Anda di halaman 1dari 13

KERANGKA ACUAN KERJA

(KAK)

KEGIATAN : MANAJEMEN PERENCANAAN TEKNIS


SEKTOR PERHUBUNGAN
PAKET PEKERJAAN : STUDI OPTIMALISASI
ANGKUTAN LAUT PERINTIS
KERANGKA ACUAN KERJA
(KAK)

URAIAN PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Surabaya, sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, sudah


selayaknya memiliki transportasi massal yang bagus dan
modern. Kota Surabaya merupakan salah satu kota terbesar di
Indonesia dengan jumlah penduduk mencapai 3,110,187jiwa
pada Desember 2012. Dengan jumlah penduduk lebih 3 juta
jiwa, potensi bangkitan perjalanan dan tarikan perjalanan
akibat aktivitas penduduk yang ditimbulkan akan semakin besar
pula. Dengan bertambahnya bangkitan dan tarikan ini akan
meningkatkan jumlah demand transportasi Kota Surabaya.
Demand transportasi yang bertambah akan berdampak pada
jumlah kepemilikan kendaraan bermotor, sehingga dapat
menyebabkan kemacetan pada semua ruas jalan karena tidak
mampu menampung batas maksimum kapasitas jalan. Juga
berbagai permasalahan polusi udara dan ketersediaan bahan
bakar sebagai energy kendaraan.
Pada kawasan metropolitan terjadi aglomerasi kawasan
permukiman dan lapangan pekerjaan. Dengan kata lain,
kawasan metropolitan merupakan kawasan perkotaan dengan
spesialisasi fungsi aktivitas sosial ekonomi. Spesialisasi ekonomi
tersebut merupakan sektor industri dan jasa. Proses spesialisasi
di kawasan metropolitan terjadi karena selalu berkembangnya
teknologi produksi, distribusi, dan komunikasi. Kegiatan
industri dan jasa merupakan sektor yang dominan berkembang
di kawasan metropolitan. Kegiatan ekonomi yang berlangsung
di kawasan metropolitan bersifat heterogen dan memiliki peran
sebagai sentral/pusat kegiatan-kegiatan ekonomi dalam skala
regional, baik dalam lingkup propinsi atau negara bagian
maupun lingkup nasional.
Pesatnya pertumbuhan dan perkembangan ekonomi Kota
Surabaya merupakan faktor pendorong perkembangan Surabaya
sebagai metropolitan area. Perkembangan Kota Surabaya
sebagai Metropolitan area menuntut peran dan fungsi semua
stake holder sesuai dengan bagiannya dalam pembangunan
ekonomi wilayah. Pertumbuhan ekonomi Kota Surabaya sebagai
metropolitan area harus mampu memberikan kehidupan yang
layak bagi warga masyarakat secara menyeluruh.
Perkembangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kota
Surabagai sebagai Metropolitan Area harus mampu
memberikan jaminan kehidupan yang layak melebihi kota dan
daerah lain seta pedesaan, sehingga mampu menjadi daya tarik
metropolitan bagi arus penduduk yang mencari kerja dan
kehidupan yang layak.
Salah satu ciri kawasan metropolitan ditunjukkan dalam
kemudahan mobilitas masyarakatnya yang terlihat dalam 3
bentuk yaitu: (1) Mobilitas pekerjaan (Employment mobility),
dicirikan dengan mudahnya orang berpindah tempat kerja
tanpa harus berpindah tempat tinggal karena banyaknya jenis
dan variasi pekerjaan yang tersedia. Mobilitas Perumahan
(Resdential Mobility), terjadi sejalan dengan mobilitas tempat
kerja. Mobilitas Perjalanan (Trip Mobility), terjadi karena
mobilitas tempat kerja dan tempat tinggal.
Faktor pola pergerakan masyarakat berupa sistim struktur
ruang yang dituju dalam kawasan metropolitan, mempengaruhi
pola tumbuh dan berkembangnya pusat-pusat kegiatan
penduduk. Rencana pengembangan sistem jaringan transportasi
serta kelengkapan prasarana lainnya secara signifikan akan
mempengaruhi percepatan perkembangan pusat-pusat kegiatan
yang dimaksud yang pada akhirnya menjadi sebuah kota.
Seperti halnya kota-kota besar di Indonesia (Jakarta, Medan,
Makasar, Semarang dan Bandung), gejala penumpukan modal,
penduduk, fungsi, pelayanan, kemudahan, dan lainnya,
demikian pula persoalan dan tantangan di kota-kota
metropolitan terjadi juga di Surabaya. Kota metropolitan
tumbuh dengan pesatnya melebihi antisipasi para perencana,
pengambil kebijakan, dan ahli-ahli perkotaan. Seakan-akan
tidak ada kekuatan dan kemampuan yang dapat menghentikan
tumbuh dan berkembangnya kota-kota metropolitan sampai
suatu saat membangkitkan tuntutan kebutuhan.
Dalam mendukung perkembangan dan pertumbuhan ekonomi
kota metropolitan, transportasi adalah kebutuhan yang sangat
penting. Kebutuhan transportasi selalu berkembang seiring
