Anda di halaman 1dari 23

I.

Judul Percobaan
Pembuatan cis dan trans-kalium bisoksalato diaquokromat (III)

II. Hari/tanggal Percobaan


Senin / 3 Maret 2014 pukul 13.00

III. Selesai Percobaan


Jumat / 28 Maret 2014 pukul 13.00

IV. Tujuan Percobaan


1. Mempelajari pembuatan garam kompleks kalium dioksalatodiakuokromat (III)
2. Mempelajari sifat-sifat cis dan trans garam kompleks kalium
dioksalatodiakuokromat (III)

V. Dasar Teori
Isomer geometri adalah isomer yang diakibatkan oleh ketegaran dalam molekul dan
hanya dijumpai dalam dua kelas senyawa, yaitu alkena dan senyawa siklik. Atom dan gugus
yang terikat hanya oleh ikatan dapat berputar sehingga bentuk keseluruhan sebuah molekul
selalu berubah berkesinambungan, tetapi gugus yang terikat oleh oleh ikatan rangkap tak
dapat berputar dengan ikatan rangkap itu sebagai sumbu, tanpa mematahkan ikatan phi itu.
Dua gugus yang terletak pada satu titik ikatan phi disebut Cis, sedangkan gugus yang terletak
pada sisi yang berlawanan disebut trans.
Dalam kimia, isomerisme cis-trans atau isomerisme geometrik atau isomerisme
konfigurasi adalah sebuah bentuk stereoisomerisme yang menjelaskan orientasi gugus-gugus
fungsi dalam sebuah molekul. Secara umum, isomer seperti ini mempunyai ikatan
rangkap yang tidak dapat berputar. Selain itu, isomer ini juga muncul dikarenakan struktur
cincin molekul yang menyebabkan perputaran ikatan sangat terbatas.
Istilah "isomerisme geometrik" adalah istilah lama yang sudah tidak digunakan lagi dan
merupakan sinonim dari "isomerisme cis-trans". Kadang-kadang juga merupakan sinonim
untuk stereoisomerisme umum (misalnya isomerisme optis); istilah yang tepat untuk
stereoisomerisme non-optis adalah diastereomerisme. Terdapat dua bentuk isomer cis-trans,
yakni cis dan trans. Ketika gugus substituen berorientasi pada arah yang sama, diastereomer
ini disebut sebagai cis, sedangkan ketika subtituen berorientasi pada arah yang berlawanan,
diastereomer ini disebut sebagai trans. Campuran kompleks bentuk cis dan trans dapat
dengan cara mencampur komponen-komponen non kompleks (penyusun kompleks).
Berdasarkan pada perbedaan kelarutan antara bentuk cis dan trans maka kedua jenis isomer
itu dapat dipisahkan. Sebagai contoh trans-dioksalatodiakuokrom(II) klorida dapat
dikristalkan secara pelan-pelan dengan melakukan penguapan larutan yang mengandung
campuran bentuk cis dan trans. Dengan penguapan kesetimbangan bentuk cis trans dapat
digeser ke kanan karena kelarutan isomer trans lebih rendah.
Logam transisi memiliki sifat-sifat khas logam, yakni keras, konduktor panas dan listrik
yang baik dan menguap pada suhu tinggi. Walaupun digunakan luas dalam kehdupan sehari-
hari, logam transisi yang biasanya kita jumpai terutama adalah besi, nikel, tembaga, perak,
emas, platina, dan titanium. Namun, senyawa kompleks molekular, senyawa
organologam, dan senyawa padatan seperti oksida, sulfida, dan halida logam transisi
digunakan dalam berbagai riset kimia anorganik modern (Saito, 2009). Selain itu, pemisahan
isomer cis dan trans berbeda, misalnya kompleks cis-diklorbis (trietilstibin) paladium dapat
dikristalkan dalam larutan bensen meskipuyn dalam larutan hanya ada 60 % bentuk cis.
Berdasarkan pada jenis isomer geometriknya senyawa atau ion kompleks dapat
dibedakan menjadi jenis cis dan trans. Untuk kompleks oktahedral ada dua tipe kompleks
yang memiliki bentuk cis dan trans, yaitu MA4B2 dan MA3B3. M merupakan atom atau ion
pusat sedangkan A dan B merupakan ligan monodentat.
1. Tipe MA4B2

2. Tipe MA3B3

Jika ligan monodentat diganti dengan multidentat, misalkan bidentat, maka akan dihasilkan
tipe kompleks ML2B2, L merupakan ligan bidentat. Struktur isomer menjadi :
Kromium adalah logam kristalin yang putih, tak begitu liat dan tak dapat ditempa
dengan berat. Ia melebur pada 1765C. Logam ini larut dalam asam klorida encer atau
pekat. Jika tak terkena udara, akan membentuk ion-ion kromium(II):
Cr + H+ Cr2+ + H2
Cr + HCl Cr2+ + 2Cl- + H2
Dengan adanya oksigen dari atmosfer, kromium sebagian atau seluruhnya menjadi
teroksidasi ke keadaan tervalen.
4Cr2+ + O2 + 4H+ 4Cr3+ + 2H2O
Isomer cis dan trans tidak terdapat pada kompleks dengan struktur linear, trigonal
planar atau tetrahedral tetapi umumnya terdapat pada kompleks planar segi empat dan
oktahedral. Untuk kompleks planar segi empat isomer cis trans terjadi pada kompleks platina
(II) dengan rumus Pt (NH3)2Cl2. Untuk rumus jenis MX 2Y2, bahwa jika bentuknya bujur
sangkar bidang, dua susunan isomer adalah mungkin. Dalam Pt(NH 3)Cl2 kedua ligan klorida
(dan kedua ligan amonia) dapat disusun sehingga berada pada kedudukan yang saling
berdampingan, yang dinamai cis (latin, pada sisi ini) atau pada kedudukan yang
berseberangan yang dinamai trans (latin, di seberang). Gambar isomer cis dan trans, yaitu:

