Anda di halaman 1dari 10

TUGAS

MAKALAH
TUMOR TIROID

Nama : Yosua D Kappy


Nim : 462011013

Program Studi S1 Ilmu Keperawatan


Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Kristen Satya Wacana
Salatiga
2013
TUMOR TIROID

Kelainan glandula tiroidea dapat berupa gangguan fungsi, seperti tirotoksikosis, atau
perubahan susunan kelenjar dan morfologinya, seperti penyakit tiroid nodular. Berdasarkan
patologinya, pembesaran tiroid umumnya disebut struma. Pembesaran dapat bersifat difus, yang
berarti bahwa seluruh kelenjar tiroid membesar, atau nodosa, yang berarti bahwa terdapat nodul
dalam kelenjar tiroid. Pembesaran nodosa dapat dibagi lagi menjadi uninodosa, bila hanya
terdapat satu nodul, dan multinodular, bila terdapat lebih dari satu nodul pada satu lobus atau
kedua lobus.1

Nodul tiroid merupakan neoplasia endokrin yang paling sering ditemukan di klinik. Karena
lokasi anatomi kelenjar tiroid yang unik, yaitu berada disuperfisial, maka nodul tiroid dengan
mudah dapat dideteksi baik dengan pemeriksaan fisik maupun dengan menggunakan berbagai
penunjang diagnostik seperti ultrasonografi, sidik tiroid (sintigrafi), atau CT-Scan. Yang menjadi
kepedulian klinik adalah kemungkinan nodul tersebut ganas, disamping keluhan pasien seperti
perasaan tidak nyaman karena tekanan mekanik nodul terhadap organ sekitarnya serta masalah
kosmetik. Diperlukan uji saring yang cukup untuk mendeteksi keganasan mengingat
kemungkinannya hanya sekitar 5% dari nodul yang ditemukan di klinik.2
Tiroid berasal dari kata Yunani yaitu perisai, karena terkait dengan bentuk tulang rawan tiroid.
Masalah yang paling umum dari kelenjar tiroid terdiri dari kelenjar tiroid yang terlalu aktif,
disebut sebagai hipertiroidisme, dan kelenjar tiroid yang kurang aktif, disebut sebagai
hipotiroidisme.

A. Defenisi
Tumor merupakan sekelompok sel-sel abnormal yang terbentuk hasil proses pembelahan
sel yang berlebihan dan tak terkoordinasi. Dalam bahasa medisnya, Tumor dikenal sebagai
Neoplasia. Neo berarti baru, plasia berarti pertumbuhan/pembelahan, jadi Neoplasia mengacu
pada pertumbuhan sel yang baru, yang berbeda dari pertumbuhan sel-sel di sekitarnya yang
normal. Yang perlu diketahui, sel tubuh secara umum memiliki 2 tugas utama yaitu
melaksanakan aktivitas fungsional nya serta berkembang biak dengan membelah diri. Namun
pada sel Tumor yang terjadi adalah hampir semua energi sel digunakan untuk aktivitas
berkembang biak semata. Fungsi perkembangbiakan ini diatur oleh inti sel (nucleus), akibatnya
pada sel TUMOR dijumpai inti sel yang membesar karena tuntutan kerja yang meningkat.

