Anda di halaman 1dari 12

Spirit of Tasmania's Melbourne terminal is located at: Station Pier.

Waterfront Place, Port


Melbourne. VICTORIA 3207

1. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pelabuhan ketapang adalah sebuah pelabuhan ferri di desa Ketapang, Kalipuro,
kabupaten Banyuwangi, Jawa timur yang menghubungkan pulau Jawa dengan Pulau
Bali melui transportasi Laut1. Pelabuhan ini di pilih oleh para wisatawan yang ingin
menuju pulau Bali menggunakan jalur darat2, yang mana pelabuhan ini di kelola oleh
ASDP Indonesia Ferry. ASDP Indonesia Ferry adalah BUMN di Indonesia yang
bergerak dalam jasa angkutan penyebrangan dan pengelolaan pelabuhan
penyebrangann untuk penumpang, kendaraan dan barang3.
Pelabuhan adalah tempay yag terdiri atas daratan dan/atau perairan dengan
batasan batasan tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan
pengusahaan yang di pergunakan sebagai tempat kapal bersandar, naik turun
penumpang, dan/atau bongkar muat barag, berupa terminal dan tempat berlabuh kapal
yag dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan pelayaran dan kegiatan
penujang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra-dan antarmoda
transportasi4.
Pelabuhan Ketapang yang berada di Banyuwangi ini merupakan pelabuhan
penyebrangan yang menghubungkan antara Pulau Jawa dan Bali, yang mana kedua
pulau ini memiliki karakteristik yang berbeda yang mana menyebabkan aktifitas
penyebrangan cukup padat, Pulau Jawa yang memiliki kepadatan penduduk teratas
dan Pulau Bali yang memiliki beberapa aspek keunggulan misalkan pariwisata. Hal
inilah yang memungkinkan menyebabkan terjadinya kepadatan aktifitas
penyebrangan, terutama di waktu liburan misalkan Idul Adha dan liburan sekolah,
kemudian kepadatan penyebrangan ini akan menyebabkan antrian panjang di
kawasan pelabuhan, di tunjukan di gambar(terlampir).
1
Wikipedia. Pelabuhan Ketapang. 04/08/2014.
http://id.wikipedia.org/wiki/Pelabuhan_Ketapang. (Diakses pada:10/11/2014)
2
Ibid.
3
Wikipedia. ASDP Indonesia Ferry. 04/08/2014.
http://id.wikipedia.org/wiki/ASDP_Indonesia_Ferry. (Diakses pada:10/11/2014)
4
Badan Usaha Milik Negara. Peraturan Pemerintah Tentang Kepelabuhanan. 2009.
http://bumn.go.id/data/uploads/files/1/61.pdf. (Diakses pada:11/11/2014)
1.2. Tujuan Pembuatan Makalah
Mengetahui tentang Pelabuhan Ketapang, dari segi sarana, prasarana hingga
kinerja pelabuhan.
1.3. Landasan Teoritis
A. Definisi dan Fungsi Pelabuhan
Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, pelabuhan
diartikan sebagai tempat yang terdiri atas daratan dan/atau perairan dengan batas-
batas tertentu sebagai tempat berkegiatan pemerintah dan kegiatan pengusahaan
yang dipergunakan sebagai tempat kapal berlabuh, naik turun penumpang
dan/atau bongkar muat barang, berupa terminal dan tempat berlabuh kapal yang
dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan pelayaran dan kegiatan
penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan antarmoda
transportasi. Pelabuhan sebagai prasarana transportasi yang mendukung
kelancaran system transportasi laut memiliki fungsi yang erat kaitannya dengan
faktor-faktor sosial dan ekonomi. Secara ekonomi, pelabuhan berfungsi sebagai
salah satu penggerak roda perekonomian karena menjadi fasilitas yang
memudahkan distribusi hasil-hasil produksi sedangkan secara social, pelabuhan
menjadi fasilitas publik dimana di dalamnya berlangsung interaksi antar pengguna
(masyarakat) termasuk interaksi yang terjadi karena aktivitas perekonomian.
Secara lebih luas, pelabuhan merupakan titik simpul pusat hubungan (central)
dari suatu daerah pendukung (hinterland) dan penghubung dengan daerah di
luarnya5.
Secara umum pelabuhan memiliki fungsi sebagai link, interface, dan
gateway6 :
Link (Mata Rantai) yaitu pelabuhan merupakan salah satu mata rantai
proses transportasi dari tempat asal barang ke tempat tujuan.
Interface (titik temu) yaitu pelabuhan sebagai tempat pertemuan dua mode
transportasi, misalnya transportasi laut dan transportasi darat.

