sebagai berikut :
1. Mematuhi ketentuan terhadap jenis limbah B3 yang akan
disimpan, sebagai berikut :
a. Tajam : Jarum infus, jarum suntik (nald), pisau bedah( bisturi),
ampul, vial, nald untuk hecting ( jarum jahit untuk operasi).
b. Non Tajam : Kasa, spuit, handscoon, verban, kantong darah,
selang infus, catheter, urine bag, intravenous catheter.
c. Farmasi : Obat kadarluasa
d. Sisa abu pembakaran incenerator
e. Cair lab dan rontgen
2. Jumlah limbah yang disimpan:
a. Tajam : 10 kg/hari
b. Non Tajam : 15 kg/hari
c. Farmasi : 1 kg/bulan
d. Abu Incenerator : 10-20 kg/hari
e. Cairan lab dan rogten : 250 liter/bulan
3. Karakteristik limbah B3 yang akan disimpan:
a. Infeksius
b. Poison (beracun)
c. Radioaktif
d. Campuran
4. Desain kontruksi tempat penyimpanan, sebagai berikut :
a. Lantai semen, kedap air dan tidak retak, kemiringan minimal 1%
mengarah ke bak penampung ceceran limbah B3.
b. Dinding dari bahan yang tidak mudah terbakar
c. Bangunan atap dari bahan yang tidak mudah terbakar
d. Terlindung dari masuknya air hujan baik secara langsung
maupun tidak langsung.
e. Memiliki sistem penerangan
f. Memiliki ventilasi udara
g. Memiliki simbol LB3 di luar bangunan

5. Memiliki ketentuan tambahan sebagai berikut :


a. Penataan kemasan dengan rapi
b. SOP penyimpanan
c. SOP tanggap darurat
d. Rencana pengelolaan limbah B3 selanjutnya pemisahan/ partisi
LB3 sesuai dengan karakteristiknya.
e. Alat Pemadam Kebakaran (APAR)
f. Safety shower
g. Logbook

6. Melaksanakan tata cara penyimpanan limbah B3 dengan


ketentuan sebagai berikut :
a. Mengatur agar limbah B3 disimpan menurut jenis dan
karakteristiknya pada tempat yang sudah ditentukan.
b. Tidak menyimpan limbah B3 Infeksius dan/atau limbah yang
terkontaminasi limbah B3 infeksius lebih dari 3 x 24 jam.
c. Menyimpan limbah B3 yang non infeksius maksimal 90 hari.
d. Mencegah terjadinya tumpahan, ceceran limbah B3 yang
disimpan dan melakukan prosedur rumah tangga
(housekeeping) yang baik.
e. Limbah cair yang dihasilkan dari ceceran atau tumpahan limbah
B3 harus dialirkan ke sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah
(IPAL).
f. Mencatat setiap perpindahan limbah B3 berdasarkan hari,
tanggal, waktu, jenis dan jumlahnya, baik yang masuk maupun
keluar dari tempat penyimpanan limbah B3.

7. Memberikan simbol dan label pada kemasan yang sesuai dengan


jenis dan karakteristik limbah B3.
8. Melaksanakan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
yang sesuai lingkup kegiatannya.
9. Penanggungjawab kegiatan bertanggungjawab atas
penanggulangan kecelakaan dan/atau pencemaran lingkungan
hidup yang diakibatkan oleh kegiatan sebagaimana yang dimaksud
dalam surat Keputusan ini.

KEEMPAT : Penanggungjawab kegiatan wajib melaporkan realisasi kegiatan


penyimpanan sementara limbah B3, sebagimana dimaksud dalam
Diktum Ketiga sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) bulan
dan ditujukan kepada Walikota Metro u.p. Kepala Kantor Lingkungan
Hidup Kota Metro.

KELIMA : 1. Sebagai pelaksanaan fungsi pengawasan perizinan limbah B3,


maka pejabat yang berwenang pada Kantor Lingkungan Hidup
Kota Metro melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan
kewajiban-kewajiban yang dilakukan oleh penanggungjawab
kegiatan, sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun sekali.
2. Hasil evaluasi dari pengawasan dimaksud dapat dijadikan sebagai
dasar pertimbangan untuk membatalkan atau mencabut Surat
Keputusan ini apabila penanggungjawab kegiatan tidak
melaksanakan kewajibannya.
KEENAM : 1. Keputusan ini berlaku selama 5 (lima) tahun sejak tanggal
ditetapkan;
2. Permohonan perpanjangan izin diajukan 2 (dua) bulan sebelum
masa berlaku izin ini berakhir;
3. Apabila dikemudian hari ditemukan kekeliruan pada keputusan ini,
maka akan ditinjau ulang sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Metro
pada tanggal 2013

WALIKOTA METRO,

LUKMAN HAKIM