Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Negara Indonesia. Bahasa
Indonesia juga merupakan alat pemersatu bangsa. Bahasa Indonesia berkembang
dari bahasa Melayu yang mengalami beberapa perubahan. Sebagai bahasa
nasional yang patut dijaga kelestariannya, tidak mengherankan jika sampai saat
ini bahasa Indonesia masih tetap menjadi salah satu mata pelajaran wajib di
sekolah-sekolah, baik di sekolah dasar, sekolah menengah pertama, maupun
sekolah menengah atas.
Di sekolah-sekolah, pada umumnya pengajaran bahasa Indonesia
diberikan kepada siswa yang mencakup beberapa aspek yaitu keterampilan
menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan
menulis. Seorang siswa dikatakan terampil berbahasa apabila siswa telah mampu
menguasai keempat keterampilan diatas.
Membaca merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia
sehari-hari. Dengan membaca manusia akan mendapat informasi-informasi yang
dapat menambah wawasannya. Oleh karena itu, membaca perlu mendapat
perhatian kita bersama dan juga perlu ditingkatkan.
Dalam upaya peningkatan minat baca tentunya tidak terlepas dari
factor yang mampu menunjang hal tersebut. Salah satunya yaitu melalui peranan
perpustakaan.
Kita ketahui bersama bahwa perpustakaan adalah suatu ruang yang
digunakan untik menyimpan buku dan terbitan lain yang biasanya disimpan
menurut tata susunan tertentu untuk digunakan pembaca. Dari fungsi inilah
perpustakaan selalu dikaitkan dengan buku-buku, sedangkan buku dikaitkan
dengan kegiatan membaca maka perpustakaan pun selalu dikaitkan dengan
kegiatan membaca.
Perpustakaan sebagai sarana pendidikan memberi andil yang besar
terutama dalam penyediaan buku dan bahan bacaan serta sebagai tempat
pendidikan formal maupun informal. Penyediaan bahan-bahan bacaan dari

1
perpustakaan ini merupakan sarana yang sangat penting dalam upaya
meningkatkan minat baca.
Selain penyediaan bahan-bahan bacaan, untuk meningkatkan minat
baca, perpustakaan juga perlu memperhatikan dan melakukan upaya-upaya lain
yang juga mampu menumbuhkan dan meningkatkan minat baca.
Berdasar pada latar belakang diatas maka penulis berkeinginan untuk
mencari dan meneliti upaya apa yang dapat dilakukan perpustakaan untuk
meningkatkan minat baca.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasar pada latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka
permasalahan yang ingin dicari jawabannya yaitu :
a. Bagaimana cara membaca yang baik ?
b. Bagaimana pengaruh dan peranan perpustakaan terhadap minat baca ?
c. Upaya apa yang dapat dilakukan perpustakaan untuk menumbuhkan dan
meningkatkan minat baca ?

1.3 Tujuan
Penyusunan karya tulis ini dilakukan dengan tujuan sebagai berikut :
a. Untuk mengetahui bagaimana cara membaca yang baik.
b. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh dan peranan perpustakaan
terhadap minat baca.
c. Untuk mengetahui upaya-upaya apa yang yang dapat dilakukan
perpustakaan untuk menumbuhkan dan meningkatkan minat baca.

1.4 Manfaat
Adapun manfaat yang diharapkan melalui penulisan karya tulis ini
yaitu :
a. Bagi Penulis
1) Melalui penulisan ini diharapkan keterampilan penulis akan
bertambah

2
2) Diharapkan akan dapat menggugah penulis untuk terus
membuat karya tulis baik melalui penelitian maupun nonpenelitian.
b. Bagi Masyarakat
1) Melaui penulisan ini diharapkan agar nantinya minat baca
masyarakat menjadi meningkat.
2) Meningkatkan pengetahuan masyarakta tentang pentingnys
perpustakaan dalam upaya meningkatkan minat baca.

