Anda di halaman 1dari 37

Transformasi Hujan

menjadi Aliran

Rational Method

Jeffry Swingly Frans Sumarauw


Rational Method.
Diperkenalkan pertama kali oleh Mulvaney (1851)

Qp = 0.278 C.I.A
Dengan :
Qp = debit puncak (m3/det)
C = koefisien runoff, tergantung pada karakteristik DAS (tak berdimensi)
I = intensitas curah hujan, untuk durasi hujan sama dengan waktu
konsentrasi (Tc), (mm/jam)
A = luas DAS (km2)
Menghitung Waktu Konsentrasi (Tc)

Waktu konsentrasi (Tc) adalah waktu yang dibutuhkan air untuk mengalir
dari daerah terjauh di DAS, menuju titi control.
Debit puncak akan tercapai ketika waktu konsentrasi telah terpenuhi.
Syarat metode Rational, Durasi hujan >= Tc
Menghitung Tc menggunakan rumus Kirpich (1940)
Tc = [(0.87 * L^2)/(1000 * s))^0.385
Dengan :
Tc = waktu konsentrasi (jam)
L = panjang sungai utama (km)
S = kemiringan rata-rata saluran utama (m/m)
Merubah hujan harian menjadi hujan
dengan intensitas selang waktu tertentu

1. Rumus Mononobe

I = (R24/24)(24/t)2/3
Dengan :
I = intensitas hujan (mm/jam)
t = lamanya hujan (jam)
R24 = curah hujan maksimum harian (mm)
No Tipe Daerah Pengaliran Kondisi C
Tanah pasir, 1 % 0,05-0,10
Berbagai nilai c Tanah pasir rata-rata, 1-7
% 0,10-0,15
Tanah pasir curam, 7 % 0,15-0,10
1 Rerumputan
Tanah gemuk datar, 1 % 0,13-0,17
Tanah gemuk rata-rata, 1-
7% 0,18-0,11
Tanah gemuk curam, 7 % 0,15-0,35
Daerah kota lama 0,75-0,95
2 Business
daerah pinggiran 0,50-0,70
Daerah "single family" 0,30-0,50
"Multy unit" terpisah-pisah 0,40-0,60
3 Perumahan "Multy unit" tertutup 0,60-0,75
"Sub urban" 0,15-0,40
Daerah rumah permanen 0,10-0,70
Daerah ringan 0,,60-0,80
4 Industri
Daerah berat 0,60-0,90
5 Pertamanan, kuburan 0,10-0,15
6 Tempat bermain 0,10-0,35
7 Halaman kereta api 0,10-0,40
Daerah yang tidak
8 dikerjakan 0,10-0,30
Beraspal 0,70-0,95
9 Jalan Beton 0,80-0,95
Batu 0,70-0,95
Untuk berjalan dan naik
10 0,75-0,85
kuda
11 Atap 0,75-0,95
Tipe Daerah Pengaliran C
Kawasan Perumahan
- Tidak begitu rapat ( 10 rumah/Ha ) 0,15 - 0,40
- Kerapatan sedang ( 10 - 60 rumah/Ha) 0,40 - 0,70
- Sangat rapat ( 60 - 120 rumah/Ha ) 0,70 - 0,80
Taman dan daerah rekreasi 0,10 - 0,30
Kawasan industri 0,80 - 0,90
Kawasan perniagaan 0,90 - 0,95
Tabel nilai c
Intensitas Hujan
Intensitas hujan: ketinggian curah hujan yang terjadi secara
kontinyu pada suatu kurun waktu dimana
air tersebut berkonsentrasi.

