Anda di halaman 1dari 62

UJIAN AKHIR SEMESTER

MANAJEMEN INDUSTRI OTOMOTIF

Dibuat Guna Memenuhi Salah Satu Syarat


Dalam Menempuh Mata Kuliah Manajemen Industri Otomotif

Dosen Pengampu: Drs. Kir Haryana, M.Pd.

Disusun oleh:
Gusti Maulana Supriyadi
NIM 14504244016 / C

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2016
SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER

MATA KULIAH MANAJEMEN INDUSTRI OTOMOTIF

1. JelaskantentangberbagaiPERMASALAHANdalamBENGKEL

KENDARAAN (MOBIL atau MOTOR), disertai dengan data-data yang

diambilkan dari berbagai sumber (misalnya dari hasil survey atau dari pusat-pusat

data dan tulisan yang dipercaya).

2. Jelaskan tentang:

a. Bidang-bidang dan unsur-unsur manajemen dalam bengkel kendaraan.

b. Keterkaitan antara bidang-bidang dengan unsur-unsur dalam manajemen

bengkel kendaraan (mobil) (catatan: bisa disertai gambar ilustrasi/diagram).

c. Berikan contoh badan usaha dan perijinan untuk usaha bengkel kendaraan.

d. Jelaskan berdasarkan konsep tentang manajemen pendanaan usaha dan

aplikasinya di bidang usaha otomotif (kendaraan).

e. Jelaskan berdasarkan konsep tentang manajemen bahan/material dalam

perusahaan dan aplikasinya di bidang usaha otomotif (kendaraan).

f. Jelaskan berdasarkan konsep tentang manajemen sarpras dalam perusahaan

dan aplikasinya di bidang usaha otomotif (kendaraan).

g. Jelaskan berdasarkan konsep tentang manajemen pemasaran dalam

perusahaan dan aplikasinya di bidang usaha otomotif (kendaraan).


3. Kasus 1:

Sebuah perusahaan bengkel kendaraan (mobil) memberikan jasa layanan

perawatan dan mengalami berbagai permasalahan dalam berbagai unsur manajemen,

seperti keterbatasan dana, rendahnya kompetensi SDM, sarpras servis yang tidak bisa

mengikuti perkembangan teknologi kendaraan, dan unsur-unsur lainnya sehingga

mengalami kerugian dalam usaha. Saudara diminta untuk menentukan atau

memutuskan apakah layak atau tidak untuk dilanjutkan dengan melakukan analisis

SWOT (bisa dengan kuantitatif atau kualitatif).


JAWABAN SOAL

UJIAN AKHIR SEMESTER

MATA KULIAH MANAJEMEN INDUSTRI OTOMOTIF

1. Permasalahan dalam Bengkel

Mayoritas kemacetan di jalanan disebabkan oleh kendaraan. Dimana-mana,

jalanan di padati oleh kendaraan, baik itu mobil maupun motor. Dari tahun ke

tahun jumlah kendaraan baik mobil maupun motor selalu meningkat, yang

menyebabkan kemacetan di mana-mana. Berikut data peningkatan jumlah

kendaraan bermotor di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, berdasarkan data

penerimaan pajak di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA)

DIY:

1. TAHUN 2009

Kota : 226.160

Bantul : 248.436

Kulonprogo : 80.823

Gunungkidul : 95.783

Sleman : 408.772

Total : 1.059.974
2. TAHUN 2010

Kota : 233.664

Bantul : 256.533

Kulonprogo : 88.952

Gunungkidul : 103.580

Sleman : 438.178

Total : 1.120.907

3. TAHUN 2011

Kota : 243.576

Bantul : 273.946

Kulonprogo : 105.910

Gunungkidul : 113.795

Sleman : 473.131

Total : 1.210.358

4. TAHUN 2012

Kota : 244.276

Bantul : 307.633

Kulonprogo : 105.341

Gunungkidul : 121.110

Sleman : 492.427

Total : 1.270.787
5. TAHUN 2013

Kota : 259.486

Bantul : 342.389

Kulonprogo : 119.068

Gunungkidul : 142.095

Sleman : 533.929

Total : 1.396.967

6. JANUARI - MARET 2014

Kota : 59.508

Bantul : 74.443

Kulonprogo : 25.331

Gunungkidul : 27.912

Sleman : 118.162

Total : 305.365

(Sumber:http://jogja.tribunnews.com/2014/08/23/inilah-data-pertambahan-jumlah-ken

daraan-di-diy-dari-tahun-ke-tahun , diakses pada Rabu, 28 Desember 2016 15:20

WIB)

Meskipun jalanan sudah sangat macet dan padat, namun herannya permintaan

kendaraan justru semakin meningkat. Salah satu yang menyebabkan permintaan

terus naik adalah semakin terjangkau harga kendaraan yang ditawarkan. Berbagai

metode pun tersedia, mulai dari tidak perlu uang muka sampai bunga cicilan nol

persen.
Seluruh kendaraan yang berada di jalan tersebut tentu memerlukan perawatan

rutin. Meskipun sudah melakukan perawatan rutin, terkadang bisa terjadi di luar

prediksi. Contohnya saja, kendaraan bisa rewel di tengah jalan karena adanya

sparepart yang rusak, atau ban yang mendadak gembos, atau permasalahan

lainnya. Untuk mengatasi hal ini, berbagai usaha servis atau bengkelpun

bermunculan. Sekarang ini, banyak terdapat servis atau bengkel resmi maupun

non resmi yang tersebar di penjuru kota.

Meski jumlah bengkel sudah cukup banyak, tidak jarang ada kompetitor baru

yang masuk. Rata-rata mereka bukanlah bengkel resmi, tetapi hanya bengkel lokal

yang mengerti teknik reparasi kendaraan. Sayangnya, terkadang usaha servis atau

bengkel yang baru masih belum memahami pasar dan terkadang terlindas oleh

persaingan yang sudah ada. Berikut kendala yang biasanya dihadapi oleh

pengusaha bengkel baru:

Pelanggan sedikit

Bengkel yang baru buka umunmya merupakan bengkel baru dan nama

usahanya juga masih baru dan belum cukup terkenal dikalangan masyarakat.

Oleh sebab itu, pelanggan cenderung memilih tempat servis yang sudah

mereka kenal namanya atau bahkan sudah menjadi langganan. Meskipun

berkualitas sama, jika nama lebih dikenal dan sudah umum, maka hati juga

lebih tenang ketika memakai jasa servis di tempat tersebut.

Agar bengkel dapat dikenal oleh banyak orang dan mempunyai banyak

pelanggan, maka hal yang dapat dilakukan yaitu melakukan promosi secara

berkala. Promosi tersebut dapat melalui surat kabar, radio, brosur, maupun

media sosial. Budget atau dana untuk melakukan promosi juga perlu
diperhitungkan. Jangan sampai menghabiskan uang hanya untuk melakukan

promosi. Memilih cara promosi yang akan efektif sehingga dapat menarik

banyak pelanggan.

Banyak pelanggan yang memiliki bengkel favorit

Permasalahan lainnya yaitu pelanggan atau customer yang sudah mempunyai

bengkel favorit atau bengkel langganan. Jika pelanggan sudah mempunyai

satu bengkel langganan, mereka jarang mau berpindah ketempat lain.

Pasalnya, bengkel langganan pasti sudah tahu dengan keadaan kendaraan

serta sejarah dari servis kendaraan yang telah dilakukan oleh customer.

Cara yang bisa dilakukan yaitu dengan menciptakan image yang berbeda.

Tidak hanya image saja yang berbeda, namun juga harus bisa memberikan

kualitas lebih bagi pelanggan. Contohnya saja, dengan memberi jaminan

kendaraan pasti dalam kondisi baik setelah servis. Jika satu hari setelah servis

kendaraan masih bermasalah, pelanggan bisa mengembalikan mobilnya

kembali untuk diservis secara gratis serta mendapatkan diskon untuk servis

berikutnya.

Dibandingkan dengan bengkel lain

Kendala ini tidak hanya dirasakan oleh pemilik bengkel baru, tetapi juga

pemilik bengkel yang sudah lama. Biasanya, yang suka membanding-

bandingkan bengkel satu dengan yang lainnya adalah pelanggan-pelanggan

yang suka ganti-ganti tempat servis bengkel. Setelah servis dan menggunakan

kendaraan mereka, mereka akan membandingkan


hasil servis antara satu dengan lainnya.

Sebagai pemilik usaha bengkel, hal ini memang tidak bisa dihindari.

Namun, agar memiliki komentar yang lebih bagus saat dibandingkan,

pastikan selalu memberikan kualitas yang terbaik.

Servis tidak beragam

Sebagai pendatang baru di usaha bengkel servis kendaraan, servis yang

ditawarkan pasti tidak akan sebanyak bengkel servis yang sudah lama berdiri.

Untuk bisa menawarkan servis yang beragam, tentu harus menstabilkan servis

kendaraan yang lain. Lebih baik fokus untuk memberikan yang terbaik di

servis yang telah ada daripada menawarkan banyak servis namun hasilnya

tidak maksimal. Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya segera mengembangkan

usaha bengkel secara terus menerus agar bisa memberikan aneka pilihan

servis bagi pelanggan.

Servis diragukan

Segala sesuatu yang baru biasanya akan dipertanyakan oleh pelanggan.

Meski servis yang diberikan berkualitas, namun pelanggan akan

meragukannya karena masih baru dan belum banyak komentar tentang servis

yang diberikan. Hal yang harus dilakukan yaitu membuktikan kepada

pelanggan bahwa servis yang diberikan juga tidak kalah dengan bengkel yang

telah lama ada.

Selain itu dengan cara memberikan promosi harga pada awal pembukaan.

Meskipun untung yang diterima berkurang, setidaknya dapat menarik


perhatian pelanggan. Pelanggan mungkin ragu, tetapi mereka akan berminat

mencoba karena harga promosi yang cukup murah. Meskipun harga yang

diberikan adalah harga promo, jangan sampai mengurangi kualitas dari servis

yang diberikan. Dengan begitu dapat menghilangkan keraguan pelanggan

serta bisa lebih mudah memperoleh pelanggan kedepannya.

Pekerja masih baru

Bengkel yang baru pastilah para pekerja adalah orang-orang baru.

Pengalaman mereka tentu masih minim serta perlu dibimbing lebih agar

mereka menjadi lebih profesional. Pekerja baru biasanya belum terbiasa

dalam menghadapi pelanggan. Mereka bisa saja cuek serta tidak ramah dalam

berkomunikasi dengan pelanggan. Pekerja baru biasanya tidak mengerti apa

yang dicari pelanggan serta bagaimana cara mengkomunikasikan

permasalahan yang ada kepada pelanggan.

