Anda di halaman 1dari 26

1

DIKTAT PETUNJUK PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK

Oleh :

Kusnadi, M. Pd (NIDN 0616038701)

Aldi Budi Riyanta, S.Si, MT (NIPY 12.013.167)

LABORATORIUM KIMIA ORGANIK

PROGRAM STUDI DIII FARMASI

POLITEKNIK HARAPAN BERSAMA TEGAL

2016
2

KATA PENGANTAR

Buku Petunjuk Praktikum Kimia Organik ini disusun untuk


memenuhi kebutuhan mahasiswa sebagai panduan dalam
melaksanakan praktikum dalam mata kuliah Kimia Organik, untuk
mahasiswa Program Studi DIII Farmasi PoliTeknik Harapan Bersama Tegal
Materi yang dipraktikumkan merupakan materi yang telah didapatkan
dalam teori pada saat kuliah Kimia Organik, sehingga mahasiswa akan
lebih memahami teori yang didapat dalam kelas.
Terima kasih kepada Yayasan PoliTeknik Harapan Bersama Tegal
yang telah memfasilitasi pendanaan, sehingga buku ini penyusunannya
dapat cepat selesai dan semoga bermanfaat. Amin.

Tegal, Februari 2016

Penyusun
3

DAFTAR ISI
Halaman
Judul.........................................................................................
.......................1

Kata
Pengantar ................................................................................
..............................2

Daftar
Isi ............................................................................................
.............................3

Pendahuluan ............................................................................
...................................... 4

1. Reaksi-Reaksi Senyawa Hidrokarbon....................................................................7


2. Pengenalan Gugus Fungsi Aldehid10
3. Identifikasi Gugus Fungsi Alkohol12
4. Identifikasi Gugus Fungsi Adehida dan Keton14
5. Identifikasi KloramFenikol dan Tetrasiklin.16
6. Reaksi Penyabunan.18
7. Penentuan Konsentrasi Senyawa Asam Salislat dengan Metode Alkalimatri..20
8. Identifikasi Senyawa Obat dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis.22
9. Identifikasi Kandungan Parasetamol dalam Obat..23
10. Identifikasi Senyawa Organik dalam Obat-Obatan............................................25
11. Reaksi Esterifikasi. 27
4

PENDAHULUAN

1. Kehadiran
a. Setiap peserta harus hadir tepat pada waktu yang telah
ditentukan, apabila terlambat lebih dari 10 (sepuluh) menit dari
waktu tersebut, maka dia tidak diperkenankan mengikuti
praktikum pada hari itu.
b. Mahasiswa wajib hadir sesuai dengan jadwal praktikum, apabila
terpaksa tidak dapat hadir harus memberi surat izin/surat
keterangan yang sah.
2. Pelaksanaan Praktikum
a. Sebelum pelaksanaan praktikum, mahasiswa melaksanakan pretes
untuk acara praktikum yang akan dilaksanakan. Pretes dikerjakan
pada selembaran kertas folio bergaris dan tes ini dinilai.
b. Setiap peserta diwajibkan membuat laporan praktikum, yaitu
laporan sementara (yang ditanda tangani Dosen) dan sebelum
mengikuti praktikum berikutnya, peserta harus mengumpulkan
laporan resmi. Jika tidak mengumpulkan maka peserta tidak
diperkenankan mengikuti praktikum pada hari itu.
c. Setiap peserta harus menjaga kebersihan laboratorium, bekerja
dengan tertib, tenang, dan teratur. Selama mengikuti praktikum,
peserta harus bersikap sopan, baik dalam berpakaian (tidak boleh
memakai sandal ataupun kaos oblong), cara berbicara maupun
cara bergaul supaya sopan.
d. Setiap peserta harus mengembalikan botol bahan-bahan kimia
yang tertutup rapat ditempat semula.
e. Setiap peserta harus mengembalikan alat-alat yang telah dipakai
dalam keadaan bersih dan kering, serta mengembalikan ke tempat
semula.
5

f. Bagi mereka yang tidak mengikuti praktikum pada hari yang telah
terjadwal, dinyatakan inhal (menunda praktikum) dengan
memenuhi persyaratan yang ada.
g. Setiap kali praktikum, semua pengamatan harus dicatat dalam
lembar pengamatan yang tersedia di buku petunjuk Praktikum.
3. Laporan Praktikum
Agar setiap praktikum membuat laporan akhir yang seragam, maka
dibuat format laporan praktikum sebagai berikut:

Nama LAPORAN : PRAKTIKUM


NIM :
Jurusan/Prodi :
Tanggal Praktikum :
Nama Praktikum :
Kelompok :
A. Tujuan Praktikum
Jelaskan tujuan saudara melakukan praktikum
B. DASAR TEORITIS
Uraian secara singkat teori yang melandasi praktikum yang
saudara lakukan dengan menyebutkan sumber pustakannya.
C. ALAT DAN BAHAN
Sebutkan alat praktikum yang saudara gunakan, termasuk alat
gelas atau instrumentasi. Sebutkan bahan praktikum yang
digunakan. Gambarkan skema/gambar alat utama jika ada.
D. CARA KERJA
Sajikan cara kerja dalam bentuk gambar atau diagram.
E. DATA PENGAMATAN
Catat hasil pengamatan dengan mengisi lembar pengamatan
yang telah saudara siapkan. Data yang dicatat adalah semua data
yang dapat diamati selama proses praktikum termasuk data
qualitative dan quantitative.
F. ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
Bacalah hasil percobaan yang saudara lakukan dengan mengacu
teori yang telah diuraikan pada tujuan pustaka atau dasar teoritis.
Beberapa hal yang perlu dibahas adalah: penjelasan tentang
jalanya percobaan, fungsi penambahan zat, kesesuaian teori
6

dengan praktik, persamaan reaksi, rendemen, kemurnian hasil


yang ditunjukan oleh sifat fisika dan kimia.

G. Simpulan dan saran


Buatlah simpulan dari percobaan yang telah saudara lakukan
H. Daftar pustaka
Uaraikan nama buku yang telah diacu untuk membuat laporan
praktikum. Tulis nama pengarang, tahun terbit, Judul Buku, Jilid,
edisi, penerbit, kota penerbit.
Jumlah buku yang diacu minimal 2 buah,

Tegal, tgl bln tahun


Mengetahui
Dosen Praktikum Praktikan

.. .
7

PERCOBAAN I

REAKSI-REAKSI SENYAWA HIDROKARBON


A. TUJUAN
1. Mahasiswa mampu membedakan sifat-sifat hidrokarbon jenuh, tidak jenuh dan
aromatis
2. Mahasiswa mampu menemukan konsep reaksi dasar untuk membedakan
hidrokarbon jenuh, tak jenuh dan aromatis berdasarkan data dari eksperimen
B. DASAR TEORI
Hidrokarbon adalah senyawa yang tersusun hanya dari atom karbon (C) dan
hidrogen (H).berdasarkan bentuk rantai karbonnya, senyawa hidrokarbon dibagi menjadi
dua bagian besar, yaitu:
1. Hidrokarbon alifatik, yaitu senyawa hidrokarbon yang atom-atom karbonnya terikat
dengan membentuk rantai terbuka, baik lurus atau bercabang. Hidrokarbon ini
terbagi dua:
a. Hidrokarbon jenuh, yaitu senyawa hidrokarbon yang hanya mempunyai ikatan
tunggal.
b. Hidrokarbon tak jenuh, yaitu senyawa hidrokarbon yang mempunyai ikatan
rangkap dua atau rangkap tiga.
2. Hidrokarbon siklik, yaitu senyawa hidrokarbon yang aton-atom karbonnya terikat
dengan membentuk rantai tertutup. Hidrokarbon ini terbagi menjadi dua:
a. Hidrokarbon aromatik, yaitu senyawa hidrokarbon yang mempunyai sifat
aromatis senyawa benzena.
b. Hdirokarbon alisiklik, senyawa hidrokarbon yang tidak bersifat aromatis. Atom-
atomnya dapat berikatan tunggal atau rangkap.

