Anda di halaman 1dari 2

Pelihara Masyarakat

Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang
lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan
binaan, mulai dari perencanaan kota, perancangan perkotaan dan arsitektur lanskap. Wujud
arsitektur bukan merupakan hasil seni yang bebas kehendaknya dan melukis untuk
dirinya sendiri. Akan tetapi, seni arsitektur merupakan seni yang terikat oleh kaidah-
kaidah tertentu sebagai seni terapan yang mampu dinikmati semua pihak, menjadi milik
masyarakat, bangsa dan para pengamat yang berhak menikmati karya arsitektur setempat.
Arsitektur juga mencoba berusaha untuk berada di tengah masyarakatnya, para pemakai
dan pemerhati.

Arsitektur hadir sebagai hasil persepsi masyarakat yang memiliki berbagai


kebutuhan. Untuk itu, arsitektur adalah wujud kebudayaan yang berlaku di masyarakatnya,
sehingga perkembangan arsitektur tidak dapat dipisahkan dari perkembangan kebudayaan
masyarakat itu sendiri. Pada saat ini, ketika perkembangan budaya dan peradaban sudah
sedemikian maju, maka perkembangan arsitektur nampak berjalan mulus tanpa ada
saringan yang signifikat. Arsitek untuk masyarakat dalam definisinya bahwa Arsitek itu
adalah penyedia dan melayani masyarakat dalam hal bangun - membangun.

Dalam teori pada buku De Architectura karya arsitek terkenal yakni Marcus Pollio
Vitruvius menjelaskan bahwa dalam hal melayani masyarakat,maka dalam karya arsitektur
pada bangunan yang layak huni untuk masyarakat harus memenuhi tiga aspek, yaitu
firmitas, uitilitas, dan venustas. Yang dimaksud disini adalah harus kuat atau tahan lama
(dalam hal ini mempunyai struktur yang kuat), kelengkapan fungsi, dan yang terakhir
adalah keindahan atau estetika.

Karena arsitektur bertujuan untuk masyarakat, maka hasil karya arsitektur


seringkali dinilai kurang kompromi dengan lingkungannya. Terciptanya karya arsitektur
yang cocok dan sesuai dengan lingkungan-nya tentu bukan monopoli dari si Arsiteknya
saja. Penjabaran dan perwujudan akan tata nilai ekonomis karya arsitektur akan melibatkan
semua pihak. Hal tersebut terjadi karena masyarakat sudah memiliki preferensi dalam
kognisinya tentang bentuk bentuk yang ditampilkan sebagai bentuk-bentuk yang secara
historis pernah menjadi miliknya. Maka arsitek harus dengan pintar dan logis dalam hal
penyedia atau melayani masyarakat khususnya dalam membangun bangunan yang sesuai
dengan keinginan owner (masyarakat). Dalam teori pada buku De Architectura karya
arsitek terkenal yakni Marcus Pollio Vitruvius dalam definisi 5W1H yakni salah satunya
(Why?) Kenapa bangunan yang baik haruslah memilik Kekuatan (Firmitas), Kegunaan /
Fungsi (Utilitas), dan Keindahan / Estetika (Venustas)?, karena arsitektur dapat dikatakan
sebagai keseimbangan dan koordinasi antara ketiga unsur tersebut, dan tidak ada satu
unsur yang melebihi unsur lainnya. Dalam definisi modern, arsitektur harus mencakup
pertimbangan fungsi, estetika, dan psikologis. Namun, dapat dikatakan pula bahwa unsur
fungsi itu sendiri di dalamnya sudah mencakup baik unsur estetika maupun psikologis.
Yang di maksud dari Vitruvius dari ketiga unsur bangunan yang baik tersebut adalah
sebagai berikut :

1. Kekuatan (Firmitas)
Firmitas yang dimaksud Vitruvius mencakup penyaluran beban yang baik dari
bangunan ke tanah dan juga pemilihan material yang tepat. Vitruvius menjelaskan
setiap material yang ia pakai dalam bangunannya. Tujuannya menyangkut rasa aman
bagi penghuni dalam melakukan aktifitas di dalam bangunan tersebut.
2. Kegunaan / Fungsi (Utilitas)
Pada utilitas yang ditekankan adalah pengaturan ruang yang baik, didasarkan pada
fungsi, hubungan antar ruang, dan teknologi bangunan (pencahayaan, penghawaan,
dan lain sebagainya). Tujuannya untuk mendukung aktifitas penghuni dalam
bangunan sehingga penghuni merasa nyaman dan aman.
3. Keindahan / Estetika (Venustas)
Proporsi dan simetri merupakan faktor yang dianggap Vitruvius mempengaruhi
keindahan. Hal ini ia dasarkan pada tubuh manusia yang setiap anggota tubuhnya
memiliki proporsi yang baik terhadap keseluruhan tubuh dan hubungan yang
simetrikal dari beberapa anggota tubuh yang berbeda ke pusat tubuh. Tujuannya
adalah agar penghuni merasa percaya diri dengan melihat keindahan estetika setiap
berada pada bangunan tersebut.