Untuk menanggulanginya, dapat dilakukan dengan cara memberi

pelatihan singkat. Dalam pelatihan ini dapat diajarkan beberapa hal, seperti

mengajarkan tentang bagaimana cara menangani pelanggan dengan baik.

Selain itu dapat pula dengan cara mempekerjakan minimal satu orang montir

yang senior untuk melakukan pengawasan dalam pekerjaan yang telah

dilakukan oleh para pekerja baru. Perlahan, kemampuan pekerja bary akan

berkembang seiring berjalannya waktu dan pengalaman yang mereka

dapatkan.
Sistem atau aturan kerja belum jelas

Hal ini merupakan permasalahan yang sering dihadapi oleh para usaha

yang baru. Meskipun perencanaan sudah dirancang dengan sedemikian rupa,

namun dalam aplikasinya tentu masih bingung dan belum tertata dengan rapi.

Hal ini tentu akan mempengaruhi performa dalam memberikan layanan servis

serta pembukuan bengkel. Para pekerja pun juga akan bingung jika sistem

perusahaan belum jelas.

Cara mengatasi hal ini dengan terus menerus memperbaiki sistem.

Catatlah perkembangan serta hal-hal yang masih kurang dari sistem yang

sudah diterapkan. Pekerjakan juga seorang ahli untuk membangun sistem

yang diinginkan. Pelajarilah dan terapkan sistem tersebut secara disiplin.

Kedepannya akan lebih gampang dalam mengontrol usaha.

Pelanggan minta harga murah

Pelanggan terkadang akan meminta diskon harga lebih murah hanya

karena usaha bengkel yang masih baru. Untuk minggu pertama, boleh

menawarkan promo atau diskon supaya harga murah. Selanjutnya, pelanggan

dapat membayar sesuai dengan harga yang sudah ditetapkan, tetapi kualitas

benar-benar dijaga jangan sampai mengecewakan pelanggan.

(Sumber: Wawancara dengan pemilik bengkel baru di jalan bibis, yaitu Bapak

Suyanto dengan nama usaha/bengkel JAYA MOTOR)


2a. Bidang-Bidang Dan Unsur-Unsur Manajemen

Bidang-Bidang Manajemen

a. Manajemen Produksi

Manajemen produksi merupakan salah satu bidang manajemen yang

penting. Ketika mutu produk atau jasa menjadi kunci dalam memenangi

persaingan bisnis, peran manajemen produksi terasa semakin penting bagi

perusahaan. Kegiatan produksi yang buruk dapat mengakibatkan pemborosan

dalam bentuk menumpuknya persedian. Kegiatan produksi yang buruk juga

dapat berakibat pada rendahnya mutu produk atau jasa yang dihasilkan.

Banyak perusahaan yang gagal bersaing di pasar karena lemah dalam

pengelolaan produksinya. Di lain pihak, ada perusahaan yang berhasil

memenangi persaingan karena mengelola kegiatan produksinya dengan baik.

Pengertian manajemen produksi

Manajemen produksi dapat diilustrasikan dengan sebuah sekolah

menengah atas. Awalnya, kepala sekolah bersama-sama dengan dewan

guru, menetapkan sasaran yang akan dicapai oleh sekolah. Contohnya,

nilai rata-rata Ujian Nasional siswa atau tingkat kelulusan dalam SPMB.

Untuk mencapai tujuan tersebut, sekolah membutuhkan siswa, guru,

gedung sekolah, perlengkapan (misalnya papan tulis dan kapur), dan

sebagainya. Sekolah merencanakan berapa jumlah siswa yang akan

diterima, berapa jumlah guru yang dibutuhkan, dan sebagainya. Dalam

sistem produksi, guru, siswa, gedung, peralatan, dan perlengkapan

sekolah disebut masukan (input).

Di sekolah terjadi proses belajar mengajar yang melibatkan semua


input. Para siswa diajar oleh guru dengan menggunakan seluruh fasilitas

sekolah seperti gedung dan laboratorium. Kepala sekolah bersama wakil

kepala sekolah melakukan pengendalian agar seluruh proses berjalan

sesuai dengan rencana. Dalam sistem produksi, kegiatan belajar-

mengajar di sekolah seperti itu dikenal dengan proses transformasi

(transformation).

Setelah menjalani proses transformasi selama tiga tahun yang

diakhiri dengan Ujian Nasional, siswa meninggalkan sekolah. Siswa

berubah dari sebuah masukan menjadi keluaran (output).

Kemudian, kepala sekolah bersama para guru akan mengevaluasi

proses belajar yang berjalan di sekolah dengan melihat hasil Ujian

Nasional atau jumlah siswa yang lulus SPMB. Dalam sistem produksi,

proses yang demikian disebut dengan umpan balik (feedback).

Dari uraian di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa manajemen

produksi adalah rangkaian kegiatan yang terencana dan terkendali dalam

rangka mengubah input menjadi output, dan melakukan evaluasi

terhadap output melalui umpan balik. Dari pengertian ini terdapat dua hal

penting yang mendapat perhatian dalam manajemen produksi, yaitu

perancangan sistem produksi dan pengendalian sistem produksi.

Perancangan sistem produksi

Ketika merancang sistem produksi, manajemen harus

mempertimbangkan rancangan produk (jasa), volume produksi, proses

produksi, lokasi dan tata letak, serta rancangan kerja.


1. Rancangan produk (jasa). Rancangan produk dipelajari oleh bagian

produksi untuk mengetahui berbagai aspek yang berkaitan dengan proses

produksi. Contohnya, apakah teknologi yang dimiliki saat ini mampu

melayani jasa servis yang diinginkan oleh para customer, jika tidak

memungkinkan, apakah tekonologi yang ada harus diganti sebagian atau

seluruhnya agar pelayanan servis dapat optimal.

2. Volume produksi. Manajemen harus mempertimbangkan kapasitas

produksi yang dimiliki. Contohnya, apakah fasilitas produksi yang

dimiliki mampu menghasilkan proses layanan jasa servis dalam jumlah

yang sesuai dengan yang diharapkan. Kemudian, berapa jumlah

kendaraan yang perlu diservis agar tidak terjadi terjadi kerugian di dalam

bengkel.

3. Proses produksi. Ketika merancang sistem produksi, manajemen

harus mempertimbangkan proses produksi yang paling efisien.

Contohnya, apakah proses produksi memerlukan dukungan teknologi

baru, atau cukup hanya dengan memodifikasi teknologi yang telah ada.

Selain masalah efisiensi, proses produksi harus mampu memenuhi

tuntutan dari rancangan produk. Dengan demikian, produk yang

dihasilkan nantinya sesuai dengan yang diharapkan.

4. Lokasi dan tata letak. Setelah proses produksi dipilih, langkah

selanjutnya adalah merancang lokasi dan tata letaknya. Contohnya, lokasi


bengkel harus berada di tempat yang strategis sehingga dapat menarik

para customer untuk melakukan servis. Selain itu tata leatk alat-alat dan

bahan-bahan untuk proses pelayanan jasa servis harus rapi, bersih,

nyaman, dan enak dilihat oleh para customer.

5. Rancangan pekerjaan. Tahap akhir dari perancangan sistem produksi

adalah menentukan pembagian kerja, membuat standar kerja, dan

sebagainya. Melalui rancangan pekerjaan, ditetapkan cara yang terbaik

untuk melaksanakan pekerjaan. Pada tahap ini juga ditentukan para

pelaksana dari sistem operasi.

Pengendalian sistem produksi

Pengendalian sistem produksi berkaitan dengan dua masalah utama

manajemen operasi, yaitu masalah mutu dan persediaan.

1) Pengendalian mutu. Perusahaan harus dapat menjaga supaya mutu

pelayanan servis tetap terjamin.Usaha tersebut dapat dilakukan dengan

memperhatikan hal-hal berikut.

a) Bahan baku (input) yang digunakan harus bermutu. Jika input

bermutu, maka secara umum output juga akan bermutu.

b) Penggunaan teknologi maju untuk menjamin mutu.

c) Penetapan tanggal berlakunya produk. Umumnya, penggunaan

produk ada batas waktunya. Produk yang melampaui batas waktu

yang ditetapkan harus ditarik dari pasar.


d) Pengepakan (pengemasan) yang baik untuk mempertahankan mutu

barang dan menarik perhatian konsumen.

2) Manajemen persediaan. Berhasil tidaknya perusahaan menjual barang

dalam banyak hal bergantung pada ada persediaan. Dalam pemikiran yang

sederhana, siapkan saja persediaan dalam jumlah yang cukup. Persediaan

yang cukup besar akan membutuhkan biaya yang besar pula. Oleh karena

itu, harus dipikirkan berapa jumlah persediaan yang ideal agar perusahaan

beroperasi secara efisien dan efektif. Kejadian yang harus dihindari

adalah bahwa pada saat ada pesanan, perusahaan tidak mempunyai

persediaan barang. Untuk mengantisipasi kejadian tersebut, perlu ada

kerja sama antara bagian persediaan dan bagian pemasaran. Penanganan

yang terbaik adalah dengan menggunakan penghitungan jumlah

persediaan yang efisien (Economic Order Quantity), peramalan

kebutuhan persediaan yang tepat, dan mengontrol persediaan secara ketat.

b. Manajemen Pemasaran

Menurut Philip Kotler, pemasaran adalah suatu proses sosial dan

manajerial di mana seseorang atau kelompok memperoleh apa yang mereka

butuhkan dan inginkan melalui penciptaan dan pertukaran produk dan nilai.

Dari pengertian pemasaran di atas, manajemen pemasaran diartikan

sebagai kegiatan pengaturan secara optimal dari fungsi pemasaran agar

kegiatan pertukaran atau penyampaian barang dari produsen ke konsumen


dapat berjalan lancar dan memuaskan melalui riset pasar, promosi,

pengaturan organisasi pemasaran, sistem distribusi, dan bagaimana

memuaskan pelanggan.

Manajemen pemasaran merupakan salah satu bidang operasional dalam

perusahaan yang harus ditangani dengan sungguh-sungguh. Sebelum suatu

produk dipasarkan, terlebih dahulu diperkirakan atau dipastikan apakah

produk tersebut akan laku dijual atau tidak. Setiap barang yang diproduksi

tidak selalu ada yang membeli. Bahkan, sering terjadi bahwa sebuah produk

tidak laku di pasaran akibat tidak sesuai dengan selera pasar atau konsumen.

Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan riset pasar sebelum membuat

produk baru.