3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Perpustakaan
2.1.1 Pengertian Perpustakaan
Asal kata perpustakaan dapat dibagi menjadi dua yaitu :
Pertama, perpustakaan berasal dari bahasa latin “liber” yang artinya buku.
Dari bahasa itu munculah istilah “librarium”, yang artinya temtap menyimpan
buku. Dari kata itulah kemudian muncul istilah dalam bahasa inggris yang sering
kita kenal yaitu “library”.
Kedua, perkataan ituberasalo dari bahasa Yunani “byblos” atau “bibilios”
yang kemudian menjadi biblion yang artinya “buku”. Kata biblion itu kemudian
mendatap akhiran theke yang artinya lemari atau tempat penyimpanan. Jadi kata
bibiliotheke artinya lemari buku atau koleksi buku.
Dari keterangan diatas maka pengertian perpustakaan :
a. Perpustakaan ialah tempat atau kumpulan buku-buku yang teratur, rapi, dan
sistematis.
b. Perpustakaan ialah kumpulan buku atau suatu koleksi buku yang
dipergunakan untuk kepentingan seseorang. Disini mungkin buku-bukunya
tidak tersusun.
c. Perpustakaan ialah suatu seri buku yang sama ukuran dan format
(bentuk)nya yang dikeluarkan oleh suatu badan dam waktu yang sama tetapi
pengarangnya berbeda.
d. Perpustakaan ialah suatu daftar buku-buku yang dipergunakan untuk
mengarang atau bahan bacaan yang dianjurkan untuk memperdalam bahasa
dalam bukunya. Umumnya disebut bibiliografi, daftra bacaan atau referensi.

4
2.1.2 Unsur-Unsur Perpustakaan
Unsur-unsur perpustakaan ada lima yaitu :
a. Buku
b. Buku merupakan unsure terpenring dalam perpustakaan. Buku dalam
sebuah perpustakaan jumlah dan jenisnya beragam tergantung pada
perpustakaan itu sendiri.
c. Kesatuan Teratur/Organisasi
Sebuah perpustakaan tentulah memiliki perangkat-perangkat untuk
dapat melaksanakan dan menjalankan fungsinya. Adapun susunan
organisasi secara umum yaitu :
1) Sekretariat yaitu bagian yang berfungsi membina perpustakaan dan
keuangan pegawai serta anggotanya.
2) Bagian Referensi dan Dokumentasi biasanya disimpan buku-buku
yang tidak dipinjamkan, tapi boleh dibaca di tempat.
3) Bagian Sirkulasi menangani buku-buku yang dipinjamkan ke para
anggota.
4) Bagian Penjilidan/Penerbitan mengurusi buku-buku yang rusak
atau menerbitkan buku-buku untuk penerangan kepada peminat.
d. Tempat/Gedung
Tempat/Gedung merupakan unsure perpustakaan yang penting pula,
tanpa adanya Gedung, perpustakaan tidak akan dapat berdiri.

2.1.3 Jenis Perpustakaan


Pada hakikatnya setiap perpustakaan memiliki sejarah yang berbeda-
beda. Karena sejarahnya yang berbeda-beda itu, setiap perpustakaan mempunyai
tujuan, anggota, organisasi, dan kegiatan yang berlainan. Hal ini kemudian
mempengaruhi munculnya berbagai jenis perpustakaan. Adapun jenis-jenis
perpustakaan yang ada yaitu :
a. Perpustakaan menurut jangkauannya
1) Perpustakaan Internasional
Perpustakaan Internasional adalah perpustakaan yang didirikan
oleh dua Negara atau lebih atau perpustakaan yang merupakan

5
bagian sebuah organisasi internasional. Perpustakaan semacam ini
baru muncul sekitar tahun-tahun pertama abad ke-20
2) Perpustakaan Nasional
Perpustakaan nasional merupakan perpustakaan utama dan
paling komprehensif yang melayani keperluan informasi dari
penduduk suatu Negara. Adapun asal-usul perpustakaan nasional :
a) Merupakan kumpulan berbagai perpustakaan yang disita
Negara semasa revolusi, kemudian koleksi gabungan itu
dijadikan satu di bawah perpustakaan nasional.
b) Perpustakaan tersebut dibangun semasa damai
c) Sengaja dibentuk, lazimnya dengan dekrit pemerintah
d) Berkembang dari fungsi-fungsi lain
e) Sebagai perkembangan lanjutan sebuah perpustakaan
umum, kemudian dikembangkan menjadi perpustakaan
nasional
f) Bermula sebagai bagian dari sebuah museum
g) Sebagai bagian dari badan legislative
h) Berasal dari perpustakaan khusus kemudian berfungsi
sebagai perpustakaan nasional dalam subjek yang
dikuasainya
i) Sebagai lanjutan sebuah perpustakaan perguruan tinggi
b. Perpustakaan menurut fungsinya
1) Perpustakaan Umum
Perpustakaan Umum adalah perpustakaan yang
diselenggarakan oleh dana umum dengan tujuan melayani umum.
Ciri-ciri perpustakaan umum yaitu :
a) Terbuka untuk umum
b) Dibiayai oleh dana umum
c) Jasa yang diberikan pada hakikatnya bersifat Cuma-cuma
2) Perpustakaan Khusus
Perpustakaan khusus dapat merupakan sebuah departemen
lembaga Negara, lembaga penelitian, organisasi massa, militer,