5
Wijaya Pius Honggo. Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Terminal Penumpang Kapal
Laut Pelabuhan Harbour Bay Pulau Batam. http://e-
journal.uajy.ac.id/159/3/2TA12921.pdf. hlm 1. (Diakses pada:11/11/2014)
6
Ibid hlm 2.
Gateway (pintu gerbang) yaitu pelabuhan sebagai pintu gerbang suatu
negara, dimana setiap kapal yang berkunjung harus mematuhi peraturan
dan prosedur yang berlaku di daerah dimana pelabuhan tersebut berada.
B. Peryaratan pada Pelabuhan
Agar pelabuhan dapat berfungsi dengan baik maka pelabuhan haruslah
memiliki beberapa syarat sebagai berikut7 :

Harus adanya hubungan yang mudah antara transportasi air dan darat,
seperti jalan raya, kereta api, dsb, sehingga distribusi barang dan
penumpang dapat dilakukan dengan cepat.
Adanya kedalaman dan lebar alur yang cukup.
Berada pada wilayah yang memiliki daerah belakang yang subur atau
memiliki populitas tinggi.
Adanya tempat untuk membuang sauh selama menunggu untuk merapat
ke dermaga atau mengisi bahan bakar.
Tersedia tempat reparasi kapal.
Tersedianya fasilitas bongkat muat barang/penumpang, serta fasilitas
pendukungnya.
C. Bangunan dan Fasilitas Pelabuhan
Fasilitas pelabuhan yang pada umumnya terdapat pada pelabuhan meliputi8 :
Pemecah gelombang
Digunakan untuk melindungi daerah perairan pelabuhan dari gangguan
gelombang.Pemecah gelombang ini tidak diperlukan bila pelabuhan telah
terlindungi secara alamiah.

Alur pelayaran
Berfungsi mengarahkan kapal-kapal yang akan keluar masuk pelabuhan.
7
Ibid hlm 8-9.
8
Ibid hlm 9-12.
Kolam pelabuhan
Merupakan daerah perairan dimana kapal berlabuh untuk melakukan
bingkar muat dan geraka memutar.
Dermaga
Merupakan bangunan pelabuhan yang digunakan untuk merapatnya kapal
dan menambatkan pada waktu bongkat muat. Dalam pertimbangan
dimensi dermaga, hendaknya perlu diperhatikan jenis dan ukruan kapal
yang akan merapat dan bertambat pada dermaga itu, sehingga kapal dapat
bertambat atau meninggalkan dermaga maupun melakukan bongkar muat
barang dengan lancer, cepat, dan aman.
Berdasarkan bentuknya dermaga terbagi menjadi dua yaitu :
Wharf
Bentuk dermaga yang memanjang sejajar garis pantai.Dibuat
berimpit dengan garis pantai maupun menjorok ke laut. Wharf
dibangun apabila kedalaman laut hampir merata dan sejajar dengan
garis pantai

Pier atau Jetty


Bentuk dermaga di bangun dengan membentuk sudut terhadap
garis. Berdasarkan bentuknya dermaga pier atau jetty ini terbagi
atas :
o Berbentuk T atau L
Bentuk ini digunakan bila kedalaman yang isyaratkan jauh
dari pantai, sehingga antara dermaga dan pantai
dihubungkan dengan jembatan penghubung yang biasanya
tegak lurus dengan dermaga, contohnya di pelabuhan
Ambon.
o Merupakan bentuk dermaga dimana garis kedalaman kolam
terbesar menjorok ke laut. Pier jenis ini lebih efisien karena
dapat digunaka untuk merapat kapal pada kedua sisinya
untuk panjang dermaga yang sama. Banyak digunakan pada
pelabuhan kapal muatan umum. Contohnya Pelabuhan
Tanjung Priok dan Tanjung Perak.

Alat Penambat
Digunakan untuk menambatkan kapal pada waktu merapat di
dermaga maupun saat menunggu di perairan.Alat ini bisa
digunakan diletakkan pada dermaga maupun pada laut sebagai
pelampung penambat.
Gudang
Gudang Terminal
Fasilitas Bahan Bakar Kapal
Fasilitas Pandu Kapal
Meliputi fasilitas untuk kapal tunda dan perlengkapan lain yang
diperlukan kapal masuk keluar pelabuhan.
D. Dimensi Kapal
Panjang, lebar dan sarat (draft) kapal yang akan digunakan juga berpengaruh
dalam perencanaan pelabuhan dan fasiliyas yang harus tersedia di pelabuhan.
Untuk menjelaskan dimensi kapal tersebut terdapat beberapa istilah lapangan
yang perlu diketahui.Beberapa istilah masih diberikan dalam bahasa asing,
mengingat istilah banyak dipergunakan dalam praktek dilapangan. Istilahistilah
tersebut antara lain9 :