dengan waktu. Peningkatan kualitas transportasi yang dilihat
dari kemampuan jarak jelajah, kenyamanan, tingkat harga,
efisiensi waktu, dan standard keamanan dan keselamatan
selalu menjadi hal yang diperhatikan oleh pemerintah.
Moda transportasi darat yang digunakan oleh sebagian besar
masyarakat kota metropolitan untuk memenuhi kebutuhan
mobilitas baik barang, maupun jasa saat ini adalah kendaraan
pribadi dan transportasi umum. Sementara yang menjadi
masalah di mayoritas perkotaan Indonesia saat ini adalah
ketimpangan yang sangat jauh antara penggunaan kendaraan
pribadi dengan transportasi umum. Survei dan penelitian yang
dilakukan dimanapun di Indonesia selalu menunjukkan bahwa
pengguna kendaraan pribadi jauh melampaui pengguna
transportasi umum. Untuk DKI Jakarta misalnya, menurut hasil
penelitian Edo Rusyanto tahun 2012 disampaikan bahwa
penggunaan ruang jalan oleh angkutan umum berkisar sekitar
15%, 85% lainnya oleh kendaraan pribadi, sementara di
Surabaya sendiri, penggunaan ruang jalan oleh angkutan umum
berada di angka 35%, namun angka tersebut bisa dipastikan
akan terus turun seiring dengan keengganan masyarakat
menggunakan angkutan umum dan lebih memprioritaskan
penggunaan kendaraan pribadi. Hal inilah yang pada akhirnya
menimbulkan berbagai permasalahan kota, dan kondisi ini
hanya dapat diatasi dengan optimalisasi penggunaan angkutan
umum.
Namun pada kenyataannya kondisi angkutan umum terutama di
pada kota-kota besar di Indonesia, memiliki tingkat pelayanan
yang buruk. Hal ini tercermin dari terdapatnya ketidakamanan
dan ketidaknyamanan penumpang ketika menggunakan
angkutan umum akibat angkutan umum yang melebihi muatan,
pengemudi yang ugal-ugalan, rawannya tindakan kriminal, dan
banyak lagi indikator lain mengenai keburukan pelayanan
angkutan umum di Indonesia. Selain itu, angkutan umum tidak
lagi efektif dan efisien dalam penggunaannya dibandingkan
angkutan pribadi seperti banyaknya jumlah perpindahan
angkutan untuk mencapai tujuan, frekuensi dan waktu tunggu
angkutan umum yang tidak terjadwal, serta jarak berjalan
calon penumpang yang cukup besar untuk mencapai angkutan
umum, terutama pada kota-kota kecil dan daerah pedesaan.
Kondisi inilah yang pada akhirnya akan mendorong calon
pengguna angkutan umum untuk menggunakan angkutan
pribadi dalam melakukan pergerakannya, yang kemudian
menimbulkan peningkatan pergerakan dengan angkutan pribadi
serta menyebabkan munculnya berbagai permasalahan
transportasi kota seperti penumpukan moda transportasi pada
jaringan jalan kota, pencemaran suara dan udara, kecelakaan
lalu lintas, dan permasalahan transportasi lainnya, sehingga
konsekuensinya adalah perlu diadakannya intervensi terhadap
sistem angkutan umum dan sistem transportasi kota.
Dalam pelayanan angkutan umum, operator bersama
pemerintah harus dapat memberikan layanan yang lebih
profesional, efektif, sederhana, transparan, terbuka, tepat
waktu, responsif dan adaptif serta sekaligus dapat membangun
kualitas manusia dalam arti meningkatkan kapasitas individu
dan masyarakat untuk secara aktif menentukan masa depannya
sendiri. Pelayanan angkutan umum yang profesional, artinya
pelayanan umum yang dicirikan oleh adanya akuntabilitas dan
responsibilitas dari pemberi layanan.
Menyadari pentingnya transportasi public dalam mendukung
aglomerasi Surabaya Metropolitas Area, pemerintah daerah
khususnya Propinsi jawa Timur memberi perhatian khusus pada
sistem transportasi guna mendukung pertumbuhan dan
perkembangan Surabaya Metropolitas Area.
Oleh sebab itu Provinsi Jawa Timur, sebagai salah satu provinsi
terbesar di Indonesia, bermaksud menyusun suatu kajian di
bidang transportasi khususnya optimalisasi kebutuhan
prasarana angkutan massal bus aglomerasi dalam mendukung
Surabaya Metropolitan Area. Adapun yang dibahas dalam kajian
tersebut adalah pemenuhan kebutuhan prasarana dan kualitas
layanan angkutan massal bus yang dilihat dari kemampuan
jarak jelajah, kenyamanan, tingkat harga, efisiensi waktu,
standard keamanan dan keselamatan serta bangunan shelter.
Hal ini merupakan salah satu opsi usaha pemerintah daerah
dalam menyediakan sarana angkutan massal yang berkualitas
dalam mendukung pengembangan Surabaya Metropolitan Area.