6
industri, maupun perusahaan swasta. Ciri-ciri perpustakaan khusus
yaitu :
a) Memiliki buku yang terbatas pada satu atau beberapa
desiplin ilmu
b) Keanggotaan perpustakaan terbatas pada sejumlah
anggota yang ditentukan oleh kebijakan
perpustakaan/Kebijakan badan induk tempat perpustakaan
tersebut
c) Tekanan koleksi bukan pada buku
d) Jasa yang diberikan lebih mengarah pada minat
perorangan
3) Perpustakaan Akademik
Perpustakaan Akademik adalah perpustakaan yang tergabung
pada sebuah lembaga pendidikan, dikelola sepenuhnya oleh
lembaga yang bersangkutan dengan tujuan utama membantu tujuan
pendidikan pada umumnya.Yang tergolong perpustakaan akademik
yaitu :
a) Perpustakaan Sekolah
b) Perpustakaan Perguruan Tinggi

2.2 Membaca
2.2.1 Pengertian Membaca
Membaca merupakan salah satu keterampilan berbahasa. Membaca
adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan untuk memperoleh pesan
yang hendak disampaikan penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis. Suatu
proses yang menuntut agar kelompok kata yang merupakan suatu kesatuan akan
terlihat dalam suatu pandangan sekilas dan agar makna kata-kata secara individual
akan dapat diketahui. Jika tidak dapat dipenuhi, maka pesan yang tersurat dan
tersirat tidak akan terungkap atau dipahami, dan proses membaca itu tidak
terlaksana dengan baik.
Henry Guntur Tarigan dalam bukunya yang berjudul “Membaca Sebagai
Suatu Keterampilan Berbahasa” mengatakan bahwa membaca adalah suatu

7
proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan
yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata yang ditulis.
Jika dilihat dari segi Linguistik, membaca adalah suatu proses
penyandian kembali dan pembacaan sandi, berlainan dengan berbicara yang justru
melibatkan penyandian.
Selain itu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, membaca adalah
melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis, baik dengan melisankan
maupun hanya dalam hati.

2.1.2 Tujuan Membaca


Tujuan membaca secara umum adalah mengerti dan memahami makna
atau arti yang terkandung dalam sebuah buku atau bacaan. Dengan engrti dan
memahami makna yang terkandung dalam bacaan tersebut, maka dapat
menambah pengetahuan si pembaca tentang masalah yang tertuang didalamnya
sehingga dengan demikian secara tak langsung akan dapat menumbuhkan minat
baca. Adapun tujuan membaca yang lebih mengkhusus dan bersifat lebih praktis
yaitu :
a. Untuk mengetahui tekhnik membaca yang baik
b. Untuk memahami isi bacaan yang dibaca
c. Menambah kosakata yang dapat membantu penguasaan bahasa seseorang
baik lisan maupun tertulis
d. Menanamkan kesadaran akan pentingnya membaca sebagai sarana untuk
mendapatkan informasi sehingga dapat menambah pengetahuan
e. Mencari kesenangan dan kenikmatan atau kepuasan batin

2.1.3 Jenis-Jenis Membaca


Jenis membaca dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :
a) Ditinjau dari segi terdengar atau tidaknya sesuatu yang dibacanya,
atau juga berdasarkan pelaksanannya :
1) Membaca Nyaring
Membaca nyaring adalah suatu kegiatan membaca yang ditandai
dengan keluarnya bunyi bacaan secara secara lengkap, dengan