Riset pasar

Pasar merupakan indikator pemberian informasi yang memengaruhi

bidang-bidang lainnya. Jika salah dalam menafsirkan keadaan pasar

bisa berakibat fatal dalam penentuan kebijakan perusahaan. Dalam riset

pasar harus benar-benar diadakan penelitian dan sedapat mungkin

dihindari pengambilan kesimpulan yang salah. Riset pasar yang

dilakukan berbeda untuk setiap jenis pasar. Riset pasar untuk pasar

persaingan monopoli akan berbeda dengan riset pasar untuk pasar

persaingan sempurna.
Segmentasi, targeting, dan positioning

Proses pemilihan pasar oleh manajemen pemasaran diawali dari

proses segmentasi. Segmentasi adalah proses identifikasi sekelompok

konsumen homogen yang akan dilayani perusahaan. Contohnya, Astra

Internasional (Astra), yang merupakan produsen mobil. Astra membuat

mobil yang ditujukan sebagai kendaraan rumah tangga dan kendaraan

niaga.

Oleh Astra, konsumen kendaraan keluarga kemudian dipilah lagi

menjadi beberapa kelompok pasar yang homogen. Misalnya keluarga

yang menyukai mobil sedan dan keluarga yang menyukai minibus.

Pengelompokkan segmen pasar ke dalam beberapa kelompok pasar

yang homogen disebut targeting.

Katakanlah Astra menargetkan pasar kendaraan keluarga jenis

minibus yang akan dilayani. Proses selanjutnya yang harus dilakukan

Astra adalah positioning. Dalam hal ini, Astra memosisikan kendaraan

minibus yang diproduksinya sebagai kendaraan keluarga jenis minibus

yang hemat bahan bakar.

Bauran pemasaran

Terdapat empat unsur penting yang perlu diperhatikan

perusahaan dalam memasarkan produknya kepada konsumen. Keempat

unsur tersebut adalah produk, harga, promosi, dan distribusi, atau yang

lebih dikenal dengan 4P (product, price, promotion, dan place).


1) Produk (product).

Perusahaan harus mampu mengidentifikasi aspek-aspek apa

saja yang diinginkan oleh konsumen dari suatu produk. Selain

aspek fungsional, konsumen umumnya akan mempertimbangkan

aspek lain, misalnya, mutu dan kemudahan penggunaan dari suatu

produk. Singkatnya, perusahaan harus mampu menawarkan produk

yang sesuai dengan kebutuhan pasar sasarannya.

Jika dalam aspek bengkel, yang ditawarkan bukanlah mengenai

produk melainkan menawarkan sebuah jasa kepada para customer.

Jadi dalam hal ini, perlu mengetahui apa yang diinginkan oleh

konsumen terhadap bengkel kita. Servis apa yang perlu kita berikan

kepada para konsumen agar bisa menjadi pelanggan di bengkel

kita.

2) Harga (price).

Harga memainkan peranan penting dalam pemasaran. Mutu

produk yang baik menjadi tidak ada artinya apabila konsumen

enggan membeli produk tersebut karena alasan harga. Oleh karena

itu, perusahaan harus mempertimbangkan daya beli dari konsumen

yang menjadi sasarannya.

Dalam memberikan jasa servis kendaraan kita juga perlu

menimbangkan harga yang akan diberikan kepada konsumen.

Harga yang terjangkau dengan kualitas yang baik akan


memberikan kepuasan kepada pelanggan. Sehingga dengan

demikian, konsumen akan tertarik dan selalu melakukan servis

kendaraan di bengkel kita.

3) Promosi (promotion).

Banyak bukti menunjukkan bahwa keberhasilan produk di

pasar ditentukan oleh aktivitas promosi perusahaan. Penggunaan

media promosi, seperti media elektronik dan cetak, adalah penting

untuk menyampaikan pesan tentang produk.

Selain melakukan proses servis sesuai dengan keinginan

konsumen dan dengan harga yang murah saja itu tidak cukup. Hal

lain yang perlu kita lakukan adalah melakukan suatu promosi

terhadap bengkel kita. Dengan adanya promosi ini, secara otomatis

bengkel kita dapat dikenal lebih banyak orang lagi. Apalagi proses

promosi didukung dengan proses layanan servis yang memuaskan,

harga yang terjangkau, dan hasil yang berkualitas, maka tidak heran

jika nanti banyak konsumen yang akan datang serta melakukan

servis di bengkel kita.

4) Distribusi atau penempatan (place).

Unsur terakhir dari bauran pemasaran adalah distribusi. Produk

yang baik dengan harga yang wajar dan promosi yang tepat sasaran,

menjadi tidak ada artinya apabila konsumen mengalami kesulitan


untuk mendapatkan produk tersebut. Oleh karena itu, perusahaan

memilih saluran distribusi yang sesuai dengan produk yang

dipasarkan.

Jika dilihat dari aspek bengkel, yang dimaksud dengan

distribusi atau penempatan ini merupakan lokasi di mana bengkel

kita berdiri. Lokasi yang sangat strategis sangat cocok untuk

menarik banyak konsumen untuk melakukan servis ke bengkel kita.

Karena dengan lokasi strategis ini, konsumen tidak perlu bingung

jika ingin melakukan servis kendaraannya.

Keberhasilan pemasaran suatu produk atau jasa tidak tergantung

hanya pada keunggulan salah satu dari unsur tersebut karena keempat

unsur tersebut saling berkait. Keempat unsur pemasaran tersebut dikenal

dengan istilah bauran pemasaran (marketing mix).

Kepuasan pelanggan

Pelanggan merupakan raja yang harus dipenuhi kebutuhannya.

Pemenuhan kebutuhan ini mengacu pada kepuasaan konsumen dalam

jangka panjang. Memberi kepuasaan pada konsumen dalam jangka

panjang bukan hal yang mudah. Kepuasaan jangka panjang dapat

terpenuhi dengan memperhatikan hal-hal berikut.

1) Mutu barang. Barang yang dipasarkan harus memenuhi standar mutu

yang sesuai dengan keinginan konsumen.

2) Mudah mendapatkan produk/ jasa tersebut.


3) Pelayanan purnajual. Barang yang dijual harus selalu diikuti

penggunaannya. Jika ada kesulitan dalam penggunaannya, maka

konsumen harus mendapat kepastian kepada siapa hal itu dilaporkan.

Misalnya, PT Astra Internasional, pemegang merek mobil Toyota di

Indonesia, memberi layanan purnajual demi kepuasaan pelanggan.

Mereka mempersiapkan teknisi yang dapat membantu pemakai mobil

Toyota jika mereka menemui kesulitan.

c. Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan adalah manajemen yang berhubungan dengan

langkah untuk mendapatkan dana yang dibutuhkan dan bagaimana

penggunaannya dalam rangka mencapai tujuan. Hal-hal yang berkaitan

dengan manajemen keuangan adalah manajemen sumber dana, manajemen

penggunaan dana, dan pengawasan penggunaan dana.

Sumber dana

Manajer keuangan harus dapat memilih sumber dana yang akan

digunakan dalam perusahaan. Sumber dana itu dapat berasal dari dalam

perusahaan dan dari luar perusahaan.

1) Dana dari dalam perusahaan. Perusahaan dapat memperoleh dana

dari perusahaan dengan kebijakan menahan pembagian dividen. Para

manajer keuangan harus dapat memberi argumentasi kepada

pemegang saham agar sebagian keuntungan perusahaan disisihkan

untuk memperbesar dana yang sudah ada. Manajer keuangan harus


memberi alasan yang tepat agar rapat umum pemegang saham

menyetujui sebagian laba ditahan untuk meningkatkan aset

perusahaan.

2) Dana dari luar perusahaan. Perusahaan dapat memperoleh dana dari

luar seperti pasar modal, pinjaman dari bank, dan sumber-sumber

lainnya. Dana dari luar perusahaan dapat berbentuk modal

perusahaan dan pinjaman. Jika perusahaan menarik dana dengan

cara menjual saham, dana tersebut menjadi modal sendiri. Artinya,

jumlah saham yang beredar bertambah banyak. Pemegang saham

adalah pemilik dan mereka berhak mendapat dividen. Di lain pihak,

dana dari luar perusahaan dalam bentuk pinjaman tidak begitu

memengaruhi kebijakan perusahaan. konsekuensinya, perusahaan

harus membayar bunga tanpa terikat dengan laba-rugi yang

diperoleh perusahaan. Pemilihan bentuk dana dari luar tergantung

dari beberapa pertimbangan, tetapi secara umum kebutuhan aktiva

lancar harus menggunakan dana sendiri, sedangkan investasi

sebaiknya menggunakan pinjaman.

Penggunaan dana

Dana yang ada pada perusahaan, baik yang bersumber dari dalam

maupun dari luar perusahaan harus digunakan sebaik mungkin. Hal ini

bertujuan agar nilai perusahaan semakin meningkat pada masa yang akan

datang. Dana itu dapat digunakan untuk hal-hal berikut:


1) Penanaman modal jangka pendek. Penanaman modal jangka pendek

diwujudkan dalam usaha-usaha yang bersifat sementara, seperti

pembelian surat berharga, tabungan, dan penanaman modal lainnya.

Karena sifatnya jangka pendek, pembelian surat berharga harus

dalam bentuk tabungan di bank, dana tersebut harus dapat dicairkan

kapan pun saat dibutuhkan.

2) Penanaman modal jangka panjang. Penanaman modal jangka

panjang diwujudkan dalam usaha-usaha yang bersifat permanen,

seperti pembangunan gedung bertingkat atau pemberian pinjaman

dengan jangka waktu pengembalian lebih dari satu tahun.

Penanaman modal seperti itu harus dilakukan dengan hati-hati

karena jika terjadi kesalahan akan sulit diperbaiki.

Pengawasan penggunaan dana

Dana yang digunakan harus diawasi agar sesuai dengan rencana dan

tujuan yang telah ditetapkan. Kesalahan penggunaan dana dapat

mengakibatkan kerugian pada perusahaan. Untuk tujuan efisiensi dan

efektivitas, sebaiknya perusahaan menetapkan pola penggunaan dana

yang disertai pola pengawasannya.


d. Manajemen Personalia

Manajemen personalia adalah perencanaan, pengorganisasian,

pengarahan, dan pengendalian atas pengadaan tenaga kerja, pengembangan,

kompensasi, integrasi, pemeliharaan, dan pemutusan hubungan kerja (PHK)

dengan sumber daya manusia untuk mencapai sasaran perseorangan. Hal-hal

yang berhubungan dengan manajemen personalia antara lain sebagai berikut:

Penerimaan pegawai

Penerimaan pegawai harus dapat menjaring sumber daya manusia yang

sesuai dengan kebutuhan. Langkah-langkah yang diperlukan pada

penerimaan pegawai adalah sebagai berikut:

1) Analisis jabatan. Untuk penerimaan pegawai, terlebih dahulu

diadakan analisis jabatan yang akan diisi. Berdasarkan analisis

jabatan akan diketahui kriteria orang yang akan ditempatkan atau

diseleksi.