2. Maksud dan Maksud kegiatan ini adalah melakukan kajian dalam melakukan
Tujuan identifikasi optimalisai pemenuhan kebutuhan prasarana dan
pelayanan angkutan massal bus dalam mendukung aglomerasi
Surabaya Metropolitan Area.
Tujuan dari paket kegiatan optimalisai kebutuhan pemenuhan
prasarana dan pelayanan angkutan massal bus dalam
mendukung aglomerasi Kota Surabaya sebagai Metropolitan
area, adalah :
(1) Mengetahui jumlah kebutuhan sarana prasarana dan
pelayanan angkutan massal bus aglomerasi Surabaya
Metropolitan Area
(2) Menyusun standar operasional layanan bus angkutan massal
bus aglomerasi Surabaya Metropolitan Area;
(3) Menyusun rekomendasi skenario kebijakan terhadap
optimalisasi pemenuhan kebutuhan sarana prasarana dan
pelayanan angkutan massal bus aglomerasi dalam
mendukung Surabaya Metropolitan Area;
(4) Menyusun model bangunan standart prasarana (shelter)
angkutan massal bus aglomerasi;
(5) Menyusun animasi perjalanan angkutan massal bus
aglomerasi;
3. Sasaran Sasaran kegiatan ini adalah :
(1) tersusunnya dokumen kebutuhan sarana prasarana dan
pelayanan angkutan massal bus aglomerasi dalam
mendukung Kota Surabaya sebagai Metropolitan area;
(2) tersusunnya standar operasional layanan bus angkutan
massal bus aglomerasi Surabaya Metropolitan Area;
(3) tersusunnya rekomendasi skenario kebijakan terhadap
optimalisasi pemenuhan kebutuhan sarana prasarana dan
pelayanan angkutan massal bus aglomerasi dalam
mendukung Surabaya Metropolitan Area;
(4) tersusunnya model bangunan standart prasarana (shelter)
angkutan massal bus aglomerasi;
(5) tersusunnya animasi perjalanan angkutan massal bus
aglomerasi;
4. Lokasi Kegiatan Lokasi kegiatan berada pada jaringan jalan di wilayah
aglomerasi Surabaya Metropolitan Area.