B. Etiologi
Etiologi dari penyakit ini belum pasti, yang berperan khususnya untuk terjadi well
differentiated (papiler dan folikuler) adalah radiasi dan goiter endemis, dan untuk jenis meduler
adalah factor genetic. Belum diketahui suatu karsinoma yang berperan untuk kanker anaplastik
dan meduler. Diperkirakan kanker jenis anaplastik berasal dari perubahan kanker tiroid
berdiferensia baik (papiler dan folikuler), dengan kemungkinan jenis folikuler dua kali lebih
besar.
Radiasi merupakan salah satu faktor etiologi kanker tiroid. Banyak kasus kanker pada
anak-anak sebelumnya mendapat radiasi pada kepala dan leher karena penyakit lain. Biasanya
efek radiasi timbul setelah 5-25 tahun, tetapi rata-rata 9-10 tahun. Stimulasi TSH yang lama juga
merupakan salah satu faktor etiologi kanker tiroid. Faktor resiko lainnya adalah adanya riwayat
keluarga yang menderita kanker tiroid dan gondok menahun.
Ada juga faktor predisposisilainnya seperti kelainan genetic, usia, jenis kelamin, ras, dan tempat
tinggal (daerah pantai).
Tiga penyebab yang sudah jelas dapat menimbulkan karsinoma tiroid :
1. Kenaikan sekresi hormon TSH ( Thyroid Stimulating Hormon) dari kelenjar hipofise
anterior disebabkan berkurangnya sekresi hormon T3 dan T4 dari kelenjar tiroid oleh
karena kurangnya intake iodium. Ini menyebabkan tiroid yang abnormal dapat berubah
menjadi kanker.
2. Penyinaran (radiasi ion) pada daerah kepala, leher, dada bagian atas terutama anak-anak
yang pernah mendapat terapi radiasi di leher dan mediastinum.
3. Faktor genetik karena adanya riwayat keturunan dari keluaraga.

C. Patofisiologi

Aktifitas utama kelenjar tiroid adalah untuk berkonsentrasi yodium dari darah untuk
membuat hormon tiroid. Kelenjar tersebut tidak dapat membuat hormon tiroid cukup jika
tidak memiliki cukup yodium. Oleh karena itu, dengan defisiensi yodium individu akan
menjadi hipotiroid. Akibatnya, tingkat hormon tiroid terlalu rendah dan mengirim sinyal ke
tiroid. Sinyal ini disebut thyroid stimulating hormone (TSH). Seperti namanya, hormon ini
merangsang tiroid untuk menghasilkan hormon tiroid dan tumbuh dalam ukuran yang besar
Pertumbuhan abnormal dalam ukuran menghasilkan apa yang disebut sebuah gondok

Kelenjar tiroid dikendalikan oleh thyroid stimulating hormone (TSH) yang juga
dikenal sebagai thyrotropin. TSH disekresi dari kelenjar hipofisis, yang pada gilirannya
dipengaruhi oleh hormon thyrotropin releasing hormon (TRH) dari
hipotalamus. Thyrotropin bekerja pada reseptor TSH terletak pada kelenjar tiroid. Serum
hormon tiroid levothyroxine dan triiodothyronine umpan balik ke hipofisis, mengatur
produksi TSH. Interferensi dengan sumbu ini TRH hormon tiroid TSH menyebabkan
perubahan fungsi dan struktur kelenjar tiroid. Stimulasi dari reseptor TSH dari tiroid oleh
TSH, TSH reseptor antibodi, atau agonis reseptor TSH, seperti chorionic gonadotropin, dapat
mengakibatkan gondok difus. Ketika sebuah kelompok kecil sel tiroid, sel inflamasi, atau sel
ganas metastasis untuk tiroid terlibat, suatu nodul tiroid dapat berkembang.

Kekurangan dalam sintesis hormon tiroid atau asupan menyebabkan produksi TSH
meningkat. Peningkatan TSH menyebabkan peningkatan cellularity dan hiperplasia kelenjar
tiroid dalam upaya untuk menormalkan kadar hormon tiroid. Jika proses ini berkelanjutan,
maka akan mengakibatkan gondok. Penyebab kekurangan hormon tiroid termasuk kesalahan
bawaan sintesis hormon tiroid, defisiensi yodium, dan goitrogens.

Gondok dapat juga terjadi hasil dari sejumlah agonis reseptor TSH. Pendorong
reseptor TSH termasuk antibodi reseptor TSH, resistensi terhadap hormon tiroid hipofisis,
adenoma kelenjar hipofisis hipotalamus atau, dan tumor memproduksi human chorionic
gonadotropin.

Pemasukan iodium yang kurang, gangguan berbagai enzim dalam tubuh, hiposekresi
TSH, glukosil goitrogenik (bahan yang dapat menekan sekresi hormone tiroid), gangguan
pada kelenjar tiroid sendiri serta factor pengikat dalam plasma sangat menentukan adekuat
tidaknya sekresi hormone tiroid. Bila kadar kadar hormone tiroid kurang maka akan terjadi
mekanisme umpan balik terhadap kelenjar tiroid sehingga aktifitas kelenjar meningkat dan
terjadi pembesaran (hipertrofi).