Untuk bangun tetrahedral, hanya satu susunan yang mungkin. Membuat model-model
molekul akan membantu menunjukkan mengapa pendapat ini berlaku. Isomeri bujur sangkar-
bidang dapat dibedakan satu dengan lainnya, karena etilena diamina akan bereaksi dengan
isomer cis untuk menggantikan kedua klorida itu, tetapi tak akan bereaksi dengan isomer
trans. Rupanya molekul H2NCH2CH2NH2 dapat membentuk dua ikatan dengan sudut 90
tetapi tak dapat mengitari Pt untuk membentuk ikatan dengan sudut 180.
Urutan kira-kira dari pengaruh trans yang makin naik adalah: H2O, OH-, NH3 < Cl-, Br-
< SCN-, I-, NO2-, C6H5- < SC(NH2)2, CH3- < H-, PR3,< C2H4, CN-, CO. Ditekankan di sini
bahwa efek trans hanyalah fenomena belaka. Ini merupakan efek gugus terkoordinasi
terhadap laju subtitusi dalam posisi trans terhadapnya dalam kompleks segi empat atau
oktahedral. Deret efek trans terbukti sangat berguna untuk menerangkan prosedur sintetik
yang telah dikenal, dan mencari prosedur sintetik yang berguna. Sebagai contoh ditinjau
sintesis isomer cis dan trans dari [Pt(NH3)2Cl2] sintesis isomer cis dicapai dengan
mereaksikan ion [PtCl4]2- dengan amonia. Karena Cl- mempunyai pengaruh mengarahkan
trans lebih besar daripada NH3, subtitusi NH3 ke dalam [Pt(NH3)Cl3]- kurang layak terjadi
pada posisi trans terhadap NH3 yang sudah ada, sehingga isomer cis lebih disukai.
Bila pada suatu reaksi terbentuk campuran isomer cis-trans maka untuk memperoleh
masing-masing isomer perlu diadakan pemisahan. Pemisahan isomer ini dapat dilakukan
dengan jalan kristalisasi bertingkat ion exchange atau cara-cara fisika lainnya. Cis dan trans
dapat dibedakan dengan mereaksikan zat tersebut dengan asam oksalat. Pada senyawa cis
dapat diikat satu sama gugus oksalat sedang pada senyawa trans dapat diikat dua gugus
oksalat.
Sifat-sifat fisik, seperti titik didih senyawa berisomer cis dan trans berbeda. Cis dan
trans bukan isomer struktural, karena urutan ikatan atom-atom dan lokasi ikatan rangkapnya
sama. Pasangan isomer ini masuk dalam kategori stereoisomer. Isomer cis dan trans pada
suatu senyawa dapat mempengaruhi titik didihnya, sehingga senyawa berisomer cis dan trans
dapat dipisahkan dengan destilasi. Perbedaan antara isomer pada umumnya disebabkan oleh
perbedaan bentuk molekul atau momen dipol secara keseluruhan. Perbedaan terlihat pada
titik didih alkena berantai lurus 2-pentena (titik didih isomer trans 36 C dan isomer cis 37
C). Perbedaan isomer cis dan trans juga dapat sangat bersar, seperti pada kasus siklooktena.
Isomer cis senyawaini memiliki titik didih 145 C, sedangkan isomer transnya 75 C.
Perbedaan yangsangat besar antara kedua isomer siklooktena disebabkan oleh terikan cincin
yang besar untuk trans-siklooktena, yang juga menyebabkannya kurang stabil dibandingkan
isomer cis. Bahkan, kedua isomer asam 2-butenadioat memiliki sifat-sifat dan reaktivitas
yang sangat berbeda sehingga mempunyai nama yangberbeda pula. Isomer cisnya disebuah
asam maleat, sedangkan isomer transnya disebut asam fumarat. Polaritas merupakan faktor
kunci yang menentukan titik didih relatif senyawa karena ia akan meningkatkan gaya antar
molekul, sedangkan simetri merupakan faktor kunci yang menentukan titik leleh relatif
karena iamengijinkan penataan molekul yang lebih baik pada bentuk padat. Oleh karena itu,
trans-alkena yang kurang polar dan lebih simetris cenderung memiliki titik didih yang lebih
rendah dan titik leleh yang lebih tinggi. Sebaliknya cis-alken asecara umum memiliki titik
didih yang lebih tinggi dan titik leleh yang lebih rendah.
Campuran rasemik artinya suatu campuran yang mengandung sepasang enantiomer
dalam jumlah yang sama. Sepasang enentiomer itu adalah enantiomer R dan enentiomer S.
Prinsip dasar isomer optik yaitu:
1. Sepasang enantiomer
memiliki sifat-sifat fisika (titik didih, kelarutan, dan lain-lain) yang sama tetapi berbeda
dalam arah rotasi polarimeter dan interaksi dengan zat kiral lainnya.
2. Sepasang diastereoisomer
memiliki sifat-sifat fisika dan sudut rotasi polarimeter yang berbeda satu sama lain.
Bahkan sering dalam bereaksi mengambil cara yang berlainan. Artinya kita bisa
memisahkan campuran dua diastereoisomer dengan cara-cara fisika (destilasi, kristalisasi,
dan lain-lain). Akan tetapi tidak bisa memisahkan campuran dua enantiomer dengan cara-
cara fisika, karena sepasang enantiomer memiliki properti fisika yang sama.
Kesimpulannya, kita dapat dengan mudah memisahkan campuran dua diastereoisomer,
tapi akan kesulitan memisahkan campuran dua enantiomer.