2) Seleksi penerimaan pegawai. Seleksi penerimaan pegawai digunakan

untuk memastikan siapa yang ditunjuk atau tepat untuk mengisi

suatu jabatan. Seleksi tersebut harus dapat menggambarkan

kualifikasi calon bersangkutan. Setelah berhasil menentukan orang

untuk mengisi suatu jabatan, langkah berikutnya adalah tahap

pelatihan.

3) Pelatihan dan pendidikan. Mempersiapkan pegawai untuk mengisi

suatu pekerjaan memerlukan proses, yaitu melalui pelatihan.

Pelatihan memungkinkan seseorang memiliki pengetahuan atau

keterampilan untuk menduduki suatu posisi. Setelah mengikuti


pelatihan diharapkan yang bersangkutan mampu bekerja sesuai

dengan tuntutan pekerjaan.

Penilaian pegawai

Pegawai sebagai bagian dari perusahaan harus dinilai atas prestasi

dan kemampuannya dalam melakukan pekerjaan. Penilain harus

didasarkan atas sikap yang objektif. Seseorang tidak boleh membeda-

bedakan orang lain baik karena hubungan pertemanan maupun saudara.

Penilaian baik tidaknya seseorang dalam melaksanakan pekerjaan

sebaiknya ditentukan oleh kemampuan orang tersebut menjabarkan

pekerjaan demi mencapai tujuan dan dedikasinya dalam rangka

mengemban misi organisasi.

Promosi dan mutasi

Setelah mengadakan penilaian atas pegawai yang bersangkutan, ada

beberapa kemungkinan sebagai akibat dari penilaian tersebut, yaitu:

1) Pertimbangan untuk memberhentikan. Tindakan ini terpaksa

dilakukan karena yang bersangkutan tidak layak menjadi pegawai

perusahaan tersebut. Layak tidaknya menjadi pegawai disebabkan

oleh beberapa hal berikut:

a) Sering melakukan pelanggaran dengan sengaja.

b) Tidak dapat bekerja sama dengan orang lain.

c) Tidak memiliki kemampuan.


Memberhentikan seseorang harus dengan alasan yang jelas dan

masuk akal. Sebelum diberhentikan, sebaiknya terlebih dahulu

diberi peringatan.

2) Dipindahkan ke lingkup pekerjaan yang lebih sempit. Tindakan ini

dilakukan sebagai akibat kesimpulan penilaian terhadap seseorang

yang dianggap tidak mampu lagi mengisi jabatan lama yang

lingkupnya lebih luas. Sebagai jalan keluar, ia diberi jabatan yang

lebih rendah atau lebih sempit lingkupnya.

3) Dipindahkan ke jabatan lain. Tindakan ini dilakukan karena

seseorang tidak cocok pada pekerjaannya yang sekarang, sehingga ia

dipindahkan ke pekerjaan baru yang masih satu level.

4) Promosi. Promosi adalah pemberian kepercayaan kepada seseorang

untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi. Hal ini merupakan suatu

penilaian yang positif untuk orang yang bersangkutan. Promosi akan

member motivasi kepada seseorang untuk bekerja lebih giat.

Motivasi

Menurut George Terry, salah satu fungsi manajemen adalah

actuating (penggerakan). Penggerakan merupakan suatu langkah dalam

organisasi agar anggota dapat atau mau bekerja dengan maksimal. Untuk

bekerja secara maksimal ia perlu diberi motivasi, antara lain diberikan

dalam bentuk penghargaaan terhadap prestasinya, pujian, kepastian

pengembangan diri pada perusahaan, dan penghargaan bahwa ia adalah

pribadi yang diperhitungkan keberadaannya.


e. Manajemen Administrasi

Manajemen administrasi memberi perhatian pada pemberian layanan di

bidang administasi, penggunaan alat yang efektif, dan kemudahan pada

bidang lain. Untuk itu perlu diperhatikan hal-hal berikut:

Pengadministrasian kegiatan

Kegiatan dalam organisasi berukur besar sangat banyak dan beragam

sehingga perlu dilengkapi dengan pengadministrasian terpadu. Bentuknya

adalah bahwa setiap bagian masih mempunyai hubungan dengan bagian

administrasi, baik menyangkut data, kepegawaian, hubungan ke luar,

hubungan dengan pemerintah, maupun hubungan jaringan komputer

pusat dengan bagian-bagian lain.

Pemakaian alat-alat perkantoran

Pemakaian alat-alat kantor harus efektif dan efisien agar dapat

menunjang kemajuan organisasi. Setiap bagian harus diatur untuk

menggunakan berbagai peralatan yang ada.

Pemeliharaan organisasi

Manajemen administrasi harus memikirkan keserasian dan efektivitas

organisasi secara keseluruhan. Berkaitan dengan itu, manajemen

administrasi harus dapat menyediakan informasi yang dibutuhkan seperti

data akuntansi dalam pengambilan keputusan ekonomi. Agar dapat


menyediakan informasi yang dibutuhkan, manajemen administrasi juga

harus melakukan pengarsipan yang baik. Arsip harus dikelola sedemikian

rupa sehingga setiap orang yang membutuhkan informasi dapat

memperolehnya. Dengan informasi yang lengkap, organisasi dapat

beroperasi dengan baik.

Unsur-Unsur Manajemen

Unsur-unsur manajemen di antaranya adalah 6M + I, yaitu:

a. Man (Manusia)

Dalam pendekatan ekonomi, sumber daya manusia adalah salah satu faktor

produksi selain tanah, modal, dan keterampilan. Pandangan yang menyamakan

manusia dengan faktor-faktor produksi lainnya dianggap tidak tepat baik dilihat

dari konsepsi, filsafat, maupun moral. Manusia merupakan unsur manajemen yang

penting dalam mencapai tujuan perusahaan.

b. Money (Uang)

Uang selalu dibutuhkan dalam perusahaan, mulai dari pendirian perusahaan

hingga pengurusan perizinan pembangunan gedung kantor, pabrik, peralatan

modal, pembayaran tenaga kerja, pembelian bahan mentah, dan transportasi. Para

pemilik modal menyisihkan sebagian dari kekayaannya untuk digunakan sebagai

modal dalam kegiatan produksi. Dengan demikian, uang merupakan salah satu

unsur penting dalam melakukan produksi.


c. Material (Bahan Baku)

Perusahaan umumnya tidak menghasilkan sendiri bahan mentah yang

dibutuhkan tersebut, melainkan membeli dari pihak lain. Untuk itu, manajer

perusahaan berusaha untuk mem peroleh bahan mentah denganharga yang paling

murah, dengan meng gunakan cara pengangkutan yang murah dan aman. Di

samping itu, bahan mentah tersebut akan diproses sedemikian rupa sehingga dapat

dicapai hasil secara efisien.

d. Machine (Mesin)

Mesin mulai memegang peranan penting dalam proses produksi setelah

terjadinya revolusi industri dengan ditemukannya mesin uap sehingga banyak

pekerjaan manusia yang digantikan oleh mesin. Perkembangan teknologi yang

begitu pesat, menyebabkan penggunaan mesin semakin menonjol. Hal ini karena

banyaknya mesin-mesin baru yang ditemukan oleh para ahli sehingga

memungkinkan peningkatan dalam produksi.

e. Methode (Metode)

Metode kerja sangat dibutuhkan agar mekanisme kerja berjalan efektif dan

efisien. Metode kerja yang sesuai dengan kebutuhan organisasi, baik yang

menyangkut proses produksi maupun administrasi tidak terjadi begitu saja

melainkan memerlukan waktu yang lama. Bahkan sering terjadi, untuk

memperoleh metode kerja yang sesuai dengan kebutuhan organisasi, pimpinan

perusahaan meminta bantuan ahli. Hal ini dilakukan karena penciptaan metode

kerja, mekanisme kerja, serta prosedur kerja sangat besar manfaatnya.


f. Market ( Pasar)

Pasar merupakan tempat kita memasarkan produk yang telah

diproduksi. Pasar sangat dibutuhkan dalam suatu perusahaan. Pasar itu berupa

masyarakat (pelanggan) itu sendiri. Tanpa adanya pasar suatu perusahaan akan

mengalami kebangkrutan. Jadi perusahaan seharusnyamemikirkan manajemen

pasar(pemasaran) dengan baik. Dengan manajemen pasar (pemasaran) yang baik

(juga didukung oleh pasar yang tepat) distribusi produk dapat berjalan dengan

lancar dan sesuai dengan apa yang diharakan.

g. Information (Informasi)

Tentu saja informasi sangat dibutuhkan dalam suatu perusahaan. Informasi

tentang apa yang sedang populer, apa yang sedang disukai, apa yang sedang

terjadi di masyarakat, dsb. Manajemen informasi sangat penting juga dalam

menganalis produk yang telah dan akan dipasarkan.

Ketujuh unsur manajemen tersebut lebih dikenal dengan sebutan 6 M + I , yaitu

man, money, material, machine, method, market dan information. Setiap unsur

tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. Manajemen tidak dapat berjalan dengan

baik tanpa adanya ketujuh unsur tersebut.


2b. Hubungan antara bidang-bidang manajemen dengan unsur-unsur

manajemen.

Hubungan antara bidang-bidang manajemen dengan unsur-unsur manajemen

adalah sangat erat. Karena dalam proses menjalankan bidang-bidang manajemen

diperlukan unsur-unsur manajemen. Begitu juga sebaliknya, unsur-unsur

manajemen tidak dapat bekerja jika tidak ada bidang-bidang manajemen.

Sehingga dapat dikatakan antara bidang-bidang manajemen dan unsur-unsur

manajemen sangat membutuhkan antara satu dengan yang lain. Unsur manajemen

sebagai penggerak dan bidang manajemen sebagai tujuan akhirnya.


2c. Badan Usaha Dan Perijinan Untuk Usaha Bengkel Kendaraan

Badan Usaha Bengkel

Badan usaha adalah suatu unit kegiatan produksi yang mengolah faktor produksi

untuk menghasilkan barang atau jasa guna memenuhi kebutuhan manusia dengan

tujuan memperoleh laba. Untuk mencapai tujuannya dalam memperoleh laba, badan

usaha memiliki sebuah perusahaan atau lebih. Contoh: Pertamina memiliki perusahaan

pengeboran minyak bumi dan perusahaan pengelolaan gas alam cair (LNG).

Perbedaan perusahaan dan badan usaha sebagai berikut.

