Anda di halaman 1dari 8

Dasar Teori

Dalam melakukan berbagai praktikum di laboratorium sebagai analis kesehatan tentu di


perlukan berbagai instrument. Salah satu praktikumnya yaitu praktikum mikrobiologi, yang
tentunya menggunakan berbagai macam alat dengan fungsinya masing-masing sehingga sangat
perlu keterampilan dalam menggunakan alat-alat mulai dari cara membersihkan sampel,
penggunaan, dan penyimpanannya. Alat merupakan salah satu pendukung dari pada
keberhasilan suatu pekerjaan di laboratorium. Sehingga untuk memudahkan dan melancarkan
berlangsungnya praktikum, pengetahuan mengenai penggunaan alat sangat diperlukan.
Pada dasarnya setiap alat memiliki nama yang menunjukkan kegunaan alat, prinsip kerja atau
proses yang berlangsung ketika alat digunakan. Beberapa kegunaan alat dapat dikenali
berdasarkan namanya. Penamaan alat-alat yang berfungsi mengukur biasanya diakhiri dengan
kata meter seperti thermometer, hygrometer dan spektrofotometer, dll. Alat-alat pengukur yang
disertai dengan informasi tertulis, biasanya diberi tambahan graph seperti thermograph,
barograph. Dari uraian tersebut, tersirat bahwa nama pada setiap alat menggambarkan mengenai
kegunaan alat dan atau menggambarkan prinsip kerja pada alat yang bersangkutan. Dalam
penggunaannya ada alat-alat yang bersifat umum dan ada pula yang khusus. Peralatan umum
biasanya digunakan untuk suatu kegiatan reparasi, sedangkan peralatan khusus lebih banyak
digunakan untuk suatu pengukuran atau penentuan.

Peralatan yang digunakan pada laboratoriummikrobiologi hampir sama dengan peralatan-


peralatan yang umumnya digunakan di laboratorium kimia, yaitu berupa alat-alat gelas antara
lain : tabung reaksi,cawan petri, pipet ukur, dan pipet volumetrik, labu ukur, labu erlenmeyer,
gelaspiala, pH meter, gelas arloji, termometer, botol tetes, pembakar spirtus, kaki tiga dengan
kawat asbes, dan rak tabung reaksi.
Di samping peralatan gelas tersebut, pada laboratorium mikrobiologi masih ada sejumlah
alat yang khusus antara lain : autoklaf, oven, mikroskop, jarum ose(inokulum), jarum preparat,
gelas objek, kaca penutup,
o Autoclave untuk sterilisasi,
o inkubator untuk membiakan mikroorganisme dengan suhu tertentu yang kostan,
o spektrofotometer untuk mengukur kepekatan suspensi atau larutan,
o waterbath untuk mencairkan medium,
o magnetik stirrer untuk mengaduk,
o tabung durham untuk penelitian fermentasi.

Dalam sebuah praktikum, praktikan diwajibkan mengenal dan memahami carakerja dan
fungsi dari alat-alat yang ada di laboratorium. Selain untuk menghindari kecelakaan dan bahaya,
dengan memahami cara kerja dan fungsi dari masing-masing alat, praktikan dapat melaksanakan
praktikum dengan sempurna.

Pengenalan alat-alat ini meliputi macam-macam alat, mengetahui nama-namanya,


memahami bentuk, fungsi, serta cara kerja alat-alat tersebut. Setiap alat dirancang atau dibuat
dengan bahan-bahan yang berbeda satu sama lain danmempunyai fungsi yang sangat spesifik.
Kebanyakan peralatan untuk percobaan-percobaan didalam laboratorium terbuat dari gelas.
Meskipun peralatan-peralatantersebut telah siap dipakai, tetapi di dalam pemasangan alat untuk
suatu percobaankadang kala diperlukan sambungan-sambungan dengan gelas atau
membuatperalatan khusus sesuai dengan kebutuhan.
Pada praktikum ini dilakukan pengenalan instrument inkubator dan waterbath.

Inkubator adalah alat untuk menginkubasi atau memeram mikroba pada suhuyang
terkontrol. Alat ini dilengkapi dengan pengatur suhu dan pengatur waktu.
Water Bath merupakan peralatan yang berisi air yang bisa mempertahankan suhu air
pada kondisi tertentu selama selang waktu yang ditentukan.