VI. Alat dan bahan

Alat Alat : Gelas Ukur 10 ml 1 Buah


Gelas Kimia 100 ml 2 Buah Pipet Tetes 4 Buah
Gelas Kimia 50 ml 2 Buah Timbangan Digital 1 Buah
Gelas Arloji 2 Buah Oven 1 Buah
Pemanas Spiritus 1 Set Eksikator 1 Buah
Cawan Penguapan 1 Buah Kertas Saring 4 Buah

Bahan Bahan :

Asam Oksalat, H2C2O4


Kalium dikromat, K2Cr2O7
Etanol
Larutan amonium hidroksida encer (0,1 M)
Aquades

VII.
VIII. Alur Kerja
a. Pembuatan Isomer trans kalium bis oksalatodiakuokromat (III)

3 gram asam oksalat dihidrat


-Dilarutkan dengan 2 tetes aquades mendidih dalam gelas
kimia 50 mL

- Ditambah 1 gram kalium dikromat yang dilarutkan


(sedikit demi sedikit) dengan 2 tetes aquadest panas

- Ditutup gelas kimia dengan kaca arloji


Larutan ungu kehitaman
Dikocok dengan kuat
mengental dan-terbentuk
gas -Diuapkan diatas penangas (samapi volume separuh)

- Dibiarkan menguap pada suhu kamar(sampai volume


menjadi 1/3)
Larutan ungu kehitaman
mengental - Disaring kristalnya

kristal filtrat
- Dicuci dengan aquades dingin

- Dicuci dengan etanol


b. Pembuatan Isomer cis-kalium bisokasalatodiakuokromat(III)
Dicatat hasil, dinyatakan dalam persen
Kristal -Hitam

1 gram kalium dikromat 3 gram asam oksalat

- Dicampur dalam cawan penguapan

- Ditambah 2 tetes aquades panas

- Ditutup dengan kaca arloji


Pelepasan uap
- air dan COdengan
Dikocok 2 kuat
- Ditambah 5 ml Etanol

- Diaduk sampai dihasilkan endapan

- Dilakukan dekantasi

- Ditambah etanol sampai seluruhnya berkristal

- Disaring
Hasil randemen, kristal
- Dikeringkan dalam oven 400C
hitam, Titik leleh
- Dicatat beratnya sampai konstan
c. Uji Kemurnian Isomer

Kristal Isomer Cis dan Trans


- Ditempatkan pada kertas saring

- Ditetesi dengan larutan ammonium encer

Warna Hijau tua menyebar Padatan berwarna coklat


pada kertas saring (Cis) yang tidak larut (Trans)
IX. Data pengamatan
a. Pembuatan Isomer trans kalium bis oksalatodiakuokromat (III)

No Perlakuan pengamatan Reasksi Kesimpulan


.
Kompleks trans
1. Asam oksalat Serbuk putih kalium dikromat bis
dihidrat oksalatodiakuo-
kromat (III) dapat
2. Asam oksalat Endapan putih dibuat dari
dihidrat + air pencampuran asam
oksalat dihidrat dan
3. Kalium Serbuk kristal orange kalium dikromat
dikromat Diperoleh kristal
trans
4. Kalium dikrnat Endapan jingga K[Cr(C2O4)2(H2O2]
+ air Dengan warna hitam
kecokelatan dan
5. Larutan asam Larutan berwarna hitam 4H2C2O4.2H2O + massa rata-rata
1,1995 gr, sehingga
oksalat dihidrat keunguan, terdapat K2Cr2O7
diperoleh persen
+ larutan endapan hitam keunguan, 2K[Cr(C2O4)2(H2O)2] hasil 51,5183%
Terbentuknya larutan titik leleh yang
kalium terbentuk gas
cokelat kehitaman dihasilkan yaitu
dikromat
karena terbentuk 246oC

senyawa kompleks
dioksalatodiaquo-
kromat

6. Setelah Terbentuk gas, larutan


campuran kedua hitam keunguan, ada
larutan endapan hitam keunguan
diuapkan

7. Kristal setelah Residu : kristal hitam


Filtrat : larutan hitam
disaring
keunguan

8. Setelah dicuci Pasta hitam


dengan air

9. Setelah dicuci Pasta hitam


dengan etanol
Berat 1 = 1,1995 gr
10. Setelah kering Berat 2 = 1,1995 gr 1,1995
Berat 3 = 1,1996 gr %hasil = 2,3283 x
(suhu 40oC)
Berat rata-rata = 1,1995
berat konstan 100
gr
Titik leleh = 246oC = 51,5183%

11. Uji kemurnian Kertas saring berwarna


isomer : kertas cokelat
saring + kristal
+ larutan
amonia

b. Pembuatan Isomer cis kalium bis oksalatodiakuokromat (III)

