Anda di halaman 1dari 40

KURIKULUM 2004

STANDAR KOMPETENSI

Mata Pelajaran

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

SEKOLAH DASAR
dan
MADRASAH IBTIDAIYAH

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL


Jakarta, Tahun 2003
Katalog dalam Terbitan

Indonesia. Pusat Kurikulum, Badan Penelitian


dan Pengembangan
Departemen Pendidikan Nasional
Standar Kompetensi Mata Pelajaran
Pendidikan Agama Islam SD & MI, - Jakarta:
Pusat Kurikulum, Balitbang Depdiknas: 2003
iv, 40 hal.

ISBN 979-725-144-6

2
KATA PENGANTAR

Kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia mengalami


perkembangan dan perubahan secara terus menerus sebagai akumulasi
respon terhadap permasalahan-permasalahan yang terjadi selama ini serta
pengaruh perubahan global, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
serta seni dan budaya. Hal ini menuntut perlunya perbaikan sistem
pendidikan nasional termasuk penyempurnaan kurikulum.
Penyempurnaan kurikulum yang telah dilakukan mengacu pada Undang-
Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan
Pemerintah yang terkait yang mengamanatkan tentang adanya standar nasional
pendidikan yang berkenaan dengan standar isi, proses, dan kompetensi lulusan
serta penetapan kerangka dasar dan standar kurikulum oleh pemerintah.
Upaya penyempurnaan kurikulum ini guna mewujudkan peningkatan mutu
dan relevansi pendidikan yang harus dilakukan secara menyeluruh mencakup
pengembangan dimensi manusia Indonesia seutuhnya, yakni aspek-aspek moral,
akhlak, budi pekerti, pengetahuan, keterampilan, kesehatan, seni dan budaya.
Pengembangan aspek-aspek tersebut bermuara pada peningkatan dan
pengembangan kecakapan hidup yang diwujudkan melalui pencapaian
kompetensi peserta didik untuk bertahan hidup serta menyesuaikan diri dan
berhasil dalam kehidupan. Kurikulum ini dikembangkan lebih lanjut sesuai
dengan kebutuhan dan keadaan daerah dan sekolah.
Dokumen kurikulum 2004 terdiri atas Kerangka Dasar Kurikulum 2004, Standar
Bahan Kajian dan Standar Kompetensi Mata Pelajaran yang disusun untuk
masing-masing mata pelajaran pada masing-masing satuan pendidikan.
Dokumen ini adalah Standar Kompetensi Mata Pelajaran Pendidikan Agama
Islam untuk satuan pendidikan SD & MI.
Dengan diterbitkan dokumen ini maka diharapkan daerah dan sekolah dapat
menggunakannya sebagai acuan dalam pengembangan perencanaan
pembelajaran di sekolah masing-masing.

Jakarta, Oktober 2003


Direktur Jendral Kepala Badan Penelitian
Pendidikan Dasar dan Menengah dan Pengembangan

Dr. Ir. Indra Jati Sidi Dr. Boediono


NIP. 130672115 NIP. 130344755

3
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................... 3

DAFTAR ISI ................................................................................................. 4

I. PENDAHULUAN ................................................................................. 5
A. Rasional ......................................................................................... 5
B. Pengertian .......................................................................................... 7
C. Fungsi dan Tujuan ............................................................................. 8
D. Ruang Lingkup ............................................................................. 9
E Standar Kompetensi Lintas Kurikulum ...................................... 9
F. Standar Kompetensi Rumpun Pelajaran ................................... 10
G. Standar Kompetensi Dasar Mata Pelajaran ............................... 11
H. Rambu-rambu ............................................................................... 13
I. Pemanfaatan Teknologi Komunikasi dan Informasi .................... 15

II. KOMPETENSI DASAR, INDIKATOR, DAN MATERI POKOK ...... 18


Kelas 1 ........................................................................................................ 18
Kelas 2 ........................................................................................................ 22
Kelas 3 ........................................................................................................ 26
Kelas 4 ........................................................................................................ 29
Kelas 5 ........................................................................................................ 33
Kelas 6 ........................................................................................................ 37

4
1 PENDAHULUAN

Dengan munculnya berbagai perubahan yang sangat cepat pada hampir


semua aspek dan berkembangan paradigma baru dalam kehidupan
berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat, di awal milenium ketiga ini telah
dikembangkan kurikulum Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar (SD)
secara nasional, yaitu kurikulum yang ditandai dengan ciri-ciri, antara lain:
• Lebih menitikberatkan pencapaian target kompetensi (attainment targets)
dari pada penguasaan materi;
• Lebih mengakomodasikan keragaman kebutuhan dan sumber daya
pendidikan yang tersedia;
• Memberikan kebebasan yang lebih luas kepada pelaksana pendidikan
di lapangan untuk mengembangkan dan melaksanakan program
pembelajaran sesuai dengan kebutuhan.

