Anda di halaman 1dari 12

BAB IV

SPESIFIKASI PERALATAN PROSES

Unit produksi yang dimiliki oleh PT. Pertamina (Persero) RU III Plaju
berjumlah dua buah. Unit produksi tersebut terdiri dari Unit Produksi I yang
mengolah minyak mentah menjadi produk-produk baik proses primer maupun
sekunder dan Unit Produksi II yang mengolah bahan-bahan dari hasil pengolahan
minyak bumi menjadi produk-produk petrokimia. Unit produksi I sendiri memiliki
empat bagian utama yakni Crude Distiller and Gas Plant (CD&GP), Crude
Distiller and Light Ends (CD&L), Unit Utilitas (UTL), dan Unit Instalasi dan
Perkapalan. Unit Produksi II terdiri dari Unit Polipropilen dan Unit TA/TPA yang
sudah tidak beroperasi. Proses produksi menggunakan peralatan-peralatan yang
terintegrasi di dalam unit-unit produksi tersebut sehingga pengolahan produk
menjadi lebih efektif. Berikut merupakan peralatan-peralatan dan fungsinya yang
digunakan pada unit-unit produksi di PT. Pertamina (Persero) RU III Plaju.

Tabel 21. Jenis dan Fungsi Peralatan Proses di PT. Pertamina (Persero) RU III
Plaju.
Nama Alat Fungsi Unit Pengguna
(1) (2) (3)
Accumulator Sebagai tangki pengumpul CDU, RDU, BBMGC,
kondensat dari kolom distilasi BB Distiller, Stabillizer
(liquid reservoir). Dari akumulator C/A/B, Unit Alkilasi,
kondensat dapat direfluks atau Unit Polimerisasi, Unit
diambil sebagai produk atas. Polypropylene, SRMGC
Blower Mentransportasikan dan menekan RFCCU,
gas untuk menghasilkan gas Unit Polypropylene
dengan tekanan sedang.
Buffer Tank Untuk memisahkan kondensat SRMGC
yang terbawa aliran fasa gas.
Caustic Settler Tempat penjumputan suatu Unit Alkilasi,
senyawa tertentu misalnya, sulfur BB Treater
dan merkaptan, dengan
penambahan soda kaustik.
Dehidrator Mengurangi kadar air yang suatu Unit Polypropylene
larutan dengan suatu penambahan
absorben.
Separator Memisahkan fasa cair dan fasa gas. CDU, Stabilizer, BB
Distiller, Alkilasi

42
Lanjutan Tabel 21. Jenis dan Fungsi Peralatan Proses di PT. Pertamina (Persero)
RU III Plaju.
(1) (2) (3)
Cyclone Alat ini menggunakan gaya RFCCU
sentrifugal. Putaran Cyclone
menyebabkan partikel padatan
menabrak dinding dan jatuh
kebawah karena gravitasi.
Digunakan untuk memisahkan
katalis dari gas hasil cracking.
Dryer Mengurangi kadar air dalam suatu Unit Polypropylene
padatan. Padatan yang akan
dikeringkan dilewatkan pada aliran
udara kering.
Evaporator Mengurangi kadar cairan dalam CD II, BBMGC
suatu cairan atau memekatkan
larutan.
Extruder Mencetak polimer dengan menjadi Unit Polypropylene
bentuk tertentu.
Ejektor Mempertahankan kondisi vakum. HVU
Feed Blend Tangki pencampur umpan sebelum Unit Alkilasi
masuk reaktor.
Filter Memisahkan padatan terlarut dari Unit Polypropylene
fluida menggunakan media
berpori.
Final Settler Penjumputan akhir suatu campuran BB Treater
dari pengotor-pengotor yang tidak
diinginkan.
Heater Memanaskan temperatur aliran, CDU
biasa digunakan unstuk
memanaskan umpan yang akan
masuk reaktor. Pemanasan dengan
pertukaran panas dengan steam
atau dengan produk reaksi.
Heat Exchanger Mempertukarkan panas antara Semua unit
fuida panas dan dingin. Digunakan
sebagai pemanasan awal umpan
dan pendinginan produk atas
kolom distilasi.
Kolom absorpsi Memisahkan gas dan cairan FCCU, BB Distiller,
dengan prinsip absorbsi. BBMGC, SARU
Kolom distilasi Memisahkan komponen CDU, Redistiller,
komponen dalam suatu campuran BBDistiller, Unit
berdasarkan perbedaan titik didih. Alkilasi, Stabilizer
C/A/B, RFCCU