No Perlakuan pengamatan Reasksi Kesimpulan


.
Kompleks cis
1. Serbuk asam Serbuk putih kalium dikromat bis
oksalat dihidrat oksalatodiakuo-
kromat (III) dapat
2. Serbuk kalium Serbuk kristal orange dibuat dari
dikromat pencampuran asam
oksalat dihidrat dan
3. Serbuk asam Larutan hitam, terbentuk 4H2C2O4.2H2O + kalium dikromat
oksalat dihidrat gas K2Cr2O7 Diperoleh kristal cis
K[Cr(C2O4)2(H2O2]
+ serbuk kalium 2K[Cr(C2O4)2(H2O)2] Dengan warna hitam
Kristal hitam yang dan massa rata-rata
dikromat
terbentuk adalah 1,4014 gr, sehingga
senyawa kompleks diperoleh persen
hasil 60,1898%
dioksalatodiakuo- titik leleh yang
kromat dihasilkan yaitu
268oC

4. Serbuk asam Larutan hitam


oksalat dihidrat
+ serbuk kalium
dikromat + air

5. Setelah Lama pengadukan


campuran kedua sampai terbentuk
larutan + etanol endapan = 60 detik
Endapan hitam, larutan
+ diaduk
hitam

6. Setelah Residu : endapan hitam


Filtrat : larutan hitam
didekantasi dan
+ etanol lagi

7. Kristal setelah Pasta hitam lebih kental


disaring daripada pasta trans
Berat 1 = 1,4015 gr
8. Setelah kering Berat 2 = 1,4013 gr 1,4014
Berat 3 = 1,4013 gr %hasil = 2,3283 x
(suhu 40oC)
Berat rata-rata = 1,4014
berat konstan 100
gr
Titik leleh = 268oC = 60,1898%

9. Uji kemurnian Kertas saring berwarna


isomer : kertas hijau setelah kristal
saring + kristal ditambahkan 2 tetes
+ larutan larutan amonium
amonia

X. Pembahasan
1. Pembuatan isomer trans kalium dioksalatodiakuokromat
Pada percobaan yang pertama ini bertujuan untuk membuat isomer trans-kalium
disoksalatodiakuokromat (III) dengan cara mereaksikan asam oksalat dihidrat
(H2C2O4.2H2O) dengan kalium dikromat (K2Cr2O4). Serbuk putih asam oksalat dihidrat
sebanyak 3 gram direaksikan dengan 1 tetes akuades yang berupa larutan tak berwarna
yang telah mendidih didalam gelas kimia 50 mL, menghasilkan endapan berwarna
putih. Pada gelas kimia yang lain, sebanyak 1 gram serbuk kristal berwarna jingga
kalium dikromat direaksikan dengan 1 tetes akuades yang berupa larutan tak berwarna
yang telah dipanaskan menghasilkan endapan berwarna jingga. Setelah itu
mereaksikan kedua senyawa tersebut dengan cara menambahkan sedikit demi sedikit
kalium dikromat yang telah direaksikan dengan akuades panas kedalam gelas kimia
yang berisi campuran asam oksalat dihidrat dan akuades yang telah mendidih
menghasilkan larutan berwarna hitam dan ada endapan berwarna hitam dan terdapat
gas. Digunakan akuades panas untuk mempercepat reaksi yang terjadi antara akuades
dengan kedua senyawa tersebut
Selain digunakan akuades panas untuk mempercepat reaksi, dilakukan juga
pengocokan gelas kimia sampai reaksi berjalan sempurna sehingga reaksi yang terjadi
bisa berjalan lebih cepat. Kedua campuran yang telah bereaksi termasuk dalam reaksi
eksoterm yang ditandai dengan keluarnya panas (kalor) dan disetai dengan
dihasilkannya gas CO2 yang berbau menyengat, oleh karena itu di perlukan kaca arloji
untuk menutup gelas kimia sehingga kalor yang dihasilkan tidak keluar dari sistem.
Perubahan mulai terlihat ketika proses pengocokan berjalan beberapa saat yang
ditandai dengan berubahnya warna campuran kedua zat menjadi hitam. Perubahan
warna yang awalnya serbuk putih dan serbuk jingga menjadi larutan berwarna hitam
dan ada endapan berwarna hitam tersebut disebabkan oleh terbentuknya senyawa
kompleks kalium disoksalatodiakuokromat , KCr(C2O4)2(H2O)2 dimana dalam senyawa
kompleks tersebut terdapat dua macam ligan yaitu ligan (C 2O4)2- dan ligan (H2O) serta
atom pusat Cr (III), dan disertai hasil samping berupa gas berwarna putih yaitu CO 2 dan
hasil samping lainnya yaitu H2O. Berikut ini merupakan reaksi yang terjadi :
4H2C2O4.2H2O + K2Cr2O7 2K[Cr(C2O4)2(H2O)2] + 6CO2 + 7H2O
Larutan senyawa kompleks KCr(C2O4)2(H2O)2 yang dihasilkan dipanaskan dengan
menggunakan penangas air hingga terjadi penguapan dan volumenya menjadi setengah
dari volume awal. Setelah volumenya menjadi setengahnya, dilanjutkan lagi dengan
penguapan di suhu ruang hingga volumenya menjadi sepertiga dari volume awal.
Larutan berubah menjadi berwarna hitam keunguan, terbentuk gas dan ada endapan
yang berwarna hitam keunguan. Dilakukan penguapan hingga dua kali bertujuan agar
air yang masih tersisa dalam senyawa kompleks KCr(C2O4)2(H2O)2 habis sehingga tidak
mempegaruhi komposisi dari senyawa kompleks tersebut. Jika dalam senyawa
kompleks tersebut masih banyak mengandung H2O, maka terdapat kemungkinan ligan
(H2O) yang terdapat dalam senyawa kompleks tersebut melebihi jumlah yang
seharusnya.
Setelah volumenya sepertiga dari volume awal, kristal disaring dan dihasilkan
filtrat berupa larutan berwarna hitam keunguan dan residu berupa kristal berwarna
hitam. Kemudian kristal berwarna hitam dicuci dengan akuades dingin dan kemudian
dengan alkohol menghasilkan pasta berwarna hitam. Pasta berwarna hitam dari proses
pencucian tersebut merupakan isomer trans kalium dioksalatodiakuokromat (III). Pasta
hitam yang dihasilkan dikeringkan di dalam oven dan ditimbang sebanyak 3 kali hingga
beratnya konstan. Berat yang didapatkan berturut-turut sebesar 1,1995 gram, 1,1995
gram dan 1,1996 gram dan rata-rata berat yang diperoleh sebesar 1,1995 gram.
Sehingga pada hasil perhitungan kadar isomer trans kalium dioksalatodiakuokromat
(III) sebesar 51,5183%. Berikut ini perhitungan kadar trans kalium
dioksalatodiakuokromat (III) :
3,000 gram
mol mula-mula H2C2O4.2H2O = 126 gram/mol = 0,0238 mol