1. Dari aspek tujuan : Kalau perusahaan tujuanya untuk menghasilkan dan

memasarkan barang atau jasa

Kalau Badan Usaha tujuanya untuk meperoleh keuntungan

2. Dari aspek Fungsi : Kalau Perusahaan fungsinya sebagai alat yang dipergunakan

oleh badan usaha untuk memperoleh keuntungan

Kalau Badan Usaha fungsinya sebagai tempat dalam mengelola faktor-faktor produksi

3. Dari aspek Bentuk : Kalau Perusahaan bentuknya seperti pabrik, toko, bengkel,

warung, hotel, dan lain-lain

Kalau Badan Usaha bentuknya ada 2 yaitu :

1. Menurut kepemilikan modal : BUMN, BUMS, dan koperasi

2. Menurut hukumnya : perseorangan, firma, CV, PT, koperasi


Jenis-jenis Badan Usaha

Berdasarkan kepemilikan modalnya, badan usaha dapat dibedakan menjadi tiga

yaitu berikut.

a. Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

b. Badan Usaha Milik Swasta (BUMS).

c. Koperasi

Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

Untuk mengelola cabang-cabang produksi dan sumber kekayaan alam yang

dikuasai oleh negara, pemerintah mendirikan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

BUMN memiliki tiga bentuk, terdiri atas perusahaan umum, perusahaan persero, dan

perusahaan daerah.

1) Perusahaan umum (perum)

Perum adalah perusahaan negara yang bergerak dalam bidang usaha

pelayanan umum. Ciri-ciri perum sebagai berikut.

a) Melayani kepentingan umum.

b) Direksi bertanggung jawab kepada menteri.

c) Pengawasan dilakukan oleh akuntan negara.

d) Modal berasal dari kekayaan negara dipisahkan dari APBN.

e) Status pegawai adalah pegawai perusahaan negara.

f) Memupuk keuntungan guna mengisi kas negara.


2)Perusahaan perseroan (PT Persero)

Persero adalah perusahaan yang modalnya berbentuk saham dan sebagian

dari modal tersebut milik negara. Ciri-ciri persero sebagai berikut.

a) Memupuk keuntungan.

b) Berbadan hukum dalam bentuk PT.

c) Model sebagian atau seluruhnya merupakan kekayaan negara yang dipisahkan.

d) Tidak memiliki fasilitas negara.

e) Pegawai berstatus pegawai perusahaan swasta biasa.

Contoh: PT Bukit Asam, PT Garuda Indonesia Air Lines, PT Pupuk Sriwijaya.

3) Perusahaan daerah (Badan Usaha Milik Daerah/BUMD).

Perusahaan daerah adalah perusahaan yang didirikan dan dimiliki oleh

pemerintah daerah. Kewenangan pemerintah daerah membentuk dan mengelola

BUMD ditegaskan dalam Peraturan Pemerintah No. 25 Tahun 2000 tentang

kewenangan pemerintah dan kewenangan provinsi sebagai daerah otonom. Ciri-ciri

BUMD sebagai berikut.

a) Didirikan berdasarkan peraturan daerah (perda).

b) Dipimpin oleh direksi yang diangkat dan diberhentikan oleh kepala daerah atas

pertimbangan DPRD.

c) Masa jabatan direksi selama empat tahun.

d) Bertujuan memupuk pendapatan asli daerah guna membiayai pembangunan

daerah. Contoh:

- Bank Pembangunan Daerah (BPD).


- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

- Perusahaan Daerah Angkutan Kota (bus kota).

Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)

Badan usaha milik swasta (BUMS) adalah badan usaha yang didirikan dan

dimodali seorang atau sekelompok orang. Pengertian ihi memiliki makna bahwa

dalam pengelolaannya, BUMS dapat digolongkan menjadi tiga kelompok berikut.

1) Badan usaha swasta nasional adalah badan usaha yang dikelola oleh pihak swasta

dalam negeri dan modalnya berasal dari dalam negeri. Contoh PT. Indofood

Sukses Makmur Tbk dan PT Air Mancur.

2) Badan usaha swasta asing adalah badan usaha yang dikelola oleh pihak swasta

asing dan modalnya berasal dari luar negeri. Contoh PT Freeport Indonesia, PT

Ericsson, dan City Bank.

3) Badan usaha swasta campuran (ventura) adalah badan usaha yang dikelola oleh

pihak swasta asing dan swasta dalam negeri secara bersama-sama. Contoh PT

Indosat, PDAM Jaya, dan PT Aqua Golden Mississippi.

Badan usaha milik swasta berdasarkan badan hukumnya dapat dibedakan menjadi

4 (empat) kelompok, yaitu badan usaha perseorangan, firma, persekutuan komanditer,

dan perseroan terbatas (PT).

1)Badan usaha perseorangan

Badan usaha perseorangan adalah badan usaha yang didirikan dengan modal

yang dimiliki oleh perseorangan. Ciri-ciri badan usaha perseorangan sebagai berikut:
a) Modal berasal dari pemilik.

b) Skala usaha umumnya kecil.

c) Pengelolaannya tergantung kepada pemilik harta.

d) Keuntungan dan kerugian ditanggung sendiri oleh pemilik.

2) Persekutuan firma (Fa)

Persekutuan firma adalah persekutuan atau perjanjian antara dua orang atau

lebih untuk mendirikan perusahaan dengan nama bersama. Ciri-ciri badan usaha firma

antara lain berikut.

a) Di antara anggota saling mengenal.

b) Memakai nama bersama.

c) Perjanjian dilakukan di hadapan notaris.

d) Tanggung jawab atas risiko kerugian yang tidak terbatas.

e) Setiap anggota dapat melakukan perjanjian dengan pihak lain.

3) Persekutuan komanditer (CV)

Persekutuan komanditer (CV) atau Commanditaire Vennootschap berasal

dari bahasa Belanda, yaitu persekutuan antara dua orang atau lebih untuk menjalankan

usaha yang sebagian menyertakan modalnya saja (sekutu pasif), sedangkan yang lain

menyertakan modal dan menjalankan usahanya (sekutu aktif). Perbedaan antara

sekutu aktif dan sekutu pasif ditunjukkan berikut:


Kalau sekutu aktif : Menjalankan perusahaan, ikut menanam modal, dapat

melakuakan perjanjian dengan pihak ketiga, bertanggung jawab penuh dengan segala

harta kekayaan

Sedangakan Sekutu Pasif : hanya menyertakan modal, hanya bertanggung jawab pada

modal yang disertakan , namanya tidak masuk dalam perusahaan, tidak boleh ikut

campur tangan dalam manajemen

Macam-macam persekutuan komanditer sebagai berikut.

a) CV murni, yaitu persekutuan yang hanya terdapat seorang sekutu aktif dan

beberapa sekutu diam (pasif).

b) CV campuran, yaitu persekutuan yang terdiri atas beberapa orang sekutu aktif

dengan seorang atau beberapa sekutu diam (aktif).

c) CV saham, yaitu persekutuan yang modalnya terdiri atas saham-saham yang

merupakan kombinasi antara PT dengan persekutuan komanditer.

4) Perseroan Terbatas (PT)

Perseroan terbatas (PT) adalah persekutuan yang modalnya terdiri atas

saham-saham atau andil atau sero yang dapat dijual kepada masyarakat.

Perseroan terbatas dibedakan menjadi dua jenis, yaitu PT terbuka dan PT tertutup.

a) Perseroan terbatas terbuka atau PT terbuka (umum), yaitu perseroan terbatas yang

modalnya terdiri atas masyarakat umum. Perseroan terbatas ini memperbolehkan

setiap orang untuk turut serta menanamkan modal atau membeli saham. Ciri PT

ini adalah dicantumkannya tulisan Tbk di belakang nama PT tersebut. Misal PT

Aqua Gold Mississipi Tbk.


b) Perseroan terbatas tertutup adalah perseroan terbatas yang modalnya terdiri atas

kalangan tertentu saja. Artinya, tidak sembarang orang boleh turut serta memiliki

sahamnya.

Sedangkan kalau usaha bengkel yang sudah mempunyai merk mereka cenderung

ke badan usaha Perseroan Terbatas atau disingkat PT. Sedangkan untuk bengkel-

bengkel kendaraan yang tidak mempunyai merk dan berada di pinggir jalan mereka

masuk ke dalam jenis badan usaha Perseorangan.

Perijinan Usaha Bengkel

Persyaratan Perizinan

(1) Pengusaha yang akan membuka usaha bengkel perawatan kendaraan

bermotor wajib memiliki izin dari Bupati melalui KP2SP-PM.

(2) Persyaratan memperoleh izin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah

sebagai berikut :

a. surat permohonan ditujukan kepada Bupati melalui KP2SP-PM;

b. fotokopi Kartu Tanda Penduduk;

c. fotokopi Akta Pendirian Badan Usaha yang berlaku bagi usaha yang

berbadan hukum;

d. fotokopi Izin Gangguan (HO);

e. berita acara pemeriksaan lokasi bagi pengusaha yang baru akan mulai

membangun dan/atau menyelenggarakan usaha bengkel.

(3) Persyaratan perubahan dan atau perpanjangan Izin adalah sebagai berikut :

a. surat permohonan ditujukan kepada Bupati melalui KP2SP-PM;

b. fotokopi Kartu Tanda Penduduk;


c. izin asli;

d. dokumen pendukung perubahan.

Tata Cara Memperoleh Izin

Tata cara memperoleh izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) adalah

sebagai berikut :

a. pemohon mengambil dan mengisi formulir yang telah disediakan oleh

KP2SP-PM;

b. apabila pengurusan izin dikuasakan maka wajib melampirkan surat kuasa

yang bermaterai cukup dan ditandatangani oleh pemilik atau pengurus

atau penanggungjawab usaha;

c. formulir permohonan dan kelengkapan persyaratan sebagaimana

dimaksud pada ayat (1) dibuat rangkap 3 (tiga);

d. petugas meneliti kelengkapan dan kebenaran berkas permohonan yang

diajukan oleh pemohon;

e. apabila berkas belum lengkap maka petugas akan mengembalikan berkas

permohonan untuk dilengkapi;

f. berkas yang dinyatakan telah lengkap dan benar akan diproses lebih

lanjut dengan membuat resi penerimaan berkas;

g. petugas mempelajari berkas dan jika dianggap perlu Kepala KP2SP-PM

dapat menugaskan tim teknis dan/atau petugas melakukan peninjauan

lapangan dan selesai paling lama 2 (dua) hari kerja;

h. KP2SP-PM menerbitkan izin usaha yang telah memenuhi persyaratan

paling lama 5 (lima) hari kerja setelah berkas dinyatakan telah lengkap

dan benar;
i. apabila permohonan izin usaha belum memenuhi persyaratan, maka

KP2SP-PM akan menyurati pemohon tentang alasan penolakan paling

lama 7 (tujuh) hari kerja setelah berkas dinyatakan telah lengkap dan

benar;

j. pendaftaran ulang atau perpanjangan izin selesai paling lama 3 (tiga) hari

kerja setelah berkas dinyatakan telah lengkap dan benar.

