Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA ANALITIK

GRAVIMETRI
PENENTUAN KADAR FOSFAT DALAM DETERJEN RINSO)

NAMA : KARMILA (H311 09 289)


FEBRIANTI R LANGAN (H311 10 279)
KELOMPOK : VI (ENAM)
HARI / TANGGAL : JUMAT / 22 MARET 2013

LABORATORIUM KIMIA ANALITIK


JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2013
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kandungan suatu unsur atau ion dalam suatu cuplikan dapat dianalisis

dengan cara gravimetri dengan merubah unsur atau ion tersebut ke dalam suatu

bentuk senyawa yang mudah larut dengan penambahan suatu pereaksi pengendap.

Beberapa kation dan anion dapat dianalisis dengan cara ini. Tetapi tiap kation

maupun anion mempunyai cara-cara khusus yang terkandung pada sifat endapan

yang diperoleh. Untuk analisis gravimetri reaksinya harus stoikiometri. Mudah

dipisahkan dari pelarutnya, rumus kimianya diketahui dengan pasti dan cukup

stabil dalam penyimpanan.

Tahap pengukuran dalam metode gravimetri adalah penimbangan.

Analitnya secara fisik dipisahkan dari semua komponen lain dari sampel itu

maupun dari pelarutnya. Pengendapan merupakan teknik yang paling meluas

penggunaannya untuk memisahkan analit dari pengganggu-pengganggunya.

Analisa gravimetri merupakan suatu cara analisa kimia kuantitatif yang

didasarkan pada prinsip penimbangan berat yang didapat dari proses pemisahan

analit dari zatzat lain dengan metode pengendapan. Zat yang telah diendapkan

ini disaring dan dikeringkan serta ditimabang dan diusahakan endapan itu harus

semurni mungkin. Untuk memisahkan endapan tersebut, maka sangat dibutuhkan

pengetahuan dan teknik yang cukup yang wajib dimiliki seorang teknisi. Dalam

dunia teknik kimia sangat dibutuhkan juga bagaimana cara analisa gravimetri ini.

Seperti halnya dalam industri, untuk mendukung kinerja kita sebagai insinyur

teknik cara analisa ini mungkin juga sangat penting.

1.2 Maksud dan Tujuan Percobaan


1.2.1 Maksud Percobaan

Maksud dari percobaan ini adalah mengetahui dan mempelajari cara

penentuan kadar suatu komponen dalam sampel deterjen rinso dengan

menggunakan metode gravimetri.

1.2.2 Tujuan Percobaan

Tujuan dari percobaan ini adalah menentukan kadar fosfat sebagai

endapan magnesium pirofosfat dari suatu sampel deterjen rinso melalui metode

gravimetri.

1.3 Prinsip Percobaan

Prinsip dari percobaan ini adalah penentuan kadar fosfat sebagai endapan

magnesium pirofosfat dilakukan dengan pendestruksian sampel detejen rinso,

penambahan reagen magnesia, penyaringan, pemanasan, dan pemijaran sehingga

didapatkan bobot konstan endapan.

BAB II
TTINJAUAN PUSTAKA

Analisis gravimetri adalah suatu cara analisis kuantitatif dengan

penimbangan berat zat setelah diperlukan sedemikian rupa sehingga zat tersebut

dapat diketahui rumus molekulnya dengan pasti dan berada dalam keadaan stabil.

Komponen yang akan ditentukan diubah menjadi suatu endapan yang stabil dan

selanjutnya dapat diubah menjadi bentuk senyawa yang mudah untuk ditimbang

(Ruslin, 2009).

Dengan cara pengendapan, analit direaksikan sehingga terjadi suatu

endapan dan endapan itu yang ditimbang. Atas dasar cara membentuk endapan,

maka gravimetri dibedakan menjadi dua macam. Endapan dibentuk dengan reaksi

antara analit dengan suatu pereaksi dari bahan organik maupun anorganik, dengan

endapan yang merupakan suatu senyawa baik kation maupun anion (Harjadi,

1990).

Metode gravimetri merupakan metode langsung yang dilakukan melalui

pengukuran perbedaan berat tanah. Metode langsung secara gravimetri memiliki

akurasi yang sangat tinggi namun membutuhkan waktu yang dan tenaga sangat

besar (Hermawan, 2005).

Teknik gravimetri dapat memberikan informasi yang sangat akurat

meskipun kurang efisien untuk daerah yang sangat luas. Misalnya pengukuran

lengas tanah dengan peralatan konvesional untuk mengetahui kadar air tanah yang

merupakan faktor penting bagi sektor pertanian dapat diketahui (Ardiningsih dkk.,

2004).

Selain itu, metode gravimetri juga digunakan untuk menentukan keasaman

katalis yaitu dengan menghitung daya adsorpsi katalis terhadap basa dimana basa

yang digunakan adalah amonia. Dengan metode gravimetri dapat diukur jumlah
gas yang teradsorpsi pada permukaan katalis. Nilai keasaman yang diperoleh

bukanlah nilai mutlak, karena sifat adsorpsi permukaan pada katalis terhadap basa

gas tergantung pada kondisi percobaan (Pandiangan dkk., 2008).

