Anda di halaman 1dari 3

PASIEN

Datang UPU INTEGR SERAY


Sendiri ASI U

Baru Lama
mengisi form Menyerahkan Membawa
pendaftaran serta
menyerahkan
Kartu Kontrol rujukan dari
identitas diri (KTP) dokter/coass
pasien mendapat
kartu kontrol

Informasi Pra
Test/Pengisian

Inform Concent

Konseling Pra Test

SETUJU TIDAK SETUJU

Ambil darah Menandatanag


Dites darah ani inform
pemberian hasil consent
penolakan

KONSELING
PASCA TES

NEGATIF POSITIF

Pesan Beri dukungan


pencegahan Di rujuk ke
Pesan untuk tes Margono
ulang bagi
populasi kunci
anjuran untuk tes
PROPOSAL KEGIATAN STUDY BANDING KE RS Banyumas
A. Latar Belakang Masalah
Seperti yang kita ketahui bersama AIDS adalah suatu penyakit yang
belum ada obatnya dan belum ada vaksin yang bisa mencegah
serangan virus HIV AIDS, sehingga penyakit ini merupakan salah satu
penyakit yang sangat berbahaya bagi kehidupan manusia baik
sekarang maupun waktu yang akan datang. Selain itu AIDS juga dapat
menimbulkan penderitaan baik dari segi fisik maupun segi mental.
Dari segi fisik,penderitaan itu mungkin tidak terlihat secara langsung
karena gejalanya baru dapat kita lihat setelah beberapa bulan.Tapi
dari segi mental orang yang mengetahui dirinya mengidap HIV AIDS
akan merasakan penderitaan batin yang berkepanjangan. Semua itu
menunjukan bahwa masalah AIDS adalah masalah yang besar bagi
kehidupan kita semua.

Di dunia kasus HIV AIDS dari tahun ketahun semakin meningkat,


Indonesia sendiri sudah menjadi urutan ke 5 di Asia yang paling
beresiko HIV AIDS. Oleh karenanya untuk menekan jumlah kematian
dan menjaga kesehatan penderita perlu didirikan klinik VCT HIV AIDS.
VCT merupakan pintu masuk penting untuk pencegahan dan
perawatan HIV. Proses konseling pra testing, konseling post testing dan
testing HIV secara sukarela yang bersifat confidential dan secara lebih
dini membantu orang mengetahui status HIV. Konseling pra testing
memberikan pengetahuan tentang HIV dan manfaat testing,
pengambilan keputusan untuk testing,dan perencanaan atas isue HIV
yang akan dihadapi. Konseling post testing membantu seseorang
untuk mengerti dan menerima status HIV dan merujuk pada layanan
dukungan.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, RSGMP USOED berencana


menyelenggarakan pelayanan VCT HIV AIDS, guna membantu
masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai HIV/AIDS. Untuk
itu, pokja MDGS berencana melakukan kegiatan study Banding Ke RS
Banyumas. Dengan melakukan kegiatan study banding ke RS
Banyumas diharapkan dapat menjadi acuan pokja kami dalam
mengembangkan pelayanan VCT HIV AIDS di Rumah Sakit Gigi dan
Mulut Pendidikan UNSOED.

B. TUJUAN
1. Meningkatkan serta menambah wawasan tentang VCT HIV AIDS
sehingga nantinya diharapkan dapat digunakan sebagai bahan
pertimbangan atau acuan pelayanan VCT HIV AIDS di RS Gigi dan
Mulut UNSOED.
2. Menjialin Kerjasama / jejaring sosial ke sesama pemberi pelayanan
HIV AIDS,

C. Waktu dan Tempat


Hari/ Tanggal :
Tempat : RSUD Banyumas
D. Bentuk Kegiatan
Metode yang digunakan dalam kegiatan study Banding ini berupa
wawancara serta kegiatan yang bersifat edukasi seputar VCT HIV
AIDS.

E. PENYELENGGARA
Kegiatan ini di selenggarakan oleh POKJA MDGS RS Gigi dan Mulut
Pendididkan UNSOED,

F. SUMBER DANA
Sumber dana Kegiatan ini diperoleh dari anggaran.................

G. Penutup
Demikian proposal study banding kami buat,dukugan dan partisipasi
kami harapkan demi kelancaran dan kesuksesan kegiatan ini. Atas
perhatian dan partisipasinya saya ucapkan terimakasih.