Jangka Waktu Berlakunya Izin

Izin dinyatakan berlaku selama kegiatan usaha bengkel perawatan kendaraan

bermotor masih secara nyata difungsikan dengan kewajiban untuk melakukan

daftar ulang setiap 5 (lima) tahun.

Penggantian Izin

(1) Apabila izin yang telah dimiliki perusahaan hilang, rusak atau tidak dapat

terbaca, pengusaha dapat mengajukan permohonan tertulis kepada Bupati

melalui Kepala KP2SP-PM untuk mendapatkan penggantian.

(2) Permohonan penggantian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dengan

melampirkan:

a. surat permohonan ditujukan kepada Bupati melalui KP2SP-PM;

b. surat keterangan hilang dari pejabat yang berwenang bagi yang izin usaha

bengkel perawatan kendaraan bermotornya hilang; dan

c. izin usaha bengkel perawatan kendaraan bermotor asli bagi yang izin

usaha bengkel perawatan kendaraan bermotornya rusak atau tidak dapat

terbaca lagi.
(3) Proses permohonan penggantian izin sama dengan proses permohonan

penerbitan izin baru.

(4) Izin usaha bengkel perawatan kendaraan bermotor pengganti, berlaku selama

sisa waktu izin yang telah diberikan.

(5) Pemohon yang mengajukan izin wajib mengambil surat izin paling lama 30

(tiga puluh) hari terhitung sejak lewat waktu atau sejak tanggal diterimanya

surat pemberitahuan penerbitan izin.

(6) Apabila telah lewat waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pemohon

tidak mengambil izin dimaksud maka izin dianggap tidak berlaku.

(7) Terhadap pemohon yang tidak mengambil izin sebagaimana dimaksud pada

ayat (2), untuk memperoleh kembali izinnya harus mengajukan permohonan

baru.

2d. Manajemen Pendanaan Usaha Dan Aplikasinya

Manajemen Keuangan adalah segala kegiatan atau aktivitas perusahaan yang

berhubungan dengan bagaimana cara memperoleh pendanaan modal kerja,

menggunakan atau mengalokasikan dana, dan mengelola aset yang dimiliki untuk

mencapai tujuan utama perusahaan.

Tujuan Manajemen Keuangan

Tujuan utama Manajemen Keuangan adalah untuk memaksimalkan nilai yang

dimiliki perusahaan atau memberikan nilai tambah terhadap asset yang dimiliki

oleh pemegang saham.


Ruang Lingkup Manajemen Keuangan

1. Keputusan Pendanaan, meliputi kebijakan manajemen dalam pencarian

dana perusahaan, misalnya kebijakan menerbitkan sejumlah obligasi dan

kebijakan hutang jangka pendek dan panjang perusahaan yang bersumber dari

internal maupun eksternal perusahaan.

2. Keputusan Investasi, Kebijakan penanaman modal perusahaan kepada

aktiva tetap atau Fixed Assets seperti gedung, tanah, dan peralatan atau mesin,

maupun aktiva finansial berupa surat-surat berharga misalnya saham dan

obligasi atau aktivitas untuk menginvestasikan dana pada berbagai aktiva.

3. Keputusan Pengelolaan Aset, Kebijakan pengelolaan aset yang dimiliki

secara efisien untuk mencapai tujuan perusahaan.

Fungsi Manajemen Keuangan

1. Planning atau Perencanaan Keuangan, meliputi Perencanaan Arus Kas

dan Rugi Laba.

2. Budgeting atau Anggaran, perencanaan penerimaan dan pengalokasian

anggaran biaya secara efisien dan memaksimalkan dana yang dimiliki.

3. Controlling atau Pengendalian Keuangan, melakukan evaluasi serta

perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan perusahaan.

4. Auditing atau Pemeriksaan Keuangan, melakukan audit internal atas

keuangan perusahaan yang ada agar sesuai dengan kaidah standar akuntansi

dan tidak terjadi penyimpangan.

5. Reporting atau Pelaporan Keuangan, menyediakan laporan informasi

tentang kondisi keuangan perusahaan dan analisa rasio laporan keuangan.


Analisa Rasio Keuangan

Alat analisis yang sering digunakan untuk mengetahui kondisi dan prestasi

keuangan perusahaan. Tolak ukurnya biasanya dengan membandingkan kenaikan

atau penurunan prestasi antara dua laporan posisi keuangan pada dua periode

waktu tertentu.

Analisa Rasio Keuangan yang umum dipakai dikelompokkan sebagai berikut:

1. Liquidity Ratio, nilai rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam

memenuhi seluruh kewajiban finansial dalam jangka pendek. Laporan berupa

analisa Current Ratio dan Working Capital to Total Asset (WCTAR).

2. Leverage Ratio , rasio untuk menilai seberapa besar dana yang

diberikan oleh pemegang saham atau owner dibandingkan dengan dana

yang diperoleh dari pinjaman dari dari pihak kreditur. Laporan berupa Total

Debt to Assets (DAR), Total Debt to Equity (DER).

3. Activity Ratio, rasio ini digunakan untuk mengukur efektivitas

manajemen dalam menggunakan sumber dayanya. Semua rasio aktifitas

melibatkan perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi pada berbagai

jenis aset yang dimiliki. Laporan analisa berupa Total Asset Turn Over (ATO),

Working Capital Turn Over (WCTO), Total Equity to Total Asset (EA).

4. Rentability Ratio, rasio ini digunakan untuk menilai tingkat efektifitas

manajemen yang dilihat dari laba yang dihasilkan terhadap penjualan dan

investasi perusahaan. Laporan analisa berupa Return on Equity (ROE),

Return on Assets (ROA), Earning Power of to Total Invesment (EPTI), Gross

Profit Margin (GPM), dan Operating Income (OI).


Dalam mendirikan usaha bengkel kendaraan, biaya yang dibutuhkan tidak

sedikit. Banyak hal yang perlu dibeli untuk mewujudkan suatu bengkel yang

melayani berbagai servis kendaraan. Untuk pendanaan usaha pun ada berbagai

cara, misalnya dengan menggunakan uang pribadi yang tidak perlu repot lagi

membuat proposal usaha dan mencari orang yang akan memberikan dana, atau

bisa dengan melakukan pinjaman dana ke bank. Di mana apabila mengambil

langkah ini hal yang perlu dilakukan adalah membuat proposal usaha dan

mengajukannya ke bank dan nantinya akan disetujui atau tidak tergantung dari

prospek proposal yang diajukan. Apabila proposal disetujui, maka akan diberikan

dana sesuai dengan jumlah yang diajukan dengan syarat harus dapat

mengembalikan dana sesuai waktu yang sudah ditentukan dan dengan tambahan

bunga beberapa persen. Hal itu sudah konsekuensi apabila melakukan proses

peminjaman di dalam bank.

Dengan mendapatkan dana tersebut. Hal yang perlu dilakukan yaitu berusaha

keras mencari banyak pemasukan sehingga dapat mengembalikan pinjaman yang

diberikan oleh pihak bank. Dengan cara melakukan servis yang benar-benar

berkualitas sehingga pelanggan dapat betah melakukan servis ke bengkel yang

telah didirikan.

2e. Manajemen Bahan/Material Dan Aplikasinya

Salah satu unsur terpenting dalam Sistem Produksi adalah Material. Tanpa

Material, Produksi tidak mungkin dapat menghasilkan barang jadi atau produk

akhir yang diinginkan. Material atau sering juga disebut dengan Bahan pada

dasarnya adalah benda yang dibutuhkan untuk membuat sesuatu, contohnya untuk

membuat barang jadi baju kemeja diperlukan material seperti kain, benang dan
kancing sedangkan untuk memproduksi Ponsel diperlukan bahan baku atau

material adalah komponen-komponen elektronika seperti Transistor, IC, Resistor,

LCD dan lain sebagainya.

Di Sistem Produksi, Material merupakan masukan atau Input yang digunakan

untuk mengolah menjadi barang jadi, Material yang dimaksud di sini dapat berupa

bahan mentah ataupun bahan yang telah diproses sebelum digunakan untuk proses

produksi lebih lanjut. Dalam perusahaan manufakturing, Material perlu ditangani

secara profesional agar dapat memberikan kontribusi yang paling optimal kepada

perusahaannya. Cabang Ilmu Manajemen yang menangani Material dalam sebuah

perusahaan disebut dengan Manajemen Material.

Secara definisi, yang dimaksud dengan Manajemen Material adalah suatu

fungsi yang bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan perencanaan (planning),

pencarian sumber (sourcing), pembelian (purchasing), penyimpanan (storing) dan

pengendalian (controlling) material secara optimal sehingga dapat memenuhi

kebutuhan pelanggan. Manajemen Material juga dapat diartikan sebagai teknik

ilmiah yang berkaitan dengan perencanaan, pengorganisasian dan pengendalian

aliran bahan mulai dari pembelian awal hingga tiba di tempat tujuannya.

Ruang Lingkup Manajemen Material

Dari definisi diatas, dapat kita tarik kesimpulan mengenai ruang lingkup dari

Manajemen Material yaitu meliputi Perencanaan dan Pengendalian Material,

Pembelian, Manajemen Penyimpanan dan Manajemen Persediaan.


Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai beberapa ruang lingkup

Manajemen Material :

1. Perencanaan dan Pengendalian Material (Material Planning

dan Control)

Ruang Lingkup Manajemen Material pertama adalah Perencanaan dan

Pengendalian Material. Material yang dibutuhkan akan direncanakan dan

dikendalikan berdasarkan Sales Forecast atau Perkiraan Penjualan dan

Perencanaan Produksi (Production Planning). Perencanaan dan Pengendalian

Material ini melibatkan perkiraan kebutuhan setiap material, menyiapkan

anggaran material, meramalkan tingkat persediaan, menjadwalkan pemesanan

material dan melakukan pemantauan kinerjanya yang berhubungan dengan

produksi dan penjualan.

2. Pembelian (Purchasing)

Ruang Lingkup Pembelian atau Purchasing meliputi pemilihan sumber

pasokan, melakukan pembelian melalui penerbitan Purchase Order (PO),

mengikuti perkembangan pembelian tersebut hingga material tersebut tiba di

tempat tujuannya, menjaga hubungan baik dengan para pemasok, menyetujui

pembayaran kepada pemasok, mengevaluasi dan menilai kinerja setiap

pemasok.