5. Sumber Kegiatan paket pekerjaan ini dibiayai dari sumber pendanaan


Pendanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran
2014 Satuan Kerja Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa
Timur.
6. Nama dan
Proyek/Satuan Proyek/Satuan Kerja: Bidang Pengembangan Transportasi Dinas
Kerja Pejabat Perhubungan dan LLAJ Propinsi Jawa Timur
Pembuat
RUANG LINGKUP
Komitmen
Ruang lingkup kegiatan optimalisai kebutuhan prasarana dan
pelayanan angkutan massal bus aglomerasi dalam mendukung
7. Lingkup Surabaya Metropolitan Area, adalah sebagai berikut:
Kegiatan
(1) Melakukan kajian pustaka, aspek legalitas dan
kelembagaan, serta telaah hasil studi yang relevan yang
berkaitan dengan aglomerasi Surabaya Metropolitan Area.
(2) Melakukan pengumpulan data sekunder dari unsur-unsur
Pemerintah Daerah maupun instansi yang terkait.
(3) Melakukan pengumpulan data primer terkait kualitas
layanan angkutan massal bus.
(4) Melakukan pengumpulan data primer dan sekunder terkait
pemenuhan kebutuhan prasarana angkutan massal bus
aglomerasi.
(5) Melakukan koordinasi dengan Instansi terkait yang
berhubungan dengan pengaturan, pengawasan dan
pengendalian serta pengoperasian angkutan massal bus
aglomerasi dalam rangka menyusun standar operasional;
(6) Melakukan analisis kebutuhan sarana prasarana dan
pelayanan angkutan massal bus aglomerasi;
(7) Menentukan model bangunan standart prasarana (shelter)
angkutan massal bus aglomerasi;
(8) Mengusulkan skenario strategi kebijakan untuk optimalisai
kebutuhan sarana prasarana dan pelayanan angkutan massal
bus aglomerasi dalam mendukung Surabaya Metropolitan
area
(9) Menyusun animasi perjalanan angkutan massal bus
aglomerasi;

8. Keluaran Hasil yang diharapkan dari kegiatan Optimalisai Kebutuhan


Prasarana dan Pelayanan Angkutan Massal Bus aglomerasi dalam
mendukung Surabaya Metropolitan Area, adalah:
(1) Tersedianya dokumen kebutuhan sarana prasarana dan
pelayanan angkutan massal bus aglomerasi dalam
mendukung Kota Surabaya sebagai Metropolitan area;
(2) Tersusunnya standar operasional layanan bus angkutan
massal bus aglomerasi Surabaya Metropolitan Area;
(3) Tersusunnya rekomendasi skenario kebijakan terhadap
optimalisasi pemenuhan kebutuhan sarana prasarana dan
pelayanan angkutan massal bus aglomerasi dalam
mendukung Surabaya Metropolitan Area;
(4) Tersedianya model bangunan standart prasarana (shelter)
angkutan massal bus aglomerasi;
(5) Tersedianya animasi perjalanan angkutan massal bus
aglomerasi;
9. Peralatan, Peralatan, material, dan personil disiapkan oleh penyedia jasa.
Material,
Personil dan
Fasilitas dari
Pejabat
Pembuat
Komitmen
10. Peralatan dan Penyedia jasa konsultansi perlu menyediakan fasilitas
Material dari pendukung seperti ruang kerja, transportasi dan peralatan
Penyedia Jasa pendukung teknis lainnya.
Konsultansi
11. Lingkup Penyedia jasa mempunyai lingkup kewenangan sesuai dengan
Kewenangan lingkup pekerjaan dan penyusunan laporan.
Penyedia Jasa
12. Jangka Waktu Kegiatan Optimalisai Kebutuhan Prasarana dan Pelayanan
Penyelesaian Angkutan Massal Bus Aglomerasi dalam Mendukung Surabaya
Kegiatan Metropolitan Area akan dilaksanakan selama selama 120
(seratus dua puluh) hari kalender atau 4 (empat) bulan
berurutan sejak dikeluarkannya SPMK.
13. Personil Jumlah
Posisi Kualifikasi Orang
bulan
Tenaga Ahli:
1. Team Leader Ketua Tim yang disyaratkan adalah 1/4
seorang Sarjana Teknik Sipil Strata
Satu (S1) lulusan Perguruan Tinggi
Negeri atau Swasta atau Perguruan
Tinggi Luar Negeri yang telah
diakreditasi, dibuktikan dengan
salinan ijazah yang sah.
Tenaga ahli ini diutamakan
berpengalaman melaksanakan
pekerjaan dibidang teknik sipil
transportasi selama 8 (delapan)
tahun dengan Kualifikasi Ahli Muda.
Sebagai Ketua Tim, tugas utamanya
adalah memimpin dan
mengkoordinir seluruh kegiatan
anggota tim kerja dalam
pelaksanaan pekerjaan ini selama 5
(lima) bulan penuh sampai dengan
pekerjaan dinyatakan selesai.

