Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM

GENETIKA DASAR
ANALISIS KROMOSOM
OLEH :

NAMA KELOMPOK : TIMIN

NAMA ANGGOTA : 1. KHAIRUN NISAK (1610212045)


2. AMELIA CHANIA PUTRI (1610211075)
3. FAUZAN (1610212016)
4. LATIFA RAHIMAH (1610212028)
5. ANGGUN INDAH LIBERTA (1610211065)

KELAS :F
TANGGAL PRAKTIKUM : SELASA, 14 FEBRUARI 2017

NAMA ASISTEN : 1. M. MUARIF NASUTION (1410211063)


2. IGHA MUTHMAINNAH(1510211003)

DOSEN PENJAB : Ir.SUTOYO.MS

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI


LABORATORIUM GENETIKA DASAR
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2017
BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Setiap keluarga yang memiliki orang tua yang sama pasti memiliki anak
yang serupa dengan orang tuanya, seperti mata yang sama-sama berwarna
coklat dan rambut yang sama berwarna hitam, walaupun diantara anak
tersebut tingkat kemiripannya berbeda diantara ayah atau ibunya, contohnya
anak pertama yang dominan mirip dengan ibunya sedangkan anak terakhir
dominan mirip dengan ayahnya. Hal ini terjadi dikarenakan pengaruh oleh
DNA yang ada didalam inti sel tubuh makhluk hidup.
DNA berada di dalam kromosom bersama protein histon yang mana
panjang kromosom tersebut diantara 0.2 hingga 0.5 mikron sedangkan
diameternya 0,2 hingga 20 mikron, jadi dapat dibayangkan berapakah jumlah
kromosom yang ada di dalam tubuh manusia yang kompleks ini dan kenapa
partikel yang sangat kecil ini dapat mewariskan pola pola hereditas yang ada
di tubuh manusia.
Pada tahun 1953 Frances Crick dan James Watson menemukan model
molekul DNA, yang mana di dalam DNA merupakan penyimpan informasi
genetikyang dikodekan dalam bahasa kimiawi dan diproduksi dalam sel
tubuh, program DNA iniah yang mengendalikan sifat anatomi, fisiologis dan
juga biokimia tubuh
Oleh karna itu DNA yang ada di dalam kromosom ini sangatlah penting
keberadaannnya, namun kromosom tersebut dapat terbagi menjadi 2 bagian
utama, yaitu sentromer dan lengan kromosom.Sentromer merupakan bagian
kromosom yang berfungsi sebagai tempat melekatnya lengankromosom. Pada
permukaan luar sentromer terdapat badan protein atau kinetokor berfungsi
saat replikasi dan pemisahan kromosom saat mitosis.
Bagian lengan merupakan bagian utama pada kromosom yang berisi
materi-materi genetik berupa DNA yang merupakan kode untuk sintesis
protein. Berdasarkan letak sentromer, kromosom digolongkan dalam empat
tipe, yaitu metasentrik, submetasentrik, telosentrik, dan akrosentrik.
Metasentrik merupakan kromosom dengan letak sentromer tepat di tengah
sehingga kromosom terbagi dua bagian sama panjang. Submetasentrik adalah
kromosom dengan letak sentromer tengah agak ke atas sehingga lengan
kromosom terbagi atas lengan pendek dan panjang. Telosentrik merupakan
kromosom dengan letak sentromer di ujung kromosom. Akrosentrik yaitu
kromosom dengan sentromer terletak di tengah dan mendekati ujung
kromosom
Diakarnakan jumlah kromosom tersebut banyak di dalam tumbuh
makhluk hidup, maka ditemukan suatu teknik analisis kromosom yang dapat
menjelaskan tentang jumlah, morfologi atau bentuk serta ukuran kromosom
yaitu teknik karyiotipe, kariotipe juga dapat menampilkan visual kromosom
setiap individu. Kromosom akan berpasang-pasangan membentuk pasangan
kromosom homolog yang ditandai dengan panjang dan posisi sentromer yang
sama.
Misalkanpada manusia yang memiliki jumlah kromosom sebanyak 46,
manusia akan tidak normal jika jumlah nya bukan 46 atau terdapat
penambahan, pengurangan atau terjadi penyusunan kromosom yang tidak
sesuai. Tipe-tipe abnormalitas kromosom antara lain, polyploidy merupakan
kelainan yang memiliki set kromosom berlebih. Aneuploidy, kelainan yang
kehilangan atau kelebihan set kromosom.
Oleh karena itu, maka pratikan melakukan analisis kromosom,yaitu
dengan menggunakan tumbuhan bawang (allium cepa) serta mencoba
membuat kariotipe dan idiogramnya sehingga kita juga dapat mengetahui
seperti apakah kromosom yang ada dipada bawang dan bagaimana membuat
karyiotipe dan idiogram pada kromosom bawang tersebut.