C. ALAT DAN BAHAN


Alat Bahan
- Gelas kimia 50 ml - Larutan KMnO4
- Pipet tetes - Asam sulfat (H2SO4)
- Pipet volume + filler - Premium
- Cawan porselin - Minyak goreng
- Korek Api - Benzena
- Naftalena
- Paraffin
- Gliserin
- Toluene
D. CARA KERJA
8

1. Pembakaran
- Memasukan masing-masing 5 tetes sampel hidrokarbon pada cawan
porselen
- Membakar dengan korek api
- Mengamati api yang terbentuk dan warna asap masing-masing senyawa uji
- Mencatat pada lembar pengamatan
2. Test dengan Reagen Bayer
- Memasukan masing-masing 1 ml larutan premium, minyak goreng, benzene,
naftalena, paraffin cair ke dalam 5 tabung reaksi
- Menambahkan larutan KMnO4 0,5% tetes demi tetes
- Mengoncangkan setiap tabung selama 1-2 menit dan amati serta mencatat
perubahan warnanya
3. Test dengan asam sulfat dan formaldehid
- Memasukan 2 tetes N-heksana ke dalam 3 tabung reaksi
- Memasukan larutan benzene, gliserin, toluene, pada masing-masing tabung
sebanyak 1 ml
- Pada tabung yang lain dilarutkan 1 tetes formaldehid dalam 1 ml asam sulfat
pekat
- Menambahkan 2 tetes campuran asam sulfat dan formaldehid kedalam
tabung reaksi
- Mengocok tabung dan mengamati perubahan warna yang terjadi pada
permukaan diantara 2 lapisan yang tidak tercampur
E. DATA PENGAMATAN

Perubahan
No. Sampel Perlakuan
Fisik Warna Awal Warna Akhir
9

PERCOBAAN II
PENGENALAN GUGUS FUNGSI ALDEHID
A. TUJUAN
1. Mahasiswa mampu menjelaskan pengelompokan senyawa berdasarkan gugus
fungsi
2. Mampu menjelaskan piriodisitas kereaktifan satu kelompok senyawa gugus
fungsi tertentu
3. Mahasiswa memahami konsep reaksi yang terjadi pada gugus fungsi aldehida

B. LANTASAN TEORI
Aldehida memiliki rumus umum R-CHO. Nama Aldehida diturunkan
dari Alkohol Dehidrogenatum berdasarkan salah satu cara pembuatannya.
Aldehida sangat mudah teroksidasi menjadi asam karboksilat. Aldehid dapat
mereduksi pereaksi tollens, benedict, fehling.
Pereaksi fehling, terdri dari 2 Larutan, yakni :
- Fehling A : Larutan CuSO4
- Fehling B : Larutan NaOH dan Na-Sitrat
Pada percobaan fehling A dan fehling B dengan perbandingan 1:1
menghasilkan warna biru tua. Disini Cu 2+ terdapat dalam ion kompleks atau
chleate. Pereaksi fehling dipanaskan dengan sedikit Aldehida terjadi endapan
Cu2O yang berwarna jingga merah. Selain pereaksi fehling seringkali dipakai
benedict yang terdiri atas satu larutan yang mengandung CuSO4, Na2CO3, dan
Na-sitrat satu-satunya aldehida yang berbentuk gas, tak berwarna, baunya tajam,
larutanya dalam H2O sebesar 40% disebut formalin dengan gugus fungsi
(Rumus) (kimia organik, Drs. S.Riawan)
10
11

