Anda di halaman 1dari 2

PETUNJUK PENGISIAN pembayaran dan bagian dari bulan dihitung penuh 1

SURAT PEMBERITAHUAN TAHUNAN (satu) bulan.


PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI - Apabila SPT Tahunan tidak disampaikan dalam
SANGAT SEDERHANA jangka waktu yang ditetapkan atau dalam batas
(Formulir SPT 1770 SS) waktu perpanjangan penyampaian SPT Tahunan,
kepada Wajib Pajak akan dikirimkan Surat Teguran dan
dikenai sanksi administrasi berupa denda sebesar
PETUNJUK UMUM Rp100.000 (seratus ribu rupiah).
- Wajib Pajak Orang Pribadi yang dapat menggunakan - Wajib Pajak yang karena kealpaannya atau dengan
formulir ini adalah Wajib Pajak yang: sengaja tidak menyampaikan SPT Tahunan atau
a mempunyai penghasilan selain dari menyampaikan SPT Tahunan tetapi isinya tidak benar
usaha dan/atau pekerjaan bebas sehingga dapat menimbulkan kerugian pada
pendapatan negara, dapat dikenakan sanksi
b jumlah penghasilan bruto tidak lebih administrasi dan/atau sanksi pidana.
dari Rp60.000.000 (enam puluh juta - Wajib Pajak tidak perlu melampirkan bukti
rupiah) setahun. pemotongan PPh Pasal 21 (1721-A1 atau 1721 A2)
Batasan penghasilan bruto tersebut meliputi
keseluruhan penghasilan selain penghasilan dari PETUNJUK KHUSUS
usaha dan/atau pekerjaan bebas.
Penghasilan dari pekerjaan dapat bersumber dari Tahun Pajak
satu atau lebih pemberi kerja. Dalam hal Wajib Pajak Kolom Tahun Pajak diisi dengan tahun pajak yang
telah kawin, penghasilan dimaksud adalah sesuai. Contoh : Atas pelaporan SPT Tahunan untuk
penghasilan dari seluruh anggota keluarga Wajib tahun pajak 2015, maka kolom tahun pajak diisi dengan
Pajak, namun tidak termasuk penghasilan isteri yang 2015.
semata-mata diterima atau diperoleh dari satu
pemberi kerja yang telah dipotong PPh Pasal 21, SPT Pembetulan ke- .....
apabila pemenuhan kewajiban pajaknya dilakukan Kotak SPT Pembetulan diisi dengan tanda silang (X) dan
oleh Wajib Pajak sebagai kepala keluarga (KK). kolom Ke- ... diisi dengan angka banyaknya melakukan
Dalam hal Wajib Pajak telah kawin, namun: pembetulan jika Wajib Pajak menyampaikan SPT
Pembetulan. Jika Wajib Pajak menyampaikan SPT
a. suami-isteri telah hidup berpisah berdasarkan
normal maka kotak SPT Pembetulan dan kolom Ke- ...
putusan hakim (HB);
tersebut tidak perlu diisi.
b. dikehendaki secara tertulis oleh suami-isteri
berdasarkan perjanjian pemisahan harta dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan Nama Wajib
penghasilan (PH); atau Pajak
c. dikehendaki oleh isteri yang memilih untuk Kolom ini diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak
menjalankan hak dan kewajiban perpajakannya dan nama Wajib Pajak.
sendiri (MT).
pemenuhan kewajiban pajaknya dilakukan masing- A. Pajak Penghasilan
masing oleh suami dan isteri secara terpisah. Dalam
1. Penghasilan bruto dalam negeri sehubungan
hal ini, isteri memiliki kewajiban mendaftarkan diri
dengan pekerjaan dan penghasilan neto dalam
untuk diberikan NPWP sehingga menjadi Wajib Pajak
negeri lainnya
Orang Pribadi tersendiri.
Jumlah penghasilan bruto dalam negeri
Suami-isteri yang mempunyai penghasilan selain sehubungan dengan pekerjaan dapat diisi
dari usaha dan/atau pekerjaan bebas dengan dengan jumlah penghasilan bruto yang
jumlah penghasilan bruto tidak lebih dari tercantum pada bukti pemotongan PPh
Rp60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah) setahun, 1721-A1 angka 8 atau 1721-A2 angka 11
namun memiliki status perpajakan PH atau MT atau bukti pemotongan PPh Pasal 21 (tidak
wajib melaporkan penghasilan dan penghitungan final). Apabila Wajib Pajak memperoleh
Pajak Penghasilan dengan menggunakan Fomulir penghasilan lebih dari satu pemberi kerja
SPT Tahunan PPh Orang Pribadi 1770 S, bukan maka kolom ini diisi dengan hasil
menggunakan Formulir SPT Tahunan PPh Orang penjumlahan dari keseluruhan penghasilan
Pribadi 1770 SS ini. bruto yang tercantum pada setiap bukti
- Wajib Pajak wajib mengisi dan menyampaikan SPT pemotongan PPh Pasal 21 yang diterimanya.
Tahunan dengan benar, lengkap, jelas dan Catatan:
menandatanganinya.
Tidak termasuk penghasilan isteri yang
- Wajib Pajak harus mengambil sendiri formulir SPT semata-mata diterima atau diperoleh dari
Tahunan dan menyampaikannya paling lambat 3 satu pemberi kerja yang telah dipotong PPh
(tiga) bulan setelah tahun pajak berakhir. Pasal 21 apabila pemenuhan kewajiban
- dalam mengisi kolom-kolom yang berisi nilai Rupiah, pajaknya dilakukan oleh Wajib Pajak sebagai
harus tanpa nilai desimal. Contoh: dalam menuliskan kepala keluarga (KK). Penghasilan ini
sepuluh juta rupiah adalah: 10.000.000 (bukan dimasukkan dalam Bagian B Nomor 8: Dasar
10.000.000,00) atau dalam menuliskan seratus dua Pengenaan Pajak/Penghasilan Bruto
puluh lima rupiah lima puluh sen adalah: 125 Penghasilan Final
(bukan 125,50). Penghasilan neto dalam negeri lainnya di
- kekurangan pembayaran pajak yang terutang antaranya meliputi royalti, sewa selain sewa
berdasarkan SPT Tahunan harus dibayar lunas tanah dan/atau bangunan, hadiah
sebelum SPT Tahunan disampaikan. Apabila perlombaan, keuntungan pengalihan harta
pembayaran dilakukan setelah tanggal jatuh tempo dll.
penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan, dikenai
sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% (dua 2. Pengurangan
persen) perbulan yang dihitung mulai dari Pengurangan ini merupakan pengurangan atas
berakhirnya batas waktu penyampaian Surat penghasilan bruto dalam negeri sehubungan
Pemberitahuan Tahunan sampai dengan tanggal dengan pekerjaan yang meliputi biaya jabatan,

