Anda di halaman 1dari 8

1

a. Kutipan pada Karya Ilmiah


1) Kutipan Langsung
a) Kutipan langsung atau cuplikan ditulis sama persis dengan
yang ditulis di dalam sumber aslinya
b) Kutipan yang kurang dari lima baris, diketik seperti ketikan
teks, di awali dan diakhiri dengan tanda petik ()
c) Kutipan yang terdiri dari lima baris atau lebih, diketik satu
spasi. Kutipan diketik mulai pada ketukan keenam dari tepi
kiri, tanpa tanda petik ()
d) Sumber kutipan langsung ditulis dengan menyebutkan nama
pengarang, tahun penerbitan, dan nomor halaman
Nama pengarang:
Awal Isgiyanto . . . ditulis (Awal Isgiyanto, 2009: 10)
Robert Kersmis Sembiring . . . ditulis (Sembiring, 2004: 21)
Tan Kim Hong . . . ditulis (Tan Kim Hong, 2005: 17)

2) Kutipan Tidak Langsung


a) Kutipan tidak langsung merupakan intisari dari tulisan yang
disajikan dalam bahasa penulis
b) Kutipan tersebut ditulis dengan spasi rangkap (2 spasi)
c) Sumber kutipan tidak langsung ditulis sebagaimana kutipan
langsung

b. Penulisan Nama Pengarang Sumber Acuan


1) Penulisan Nama Pengarang dalam Bagian Inti Skripsi
a) Penulisan nama Indonesia lebih dari satu kata, yang tidak
diketahui nama marganya, maka penulisan pada bagian inti
dilakukan dengan menuliskan sama dengan apa yang tertulis di
dalam naskah sumber yang diacu (ditulis lengkap), kemudian
diikuti tanda koma (,), dan dilanjutkan dengan menuliskan
tahun penerbitan
Contoh:
Pengarang bernama Awal Isgiyanto, yang tulisannya
diterbitkan tahun 2009 dalam bagian inti ditulis . . .
(Awal Isgiyanto, 2009).

b).Penulisan nama Indonesia lebih dari satu kata, jika kata


terakhir diyakini sebagai nama marga (misalnya: Nasution,
Panjaitan, Sembiring), maka penulisan dalam bagian inti
1
Pag
e 2

dilakukan dengan menuliskan nama marganya, kemudian


diikuti tanda koma (,), dan dilanjutkan dengan menuliskan
tahun penerbitan.
Contoh:
Pengarang di bernama Robert Kersmis Sembiring, yang
tulisannya diterbitkan tahun 1989 dalam bagian inti ditulis
(Sembiring, 1989)

a) Penulisan nama Indonesia yang lebih dari satu kata, jika kata
yang di depan merupakan nama baptis, maka penulisan dalam
bagian inti dilakukan dengan menuliskan nama aslinya,
kemudian diikuti tanda koma (,), dan dilanjutkan dengan
menuliskan tahun penerbitan.
Contoh:
Pengarang bernama Tarsisius Sarjono, yang tulisannya
diterbitkan Tahun 2005 dalam bagian inti ditulis (Sarjono,
2005)

b) Penulisan nama Cina, maka penulisan pada bagian inti


dilakukan dengan menuliskan sama dengan apa yang tertulis di
dalam naskah sumber yang diacu (ditulis lengkap), kemudian
diikuti tanda koma (,), dan dilanjutkan dengan menuliskan
tahun penerbitan
Contoh:
Pengarang bernama Tan Kim Hong, yang tulisannya
diterbitkan tahun 2009 dalam bagian inti ditulis (Tan Kim
Hong, 2009)

c) Penulisan nama asing (bukan nama Indonesia) dan bukan orang


dengan nama Cina, kata terakhir merupakan nama marga.
Penulisan nama di dalam bagian inti dilakukan dengan
menuliskan marganya, diikuti tanda koma (,), dan dilanjutkan
dengan menuliskan tahun penerbitan. Kecuali kata de, den, bin,
binti, van, dan von yang merupakan bagian nama, maka
penulisannya tidak disingkat
Contoh:

Awal_METLIT_2
Pag
e 3

Pengarang bernama Henry van den Bakker, yang tulisannya


diterbitkan tahun 2009 dalam bagian inti ditulis (van den
Bakker, 2009)