Analisis gravimetri adalah proses isolasi dan pengukuran berat suatu unsur

atau senyawa tertentu. Bagian terbesar dari penentuan secara analisis gravimetri

meliputi transformasi unsur atau radikal kesenyawaan murni stabil yang dapat

diubah menjadi bentuk yang dapat ditimbang dengan teliti. Berat unsur dihitung

berdasarkan rumus senyawa dan berat-berat atom unsur yang menyusunnya.

Pemisahan unsur dan senyawa yang dikandung dilakukan dengan beberapa cara

seperti, metode pengendapan, metode penguapan, metode elektroanalisis dan

lainnya (Khopkar, 1990).

Adapun beberapa tahap dalam analisa gravimetri adalah sebagai berikut

(Day dan Underwood, 2002) :

1. Memilih pelarut sampel. Pelarut yang dipilih harus lah sesuai sifatnya dengan

sampel yang akan dilarutkan, Misalnya : HCl, H2SO4, dan HNO3 digunakan

untuk melarutkan sampel dari logam-logam.

2. Pengendapan analit. Pengendapan analit dilakukan dengan memisahkan analit

dari larutan yang mengandungnya dengan membuat kelarutan analit semakin

kecil, dan pengendapan ini dilakukan dengan sempurna

3. Pengeringan endapan. Pengeringan yang dilakukan dengan panas yang

disesuaikan dengan analitnya dan dilakukan dengan sempurna. Di sini kita

menentukan apakah analit dibuat dalam bentuk oksida atau biasa pada karbon

dinamakan pengabuan.
4. Menimbang endapan. Zat yang ditimbang haruslah memiliki rumus molekul

yang jelas. Biasanya reagen R ditambahkan secara berlebih untuk menekan

kelarutan endapan.

BAB III

METODE PERCOBAAN
3.1 Bahan Percobaan

Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah akuades, reagen

magnesia, AgNO3, NH3 pekat, sampel deterjen rinso, HCl pekat, aluminium foil,

sabun cair, tissue roll, dan kertas saring.

3.2 Alat Percobaan

Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah labu semprot, gelas ukur

100 mL, neraca analitik, neraca lengan satu, gelas kimia 50 mL, gelas kimia 250

mL, corong kaca, erlenmeyer 500 mL, pipet tetes, pipet ukur 2 mL, batang

pengaduk, sendok tandu, cawan porselin, kompor listrik, dan sikat tabung.

3.3 Prosedur Percobaan

- Penentuan kadar fosfat sebagai endapan magnesium pirofosfat Mg2P2O7

Sampel biskuat coklat ditimbang sebanyak 0,5341 gram dan dituangkan ke

dalam gelas kimia 250 mL lalu dilarutkan 10 mL HCl pekat ke dalam gelas kimia

tersebut dan diencerkan dengan akuades sebanyak 10 mL kemudian diaduk.

Selanjutnya gelas kimia yang berisi larutan tersebut diletakkan dalam ember yang

berisi air dingin sehingga larutan tersebut berada pada suhu dingin, kemudian

pada suhu tersebut, ditambahkan beberapa tetes metil merah. Kemudian

ditambahkan reagen magnesia. Stelah itu ditambahkan dengan amonia pekat

murni dengan perlahan-lahan, sambil larutan diaduk kuat-kuat sampai warna

larutan berubah menjadi kuning. Selanjutnya larutan didiamkan hingga endapan

MgNH4PO4 tersebut berada di lapisan bawah kemudian disaring dengan kertas

whatman 42. Selanjutnya endapan MgNH4PO4 tersebut dibilas dengan akuades

panas hingga bebas klor. Pengujiannya dapat dilakukan dengan mengambil


tetesan terakhir dari pembilasan ke dalam tabung reaksi dan ditambahkan larutan

AgNO3. Jika tidak terbentuk endapan AgCl, maka endapan MgNH4PO4 sudah

bebas klor. Selanjutnya kertas saring yang berisi endapan MgNH 4PO4 dimasukkan

ke dalam cawan porselin lalu diletakkan di atas kompor listrik. Selanjutnya,

cawan porselin yang berisi kertas saring dan endapan tersebut dipanaskan hingga

kertas saring tersebut berubah menjadi arang, kemudian dipijarkan di dalam tanur

selama 1 jam pada suhu > 800 oC. Setelah mencapai suhu > 800 oC, cawan

porselin dikeluarkan dari tanur dan dimasukkan ke dalam desikator. Selanjutnya

ditimbang dengan menggunakan neraca analitik. Diulangi prosedur pemijaran dan

penimbangan hingga didapatkan bobot konstan.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN


BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Anda mungkin juga menyukai