Walaupun kurikulum nasional ini lebih global dibanding kurikulum


1994, model ini diharapkan lebih membantu guru, karena dilengkapi
dengan pencapaian target yang jelas, materi standar, standar hasil belajar
siswa, dan prosedur pelaksanaan pembelajaran. Meskipun demikian,
keadaan sumber daya pendidikan di Indonesia sangat memungkinkan
munculnya keragaman pemahaman terhadap standar nasioanl, yang
dampaknya akan mempengaruhi pencapaian standar nasional kompetensi
dasar yang telah ditetapkan. Untuk itu perlu adanya penjabaran tentang
kurikulum yang berbasis pada kompetensi dasar yang diharapkan dapat
lebih menjamin tercapaianya kompetensi dasar nasional mata pelajaran
Pendidikan Agama Islam.

A. Rasional

Kehidupan dan peradaban manusia di awal milenium ketiga ini


mengalami banyak perubahan. Dalam merespon fenomena itu, manusia
berpacu mengembangkan pendidikan baik di bidang ilmu-ilmu sosial,
ilmu alam, ilmu pasti maupun ilmu-ilmu terapan. Namun bersamaan

5
Pendidikan Agama Islam

dengan itu muncul sejumlah krisis dalam kehidupan berbangsa dan


bernegara, misalnya krisis politik, ekonomi, sosial, hukum, etnis, agama,
golongan dan ras. Akibatnya, peranan serta efektivitas pendidikan agama
di sekolah sebagai pemberi nilai spiritual terhadap kesejahteraan
masyarakat dipertanyakan. Dengan asumsi jika pendidikan agama
dilakukan dengan baik, maka kehidupan masyarakatpun akan lebih baik.

Kenyataannya, seolah-olah pendidikan agama dianggap kurang


memberikan kontribusi ke arah itu. Setelah ditelusuri, pendidikan agama
menghadapi beberapa kendala, antara lain; waktu yang disediakan hanya
dua jam pelajaran dengan muatan materi yang begitu padat dan memang
penting, yakni menuntut pemantapan pengetahuan hingga terbentuk
watak dan keperibadian yang berbeda jauh dengan tuntutan terhadap
mata pelajaran lainnya.

Memang tidak adil menimpakan tanggung jawab atas munculnya


kesenjangan antara harapan dan kenyataan itu kepada pendidikan agama
di sekolah, sebab pendidikan agama di sekolah bukanlah satu-satunya
faktor yang menentukan dalam pembentukan watak dan kepribadian
siswa. Apalagi dalam pelaksanaan pendidikan agama tersebut masih
terdapat kelemahan-kelemahan yang mendorong dilakukannya
penyempurnaan terus menerus. Kelemahan lain, materi pendidikan
agama Islam, termasuk bahan ajar akhlak, lebih terfokus pada pengayaan
pengetahuan (kognitif) dan minim dalam pembentukan sikap (afektif)
serta pembiasaan (psikomotorik). Kendala lain adalah kurangnya
keikutsertaan guru mata pelajaran lain dalam memberi motivasi kepada
peserta didik untuk mempraktikkan nilai-nilai pendidikan agama dalam
kehidupan sehari-hari. Lalu lemahnya sumber daya guru dalam
pengembangan pendekatan dan metode yang lebih variatif, minimnya
berbagai sarana pelatihan dan pengembangan, serta rendahnya peran
serta orang tua siswa.