8
menggunakan intonasi baca yang baik, agar isi bacaan tersebut dapat
didengar, dimengerti, dan dipahami baik oleh pembaca maupun si
pendengar(penyimak).
Pembaca yang baik haruskah memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
a. Terampil menafsirkan lambing-lambang yang tertulis
sehinga dapat menghidupkan makna dari tulisan yang dibacakan.
b. Mempunyai kemampuan yang tinggi dalam mengerti dan
memahami makna serta perasaan yang terkandung dalam tulisan
yang dibacanya.
c. Memiliki kecepatan pandang yang tinggi serta arah
pandangan yang luas, karena di harus melihat pada bahan bacaan
dan memeliharta kontak mata dengan orang lain yang bertindak
sebagai pendengar.
2) Membaca Dalam Hati
Membaca dalam hati adalah suatu kegiatan yang ditandai dengan
tidak terdengarnya bunyi atau ujaran si pembaca. Membaca dalam hati
merupakan suatu ketrampilam membaca yang sebenarnya yang
meliputi ketrampilan komunikasi, tulisan, ketrampilan mengubah
wujud tilisan menjadi wujuda makna, ketarampilan menangkap pokok-
pokok pikiran dari bacaan dan ketrampilan mengerti serta memahami
segala yang tersirat dalam bacaan. Dengan kata lain, membaca dalam
hati lebih diurjukan untuk menggali, mengerti, dan memahami makna
atau arti, baik yang tersurat maupun yang tersirat dalam bacaan.
b) Ditinjau dari segi tujuan akhir dalam aktivitas
membaca:
1) Membaca Pemahaman
Membaca pemahaman adalah membaca bahan bacaan dengan
menangkap pokok-pokok pikiran yang lebih tajam dan dalam,
sehingga terasa ada kepuasan tersendiri setelah bahan bacaan selesai
dibaca.

9
Tujuan akhir dari membaca pemahaman adalah terciptanya suatu
pengertian dan pemahaman pada diri pembaca tentang segala sesuatu,
baik yang tersurat maupun yang tersirat dalan bacaan tersebut.

2) Membaca kritis
Membaca kritis adalah suatu kegiatan membaca yang tidak terbatas
hany untuk mengerti dan memahami apa yang dikemukakan oleh
penulis, melainkan sampai kepada pertanyaan mengapa hal itu
dikemukakan, bagaiman hal itu bisa terjadi, serta akibat apa yang dapat
ditimbulkannya.
Membaca kritis tergolong kegiatan membaca yang dilakukan
secara bijaksana, penuh tenggang rasa, mandalam, evaluatif, dan
analitis.
3) Membaca Ide
Membaca ide merupakn jenis kegiatan membaca yang bertujuan
mencari, memperoleh, serta memanfaatkan ide-ide yang terdapat pada
bacaan.
Pembaca ide akan dapat mencari, menemukan serta mendapatkan
keuntungan dari ide-ide yang terkandung dalam bahan bacaan. Jika
mampu benar-benar terampil menangkap ide-ide yang terkandung di
dalam bacaan tersebut.
4) Membaca Intensif
a. Membaca telaah isi
b. Membaca telaah bahasa

10
BAB III
METODELOGI PENULISAN

3.1 Tempat dan Waktu Penulisan

Pembuatan karya tulis ini dilakukan di rumah yang bertempat di Br. Sakih,
Guwang, Sukawati pada tanggal 11 Mei 2009.

3.2 Sumber Data

Data yang digunakan pada proses penyusunan karya tulis ini diperoleh dari
literatur-literatur yang berupa konsep serta sumber online (internet).

3.3 Jenis Data

3.3.1 Menurut Sumbernya


1. Data Sekunder, merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung dari
buku-buku dan artikel yang mengandung atau menyajikan tulisan ilmiah
mengenai perpustakaan dan membaca. Data sekunder yang berasal dari
kajian pustaka dengan data-data sebagai berikut :
a. Penulisan Karangan Ilmiah Dengan Bahasa Indonesia Yang Benar
Jakarta. Arifin, E.Zaenal. 1987
b. Media internet, diantaranya :
− Http;//www. wikipedia.org/wiki.com
− http://www.scribd.com
− http://one.indoskripsi.com/

3.3.2 Metode Pengumpulan Data


1. Kajian Pustaka
Yaitu cara pengumpulan data dengan membaca buku-buku dan artikel

tentang perpustakaan dan hal-hal yang terkait dengan kegiatan membaca.

11
Kemudian mencatat point-pointnya dan merangkainya dalam karya tulis

ini.