B. TUJUAN
Praktikum kali ini bertujuan untuk memahami dan melakukan analisis
kromosom pada tumbuhan bawang (allium cepa) serta membuat kariyotipe
dan ideogram kromosom dari tumbuhan allium cepa tersebut.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Unit terkecil dari makhluk hidup dinamakan sel. Semua benda hidup
tersusun dari unit dasar ini, dari struktur uniseluler yang sederhana seperti
bakteri dan protozoa hingga struktur kompleks seperti manusia, hewan dan
tumbuhan. Di dalam sel terdapat berbagai materi kimia yang membentuk
suatu organel-organel, inti sel dan lainnya. Di dalam inti sel dan kebanyakan
makhluk, terdapat kromosom, yaitu benda-benda halus berbentuk batang
panjang dan pendek dan berbentuk lurus atau bengkok. Kromosom
merupakan pemegang semua instruktur hereditas.Struktur kromosom dapat
dilihat sangat jelas pada fase-fase tertentu waktu pembelahan nukleus pada
saat mereka bergulung (Suryo, 1986).
Kromatin, jalinan benang-benang halus dalam plasma inti. Disebut
demikian karena kalau suatu jaringan diwarnai dengan suatu zat pewarna,
jalinan itu akan menghisap banyak zat itu. Berasal dari kata chroma=
berwarana, dan tin = benang. Kromatin tak jelas bagian bagiannya Nampak
dibawah mikroskop biasa, karena halusnya dan tak teratur.Terdiri dari benang
kromonema yang berpilin-pilin lingkar, diselaputi protein. Kalau sel
mengalami proses pembelahan pilinan itu jadi sangat rapat, sehingga
kromatin memendek dan membesar. Waktu itu dapatlah terlihat jelas bagian-
bagiannya di bawah mikroskop biasa, dan kini disebut kromosom. Berasal
dari kata chroma dan soma = badan. istilah kromosom diperkenalan pertama
kali oleh W. Waldeyer. Kromonema itu, baik ketika dalam bentuk kromatin
mau pun kromosom, terdiri dari beberapa serat (fibril) halus dan dibina atas 2
macam molekul: AND dan protein. Protein terutama berupa histon
(Yatim,1996).
Dalam inti sel, molekul DNA dikemas dalam struktur seperti benang
yang disebut kromosom, setiap inti sel, molekul DNA (kromosom) memilki
titik penyempitan yang disebut sentromer.Sentromer membagi kromosom
menjadi dua bagian atau disebut lengan.Lengan pendek disebut lengan p
dan lengan panjang disebut q. Lokasi sentromer memberikan karakteristik
pada masing-masing kromosom dan dapat digunakan untuk menggambarkan
lokasi gen tersebut (May dkk, 2011).
Macam-macam kromosom berdasarkan sentromernya yaitu metasentrik,
yaitu kromosom yang memilki sentromer ditengah, sehingga kedua lengan
sama panjang. Submetasentrik yaitu kromosom yang memilki sentromer yang
terletak hampir di tengah kromosom, sehingga kedua lengan kromosom tidak
sama panjang. Aksosentrik yaitu kromosom yang memilki sentromer terletak
dekat pada salah satu ujung kromosom,sehingga kedualengan tidak sama