2) Penulisan Nama Pengarang dalam Daftar Pustaka


a) Penulisan nama Indonesia lebih dari satu kata, yang tidak
diketahui nama marganya, dalam daftar pustaka ditulis sama
dengan sumber aslinya
Contoh:
Pengarang bernama Awal Isgiyanto, dalam daftar pustaka
ditulis Awal Isgiyanto

b) Penulisan nama Indonesia lebih dari satu kata, jika kata terakhir
diyakini sebagai nama marga (misalnya: Nasution, Panjaitan,
Sembiring), maka penulisan dalam daftar pustaka dilakukan
dengan menuliskan nama marganya, kemudian diikuti tanda
koma (,), dan dilanjutkan dengan singkatan nama lainnya
Contoh:
Pengarang di bernama Robert Kersmis Sembiring, di dalam
daftar pustaka ditulis Sembiring, R. K.

c) Penulisan nama Indonesia yang lebih dari satu kata, jika kata
yang di depan merupakan nama baptis, dilakukan dengan
menuliskan nama aslinya, tanda koma (,), kemudian diikuti
dengan singkatan nama baptis
Contoh:
Pengarang bernama Tarsisius Sarjono, dalam daftar pustaka
ditulis Sarjono, T.

d) Penulisan nama Cina dilakukan dengan menuliskan sama


dengan apa yang tertulis di dalam naskah sumber yang diacu
(ditulis lengkap)

Contoh:
Pengarang bernama Tan Kim Hong, dalam daftar pustaka
ditulis Tan Kim Hong

Awal_METLIT_3
Pag
e 4

e) Penulisan nama asing (bukan nama Indonesia) dan bukan orang


dengan nama Cina, kata terakhir merupakan nama marga.
Penulisan nama di dalam daftar pustaka dilakukan dengan
menuliskan marganya terlebih dahulu, diikuti tanda koma (,),
dan dilanjutkan dengan menuliskan singkatan nama lainnya.
Kecuali kata de, den, bin, binti, van, dan von yang merupakan
bagian nama, maka penulisannya tidak disingkat
Contoh:
Pengarang bernama Henry van den Bakker, dalam daftar
pustaka ditulis van den Bakker, H.

c. Kesesuaian Sumber yang Diacu dalam Bagian Inti dan Isi


Daftar Pustaka
1) Setiap sumber yang diacu dalam bagian inti skripsi harus ditulis
di dalam daftar pustaka.
2) Sumber yang tidak diacu dalam bagian inti skripsi tidak boleh
dicantumkan di dalam daftar pustaka
3) Kesesuaian penulisan nama pengarang yang diacu dalam Bagian
Inti dan Daftar Pustaka

Nama Pengarang dalam Nama Pengarang Nama Pengarang


Sumber yang Diacu dalam dalam
Bagian Inti Daftar Pustaka
Awal Isgiyanto Awal Isgiyanto Awal Isgiyanto
Robert Kersmis Sembiring Sembiring Sembiring, R. K.
Tarsisius Sarjono Sarjono Sarjono, T
Tan Kim Hong Tan Kim Hong Tan Kim Hong
Henry van den Bakker van den Bakker van den Bakker, H.

k. Penulisan Daftar Pustaka


Penulisan daftar pustaka mengacu sistem American
Psychological Association (APA), dengan beberapa penyesuaian.

Awal_METLIT_4
Pag
e 5

Penulisan daftar pustaka STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu


sebagai berikut.
1) Setiap kepustakaan ditulis dengan jarak 1 (satu) spasi, dan jarak
antara setiap kepustakaan adalah 2 (dua) spasi
2) Urutan kepustakaan disusun menurut abjad
3) Huruf pertama baris pertama setiap kepustakaan ditulis tepat pada
garis batas kiri tanpa indensi. Untuk baris berikutnya huruf
pertama ditulis pada ketukan ke lima.
4) Jika penulis pustaka lebih dari satu orang, maka antara nama
penulis terakhir dan penulis sebelumnya dihubungkan dengan
tanda &, tidak dan atau and.
5) Jika penulis pustaka lebih dari tiga orang, maka menggunakan
istilah et al
6) Catatan kaki (footnote) tidak digunakan untuk menyebutkan
sumber pustaka

Contoh Penulisan dalam Daftar Pustaka


a) Artikel jurnal, satu orang penulis
Minarto. (2006). Pengaruh Berat Badan Tidak Naik Terhadap
Pertumbuhan pada Bayi 6-12 Bulan di Kabupaten Bogor.
Jurnal Gizi Indonesia. 29 (2), 89-100

b) Artikel jurnal, dua atau tiga orang penulis


Saywitz, K. J. Mannarino, A. P, & Cohen J. A. (2000). Treatment
for Sexually Abused Children and Adolescents. American
Psychologist, 55, 1040-1049

c) Artikel jurnal, lebih dari tiga penulis


Wolchik, S. A., Coatsworth, D., Lengua, L., et al. (2000). An
Experimental Evaluation of Theory-based Mother and
Mother-child Programs for Children of Divorces. Journal of
Consulting and Clinical Psychology, 68, 843-856

d) Artikel majalah

Awal_METLIT_5
Pag
e 6

Kandel, E. R., & Squire, L. R. (10 November 2000). Neuroscience:


Breaking Down Scientific Barriers to the Study of Brain and
Mind. Science. 290, 1113-1120.

e) Artikel newsletter, yang ada nama penulisnya


Brown, L. S. (Mei 1993). Antidomination Training as a Central
Component of Diversity in Clinical Psychology Education.
The Clinical Psychologist, 46, 83-87.

f) Artikel newsletter, yang tidak ada nama penulisnya


The New Health-care Lexicon. (September 1983). Editor, 4, 1-2

g) Artikel surat kabar, yang ada nama penulisnya


Suryakusuma. (1 Agustus 2002). Pendidikan Biaya Tinggi di Alam
Otonomi. Suara Surya, p.13.

h) Artikel surat kabar, yang tidak ada nama penulisnya


Obat Baru Menunjukkan Penurunan Tajam Risiko Kematian dengan
Kegagalan Jantung, (15 Juli 1993). Suara Surya, p.12.

i) Buku yang ditulis oleh satu orang


Awal Isgiyanto. (2009). Teknik Pengambilan Sampel pada
Penelitian Non-eksperimental. Yogyakarta: Mitra Cendekia.

j) Buku diterbitkan oleh lembaga pemerintah, tanpa nama pengarang


Australian Bureau of Statistics. (1991). Estimated Resident
Population by Age and Sex in Statistical Local Areas, New
South Wales, June 1990 (No. 3209.1). Canberra, ACT:
Australian Bureau of Statistics.
k) Buku terjemahan
Kerlinger. F. N. (1990). Asas-asas Penelitian Behavioral.
(Terjemahan Landung R Simatupang). Yogyakarta: Gadjah
Mada University Press. (Buku asli diterbitkan tahun 1986)

l) Atikel dalam buku suntingan dengan dua orang penyunting

Awal_METLIT_6
Pag
e 7

Bjork, R. A. (1989). Retrievel Inhibition as an Adaptive Mechanism


in Human Memory. Dalam H. L. Roedinger & F.I.M. Craik
(Eds), Varieties of Memory & Consciousness (pp.309-330).
Hilksdale, NJ: Lawrence Erlbaum and Associates

m) Laporan dari lembaga pemerintah, tanpa nama pengarang


National Institute of Mental Health. (1990). Clinical Training in
Serious Mental Illness (DHHS Publication No. ADM 90-
1679). Washington, DC: U.S. Government Printing Office

n) Desertasi doktor, thesis magister, atau skripsi sarjana yang tidak


diterbitkan
Dedi Edi Wartono. (1989). Analisis Interpersonal Bulimia: Badan
Normal dan Badan Gemuk. Disertasi doktor, tidak diterbitkan,
Universitas

o) Makalah yang disajikan dalam suatu seminar atau konferensi


Adi Sularno & Mansur Budiman. (Januari 1991). Data Awal
Tentang Gejala Trauma pada Anak-anak. Makalah disajikan
dalam Seminar Pencegahan Salah Asuhan Anak, di
Universitas Negeri Yogyakarta

p) Artikel di internet, tetapi materi cetaknya diterbitkan dalam jurnal


Van den Bos, G., Knapp, S., & Doe, J. (2001). Role of Reverences
Elements in the Selection of Resources by Psychology
Undergraduates [Versi electronik]. Journal of Bibliographic
Research, 5, 117-123.

q) Artikel dalam jurnal, yang jurnalnya hanya terbitdalam internet


Fredrickson, B. L. (7 Maret 2000). Cultivating Positive Emotions to
Optimize Health and Well-being. Prevention & Treatment. 3,
Artikel 0001a. Diambil pada tanggal 20 November 2000, dari
http://journals.apa.org/prevention/volume3/pre0030001a.html
r) Undang-Undang
Anonim. Undang-undang nomor 36 tahun 2009 entang kesehatan
s) Peraturan Penerintah

Awal_METLIT_7
Pag
e 8

Depkes R.I. (2004). Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor:


450/Menkes/SK/IV/2004 tertanggal 7 April 2004 tentang
pemberian air susu ibu (ASI) secara eksklusif pada bayi di
Indonesia

Dinkes Kota Bengkulu. (2011). Profil Kesehatan Kota Bengkulu


2010. Bengkulu: Dinas Kesehatan Kota

Awal_METLIT_8