C. ALAT DAN BAHAN


Alat : - tabung rx - Pipet tetes - Pemanas
- Gelas ukur - Druppls plat - Penjepit
Bahan : - Formalin - Pereaksi fehling A dan B
- Pereaksi benedict

D. CARA KERJA
A. Fehling
- Memasukan formalin ke dalam tabung rx sebanyak 1 ml
- Menambahkan Peraeksi fehling A dan B, kemudian melakukan pemanasan
- Mengamati dan mencatat perubahannya setelah dingin

B. Benedict
1. - Memasukan dormalin ke dalam tabung rx sebanyak 1 ml
- Menambahkan pereaksi benedict dengan perbandingan 1:1, kemudian
melakukan pemanasan
- Mengamati dan mencatat perubahan warna setelah dingin
2. - Memasukan formalin ke dalam tabung rx sebanyak 1 ml
- Menambahkan pereaksi benedict 2 tetes, kemudian lakukan pemanasan
- Mengamati dan mencatat perubahan warna setelah dingin

E. DATA PENGAMATAN

Perubahan
No. Sampel Perlakuan
Fisik Warna Awal Warna Akhir

PERCOBAAN III
IDENTIFIKASI GUGUS FUNGSI ALKOHOL
A. TUJUAN
1. Mahasiswa mengetahui cara identifikasi senyawa gugus fungsi alkohol
2. Mahasiswa mampu mempelajari cara identifikasi alkohol
3. Mahasiswa mampu menjelaskan reaksi identifikasi alkohol

B. DASAR TEORI
Berdasarkan letak gugus OH pada rantai karbonnya, alkohol dibedakan
menjadi 3 jenis:
12

1. Alkohol Primer, yaitu alkohol yang gugus atom C yang mengikat gugus OH
berikatan lagi dengan 1 gugus atom C lainnya, Gusus OH terikat pada atom C
primer.
2. Alkohol sekunder, yaitu alkohol yang gugus atom C yang mengikat gugus OH
berikatan lagi dengan 2 gugus atom C lainnya, Gusus OH terikat pada atom C
sekunder.
3. Alkohol Primer, yaitu alkohol yang gugus atom C yang mengikat gugus OH
berikatan lagi dengan 3 gugus atom C lainnya, Gusus OH terikat pada atom C
tersier.

C. ALAT DAN BAHAN


Alat : Tabung reaksi, pipet tetes, filler, Kompor Spirtus, rak tabung reaksi,
penjepit tabung reaksi
Bahan : Alkohol 70%, NaOH 10%, asam Benzoat 10%, CUSO 4 10%, asam sulfat
pekat, Gliserol
D. CARA KERJA
a. Alkohol Primer
- Memasukan etanol sebanyak 1 ml ke dalam tabung reaksi
- Menambahkan asam benzoat 1 ml dan asam sulfat 1 ml, kemudian dipanaskan
- Mengamati bau yang terjadi
b. Alkohol lain
- Memasukan gliserol 1 ml, CuSO4 1 ml dan larutan NaOH 1 ml dalam tabung
reaksi
- Mengamati perubahan yang terjadi
c. Dehidrasi Alkohol
- Memasukan larutan etanol 1 ml dan ditambah asam sulfat pekat 1 ml dalam
tabung reaksi
- Mengamati perubahan yang terjadi
13

PERCOBAAN IV
IDENTIFIKASI GUGUS FUNGSI ALDEHIDA DAN KETON

A. TUJUAN
1. Memahami perbedaan senyawa aldehid dan keton dengan pereaksi tollens dan
fehling
2. Memahami reaksi yang terjadi selama uji tollens dan fehling
3. Memahami karakterisitik senyawa aldehid dan keton dilihat dari hasil reaksi uji
tollens dan fehling