panjang. Telosentrik yaitu kromosom yang memiliki sentromer salah satu
ujungnya sehingga kromosom tetap lurus dan tidak terbagi atas dua lengan
(Suryo, 1995).
Kariotipe memperlihatkan berapa banyak kromosomyang terdapat pada
seldengan beberapa rincian.Struktur kromosom tersebut.Para ilmuan hanya
dapat melihat rincian tersebut menggunakan perwarnaan khusus.Cara kerja
untuk memeriksa kromosom, yaitu pertama memperoleh sampel.Hampir
semuasel yang membelah biasa digunakan, termasuk sel darah, selkulit, dan
sel dari akar tanaman.Kedua, sel tersebut dibudidayakan, diberi nutrisi yang
tepat untuk tumbuh agar bisa aktif membelah. Ketiga, beberapa sel
dikeluarkan dan budidaya akan dilakukan pemberhentian mitosis pada tahap
metafase. Selanjutnya kromosom diberi pewarnaan dan dilakukan analisis
mengenai jumlah dan kelainan yang terjadi (Robinson, 2005).
Teori sel menyatakan bahwa setiap sel penyusun suatu makhluk hidup
berasal dari sel sebelumnya. Proses terjadinya sel baru dari sel induknya
disebut dengan pembelahansel, yang berdasarkan beberapa pebedaan
pokoknya dikelompokkan menjadi mitosis dan meiosis. Mitosis adalah
peristiwa pembelahan sel yang terjadi pada sel-sel somatik (sangat aktif pada
jaringan meristem) yang menghasilkan dua sel anak yang memiliki genotip
yang sama dan identik dengan sel induknya. Didalam inti sel dari kebanyakan
makhluk hidup terdapat kromosom, yaitu benda-benda halus berbentuk
batang panjang atau pendek dan berbentuk lurus atau bengkok (Suryo, 1986).
Tubuh semua makhluk hidup terdiri dari sel yang biasanya terdiri dari
bagian yang bersifat hidup (protoplast)yang dikelilingi oleh membran(pada
hewan) atau dinding sel (pada tumbuhan).Protopalas mempunyai bagian yang
dinamakan nukleus yang didalamnya mengandung kromosom.Kromosom
adalah benda-benda halus berbentuk lurus seperti batang atau bengkok dan
terdiri dari zat yang mudah mengikat warna (Suryo, 1986).
Kromosom mempunyai struktur sebagai berikut: yaitu kromonema,
didalam kromosom terdapat pita bentuk spiral yang oleh Vejdosky (1920)
diberi nama kromonema (jamak: kromonema). Yang kedua kromomer,
kromomer mempunyai penebalan, penebalan dibeberapa tempat yang disebut
kromomer. Beberpa ahli sel menganggap kromomer ini sebagai bahan
nukleprotein yang mengendap.Yang ketiga yaitu sentromer.Bentuk dari
kromosom ditemukan oleh letak sentromer.Didalam sentromer terdapat
granula kecil yang dinamakan steril. Ada sentromer yang mempunyai 3 M
dan sterilnya 0,2 M. kromonema berhubungan dengan steril dari sentromer.
Yang keempat yaitu lekukan kedua.Lekukan kedua dapat mempunyai
peranan yang penting, yaitu menjadi tempat terbentuknya nukleulus (intinya
inti sel) dan arena itu disebut juga pengatur nukleulus.Yang kelima yaitu
telomere ialah bagian dari ujung-ujung kromosom yang menghalang-halangi