43
Lanjutan Tabel 21. Jenis dan Fungsi Peralatan Proses di PT. Pertamina (Persero)
RU III Plaju.
(1) (2) (3)
Kompresor Mentrasportasikan dan menekan RFCCU, Gas Plant,
gas, untuk menghasilkan gas BBMGC, SRMGC
dengan tekanan yang lebih tinggi.
Kondensor Mengembunkan uap jenuh yang CDU, Redistiller,
dihasilkan oleh bagian atas kolom BBDistiller, Unit
distilasi. Alkilasi, Stabilizer
C/A/B, RFCCU
Pompa Mentransportasikan fluida pada Seluruh unit
sistem perpipaan.
Reaktor Tempat terjadinya reaksi. Unit Alkilasi, Unit
Polimerisasi, Unit
Polypropylene, RFCCU
Regenerator Meregenerasi katalis yang telah RFCCU
dipakai melalui reaksi pembakaran
coke.
Scrubber Untuk menangkap partikel-partikel Unit Alkilasi,
padatan dari gas-gas yang akan Unit Polypropylene
dibuang ke atmosfer.
Reaktor Tempat terjadinya reaksi. Unit Alkilasi,
Unit Polimerisasi, Unit
Polypropylene, RFCCU
Regenerator Meregenerasi katalis yang telah RFCCU
dipakai melalui reaksi pembakaran
coke.
Scrubber Untuk menangkap partikel-partikel Unit Alkilasi,
padatan dari gas-gas yang akan Unit Polypropylene
dibuang ke atmosfer.
Sumber : PT.Pertamina(Persero) RU III Plaju, 2012

4.1 Sistem Proses Unit Produksi I


4.1.1 Sistem Proses Crude Distiller and Gas Plant (CD&GP)
Unit CD&GP yang terletak di Plaju dibagi menjadi dua unit lagi, yaitu:
- Lima unit pengolahan primer, yaitu CD-II, CD-III, CD-IV, CD-V, dan
redistiller I/II
- Dua unit pengolahan sekunder, yaitu Polimerisasi, Alkilasi.
- Tiga unit treating, yaitu kaustik treater, BB treater, SAUP.

44
- Empat unit pendukung, yaitu SRMGC, BBMGC, stabilizer C/A/B, BB
Distiller.
1. Crude Distiller II (CD-II)
Kondisi operasi dan spesifikasi alat proses di CD-II terdiri dari empat kolom
distilasi dan satu kolom evaporator. Kondisi operasi dan spesifikasi alat proses
dapat dilihat pada tabel 22.

Tabel 22. Kondisi Operasi dan Spesifikasi Alat Proses di CD-II


No Nama Alat Temperatur Tekanan Diameter Jumlah
Alat (C) (Kg/cm2g) (m) Tray
3-1 Evaporator Flash : 255 1,8 - -
Top : 95
1-1 Kolom-I 2,0 2,7 16
Bottom : 155
Top : 118
1-2 Kolom-II 0,5 1,8 16
Bottom : 192
Top : 181
1-3 Kolom-IV 0,3 1,8 16
Bottom : 328
Top : 114
1-4 Kolom-V 1,9 3,0 18
Bottom : 128
Sumber : PT. Pertamina RU III Plaju, 2012

2. Crude Distiller III (CD-III)


Kondisi operasi dan spesifikasi alat proses di CD-III terdiri dari tiga kolom
distilasi dan satu kolom stabilizer. Adapun kondisi operasi dan spesifikasi alat
proses dapat dilihat pada tabel 23.