B. LANDASAN TEORI
Aldehida merupakan senyawa karbon yang mengandung gugus karbonil
(-CO-) dimana satu tangan mengikat gugus alkil dan tangan yang lain mengikat
atom hydrogen. Secara umum struktur aldehida dapat digambarkan sebagai berikut :
R-CHO dan rumus molekulnya CnH2nO.
Keton diambil dari nama alkana dengan jumlah atom karbon yang sama dan
letak gugus karbon il (-CO-) diberi nomor yang terendah. Anggota deret homolog
keton yang terkenal adalah propanon (terdiri dari 3 atom karbon) R-COR (Unggul
sudarmo, 2006)
a. Pembuatan Aldehida dan keton
Aldehida/keton dapat dibuat dengan mengoksidasi alkohol primer/sekunder
dengan larutan KMnO4 panas sebagai oksidator.
C. ALAT DAN BAHAN
Alat : tabung reaksi, rak tabung reaksi, penjepit tabung reaksi, bunsen,
korek api,pipet tetes
Bahan : Larutan AgNO3 5%, NH4OH, glukosa, fruktosa, aseton, formaldehida dan
sukrosa

D. CARA KERJA
- Memasukan Larutan AgNO3 ke dalam tabung reaksi sebanyak 1 ml menggunakan
pipet tetes
- Menambahkan 5 tetes NH4OH kedalam masing-masing tabung reaksi hingga
larutan menjadi bening
- Memasukan masing-masing larutan glukosa, fruktosa, aseton, formaldehid dan
sukrosa ke dalam tabung reaksi sebanyak 1 ml
- Memanaskan menggunakan tabung reaksi diatas bunsen
14

- Mengamati perubahan warna dan mencatat pada table hasil percobaan


15

PERCOBAAN V
IDENTIFIKASI KLORAMFENIKOL DAN TETRASIKLIN HCl

A. TUJUAN
1. Mengidentifikasi kapsul kloramfenikol
2. Mengidentifikasi kapsul tetrasiklin HCl
3. Mengetahui mekanisme reaksi yang terjadi pada senyawa obat

B. DASAR TEORI
Kloroamfenikol adalah obat yang bersifat bakteriostatik antimikroba. Hal ini
dianggap sebagai prototipikal antibiotik spectrum luas, disamping tetrasiklin
kloromfenikol diisolasi pertama kali pada tahun 1947 Steptomyces Venezuelae
diisolasi oleh david sottlieb dan diperkenalkan ke dalam praktik klimis pada tahun
1949 dibawah nama dagang chloromycetin
Kloramfenikol mempunyai daya anti mikroba yang tepat maka penggunaan
khloramfenikol meluas dengan cepat di barat kloramfenikol sebagian besar dibatasi
untuk penggunaan topical karena kekhawatiran tentang resiko anemia plastic
Tetrasiklin adalah salah satu antibiotic spectrum luas pertama yang
dikembangkan dan pernah menjadi antibiotik pilihan. Tertasiklin adalah antibiotic
poliketida yang merupakan keluarga obat (tetrasiklin keluarga)

C. ALAT DAN BAHAN


Alat : tabung reaki, pipet tetes, rak tabung reaksi,penjepit
Bahan : Kapsul tetrasiklin HCl, kapsul kloromfenikol, H2SO4 pekat, HNO3, NaOH
10%
D. CARA KERJA
a. Kloramfenikol
- Memasukan serbuk Kloramfenikol pada tabung reaksi
- Menambahkan 1 ml NaOH + etanol
- Mengamati perubahan warna orange atau kuning

b. Tetrasiklin HCl
1) Memasukan serbuk tetrasiklin HCl ke dalam tabung reaksi
- Menambahkan asam sulfat pekat sebanyak 1 ml
- Mengamati perubahan warna hingga merah ungu
2) Memasuakan sebuk tetrasiklin HCl ke dalam tabung reaksi
- Menambahkan 1 ml HNO3 pekat 1 ml
- Memanaskan diatas api spirtus
- Menambahkan NaOH alcohol 1 ml hingga mengalami perubahan warna menjadi
kuning
16