Dalam kurikulum 1975, 1984, dan 1994, target yang harus dicapai
(attainment target) dicantumkan dalam tujuan pembelajaran umum. Hal
ini kurang memberi kejelasan tentang kemampuan yang harus
dikembangkan. Atas dasar teori dan prinsip-prinsip pengembangan
kurikulum yang dipraktikkan di berbagai negara seperti Singapura,

6
Pendahuluan

Australia, Inggris, dan Amerika; juga didorong oleh visi, misi, dan
paradigma baru Pendidikan Agama Islam, maka penyusunan kurikulum
Pendidikan Agama Islam kini perlu dilakukan dengan berbasis
kompetensi dasar (basic competency).

Kurikulum pendidikan agama tahun 1994 juga lebih menekankan


materi pokok dan lebih bersifat memaksakan target bahan ajar
sehingga tingkat kemampuan peserta didik terabaikan. Hal ini kurang
sesuai dengan prinsip pendidikan yang menekankan pengembangan
peserta didik lewat fenomena bakat, minat serta dukungan sumber
daya lingkungan.

Dalam implementasinya juga lebih didominasi pencapaian kemampuan


kognitif. Kurang mengakomodasikan keragaman kebutuhan daerah.
Meski secara nasional kebutuhan keberagamaan siswa SD pada dasarnya
tidak berbeda. Dengan pertimbangan ini, maka disusun kurikulum
nasional Pendidikan Agama Islam SD yang berbasis pada kompetensi
dasar (basic competency) yang mencerminkan kebutuhan keberagamaan
siswa SD secara nasional. Standar ini diharapkan dapat dipergunakan
sebagai acuan dalam mengembangkan kurikulum pendidikan agama
Islam SD sesuai dengan kebutuhan daerah/sekolah.

B. Pengertian

Pendidikan Agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam


menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati
hingga mengimani, bertaqwa, dan berakhlak mulia dalam
mengamalkan ajaran agama Islam dari sumber utamanya kitab suci
Al Quran dan Hadits, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran,
latihan, serta penggunaan pengalaman. Dibarengi tuntunan untuk
menghormati penganut agama lain dalam hubunganya dengan
kerukunan antar ummat beragama dalam masyarakat hingga terwujud
kesatuan dan persatuan bangsa.

Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam itu keseluruhannya terliput


dalam lingkup: Al Quran dan Hadits, Keimanan, Akhlak, dan Fiqh/

7
Pendidikan Agama Islam

Ibadah. Sekaligus menggambarkan bahwa ruang lingkup Pendidikan


Agama Islam mencakup perwujudan keserasian, keselarasan dan
keseimbangan hubungan manusia dengan Allah SWT, diri sendiri,
sesama manusia, makhluk lainnya maupun lingkungannya (Hablun
minallah wa hablun minannas).

C. Fungsi dan Tujuan

a. Fungsi
Pendidikan Agama Islam di SD berfungsi untuk: (a) Penanaman
nilai ajaran Islam sebagai pedoman mencapai kebahagiaan hidup
di dunia dan akhirat; (b) Pengembangan keimanan dan ketakwaan
kepada Allah SWT serta akhlak mulia peserta didik seoptimal
mungkin, yang telah ditanamkan lebih dahulu dalam lingkungan
keluarga; (c) Penyesuaian mental peserta didik terhadap
lingkungan fisik dan sosial melalui pendidikan agama Islam; (d)
Perbaikan kesalahan-kesalahan, kelemahan-kelemahan peserta
didik dalam keyakinan, pengamalan ajaran agama Islam dalam
kehidupan sehari-hari; (e) Pencegahan peserta didik dari hal-hal
negatif budaya asing yang akan dihadapinya sehari-hari; (f)
Pengajaran tentang ilmu pengetahuan keagamaan secara umum
(alam nyata dan non nyata), sistem dan fungsionalnya; (g)
Penyaluran siswa untuk mendalami pendidikan agama ke lembaga
pendidikan yang lebih tinggi.

b. Tujuan
Pendidikan Agama Islam di SD bertujuan untuk menumbuhkan
dan meningkatkan keimanan, melalui pemberian dan pemupukan
pengetahuan, penghayatan, pengamalan serta pengalaman peserta
didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim
yang terus berkembang dalam hal keimanan, ketaqwaannya
kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan
pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta untuk
dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

8
Pendahuluan

D. Ruang Lingkup

Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam meliputi keserasian, keselarasan


dan keseimbangan antara:
Hubungan manusia dengan Allah SWT.
Hubungan manusia sesama manusia, dan
Hubungan manusia dengan alam (makhluk selain manusia) dan
lingkungan.