Tabel 23. Kondisi Operasi dan Spesifikasi Alat Proses di CD-III


No Alat Nama Alat Temperatur Tekanan Diameter Jumlah
(C) (Kg/cm2g) (m) Tray
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Top : 143
Feed : 202
1-1 Kolom-I 1,5 3,960 27
Reb. Suct. : 303
Bottom : 273
1-2 Kolom-II Top : 234 0,3 3,960 30
Feed : 311
Reb.suct. : 365
45
Bottom : 336
1-3 Kolom-III Top : 93 1,5 2,975 31
Top : 97
1-4 Stabilizer 2,8 1,552 30
Feed : 147
Lanjutan Tabel 23. Kondisi Operasi dan Spesifikasi Alat Proses di CD-III
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
2-1 Stripper - - 1,176 6
2-2 Stripper - - 1,176 6
2-3 Stripper - - 1,176 6
2-4 Stripper - - 1,176 6
2-5 Stripper - - 1,176 6
Sumber : PT. Pertamina RU III Plaju, 2012

3. Sistem Proses Crude Distiller IV (CD-IV)


Kondisi operasi dan spesifikasi alat proses di CD IV terdiri dari dua kolom
distilasi, satu kolom stripper dan satu kolom stabilizer. Adapun kondisi operasi
dan spesifikasi alat proses dapat dilihat pada tabel 24.

Tabel 24. Kondisi Operasi dan Spesifikasi Alat Proses di CD-IV


No Nama Alat Temperatur Tekanan Diameter Jumlah
Alat (C) (Kg/cm2g) (m) Tray
Top : 91
Feed : 148
1-4 Stabilizer 2,4 2,1 30
Reboiler : 198
Bottom : 185
Top : 135
Feed : 206
1-1 Kolom-I 0,3 4 35
Reb.suct. : 271
Bottom : 238
Top : 236
Feed : 305
1-2 Kolom-II 0,28 4 27
Reb.suct. : 362
Bottom : 331
Top : 85
1-3 Kolom-III 0,3 3,2 36
Feed : 135
2-1 Stripper - - 1,2 6
2-2 Stripper - - 1,2 6
2-3 Stripper - - 1,2 6
2-4 Stripper - - 1,2 6
2-5 Stripper - - 1,2 6
Sumber : PT. Pertamina RU III Plaju, 2012
46
4. Crude Distiller V (CD-V)
Kondisi operasi dan spesifikasi alat proses di CD-V terdiri dari lima kolom
distilasi dan dapat dilihat pada tabel 25.

Tabel 25. Kondisi Operasi dan Spesifikasi Alat Proses di CD-V


No. Nama Alat Temperatur (C) P D Jumlah
Top Reb. Suct ( (m) Tray
Kg
cm2 g

)
1-1 Kolom I 150 243 1,2 3,2 31
1-2 Kolom II 200 340 0,2 2,7 33
1-3 Kolom III 105 160 0,8 2,9 30
1-4 Kolom IV 70 100 0,8 2,1 30
2-1 Stripper - - - 0,8 8
2-2 Stripper - - - 0,8 6
2-3 Stripper - - - 0,8 8
2-4 Stripper - - - 0,9 6
Sumber : PT. Pertamina RU III Plaju, 2012

5. Unit Polimerisasi
Unit polimerisasi memiliki peralatan utama yang terdiri dari converter
(reaktor) dan kolom stabilizer. Unit ini memiliki tiga set converter, masing-
masing set tersebut memiliki tiga buah converter. Pada kondisi normal hanya dua
set converter yang berfungi, sedangkan satu set yang lain berada dalam kondisi
penggantian katalis. Converter yang digunakan adalah jenis shell and tube. Pada
bagian tube terdapat katalis, selain itu tube juga merupakan tempat terjadinya
reaksi, sedangkan minyak dialirkan pada bagian shell sebagai pengatur kestabilan
temperatur reaksi. Kondisi operasi dan spesifikasi alat proses unit poimerisasi
tersebut dapat dilihat pada table 26.

