Anda di halaman 1dari 6

DINAS KESEHATAN KABUPATEN LOMBOK TIMUR

PUSKESMAS DASAN LEKONG


Jalan Raya Dasan Lekong - Masbagik, Kode Pos :83652, telp.: (0376)23861

PEDOMAN/MANUAL MUTU
PUSKESMAS DASAN LEKONG
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
1. Profil Puskesmas
a. Gambaran Umum Puskesmas
Puskesmas Dasan Lekong

b. Visi Misi dan Motto Puskesmas


Visi
Menjadi Pusat kesehatan dasar yang berkualitas dan idaman masyarakat.
Misi
1) Menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama yang terjangkau
dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat
2) Meningkatkan pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif
3) Meningkatkan SDM kesehatan yang berkualitas dan berkompeten
4) Meningkatkan manajemen kesehatan yang bermutu
Motto :
BERSERI (BERsemangat, Senyum, Empati, Ramah dan Ikhlas)

c. Struktur Organisasi Puskesmas


Struktur Organisasi Puskesmas Dasan Lekong

2. Kebijakan Mutu
Kami jajaran pengelola dan seluruh karyawan Puskesmas Dasan Lekong
berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan
memperhatikan kebutuhan dan harapan pelanggan. Kami berkomitmen untuk
memperbaiki proses pelayanan berdasarkan fakta serta meningkatkan mutu dan
kinerja Puskesmas secara konsisten dan berkesinambungan.

3. Proses Pelayanan
a. Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) meliputi :
1) UKM Esensial dan Perkesmas meliputi : upaya Promosi Kesehatan,
Kesehatan Lingkungan, KIA-KB, Perbaikan Gizi, Pencegahan dan
Pemberantasan Penyakit, serta Puskesmas.
2) UKM Pengembangan meliputi : Kesehatan Jiwa, Kesehatan Gigi
Masyarakat, Kesehatan Tradisional, Kesehatan Olahraga, Kesehatan Indera,
Kesehatan Lansia, Kesehatan Kerja, Kesehatan Remaja, Kesehatan Haji.

b. Penyelenggaraan Pelayanan Klinis / Upaya Kesehatan Perorangan (UKP)


meliputi :
1) Pelayanan Rawat Jalan
2) Pelayanan UGD
3) Pelayanan Rawat Inap
4) Pelayanan Persalinan
5) Pelayanan Kefarmasian
6) Pelayanan Laboratorium

B. Ruang Lingkup
Lingkup pedoman mutu ini disusun berdasarkan persyaratan ISO 90001:2008 dan
standar akreditasi Puskesmas, yang meliputi : persyaratan umum sistem manajemen
mutu, tanggung jawab manajemen, manajemen sumber daya, proses pelayanan yang
terdiri dari penyelenggaraan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) yang meliputi
UKM esensial dan UKM pengembangan serta Pelayanan Klinis.
Dalam penyelenggaraan UKM dan pelayanan klinis memperhatikan keselamatan
sasaran/pasien dengan menerapkan manajemen resiko.

C. Tujuan
Pedoman mutu ini disusun sebagai acuan bagi Puskesmas dalam membangun sistem
manajemen mutu baik untuk penyelenggaraan UKM maupun untuk penyelenggaraan
pelayanan klinis.

D. Landasan Hukum dan Acuan


1. Landasan Hukum yang digunakan dalam menyusun pedoman mutu ini adalah :
a. Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;
b. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas;
c. Peraturan Menteri Kesehatan RI No.46 Tahun 2015 tentang Akreditasi
Puskesmas, Klinik Pertama, Tempat Praktek Mandiri Dokter, dan Tempat
Praktek Mandiri Dokter Gigi;
2. Acuan yang digunakan dalam menyusun pedoman mutu ini adalah : standar
akreditasi puskesmas dan persyaratan ISO 9001:2008

