Anda di halaman 1dari 28

Mata Kuliah : Kesehatan Reproduksi & Keluarga Berencana1

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat TuhanYang Maha Esa atas segala rahmatdan
berkatnya-Nya kami dapat menyelesaikan Modul Mata Kuliah Kesehatan Reproduksi
dan Keluarga Berencana yang berjudul Peran Dan Tugas Bidan Dalam PHC Untuk
Kesehatan Wanita Yang Menekankan Pada Aspek Pencegahan Penyakit Dan Promosi
Kesehatan.
Penyusunan modul ini dapat terselesaikan atas bantuan dan bimbingan dari
berbagai pihak. Oleh karena itu kami ingin menyampaikan rasa hormatdan terimakasih
kepada : Ibu Arihta Sembiring SST, M.Kes sebagai pembimbing materi ini yang telah
membimbing kami dalam menyelesaikan modul ini.
Kami merasa modul ini masih banyak kekurangan dalam penyusunannya.
Sehingga kami merasa perlu adanya saran dan masukan yang membangun dalam usaha
memperbaiki lebih lanjut. Akhir kata kami ucapkan terima kasih dan semoga
bermanfaat.

Medan, 20 September 2016

Kelompok 2

Peran Dan Tugas Bidan Dalam PHC Untuk Kesehatan Wanita Yang Menekankan Pada Aspek Pencegahan Penyakit Dan
Promosi Kesehatan
Mata Kuliah : Kesehatan Reproduksi & Keluarga Berencana2

D AFTAR I S I

KATA PENGANTAR............................................................................................ .
DAFTAR ISI........................................................................................................... .
PENDAHULUAN...........
Deskripsi Singkat.....................................................................................
Relevansi.................................................................................................
Tujuan Pembelajaran...............................................................................
Indikator Pembelajaran............................................................................
KEGIATAN BELAJAR 1 : Peran Dan Tugas Bidan Dalam PHC Untuk
Kesehatan Wanita Yang Menekankan Pada Aspek Pencegahan Penyakit Dan
Promosi Kesehatan
Uraian Materi...................................................................................
KEGIATAN BELAJAR 2 : Masalah Gizi
Uraian Materi.....
KEGIATAN BELAJAR 3 : Penyalahgunaan Obat
Uraian Materi......
Kegiatan Belajar 4 : Perkembangan Seksual Yang Menyimpang
Uraian Materi.........
KEGIATAN BELAJAR 5 : Female Genitalia Mutilation
Uraian Materi.........
KEGIATAN BELAJAR 6 : Faktor Sosial Budaya......................................
Uraian Materi.........
RANGKUMAN
TUGAS FORMATIF
KUNCI JAWABAN
DAFTAR PUSTAKA...

Peran Dan Tugas Bidan Dalam PHC Untuk Kesehatan Wanita Yang Menekankan Pada Aspek Pencegahan Penyakit Dan
Promosi Kesehatan
Mata Kuliah : Kesehatan Reproduksi & Keluarga Berencana3

PE T U J U K B E LAJ AR

Sebelum memulai mempelajari modul pembelajaran ini, dianjurkan agar


membaca doa terlebih dahulu menurut agama dan kepercayaan masing-masing agar
mendapat keberkatan ilmu.
1. Bacalah uraian dan contoh pada kegiatan belajar secara global. Tujuan untuk
mengetahui pokok-pokok pikiran yang diuraikan dalam kegiatan belajar ini.
2. Setelah anda mengetahui garis besar pokok-pokok pikiran dalam materi
uraian ini, baca sekali lagi secara lebih cermat. Membaca secara cermat
bertujuan untuk mengetahui pokok-pokok pikiran dari setiap sub pokok
bahasan.
3. Untuk memudahkan anda mencari kembali hal-hal penting seperti prinsip
dan konsep essensial, beri tanda pada konsep dan prinsip penting. Kemudian
anda cari hubungan antara konsep tersebut, sehingga anda memiliki konsep.
4. Bila anda merasa belum yakin dalam membaca uraian pada kegiatan belajar
ini, ulangi lagi membaca materi kegiatan belajar sekali lagi.
5. Pelajari cara menyelesaikan soal pada contoh-contoh soal yang diberikan
pada kegiatan belajar ini, caranya adalah sebagiai berikut ini :
a. Baca soal yang anda kerjakan
b. Analisis materi dalam soal ini dengan menuliskan apa-apa saja yang
diketahui dalam soal ini
c. Cari permasalahan atau pertanyaan dari soal tersebut
d. Buat kerangka rencan penyelesaian soal tersebut dengan menukiskan
konsep yang diperlukan dan cari hubungan antarkonsep tersebut
e. Tuliskan hasil jawaban anda pada akhir penyelesaian soal

PE N DAH U LUAN

Peran Dan Tugas Bidan Dalam PHC Untuk Kesehatan Wanita Yang Menekankan Pada Aspek Pencegahan Penyakit Dan
Promosi Kesehatan
Mata Kuliah : Kesehatan Reproduksi & Keluarga Berencana4

DESKRIPSI SINGKAT

Modul ini memberikan kemampuan kepada mahasiswa untuk mampu memberi


dukungan dengan menjelaskan dan meyakinkan pada setiap wanita tentang Peran Dan Tugas
Bidan Dalam PHC Untuk Kesehatan Wanita Yang Menekankan Pada Aspek Pencegahan
Penyakit Dan Promosi Kesehatan. Mahasiswa membantu setiap wanita untuk memahami Peran
Dan Tugas Bidan Dalam PHC Untuk Kesehatan Wanita Yang Menekankan Pada Aspek
Pencegahan Penyakit Dan Promosi Kesehatan.

RELEVANSI

Materi dalam modul ini berkaitan dengan mata kuliah Asuhan Kebidanan
Persalinan dan Bayi Baru Lahir dalam praktek kebidanan, Asuhan kebidanan nifas
dan menyusui, Asuhan kebidanan neonatus, bayi, balita dan anak prasekolah.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah menyelesaikan kegiatan belajar diharapkan mahasiswa dapat


memahami Peran Dan Tugas Bidan Dalam PHC Untuk Kesehatan Wanita Yang
Menekankan Pada Aspek Pencegahan Penyakit Dan Promosi Kesehatan.