1,000 gram
mol mula-mula K2Cr2O4 = 294 gram/mol = 0,0034 mol

7 H2C2O4.2H2O
+ K2Cr2O7 2K[Cr(C2O4)2(H2O)2] + 6CO2 + 7H2O

m : 0,0238mol 0,0034mol - - -

0,0238mol 0,0034mol 0,0068mol 0,0 0,0238mol


20
4m
ol

- - 0,0068mol 0,0 0,0238mol


20
4m
ol
gram
berat teori K [ Cr ( C 2 O4 ) 2 ( H 2 O )2 ]=0.0068 mol x 342,2 =2,3283 gram
mol
berat yang diperoleh
hasil= 100
berat secara teori
1,1995 gram
hasil= 100=51,5183
2,3283 gram

Berikut ini merupakan gambar struktur molekul dari isomer trans-kalium


bisoksalatodiakuokromat (III).

2. Pembuatan isomer cis kalium dioksalatodiakuokromat


Pada percobaan yang kedua ini bertujuan untuk membuat isomer cis-kalium
bisoksalatodiakuokromat (III) dengan cara mereaksikan asam oksalat dihidrat
(H2C2O4.2H2O) dengan kalium dikromat (K2Cr2O4). Serbuk putih asam oksalat dihidrat
sebanyak 3 gram direaksikan dengan 1 gram serbuk jingga kalium dikromat didalam
gelas kimia 50 mL, kemudian direaksikan dengan 1 tetes akuades yang berupa larutan
tak berwarna yang telah dipanaskan menghasilkan larutan berwarna hitam dan
terbentuk gas. Digunakan akuades panas untuk mempercepat reaksi yang terjadi antara
akuades dengan kedua senyawa tersebut. Selain itu dilakukan juga pengocokan gelas
kimia sampai reaksi berjalan sempurna sehingga reaksi yang terjadi bisa berjalan lebih
cepat. Reaksi tersebut termasuk dalam reaksi eksoterm yang ditandai dengan keluarnya
panas (kalor) dan disetai dengan gas CO 2 yang berbau menyengat, oleh karena itu di
perlukan kaca arloji untuk menutup gelas kimia sehingga kalor yang dihasilkan tidak
keluar dari sistem.
Perubahan mulai terlihat ketika proses pengocokan berjalan selama 60 detik yang
ditandai dengan berubahnya warna campuran kedua zat menjadi endapan berwarna
hitam. Untuk menghindari terjadinya kesetimbangan campuran antara isomer cis dan
trans maka dijaga jangan sampai terbentuk larutan. Perubahan warna yang awalnya
berawal dari serbuk putih dan serbuk orange menjadi hitam tersebut disebabkan oleh
terbentuknya senyawa kompleks kalium disoksalatodiakuokromat yang sebagian
berbentuk endapan. Berikut ini merupakan reaksi yang terjadi.

4H2C2O4.2H2O + K2Cr2O4 2KCr(C2O4)2(H2O)2 + 6CO2 + 7H2O

Dari reaksi tersebut dapat diketahui bahwa terbentuk senyawa kompleks


KCr(C2O4)2(H2O)2 dimana dalam senyawa kompleks tersebut terdapat dua macam ligan
yaitu ligan (C2O4)2- dan ligan (H2O), dan disertai hasil samping berupa gas CO 2 dan
H2O.
Kemudian endapan tersebut didekantasi dan ditambah lagi dengan beberapa tetes
etanol menghasilkan filtrat berupa larutan berwarna hitam dan residu berupa endapan
berwarna hitam. Penambahan etanol ini bertujuan untuk memadatkan seluruh endapan
yang terbentuk hingga terbentuk endapan yang berwarna hitam yang lebih padat.
Kemudian endapan tersebut disaring dan dihasilkan pasta hitam yang lebih kental
daripada endapan pada isomer trans.. Pasta hitam yang dihasilkan dikeringkan di dalam
oven dalam suhu 600C dan ditimbang hingga beratnya konstan dan didapatkan berat
endapan tersebut berturut-turut sebesar 1,4015 gram, 1,4013 gram, 1,4013 gram dan
berat rata-rata yaitu sebesar 1,4014 gram. Sehingga pada hasil perhitungan kadar
isomer cis kalium dioksalatodiakuokromat (III) sebesar 60,1898 %. Berikut ini
perhitungan kadar cis kalium dioksalatodiakuokromat (III) :
3,000 gram
mol mula-mula H2C2O4.2H2O = 126 gram/mol = 0,0238 mol