bersambungnya kromosom satu dengan kromosom yang lainnya.Yang
keenam satelit, yaitu bagian yang merupakan tambahan pada ujung
kromosom.
Gentingan ialah bagian kromosom yang mengalami penyempitan
sebelum sampai ke ujung. Satelit adalah bagian bulat di ujung kromosom,
dihubungkan oleh benang halus dengan kromosom lain. Benang penghubung
satelit itu disebut daerah pengatur nukleolus.Disini gen-gennya bertugas
mencetak ARN nukleolus dan ketika sel bukan membelah berhubungan
dengan nukleolus itu.Karena nukleolus berfungsi untuk mengatur sintesa
ribosom dan ARN-ribosom, berarti juga ARN-ribosom disintesa didaerah
pengatur nukleolus.Tak selalu kromosom memiliki gentingan dan satelit.
Kromosenter ialah daerah lengan kromosom yang mengandung gen-gen
bersusun rapat, sehingga disitu jarang sekali terjadi pindah silang.Bongkol
ialah daerah bentuk bundar, terdapat sekitar 2 sampai 4 buah pada tiap
kromosom.Terletak didaerah heterokromatin. Fungsinya untuk replikasi
kromosom ketika akan terjadi pembelahan sel.
Menurut pekerjaannya mengatur jenis kelamin, kromosom dapat dibagi
atas 2 macam yaitu autosom dan gonosom.Autosom adalah kromosom biasa,
yang tak berperan menentukan dalam mengatur jenis kelamin, gonosom ialah
kromosom kelamin, yang berperan menentukan jenis kelamin (Yatim, 1996).
Pada tumbuhan dan hewan banyak pula terdapat kromosom penyerta,
disamping kromosom biasa atau kromosom dasar.Kromosom dasar itu
jumlahnya tetap pada setiap spesies makhluk, bentuk dan macamnya pun
tetap.Tapi kromosom penyerta jumlahnya tak tetap, lebih kecil-kecil dan
tingginilai heterokromatinnya, artinya lebih banyak mengandung gen tak
aktif.Jumlahnya pun bisa bervariasi antara individu dalam spesies sama,
bahkan bisa pula bervariasi antara jaringan dalam satu tubuh (Yatim, 1996).
Pada tingkat metafase dalam proses pembelahan sel dapat dipotret
kromosom sesuatu jenis makhluk. Pada fase ini kromosom berada pada
bidang ekuator semua, dan jika sayatan jaringan yang mengandung proses
pembalahan itu persis lewat pada bidang ekuator dapatlah dibuat sedian yang
mengandung semua kromosom yang terdapat dalam sel.
Sedian ini dipotret, diperbesar, lalu digunting-gunting.Kemudian
disusun dan dikelompokan menurut urutan panjang dan bentuknya. Susunan
kromosom yang berurutan menurut panjang dan bentuknya inilah yang
disebut kariotipe (dari karyon = inti, dan typos = bentuk). Karena setiap
spesies makhluk memiliki bentuk dan jumlah kromosom sendiri-sendiri,
maka kariotipenya pun tentu sendiri-sendri pula.
Peranan kariotipe dalam pengamatan sifat keturunan besar sekali,
terlebih pada manusia.Dengan menemukan kelainan pada kariotipe itu
dapatlah dicari hubungannya dengan kelainan yang terdapat pada anatomi,
morfologi, atau fisiologi seseorang (Yatim, 1996).