Tabel 26. Kondisi Operasi dan Spesifikasi Alat Proses di Unit Polimerisasi
No. Alat Nama Alat Temperatur (C) Tekanan (Kg/cm2)
CON Konverter 160 Inlet : 30
A/1-2-3 Outlet : 28
B/1-2-3
47
C/1-2-3
Feed : 155
Kolom
1-1 Top : 60 6
Stabilizer
Reboiler : 125
Sumber : PT. Pertamina RU III Plaju, 2012
6. Unit Alkilasi
Unit alkilasi terdiri dari sebuah reaktor dan empat kolom distilasi. Kolom
distilasi terdiri dari kolom deisobuthanizer, depropanizer, stabilizer, dan rerun.
Kondisi operasi dan spesifikasi alat proses tersebut dapat dilihat pada tabel 27.

Tabel 27. Kondisi Operasi dan Spesifikasi Alat Proses di Unit Alkilasi
No Alat Nama Alat Temperatur (C) Tekanan (Kg/cm2)
2-3/1/2 Reaktor 38 4,5 - 5
Feed : 111
1-1 Deisobutanizer 8,8
Top : 59
Feed : 90
1-2 Depropanizer 16,8
Top : 48
Feed : 156
1-3 Stabilizer Top : 68 7,5
Bottom : 165
Feed : 210
1-4 Rerun 0,6
Top : 102
Sumber : PT. Pertamina RU III Plaju, 2012

7. Unit Stabilizer C/A/B


Peralatan proses utama di Stabilizer C/A/B terdiri dari tiga kolom stabilizer
yaitu kolom C, A, dan B. Stabilizer C/A/B merupakan unit proses yang berfungsi
untuk memisahkan SR Tops yang berasal dari CD dengan distilasi bertekanan.
Unit ini berkapasitas 550 ton/hari. Produk hasil pengolahan ini adalah gas, crude
buthane, SPBX, dan Diisoheksan Top (DIH Top). Adapun kondisi operasi dan
spesifikasi alat proses dapat dilihat pada tabel 28.

Tabel 28. Kondisi Operasi dan Spesifikasi Alat Proses di Unit Stabilizer C/A/B
No Nama Alat Temperatur Tekanan( Diameter Jumlah Tray
Alat (C) Kg/cm2) (m)
1-1 Kolom C Top : 95 4,2 1,6 45
Bottom : 140
1-2 Kolom A Top : 90 4,0 1,6 45
48
Bottom : 126
1-3 Kolom B Top : 72 4,5 1,2 40
Bottom : 116
Sumber : PT. Pertamina RU III Plaju, 2012

8. Straight Run Motor Gas Compressor (SRMGC)


SRMGC merupakan unit pendukung yang ada di kilang CD&GP. Unit ini
berfungsi untuk meningkatkan tekanan dari gas yang berasal dari CD sebelum
diumpankan ke BB Distiller. Unit ini terdiri dari tiga buah kompresor. Spesifikasi
kompresor ditampilkan pada tabel 29.

Tabel 29. Spesifikasi Kompresor SRMGC


Item C-1 C-2 C-3
Serial number YRS 282 YRS 281 YRS 219
Manufacturer Ingersoll, R Ingersoll, R Ingersoll, R
Type 2RDS2 2RDS2 2RDS2
Size (inch) 20.5 x 5.5 20.5 x 5.5 20.5 x 5.5
13 x 5.5 13 x 5.5 13 x 5.5
Rate Disc Press (psig) 450 450 450
Max Work Press (psig) 180 180 215/550
Max Disc Temp (F) 350 350 350
Max Cool Water Press (psig) 75 75 75
Kapasitas (kg/jam) 4175 4175 4175
RPM 1000 1000 1000
Sumber : PT. Pertamina RU III Plaju, 2012

9. Butane-Butylene Distiller (BB Distiller)


Alat proses utama unit Butane-Butylene Distiller terdiri dari kolom
absorber, depropanizer, debuthanizer, dan stripper. Adapun kondisi operasi dan
spesifikasi alat proses ditunjukkan pada tabel 30.