1
biaya pensiun serta iuran pensiun dan iuran THT 7. Pajak Penghasilan yang harus dibayar sendiri
yang dibayarkannya oleh Wajib Pajak yang atau Pajak Penghasilan yang lebih dipotong
bersangkutan. Beri tanda silang pada kotak Pajak Penghasilan
Kolom ini dapat diisi dengan jumlah pengurangan yang harus dibayar sendiri dan lampirkan asli
yang tercantum pada bukti pemotongan PPh SSP lembar ke-3 apabila nilai pada angka 5 lebih
1721-A1 angka 11 atau 1721-A2 angka 14. besar dibandingkan dengan nilai pada kolom 6.
Catatan: Beri tanda silang pada kotak Pajak Penghasilan
Tidak termasuk pengurangan atas penghasilan yang lebih dipotong apabila nilai pada angka 6
isteri yang semata-mata diterima atau diperoleh lebih besar dibandingkan nilai pada kolom 5.
dari satu pemberi kerja yang telah dipotong PPh Kolom rupiah diisi dengan selisih antara nilai
Pasal 21 apabila pemenuhan kewajiban pajaknya pada angka 5 - 6.
dilakukan oleh Wajib Pajak sebagai kepala
keluarga (KK). B. Penghasilan Yang Dikenakan PPh Final dan yang
Dikecualikan dari Objek Pajak
3. Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)
8. Dasar Pengenaan Pajak/Penghasilan Bruto
Kolom ini diisi dengan jumlah PTKP yang Penghasilan Final
tercantum pada bukti pemotongan PPh 1721-A1
angka 15 atau 1721-A2 angka 18. Jenis-jenis penghasilan yang dikenakan PPh
final meliputi bunga deposito dan tabungan,
TK : tidak kawin hadiah undian, penghasilan dari honorarium atas
K : kawin beban APBN/APBD, uang pesangon, uang
K/I : kawin, isteri mempunyai penghasilan manfaat pensiun, tunjangan hari tua, dan jaminan
yang digabung dengan penghasilan suami hari tua yang dibayarkan sekaligus, penghasilan
Berdasarkan status Anda, isilah kotak yang dari pengalihan hak atas tanah dan/atau
terdapat pada sebelah kanan status tersebut bangunan, penghasilan dari persewaan atas
dengan angka banyaknya jumlah tanggungan, tanah dan/atau bangunan, bunga simpanan yang
paling banyak tiga orang untuk setiap keluarga. dibayarkan oleh koperasi kepada anggota
koperasi, dividen, penghasilan isteri dari satu
Berikut ini tabel besarnya PTKP dalam setiap
pemberi kerja, penghasilan penjualan saham yang
status dan banyaknya tanggungan:
diperdagangkan di bursa efek.
Status PTKP Status PTKP
9. Pajak Penghasilan Final terutang
TK/0 36.000.000 K/0 39.000.000
TK/1 39.000.000 K/1 42.000.000 Kolom ini diisi dengan jumlah PPh Final yang
TK/2 42.000.000 K/2 45.000.000 terutang.
TK/3 45.000.000 K/3 48.000.000 10. Penghasilan yang Dikecualikan dari Objek
Pajak
Status PTKP
Jenis-jenis penghasilan yang dikecualikan dari
K/I/0 75.000.000
objek pajak meliputi bantuan/sumbangan/hibah,
K/I/1 78.000.000
warisan, bagian laba yang diterima atau diperoleh
K/I/2 81.000.000
anggota dari perseroan komanditer yang
K/I/3 84.000.000
modalnya tidak terbagi atas saham-saham,
PTKP bagi masing-masing suami- isteri yang persekutuan, perkumpulan, firma, dan kongsi,
telah hidup berpisah (HB) untuk diri masing- termasuk pemegang unit penyertaan kontrak
masing Wajib Pajak diperlakukan seperti Wajib investasi kolektif, penggantian atau santunan
Pajak Tidak Kawin sedangkan tanggungan asuransi kesehatan, kecelakaan, jiwa, dwiguna,
sesuai dengan kenyataan sebenarnya yang beasiswa, penggantian atau imbalan dalam bentuk
diperkenankan. natura atau kenikmatan, beasiswa.