3) Memasukan serbuk tetrasiklin HCl 1 ml dalam tabung reaksi


- Menambahkan NaOH alkoholis 1 ml hingga berubah warna menjadi kuning

E. DATA PENGAMATAN

Perubahan
No Sampul Perlakuan
Fisik Warna Awal Warna Akhir
17

PERCOBAAN VI
REAKSI PENYABUNAN

A. TUJUAN
1. Mahasiswa mengetahui prinsip dasar rx.penyabunan
2. Mahasiswa mampu melakukan percobaan penyabunan
3. Mahasiswa mampu memahami konsep dasar pembuatan sabun

B. DASAR TEORI
Reaksi penyabunan merupakan reaksi hidrolis limak/minyak dengan menggunakan
basa kuat seperti NaOH atau KOH sehinggan menghasilkan gliserol dan garam asam
lemak atau sabun, untuk mengasilkan sabun yang keras digunakan NaOH , sedangkan
untuk menghasilkan sabun yang lunak digunakan KOH reaksi penyabunan disebut juga
reaksi saponifiksasi.

C. ALAT DAN BAHAN


Alat : gelas kimia 100 ml , pengaduk , kaki tiga, kassa, demanas spirtus , pipet volum ,
filler
Bahan : minyak kelapa, minyak sawit, minyak jelantah, gliserol , NaOH, NaCL.

D. CARA KERJA
a. Sabun minyak kelapa
- Memasukan minyak kelapa sebanyak 5 ml dalam gelas kimia
- Menambahkan 15 ml NaOH 1 M ke dalam gelas kimia tadi
- Memanaskan diatas api, menunggu kedalam gelas kimia tsb
- Menambahkan 5 ml NaCl jenuh sampai sabun terpisah dan saring
b. Sabun minyak sawit
- Memanaskan minyak sawit sebanyak 5 ml dalam gelas kimia
- Menambahkan 15 ml NaOH 1 M ke dalan gelas kimia tsb
18

- Memanaskan diatas api, menunggu sampai terbentuk sabun


- Menambahkan 5 ml NaCl jenuh sampai sabun terpisah dan saring
c. Sabun minyak jelantah
- Menambah 5 ml minyak jelantah ke dalam gelas kimia
- Menambah 15 ml NaOH 1 M kedalam gelas kimia
- Memanaskan diatas api, menunggu sampai terbentuk sabun
- Menambahkan 5 ml NaCl jenuh sampai sabun terpisah dan saring.
19

PERCOBAAN VII
PENENTUAN KONSENTRASI SENYAWA ASAM SALISLAT
DENGAN METODE ALKALIMATRI

A. TUJUAN
1. Mahasiswa mengetahui cara penentuan kadar asam sallisilat dengan metode
titimetri
2. Mahasiswa mampu memahami cara penentuan kadar asam salisilat dengan metode
titrimetri
3. Mahasiswa mapu menjelaskan reaksi penetralan pada metode titrimetri

B. DASAR TEORI
Asidi Alkalimetri merupakan salah satu metode kimia analisa kuantitatif
yang didasarkan pada prinsip titrasi asam basa. Asidi alkalimetri berfungsi untuk
menentukan kadar asam basa dalam suatu larutan secara analisa volumetric.
Asidimetri dan alkalimetri termasuk reaksi netralisasi yakni reaksi antara ion
hydrogen yang berasal dari asam dengan ion hidroksida yang berasal dari basa
untuk menghasilkan air yang bersifat netral. Netralisasi dapat juga dikatakan
sebagai reaksi antara donot proton (asam) dengan penerima proton (basa).
C. ALAT DAN BAHAN
Alat : buret, klem, statif, erlenmayer 250 ml, pipet tetes, gelas ukur, timbangan
analitik.
Bahan: asam salisilat NaOH, 0,1 N , indicator pp

D. CARA KERJA
- Menimbang 80 mg asam salisilat, memasukan dalam erlenmayer
- Menambahkan 15 ml etanol netral
- Menambahkan indikator pp 2-3 tetes
20