E. Istilah dan Definisi :


1. Dokumen adalah tulisan yang memuat informasi, yang merupakan acuan kerja,
bukti pelaksanaan dan penerapan kebijakan, program dan kegiatan, serta bagian
dari salah satu persyaratan akreditasi Puskesmas.
2. Efektivitas adalah keaktifan, daya guna, adanya kesesuaian dalam suatu kegiatan
dengan sasaran yang dituju, yang menekankan pada hasil yang dicapai.
3. Efisiensi adalah daya guna, adanya kesesuaian antara input suatu kegiatan dengan
output atau hasil yang dicapai, dengan melihat proses atau cara untuk mencapai
hasil tersebut.
4. Kepuasan pelanggan adalah suatu tanggapan perilaku konsumen/pelanggan
terhadap suatu jasa yang diterima (kinerja produk) dibandingkan dengan harapan
konsumen/pelanggan.
5. Koreksi adalah pemeriksaan, pembetulan, perbaikan; tindakan untuk
menghilangkan ketidaksesuaian yang ditemukan pelayanan.
6. Pasien adalah seseorang individu yang mencari atau menerima pelayanan medis.
7. Pelanggan adalah seseorang yang menerima layanan atau membina hubungan
dengan pemberi layanan (pasien, keluarga pasien, masyarakat umum).
8. Pedoman mutu adalah pedoman yang menjelaskan sistem manajemen mutu, semua
ketentuan maupun persyaratan serta kebijakan yang merupakan acuan untuk
menjalankan kegiatan operasional Puskesmas.
9. Proses adalah urutan pelaksanaan suatu kegiatan atau serangkaian kegiatan yang
saling terkait atau berinteraksi, yang mengubah input manjadi output.
10. Rekaman adalah catatan suatu kejadian atau kegiatan yang sudah dilaksanakan,
yang dijadikan sebagai bukti atau dokumen kegiatan tersebut.
11. Sasaran mutu adalah target dari masing-masing unit layanan yang ingin dicapai
dalam jangka waktu tertentu.
12. Tindakan korektif adalah tindakan untuk mengatasi penyebab masalah atau
penyebab kejadian / situasi yang tidak sesuai, agar tidak terulang kembali.
13. Tindakan preventif adalah tindakan untuk mengantisipasi atau mencegah
kemungkinan terjadinya masalah atau penyebab kejadian / situasi yang tidak
sesuai, atau menghilangkan faktor penyebab yang potensial.

II. SISTEM MANAJEMEN MUTU DAN PENYELENGGARAAN PELAYANAN


A. Persyaratan umum
Puskesmas Dasan Lekong menetapkan, mendokumentasikan, memelihara sistem
manajemen mutu sesuai dengan standar akreditasi Puskesmas dan standar ISO
9001:2008. Sistem ini disusun untuk memastikan telah diterapkannya persyaratan
pengendalian terhadap proses-proses penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat
baik penyelenggaraan upaya puskesmas maupun pelayanan klinis, yang meliputi
kejelasan proses pelayanan dan interaksi proses dalam penyelenggaraan pelayanan itu
sendiri mulai dari perencanaan yang berdasarkan kebutuhan masyarakat/pelanggan,
verifikasi terhadap rencana yang disusun, pelaksanaan pelayanan, dan verifikasi
terhadap proses pelayanan dan hasil yang dicapai, monitoring dan evaluasi serta upaya
penyempurnaan yang berkesinambungan.

B. Pengendalian Dokumen
Secara umum dokumen-dokumen dalam sistem manajemen mutu yang disusun
meliputi :
- Dokumen level 1 : Kebijakan
- Dokumen level 2 : Pedoman/manual
- Dokumen level 3 : Standar Operasional Prosedur (SOP)
- Dokumen level 4 : Rekaman-rekaman sebagai catatan
sebagai akibat pelaksanaan kebijakan, pedoman, dan prosedur.
Adapun mengenai proses pelaksaan pengendalian dokumen dituangkan dalam standar
operasional prosedur (SOP) Pengendalian Dokumen, meliputi : Identifikasi
penyusunan / perubahan dokumen, penyusunan dokumen, pengesahan dokumen,
sosialisasi dokumen, serta pencatatan dokumen, distribusi dan penarikan dokumen.

C. Pengendalian Rekaman
Semua rekaman/arsip/catatan mutu dikelola dengan baik :
Tujuan pengendalian rekaman adalah untuk memastikan semua data kegiatan dapat
dimanfaatkan secara maksimal untuk perbaikan.
Rekaman dipastikan teridentifikasi dengan jelas dan ditata dengan rapi sehingga
mudah dan cepat ditemukan bila diperlukan.
Rekaman yang ada pada unit pelayanan / upaya Puskesmas dikendalikan oleh masing-
masing koordinator unit pelayanan / program.

III. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN

A. Komitmen Manajemen
Kepala Puskesmas, penanggung jawab manajemen mutu, penanggung jawab upaya
Puskesmas, penanggung jawab pelayanan klinis, dan seluruh karyawan puskesmas
bertanggung jawab untuk menerapkan seluruh persyaratan yang ada pada manual mutu
ini.
Manajemen Puskesmas bertekad untuk menjalankan Sistem Manajemen Mutu secara
konsisten dan konsekuen untuk mendukung pencapaian sasaran-sasaran yang
diinginkan.
Seluruh karyawan harus memahami konsep sistem manajemen mutu dan
menjalankannya secara konsisten serta mendukung pelaksanaan perbaikan terus
menerus dilakukan pada semua aspek kegiatan.

B. Fokus pada Sasaran/Pasien


Pelayanan yang disediakan oleh Puskesmas dilakukan dengan berfokus pada
pelanggan.
Pelanggan dilibatkan mulai dari identifikasi kebutuhan dan harapan pelanggan,
perencanaan penyelenggaraan upaya puskesmas dan pelayanan klinis, pelaksanaan
pelayanan, monitoring dan evaluasi serta tindak lanjut pelayanan.
Penanggung jawab pelayanan dan upaya Puskesmas serta pelaksana kegiatan harus
memahami kebutuhan pelanggan dan senantiasa memperbaharui data pelanggan serta
catatan tentang pelanggan.

C. Kebijakan Mutu
Kebijakan mutu Puskesmas disosialisasikan dan dipastikan dipahami oleh seluruh
karyawan Puskesmas. Kebijakan mutu ditinjau secara berkala untuk menjamin
kesesuaiannya.
Seluruh karyawan berkomitmen untuk menyelenggarakan pelayanan yang berfokus
pada pelanggan, memperhatikan keselamatan pelanggan, dan melakukan
penyempurnaan yang berkelanjutan. Kebijakan mutu dituangkan dalam surat
keputusan Kepala Puskesmas yang meliputi kebijakan mutu UKM dan kebijakan mutu
pelayanan klinis.

D. Perencanaan Sistem Manajemen Mutu dan Pencapaian Sasaran Kinerja/Mutu


Sasaran mutu ditetapkan berdasarkan standar kinerja / standar pelayanan minimal yang
meliputi indikator-indikator pelayanan klinis, indikator penyelenggaraan upaya
puskesmas. Perencanaan disusun dengan memperhatikan kebutuhan dan harapan
pelanggan, hak dan kewajiban pelanggan, serta upaya untuk mencapai sasaran kinerja
yang ditetapkan.
Perencanaan mutu Puskesmas dan keselamatan pasien berisi program-program
kegiatan peningkatan mutu yang meliputi :
1. Penilaian dan peningkatan kinerja baik UKM maupun UKP
2. Upaya pencapaian enam sasaran keselamatan pasien
3. Penerapan manajemen resiko pada area prioritas
4. Penilaian kontrak/kerjasama pihak ketiga
5. Pelaporan dan tindak lanjut insiden keselamatan pasien
6. Peningkatan mutu pelayanan laboratorium
7. Peningkatan mutu pelayanan obat
8. Pendidikan dan pelatihan karyawan tentang mutu dan keselamatan pasien
Memastikan semua sasaran dan persyaratan yang telah ditetapkan dicapai,
memelihara/mempertahankan sistem manajemen mutu, melakukan perbaikan /
penyempurnaan sistem manajemen mutu, serta merencanakan peningkatan hasil kerja.
E. Tangggung Jawab Dan Wewenang
Kepala Puskesmas, penanggung jawab manajemen mutu, penanggung jawab
pelayanan dan upaya Puskesmas, pelaksana kegiatan serta seluruh karyawan
Puskesmas masing-masing mempunyai uraian tugas dalam rangka meningkatkan
mutu. Dokumen uraian tugas didokumentasikan oleh karyawan yang bersangkutan dan
di manajemen mutu atau Tata Usaha.

F. Wakil / Penanggung Jawab Manajemen Mutu


Kepala Puskesmas menunjuk wakil / penanggung jawab manajemen mutu yang
bertanggung jawab untuk mengkoordinir seluruh kegiatan mutu di Puskesmas :
1. Memastikan sistem manajemen mutu ditetapkan, diimplementasikan, dan
dipelihara;
2. Melaporkan kepada manajemen kinerja dari system manajemen mutu dan kinerja
pelayanan;
3. Memastikan kesadaran seluruh karyawan teerhadap kebutuhan dan harapan
sasaran/pasien.