2. Tenaga Ahli Ahli Perencanaan Transportasi 1/4


Perencanaan berpendidikan sarjana S1 bidang
Transportasi teknik dan sistem transportasi
lulusan Perguruan Tinggi Negeri atau
Perguruan Tinggi Swasta yang telah
lulus ujian negara atau yang telah
diakreditasi, atau Perguruan Tinggi
Luar Negeri yang telah diakreditasi,
dibuktikan dengan salinan ijazah
yang sah. Tenaga ahli ini
diutamakan berpengalaman
melaksanakan pekerjaan di bidang
dengan pengalaman minimal 5
(lima) tahun di bidang perencanaan
infrastruktur transportasi, serta
memiliki sertifikasi keahlian bidang
transportasi dengan kualifikasi Ahli
Muda.
Tenaga ahli tersebut tugas utama
dan tanggung jawabnya:
(a) Mengikuti petunjuk teknis dan
instruksi dari Ketua Tim serta
mengusahakan agar Ketua Tim
selalu mendapatkan informasi
yang diperlukan untuk koordinasi
dengan pihak pengguna jasa.
(b) Menyusun formulir survei
lapangan dan pengumpulan data
sekunder terkait layanan
angkutan massal bus
(c) Melakukan identifikasi segala
kendala dan permasalahan yang
berkaitan dengan pelayanan
angkutan massal bus
(d) Melakukan formulasi kualitas
layanan angkutan massal bus

3. Tenaga Ahli Tenaga Ahli Tata Ruang (Planologi) 1/4


Tata Ruang yang disyaratkan adalah seorang
(Planologi) Sarjana Planologi Strata Satu (S1)
lulusan Perguruan Tinggi Negeri atau
Perguruan Tinggi Swasta yang telah
lulus ujian negara atau yang telah
diakreditasi, atau Perguruan Tinggi
Luar Negeri yang telah diakreditasi,
dibuktikan dengan salinan ijazah
yang sah.
Tenaga ahli ini diutamakan
berpengalaman melaksanakan
pekerjaan di bidang penataan tata
ruang selama 5 (lima) tahun dengan
kualifikasi Ahli Muda. Tenaga ahli
tersebut tugas utama dan tanggung
jawabnya adalah sebagai berikut :
(a)Mengikuti petunjuk teknis dan
instruksi dari Ketua Tim serta
mengusahakan agar Ketua Tim
selalu mendapatkan informasi
yang diperlukan untuk koordinasi
dengan pihak pengguna jasa.
(b)Mengintegrasikan kebijakan-
kebijakan daerah maupun
nasional yang berkaitan dengan
aglomerasi Surabaya Metropolitan
Area, rencana aksi daerah dalam
pengembangan Surabaya
Metropolitan Area.
(c) Melakukan analisis tipologi yang
berkaitan dengan gangguan fungsi
dan manfaat jalan nasional,
khususnya yang berkaitan dengan
layanan dan trayek angkutan
massal bus.

4. Tenaga Ahli Ahli Ekonomi Pembangunan 1/4


Sosial berpendidikan Strata Satu (S1)
Ekonomi bidang ekonomi pembangunan
dengan pengalaman minimal 5
(lima) tahun di bidang ekonomi
pembangunan wilayah, lulusan
Perguruan Tinggi Negeri atau
Perguruan Tinggi Swasta yang telah
lulus ujian negara atau yang telah
diakreditasi, atau Perguruan Tinggi
Luar Negeri yang telah diakreditasi,
dibuktikan dengan salinan ijazah
yang sah.
Tenaga ahli ini diutamakan
berpengalaman melaksanakan
pekerjaan di bidang penataan tata
ruang selama 5 (lima) tahun. Tenaga
ahli tersebut tugas utama dan
tanggung jawabnya adalah sebagai
berikut :
(a) Mengikuti petunjuk teknis dan
instruksi dari Ketua Tim serta
mengusahakan agar Ketua Tim
selalu mendapatkan informasi
yang diperlukan untuk koordinasi
dengan pihak pengguna jasa.
(b) Mengintegrasikan kebijakan-
kebijakan daerah maupun
nasional yang berkaitan dengan
aglomerasi Surabaya Metropoli-
tan Area.
(c) Melakukan analisis tipologi yang
berkaitan dengan pertumbuhan
dan perkembangan ekonomi pada
aglomerasi Surabaya Metropoli-
tan area.