- Menitrasi dengan NaOH 0,1 N, sambil mengocok hingga warna berubah merah
muda
- Melakukan titrasi 3x
- Menghitung kadar sampel asal salisilat
-
E. DATA PENGAMATAN

Konsentrasi
No Bahan Berat (mg) N titran Volume titran
titran
21

PERCOBAAN VIII
IDENTIFIKASI SENYAWA OBAT DENGAN METODE
SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

A. TUJUAN
1. Mahasiswa mengetahui cara preparasi bahan untuk uji secara spektrofotometri.
2. Mahasiswa mampu memahami dan melakukan uji kandungan obat secara
spektofotometri.
3. Mahasiswa mampu memahami konsep spektrofotometri UV-VIS

B. DASAR TEORI
Spektrofotometer adalah alat yang terdiri dari spektrometer dan fotometer.
Spektrometer menghasilkan sinar dari spektrum dengan panjang gelombang tertentu
dan fotometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur intensiitas cahaya yang
di transmisikan atau diabsorbsi. Spektofotometer digunakan untuk mengukur energi
secara rekatif jika energi tersebut ditransmisikan, direfleksikan atau di emisikan
sebagai fungsi dari panjang gelombang (khopkar, 1990).

C. ALAT DAN BAHAN


Alat : spektrofotometer , kavet, pipet tetes, tabung reaksi, tissue, rak tabung rx
Bahan: paracetamol , feCl3, etanol, air , NaOH 10%
D. CARA KERJA
- Sampai Paracetamol 2,5 mg
- Encerkan dengan Air , etanol, NaOH masing-masing 5 ml sebanyak
- Masing-masing ditambah feCl3 5 tetes
- Menguji pada panjang gelombang 450 mm
- Mencatat abserbansi
- Mencari persamaan dengan M.excel
- Menghitung konsentrasi
22

PERCOBAAN IX
IDENTIFIKASI KANDUNGAN PARASETAMOL DALAM OBAT
A. TUJUAN
1. Mengetahui kandungan paracetamol
2. Mampu mengidentifikasi senyawa paracetamol melalui rx kimia yang terjadi
3. Mampu menjelaskan rx idenfikasi kandungan pct dalam obat
B. DASAR TEORI
Asetaminofen mempunyai aktifitas sebagai analgetik dan antipiretik dengan
sedikit efek anti iflamasi. Seperti aspirin, asetaminofen, berefek menghambat
sintesa prostaglandin di otak tetapi sedikit aktifitasnya sebagai inhibitor
prostaglandin pirifer. Asetaminofen tidak menghambat aksi platelet normal ,
aktifitas prothombin.
Parasetamol adalah ,metabolit dari fenasetin yang dahulu banyak digunakan
sebagai analgetikum tetapi pada tahun 1978 telah ditarik dari peredaran karena efek
sampingnya (nefrotoksisitas dan karsinogen). Umumnya dianggap sebagai anti
nyeri yang paling aman, untuk swamedikasi eFek analgetisnya diperkuat oleh
kodein dan kofein degan kira-kira 50%.
C. ALAT DAN BAHAN
Alat : mortar dan stemper, pallet tetes, pipet tetes, tabung reaksi, tissue, rak tabung
Bahan: paracetamol , feCl3 10 %, Bodrex, puyer, paramex.
D. CARA KERJA
a. Uji organoleptis
- Mengamati sampai pct
- Meliputi bentuk, warna, bau, rasa
b. Uji pelarutan
- Menggerus sampel pct dengan halus
- Menimbang 100 mg dan memasukan dalam tabung rx
- Menambah air pada tabung rx. 1 dan etanol pada tabung rx. 2
- Mengamati perubahan dan kelarutannya
23

c. Reaksi warna
- Sampel paracetamol, bodrex, paramex, digerus dengan halus
- Memasukan dalam pallet tetes bagian- bagian yang telah ditandai
- Melarutkan dengan aquadest hingga larut
- Menetesi larutan feCl3 1 tetes dan mengamati perubahan
24