INDIKATOR PEMBELAJARAN

Peran Dan Tugas Bidan Dalam PHC Untuk Kesehatan Wanita Yang Menekankan Pada Aspek Pencegahan Penyakit Dan
Promosi Kesehatan
Mata Kuliah : Kesehatan Reproduksi & Keluarga Berencana5

Mahasiswa mampu menjelaskan Peran Dan Tugas Bidan Dalam PHC Untuk
Kesehatan Wanita Yang Menekankan Pada Aspek Pencegahan Penyakit Dan Promosi
Kesehatan.

Peran Dan Tugas Bidan Dalam PHC Untuk Kesehatan Wanita Yang Menekankan Pada Aspek Pencegahan Penyakit Dan
Promosi Kesehatan
Mata Kuliah : Kesehatan Reproduksi & Keluarga Berencana6

Peran Dan Tugas Bidan Dalam PHC Untuk


Kesehatan Wanita Yang Menekankan Pada
Aspek Pencegahan Penyakit Dan Promosi
Kesehatan

URAIAN MATERI

Pengertian Primary Health Care, menurut deklarasi Alma Alta 1978, adalah sebagai
berikut:
Primary Health Care is essential health care, based on practical, scientifically
sound socially acceptable methods and technology made universally accessible
to individuals and families in the community, through their full participation and
at a cost that the community and the country can afford to maintain at every
stage of their development, in the spirit of self reliance and self determination

It forms and integral part both of the countrys health system, of which it is the
central function and its main focus, and of the overall social and economic
development of the community. It is the first level of contact of individuals, the
family and community with the national health system bringing health care as
close as possible to where people live and work, and constitutes the first element
of a continuing health care process.

Primary Health Care:


1. Menggambarkan keadaan social ekonomi, budaya dan politik masyarakat dan
berdasarkan penerapan hasil penelitian kesehatan-sosial-biomedis dan pelayanan
kesehatan masyarakat.
2. Ditujukan untuk mengatasi masalah utama kesehatan masyarakat dengan upaya
preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif.

3. Minimal mencakup: penyuluhan tentang masalah kesehatan utama dan cara


pencegahan dan pengendaliannya, penyediaan makanan dan peningkatan gizi,
penyediaan sanitasi dasar dan air bersih, pembinaan kesehatan ibu dan anak
termasuk keluarga berencana, imunisasi terhadap penyakit menular utama dan
penyegahan penyakit endemic, pengobatan penyakit umum dan cedera serta
penediaan obat esensial.

4. Melibatkan dan meningkatkan kerjasama lintas sector dan aspek-aspek


pembangunan nasional dan masyarakat di samping sector kesehatan, terutama
Peran Dan Tugas Bidan Dalam PHC Untuk Kesehatan Wanita Yang Menekankan Pada Aspek Pencegahan Penyakit Dan
Promosi Kesehatan
Mata Kuliah : Kesehatan Reproduksi & Keluarga Berencana7

pertanian, peternakan, industri makanan, pendidikan, penerangan, agama,


perumahan, pekerjaan umum, perhubungan dan sebagainya.

5. Membutuhkan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri serta masyarakat dalam


perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian PHC serta
penggunaan sumberdaya yang ada.

6. Ditunjang oleh system rujukan upaya kesehatan secara terpadu fungsional dan
timbal balik guna memberikan pelayanan secara menyeluruh, dengan
memprioritaskan golongan masyarakat yang paling membutuhkan.

7. Didukung oleh tenaga kesehatan professional dan masyarakat, termasuk tenaga


kesehatan tradisonal yang terlatih di bidang teknis dan social untuk bekerja
sebagai tim kesehatan yang mampu bekerja bersama masyarakat dan
membangunkan peran serta masyarakat.

A. Asuhan Kesehatan Reproduksi Pada Remaja


Defensisi Remaja
Remaja didefinisikan sebagai masa peralihan dari masa kanak-kanak ke
masa dewasa. Batasan usia remaja menurut WHO (badan PBB untuk kesehatan
dunia) adalah 12 sampai 24 tahun. Namun jika pada usia remaja seseorang
sudah menikah, maka ia tergolong dalam dewasa atau bukan lagi remaja.

Defenisi Kesehatan Reproduksi Remaja


Kesehatan reproduksi remaja adalah suatu kondisi sehat yang
menyangkut sistem, fungsi dan proses reproduksi yang dimiliki oleh remaja.
Pengertian sehat disini tidak semata-mata berarti bebas penyakit atau bebas dari
kecacatan namun juga sehat secara mental serta sosial kultural.

Pengetahuan Dasar Yang Perlu Diberikan Kepada Remaja


a. Pengenalan mengenai sistem, proses dan fungsi alat reproduksi (aspek
tumbuh kembang remaja)
b. Mengapa remaja perlu mendewasakan usia kawin serta bagaimana
merencanakan kehamilan agar sesuai dengan keinginnannya dan
pasanganya
c. Penyakit menular seksual dan HIV/AIDS serta dampaknya terhadap
kondisi kesehatan reproduksi
d. Bahaya narkoba dan miras pada kesehatan reproduksi
e. Pengaruh sosial dan media terhadap perilaku seksual
f. Kekerasan seksual dan bagaimana menghindarinya
g. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi termasuk memperkuat
kepercayaan diri agar mampu menangkal hal-hal yang bersifat negative
h. Hak-hak reproduksi
i. Manakala tubuh juga mengalami transisi, maka pada masa seperti ini,
remaja sangat perlu untuk benar-benar memperhatikan kondisi tubuh
terutama organ reproduksi yang banyak berkembang dalam fase ini.