Catatan: C. Daftar Harta dan Kewajiban


Besaran PTKP tersebut di atas dapat 11. Jumlah Keseluruhan Harta yang Dimiliki pada
disesuaikan dengan besaran PTKP yang Akhir Tahun Pajak
ditetapkan oleh Menteri Keuangan untuk Tahun Kolom ini diisi dengan jumlah nilai perolehan dari
Pajak yang bersangkutan. seluruh harta yang dimiliki/dikuasai Wajib Pajak
4. Penghasilan Kena Pajak dan anggota keluarganya sesuai dengan
Kolom ini diisi dengan hasil penghitungan atas ketentuan perundang-undangan perpajakan yang
kolom pada angka 1 - 2 - 3 berlaku. Contoh : rumah, kendaraan bermotor,
kebun, sawah, deposito, tabungan dan lain-lain.
Untuk keperluan penghitungan tarif pajak, jumlah
penghasilan kena pajak dibulatkan ke bawah 12. Jumlah Keseluruhan Kewajiban/utang pada
dalam ribuan rupiah penuh. Akhir Tahun Pajak
5. Pajak Penghasilan Terutang (PPh Terutang) Diisi dengan jumlah seluruh utang yang
diperoleh/dimiliki Wajib Pajak dan anggota
Kolom ini diisi dengan penerapan tarif Pasal 17
keluarganya, termasuk utang bunga. Contoh:
ayat (1) huruf a UU PPh atas Penghasilan Kena
pinjaman bank atau koperasi.
Pajak, sebagai berikut:
Dalam hal Isteri telah hidup berpisah berdasarkan
Penghasilan Kena Pajak tarif Pajak
keputusan hakim (HB), harta dan kewajiban/utang usaha
Sampai dengan Rp50.000.000 5% serta harta dan kewajiban/utang non-usaha pada akhir
Di atas Rp50.000.000 s.d. Rp250.000.000 15% Tahun Pajak yang dimiliki atau dikuasai isteri, dilaporkan
Di atas Rp250.000.000 s.d. Rp500.000.000 25% secara terpisah dalam SPT Tahunan PPh Orang Pribadi
Di atas Rp500.000.000 30% isteri sebagai Wajib Pajak Orang Pribadi tersendiri.
6. Pajak Penghasilan yang sudah dipotong oleh
pihak lain
Kolom ini diisi dengan jumlah Pajak Penghasilan
yang sudah dipotong yang tercantum pada bukti
pemotongan PPh 1721-A1 angka 20, 1721-A2
angka 23 dan/atau bukti pemotongan PPh
Pasal 21 (yang tidak bersifat final).
2