Displacement Tonnage, DPL (ukuran isi tolak), adalah volume air yang
dipindahkan oleh kapal, dan sama dengan kapal. Ukuran maksimum isi
tolak kapal disebut Displacement Tonange Loaded, sedang ukuran isi tolak
dalam keadaan kosong atau minimum disebut Displacement Tonnage
Light.
DWT adalah selisih dari Displacement Tonnage Loaded dan Displacement
Tonnage Light, yaitu berat total muatan dimana kapal dapat mengangkut
dalam keadaan pelayaran optimal (draft maksimum).
Gross Register Tons, GRT (ukuran isi kotor) merupakan volume
keseluruhan ruang kapal.
Netto Register Tons, NRT (ukuran isi bersih), adalah ruangan yang
disediakan untuk muatan dan penumpang. NRT merupakan GRT yang
dikurangi ruang-ruang yang disediakan untuk nahkoda, anak buah kapal,
ruang peta, ruang mesin, gang, kamar mandi, dapur.
Sarat (draft), merupakan bagian kapal yang terendam air pada keadaan
muatan maksimum.
Panjang total (Length Overall, Loa) adalah panjang kapal dihitung dari
ujung depan (haluan), sampai ujung belakang (buritan).
Panjang garis air (Length Between Perpendiculars, Lpp), adalah panjang
antara dua ujung Design Load Water Line.
Lebar kapal (beam), adalah jarak maksimum antara dua sisi kapal.

9
Ibid hlm 22-24.
2. PEMBAHASAN
2.1. Pelabuhan Ketapang sebagai Pelabuhan Penyebrangan
Pelabuhan bertipe wharf ini sudah taka sing lagi bagi warga Indonesia yang
memang memiliki hobby traveling. Pelabuhan ketapang di klasifikasikan sebagai
pelabuhan penyebrangan yang mana bila kita tinjau dari fungsi dari pengadaan
pelabuhan ini sebagai prasarana penyebrangan antara jawa timur yang bertempat
di Banyuwangi, dengan Pulau Bali yang bertempat di pelabuhan Gilimanuk.
2.2. Lay Out Pelabuhan ketapang

10

Foto satelit pelabuhan Ketapang

10
Kementrian Perhubungan. Buku Geospasial Darat. 2011.
http://gis.dephub.go.id/gallery/Foto/Buku/Buku%20Geospasial%20Darat.pdf. hlm 31 (Diakses
pada:15/11/2014)
Layout pelabuhan Ketapang11
2.3. Sarana dan Prasarana Pelabuhan Ketapang
Pelabuhan ketapang memiliki beberapa fasilitas pendukung yang memperlancar
kinerja pelabuhan, fasilitas ini terbagi menjadi dua klasifikasi yakni sarana dan
prasarana, adapun sarana yang di maksut adalah alat transportasi itu sendiri kemuan
prasarana yang di maksut adalah fasilitas penunjang transportasi tersebut.
Adapun Prasarana pelabuhan Ketapang yakni12 :

No Fasilitas Satuan Jumlah

1 Luas areal pelabuhan m2 27.780

2 Lapangan parker m2 11.957

3 Ruang transit m2 462.08

4 Rumah genset m2 28

11
Ibid hlm 32.
12
Badan Pelayanan perizinan Terpadu Kabupaten Banyuwangi. Fasilitas Pendukung.
http://bppt.banyuwangikab.go.id/downloads/info%20pelabuhan.ppt. hlm 3-4. (Diakses pada :
17/11/2014)
5 Shellter m2 259

6 Gank way/boarding bridge m2 141

7 Catwalk m2 128

8 Treastle m2 892

9 Listrik power supply Kva 345

10 Peralatan informasi Set 2

11 Musolla Unit 1

12 Hydrant Set 1

13 Gedung terminal & kantor m2 2.977

14 Rumah jembatan timbang m2 96

15 Rumah control movable bridge m2 42

16 Tendon air bersih m2 150

17 Pertamanan m2 2.977

18 Jembatan timbang Unit 1

19 Generator Set 1

20 Bunker BBM Set 1

21 Loket penumpang Unit 1

22 Wing barrier Unit 3

23 Loket kend. Roda 2 Unit 3

24 Loket kend. Roda 4 Unit 4

25 Dermaga Unit 1

26 Movable bridge Unit 2

27 Ponton Unit 1

28 Beaching Unit 3

29 CCTV Unit 17

30 Metal detector Unit 6

31 Mirror detector Unit 6


Kemudian sarana pelabuhan ketapang yakni kapal kapal ferry yang di gunakan
untuk menyebrangkan penumpang, maupun barang dari Gilimanuk menuju pulau
Bali, adapun detailnya13 :