PERCOBAAN X
IDENTIFIKASI SENYAWA ORGANIK DALAM OBAT-OBATAN
A. TUJUAN
1. Mengidentifikasi kandungan senyawa obat golongan karbohidrat dan fenol
2. Mengetahui rx yang terjadi pada senyawa obat golongan karbohidrat dan fenol
3. Mampu membedakan senyawa obat golongan fenol dan karbohidrat melalui
reaksi yang terjadi
B. DASAR TEORI
Asam Salisilat mengandung tidak kurang dari 99,5 % C7H6O3 dengan
pemberian hablur ringan tidak berwarna atau serbuk berwarna putih, hampir tidak
berbau, rasa agak manis dan tajam. Kelarutan larut dalam 550 bagian air 4 bagian
etanol 95% sukar larut dalam kloroform dan eter.
Theofilin mengandung satu molekul hidrat atau andrat serta tidak kurang dari
97,0 % dan tidak lebih dari 102,0% C7H8N4O2. Pemeriannya serbuk hablur putih,
tidak berbau, pahit, stabil diudara. Larut dalam kurang lebih 180 bagian air, lebih
mudah larut dalam air panas, larut dalam lebih kurang 120 bagian etanol (95%)
(midian sirat, 1979)

C. ALAT DAN BAHAN


Alat : tabung reaksi , rak tabung rx, gelas ukuran 10 ml , pemanas spiritus , penjepit
kayu
bahan: amilum, bolus alba, teofilin tepung, Asam salisilat, NaOH, FeCl3, fenol

D. CARA KERJA
a. Sampel karbohidrat
- Mengurus sampel 1 g yang berbentuk padat
- Jika sampel berbentuk serbuk langsung memasukan dalam tabung reaksi
- Menambahkan NaOH 2N sebanyak 5 ml
- Memanaskan dan amati perubahan yang terjadi uji positif (kuning)
25

b. Sampel Fenol
- Mengurus bahan yang berbentuk padat
- Memasukan masing-maisng sampel dalam tabung reaksi yang telah ditandai
- Menambahkan feCl3 1 % sebanyak 5 ml
- Menambah etanol (kuning)
- Mengamati perubahan yang terjadi
26

PERCOBAAN XI
REAKSI ESTERIFIKASI

A. TUJUAN
1. Mengamati reaksi esterifikasi pada pembuatan aspirin
2. Mengetahui reaksi esterifikasi pada pembuautan aspirin
3. Mampu menjelaskan reaksi esterifikasi pada pembuatan aspirin

B. DASAR TEORI
Esterifikasi asam karboksilat ialah suatu senyawa yang mengandung gugus CO 2R
dengan R dapat membentuk alkil maupun aril. Suatu ester dapat dibentuk dengan
reaksi langsung antara asam karboksilat dan suatu alcohol, suatu reaksi yang disebut
reaksi esterifikasi. Esterifikasi berkataliskan asam dan merupakan reaksi yang
reversible. (Fessenden, 1982)

C. ALAT DAN BAHAN


Alat : Cawan uap, pemanas kaki tiga, timbangan, oren, corong, gelas ukur
10 ml, kertas saring
Bahan : asam silsilat, aquadest, H2SO4 pekat, asam asetat glacial, feCl3 10%

D. CARA KERJA
- Menimbang asam salisilat 2,5 gram
- Menambah asam asetat sebanyak 8 ml
- Menambah 2 tetes H2SO4 dan memasukan ke dalam cawan penguapan
- Memasukan cawan yang berisi bahan diatas pemanas
- Menambah aquadest 15 ml sambil diaduk kemudian saring
- Memasukan dalam oven Kristal yang telah terbentuk
- Menimbang massa Kristal setelah di oven
- Menetesi dengan fede hingga warna berubah menjadi biru violet