BAB III BAHAN DAN METODA

A. WAKTU DAN TEMPAT


Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa,14 Februari 2017 pukul
16.10 17.40 WIB di laboratorium Genetika Dasar lantai 1, Fakultas
Pertanian Universitas Andalas, Padang.

B. ALAT DAN BAHAN


Dalam pratikum ini alat dan bahan yang digunakan adalah foto
kromosom bawang Allium cepa yang telah diperbesar, gunting, lem, kertas
grafik, dan alat tulis yang digunakan untuk menganalisis kromosom pada
Allium cepa.

C. PROSEDUR KERJA

Pembuatan kariotipe

Setiap potongan kromosom pada Gambar 7-9 (gunakan gambar terpisah


pada lembaran terakhir penuntun pratikum) diberi nomor. Lalu panjang
lengan setiap nomor kromosom (lengan pendek=p dan lengan panjang=q)
diukur.Tabel 3 diisi. Rasio lengan kromosom ditentukan dengan cara
membagi panjang lengan yang panjang dengan lengan yang pendek (q/p).
Lalu, panjang lengan total kromosom ditentukan dengan menjumlahkan
lengan panjang dengan lengan pendek (p+q).Pengguntingan dilakukan pada
bagian tepinya kromosom. Setelah itu, pasangan kromosom homolog
ditentukan dengan menggunakan diagram pencar (scatter plot), dengan sumbu
X adalah q/p dan sumbu Y adalah p+q mengunakan kertas grafik.Kromosoom
yang terletak pada koordinat titik yang berdekatan menunjukkan bahwa
kromosom-kromosom tersebut merupakan sepasang kromosom homolog.Bila
terdapat lebih dua titik yang berdekatan, maka pasangan kromosom
ditentukan berdasarkan bentuk kromosom yang lebih mirip. Pasangan
kromosom homolog tersebut diberi nama dengan huruf besar.Data diisi
beserta pasangan kromosom homolognya pada Tabel 4. Kemudian kariotipe
dibuat dengan cara menempel pasangan-pasangan kromosom di kertas
milimeter dari kromosom dengan total lengan kromosom terbesar dengan
rasio terkecil hingga total lengan kromosom terkecil dengan rasio terkecil,
dengan urutan sebagai berikut: rasio 1.0 1,7 = kelompok metasentrik, rasio
1,7 3.0 = kelompok sub metasentrik, rasio 3.0 7,0 = kelompok akrosentrik
dan rasio lebih dari 7.0 = kelompok telosentrik.

Pembuatan Idiogram

Lakukan pengukuran rata-rata dari panjang lengan kromosom.


Kromosom digambarkan berupa garis dari yang memiliki panjang total
lengan kromosom (p+q) yang terkecil sampai yang terbesar pada suatu garis
mendatar yang merupakan letak sentromer. Lengan panjang berada pada
bagian atas garis mendatar.Penyusunan sekaligus juga dilakukan berdasarkan
urutan dari kromosom yang memilki lengan pendek kromosom terpanjang.
Jika terdapat dua kromosom dengan ukuran lengan pendek yang sama, maka
penyusunan dimulai dari kromosom yang memilki lengan panjang kromosom
yang lebih pendek.

BAB V. HASIL DAN PEMBAHASAN


A. HASIL

Tabel 1. Hasil Pengukuran Panjang Lengan Kromosom

NOMOR PANJANG LENGAN p+q q/p


KROMOSOM KROMOSOM (cm) (cm)
Pendek (p) Panjang (q)
cm cm
1 1.5 2,3 3,8 1,5
2 2,3 2,6 4,9 1,1
3 1,5 2,4 3,9 1,6
4 1,5 1,8 3,3 1,2
5 2 2,4 4,4 1,2
6 1,8 2,4 4,2 1,3
7 1,2 2,1 3,3 1,8
8 1,6 1,9 3,5 1,2
9 1,2 2,2 3,4 1,8
10 1,9 2,9 4,8 1,5
11 2,1 2,3 4,4 1,1
12 1,1 2,9 4 2,6
13 1,7 2,7 4,4 1,6
14 1,4 2,7 4,1 1,9
15 1,6 1,7 3,3 1
16 1,1 2,6 3,7 2,4

Tabel 2. Hasil pengukuran panjang lengan rata rata pasangan kromosom


NAMA NOMOR RATA RATA p+q q/p KELOMPOK
KROMOS KROMOSOM PANJANG LENGAN (cm) (cm) KROMOSM
OM (HOMOLOG) KROMOSOM
Pendek Panjang
(p) cm (q) cm
A 4&15 1.55 1,75 3,30 1,13 METASENTRIK
B 7&9 1,2 2,15 3,35 1,81 SUB
METASENTRIK
C 12&16 1,1 2,75 3,85 2,5 SUB
METASENTRIK
D 1&8 1,55 2,1 3,65 1,35 METASENTRIK
E 3&14 1,45 2,55 4,00 1,76 SUB
METASENTRIK
F 6&13 1,75 2,55 4,30 1,46 METASENTRIK
G 5&11 2,05 2,35 4,40 1,13 METASENTRIK
H 2&10 2,1 2,75 4,85 1,3 METASENTRIK