Adapun ruang lingkup bahan pelajaran Pendidikan Agama Islam Sekolah


Dasar terfokus pada aspek:
Keimanan.
Al Quran/Al Hadits.
Akhlak.
Fiqh/Ibadah.

E. Standar Kompetensi Lintas Kurikulum

Kompetensi Lintas Kurikulum merupakan kecakapan untuk belajar


sepanjang hayat sebagai akumulasi kemampuan setelah seseorang
mempelajari berbagai kompetensi dasar yang dirumuskan setiap mata
pelajaran.

Kompetensi Lintas Kurikulum tersebut dirumuskan menjadi sembilan


kompetensi sehingga siswa mampu:
1. Memiliki keyakinan, mempunyai hak, menjalankan kewajiban dan
berperilaku sesuai dengan agama yang dianutnya, serta menyadari
bahwa setiap orang perlu saling menghargai dan merasa aman.
2. Menggunakan bahasa untuk memahami, mengembangkan, dan
mengkomunikasikan gagasan dan informasi, serta untuk berinteraksi
dengan orang lain.
3. Memilih, memadukan, dan menerapkan konsep-konsep dan teknik-
teknik numerik dan spasial, serta mampu mencari dan menyusun
pola, struktur, dan hubungan.
4. Memilih, mencari, dan menerapkan teknologi dan informasi yang
diperlukan dari berbagai sumber serta menilai kebermanfaatannya.

9
Pendidikan Agama Islam

5. Memahami dan menghargai dunia fisik, makhluk hidup, dan


teknologi, dan menggunakan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-
nilai untuk mengambil keputusan yang tepat.
6. Memahami konteks budaya, geografi, dan sejarah, serta memiliki
pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai untuk berpartisipasi aktif
dalam kehidupan, serta berinteraksi dan berkontribusi dalam
masyarakat dan budaya global.
7. Berpartisipasi dalam kegiatan kreatif di lingkungan untuk saling
menghargai karya artistik, budaya, dan intelektual serta menerapkan
nilai-nilai luhur untuk meningkatkan kematangan pribadi menuju
masyarakat beradab.
8. Menunjukkan kemampuan berpikir konsekuen, berpikir lateral,
berpikir kritis, memperhitungkan peluang dan potensi, serta siap
untuk menghadapi berbagai kemungkinan.
9. Menunjukkan motivasi dan percaya diri dalam belajar, mampu
bekerja mandiri, dan mampu bekerja sama dengan orang lain.

F. Standar Kompetensi Rumpun Pelajaran

1. Standar Kompetensi Bahan Kajian Pendidikan Agama


Siswa beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa (Allah
SWT.), berakhlak mulia (berbudi pekerti luhur) yang tercermin
dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara;
memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran agamanya, serta
mampu menghormati agama lain dalam kerangka kerukunan antar
umat beragama.

2. Standar Kompetensi Bahan Kajian Pendidikan Agama Islam


Dengan landasan Al Quran dan Sunnah Nabi Muhammad SAW;
siswa beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.; berakhlaq mulia
(berbudi pekerti luhur) yang tercermin dalam perilaku sehari-hari
dalam hubungannya dengan Allah, sesama manusia, dan alam
sekitar; mampu membaca dan memahami Al Quran; mampu
beribadah dan bermuamalah dengan baik dan benar; serta mampu
menjaga kerukunan intern dan antar umat beragama.

10
Pendahuluan

G. Standar Kompetensi Mata Pelajaran

Kompetensi dasar mata pelajaran berisi sekumpulan kemampuan


minimal yang harus dikuasai siswa selama menempuh pendidikan di
SD. Kemampuan ini berorientasi pada perilaku afektif dan psikomotorik
dengan dukungan pengetahuan kognitif dalam rangka memperkuat
keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Kemampuan-kemampuan
yang tercantum dalam komponen Kemampuan Dasar ini merupakan
penjabaran dari kemampuan dasar umum yang harus dicapai di SD yaitu:
a. Beriman kepada Allah SWT dan lima rukun iman yang lain dengan
mengetahui fungsi serta terefleksi dalam sikap, perilaku, dan akhlak
peserta didik dalam dimensi vertikal maupun horizontal.
b. Dapat membaca Al Quran surat-surat pilihan dengan benar,
menyalin dan mengartikannya.
c. Mampu beribadah dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan
syari’at Islam terutama ibadah mahdhah.
d. Dapat meneladani sifat, sikap, dan kepribadian Rasulullah SAW serta
Khulafaur Rasyidin.