5. Tenaga Ahli Ahli Teknologi Informatika 1/4


Teknologi berpendidikan Strata Satu (S1)
Informatika bidang Informatika dengan
pengalaman minimal 5 (lima) tahun
di bidang Informatika, lulusan
Perguruan Tinggi Negeri atau
Perguruan Tinggi Swasta yang telah
lulus ujian negara atau yang telah
diakreditasi, atau Perguruan Tinggi
Luar Negeri yang telah diakreditasi,
dibuktikan dengan salinan ijazah
yang sah.
Tenaga ahli ini diutamakan
berpengalaman melaksanakan
pekerjaan di bidang informatika
selama 5 (lima) tahun. Tenaga ahli
tersebut tugas utama dan tanggung
jawabnya adalah sebagai berikut :
(a) Mengikuti petunjuk teknis dan
instruksi dari Ketua Tim serta
mengusahakan agar Ketua Tim
selalu mendapatkan informasi
yang diperlukan untuk
koordinasi dengan pihak
pengguna jasa.
(b) Mengintegrasikan system
aglomerasi Surabaya Metropoli-
tan Area dalam bentuk
teknologi informasi
(c) Membuat animasi perjalanan
angkutan massal bus aglomerasi

6. Tenaga Ahli arsitektur berpendidikan Strata 1/4


arsitektur Satu (S1) bidang arsitektur dengan
pengalaman minimal 5 (lima) tahun
di bidang arsitektur, lulusan
Perguruan Tinggi Negeri atau
Perguruan Tinggi Swasta yang telah
lulus ujian negara atau yang telah
diakreditasi, atau Perguruan Tinggi
Luar Negeri yang telah diakreditasi,
dibuktikan dengan salinan ijazah
yang sah.
Tenaga ahli ini diutamakan
berpengalaman melaksanakan
pekerjaan di bidang arsitektur
selama 5 (lima) tahun dengan
kualifikasi Ahli Muda. Tenaga ahli
tersebut tugas utama dan tanggung
jawabnya adalah sebagai berikut :
(a) Mengikuti petunjuk teknis dan
instruksi dari Ketua Tim serta
mengusahakan agar Ketua Tim
selalu mendapatkan informasi
yang diperlukan untuk
koordinasi dengan pihak
pengguna jasa.
(b) Mendesign model bangunan
standart prasarana (shelter)
angkutan massal bus
aglomerasi;
Tenaga Pendukung:
1.Asisten Untuk membantu kelancaran 6/4
Tenaga Ahli pekerjaan maka diperlukan asisten
tenaga ahli. Asisten tenaga ahli yang
dibutuhkan adalah asisten Ahli
Teknik Sipil Transportasi (1 orang),
asisten Ahli Planologi (1 orang), dan
asisten ahli lingkungan (1 orang),
asisten ahli Sosial Ekonomi (1
orang), asisten ahli Teknologi
Informatika (1 orang) dan asisten
arsitektur (1orang) dengan
persyaratan Sarjana sesuai dengan
bidangnya (S1) berpengalaman
minimal 2 (dua) tahun.
2.Administrasi Tenaga Administrasi berijazah 1/4
kantor Diploma yang berpengalaman
dibidang Administrasi.
3.Operator Tenaga Operator Komputer 2/4
Komputer berijasah Diploma yang
berpengalaman dibidangnya.

Tahapan dalam penyusunan kegiatan ini adalah sebagai


14. Jadwal
berikut:
Tahapan
Pelaksanaan a) Tahap persiapan
Tahapan ini terdiri dari persiapan awal (pembentukan tim,
Kegiatan
sidang pleno tim), Identifikasi Awal, Persiapan Teknis,
Konsultasi Publik.

b) Tahap Pengumpulan Data


Tahapan ini meliputi pengumpulan data dan informasi
umum, data dan informasi teknis, pendataan kelembagaan
publik, serta pendataan kelembagaan masyarakat dan
pelaku usaha.

c) Tahap Analisis
Meliputi analisis kebutuhan sarana prasarana dan pelayanan;
analisis standar operasional dan model bangunan standar
prasarana (shelter) angkutan massal bus aglomerasi
Surabaya Metropolitan Area.