Dampak goiter terhadap tubuh terletak pada pembesaran kelenjar tiroid yang dapat
mempengaruhi kedudukan organ-organ lain di sekitarnya. Di bagian posterior medial
kelenjar tiroid terdapat trakea dan esophagus. Goiter dapat mengarah ke dalam sehingga
mendorong trakea, esophagus dan pita suara sehingga terjadi kesulitan bernapas dan disfagia
yang akan berdampak terhadap gangguan pemenuhan oksigen, nutrisi serta cairan dan
elektrolit. Penekanan pada pita suara akan menyebabkan suara menjadi serak atau parau.

Bila pembesaran keluar, maka akan memberi bentuk leher yang besar dapat simetris atau
tidak, jarang disertai kesulitan bernapas dan disfagia.

D. Gejala Tiroid
Pada tahap awal rata-rata pasien kanker tiroid tidak ada gejala yang terlihat, terutama di
jaringan tiroid ditekan terasa keras atau tidak rata di benjolan atau nodul, Beberapa pasien
mungkin tidak ada benjolan jelas, leher, tulang rusuk, kanker metastatik tulang untuk kinerja
luar biasa. Dimana nodul, salah satu situasi berikut dapat menjadi risiko kanker tiroid :
1. Benjolan : Beberapa kanker tiroid yang normal pada anak dan wanita paruh baya,
gejala awal, lebih dari 95% pasien memiliki massa serviks, khususnya tidak teratur,
terisolasi, tidak teratur, Batas tidak jelas, aktivitas yang buruk dari benjolan yang kaku,
harus sangat waspada.
2. Suara serak : Kompresi saraf berulang laring kanker tiroid pada pasien dengan tumor
tiroid terus mengalami pembesaran sehingga menyebabkan suara serak dan tersendak
saat minum.
3. Kesulitan bernafas : Pasien kanker tiroid benjolan terus mengembang, dan secara
bertahap menekan saraf yang berdekatan, trakea atau esofagus, penyebab pasien
menunjukkan kesulitan bernapas atau menelan kesulitan, telinga, bantal, myeri bahu
radioaktif.
4. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening : peningkatan benjolan invasi kelenjar getah
bening rahim, menyebabkan pembengkakan leher kelenjar getah bening.
E. Manifestasi klinis dari kanker tiroid
1. Karsinoma papiler tiroid
Karsinoma tiroid papiler terwujud sebagai pembengkakan bertahap benjolam
leher, benjolan itu tanpa rasa sakit, dan pasien dengan berbagai tingkat suara serak.
Karsinoma tiroid papiler sering sengaja ditemukan oleh pasien atau dokter, waktu
perawatan biasanya terlambat dan sering salah didiagnosis sebagai tumor jinak. Tidak
ada perubahan dalam fungsi tiroid pada pasien dengan karsinoma tiroid papiler, tetapi
beberapa dapat terjadi pada pasien dengan hipertiroidisme.
2. Tiroid folikuler karsinoma
Kebanyakan pasien manifestasi pertama tumor tiroid, pertumbuhan tumor, tekstur
massa menengah, tidak jelas, permukaan halus, kegiatan yang baik, invasi tumor dari
jaringan tiroid yang berdekatan adalah tetap, kinerja untuk suara serak, beberapa gejala
pasien dapat dipindahkan.
3. Meduler tiroid karsinoma
Kunjungan pertama dari mayoritas pasien, terutama rasa sakit nodul keras di
kelenjar tiroid, kelenjar getah bening regional.
4. Kanker tiroid anaplastik