G. Komunikasi Internal
Komunikasi internal antar pimpinan dengan karyawan merupakan kegiatan yang
sangat penting untuk menunjang mekanisme kerja. Komunikasi internal dilakukan
dengan cara mini lokakarya, pertemuan lainnya, diskusi, sms, memo dan media lain
yang tepat untuk melakukan komunikasi.
Sistem komunikasi dipastikan diatur dengan baik dan menekankan hal-hal sbb :
1. Kepala Puskesmas mengupayakan agar komunikasi dengan bawahannya dipastikan
berjalan lancar.
2. Komunikasi diarahkan untuk peningkatan pemahaman bawahan mengenai sistem
manajemen mutu.
3. Komunikasi diarahkan agar karyawan memahami target-target pekerjaan yang
ingin dicapai.
4. Komunikasi diarahkan untuk memastikan persyaratan yang telah ditetapkan
dipenuhi.
5. Komunikasi internal diatur secara sistematis dan terdokumentasi.
6. Komunikasi internal untuk menjelaskan sistem manajemen mutu kepada karyawan.
7. Komunikasi internal membangun kesadaran mutu demi kepuasan pelanggan.
8. Penyelenggaraan rapar koordinasi dan diatur dengan baik.
9. Kepala Puskesmas mengadakan pertemuan rutin dengan seluruh staf setiap 1 (satu)
bulan sekali dan pertemuan khusus apabila diperlukan.

IV. TINJAUAN MANAJEMEN


A. Umum
Evaluasi atau tinjauan manajemen merupakan kegiatan manajemen yang sangat
penting dalam rangka pengendalian suatu proses dan kinerja termasuk evaluasi dalam
implementasi. Sistem Manajemen Mutu. Rapat tinjauan manajemen dilakukan
minimal sekali dalam setahun.

B. Masukan Tinajauan Manajemen


1. Tinjauan manajemen dipastikan terdokumentasi atau dinotulenkan.
2. Agenda tinjauan manajemen ditentukan jauh hari sebelum evaluasi dilaksanakan
3. Agenda tinjauan manajemen mencakup antara lain hal-hal sebagai berikut :
- Hasil audit internal
- Umpan balik / keluhan pelanggan
- Kinerja proses
- Pencapaian sasaran mutu
- Status tindakan koreksi dan pencegahan yang dilakuka
- Tindak lanjut terhadap hasil tinjauan manajemen yang lalu
- Perubahan terhadap kebijakan mutu
- Perubahan yang perlu dilakukan terhadap sistem manajemen mutu/sistem
pelayanan.

C. Luaran Tinjauan
Hasil yang diharapkan dari tinjauan manajemen adalah peningkatan efektivitas sistem
manajemen mutu, peningkatan pelayanan terkait dengan persyaratan pelanggan, dan
identifikasi perubahan-perubahan, termasuk penyediaan sumber daya yang perlu
dilakukan.
Hasil tinjauan manajemen dibagikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
Hasil tinjauan manajemen membuat keputusan-keputusan atau kesimpulan mengenai
tindakan-tindakan yang perlu di ambil.

V. MANAJEMEN SUMBER DAYA


A. Penyediaan Sumber Daya
Puskesmas harus menyediakan sumber daya yang dibutuhkan untuk
penyelenggaraan pelayanan dan upaya Puskesmas.
Sumberdaya untuk menjalankan Sistem manajemen Mutu serta untuk mencapai
sasaran yang telah ditetapkan dipastikan terpenuhi.
Sumberdaya yang diperlukan diidentifikasi oleh Koordinator Unit dan disampaikan
kepada manajemen melalui mekanisme yang telah diatur.

B. Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)


Puskesmas melakukan analisis ketenagaan termasuk analisis kompetensi karyawan
untuk menentukan kebutuhan sumber daya manusia (SDM), kemudian mengusulkan
kebutuhan ketenagaan termasuk pelatihan untuk karyawan Puskesmas ke Dinas
Kesehatan Kabupaten Lombok Timur. Untuk rekrutmen dan pelatihan peningkatan
kompetensi merupakan wewenang Dinas Kesehatan Kabupaten.

C. Infrastruktur atau Sarana Kerja


1. Sarana kerja atau infrastruktur untuk mendukung pekerjaan dan mencapai sasaran
dan persyaratan produk maupun proses dipastikan terpenuhi.
2. Melakukan pemeliharaan secara teratur terhadap alat-alat maupun fasilitas
pendukungnya agar senantiasa dalam kondisi baik dansiap