Kap. Muatan
No Nama kapal Perusahaan GRT
Pnp Rd. 2 Camp.
PT. Indonesia Ferry
1 Kmp. Prathita IV 507 400 90 24
(Persero)
PT. Indonesia Ferry
2 Kmp. Mutis 621 399 65 19
(Persero)
3 Kmp.Gilimanuk I PT. Jemla Ferry 733 400 90 39
4 Kmp.Gilimanuk II PT. Jemla Ferry 840 397 85 40
5 Kmp.Nusa Dua PT. Putera Master 536 349 135 40
6 Kmp.Nusa Makmur PT. Putera Master 497 346 135 37
Kmp. Rajawali
7 PT. Jembatan Madura 815 369 140 44
Nusantara
8 Kmp.Marina Pratama PT. Jembatan Madura 688 400 175 59
9 Kmp.Satria Nusantara PT. Jembatan Madura 656 360 125 60
10 Kmp, Niaga Ferry II PT. Jembatan Madura 421 395 100 40
PT. Lintas Sarana
11 Kmp.Edha 456 395 93 38
Nusantara
PT. Dharma Lautan
12 Kmp.Dharma Rucitra 496 424 150 38
Utama
PT. Dharma Lautan
13 Kmp. Pottre Koneng 797 310 130 35
Utama
14 Kmp.Trisila Bhakti I PT. Trisila Laut 669 397 150 47
15 Kmp.Trisila Bhakti II PT. Trisila Laut 525 295 125 41
PT. Ply. Surya
16 Kmp.Sereia Do Mar 409 430 110 30
TimurLine.
PT. Ply. Surya
17 Kmp. Yunicee - - - -
TimurLine.
18 Kmp. Pertiwi Nusantara PT. Jembatan Madura 605 299 110 30
PT. Labitra Bahtera
19 Kmp. Labitra Risa 671 368 300 46
Pratama
20 Kmp. Labitra Safinah PT. Labitra Bahtera 674 351 275 48
13
Ibid. hlm 5 - 8
Pratama
PT. Labitra Bahtera
21 Kmp. Labitra Adinda 669 348 200 48
Pratama
PT. Dharma Lautan
22 Kmp. Dharma Ferry I 421 299 130 25
Utama
PT. Lintas Sarana
23 Lct. Trisna Dwitya 876 - - 16
Nusantara
PT. Lintas Sarana
24 Lct. Bhaita Caturtya 536 - - 14
Nusantara
PT. Lintas Sarana
25 Lct. Arjuna 221 - - 9
Nusantara
PT. Pelayaran
26 Lct. Putri Sritanjung 497 - - 17
Banyuwangi S.
PT. Pelayaran
27 Lct. Putri Sritanjung I 529 - - 17
Banyuwangi S.
PT. Duta Bahari
28 Lct. Jambo VI 423 - - 15
Menara Line
PT. Trisakti Lautan
29 Lct. Trisakti Adinda 669 - - 14
Mas
PT. Pelayaran
30 Lct. Trans Jawa 9 669 - - 16
Makmur Bersama
PT. Pelayaran
31 Lct. Pancar Indah - - - 18
Makmur Bersama
32 Lct. Tunu Jaya Pratama PT. Raputra Jaya 734 - - 20
PT. Herlin Samudra
33 Lct. Herline IV - - - 20
Line
PT. Bahtera Ferry
34 Lct. Cipta Harapan XII - - - 19
Sentosa

2.4. Data Demand Penyebrangan


Meskipun ini data lama, tetapi paling tidak sedikit merepresentasikan gambaran di
dalam pikiran kita terkait jumlah penyebrang di pelabuhan ketapang14 :

Tipe Kendaraan (R-4 & R-2)


Tahun Trip
Truk (B) Truk (S) Trailler Bus (B) Bus (S) MP (R-4) SM (R-2)
14
Saputra, Gusti Putu. Universitas Udayana. Optimalisasi Kinerja Pelabuhan
Penyebrangan Ketapang Gilimanuk.
http://ojs.unud.ac.id/index.php/jits/article/viewFile/3514/2546. Hlm 3. (Diakses pada :
17/11/2014)
2002 43.309 177.267 166.439 5.575 70.628 8.033 304.856 180.448
2003 49.853 179.402 169.982 5.537 65.187 5.49 283.552 163.627
2004 50.222 192.826 188.025 5.279 58.404 6.493 292.504 222.33
2005 52.714 198.183 192.095 4.559 56.815 2.098 283.291 255.418
2006 53.094 185.041 168.214 4.659 44.904 2.058 239.817 206.114
Jumlah 249.192 932.719 884.755 25.609 295.938 24.172 1404.02 1027.937
Rerata 49.838 186.544 176.951 5.122 59.188 4.834 280.804 205.587
Harian 118/145 511 485 14 159 13 769 563

3. PENUTUP

Anda mungkin juga menyukai