3.4 Tahap-Tahap Pengolahan Data


Adapun tahap-tahap pengolahan data adalah sebagai berikut:
1 Mencari hal-hal penting yang berhubungan dengan penulisan dari
buku-buku atau literatur lainnya.
2 Menentukan rumusan masalah yang akan dibahas.
3 Menyusun data yang diperoleh menurut sistematika laporan.
4 Menarik kesimpulan yang bisa menjawab rumusan masalah.

3.5 Aspek-Aspek yang Dikaji


Adapun aspek-aspek ysng dikaji adalah sebagai berikut:
1. Cara membaca yang baik
2. Pengaruh dan peranan perpustakaan terhadap minat baca
3. Upaya-upaya perpustakaan dalam meningkatkan minat baca

3.6 Teknik Mengambil Kesimpulan


Berbagai pertimbangan penulis dalam menarik kesimpulan adalah
sebagai berikut.
1. Kesimpulan langsung berhubungan dengan rumusan masalah yang dibuat.
2. Kesimpulan diperoleh dari hasil pertimbangan yang tidak sepihak, tetapi
berdasarkan berbagai referensi.
3. Kesimpulan merupakan jawaban dari masalah dan tujuan penulisan

12
BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Cara Membaca Yang Baik


Membaca bukan hanya sekedar mengambil buku atau bahan bacaan,
kemudian membaca dengan sepat san akhirnya selesai begitu saja. Kegiatan
membaca yang sedemikian rupa sangan mempengaruhi minat unutk membaca.
Oleh karena itu, cara membaca yang baik perlu dilakukan pada kegiatan
membaca.
Membaca yang baik ialah membaca yang dapat memberika pembaca
pengertian serta bimbingan unutk melaksanakan apa yang dibaca tersebut. Jadi
pembaca buku berhasil membaca apabila si pembaca mampu memahami, dan
mengungkapkan kembali isi bacaan tersebut baik dengan tindakan maupun
dengan sikap. Pembaca dapat menyusun kembali isi bacaan tersebut dengan kata-
kata sendiri, baik secara lisan maupun melalui tulisan.
Dalam hak membaca, tentulah stiap orang tidak sama pemahaman dan
pengungkapannya. Hal ini tergantung dari mudah sukarnya suatu bacaan dan juga
pemikiran seseorang. Oleh karena itu dalam membaca, agar dapat mencapai hasil
yang baik, perlu dalam beberapa tahap.
Tahap yang pertama tentu saja anak-anak yang baru pertama kali mampu
membaca. Apabila telah mampu membaca dan berniat mengembangkannya, maka
akan menjadi keterampilan membaca. Keterampilan membaca ini akan meningkat
menjadi ketekunan, kebiasaan, kesenangan, nafsu, dan kelaparan untuk membaca.
Adapun dalam bentuk skema yaitu :
Kemampuan membaca

Keterampilan untuk membaca

Kesediaan membaca

Ketekunan membaca

13
Kebiasaan membaca

Kesenangna membaca

Nafsu untuk membaca

Kelaparan akan membaca

Keranjingan membaca

Gambar 4.1 Skema membaca


Dari skema, tmembaca dapat dilihat bahwa tahap yang terakhir dari
membaca adalah keranjingan membaca. Jika seseorang telah mencapai tahap ini
maka tak ada waktu yang pernah tersia-sia. Kapan pun dan di mana pun
orangtersebut akan selalu membawa buku-buku untuk di baca. Tak peduli siang
atau malam. Di rumah, di sekolah atau dalam perjalanan.

4.2 Pengaruh dan Peranan Perpustakaan Terhadap Minat Baca


Syarat muthlak untuk memupuk anak-anak gemar membaca adalah
penyediaan bahan-bahan bacaan. Orang tua ataupun para guru haruslah memilih
bahan-bahan bacaan tersebut sehingga benar-benar membina si anak ke arah yang
sehat. Dengan demikian akan terasa urgensinya orang tua dan para guru pun
mempunyai selera pengetahuan yang cukup.
Penyediaan bahan bacaan yang efisien dan praktis adalah berupa
perpustakaan. Perpustakaan merupakan perlengkapan yang tak boleh tidak ada
pada pendidikan modern, karena perpustakaan merupakan salah satu cara untuk
menumbuhkan dan meningkatkan minat baca, baik bagi generasi muda ataupun
orang tua.
Dalam peningkatan minat baca, perpustakaan memiliki pengaruh dan
peranan yang erat kaitannya dengan fungsinya sebagai fungsi rekreasi, fungsi
pendidikan, dan fungsi cultural. Adapun uraiannya yaitu:

14
a. Fungsi Rekreasi
Masyarakat dapat menikmati rekreasi cultural dengan cara membaca dan
bacaan ini disediakan oleh perpustakaan. Dalam menjalankan fungsi rekreasi ini
maka perpustakaan menjalin kerja sama dengan berbagai komponen seperti
penulis yang menulis buku, took buku, unsure pembaca yang berasal dari semua
pihak dan dengan sendirinya juga pengelola perpustakaan. Kegiatan membaca
sebagai bagian dari fungsi rekreasi dikaitkan pula dengan tingkat melek huruf.
Berbeda dengan anggapan bahwa melek huruf sudah berarti tahu aksara,
sedangkan dalam kenyataannya terdapat berbagai tingkat melek huruf dilihat dari
segi penggunaan pustaka. Melek huruf terbagi atas :
1) Golongan yang tidak dapat membaca dalam arti tahu aksara,
namun tidak tahu cara membacanya. Hal ini contohnya terjadi pada
orang yang sama sekali buta aksara. Dia hanya tahu bahwa itu aksara,
namun sama sekali tidak memahami artinya.
2) Golongan yang memiliki kemampuan terbatas, dalam arti mereka
setengah melek huruf.
3) Golongan yang sedang belajar aksara serta mungkin melek huruf.
4) Golongan yang melek huruf, namun tidak membaca kecuali bacaan
terbatas pada kehidupan sehari-hari seperti membaca pengumuman,
rambu jalan, formulir dan sejenisnya.
5) Golongan yang melek huruf, namun bukan pembaca buku.
6) Golongan yang melek huruf, namun bukan pembaca buku yang
tetap.
7) Golongan yang melek huruf serta pembaca tetap.
Dari kedua tingkat melek huruf, maka perpustakaan akan mampu
mengetahui sejauh mana minat masyarakat untuk membaca sehingga dengan
demikian perpustakaan akan mampu melakukan upaya-upaya yang
memungkinkan tumbuhnya minat baca serta upaya-upaya memungkinkan
tumbuhnya minat baca serta upaya untuk meningkatkannya.

b. Fungsi Pendidikan

15
Perpustakaan dapat dikatakan sebagai sarana pendidikan formal dan
informal, artinya perpustakaan merupakan tempat bekajar di luar bangku sekolah
maupun juga tempat belajar dalam lingkungan pendidikan sekolah. Dalam hal ini,
yang berkaitan dengan pendidikan formal ialah perpustakaan sekolah dan
perpustakaan perguruan tinggi, sedangkan yang berkaitan dengan pendidikan
informal ialah perpustakaan umum. Dengan fungsi yang sedemikian rupa maka
hal ini tentu saja akan berdampak tak langsung pada peningkatan minat baca. Bagi
mereka yang sudah meninggalkan bangku sekolah maupun putus sekolah maka
perpustakaan akan menjadi tempat belajar yang praktis, berkesinambungan, serta
murah.

c. Fungsi Kultural
Perpustakaan merupakan tempat untuk mendidik dan mengembangkan
apresiasi budaya masyarakat. Pendidikan ini dapat dilakukan perpustakaan dengan
cara menyelenggarakan pameran, ceramah, pertunjukan kesenian, pemutaran film
bahkan bercerita untuk anak-anak. Melalui fungsi ini tentu nantinya akan dapat
memberi pengaruh kepada masyarakta tentang arti penting membaca.

4.3 Upaya-Upaya Perpustakaan Untuk Meningkatkan Minat Baca


Kita telah ketahui bersama bahwa perpustakaan didirikan untuk
meningkatkan kecerdasan bangsa melalui pengembangan minat baca yang
sekligus berusaha memberantas buta aksara. Dalam upaya mengatasi masalah
diatas, maka hal-hal yang dapat dilakukan perpustakaan melalui peningkatan
peran dan fungsinya yaitu sebagai berikut :
a. Meningkatkan Kerjasama Antarperpustakaan
Kerjasama antarperpustakaan merupakan kerjasama yang melibatkan
dua perpustakaan atau lebih. Dengan pelaksanaan kerjasama ini maka
perpustakaan akan mampu memenuhi kebutuhan informasi pemakai perpustakaan.
Salah satu bentuk kerjasama perpustakaan dalam upaya peningkatan
minat baca yaitu kerjasama pengadaan. Kejasama ini dimaksudkan untuk
menambah jenis bahan bacaan sehingga koleksi bacaan perpustakaan menjadi
bervariasi. Apabila perpustakaan memiliki bacaan yang bervariasi tentulah akan