3. Manajemen Penyimpanan (Store Management)

Manajemen Penyimpanan atau Store Management meliputi pengawasan

dan pengendalian material secara fisik, menjaga dan merawat wilayah atau
tempat penyimpanan, meminimalisasi keusangan dan kerusakan material

melalui penanganan yang efisien, mencatat jumlah persediaan dan

menempatkan material pada tempat yang sesuai. Manajemen Penyimpanan

ini juga bertanggung jawab untuk melakukan verifikasi terhadap kondisi dan

jumlah material secara fisik serta mencocokannya dengan jumlah yang

tercatat di pembukuan. Store atau Penyimpanan ini memegang peranan yang

sangat penting dalam sebuah perusahaan Manufakturing.

4. Manajemen Persediaan (Inventory Management)

Dalam Sistem Produksi, Inventory atau Persediaan diartikan sebagai

sumber daya yang menganggur (idle resource) pada suatu perusahaan.

Persediaan dapat berupa barang-barang jadi yang disimpan dan siap untuk

dijual ataupun barang-barang setengah jadi yang akan menjalankan proses

selanjutnya maupun yang masih berbentuk bahan mentah. Interval waktu dari

pembelian material hingga ditransformasikan menjadi barang jadi yang siap

untuk dijual akan bervariasi pada setiap perusahaan tergantung pada siklus

waktu produksinya. Oleh karena itu, diperlukannya jumlah persediaan

material yang cukup untuk dijadikan sebagai buffer atau penyangga agar

produksi dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya gangguan yang

dikarenakan kekurangan material. Salah satu metode pengendalian persediaan

yang sering digunakan adalah metode pengendalian persediaan Just In Time

atau JIT.

Jika di dalam bengkel, manajemen material di sini lebih diartikan dengan

manajemen alat-alat servis. Karena bahan atau material yang digunakan untuk

mengolah suatu barang di sini dimaksudkan dengan alat-alat servis kendaraan


yang digunakan untuk melakukan servis. Alat-alat ini juga mengalami

perencanaan (planning), pencarian sumber (sourcing), pembelian (purchasing),

penyimpanan (storing) dan pengendalian (controlling). Di mana alat-alat yang

diperlukan direncanakan terlebih dahulu, mulai dari harga, merk, dan lain

sebagainya, jika sudah cocok maka alat akan dibeli. Untuk menjaga agar alat awet

maka perlu dilakukan penyimpanan yang baik. Dan apabila suatu saat alat rusak,

maka perlu juga melakukan persediaan alat-alat tersebut.

2f. Manajemen Sarana dan Prasarana beserta Aplikasinya

Ketersediaan sarana dan prasarana merupakan salah satu komponen penting

yang harus terpenuhi dalam menunjang sistem pendidikan. Menurut Ketentuan

Umum Permendiknas no. 24 tahun 2007, sarana adalah perlengkapan

pembelajaran yang dapat dipindah-pindah, sedangkan prasarana adalah fasilitas

dasar untuk menjalankan fungsi sekolah/madrasah. Sarana pendidikan antara lain

gedung, ruang kelas, meja, kursi serta alat-alat media pembelajaran. Sedangkan

yang termasuk prasarana antara lain seperti halaman, taman, lapangan, jalan

menuju sekolah dan lain-lain. Tetapi jika dimanfaatkan secara langsung untuk

proses belajar mengajar, maka komponen tersebur merupakan sarana pendidikan.

Menurut Rugaiyah (2011:63), Manajemen sarana dan prasarana adalah

kegiatan pengelolaan sarana dan prasarana yang dilakukan oleh sekolah dalam

upaya menunjang seluruh kegiatan baik kegiatan pembelajaran maupun kegiatan

lain sehingga seluruh kegiatan berjalan dengan lancar. Menurut Asmani (2012:15),

manajemen sarana dan prasarana adalah manajemen sarana sekolah dan sarana
bagi pembelajaran, yang meliputi ketersediaan dan pemanfaatan sumber belajar

bagi guru, siswa serta penataan ruangan-ruangan yang dimiliki.

Manajemen sarana dan prasarana pendidikan bertugas mengatur dan

menjaga sarana dan prasarana pendidikan agar dapat memberikan kontribusi

secara optimal dan berarti pada jalannya proses pendidikan kegiatan pengelolaan

ini meliputi kegiatan perencanaan, pengadaan, pengawasan, inventarisasi dan

penghapusan.

Manajemen sarana dan prasarana yang baik diharapkan dapat menciptakan

sekolah yang bersih, rapi, dan indah sehingga menciptakan kondisi yang

menyenangkan baik bagi guru maupun murid untuk berada di sekolah. Di samping

itu juga diharapkan tersedianya alat-alat atau fasilitas belajar yang memadai secara

kuantitatif, kualitatif dan relevan dengan kebutuhan serta dapat dimanfaatkan

secara optimal untuk kepentingan proses pendidikan dan pengajaran, baik oleh

guru sebagai pengajar maupun peserta didik sebagai pelajar.

Oleh karena itu, perlu diperhatikan persyaratan pengadaan sarana dan

prasarana dengan membuat daftar prioritas keperluan pada setiap sekolah oleh tim

da tenaga kependidikan yang profesional pada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota

dengan melakukan need assesment sekolah.

Ruang Lingkup Manajemen Sarana dan Prasarana

Manajemen sarana dan prasarana dapat diartikan sebagai kegiatan menata,

mulai dari perencanaan/analisis kebutuhan, pengadaan, inventarisasi,

pendistribusian, pemanfaatan, pemeliharaan, pemusnahan dan

pertanggungjawaban terhadap barang-barang bergerak dan tidak bergerak, perabot

sekolah, alat-alat belajar, dan lain-lain.


Dengan adanya kegiatan tersebut, perawatan terhadap sarana dan prasarana

dapat berjalan dengan sebagaimana mestinya, sehingga bisa meningkatkan kinerja

warga sekolah, memperpanjang usia pakai, menurunkan biaya perbaikan dan

menetapkan biaya efektif perawatan sarana dan prasarana.

Fungsi Manajemen Sarana dan Prasarana

Perencanaan/Analisis Kebutuhan

Perencanaan merupakan kegiatan analisis kebutuhan terhadap segala

kebutuhan dan perlengkapan yang dibutuhkan sekolah untuk kegiatan

pembelajaran peserta dan didik dan kegiatan penunjang lainnya. Kegiatan ini

dilakukan secara terus-menerus selama kegiatan sekolah berlangsung. Kegiatan

ini biasa dilakukan pada awal tahun pelajaran dan disempurnakan tiap triwulan

atau tiap semester.

Perencanaan dapat dilakukan oleh kepala sekolah, guru kelas dan guru-guru

bidang studi dan dibantu oleh staf sarana dan prasana.

1) Prosedur Perencanaan

a) Mengadakan analisa materi dan alat/media yang dibutuhkan

b) Seleksi terhadap alat yang masih dapat dimanfaatkan

c) Mencari dan atau menetapkan dana

d) Menunjuk seseorang yang akan diserahkan untuk mengadakan alat

dengan pertimbangan keahlian dan kejujuran.

2) Hal-hal yang harus diperhatikan dalam perencanaan sarana

dan prasarana pendidikan

a) Perencanaan pengadaan barang harus dipandang sebagai bagian

integral dari usaha kualitas proses belajar mengajar.


b) Perencanaan harus jelas.

c) Tujuan dan sasaran atau target yang harus dicapai, penyusunan

perkiraan biaya/harga keperluan pengadaan.

d) Jenis dan bentuk tindakan/kegiatan yang akan dilaksanakan.

e) Petugas pelaksanaan.

f) Bahan dan peralatan yang dibutuhkan.

g) Kapan dan dimana kegiatan akan dilaksanakan.

h) Bahwa suatu perencanaan harus realistis, yaitu dapat dilaksanakan

dengan jelas, terprogram, sistematis, sederhana, luwes, fleksibel, dan

dapat dilaksanakan.

i) Rencana harus sistematis dan terpadu.

j) Rencana harus menunjukkan unsur-unsur insani ataupun noninsani

yang baik.

k) Memiliki struktur berdasarkan analisis.

l) Berdasarkan atas kesepakatan dan keputusan bersama pihak

perencana.

m) Fleksibel dan dapat menyesuaikan dengan keadaan, perubahan

situasi dan kondisi yang tidak disangka-sangka.

n) Dapat dilaksanakan dan berkelanjutan.

o) Menunjukkan skala prioritas.

p) Disesuaikan dengan flapon anggaran.

q) Mengacu dan berpedoman pada kebutuhan dan tujuan yang logis.

r) Dapat didasarkan pada jangka pendek (1 tahun), jangka menengah

(4-5 tahun), dan jangka panjang (10-15 tahun).


Pengadaan

Pengadaan adalah proses kegiatan mengadakan sarana dan prasarana yang

dapat dilakukan dengan cara-cara membeli, menyumbang, hibah dan lain-lain.

Pengadaan sarana dan prasarana dapat bebrbentuk pengadaan buku, alat, perabot

dan bangunan.

Penginvetarisasian

Penginvetarisasian adalah kegiatan melaksanakan penggunaan,

penyelenggaraan, pengaturan dan pencatatan barang-barang, menyusun daftar

barang yang menjadi milik sekolah ke dalam satu daftar inventaris barang secara

teratur. Tujuannya adalah untuk menjaga dan menciptakan tertib administrasi

barang milik negara yang dipunyai suatu organisasi. Yang dimaksud dengan

inventaris adalah suatu dokumen berisi jenis dan julah barang yang ebrgerak

maupun yang tidak bergerak yang menjadi milik negara dibawah tanggung jawab

sekolah.

Penggunaan atau Pemanfaatan Sarana dan Prasarana

Penggunaan sarana dan prasarana adalah pemanfaatan segala jenis barang

yang sesuai dengan kebutuhan secara efektif dan efisien. Dalam hal pemanfaatan

sarana, harus mempertimbangkan hal berikut:

1) Tujuan yang akan dicapai

2) Kesesuaian antar media yang akan digunakan dengan materi yang akan

dibahas

3) Tersedianya sarana dan prasarana penunjang

4) Karakteristik siswa
Pemeliharaan

Pemeliharaan adalah kegiatan merawat, memelihara dan menyimpan

barang-barang sesuai dengan bentuk-bentuk jenis barangnya sehingga barang

tersebut awet dan tahan lama. Pihak yang terlibat dalam pemeliharaan barang

adalah semua warga sekolah yang terlibat dalam pemanfaatan barang tersebut.

Dalam pemeliharaan, ada hal-hal khusus yang harus dilakukan oleh petugas

khusus pula, seperti perawatan alat kesenian (piano, gitar, dan lain-lain).