1,000 gram
mol mula-mula K2Cr2O4 = 294 gram/mol = 0,0034 mol

7 H2C2O4.2H2O
+ K2Cr2O7 2K[Cr(C2O4)2(H2O)2] + 6CO2 + 7H2O

m : 0,0238mol 0,0034mol - - -

0,0238mol 0,0034mol 0,0068mol 0,0 0,0238mol


20
4m
ol

- - 0,0068mol 0,0 0,0238mol


20
4m
ol
gram
berat teori K [ Cr ( C 2 O4 ) 2 ( H 2 O )2 ]=0.0068 mol x 342,2 =2,3283 gram
mol
berat yang diperoleh
hasil= 100
berat secara teori
1,4014 gram
hasil= 100=60,1898
2,3283 gram

Berikut ini merupakan gambar struktur molekul dari isomer cis-kalium


dioksalatodiakuokromat (III).

3. Uji kemurnian isomer


Pada percobaan ketiga ini bertujuan untuk membedakan antara isomer trans-kalium
disoksalatodiakuokromat dan isomer cis-kalium disoksalatodiakuokromat. Kristal
kompleks yang diperoleh dari percobaan, diletakkan pada kertas saring. Lalu dilakukan
uji kristal dengan menggunakan larutan ammonium yang berupa larutan tak berwarna.
Amonium (NH4OH), seperti halnya oksalat ataupun air, adalah juga merupakan suatu
ligan. Penambahan amonium dapat mensubstitusi ligan oksalat atau air. Sedikit kertas
saring kristal isomer trans yang ditambahkan larutan amonium menghasilkan warna
kertas saring menjadi berwarna coklat. Sedikit kertas saring kristal isomer cis yang
ditambahkan dengan 2 tetes larutan amonium menghasilkan warna kertas saring
menjadi berwarna hijau . Reaksi yang terjadi dalam uji kemurnian adalah sebagai
berikut :
2K[Cr(C2O4)2(H2O)2] + 2NH3 2K[Cr(NH3)2(H2O)2]
Perbedaan tersebut dapat dijelaskan dengan urutan pengaruh kekuatan efek trans ligan,
yaitu : H2O < OH < NH3 < Cl < Br < I = NO2 = PR3 << CO = C2H4 = CN.
Sehingga dapat dijelaskan bahwa :
Pada kristal trans :
NH3 tidak dapat mensubtitusi ligan oksalat karena kekuatan ligan NH 3 dibawah ligan
oksalat berdasarkan kekuatan efek trans yang terbentuk. Namun efek trans diatasi H2O,
sehingga terjadi perubahan ligan H2O yang mengakibatkan perubahan warna kristal
menjadi coklat.
Pada kristal cis :
Efek tersebut mengalami kebalikan. NH3 memiliki kekuatan efek cis yang lebih besar
dari asam oksalat, sehingga mampu mensubtitusi ligan oksalat dari kristal kompleks.
Akibatnya kompleks menjadi larut dan pergantian ligan menyebabkan warna kertas
saring menjadi hijau tua.

4. Uji UV-VIS
Uji UV-VIS bertujuan untukmengetahui panjang gelombang maksimum kristal
yang terbentuk. Pengujian UV-Visible dilakukan dengan menguji larutan encer isomer
cis dengan spektofotometri.
Kristal trans yang dilarutkan dalam air memiliki warna kecoklatan, sehingga dapat
diperkirakan bahwa spektranya akan memiliki panjang gelombang maksimum pada
rentang panjang gelombang visible yakni 380 nm-750 nm. Pada pengujian UV-Vis
untuk kristal trans diperoleh 1 puncak dengan absorbansi maksimum sebesar 1,054
pada panjang gelombang 565,40 nm. Warna kecoklatan tergolong dalam warna kuning-
hijau, serta panjang gelombang maksimum tersebut masuk dalam rentang warna
kuning-hijau (Underwood, 2002).
Panjang gelombang ini masih masuk dalam rentang visible, dan juga absorbansi
tersebut masih termasuk dalam rentang toleransi kesalahan minimum. Kemungkinan
transisi elektron yang terjadi pada n * yang perubahan energinya rendah. Transisi
elektronik terjadi antar orbital d dari logam transisi dan orbital dari ligan.
Kristal cis yang dilarutkan dalam air memiliki warna coklat kehijauan, sehingga
dapat diperkirakan bahwa spektranya akan memiliki panjang gelombang maksimum
pada rentang panjang gelombang visible yakni 380 nm-750 nm. Pada pengujian dengan
menggunakan UV-Vis diperoleh 2 puncak dengan absorbansi maksimum puncak 1
sebesar 0,642 pada panjang gelombang 565,50 nm dan absorbansi maksimum puncak 2
sebesar 0,847 pada panjang gelombang 486,50 nm.
Munculnya 2 puncak pada hasil uji UV-Vis kristal cis dikarenakan kristal yang
diperolah berwujud rasemik yaitu campuran 2 enansiomer yang ridak dapat memutar
bidang polarisasi. Namun komposisi campuran kristal tidak sama karena absorbansi
maksimumnya berbeda. Kristal trans memiliki rentang serapan sinar UV pada energi
yang lebih rendah daripada kristal cis sehingga kemungkinan puncak pertama
merupakan absorbansi maksimum kristal trans pada campuran rasemik dan puncak
kedua merupakan absorbansi maksimum kristal cis. Maka absorbansi maksimum kristal
cis sebesar 0,847 pada panjang gelombang 486,50 nm. Panjang gelombang ini
merupakan daerah rentang sinar UV-VIS sehingga hasil yang diperoleh telah sesuai
dengan teori bahwa absorbansi maksimum kristal cis berada pada rentang sinar visibel
karena perubahan energinya tinggi. Kemungkinan transisi elektron yang terjadi pada n
* yang perubahan energinya lebih tinggi daripada kristal trans. Transisi elektronik
terjadi antar orbital d dari ligan. Sesuai diagram perubahan energi transisi elektronik :