Tabel 30. Kondisi Operasi dan Spesifikasi Alat Proses di BB Distiller


No Temperatur Tekanan Diameter Jumlah
Nama Alat 2
Alat (C) (Kg/cm ) (m) Tray
Top : 40
1-1 Absorber 20 3,4 17
Bottom : 110
upper : 42
1-2 Depropanizer 17 2,0 20
Bottom : 120
1-3 Debuthanizer Top : 50 6 2,1 36
49
Bottom : 120
Top : 80
1-4 Stripper 0.7 1,5 16
Bottom : 125
Sumber : PT. Pertamina RU III Plaju, 2012

10. Butane-Butylene Treater (BB Treater)


Unit BB Treater terdiri dari dua bagian, yaitu Settler A dan Settler B.
Kondisi operasi dan spesifikasi alat proses pada BB Treater ditunjukkan pada
tabel 31.

Tabel 31. Kondisi Operasi dan Spesifikasi Alat Proses di BB Treater


Tekanan
No Alat Nama Alat Diameter (m) Tinggi (m)
(Kg/cm2)
9-26 Kaustik Settler A 4 1,8 4,2
9-27 Kaustik Settler B 4 1,8 4,2
9-28 Water Settler A 4 1,8 4,2
9-29 Final Setller A 3,5 1,8 4,2
9-30 Final Setller B 2,4 1,8 4,2
9-31 Water Settler B 4 1,8 4,2
Sumber : PT. Pertamina RU III Plaju, 2012

4.1.2 Sistem Proses Crude Distiller and Light Ends (CD&L)


Unit proses CD&L yang berada di kilang sungai gerong terdiri dari tiga
unit antara lain tiga unit pengolahan primer, satu unit pengolahan sekunder dan
satu unit treating. Unit pengolahan primer terdiri dari CD VI, HVU II, dan
Stabilizer 3, sedangkan unit pengolahan sekunder adalah RFCCU.

1. Crude Distiller VI (CD VI)


Alat pemroses utama CD VI adalah dua kolom fraksinator. Kondisi operasi
dan spesifikasi alat tersebut dapat dilihat pada tabel 32.

Tabel 32. Kondisi Operasi dan Spesifikasi Alat Proses di CD VI


No Nama Temperatur Tekanan Dimensi Jumlah
Alat Alat (F) (psi) Tray
Flash zone : 670 Flash zone : 19.6
Kolom d = 10
T-1 Top : 480 Top : 18 10
I h = 30
Bottom : 645
T-2 Kolom- Flash zone : 300 Flash zone : 14 d = 9 14
II Top : 260 Top : 12 h =402
50
Bottom : 290
Sumber : PT. Pertamina RU III Plaju, 2012

2. High Vacuum Unit II (HVU II)


Data kondisi operasi kolom distilasi HVU dapat dilihat pada tabel 33.

Tabel 33. Kondisi Operasi Kolom Distilasi HVU


Kondisi Nilai
Tekanan, mmHg
Flash zone 110
Vapor line 75
Temperatur, C
COT 395
Top 55
LVGO draw off 170
MVGO draw off 282
HVGO draw off 347
Sumber : PT. Pertamina RU III Plaju, 2012

3. Riser Fluid Catalytic Cracking Unit (RFCCU)


Pada unit RFCCU, ada dua alat yang sangat penting atas berlangsungnya
suatu hasil produk yaitu Regenerator dan Reaktor, dimana regenerator berfungsi
sebagai tempat untuk meregenerasi katalis sedangkan reaktor berfungsi sebagai
tempat terjadinya reaksi perengkahan. Alat regenerator sangatlah berperan penting
dalam hasil produk unit RFCCU yang didapatkan sehingga perlu dilakukan
evaluasi kinerja regenerator secara bertahap.
Kondisi operasi peralatan proses RFCCU dapat dilihat pada tabel 34,
sedangkan kondisi operasi reaktor dan regenerator RFCCU dapat dilihat pada
tabel 35.