Peran Dan Tugas Bidan Dalam PHC Untuk Kesehatan Wanita Yang Menekankan Pada Aspek Pencegahan Penyakit Dan
Promosi Kesehatan
Mata Kuliah : Kesehatan Reproduksi & Keluarga Berencana8

j. Anak-anak perempuan yang dulu hanya peduli untuk membersihkan


organ kewanitaannya begitu saja tanpa ada permasalahan yang lain, pada
masa remaja dan pubertas, organ kewanitaan anak gadis mulai
mengalami perubahan.
k. Tumbuhnya rambut-rambut halus disekitar organ intim juga perlu
diperhatikan sehingga kebersihanpun tetap terjaga, terutama setelah
buang air kecil maupun buang air besar. Cara mencuci pun harus perlu
diperhatikan dimana arah yang sesuai (menjauhi arah kemaluan) lebih
disarankan agar bakteri dan kotoran tidak kembali bersarang.
l. Organ kewanitaan memang patut benar-benar dijaga kebersihannya
terutama bagi yang tinggal di negara tropis semcam Indonesia. Produksi
keringat membuat daerah tersebut lembab dan merupakan kondisi yang
tepat untuk tumbuhnya jamur. Selain itu darah haid dan perubahan
hormon juga dapat merubah ekosistem organ kewanitaan.
m. Bekal pengetahuan seperti ini sangat mendasar dan penting yang
nantinya akan sangat berpengaruh pada perkembangan organ kewanitaan
pada remaja putri.
n. Kebersihan organ reproduksi juga harus diperhatikan oleh remaja pria.
Beberapa remaja pria tidak harus mengalami pemotongan kulit
pembungkus penis pada masa kanak-kanak yang sering dikenal dengan
sunatan, nah remaja pria yang memiliki organ intim seperti ini harus
tetap rajin membersihan organ intimnya dengan membersihkan daerah di
dalam lipatan kulit tersebut, karena apabila bagian di dalam lipatan kulit
tidak dibersihkan, potensi untuk tumbuhnya jamur dan hidupnya bakteri-
bakteri lain akan sangat besar.
o. Seringkali karena terburu-buru, para remaja pria juga tidak
memperhatikan keadaan sekitar saat mereka beraktivitas. Padahal
apabila salah sedikit saja dan organ intim mereka terantuk, terjepit
resleting ataupun terkena benda lain dengan cukup keras, organ intim
tersebut dapat mengalami cedera, pembengkakan yang akan dapat
berakibat fatal dikemudian hari bahkan sampai disfungsi ereksi.

Masalah-Masalah Kunci Dalam Kesehatan Remaja Dan Peran Bidan


a. Melakukan advokasi untuk memperoleh dukungan masyarakat terhadap
kesehatan reproduksi remaja.
b. Komponen-komponen program yang berhasil
c. Melibatkan kaum remaja dalam aktivitas yang bermakna
d. Pelayanan klinik yang ramah bagi remaja
e. Memberikan informasi dan pelayanan untuk para remaja
f. Kontrasepsi bagi remaja
g. HIV dan PMS di kalangan Remaja
h. Kehamilan dini dan kehamilan yang tidak diinginkan
i. Pendidikan seks berbasis sekolah
j. Masalah Gender Spesifik

B. Melibatkan Wanita Dalam Pengambilan Keputusan

Peran Dan Tugas Bidan Dalam PHC Untuk Kesehatan Wanita Yang Menekankan Pada Aspek Pencegahan Penyakit Dan
Promosi Kesehatan
Mata Kuliah : Kesehatan Reproduksi & Keluarga Berencana9

Secara umum dalam penanggulangan masalah remaja, peran bidan


adalah sebagai fasilitator dan konselor yang bisa dijadikan tempat untuk mencari
jawaban daari suatu permasalahan yang dihadapai oleh remaja, bidan harus
memiliki pengetahuan dan wawassan yang cukup.
Contoh peran yang bisa dilakukan adalah :
1. Mendengarkan keluhan remaja yang bermasalah, dengan tetap menjaga
kerahasiaan kliennya
2. Membangun komunikasi dengan remaja
3. Ikut serta dalam kelompok remaja
4. Melakukan penyuluhan-penyuluhan pada remaja berkaitan dengan
kespro
5. Memberikan informasi-informasi yang selengkap-lengkapnya pada
remaja sesuai dengan kebutuhannya

Kenyataan di tengah-tengah masyarakat seperti perilaku diskriminatf


terhadap perempuan. Masalah gender menjadi suatu permasalahan yang tidak
pernah tuntas dibahas sehingga pada akhirnya wanita tidak mempunyai hak
untuk mengambil keputusan terbaik yang berhubungan dengan dirinya.
Gender adalah pandangan masyarakat tentang perbedaan peran, fungsi
dan tanggung jawab, antara laki-laki dan perempuan yang merupakan hasil
konstruksi (kebiasaan sosial yang tumbuh dan disepakati dalam masyarakat)
sehingga dapat diubah sesuai dengan perkembangan zaman.
Bentuk-bentuk perilaku diskkriminatif terhadap perempuan :
1. Di nomor duakan dalam segala aspek kehidupan, yaitu pemberian
makanan bergizi sehari-hari, kesempatan untuk pendidikan, kerja dan
kedudukan
2. Keterbatasan dalam pengambilan keputusan yaitu untuk berKB,
pemilihan bidan untuk persalinan, pertolongans egera di RS
3. Terpaksa menikah di usia muda, tekanan ekonomi, dorongan orang tua
agar lepas dari beban keluarga
4. Tingkat pendidikan yang belum merata dan masih rendah yaitu informasi
tentang kespro sangat terbatas
Melibatkan wanita dalam pengambilan keputusan karena banyak ditemui
permasalahan-permasalahan, oleh karena itu dalam pengambilan keputusan dan
tindakan, wanita yang bersangkutan diikutsertakan, karena wanita memiliki
wewenang untuk memberikan informasi kesehatan serta gambaran tindakan
yang akan dilakukan.