d) Tahap Perumusan Rencana Aksi


Meliputi penyusunan rekomendasi scenario kebijakan
terhadap optimalisasi pemenuhan kebutuhan sarana
prasarana dan pelayanan angkutan massal bus aglomerasi
dalam mendukung Surabaya Metropolitan Area serta animasi
perjalanan angkutan massal bus aglomerasi;
LAPORAN

15. Laporan Laporan Pendahuluan berisi tentang : (1) Rencana kerja


Pendahuluan Penyedia Jasa secara menyeluruh; (2) mobilisasi tenaga ahli,
asisten muda dan tenaga pendukung lainnya; dan jadwal
kegiatan Penyedia Jasa; (3) Metodologi kerja dan rencana
survai. Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya hari ke-
30 (tiga puluh) sejak SPMK diterbitkan oleh pengguna jasa, dan
diserahkan sebanyak 5 (lima) buku laporan.

16. Laporan Laporan Antara berisi tentang kemajuan pekerjaan yang telah
Antara dilaksanakan, antara lain : (1) laporan hasil survei lapangan
dan survai wawancara stakeholder terkait; (2) hasil identifikasi
yang berkaitan dengan kebutuhan sarana prasarana dan
layanan angkutan massal bus; (3) hasil penyusunan standar
operasional; (4) analisis awal kebijakan yang berkaitan dengan
optimalisasi kebutuhan dan layanan angkutan massal bus
aglomerasi Surabaya Metropolitan Area; (5) analisis awal model
bangunan standar prasarana (shelter);
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya hari ke-75
(tujuh puluh lima) sejak SPMK diterbitkan oleh pengguna jasa,
dan diserahkan sebanyak 5 (lima) buku laporan.
17. Draft laporan Konsep laporan Akhir berisi penjelasan rangkaian kegiatan
Akhir secara keseluruhan berikut hasil-hasilnya yang membahas
tentang : (1) kebutuhan sarana prasarana dan layanan
angkutan massal bus; (2) hasil penyusunan standar operasional;
(3) kebijakan yang berkaitan dengan optimalisasi kebutuhan
dan layanan angkutan massal bus aglomerasi Surabaya
Metropolitan Area; (4) model bangunan standar prasarana
(shelter); (5) animasi perjalanan angkutan massal bus
aglomerasi.
Laporan ini harus diserahkan selambat-lambatnya 100 (seratus)
hari kalender setelah diterbitkannya SPMK oleh pengguna jasa,
dan diserahkan sebanyak 20 (dua puluh) buku laporan.
Laporan Akhir merupakan penyempurnaan dari laporan akhir
18. Laporan
sementara yang telah dikoreksi dan ditambah dengan masukan-
Akhir,
masukan baru pada saat rapat pembahasannya. Jumlah buku
Ringkasan
yang diserahkan adalah sebanyak 5 (lima) buku laporan dan 5
eksekutif dan
(lima) CD dan diserahkan paling lambat hari ke-120 (seratus
file soft copy
dua puluh) sejak diterbitkannya SPMK oleh pengguna jasa,
laporan
termasuk juga seluruh data dan referensi yang digunakan
sebagai acuan.
Laporan Ringkasan Eksekutif berisi ringkasan hasil dari
rangkaian kegiatan Optimalisai Kebutuhan Prasarana dan
Pelayanan Angkutan Massal bus aglomerasi dalam mendukung
Surabaya Metropolitan Area dan diserahkan paling lambat pada
120 (seratus dua puluh) hari kalender setelah diterbitkannya
SPMK oleh pengguna jasa. Laporan ini diserahkan sebanyak 5
(lima) buku laporan, dalam bentuk soft copy sebanyak 5 keping
Compact Disc dan animasi perjalanan dalam dalam bentuk
compact disc sebanyak 5 keping.
HALHAL LAIN

19. Produksi Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini harus
dalam Negeri dilakukan di dalam wilayah Provinsi Jawa Timur kecuali
ditetapkan lain dalam angka 4 KAK dengan pertimbangan
tertentu.

20. Persyaratan Jika kerjasama dengan penyedia jasa konsultansi lain


Kerjasama diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan jasa konsultansi ini
maka harus mematuhi persyaratan yang telah ditentukan.
26. Alih Pelelangan Pekerjaan ini dalam lingkup pekerjaan Jasa
Pengetahuan Konsultan Non Konstruksi dengan SBU Bidang Transportasi
dengan Sub Bidang Pengembangan Sarana Transportasi