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan telah memberi Panduan

Manajemen Sekolah perawatan preventif di sekolah dengan cara membuat tim

pelaksana, membuat daftar sarana dan prasarana, menyiapkan jadwal kegiatan

perawatan, menyiapkan lembar evaluasi untuk menilai hasil kerja perawatan pada

masing-masing bagian dan memberikan penghargaan bagi mereka yang berhasil

meningkatkan kinerja peralatan sekolah dalam rangka memningkatkan kesadaran

merawat sarana dan prasarana sekolah.

Cara-cara untuk melaksanakan program perawatan preventif di sekolah

antara lain memberi arahan kepada tim pelaksana, mengupayakan pemantauan

bulanan ke lokasi sarana dan prasarana, menyebarluaskan informasi tentang

program perawatan preventif kepada seluruh warga sekolah terutama guru dan

peserta didik, dan membuat program lomba perawatan terhadap sarana dan

prasarana untuk memotivasi warga sekolah.

Penghapusan

Penghapusan barang inventaris adalah pelepasan suatu barang dari

kepemilikan dan tanggung jawab pengurusnya oleh pemerintah ataupun swasta.

Penghapusan barang dapat dilakukan dengan lelang dan pemusnahan.


Adapun syarat-syarat penghapusan:

1) Barang-barang dala keadaan rusak berat.

2) Perbaikan suatu barang memerlukan biaya besar.

3) Secara teknis dan ekonomis kegunaannya tidak sesuai lagi dengan

biaya pemeliharaan.

Pertanggungjawaban

Penggunaan barang-barang sekolah harus dipertanggungjawabkan dengan

cara membuat laporan penggunaan barang-barang tersebut yang diajukan pada

pimpinan.

Hal di atas merupakan manajemen sarana dan prasarana di dalam suatu sekolah.

Jika diaplikasikan di dalam bengkel maka hal yang perlu di manajemen adalah alat-alat

bengkel atau alat-alat yang digunakan untuk melakukan servis. Mulai dari

perencanaan/analisis kebutuhan, pengadaan, inventarisasi, pendistribusian,

pemanfaatan, pemeliharaan, pemusnahan dan pertanggungjawaban. Alat-alat servis

perlu direncanakan, mana yang sangat dibutuhkan dan digunakan dalam melakukan

servis mana yang tidak. Jika sudah direncanakan, maka perlu diadakan atau istilah

lainnya membeli alat tersebut. Jika alat sudah dibeli, bagaimana merawat atau

memelihara akat tersebut agar dapat terus digunakan dan awet atau tidak mudah rusak.

Selain itu, apabila membeli alat baru, alat yang lama perlu dilakukan penghapusan atau

pemusnahan. Begitu seterusnya.


2g. Manajemen Pemasaran dan Aplikasinya

Manajemen Pemasaran adalah merupakan alat analisis, perencanaan,

penerapan, dan pengendalian program yang dirancang untuk menciptakan,

membangun, dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan

target pasar sasaran dengan maksud untuk mencapai tujuan utama perusahaan

yaitu memperoleh laba.

Konsep Manajemen Pemasaran

Falsafah konsep pemasaran bertujuan memberikan kepuasan terhadap

keinginan dan kebutuhan pembeli/konsumen. Seluruh kegiatan dalam perusahaan

yang menganut konsep pemasaran harus diarahkan untuk memenuhi tujuan

tersebut.

Secara definitif dapat dikatakan bahwa: Konsep Pemasaran adalah sebuah

falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen

merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan

(Stanton, 1978).

Elemen Penting dalam Konsep Pemasaran:

Market oriented berorientasi pada keinginan Konsumen

Penyusunan kegiatan pemasaran secara terpadu

Pencapaian tingkat kepuasan Konsumen

Konsep Manajemen pada hakikatnya mencakup upaya dan strategi yang

ditempuh manajemen dalam rangka untuk mencapai tingkat kepuasan konsumen.


Beberapa istilah yang sangat penting dalam konteks pemasaran

1. Produk (barang, jasa, ide); Segala hasil kerja manusia yang dapat

ditawarkan kepada manusia lainnya baik berupa barang, jasa atau ide.

Konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu terbaik, kinerja

terbaik dan sifat terbaik sehingga perusahaan harus memfokuskan diri pada

perbaikan produk yang terus menerus, menyukai produk yang mudah

diperoleh dan sangat terjangkau karenanya manajemen harus berfokus pada

perbaikan efisiensi produksi dan distribusi.

2. Nilai; Perkiraan konsumen atas suatu produk untuk kepuasan mereka,

apa yang dirasakan / diinginkan, perbedaan antara nilai yang dinikmati

pelanggan karena memiliki serta menggunakan suatu produk dan biaya untuk

memiliki produk tersebut.

3. Biaya; Harga yang harus dibayar konsumen atas produk yang

dikonsumsi.

4. Kepuasan; Seberapa puas konsumen atas produk yang mereka konsumsi

(kesesuaian antara harapan dan kenyataan), Kepuasan (customer satisfaction):

tingkatan dimana kinerja yang dirasakan (perceived performance) poduk akan

sesuai dengan harapan seorang pembeli atau tidak.

5. Pasar; Tempat yang berisi semua pelanggan potensial yang berniat

untuk transaksi terhadap suatu produk.


Perencanaan Strategi Pemasaran

Strategi Pemasaran (Marketing Strategy) adalah proses menentukan target pasar

dengan strategi bauran pemasaran yang terkait dimana:

1. Target Market; adalah sekelompok pelanggan homogen atau pasar yang ingin

dilayani permintaannya oleh perusahaan.

2. Bauran Pemasaran (Marketing Mix); adalah variabel-variabel yang disusun

oleh perusahaan dalam rangka untuk memuaskan target market tersebut.

Marketing Mix adalah kombinasi dari empat variabel atau kegiatan yang

merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan, yaitu : produk, struktur harga,

kegiatan promosi dan sistem saluran distribusi. Variabel-variabel marketing mix

ini dapat dipakai sebagai dasar untuk mengambil suatu strategi dalam usaha

mendapatkan posisi yang sangat strategis dipasar.

Jika diaplikasikan di dalam suatu bengkel, manajemen pemasaran ini

merupakan suatu hal yang akan memberikan keuntungan kepada bengkel. Karena

manajemen pemasaran ini berkaitan dengan jasa atau pelayanan yang kita berikan

kepada konsumen, sehingga konsumen puas dengan pelayanan servis yang

diberikan. Sehingga konsumenpun akan rela atau dengan senang hati membayar

atas pelayanan yang kita berikan. Apabila konsumen yang merasakan hal ini

semakin banyak, maka dengan kata lain keuntungan yang kita dapat juga akan

semakin banyak.
3. Analisis SWOT

S = Strengths (Kekuatan)

W = Weaknesses (Kelemahan)

O = Opportunities (Kesempatan)

T = Threats (Ancaman)

Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk

mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang

(opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek bisnis/perusahaan atau

suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT

(strengths, weaknesses, opportunities, dan threats).

Metode analisis SWOT merupakan alat yang tepat untuk menemukan masalah

dari 4 (empat) sisi yang berbeda, dimana aplikasinya adalah bagaimana


kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan dari sebuah peluang

(opportunities) yang ada, kemudian bagaimana cara mengatasi kelemahan

(weaknesses) yang mencegah keuntungan, selanjutnya bagaimana kekuatan

(strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah

bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat

ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru.

Dengan saling berhubungannya 4 faktor tersebut, maka membuat analisis ini

memberikan kemudahan untuk mewujudkan visi dan misi suatu perusahaan.

Untuk menyempurnakan atau melengkapi pemahaman tentang analisis SWOT,

maka saya akan memberikan bagaimana contoh analisis SWOT suatu perusahaan.

Inti analisis SWOT ini adalah menilai dalam/internal perusahaan dengan

melihat kekuatan (Strengths) dan kelemahan (Weaknesses), kemudian menilai

luar/eksternal perusahaan dengan melihat peluang (Opportunities) dan ancaman

(Threats).

Analisis SWOT permasalahn di atas:

a. Strenght (Kekuatan)

Merupakan bengkel mobil yang memberikan jasa layanan perawatan

yang menangani berbagai masalah kendaraan.


b. Weakness (Kelemahan)

Keterbatasan dana, rendahnya kompetensi SDM, sarpras servis yang

tidak bisa mengikuti perkembangan teknologi kendaraan.

c. Opportunities (Peluang)

Berada di tempat yang strategis dan sudah memiliki banyak pelanggan.

d. Threats (Ancaman)

Banyak bengkel lain yang lebih lengkap menyediakan jasa layanan

servis dan didukung dengan alat yang memadai.

Jika dilihat dari analisis SWOT di atas, dan jika saya adalah pemiliki bengkel

tersebut, maka saya akan mempertahankan bengkel tersebut untuk tetap buka. Masalah

kerugian dana dapat ditanggulangi dengan melakukan peminjaman dana di bank.

Sehingga dapat membeli peralatan servis yang baru yang dapat mengikuti

perkembangan jaman sehingga para pelanggan lebih tertarik lagi untuk melakukan

servis di bengkel ini. Satu hal yang jangan dilupakan adalah kepuasan dari konsumen,

dengan cara memberikan servis yang berkualitas dengan harga yang terjangkau.

Sehingga konsumen akan betah melakukan servis di bengkel ini dan akan menjadi

pelanggan setia. Untuk permasalahan manajemen yang lain, maka saya dapat

melakukan perbaikan manajemen dengan cara berkonsultasi dengan pakar manajemen.

Bagaimana cara membuat manajemen bengkel menjadi lebih baik. Sehingga, lama

kelamaan bengkel ini akan bangkit kembali dan dapat menanggulangi masalah tersebut

di kemudian hari.
DAFTAR PUSTAKA

https://closetonatura.wordpress.com/manajemen-plh/unsur-manajemen/
di akses pada tanggal 31 Desember 2016, pukul 13:28 WIB

https://belajarmanagement1.wordpress.com/bidang-bidang-manajemen/ di

akses pada tanggal 31 Desember 2016, pukul 14:11 WIB

http://klikbelajar.com/umum/perusahaan-dan-badan-usaha/
di akses pada tanggal 31 Desember 2016, pukul 14:43 WIB

http://www.kembar.pro/2015/03/pengertian-fungsi-dan-tujuan-manajemen-keuangan.
html
di akses pada tanggal 31 Desember 2016, pukul 15:08 WIB

http://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-manajemen-material-ruang-lingkup-
ma terial-management/
di akses pada tanggal 31 Desember 2016, pukul 15:37 WIB

http://pribadimam.blogspot.co.id/2013/04/manajemen-sarana-prasarana.html
di akses pada tanggal 31 Desember 2016, pukul 15:58 WIB

http://www.kembar.pro/2015/05/manajemen-pemasaran-konsep-orientasi.html
di akses pada tanggal 31 Desember 2016, pukul 16:10 WIB