Cara melibatkan wanita dalam pengambilan keputusan :


1. Memberikan informasi yang selengkap-lengkapnya tentang
permasalahan yang sesuai kebutuhan
2. Memberikan pandangan-pandangan tentang akibat dari keputusan
apapun yang akan diambilnya
3. Meyakinkan ibu untuk bertanggunggjawab terhadap keputuasan yang
akan diambilnya
4. Pastikan bahwa keputusan yang diambil ibu adalah yang terbaik
Peran Dan Tugas Bidan Dalam PHC Untuk Kesehatan Wanita Yang Menekankan Pada Aspek Pencegahan Penyakit Dan
Promosi Kesehatan
Mata Kuliah : Kesehatan Reproduksi & Keluarga Berencana10

5. Memberi dukungan pada ibu atas keputusan yang diambilnya

Peran Dan Tugas Bidan Dalam PHC Untuk Kesehatan Wanita Yang Menekankan Pada Aspek Pencegahan Penyakit Dan
Promosi Kesehatan
Mata Kuliah : Kesehatan Reproduksi & Keluarga Berencana11

MASALAH GIZI

URAIAN MATERI

Masa remaja menurut WHO adalah antara 10-24 tahun, sedangkan menurut
Hurlock (1990) membagi masa remaja menjadi masa remaja awal (13 hingga 16 atau 17
tahun) dan masa remaja akhir (16 hingga 17 atau 18 tahun). Masa remaja atau
adolescence adalah waktu terjadinya perubahan-perubahan yang berlangsungnya cepat
dalam hal pertumbuhan fisik, kognitif, dan psikososial atau tingkah laku. Usia remaja
merupakan usia peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Pada masa ini terjadi
kematangan seksual dan tercapainya bentuk dewasa karena pematangan fungsi
endokrin. Pada saat pematangan fisik, juga terjadi perubahan komposisi tubuh.
Masalah gizi yang terjadi pada remaja umumnya disebabkan oleh satu sumber
utama yaitu pola makan yang kurang tepat. Pola makan yang kurang tepat secara garis
besar dipengaruhi dua hal, antara lain faktor lingkungan dan faktor personal atau
individu dari remaja itu sendiri.
Perilaku makan yang kurang tepat dapat membawa dampak negative terhadap
kesehatan atau status gizi remaja.
Berikut beberapa masalah gizi yang dapat dialami oleh remaja :
1. Obesitas

Peran Dan Tugas Bidan Dalam PHC Untuk Kesehatan Wanita Yang Menekankan Pada Aspek Pencegahan Penyakit Dan
Promosi Kesehatan
Mata Kuliah : Kesehatan Reproduksi & Keluarga Berencana12

Obesitas didefinisikan sebagai suatu kelainan atau penyakit yang


ditandai dengan penimbunan jaringan lemak tubuh secara berlebihan. Untuk
menentukan obesitas diperlukan kriteria yang berdasarkan pengukuran
antropometri berupa pengukuran BB, TB ataupun LLA maupun pemeriksaan
laboratorik seperti pemeriksaan kadar kolesterol, LDL, HDL maupun trigliserid
dalam darah.
Obesitas pada masa anak berisiko tinggi menjadi obesitas dimasa dewasa
dan berpotensi mengalami penyakit metabolik dan penyakit degeneratif
dikemudian hari. Beberapa factor penyebab obesitas pada remaja dan anak-anak
diantaranya factor genetic yang cukup berperan dalam kejadian obesitas pada
anak. Seorang anak dengan kedua orang tua yang obesitas memiliki resiko 80%
juga akan menderita obesitas. Selain factor genetic, factor lingkungan seperti
gaya hidup, status social ekonomi, maupun letak geografis juga sangat
berpengaruh pada kejadian obesitas pada anak dan remaja.

Penanganannya :
a. Modifikasi diet
b. Latihan fisik

2. Anemia
Anemia karena kurang zat besi adalah masalah yang paling umum
dijumpai terutama pada perempuan. Zat besi diperlukan untuk membentuk sel-
sel darah merah, dikonversi menjadi hemoglobin, beredar ke seluruh jaringan
tubuh, berfungsi sebagai pembawa oksigen. Remaja perempuan membutuhkan
lebih banyak zat besi daripada laki-laki. Anemia, terjadi pula karena
peningkatan kebutuhan pada tubuh seseorang seperti pada saat menstruasi,
kehamilan, melahirkan, sementara zat besi yang masuk sedikit.
Agar zat besi yang diabsorbsi lebih banyak tersedia oleh tubuh, maka
diperlukan bahan makanan yang berkualitas tinggi. Seperti pada daging, hati,
ikan, ayam, selain itu bahan maknan yang tinggi vitamin C membantu
penyerapan zat besi.
Anemia pada anak sekolah dapat menyebabkan anak menjadi lemah,
kurang nafsu makan, menururnnya sistim imun tubuh serta gangguan pada
regenerasi sel. Selain itu, anemia pada remaja juga menurunkan fungsi kognitif
dan berpengaruh pada psikis serta prilaku. Hai ini dapat mengakibatkan
terjadinya penurunan prestasi belajar dan rendahnya kemampuan intelektualitas
anak hingga dapat berdampak pada kualitas sumberdaya manusia di Negara
tersebut.

Penanganannya :
a. Promosi atau kampanye tentang anemia kepada masyarakat luas
b. Anjuran konsumsi makanan kaya besi

3. Kekurangan Energi Ekonomis

Peran Dan Tugas Bidan Dalam PHC Untuk Kesehatan Wanita Yang Menekankan Pada Aspek Pencegahan Penyakit Dan
Promosi Kesehatan
Mata Kuliah : Kesehatan Reproduksi & Keluarga Berencana13

Kurang Energi Kronis (KEK) adalah suatu keadaan kekurangan


makanan dalam waktu yang lama sehingga menyebabkan ukuran Indeks Massa
Tubuhnya (IMT) di bawah normal (kurang 18,5 untuk orang dewasa) (persagi,
2009). Kurang energy kronis merupakan kondisi dimana seorang remaja
mengalami kekurangan makanan yang berlangsung menahun yang
mengakibatkan gangguan kesehatan dengan tanda-tanda seperti lemah dan
pucat.
Pada remaja badan kurus atau disebut Kurang Energi Kronis tidak selalu
berupa akibat terlalu banyak olah raga atau aktivitas fisik. Pada umumnya
adalah karena makan terlalu sedikit. Remaja perempuan yang menurunkan berat
badan secara drastis erat hubungannya dengan faktor emosional seperti takut
gemuk seperti ibunya atau dipandang lawan jenis kurang seksi.
Remaja dengan kurang energy kronis yang tidak ditanggulangi dengan
baik akan memiliki kecenderungan melahirkan bayi yang BBLR jika hamil. Dan
mengakibatkan ganguan metabolisme pada masa balita sang anak yang nantinya
akan menimbulkan resiko KEK saat sang anak menginjak masa remaja.