Seandainya data curah hujan yang ada hanya curah hujan harian, maka
menurut Dr. Mononobe intensitas curah hujan dapat dituliskan sebagai
berikut :
Perbandingan IDC-nya
Berdasarkan data curah hujan jangka pendek, Intensitas Duration Curve
dapat dicari dengan beberapa metoda sebagai berikut :

Formula Talbot :
dimana :
I = intensitas curah hujan
(mm/jam)
t = lamanya curah hujan
(jam)

a dan b adalah konstanta yang tergantung pada lamanya curah hujan jam
yang terjadi di daerah aliran dan dapat dicari sbb.:
Formula Sherman :

Formula Ishiguro :
Diketahui Data Hujan resolusi tinggi di satu stasiun hujan sebagai berikut
t (menit) 5 10 15 30 60 120 180
I (mm/h) 80 50 40 25 15 10 8
Number of Sample (N) 7

Metoda Talbot Hasil


2 2
t I I.t I I .T I talbot
5 80 400 6400 32000 70.15124555
10 50 500 2500 25000 54.68352675
15 40 600 1600 24000 44.80453065
30 25 750 625 18750 29.05662695
60 15 900 225 13500 17.06242156
120 10 1200 100 12000 9.346329822
180 8 1440 64 11520 6.435859067
S 420 228 5790 11514 136770
a 1240.04
b 12.68

Metoda Sherman Hasil


t I log I log t (log t)2 log t . log I I sherman
5 80 1.9031 0.6990 0.4886 1.3302 79.55798767
10 50 1.6990 1.0000 1.0000 1.6990 50.68972255
15 40 1.6021 1.1761 1.3832 1.8842 38.94084649
30 25 1.3979 1.4771 2.1819 2.0649 24.81084253
60 15 1.1761 1.7782 3.1618 2.0913 15.80802583
120 10 1.0000 2.0792 4.3230 2.0792 10.07195464
180 8 0.9031 2.2553 5.0863 2.0367 7.737474579
S 9.6812 10.465 17.6247 13.1854
a 226.586188
n 0.65031352

Metoda Ishiguro Hasil


t I t0.5 I2 I.t0.5 I2.t0.5 I ishiguro
5 80 2.2361 6400 178.885 14310.84 86.0367367
10 50 3.1623 2500 158.114 7905.69 48.69775634
15 40 3.8730 1600 154.919 6196.77 36.53214011
30 25 5.4772 625 136.931 3423.27 23.35957699
60 15 7.7460 225 116.190 1742.84 15.47064043
120 10 10.9545 100 109.545 1095.45 10.4700815
180 8 13.4164 64 107.331 858.65 8.389338472
S 420 228 46.865 11514 961.915 35533.5
a 103.929717
b -1.0280989
Distribusi Pola Hujan
33.2 Pola Distribusi Hujan > 50 mm
35
29.7
30

25
Persentase (%)

20

15 12.6
10.3
10 7.9
3.9
5 2.4

0 Kurva Massa di Kalimantan Timur


1 2 3 4 5 6 7 (Periode 2002-2004)
Waktu (jam) 140

120

Akumulasi Hujan (mm)


100

80

60

40

20

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Waktu (jam )
Kurva Massa di Kalimantan Timur
(Periode 2002-2004)
90

80

70

Akumulasi Hujan (mm)


60

50

40

30

20

10

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Waktu (jam )
Pola Distribusi Hujan 50 mm s/d 80 mm
40
34.1
35 31.0
30

Persentase (%)
25
20
15 10.3 9.2 8.5
10
4.8
5 2.2

0
1 2 3 4 5 6 7
Waktu (jam)
Kurva Massa di Kalimantan Timur
(Periode 2002-2004)
140

120

Akumulasi Hujan (mm)


100

80

60

40

20

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Waktu (jam )
Pola Distribusi Hujan > 80 mm
40 35.0
35
30

Persentase (%)
25
19.5
20 16.6
14.1
15
8.3
10
3.0 3.5
5
0
1 2 3 4 5 6 7
Waktu (jam)
Kurva Massa Ganda
Stasiun Noongan

70

60

Cumulative Hujan (mm)


50

40

30

I : 39 %,
20 II : 26 %
III : 10 %
IV : 5 %
10 V : 4%
VI : 1 %

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Jam ke (jam)