Rifki Muhammad Iqbal. 2012. Laporan Praktikum Mikrobiologi-pengenalan Alat


Laboratorium. Online. http://www.scribd.com/doc/111836889/Laporan-
Praktikum-Mikrobiologi-pengenalan-Alat-Laboratorium

Diakses pada 25 September 2014

PEMBAHASAN

Water Bath merupakan peralatan yang berisi air yang bisa mempertahankan suhu air
pada kondisi tertentu selama selang waktu yang ditentukan.

Prinsp kerja dari waterbath yaitu ada saat dingin mensterilisasi steker dihidupkan,
dipilih suhu (temperatur) yang diinginkan (jika memungkinkan) dan atur. Pengaturan harus
dilakukan sesuia dengan pembacaan thermostat (bila tersedia), atau sesuai dengan suatu sistem
pengawasan suhu.

Water bath dapat digunakan untuk :

1. Pemanasan pada suhu rendah 300C sampai 1000C

2. Menguapkan zat atau larutan dengan suhu yang tidak terlalu tinggi

Fungsi utama water bath adalah untuk menciptakan suhu yang konstan dan digunakan untuk
inkubasi pada analisa mikrobiologi. Pada water bath suhu yang digunakan biasanya 44,50C-
45,50C untuk analisa konfirmasi E. coli dan Coliform dengan ketelitian suhu 0,10C. Di samping
itu untuk preparasi media juga dibutuhkan water bath yang memiliki kapasitas mencapai suhu
1000C.

Fungsi water bath cukup beragam dalam laboratorium mikrobiologi, salah satunya ialah
untuk inkubasi dalam waktu singkat seperti perlakuan suhu panas, reaksi aglutinasi, dan menjaga
media agar tetap cair sebelum dituang. Keunggulan waterbath dibandingkan dengan incubator,
yaitu waterbath lebih cepat mencapai temperatur yang diinginkan dan tidak cepat kehilangan
panas karena mempergunakan air dalam distribusi suhu. Air yang digunakan pada penangas air
ini sebaiknya aquades karena menghindari timbulnya kerak saat air dipanaskan pada suhu tinggi.
Alat ini dilengkapi dengan tutup pada bagian atas yang berfungsi mencegah penguapan secara
berlebihan saat suhu tinggi.

Macam-macam Water Bath


Water bath tabung
Pada water bath ini dilengkapi dengan rak yg digunakan untuk menempatkan tabung
Water bath labu/erlenmeyer
Pada water bath ini dilengkapi serangan dan tutup bersusun untuk menutup leher
labu

Bagian-bagian water bath terdiri dari:

1. Pengatur suhu

2. pengaman kedudukan tinggi air


3. penangas air bisa dilengkapi motor penggerak sehingga dapat berfungsi sebagai alat
pemerata suhu air.

4. elemen pemanas dengan listrik

5. tangas uap mempunyai satu hingga enam buah lubang untuk menaruh/meletakkan benda
yang akan diuapkan

Cara kerja water bath :

1. Air dimasukkan ke dalam bejana


2. Atur suhu yang dikehendaki dan hidupkan water bath
3. Saat suhu yg dimaksud telah tercapai dimasukkan benda yang akan dipanaskan ke
dalam air ( untuk tangas air ) letakkan benda pada salah satu lubang ( untuk tangas uap ),
ingat lubang lain yang tidak digunakan tetap ditutup.

Cara penyimpanan water bath :

1. Sebagai media pemanas digunakan air suling ( jangan menggunakan air sumur, karena
menyebabkan korosi )

2. Selesai digunakan ( jika menggunakan listrik ) matikan arus listrik dan dicabut dari arus
listrik

3. Jika hendak disimpan air ( media pemanas ) dikosongkan.

Cara perawatan water bath :

1. Untuk perawatan, bersihkan alat hanya dengan lap bersih yang dibasahi air kemudian lap
dengan kain kering setiap selesai menggunakan alat

2. Box kontrol jangan sampai tersiram atau kemasukkan air karena dapat berakibat
tersengat tegangan listrik ( berbahaya ) atau alat akan menjadi rusak

3. cara rutin air dapat diganti atau ditambahi +/-2 bulan sekali

4. Untuk mengisi air pada water bath digunakan aquadest dan jangan
menggunakan air pam karena air pam banyak mengandung kalsium,
magnessium dan chlorida yg dapat menimbulkan kerak pada elemen panas
dan dinding water bath
5. Lakukan pengecekan suhu secara teratur