Penanganannya :
a. Makan makanan yang bervariasi dan cukup mengandung kalori dan
protein termasuk makanan pokok seperti nasi, ubi dan kentang setiap
hari dan makanan yang mengandung protein seperti daging, ikan, telur,
kacang-kacangan atau susu sekurang-kurangnya sehari sekali.
b. Meningkatkan program penyuluhan tentang gizi seimbang dan bagi
remaja lebih meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung
sumber zat besi seperti sayuran hijau potein hewani(susu, daging,telur)
dan penambahan suplemen zat besi sebaiknya juga memperhatikan gizi
dan pola makan sehari-harinya.

Peran Dan Tugas Bidan Dalam PHC Untuk Kesehatan Wanita Yang Menekankan Pada Aspek Pencegahan Penyakit Dan
Promosi Kesehatan
Mata Kuliah : Kesehatan Reproduksi & Keluarga Berencana14

PENYALAHGUNAAN
OBAT

URAIAN MATERI
Masalah penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja dan pelajar dapat
dikatakan sulit di atasi, karena penyelesaiannya melibatkan banyak faktor dan
kerjasama dari semua pihak yang bersangkutan, seperti pemerintah, aparat, masyarakat,
media massa, keluarga, remaja itu sendiri, dan pihak-pihak lain. Dikatakan,
penyalahgunaan narkoba terjadi karena korban kurang atau tidak memahami apa
narkoba itu sehingga dapat dibohongi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab
(pengedar). Keluarga, orang tua tidak tahu atau kurang memahami hal-hal yang
berhubungan dengan narkoba sehingga tidak dapat memberikan informasi atau
pendidikan yang jelas kepada anak-anaknya akan bahaya narkoba. Kurangnya
penyuluhan dan informasi di masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.
Untuk itu penyuluhan dan tindakan edukatif harus direncanakan, diadakan dan
dilaksanakan secara efektif dan intensif kepada masyarakat yang disampaikan dengan
sarana atau media yang tepat untuk masyarakat.
Narkoba (Narkoba dan Obat/Bahan Berbahaya), disebut juga NAPZA
(Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lain) adalah obat bahan atau zat bukan
makanan yang jika diminum, diisap, dihirup, ditelan, atau disuntikan, berpengaruh pada
kerja otak yang bila masuk kedalam tubuh manusia akan mempengaruhi tubuh
terutama otak (susunan saraf pusat), sehingga menyebabkan gangguan kesehatan fisik,
psikis, dan fungsi sosialnya karena terjadi kebiasaan, ketagihan (adiksi) serta
ketergantungan (dependensi) terhadap NAPZA tersebut. Berdasarkan jenisnya narkoba
dapat menyebabkan; perubahan pada suasana hati, perubahan pada pikiran dan
perubahan perilaku. (Lydia Herlina Martono dan Satya Joewana, 2008 : 26)

Peran Dan Tugas Bidan Dalam PHC Untuk Kesehatan Wanita Yang Menekankan Pada Aspek Pencegahan Penyakit Dan
Promosi Kesehatan
Mata Kuliah : Kesehatan Reproduksi & Keluarga Berencana15

Dalam Penyalahgunaan Narkotika dan Psikotropika ada istilah Abuse atau


Drugabuse, istilah ini berasal dari bahasa Inggris. Drug artinya obat Abuse menyalah
gunakan obat-obatan narkotika, Kadang istilah ini berbunyi drug abuse. Abuser
adalah orang yang menyalahgunaan obat-narkotika. Pada dasarnya penyalahgunaan
narkotika dan psikotropika dianggap terjadi jika memenuhi alasan atau kriteria sebagai
berikut :
a. Apabila dalam pelaksanaannya penggunaan Narkotika dan Psikotropika tanpa
resep dokter resmi.
b. Penggunaannya tanpa pengawasan dokter
c. Dokternya malpraktik atau kurang hati-hati memakai narkotika
d. Atau kurang memiliki ilmu yang dalam tentang penggunaan narkotika.
(Sitanggang, 1981 : 15-22).
Penyalahgunaan narkoba akan mengakibatkan kecanduan yang sangat berbahaya bagi si
pelaku, ada beberapa sifat kecanduan dari pemakai narkoba yaitu :
a. Pertama, terdapat keinginan atau keharusan untuk meneruskan pemakaian obat
atau narkotika. Keinginan atau keharusan meneruskan pemakaian ini membuat
si pecandu berusaha dengan segala cara untuk memperoleh obat/narkotika.
b. Kedua, ialah menambah takaran narkotik. Makin lama makin bertambah takaran
yang digunakan. Bertambahnya jumlah dosis atau takaran itu bukanlah untuk
mendapat pengaruh yang lebih besar, tetapi takaran itu bertambah hanya untuk
memperoleh pengaruh atau efek yang sama.
c. Ketiga, kecanduan ialah ketergantungan yang dalam istilah bahasa asing disebut
dependence. Ketergantungan inilah yang paling berbahaya. (Sitanggang, 1981 :
22).

