Anda di halaman 1dari 6

28/03/2016

BAB 9
Sistem Kesehatan Nasional
(SKN)

Oleh
Adila Prabasiwi, S.K.M, M.K.M

Pengertian SKN
Pengelolaan kesehatan yang
diselenggarakan oleh semua komponen
bangsa Indonesia secara terpadu dan
saling mendukung guna menjamin
tercapainya derajat kesehatan masyarakat
yang setinggi-tingginya.

Diatur dalam Peraturan Pemerintah


Nomor 72 Tahun 2012

Maksud dan Kegunaan SKN


Sebagai pedoman dalam pengelolaan
kesehatan baik oleh Pemerintah, Pemda,
dan atau masyarakat termasuk badan
hukum, badan usaha, dan lembaga swasta.

1
28/03/2016

Alur Pikir Rencana Pembangunan Kesehatan


dan Sistem Kesehatan Nasional

Gambaran Unsur-Unsur Pembangunan Kesehatan dan Subsistem


SKN serta Tata Hubungannya dengan Lingkungan Strategis yang
Mempengaruhi SKN

Subsistem SKN
1. Upaya kesehatan

2. Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

3. Pembiayaan kesehatan

4. SDM kesehatan

5. Sediaan farmasi, alkes dan makanan

6. Manajemen dan informasi kesehatan

7. Pemberdayaan masyarakat

2
28/03/2016

1. Upaya kesehatan
Melalui upaya peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit,
pengobatan, dan pemulihan kesehatan

2. Penelitian dan Pengembangan Kesehatan


data kesehatan berbasis bukti

3. Pembiayaan Kesehatan
Melalui mekanisme asuransi sosial

4. SDM Kesehatan
cukup dalam jumlah jenis, dan kualitas. Terdistribusi secara
adil dan merata.

5. Sediaan Farmasi, Alkes, Makanan


Kegiatan untuk menjamin aspek keamanan, khasiat dan mutu
sediaan farmasi, alkes, dan makanan yang beredar

6. Manajemen, Informasi, dan Regulasi Kesehatan


meliputi kebijakan kesehatan, administrasi kesehatan, hukum
kesehatan dan informasi kesehatan

7. Pemberdayaan Masyarakat
masyarakat bukan sebagai objek , melainkan subjek/
penyelenggara pembangunan kesehatan

Sub sistem Sediaan Farmasi, Alkes


dan Makanan
Definisi: Pengelolaan berbagai upaya yang menjamin
keamanan, khasiat/manfaat, mutu sediaan farmasi, alat
kesehatan, dan makanan

Sediaan farmasi: obat, bahan obat, obat tradisional, dan


kosmetika.

Tujuan: tersedianya sediaan farmasi, alat kesehatan,dan


makanan yang terjamin aman, berkhasiat/bermanfaat dan
bermutu, dan khusus untuk obat dijamin ketersediaan
dan keterjangkauannya guna meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

3
28/03/2016

Unsur-Unsur
Untuk penyelenggaraan upaya
kesehatan yang harus tersedia
komoditi dalam jenis, jumlah, khasiat,
manfaat, dan fungsinya

SDM yang kompeten


pemberdayaan sumber daya Fasilitas memenuhi
masyarakat Pembiayaan cukup

pengawasan
pelayanan Menjamin penggunaan yg
Komprehensif kefarmasian aman, rasional, bermutu di
Masyarakat aktif semua faskes
Penyediaan unit pelayanan publik

Prinsip

1
Aman, berkhasiat, bermanfaat, bermutu

2
Tersedia, merata, dan terjangkau

3 Rasional

4
Transparan dan bertanggung jawab

5
Kemandirian

Penyelenggaraan
1. Upaya ketersediaan, pemerataan,
keterjangkauan obat dan alat kesehatan
2. Upaya pengawasan untuk menjamin persyaratan
keamanan khasiat/ manfaat, mutu produk, serta
perlindungan masyarakat dari penggunaan yang
salah dan penyalagunaan obat
3. Upaya penyelenggaraan pelayanan kefarmasian
4. Upaya penggunaan obat yang rasional
5. Upaya kemandirian sediaan farmasi melalui
pemanfaatan sumber daya dalam negeri

4
28/03/2016

Perkembangan dan Masalah SKN


Sediaan Farmasi (1)
1. Pasar sediaan farmasi masih didominasi oleh
produksi domestik, sementara bahan baku
impor mencapai 85% dari kebutuhan. Di
Indonesia, terdapat 9.600 jenis tanaman yang
berpotensi mempunyai efek pengobatan, dan
baru 300 jenis tanaman yang telah digunakan
sebagai bahan baku.

2. Pemerintah telah melakukan upaya penurunan


harga obat, namun masih banyak kendala yang
dihadapi

Perkembangan dan Masalah SKN-


Sediaan Farmasi (2)
3. Penggunaan obat rasional belum dilaksanakan
di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, masih
banyak pengobatan yang dilakukan tidak sesuai
formularium.

4. Konsep obat esensial generik belum


sepenuhnya diterapkan. Lebih dari 90% obat
yang diresepkan di Puskesmas merupakan
obat esensial generik. Namun tidak di fasilitas
kesehatan lainnya seperti RS Pemerintah
(<76%), RS Swasta (49%), Apotek (<47%)

SUMBER REFERENSI:

Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2012

5
28/03/2016

Pertanyaan
Apa saran Anda dalam menanggulangi
masalah/isu di bidang farmasi:
1. Masih banyak tanaman yang belum
dimanfaatkan sebagai bahan baku obat.
2. Harga obat yang masih mahal.
3. Penggunaan obat yang tidak rasional.
4. Konsep obat esensial generik belum
sepenuhnya diterapkan.