Sebagian besar pasien datang dengan benjolan leher progresif sebelum timbulnya
gondok tidak ada, benjolan keras yang meningkat pesat, gondok mungkin
berhubungan dengan metastasis jauh; bertahun-tahun sejarah tiroid , tapi benjolan
tiroid tiba-tiba meningkat pesat, dan menjadi keras seperti batu.
Modern Cancer Hospital Guangzhou mengingatkan Anda bahwa gejala kanker tiroid kurang
jelas dalam kehidupan sehari-hari, gejala di atas harus segera pergi ke rumah sakit, untuk
menerima pengobatan tepat waktu.
F. Pemeriksaan Penunjang
1) Pemeriksaan Laboratorium.
Pemeriksaan laboratorium yang membedakan tumor jinak dan ganas tiroid belum ada
yang khusus, kecuali kanker meduler, yaitu pemeriksaan kalsitonon dalam serum.
Pemeriksaan T3 dan T4 kadang-kadang diperlukan karena pada karsinoma tiroid dapat terjadi
tiroktositosis walaupun jarang. Human Tiroglobulin (HTG) Tera dapat dipergunakan sebagai
tumor marker dan kanker tiroid diferensiasi baik. Walaupun pemeriksaan ini tidak khas untuk
kanker tiroid, namun peninggian HTG ini setelah tiroidektomi total merupakan indikator
tumor residif atau tumbuh kembali (barsano). Kadar kalsitonin dalam serum dapat ditentukan
untuk diagnosis karsinoma meduler.
2) Radiologis
a. Foto X-Ray
Pemeriksaan X-Ray jaringan lunak di leher kadang-kadang diperlukan untuk melihat
obstruksi trakhea karena penekanan tumor dan melihat kalsifikasi pada massa tumor. Pada
karsinoma papiler dengan badan-badan psamoma dapat terlihat kalsifikasi halus yang
disertai kalsifikasi stipled, sedangkan pada karsinoma meduler kalsifikasi lebih jelas di
massa tumor. Kadang-kadang kalsifikasi juga terlihat pada metastasis karsinoma pada
kelenjar getah bening. Pemeriksaan X-Ray juga dipergunnakan untuk survey metastasis
pada pary dan tulang. Apabila ada keluhan disfagia, maka foto barium meal perlu untuk
melihat adanya infiltrasi tumor pada esophagus
b. Ultrasound
Ultrasound diperlukan untuk tumor solid dan kistik. Cara ini aman dan tepat, namun cara
ini cenderung terdesak oleh adanya tehnik biopsy aspirasi yaitu tehnik yang lebih sederhna
dan murah
c. Computerized Tomografi
CT-Scan dipergunakan untuk melihat perluasan tumor, namun tidak dapat membedakan
secara pasti antara tumor ganas atau jinak untuk kasus tumor tiroid.
d. Scintisgrafi
Dengan menggunakan radio isotropic dapat dibedakan hot nodule dan cold nodule. Daerah
cold nodule dicurigai tumor ganas. Teknik ini dipergunakan juga sebagai penuntun bagi
biopsy aspirasi untuk memperoleh specimen yang adekuat.
3) Biopsi Aspirasi
Pada dekade ini biopsy aspirasi jarum halus banyak dipergunakan sebagai prosedur
diagnostik pendahuluan dari berbagai tumor terutama pada tumor tiroid. Teknik dan peralatan
sangat sederhana , biaya murah dan akurasi diagnostiknya tinggi. Dengan mempergunakan
jarum tabung 10 ml, dan jarum no.22 23 serta alat pemegang, sediaan aspirator tumor
diambil untuk pemeriksaan sitologi. Berdasarkan arsitektur sitologi dapat diidentifikasi
karsinoma papiler, karsinoma folikuler, karsinoma anaplastik dan karsinoma medule.