KEGIATAN PERKEMBANGAN SEKSUAL


Peran Dan Tugas Bidan Dalam PHC Untuk Kesehatan Wanita Yang Menekankan Pada Aspek Pencegahan Penyakit Dan
YANG MENYIMPANG Promosi Kesehatan
BELAJAR 4
Mata Kuliah : Kesehatan Reproduksi & Keluarga Berencana16

URAIAN MATERI

A. Definisi
Perkembangan Seksual
Banyak hal yang berubah dari diri remaja ketika memasuki fase pubertas seperti
perubahan fisik serta tingkah laku. Remaja juga memproduksi hormon dalam jumlah
yang banyak, hal ini membuat perilaku dan emosi yang berlebihan. Dengan adanya
perubahan tersebut rasa keingintahuan remaja cenderung meningkat, terutama
mengenai masalah seksualitas. Remaja menjadi tertarik untuk mengetahui tentang
dirinya sendiri maupun lawan jenis. Perkembangan perilaku seksual yang berhubungan
dengan pergaulan sosial remaja, terasa kuatnya dorongan bagi mereka untuk mendekati
lawan jenis mereka terutama pada pertengahan remaja dan akhir remaja awal
(Mappiare, 1982 : 51).

Penyimpangan seksual
Penyimpangan seksual adalah aktivitas seksual yang ditempuh seseorang untuk
mendapatkan kenikmatan seksual dengan tidak sewajarnya. Biasanya, cara yang
digunakan oleh orang tersebut adalah menggunakan obyek seks yang tidak wajar.
Penyebab terjadinya kelainan ini bersifat psikologis atau kejiwaan, seperti pengalaman
sewaktu kecil, dari lingkungan pergaulan, dan faktor genetik.

B. Macam macam bentuk penyimpangan sosial


1. Seks bebas
Seks bebas ini dilakukan dengan pasangan atau pacar yang berganti-ganti. Seks
bebas pada remaja ini ( dibawah usia 17 tahun ) secara medis selain dapat memperbesar
kemungkinan terkena infeksi menular seksual dan virus HIV ( Human Immuno
Deficiency Virus ),juga dapat merangsang tummbuhnya sel kanker pada rahim remaja
perempuan . (Setyaningrum, 2014: 44)

Dampak seks bebas


Dampak perilaku seks bebas remaja pranikah terhadap kesehatan reproduksi :

Peran Dan Tugas Bidan Dalam PHC Untuk Kesehatan Wanita Yang Menekankan Pada Aspek Pencegahan Penyakit Dan
Promosi Kesehatan
Mata Kuliah : Kesehatan Reproduksi & Keluarga Berencana17

a. Hamil yang tidak dikehendaki ( unwanted pregnancy )


b. Penyakit menular seksual (PMS) , HIV/AIDS
c. Psikologis

Penanggulangan Dampak Seks Bebas


Beberapa upaya preventif yang bias dilakukan untuk penanggulangan dampak seks
bebas :
a. Pendidikan agama dan akhlak
b. Pendidikan seks dan reproduksi
c. Bimbingan orang tua
d. Meningkatkan aktivitas remaja kedalam program yang produktif

2. Sodomi
Sodomi adalah hubungan seks yang dilakukan melalui anus . Anus hamper dapat
disamakan dengan lubang vagina karena memiliki rectum , yaitu bagian usus besar
yang terletak dekat anus.

3. Homoseksual / Lesbian /Biseksual


Homoseksualitas adalah rasa ketertarikan romantic dan atau seksual atau
perilaku antara individu berjenis kelamin atau gender yang sama.

4. Incest
Incest adalah hubungan seksual yang terjaadi antara anggota keluarga. Anggota
yang dimaksud adalah anggota keluarga yang mempunyai hubungan pertalian darah.

5. Pedofilia
Pedofilia adalah perilaku orang dewasa yang mendapatkan kepuasan seksual
dengan melakukan persetubuhan dengan anak-anak kecil.
(Setyaningrum, 2014: 44)

KEGIATAN FEMALE GENITALIA


MUTILATION
BELAJAR 5
Peran Dan Tugas Bidan Dalam PHC Untuk Kesehatan Wanita Yang Menekankan Pada Aspek Pencegahan Penyakit Dan
Promosi Kesehatan
Mata Kuliah : Kesehatan Reproduksi & Keluarga Berencana18

URAIAN MATERI

Defenisi FGM meliputi seluruh proseur pemotongan sebagian atau seluruh


genitalia eksterna atau bentuk perlukaan lain pada genitalia perempuan, baik untuk
alasan budaya maupun alasan non pengobatan (WHO, 1998).
Sunat atau khitan bagi perempuan dilakukan berbeda-beda, dapat hanya sebatas
membasuh ujung klitoris, menusuk ujung klitoris dengan jarum, membuang sebagian
klitoris, membuang seluruh klitoris, dan membuang labia minora serta seluruh klitoris
(Kariem E.Z 2006).

Tipe-tipe FGM :
1. Tipe I (clitoridotomy)
Yaitu eksisi dari permukaan klitoris, dengan atau tanpa eksisi sebagian
atau seluruh klitoris.
2. Tipe II (clitoridectomy)
Yaitu eksisi klitoris dengan disertai eksisi sebagian atau total dari labia
minora.
3. Tipe III (infundilation)
Yaitu eksisi sebagian atau seluruh bagian genitalia eksterna dan
penjahitan untuk menyempitkan mulut vulva.
4. Tipe IV (tidak terklasifikasi)
Yaitu menusuk dengan jarum baik di permukaan saja ataupun sampai
menembus.

Komplikasi :
1. Komplikasi Jangka Pendek

Peran Dan Tugas Bidan Dalam PHC Untuk Kesehatan Wanita Yang Menekankan Pada Aspek Pencegahan Penyakit Dan
Promosi Kesehatan
Mata Kuliah : Kesehatan Reproduksi & Keluarga Berencana19

Komplikasi yang bisa segera terjadi adalah nyeri berat, syok (kesakitan
karena tanpa anestesi atau perdarahan), perdarahan, tetanus, sepsis, retensi
urine, ulserasi pada daerah genital, dan perlukaan pada jaringan sekitarnya.
Perdarahan massif dan infeksi bisa menjadi penyebab kematian. Penggunaan
alat bersama untuk beberapa orang tanpa sterilisasi sesuai prosedur, dapat
menjadi sumber infeksi dan media transmisi penularan penyakit, seperti HIV
dan hepatitis.
2. Komplikasi Jangka Panjang
Dampak jangka panjang termasuk timbulnya kista dan abses, keloid dan cacat
serta kesulitan saat melahirkan.
Nyeri berkepanjangan
Kesulitan atau gangguan menstruasi
Infeksi saluran kemih kronis
Fistula (vesico-vagina, recto-vagina)
Inkontinensi (beser)
Radang panggul kronis
Kemandulan disfungsi seksual
Kesulitan saat hamil dan bersalin
Meningkatkan resiko tertular HIV