Kristal trans tergolong dalam sistem d 4 dimana spin rendah energi pembelahan o
lebih kecil dari pada energi perpasangan (pairing energi =p) sehingga elektron akan
mengisi orbital t2g terlebih dahulu dan memenuhinya dengan berpasangan dan barulah
mengisi orbital eg. Sehingga konfigurasi elektron akan mengisi orbital t 2g3 eg1 pada
sistem d4.
Sedangkan pada kristal cis juga tergolong dalam sistem d 4, spin tinggi o lebih
besar dari pada energi perpasangan, sehingga elektron akan mengisi orbital terlebih
dahulu dan mengisi orbital eg. Sehingga konfigurasi elektron akan mengisi orbital t2g4
pada sistem d4.

5. Uji titik leleh kristal


Uji titik leleh juga dilakukan sebagai pembuktian kemurnian kristal cis dan trans
yang terbentuk. Uji titik leleh dilakukan menggunkan melting bock.kristal cis dan trans
diisikan kepipa kapiler, kemudian dimasukkan ke melting block. Setelah itu, melting
block dan termometer disusun sedemikian rupa diatas kaki tiga. Melting block
dipanaskan sampai kristal dalam pipa kapiler melelh semua, suhu pada saat terbentuk
diamati dari termometer yang terpasang.
Secara teoritis, titik leleh isomer cis dan trans lebih dari 300 oC. Berdasarkan hasil
pengamatan titik leleh kristal cis kalium dioksalatodiakuokromat yaitu 268 oC
sedangkan pada kristal trans dioksalatodiakuokromat diperoleh titik leleh 246oC. Secara
teori isomer trans memiliki titik leleh yang lebih rendah daripada isomer cis. Polaritas
merupakan faktor kunci yang menentukan titik didih relatif senyawa karena karena ia
akan meningkan gaya antar molekul, sedangkan simetris merupakan faktor kunci yang
menentukan titik leleh relatif karena ia mengijinkan penataan faktor kunci yang
menentukan titik leleh relatif karena ia mengijinkan penataan molekul yang lebih baik
pada bentuk padat. Oleh karena itu, trans dioksalatodiakuokromat yang kurang polar
dan lebih simetris cenderung memiliki titk didih yang lebih rendah dan titik leleh yang
lebih tinggi. Sebaliknya cis kalium dioksalatodiakuokromat secara umum memiliki titik
didih yang lebih tinggi dan titik leleh yang lebih rendah. Namun perbedaan tersebut
tidak terlalu besar karena keduanya memiliki Mr yang sama, hanya perbedaan letak
gugus fungsinya saja.

XI. Kesimpulan
Dari percobaan yang kami lakukan dapat kami simpulkan sebagai berikut :
1 Kompleks cis dan trans dapat dibuat dengan cara mencampur komponen-komponen
non-kompleks(penyusun kompleks), yaitu H2C2O4.2H2O dengan K2Cr2O4 dengan
tekin penambahan aquadest yang berbeda.
2 Dari pembuatan cis dan trans dari 1 gram kalium dikromat dan 3 gram asam oksalato
dihidrat diperoleh kristal berwarna hitam dengan berat konstan rata- rata sebesar
1,995 gram untuk isomer trans kalium disoksalatodiakuokromat (III) dan 1,4014
gram untuk cis kalium disoksalatodiakuokromat (III). Sehingga diperoleh pula
randemen sebesar 51,5183 % untuk isomer trans kalium disoksalatodiakuokromat
(III) dan 60,1898% untuk cis kalium disoksalatodiakuokromat (III).
3 Hasil uji UV-Vis kristal trans berupa 1 puncak di daerah panjang gelombang 565,40
nm dengan absorbansi maksimum sebesar 1,054 sedangkan hasil uji UV-Vis kristal
cis berupa 2 puncak di daerah panjang gelombang 565,50 nm dengan absorbansi
maksimum sebesar 0,0642 dan panjang gelombang 416 nm dengan absorbansi
maksimum 0,847.
4 Titik leleh trans kalium disoksalatodiakuokromat (III) sebesar 246 oC sedangkan
titik leleh cis kalium disoksalatodiakuokromat (III) sebesar 268 oC.