ASUHAN KEPERAWATAN
1. Pengkajian perawatan kanker tiroid:
a. Riwayat kesehatan klien dan keluarga.
Sejak kapan klien menderita penyakit tersebut dan apakah ada anggota keluarga
yang menderita penyakit yang sama.
b. Kebiasaan hidup sehari-hari sepertiPola makan, Pola tidur (klien menghabiskan
banyak waktu untuk tidur), Pola aktivitas.
c. Tempat tinggal klien sekarang dan pada waktu balita
d. Keluhan utama klien, mencakup gangguan pada berbagai sistem tubuh:
1) Sistem pulmonary
2) Sistem pencernaan
3) Sistem kardiovaskuler
4) Sistem musculoskeletal
5) Sistem neurologik dan Emosi/psikologis
6) Sistem reproduksi
7) Metabolik
e. Pemeriksaan fisik mencakup.
1) Penampilan secara umum; amati wajah klien terhadap adanya edema disekitar
leher, adanya nodule yang membesar disekitar leher.
2) Perbesaran jantung, disritmia dan hipotensi, nadi turun, kelemahan fisik.
3) Parastesia dan reflek tendon menurun.
4) Suara parau dan kadang sampai tak dapat mengeluarkan suara.
5) Bila nodule besar dapat menyebabkan sesak nafas.
f. Pengkajian psikososial
1) Klien sangat sulit membina hubungan sasial dengan lingkungannya, mengurung
diri/bahkan mania.
2) Keluarga mengeluh klien sangat malas beraktivitas, dan ingin tidur sepanjang
hari.
3) Kajilah bagaimana konsep diri klien mencakup kelima komponen konsep diri.
g. Pengkajian yang lain menyangkut terjadinya Hipotiroidime atau Hipertiroidisme

2. Diagnosa Keperawatan
a. Bersihan jalan nafas berhubungan dengan obstruksi trachea akibat desakan massa tumor
b. Nyeri berhubungan dengan adanya desakan / pembengkakan oleh nodule tumor
c. Kerusakan komunikasi verbal berhubungan dengan cedera pita suara
d. Gangguan kenyamanan berhubungan dengan kesulitan menelan
e. Ansietas berhubungan dengan perubahan kesehatan
f. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan gangguan menelan
g. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan luka insisi sekunder akibat operasi kanker
tiroid
h. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang informasi tentang penyakit.

3. Intervensi Keperawatan
Intervens
No Diagnosa Keperawatan Tujuan & Kriteria Hasil
Tindakan Ra
1. Bersihan jalan nafas Setelah dilakukan tindakan1. Pantau frekuensi pernafasan,
1.
berhubungan dengan keperawatan selama 3x24 jam, kedalaman dan kerja pernafasan ko
2. Auskultasi suara nafas, catat 2.
obstruksi trachea akibat diharapkan jalan nafas efektif
adanya ronchi ro
desakan massa tumor dengan kriteria hasil :
3. Kaji adanya dyspneu, stridor dan
3.
1. Tidak ada kesulitan 4.
cianosis
pernafasan 4. Perhatikan kualitas pernafasan
5.
2. Secret mudah keluar
3. Tidak mengeluh sesak nafas 5. Kolaborasi pemberian therapi
4. Respirasi dalam batas normal
Ogsigen bila perlu
(16-20)
2. Nyeri berhubungan dengan Setelah dilakukan tindakan 1. Observasi adanya tanda-tanda1.
adanya desakan / keperawatan selama 3x24 jam, nyeri baik verbal maupun ny
pembengkakan oleh nodule diharapkan nyeri berkurang nonverbal 2.
2. Ajarkan dan anjurkan pasien
tumor dengan kriteria hasil : kl
untuk menggunakan tehnik
1. Melaporkan nyeri hilang /
relaksasi
berkurang 3.
3. Kolaborasi pemberian analgetik
2. Skala nyeri 0-2
3. Tampak relax
4. Tak ada keluhan menelan

3. Kerusakan komunikasi Setelah dilakukan tindakan


1. Kaji fungsi bicara secara
1.
verbal berhubungan dengan keperawatan selama 3x24 jam, periodic kl
2. Pertahankan komunikasi
cedera pita suara diharapkan kerusakan 2.
sederhana
komunikasi verbal teratasi kl
3. Memberikan metode komunikasi
dengan kriteria hasil : 3.
alternative yang sesuai.
Mampu menciptakan metode kl
komunikasi dimana kebutuhan
dapat dipahami

Referensi :
http://www.asiancancer.com/indonesian/cancer-symptoms/thyroid-cancer-symptoms/
http://www.dokterirga.com/penyakit-nodul-tiroid/
http://obatkankeralami.wordpress.com/2009/01/17/tumor-definisinya/