16
dapat merangsang minat baca seseorang. Masyarakat akan dapat memilih bacaan
yang mereka rasakan sesuai bagi dirinya. Dan hal ini sedikit demi sedikit akan
mampu menggugah masyarakat untuk membaca.
Salah satu kerjasama pengadaan yang terbukti mampu meningkatkan
minat baca yaitu seperti kerjasama yang telah dilakukan perpustakaan SMK
Negeri 1 Mas dengan Perpustakaan Daerah propinsi Bali. Perpustakaan Daerah
Propinsi Bali telah memberikan pinjaman berbagai jenis buku bacaan kepada
perpustakaan SMK Negeri 1 Mas untuk menambah jenis buku di perpustakaan
SMK tersebut. Kerjasama ini telah dilakukan selama dua kali yaitu pada bulan
September 2008 dan pada Januari 2009, dan hal ini telah berdampak pada minat
baca siswa SMKN 1 Mas. Kerjasama ini membuat jumlah pengunjung dan
peminjam buku pada bulan-bulan tersebut menjadi lebih tinggi disbanding dengan
bulan-bulan sebelumnya.
Tabel 4.1 Jumlah Pengunjung Perpustakaan SMKN 1 Mas
Kelas Agustus September Oktober Nopembe Desember Januari
r
X 580 1617 1454 840 492 696
XI 591 1627 1501 829 488 628
III 605 1625 1494 874 496 667
Jumlah 1776 4869 4449 2543 1476 1991

Tabel 4.2 Jumlah Peminjam Buku Di Perpustakaan SMKN 1 Mas


Kelas Agustus September Oktober Nopembe Desember Januari
r
X 196 1165 1297 217 191 288
XI 230 1572 1443 209 198 224
III 197 1571 1454 240 200 243
Jumlah 623 4308 4194 666 589 755

Pada masa sekarang apabila perpustakaan tidak mengadakan kerjasama


pengadaan melalui pertukaran maka hal ini akan dapat memberikan dampak
negative yaitu pembaca atau masyarakat akan merasa bosan untuk membaca
karena koleksi pada perpustakaan hanya berkisar itu-itu saja atau monoton. Kita
tahu bersama, masyarakat tentu tidak suka dengan hal yang monoton. Jika
keadaan itu terus berlangsung maka akan mengakibatkan minat baca masyarakat

17
cendrung menurun. Selain itu juga akan memberikan dampak lain yang berupa
perpustakaan tersebut tidak akan mampu membentuk koleksi yang komprehensif :

b. Meningkatkan Berbagai Kegiatan Penunjang


Kegiatan penunjang yang dimaksud adalah kegiatan yang lebih mengacu
pada fungsi perpustakaan sebagai sarana cultural. Adapunbeberapa contoh
kegiatan tersebut yaitu :
1) Pengadaan Berbagai Lomba seperti :
a) Lomba Mengarang
b) Lomba Meringkas
c) Lomba Bercerita Kembali
d) Lomba Membaca
e) Lomba Sinopsis
2) Pengadaan Pameran
Pameran yang dimaksud adalah pameran buku. Dengan pameran
ini tentu akan dapat merangsang minat baca masyarakat ataupun
menarik masyarakat bukan anggota perpustakaan dan mendorong
mereka agar menjadi anggota perpustakaan. Selain itu hal ini juga
dapat memperluas minat baca pembaca. Sebagai contoh seorang
pembaca yang hanya nonfiksi dengan tema yang sama. Misalnya,
peminat astronomi, juga ditunjukan buku fiksi mengenai astronomi
atau sebaliknya.

Kegiatan penunjang diatas tentu sangat erat kaitannya dengan membaca.


Masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan tersebut, tentu harus mulai dari
membaca. Dan dengan demikian minat baca masyarakat akan tumbuh dan
meningkat.

c. Peningkatan Pelayanan Perpustakaan


Peningkatan pelayanan perpustakaan merupakan salah satu hal yang secara
tak langsung dapat mempengaruhi minat untuk membaca. Apabila suatu
perpustakaan tidak memberikan pelayanan yang sesuai, baik berupa pencarian

18
informasi, pelayanan administrasi, maupun pelayanan peminjaman, maka
pengunjung tidak akan merasa puas dan mungkin juga tidak tertarik lagi untuk ke
perpustakaan.

d. Peningkatan Kondisi Lingkungan Perpustakaan yang Sehat


Kondisi lingkungan perpustakaan juga merupakan factor tak langsung yang
mempengaruhi minat baca. Oleh karena itu kondisi lingkungan perpustakaan pun
harus diperhatikan dan diusahakan agar tetap sehat. Kondisi tersebut meliputi :
1) Cahaya dan Ventilasi
Perpustakaan yang terang serta sejuk berkat ventilasi yang baik akan
lebih besar peluangnya untuk menarik perhatian masyarakat akan
pengunjung.
2) Rak
Perpustakaan harus diperhatikan pengaturan raknya agar senantiasa
dalam susunan yang baik sehingga pemakai merasa kerasan seperti di
rumah.
3) Ruang Studi
Setiap perpustakaan memerlukan ruangan yang dilengkapi dengan
meja dan kursi. Pembaca dapat duduk dan memilih bacaan yang
diinginkannya.

19
BAB V
PENUTUP

5.1 Simpulan
Dari segala uraian yang telah diuraikan diatas maka akhirnya penulis dapat
mencari beberapa kesimpulan yaitu :
5.1.1 Kemampuan cara membaca yang baik merupakan awal dari tumbuhnya
minat baca. Dengan kemampuan ini seseorang akan tahu apa sebenarnya
tujuan dari membaca sehingga akan muncul pada dirinya tentang arti
penting membaca.
5.1.2 Perpustakaan memiliki andil yang besar dalam usaha menumbuhkan dan
meningkatkan minat baca masyarakat. Melalui fungsi ini dan perannya,
perpustakaan berusaha untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk
membaca.
5.1.3 Meningkatkan kerjasama antar perpustakaan, peningkatan berbagai
kegiatan penunjang seperti pengadaan berbagai lomba dan pameran,
peningkatan pelayanan sertapeningkatan kondisi lingkungan yang sehat
merupakan upaya-upaya yang dapat dilakukan perpustakaan untuk
menumbuhkan dan meningkatkan minat baca masyarakat.

5.2 Saran - Saran


Berdasarkan pada beberapa penjelasan yang telah penulis uraikan dalam
bab-bab diatas maka dapat kiranya penulis mengajukan beberapa saran. Adapun
saran-saran yang dapat penulis ajukan yaitu sebagai berikut :
5.2.1 Kepada masyarakat pada umumnya agar senantiasa berusaha untuk
menumbuhkan minat diri untuk membaca dengan membiasakan diri
meluangkan waktu untuk membaca, walaupun itu hanya sedikit.
5.2.2 Kepada para pengelola perpustakaaan serta pemerintah agar lebih
mengembangkan peranan dan fungsi perpustakaan sehingga perpustakaan
akan dapat mewujudkan diri sebagai sarana untuk meningkatkan minat
baca masyarakat.

20
DAFTAR PUSTAKA

Arifin, E.Zaenal. 1987. Penulisan Karangan Ilmiah Dengan Bahasa Indonesia


Yang Benar Jakarta : PT Mediyatama Sarana Perkasa
Basuki, Sulistto, 1993. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta : PT Gramedia
Pustaka Utama
Lasa HS. 2002. Membina Perpustakaan Madrasyah Dan Sekolah Islam.
Jogjakarta: Adi Cipta
Rosidi, Aji. P.1983. Pembinaan Minat Baca Bahasa Dan Sastra. Surabaya: PT
Bina Ilmu
Suandi, I Nengah. 2001. Kaidah Penulisan Artikel Ilmiah. Singaraja: IKIP
Singaraja
Sudamia, Edio. 1982. Mengenal Dunia Buku. Bandung : Penerbit Alumni /
1984 / Bandung
Tim Penyusun Pendidikan haster. 1994. Ikhtisar Materi Penting Bahasa
Indonesia untuk SMU. Bandung : Pionir Jaya

21

Beri Nilai