Alasan Pelaksanaan Sunat Perempuan :


1. Psikoseksual
Diharapkan pemotongan klitoris akan mengurangi libido pada
perempuan, mengurangi/menghentikan masturbasi, menjaga kesucian dan
keperawanan sebelum menikah, kesetiaan sebagai istri, dan meningkatkan
kepuasan seksual bagi laki-laki.
2. Psikologi
Sunat dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan sensitivitas
jaringan di daerah genital, terutama klitoris, guna mengurangi gairah seks
perempuan, menjaga keperawanan sebelum menikah, dan agar tetap setia dalam
pernikahan.

Peran Dan Tugas Bidan Dalam PHC Untuk Kesehatan Wanita Yang Menekankan Pada Aspek Pencegahan Penyakit Dan
Promosi Kesehatan
Mata Kuliah : Kesehatan Reproduksi & Keluarga Berencana20

3. Sosiologi
Melanjutkan tradisi, menghilangkan hambatan atau kesialan bawaan,
masa peralihan pubertas atau wanita dewasa, perekat sosial, lebih terhormat.
4. Hygiene dan estetik
Organ genitalia eksternal dianggap kotor dan tidak bagus bentuknya, jadi
sunat dilakukan untuk meningkatkan kebersihan dan keindahan.

KEGIATAN FAKTOR SOSIAL


BELAJAR 6 BUDAYA
Peran Dan Tugas Bidan Dalam PHC Untuk Kesehatan Wanita Yang Menekankan Pada Aspek Pencegahan Penyakit Dan
Promosi Kesehatan
Mata Kuliah : Kesehatan Reproduksi & Keluarga Berencana21

URAIAN MATERI

Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan
pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya sesuai dengan hakikat
masyarakat yang ingin selalu mengalami perubahan. Hirschman mengatakan bahwa
kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan.
Faktor-faktor perubahan sosial budaya terbagi menjadi dua, yaitu faktor yang
mendorong dan faktor yang menghambat.
Faktor-faktor yang mendorong perubahan sosial budaya antara lain:
1. Kontak dengan kebudayaan lain, orang yang sering kontak dengan budaya lain
akan lebih cepat dan mudah untuk terpengaruh budaya lain.
2. Sistem pendidikan formal yang maju, di zaman modren sekarang ini pendidikan
formal sangatlah diperlukan, pendidikan formal yang dilakukan di sekolah
diharapkan bisa membentuk cendekia dan cendikiawan yang berfikir inofativ
yang berlandaskan dengan ketaqwaan agar semua bisa menghasilkan sesuatu
yang bernilai positif.

3. Toleransi, masyarakat yang bertoleransi akan mudah menerima perubahan sosil


budaya yang positif maupun yang negatif asalkan perubahan sosial budaya itu
tidak melanggar hukum.

4. Masyarakat yang heterogen lebih mudah untuk mengalami perubahan sosial


budaya, dikarenakan masyarakat yang heterogen itu berbasis latar belakang ras,
agama dan ideologi yang beragam, hal itu bisa menimbulkan pertentangan-
pertentangan yang mengundang perubahan.

Faktor-faktor yang menghambat perubahan sosial budaya antara lain:


1. Kurang berhubungan dengan masyarakat lain, hal ini dikarenakan masyarakat
tinggal ditempat yang terpencil dr masyarakat yang modren.
2. Perkembangan ilmu pendidikan yang terlambat, hal ini dikarenakan masyarakat
tersebut bertempat tinggal dilahan yang terpencil.

3. Sikap masyarakat yang tradisional, hal ini dikarenakan masyarakat mengagung-


agungkan tradisi yag diturunkan oleh nenek moyangnya dan beranggapan tradisi
tidak bisa diubah sampai kapan pun.

4. Adat istiadat (kebiasaan). Adat istiadat atau kebiasaan merupakan pola perilaku
anggota masyarakat dalam memenuhi semua kebutuhan pokoknya. Jika

Peran Dan Tugas Bidan Dalam PHC Untuk Kesehatan Wanita Yang Menekankan Pada Aspek Pencegahan Penyakit Dan
Promosi Kesehatan
Mata Kuliah : Kesehatan Reproduksi & Keluarga Berencana22

kemudian pola-pola perilaku tidak lagi efektif memenuhi kebutuhan pokok,


maka akan muncul krisis adat atau kebiasaan, yang mencakup bidang
kepercayaan, sistem pencaharian, pembuatan rumah dan cara berpakaian

Peran Dan Tugas Bidan Dalam PHC Untuk Kesehatan Wanita Yang Menekankan Pada Aspek Pencegahan Penyakit Dan
Promosi Kesehatan
Mata Kuliah : Kesehatan Reproduksi & Keluarga Berencana23