Tabel 34. Kondisi Operasi dan Spesifikasi Alat Proses di RFCCU


No Alat Nama Alat Temperatur Tekanan Jumlah
(C) (Kg/cm2) Tray
(1) (2) (3) (4) (5)
Upper : 676
FC-D-1 Reaktor 1,21 -
Lower : 672
FC-D-2 Regenerator 520 1,60 -
FC-T-1 Primary Top : 269 1,21

51
6 tray + 1
Feed : 520
Fractionator fixed bed
Bottom : 370
Lanjutan Tabel 34. Kondisi Operasi dan Spesifikasi Alat Proses di RFCCU
(1) (2) (3) (4) (5)
Secondary Top : 130
FC-T-20 1,02 22
Fractionator Bottom : 232
Top : 226
FC-T-2 LCGO Stripper 4
Bottom : 218
40
Top : 51
FLRS-T-401 Primary Absorber
Bottom : 45
Feed : 38
FLRS-T-402 Sponge Absorber 20
Top : 40
Feed : 61
FLRS-T-403 Stripper 36
Bottom : 122
Feed : 126 Top : 11,0
FLRS-T-102 Debutanizer 25
Top : 65 Bottom : 11,3
Top : 56
Top : 19,9
LS-T-1 Stabilizer Feed : 78 42
Bottom : 10,5
Bottom : 111
Sumber : PT. Pertamina RU III Plaju, 2012

Tabel 35. Kondisi Operasi Reaktor - Regenerator RFCCU


Variabel Satuan Nilai
Riser
Temperatur C 520
Temperatur umpan C 331
Laju alir umpan kg/jam 120600
Steam dispersion kg/jam 4724
Perbandingan katalis/oil C/O 6.6
Delta coke % wt 0.65
Reaktor
Tekanan kg/cm2g 1.5
Stripping steam kg/jam 2786
Anti coking kg/jam 100
Effluent reactor kg/jam 123248
ton/hari 2958
Regenerator
Temperatur dilute phase C 676
Temperatur dense phase C 672
Tekanan kg/cm2g 1.4

52
Laju alir Flue Gas kg/jam 72676
Laju alir udara kg/jam 67714
Sirkulasi katalis ton/menit 13.27
Make-RU katalis ton/hari 1.5
Sumber : PT. Pertamina RU III Plaju, 2012
4.2 Sistem Proses Unit Produksi II
4.2.1 Kilang Polypropylene
Proses yang terjadi di dalam kilang propylene terbagi nmenjadi dua tahap
yaitu tahap purifikasi dan tahap reaksi. Proses purifikasi berlangsung di dalam dua
kolom yaitu kolom absorbsi dan kolom distilasi (depropanizer), sedangkan tahap
reaksi berlangsung di dalam dua jenis reaktor, yaitu reaktor fasa cair (CSTR) dan
reaktor fasa gas (fluidized bed reactor). Kondisi operasi alat pada unit purifikasi
dapat dilihat pada tabel 36 dan tabel 37.

Tabel 36. Kondisi Operasi Kolom Depropanizer Kilang Polypropylene


Kondisi Operasi Satuan Nilai
Diameter dalam kolom M 3,1
Tekanan puncak kolom kg/cm2 20,5
Tekanan bawah kolom kg/cm2 22,4
o
Temperatur puncak kolom C 48
o
Temperatur, C 75
Pump around 2
Jumlah tahap 274
Sumber : PT. Pertamina RU III Plaju, 2012

Tabel 37. Kondisi Operasi Reaktor Kilang Polypropylene


Kondisi Operasi Reaktor 1 Reaktor 2
Fasa Cair Gas
2
Tekanan, kg/cm 29-38 17-19
Temperatur, oC 70 80
Waktu tinggal, jam 1,5 1,2
Produksi PP, kg/jam 3.366 2.334
Produktifitas, kr-PP/gr-kat 12 20
Melt flow rate, gr/10mt 3 3
Sumber : PT. Pertamina RU III Plaju, 2012

53