Anda di halaman 1dari 6

LAJU ALIRAN MASSA DAN DEBIT ALIRAN

(Ditujukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Mesin Fluida)

Oleh:

Tan Ali Al Ayubi


NRP. 4216106028

Dosen Pengampu:

Ede Mehta Wardhana, ST., MT.

TEKNIK SISTEM PERKAPALAN

FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

SURABAYA

2017
A. FLUIDA

Fluida adalah suatu zat yang dapat mengalir yang berbentu cair ataupun

gas. Aliran fluida dapat di klasifikasikan menjadi 3 jenis, yaitu aliran laminar,

aliran turbulen, dan aliran transisi.

1. Aliran laminar

Aliran laminar adalah aliran fluida yang bergerak secara konstan

(lancar) dan searah. Dalam aliran ini viscositas berfungsi untuk

meredam kecenderungan terjadinya gerakan relative antara lapisan.

2. Aliran turbulen

Aliran turbulen adalah aliran fluida yang dalam pergerakannya

tidak konstan atau tidak menentu karena mengalami perampuran serta

putaran partikel antar lapisan.

3. Aliran transisi

Aliran transisi adalah peralihan aliran fluida dari aliran laminar

ke turbulen.

Alat yang di gunakan untuk memindahkan fluida dari tempat yang satu

ke tempat yang lainnya adalah pompa. Klasifikasi pompa secara umum dapat di

klasifikasikan menjadi 2 bagian, yaitu pompa kerja positif (positive

displacement pump) dan pompa kerja dinamis (non displacement pump).

Dalam menentukan jenis dan kapasitas pompa maka harus di ketahui

terlebih dahulu spesifikasi fluidanya, kemudian baru dilakukan analisa

perhitungan untuk memilih pompa tersebut. Salah satu dasar dalam memilih

pompa adalah dengan menghitung laju aliran massa dan debit alirannya.
B. MASS FLOW RATE (LAJU ALIRAN MASSA)

Mass flow rate atau laju aliran massa adalah massa suatu fluida yang

mengalir per satuan waktu. Mass flow rate juga disebut fluks massa atau arus

massa dimana dalam satuan internasional (SI) satuannya adalah kilogram per

detik (kg/s) dan symbol yang digunakan adalah ( ).

Menghitung laju aliran massa bertujuan untuk mengetahui massa suatu

aliran yang mengalir tiap detiknya yang dipengaruhi oleh kecepatan aliran,

jenis aliran, dan besar kecilnya penampang yang di aliri oleh fluida tersebut.

Untuk menghitung laju aliran massa dapat ditentukan dengan

menggunakan rumus sebagai berikut:

= .v.A

Dimana :

= Laju aliran massa (kg/s)

= Massa jenis (kg/m3)

v = Kecepatan aliran (m/s)

A = Luas penampang (m2)

Macam-macam fluida dan massa jenisnya:

Zat cair Massa Jenis Zat gas Massa Jenis


(kg/m3) (kg/m3)
Air ( 4 C) 1000 Udara 1,293
Air laut 1025 Hellium 0,179
Darah 1060 Hidrogen 0,089
Bensin 680 Uap Air (100 C) 0,6
Tabel 1. Macam-macam massa jenis fluida
C. VOLUMETRIC FLOW RATE (DEBIT ALIRAN)

Volumetric flow rate atau Debit aliran adalah volume aliran yang

mengalir per satuan waktu. Dalam satuan internasional (SI) volumetric flow rate

memiliki satuan meter per detik (m/s).

Menghitung debit aliran bertujuan untuk mengetahui jumlah aliran yang

mengalir pada suatu bidang, dan seberapa cepat fluida tersebut mengalir tiap

detiknya. Debit aliran dipengaruhi oleh besar kecilnya penampang yang di aliri

dan juga kecepatan aliran tersebut.

Untuk menghitung laju aliran volumetric (debit aliran) dapat ditentukan

dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Q = A.v

Dimana :

Q = Debit aliran (m3/s)

A = Luas penampang (m2)

V = kecepatan aliran (m/s)

D. HUBUNGAN LAJU ALIRAN MASSA DAN DEBIT ALIRAN

Laju aliran massa dan debit aliran memiliki persamaan yaitu sama-sama

dipengaruhi oleh luas bidang yang di aliri dan kecepatan aliran tersebut, hanya

saja pada laju aliran massa di pengaruhi oleh massa jenis aliran yang mengalir

pada penampang tersebut sedangkan debit aliran tidak dipengaruhi oleh massa

jenis aliran tersebut.


Persamaan kontinuitas aliran fluida:

Dalam satuan internasional (SI) laju aliran massa atau mass flow

rate memiliki satuan kilogram per detik (kg/s), sedangkan satuan untuk debit

aliran atau volumetric mass flow rate adalah meter kubik per detik (m3/s).

Satuan ini dihasilkan dari penurunan antara massa jenis (kg/m3) , kecepatan

aliran (m/s), dan luas penampang (m2) tersebut. Berikut penurunan tersebut

menurut satuan tiap bagiannya:

Laju aliran massa (mass flow rate)

= .v.A
kg/s = kg/m3 . m/s . m2
kg/s = kg/m3 . m/s . m2
kg/s = kg/s
Debit aliran (Voluetric flow rate)
Q = v.A
m3/s = m/s . m2
m3/s = m3/s
Luas penampang (A) dalam rumus atau formula adalah luas
penampang yang tidak berubah-ubah, atau luas penampang yang konstan,
seperti pipa, dll.
Maka persamaan laju aliran massa dan debit aliran jika Q = v . A adalah :
= .Q

Dalam pengaplikasiaanya di kehidupan sehari-hari, khususnya pada

sistem perpipaan di kapal, laju aliran massa dan debit aliran digunakan sebagai

salah satu dasar dalam menentukan klasifikasi pompa serta pipa yang akan

digunakan, sehingga aliran yang di hasilkan bisa memenuhi berbagai kebutuhan

yang ada di kapal secara efektif.


DAFTAR PUSTAKA

Chandrasa Soekardi, 2015, Termodinamika Dasar Mesin Konversi Energi,

Yogyakarta: ANDI.

M. Potter, D.C., 2008, Fluid Mechanics, McGraw Hill (USA)

Wibi Hardani, 2005, Mekanika Fluida, Jakarta: Erlangga

http://capitalintelektual.blogspot.co.id/2012/04/teori-dasar-pompa-3.html