Kalibrasi :
Kalibrasi pada waterbath paling tidak dilakukan dua kali per tahun (2x/tahun),
termometer waterbath harus dicek oleh petugas yang bertanggung jawab untuk hal ini atau
seseorang yang diberi tugas oleh Kepala laboratorium, dengan menggunakan termometer
terkalibrasi. Interval uji penyimpanan (deviasi) harus didokumentasikan/ dicatat pada buku
peralatan. Bila alat teroperasi tanpa mengindahkan suhu yang diinginkan, prosedur ini tidak
perlu dilakukan, alat harus diberi label yang sesuai untuk ini.
Dalam kasus terjadinya penyimpangan lebih tinggi atau lebih rendah +/- 50C, yang
ditunjukkan oleh termometer pada alat, harus ditentukan faktor koreksi (suhu yang diinginkan/
suhu terukur) dan dicantumkan secara jelas pada alat. Pada kasus lainnya dari deviasi suhu yang
diijinkan, harus didokumentasikan pada buku alat.

Waterbath adalah suatu alat yang memanfaatkan heater sebagai komponen utamanya dan
termostat sebagai komponen utama kontrol sistemnya. Mirip dengan Heating Block, Water Baths
juga digunakan untuk keperluan inkubasi dan lain-lain, atau bahkan bisa menggantikan heating
block. Bedanya hanya ada media berupa air untuk pemanasan.Suatu alat yang berfungsi untuk
memanaskan air yang berguna untuk menjaga kestabilan suhu dari cairan yang ada dalam tabung
reaksi Alat ini tidak di lengkapi dengan Fuse, sehingga kurang aman.
Prinsip dari waterbath adalah Pada saat saklar digeser pada posisi on, maka arus listrik dari
sumber akan memberi suplly listrik pada heater. Heater yang diberi arus listrik akan memberikan
panas pada alat, suhu semakin tinggi. Sensor thermostat yang ditempatkan di daerah pemanasan
pada waterbath akan ikut menjadi panas dan memuaikan cairan dalam sensor tersebut. Pada
derajat suhu tertentu, dimana pemuaian dari cairan sensor cukup tinggi, maka bertambahnya
volume cairan sensor ini akan memberikan tekanan pada kontaktor thermostat sehingga
kontaktor terbuka. Dengan tebukanya kontaktor thermostat , heater tidak mendapatkan suplly
arus. Suhu berangsur-angsur turun, tekanan pada sensor thermostat kembali turun sehingga
kontaktor kembali tertutup. Terjadi pemanasan kembali.
Dan Waterbath merupakan alat pemanas yang menggunakan heater kering. Heater ini dikontrol
menggunakan sebuah thermostat.

incubator adalah alat yang digunakan untuk tumbuh dan memelihara budaya
mikrobiologi atau kultur sel. Inkubator mempertahankan suhu optimal, kelembaban
dan kondisi lain seperti karbon dioksida (CO2) dan kandungan oksigen dari atmosfer
di dalam. Inkubator sangat penting untuk banyak pekerjaan eksperimental dalam
biologi sel, mikrobiologi dan biologi molekuler dan digunakan untuk kultur bakteri

baik serta sel eukariotik. Kisaran suhu untuk inkubator produksi Heraeus B5042

misalnya adalah 10-70oC. Suhu di dalam inkubator konstan dan dapat diatur sesuai

dengan tujuan inkubasi.


.Di dalam laboratorium mikrobiologi digunakan untuk menumbuhkan bakteri
pada suhu tertentu, menumbuhkan ragi dan jamur, menyimpan biakan murni
mikroorganisme I pada suhu rendah.

Adapun ciri dari inkubator adalah memiliki sekat untuk menumbuh kembangkan
mikroba, dalam inkubator terdapat sekat kaca pada pintunya yang berfungsi untuk
mempermudah melihat mikroba yang sedang diinkubasi tanpa membuka dan benutup
bagian dalam dari inkubator sehingga suhunya tetap terjaga.

Prinsip kerjanya yaitu mengubah energi listrik menjadi energi panas. Kawat
nikelin akan menghambat aliran elektron yang mengalir sehingga mengakibatkan
peningkatan suhu kawat (Taiyeb, 2001).

Dalam penggunaanya pada proses percobaan di laboratorium, fungsi


incubator dikategorikan kedalam dua macam yakni:
Dalam mikrobiologi, inkubator adalah sebuah perangkat untuk mengontrol
suhu, kelembapan, dan kondisi yang mikrobiologikal.
Dalam bioteknologi, inkubator digunakan untuk mengatur suhu lingkungan
suatu objek pengamatan.
Berbagai macam incubator diproduksi oleh perusahaan manufaktur dan beredar
dipasaran dengan spsifikasi yang berbeda. Diantaranya yaitu incubator model
CB 150 model incubator satu pintu dengan satu kaca display.

