Anda di halaman 1dari 7

PROSEDUR PENGENDALIAN

NARKOTIKA DAN PSIKOTROPIKA


No. dokumen :

No.Revisi : 00
SOP
Tanggal Terbit : 18-10-2016

Halaman : 1/3

UPTD Puskesmas dr.Abdul Aziz


Plupuh 1 NIP.197002222002121004

1. Pengertian Pengawasan dan pengendalian penggunaan obat-obatan


golongan narkotika dan psikotropika dalam pelayanan kepada
pasien di Puskesmas sesuai dengan peraturan yang berlaku
2. Tujuan Menjaga keamanan penggunaan obat golongan narkotika dan
psikotropika di puskesmas, menghindari penyalahgunaan obat
golongan narkotika dan psikotropika
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Plupuh 1 Tentang Peresepan
Psikotropika dan Narkotika
Nomor: 440.1/VIII/019/119/08/2016
4. Referensi 1. Permenkes No.30 th 2014 tentang Standar Pelayanan
Kefarmasian di Puskesmas
2. Permenkes No. 3 Tahun 2015 tentang Peredaran,
Penyimpanan, Pemusnahan, dan pelaporan Narkotika,
Psikotropika, dan Prekursor Farmasi.
5. Langkah- 1. Petugas farmasi melakukan penerimaan obat golongan
langkah narkotika dan psikotropika.
2. Petugas farmasi melakukan penyimpanan obat golongan
narkotika dan psikotropika didalam lemari khusus dengan
ketentuan sebagai berikut :
a. terbuat dari bahan yang kuat;
b. tidak mudah dipindahkan dan mempunyai 2 (dua) buah
kunci yang berbeda;
c. diletakkan di tempat yang aman dan tidak terlihat oleh
umum, untuk Puskesmas; dan
d. kunci lemari khusus dikuasai oleh Apoteker penanggung
jawab/Apoteker yang ditunjuk dan pegawai lain yang
dikuasakan.
3. Petugas farmasi melakukan screening resep yang
mengandung obat-obatan golongan narkotika dan
psikotropika.
4. Petugas farmasi yang membawa kunci lemari khusus
melakukan pengambilan obat narkotika dan psikotropika
dilemari khusus disaksikan oleh petugas lain yang
membawa kunci.
5. Petugas farmasi menulis jumlah pengambilan ke kartu stok
obat yang terdapat di lemari khusus penyimpanan obat
golongan narkotika dan psikotropika
6. Petugas farmasi menyiapkan obat sesuai dengan resep
dengan disertai pencatatan dalam buku harian penggunaan
obat golongan narkotika dan psikotropika yang
mencantumkan identitas pasien
7. Petugas farmasi melakukan pelabelan obat
8. Petugas farmasi menyerahkan obat ke pasien atau tenaga
medis
9. Petugas farmasi mendokumentasi dan melaporkan
penggunaan obat golongan narkotika dan psikotropika
setiap bulan ke kepala puskesmas dan Dinas Kesehatan
Kabupaten
6. Diagram Alir
penerimaan obat golongan

narkotika dan psikotropika.

penyimpanan obat golongan narkotika dan psikotropika


didalam lemari khusus

screening resep yang mengandung obat-obatan


golongan narkotika dan psikotropika.

pengambilan obat narkotika dan psikotropika dilemari


khusus

pencatatan jumlah pengambilan ke kartu stok obat

menyiapkan obat sesuai dengan resep dengan


disertai pencatatan dalam buku harian

Pelabelan obat

Penyerahan obat

Dokumentasi dan Pelaporan

7. Unit Terkait 1. Kamar obat

2. Rawat Inap

8. Rekaman Historis Perubahan


No. Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai
diberlakukan
1.

2.

3.

4.
PROSEDUR PENGENDALIAN
NARKOTIKA DAN PSIKOTROPIKA
No.
:
dokumen
No.Revisi : 00
DAFTAR
TILIK Tanggal :
Terbit
Halaman : 3-4

UPTD Puskesmas dr.Abdul Aziz


Plupuh 1 NIP.197002222002121004

Unit :

Nama Petugas :

Tanggal :
Pelaksanaan

NO Uraian Kegiatan Ya Tidak Tidak


Berlaku

1. Apakah petugas farmasi melakukan


penerimaan obat golongan narkotika dan
psikotropika ?
2. Apakah petugas farmasi melakukan
penyimpanan obat golongan narkotika dan
psikotropika didalam lemari khusus dengan
ketentuan sebagai berikut :
a. terbuat dari bahan yang kuat;
b. tidak mudah dipindahkan dan mempunyai
2 (dua) buah kunci yang berbeda;
c. diletakkan di tempat yang aman dan tidak
terlihat oleh umum, untuk Puskesmas;
dan
d. kunci lemari khusus dikuasai oleh
Apoteker penanggung jawab/Apoteker
yang ditunjuk dan pegawai lain yang
dikuasakan?

3. Apakah petugas farmasi melakukan


screening resep yang mengandung obat-
obatan golongan narkotika dan psikotropika?
4. Apakah petugas farmasi yang membawa
kunci lemari khusus melakukan pengambilan
obat narkotika dan psikotropika dilemari
khusus disaksikan oleh petugas lain yang
membawa kunci?
5. Apakah petugas farmasi menulis jumlah
pengambilan ke kartu stok obat yang
terdapat di lemari khusus penyimpanan obat
golongan narkotika dan psikotropika ?
6. Apakah petugas farmasi menyiapkan obat
sesuai dengan resep dengan disertai
pencatatan dalam buku harian penggunaan
obat golongan narkotika dan psikotropika
yang mencantumkan identitas pasien?
7. Apakah petugas farmasi melakukan
pelabelan obat?

8. Apakah petugas menyerahkan obat ke


pasien atau tenaga medis?

9. Apakah petugas farmasi mendokumentasi


dan melaporkan penggunaan obat golongan
narkotika dan psikotropika setiap bulan ke
kepala puskesmas dan Dinas Kesehatan
Kabupaten?

Complience Rate .........................%

Plupuh , .............................
Pelaksana/Auditor

............................................