Anda di halaman 1dari 2

RAGAM HIAS NUSANTARA

Batik Salem Brebes

Batik Salem merupakan salah satu komuditas yang sedang berusaha di angkat kepermukaan
oleh berbagai pihak termasuk pemerintahan. Setelah melakukan berbagai observasi dan
wawancara kami menemukan berbagai fakta menarik yang perlu kita ketahui;

Batik Salem adalah batik tulis, baik batik tulis dengan pewarnaan alami atau artifisial.

Asal batik Salem adalah hasil dari perkawinan putra Salem dengan daerah lain, ada yang
menyebutkan bahwa Batik Salem buah perkawinan antara Mukhtar yang berasal dari Salem
dengan wanita yang berasal dari Pekalongan yang membawa kebiasaan membatiknya ke
Salem dan ditiru warga sekitar, ada yang menyebutkan dengan wanita dari Tegal, bahkan
Yogyakarta. Dan cerita-cerita tersebut relatif terjadi baru 4 generasi yang lalu sehingga budaya
membatik daerah Salem merupakan budaya yang baru dan mulai diagresifkan beberapa tahun
yang lalu juga.

Batik Salem Brebesan banyak dikerjakan didesa Bentar, Bentar Sari dan Ciputih dan desa
Bentar diyakini sebagai daerah pertama tempat memulai membatik. Berbeda dengan
pemerintah, para pengrajin batik dan pengepul mengidentifikasi karya mereka sebagai batik
Bentar dan Bentar Sari.

Pengerjaan Batik di Salem membutuhkan waktu yang lama dibandingkan dengan daerah lain,
hal ini disebabkan para pembatik mengerjakannya di rumah sambil mengurus rumah tangga
nya. Pengerjaan Batik memakan waktu seminggu hingga sebulan tergantung kerumitan
motifnya. Kegiatan membatik bukanlah pemasukan utama sebagian besar pengrajin, pertanian,
perkebunan, peternakan hingga Tukang bangunan menjadi tulang punggung rumah tangga
penduduk Salem.

Motif batik Salem banyak mengadopsi motif dari Jogja dan Pekalongan, baik secara visual
maupun gaya nya. Sehingga kita sulit menemukan identifikasi karakteristik dari motif batik
Salem. Meski demikian menurut masyarakat, batik Salem berciri adanya pinggiran atau frame
pada setiap batiknya. Untuk itu tim kami berfikir bahwa kami dapat berkontribusi memberikan
ciri khusus pada motif batik Salem dengan membuat ragam hias batik berdasarkan hasil riset
kami selama ini di kecamatan Salem.
Pembatik di Salem terhitung sedikit kuantitasnya, dari data yang kami kumpulkan hingga saat
ini Pembatik di desa Salem hanya sekitar 500 orang dan mulai berkurang. Hal ini disebabkan
kecilnya pendapatan yang dihasilkan dari membatik. Sedangkan pengepul batik juga terhitung
hanya belasan dan sebagian besar saling memiliki hubungi kekerabatan.

Hampir seluruh material yang digunakan untuk membatik di Salem didatangkan dari luar seperti
Pekalongan, Yogyakarta atau Tegal.

Pengrajin batik di Salem hampir seluruhnya adalah perempuan.

Untuk membudayakan batik Salem Brebesan pemerintah mencanangkan penggunaan batik


setiap hari selasa dan rabu bagi PNS, dan siswa siswi sekolah.

Selain fakta-fakta yang dijabarkan tadi, kami yakin banyak informasi yang mungkin belum kami
kumpulkan, namun demikian kami harap informasi tersebut dapat menjadi modal untuk
penelitian lain yang lebih detail.