XII. Jawaban Pertanyaan


1. Pada bagian manakah pada ion oksalat yang berperan sebagai bidentat dalam reaksi
pembentukan kompleks?
Jawab:
pada ion oksalat yang berperan sebagai bidentat dalam reaksi pembentukan
kompleks pada atom O yang berasal dari ligan (C2O4)2
2. Tuliskan reaksi yang terjadi pada proses pembentukan kompleks cis dan trans!
Jawab:
4H2C2O4.2H 2O + K 2Cr2O7 2K[Cr(C2O4)2(H2O) 2] + 6CO2 + 7H2O
3. Tuliskan reaksi yang terjadi pada proses uji kemurnian cis dan trans!
Jawab:
2K2[Cr(C2O4)2(H2O)2] + 2NH3 2K[Cr(NH3)2(H2O)2]

XIII. Daftar Pustaka


Amaria, dkk.2013. Penuntun Praktikum Kimia Anorganik III Unsur Unsur Golongan
Transisi. Surabaya : Laboratorium Kimia Anorganik, Jurusan Kimia, Fakultas
MIPA, Unesa.
Cotton and Wilkinson. 1989. Kimia Anorganik Dasar . jakarta: UI Press
Fessenden & Fessenden. 1997. Kimia Organik Jilid 1 . Jakarta: Erlangga
Keenan, Kleinfelter,Wood. 1992. Kimia Untuk Universitas, Jilid 2 Edisi Keenam.
Jakarta: Erlangga
Najihullah, Ahmad. 2013. Pembuatan Cis dan Trans Kalium Dioksalatodiakuokromat
(III). Online: http://coret-coretannajih.blogspot.com/2013/11/pembuatan-cis-dan-
trans-kalium_12.html diakses pada 27 Maret 2014
Shevla, G. 1990. Analisis Organik Kualitatif Makro Dan Semimakro. Jakarta: PT.
Kalman Media Pustaka
Staf Dosen Lab. Kimia Anorganik. 2009. Diktat Praktikum Kimia Anorganik. Malang:
Universitas Brawijaya.
Zie. 2009. Pembuatan Cis Dan Trans Kalium Dioksalatodiakuokromat. Online:
http://harmudzie-kim.blogspot.com diakses pada 27 Maret 2014
LAMPIRAN PERHITUNGAN

1. % Hasil Isomer Trans


3,000 gram
mol mula-mula H2C2O4.2H2O = 126 gram/mol = 0,0238 mol

1,000 gram
mol mula-mula K2Cr2O4 = 294 gram/mol = 0,0034 mol

7 H2C2O4.2H2O
+ K2Cr2O7 2 K[Cr(C2O4)2(H2O)2] + 6 CO2 + 7 H2O

m : 0,0238mol 0,0034mol - - -

0,0238mol 0,0034mol 0,0068mol 0,0 0,0238mol


20
4m
ol

- - 0,0068mol 0,0 0,0238mol


20
4m
ol
gram
berat teori K [ Cr ( C 2 O4 ) 2 ( H 2 O )2 ]=0.0068 mol x 342,2 =2,3283 gram
mol
berat yang diperoleh
hasil= 100
berat secara teori
1,1995 gram
hasil= 100=51,5183
2,3283 gram

2. % Hasil Isomer Cis

3,000 gram
mol mula-mula H2C2O4.2H2O = 126 gram/mol = 0,0238 mol

1,000 gram
mol mula-mula K2Cr2O4 = 294 gram/mol = 0,0034 mol
7 H2C2O4.2H2O
+ K2Cr2O7 2 K[Cr(C2O4)2(H2O)2] + 6 CO2 + 7 H2O

m : 0,0238mol 0,0034mol - - -

0,0238mol 0,0034mol 0,0068mol 0,0 0,0238mol


20
4m
ol

- - 0,0068mol 0,0 0,0238mol


20
4m
ol
gram
berat teori K [ Cr ( C 2 O4 ) 2 ( H 2 O )2 ]=0.0068 mol x 342,2 =2,3283 gram
mol
berat yang diperoleh
hasil= 100
berat secara teori
1,4014 gram
hasil= 100=60,1898
2,3283 gram

DOKUMENTASI PEMBUATAN ISOMER TRANS DAN CIS

Kalium
dikromat
+ 2 tetes
aquades
panas

Asam oksalat + 3 tetes


aquades mendidih

1 gram K2Cr2O7 3 gram H2C2O4


Kalium dikromat + asam
oksalat

Berat kertas saring

Dipanaskan hingga
volumenya tinggal 1/2 Dibiarkan menguap
hingga volumenya tinggal
1/3

Disaring dan dicuci dengan


Penimbangan I
aquades dingin dan etanol

Penimbangan II Penimbangan II

1 gram K2Cr2O7 3 gram H2C2O4 Campuran + 5mL etanol


Kalium dikromat + asam
oksalat + 1 tetes aquades
Berat kertas saring awal

Didekantasi Setelah ditambahkan


etanol lagi Penimbangan I

Penimbangan III

Penimbangan II Kristal Trans + Kristal Cis + larutan


larutan amonium amonium

Titik leleh Trans 246oC


Kristal Trans dilarutkan Titik leleh Cis 268oC
untuk uji UV-VIS

Anda mungkin juga menyukai