Bagian-bagian Inkubator :
1. Pintu incubator
2. Tombol panel berfungsi untuk mengatur suhu yang diperlukan
3. Rak incubator berfungsi sebagai tempat meletakkan bahan yamg akan
diinkubator

Berdasarkan kegunaannya secara khusus inkubator ada beberapa jenis :


(Collins etal, 2004) :
1.Shaker incubator: inkubator yang dilengkapi dengan pengocok untuk aerasi
biakan.
2.Cooled incubator: inkubator untuk suhu inkubasi dibawah suhu ambient.
3. CO2 incubator: inkubator yang mampu menyediakan keadaan kaya
karbondioksida.
4. Automatic temperature change incubator: inkubator yang dilengkapi
dengan pengatur perubahan suhu otomatis sehingga tidak perlu
memindahkan kultur ke inkubator lain saat membutuhkan perubahan suhu
secara bertahap
5. Portable incubator: inkubator jinjing atau mudah dibawa yang umumnya
diaplikasikan untuk mikrobiologi lingkungan.
6. Incubator room: suatu ruangan yang diubah menjadi inkubator sesuai
dengan keperluan dan syarat mikrobiologisnya.
D. CARA PERAWATAN

1. Untuk perawatan bersihkan alat hanya dengan lap bersih atau lap yang dibasahi air
kemudian lap dengan kain kering setiap selesai digunakan

2. Rak dapat dilepas untuk memudahkan membersihkan dengan cara ditarik

Dalam peruses pemasangan atau perakitan ada beberapa prosedur yang harus
diperhatikan yaitu:
1. Memasang Rak
Periksa bagian kiri dan kanan tempat siku-siku terpasang dengan benar.
sangkutan di bawah mengarah ke bawah ditempatkan di sisi depan dan sangkutan
samping ditempatkan di paling dalam
Masukan sangkutan samping ke dalam suatu lubang dari siku sebagai pendukung
dan tekan sisi belakang dengan benar.
Masukan sangkutan bawah ke dalam suatu lubang dari siku sebagai pendukung
dan pasang dengan benar.
Pastikan bahwa masing-masing siku terpasang horisontal dan terpasang semua
dengan benar.
Atur semua siku dan periksa siku sebelah kiri dan kanan pastikan terpasang di
ketinggian yang sama.
Letakkan suatu rak di siku yang sudah terpasang.

2. Meletakkan sample dan bejana ke dalam bilik inkubator


Menghilangkan uap lembab dari sample atau bejana
Buka pintu. pintu tersebut akan menutup oleh magnet
Tempatkan sample di suatu jarak aman pada rak yang seragam.
Tutup pintu dengan hati-hati hingga benar-benar tertutur rapat. Jikai pintu itu tidak
tertutup dengan sepenuhnya, pengoperasian tidak akan berjalan.

3. Menghubungkan steker induk


Pastikan bahwa switch power dan saklar induk dalam keadaan padam. Sambung
steker induk pada saluran AC.

Tahap selanjutnya adalah pengoperasian incubator. Dalam prakteknya ada


beberapa hal yang harus dilakukan agar alat berjalan dengan baik yaitu:
1. Pengaturan Pengaman Suhu
Pengaturan untuk pengaman suhu. Putar pengatur untuk melakukan penyesuaian
hingga menunjuk pada suhu aman. Umumnya suhu yang diatur 10oCyang lebih
tinggi dibanding pengaturan suhu dalam bilik inkubator.
Jangan menetapkan suhu pada 70 o C atau yang lebih tinggi

Cara Kalibrasi :
1.Catat suhu inkubator pada kartu setiap hari sebelum memulai bekerja
2.Bila penyimpangan suhu melebihi 20 , maka pengaturan suhu perlu di setel
kembali
3.Bagian dalam inkubator dan rak harus dibersihkan secara teratur dengan
disinfektan

http://instrumentanalis.blogspot.com/2013/01/inkubator_8.html
http://gurumudabicara.blogspot.com/2010/07/inkubator-lab.html
wulandari,yuni http://lunawula.blogspot.com/2013/01/oven-dan-incubator.html
http://www.alatlabor.com/article/detail/66/cara-menggunakan-incubator
endraswati,emi http://eendraswati.blogspot.com/2013/01/autoclave-oven-watterbath-dan-
inkubator.html