B. PEMBAHASAN
Pada praktikum analisis kromosom dan pembuatan kariotipe menggunakan
objek kromosom bawang merah pada saat mitosis, yang ukurannya telah
diperbesar. Dalam pratikum kali ini, pratikan melakukan pengukuran panjang
lengan kromosom dan melakukan pemasangan kromosom. Hasil dari pratikum
kali ini disisipkan pada dua buah tabel, yaitu tabel satu hasil pengukuran panjang
lengan kromosomdan tabel 2 berisi tentang hasil pengukuran panjang lengan rata-
rata pasangan kromosom.
Setelah kromosom Allium cepa tersebut diperbesar, maka dilakukan
pengukuran panjang lengan kromosom. Dimana panjang kromosom yang paling
pendek yaitu berukuran 1,1 cm, terdapat pada kromosom nomor 12 dan 16. Dan
lengan kromosom yang panjang yaitu berukuran 2,9 cm, terdapat pada kromosom
10 dan 12.
Setelah pengukuran panjang lengan kromosom, baru dapat menentukan
kromosom homolognya. Dimana kromosom no. 4 homolog dengan no. 15, 7
dengan 9, 12 dengan 16, 1 dengan 8, 3 dengan 14, 6 dengan 13, 5 dengan 11 dan
2 dengan 10. Hal ini ditentukan berdasarkan kedekatan titik koordinat kromosom
pada diagram pencar.
Kelompok kromosom dapat ditentukan dengan rasio, contoh rasio 1,0-1,7
merupakan kelompok metasentrik. Untuk menyamakannya dengan rasio dapat
dilihat dari panjang lengan rata-rata pasangan kromosom. Contoh, pada tabel 2
rata-rata panjang lengan pasangan kromosom A 1,13, jadi kromosom A
merupakan kromosom metasentrik dimana 1,13 terdapat pada jangkauam 1,0-1,7
pada rasio kromosom metasentrik.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa
ukuran panjang lengan kromosom dengan kromosom lainnya berbeda-beda.
Panjang kromosom satu dengan kromosom lain dapat menetukan kromosom
homolognya, contoh kromosom no.2 homolog dengan kromosom no. 10.
Untuk menetukan kelompok kromosom, ditentukan dengan rata-rata panjang
lengan pasangan kromosom.

B. SARAN
Dari pratikum yang telah dilakukan, disarankan kepada praktikan
selanjutnya agar dapat bekerja sama yang baik antar sesame anggota
kelompok dan melakukan pratikum dengan teliti dan sungguh-sungguh agar
lancarnya kegiatan praktikun yang dilakukan.

DAFTAR PUSTAKA
May, dkk. 2011. Genetika. Malang: Universitas Brawijaya Press
Pai, Anna.C 1992 Dasar Dasar Genetika, Jakarta: Erlangga
Suryo.1986 Genetika. Yogyakarta: Gajah Mada University
Suryo,2011 Genetika Manusia, Yogyakarta: gajah mada university
Yatim,Wildan.1996 Genetika, Bandung: Tarsito
JAWABAN PERTANYAAN
1. Gambarkan kromosom metasentrik, sub metasentrik, sub telosentrik dan
telosentrik jika panjang total lengan kromosom adalah 3 cm

Jawab:

2. Jelaskan apa saja kegunaan pembuatan kariotipe dan ideogram!


Jawab:
Menetukan kromosom homolog.
Untuk mendeteksi beberapa kelainan yang berhubungan dengan
struktur dan jumlah kromosom.

3. Mengapa kromosom yang terdapat di dalam sebuah sel tidak pernah sama
ukurannya?
Jawab:
Karena tiap kromosom menyimpan materigen yang berbeda.

4. Kapan fase terbaik pengamatan kromosom untuk tujuan analisis?


Mengapa?
Jawab:
Pada fase metaphase, karena pada saat itu bentuk kromosom akan terlihat
jelas dan ukuran yang stabil.
5. Apa yang menyebabkan pada saat metaphase kromosom memilki ukuran
yang stabil dibandingkan dengan ukuran kromosom pada fase lainnya?
Jawab:
Karena pada fase metafase kromosom terletak di tengah-tengah benang-
benang spindle dan akan memisahkan diri.

6. Kenap nama pasangan kromosom homolog yang diberikan oleh masing-


masing kelompok lainya berbeda?
Jawab:
Kembali kepada sifat gen yang ada didalam kromosom yaitu tiap materi
gen memilki bentuk dan susunan yang berbeda, oleh karena itu otomatis
bentuk kromosom juga akan berbeda.