R AN G K U M AN

1. Primary Health Care:


Menggambarkan keadaan social ekonomi, budaya dan politik
masyarakat dan berdasarkan penerapan hasil penelitian kesehatan-sosial-
biomedis dan pelayanan kesehatan masyarakat.
Ditujukan untuk mengatasi masalah utama kesehatan masyarakat dengan
upaya preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif.
2. Remaja didefinisikan sebagai masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa
dewasa. Batasan usia remaja menurut WHO (badan PBB untuk kesehatan
dunia) adalah 12 sampai 24 tahun. Namun jika pada usia remaja seseorang
sudah menikah, maka ia tergolong dalam dewasa atau bukan lagi remaja.
3. Kesehatan reproduksi remaja adalah suatu kondisi sehat yang menyangkut
sistem, fungsi dan proses reproduksi yang dimiliki oleh remaja. Pengertian
sehat disini tidak semata-mata berarti bebas penyakit atau bebas dari kecacatan
namun juga sehat secara mental serta sosial kultural.
4. Contoh peran yang bisa dilakukan dalam melibatkan wanita dalam pengambilan
keputusan adalah :
Mendengarkan keluhan remaja yang bermasalah, dengan tetap menjaga
kerahasiaan kliennya
Membangun komunikasi dengan remaja
Ikut serta dalam kelompok remaja
Melakukan penyuluhan-penyuluhan pada remaja berkaitan dengan
kespro
Memberikan informasi-informasi yang selengkap-lengkapnya pada
remaja sesuai dengan kebutuhannya
5. Masalah gizi pada remaja :
Obesitas
Anemia
Kekurangan energy ekonomis
6. Dikatakan, penyalahgunaan narkoba terjadi karena korban kurang atau tidak
memahami apa narkoba itu sehingga dapat dibohongi oleh pihak yang tidak
bertanggung jawab (pengedar).
7. Penyimpangan seksual adalah aktivitas seksual yang ditempuh seseorang untuk
mendapatkan kenikmatan seksual dengan tidak sewajarnya.

Peran Dan Tugas Bidan Dalam PHC Untuk Kesehatan Wanita Yang Menekankan Pada Aspek Pencegahan Penyakit Dan
Promosi Kesehatan
Mata Kuliah : Kesehatan Reproduksi & Keluarga Berencana24

8. Macam-macam bentuk penyimpangan social :


Seks bebas
Sodomi
Homoseksual
Incest
Pedofilia
9. Defenisi FGM meliputi seluruh proseur pemotongan sebagian atau seluruh
genitalia eksterna atau bentuk perlukaan lain pada genitalia perempuan, baik
untuk alas an budaya maupun alas an non pengobatan.
10. Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan
pola budaya dalam suatu masyarakat.
11. Faktor-faktor yang mendorong perubahan sosial budaya antara lain:
Kontak dengan kebudayaan lain
Sistem pendidikan formal yang maju
Toleransi

Masyarakat yang heterogen lebih mudah untuk mengalami perubahan


sosial budaya

Peran Dan Tugas Bidan Dalam PHC Untuk Kesehatan Wanita Yang Menekankan Pada Aspek Pencegahan Penyakit Dan
Promosi Kesehatan
Mata Kuliah : Kesehatan Reproduksi & Keluarga Berencana25

TUGAS FORMATIF

1. Masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa disebut


a. Orangtua
b. Remaja
c. Pra dewasa
d. Balita
e. Dewasa
2. Suatu kondisi sehat yang menyangkut sistem, fungsi dan proses reproduksi yang
dimiliki oleh remaja disebut
a. Kesehatan reproduksi wanita
b. Kesehatan reproduksi anak-anak
c. Kesehatan reproduksi remaja
d. Kesehatan reproduksi dewasa
e. Kesehatan reproduksi wanita remaja
3. Masa remaja awal dimulai dari umur
a. 13 hingga 17 tahun
b. 13 hingga 16 tahun
c. 13 hingga 15 tahun
d. 13 hingga 14 tahun
e. 13 tahun
4. Masa remaja akhir dimulai dari umur
a. 16 hingga 20 tahun
b. 16 hingga 19 tahun
c. 16 hingga 18 tahun
d. 16 hingga 17 tahun
e. 16 tahun
5. Orang yang menyalahgunaan obat-narkotika disebut ...
a. Drug abuse
b. Narapidana
c. Pemakai
d. Abuser
e. Sakau
6. Sifat kecanduan dari pemakai narkoba yaitu ...
a. Peduli dengan dirinya sendiri
b. Takut kepada Tuhan
c. Tidak ingin menggunakan obat-obatan terlarang
d. Tidak ingin mencuri
e. Terdapat keinginan atau keharusan untuk meneruskan pemakaian obat atau
narkotika
7. Aktivitas seksual yang ditempuh seseorang untuk mendapatkan kenikmatan seksual
dengan tidak sewajarnya disebut

Peran Dan Tugas Bidan Dalam PHC Untuk Kesehatan Wanita Yang Menekankan Pada Aspek Pencegahan Penyakit Dan
Promosi Kesehatan
Mata Kuliah : Kesehatan Reproduksi & Keluarga Berencana26

a. Hiperseks
b. Penyimpangan seksual
c. Penyimpangan HAM
d. Penyimpangan yang wajar
e. Semua jawaban benar
8. Prosedur pemotongan sebagian atau seluruh genitalia eksterna atau bentuk
perlukaan lain pada genitalia perempuan disebut
a. FBM
b. FGN
c. FGM
d. FMG
e. FMB
9. Eksisi sebagian atau seluruh bagian genitalia eksterna dan penjahitan untuk
menyempitkan mulut vulva disebut
a. Clitoridotomy
b. Clitoridectomy
c. Tubektomi
d. Vasektomi
e. Infundilation
10. Sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat
disebut ...
a. Perubahan budaya setempat
b. Perubahan masyarakat
c. Perubahan manusia
d. Perubahan sosial budaya tiba-tiba
e. Perubahan sosial budaya

KUNCI JAWABAN

1. B

Peran Dan Tugas Bidan Dalam PHC Untuk Kesehatan Wanita Yang Menekankan Pada Aspek Pencegahan Penyakit Dan
Promosi Kesehatan
Mata Kuliah : Kesehatan Reproduksi & Keluarga Berencana27

2. C
3. A
4. C
5. D
6. E
7. B
8. C
9. E
10. E

DAFTAR PUSTAKA

Peran Dan Tugas Bidan Dalam PHC Untuk Kesehatan Wanita Yang Menekankan Pada Aspek Pencegahan Penyakit Dan
Promosi Kesehatan
Mata Kuliah : Kesehatan Reproduksi & Keluarga Berencana28

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/05/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-
perubahan-sosial-budaya-2/

http://id.wikipedia.org/wiki/Perubahan_sosial_budaya

Peran Dan Tugas Bidan Dalam PHC Untuk Kesehatan Wanita Yang Menekankan Pada Aspek Pencegahan Penyakit Dan
Promosi Kesehatan

Anda mungkin juga menyukai