Seperti tergambar dalam kompetensi dasar umum di atas, kompetensi


dasar tersebut kemudian dirinci menjadi kompetensi kelas dan
dikelompokkan berdasarkan aspek: Al Quran, Keimanan, Akhlak, dan
Fiqih/Ibadah, sebagaimana tergambar pada tabel berikut ini:

No Al Quran Keimanan Akhlak Ibadah


I Hafal surat- Beriman dan Berprilaku Mengerti tata
surat pendek mengenal enam hidup bersih cara thaharah/
pilihan (Al rukun iman jujur dan kasih bersuci
Fatihah, Al Beriman dan sayang
Ikhlas, Al mengenal dua Berprilaku
Kautsar) kalimat dermawan dan
syahadat rajin
Bertatakrama
dalam
kehidupan
sehari-hari

II Hafal surat Al Beriman kepada Terbiasa Berwudhu


Ashr Allah dan berperilaku dengan benar

11
Pendidikan Agama Islam

No Al Quran Keimanan Akhlak Ibadah


Hafal surat An mengenal rendah hati dan Hafal bacaan
Nasr dan An Asmaul Husna sederhana dan melakukan
Naas Terbiasa gerakan shalat
berperilaku Melakukan
dengan sifat- shalat dengan
sifat terpuji benar

III Membaca dan _______ Berperilaku dan Mampu


menulis Al bersikap melaksanakan
Quran percaya diri, shalat fardhu
permulaan tekun dan tidak dengan benar
Hafal surat- boros
surat pendek
(lanjutan)

IV Membaca, Beriman kepada Meneladani Melakukan


menulis Al Allah dan ketaatan nabi shalat dengan
Quran dan hafal mengenal sifat- Ibrahim AS dan sempurna,
surat Al Kafirun sifatNya putranya Ismail mengerti syarat
serta Allahab Beriman kepada Bertatakrama syah, dan yang
(lanjutan) Malaikat dan terhadap orang membatalkannya
mengenal tua, guru dan Melakukan azan
nama-namanya tetangga dan iqamah
serta tugas- sebelum shalat
tugasnya dengan benar

V Membaca dan Beriman kepada Meneladani Melakukan


hafal surat Al kitab suci dan ketabahan Nabi puasa
Maun, Alfil dan mengenal Ayub AS
Al Quraesy nama-namanya Berperilaku
Beriman kepada disiplin dan
Rasul-rasul tolong
Allah SWT menolong

IV Membaca dan Beriman kepada Berperilaku Mampu


hafal dengan Hari Akhir tanggung jawab melaksanakan
fasih dan Beriman kepada dan meneladani zakat fitrah
memahami Qadha dan Nabi Musa AS Mampu
surat Al Qadar Meneladani melaksanakan
Fatihah, Al sikap menolong zikir dan do’a
Ikhlas dan Al Nabi Isa AS dan setelah shalat
Ashr senang
melakukan
silaturahim

12
Pendahuluan

H. Rambu-rambu

1. Pendekatan Pembelajaran dan Penilaian.


a. Pendekatan.
Pendekatan Terpadu dalam Pendidikan Agama Islam meliputi:
(a) Keimanan, memberikan peluang kepada peserta didik untuk
mengembangkan pemahaman adanya Tuhan sebagai sumber
kehidupan makhluk sejagat ini; (b) Pengamalan, memberikan
kesempatan kepada peserta didik untuk memperaktekkan dan
merasakan hasil-hasil pengamalan ibadah dan akhlak dalam
menghadapi tugas-tugas dan masalah dalam kehidupan; (c)
Pembiasaan, memberikan kesempatan kepada peserta didik
untuk membiasakan sikap dan prilaku baik yang sesuai dengan
ajaran Islam dan budaya bangsa dalam menghadapi masalah
kehidupan; (d) Rasional, usaha memberikan peranan pada rasio
(akal) peserta didik dalam memahami dan membedakan
berbagai bahan ajar dalam standar materi serta kaitannya dengan
prilaku yang baik dengan prilaku yang buruk dalam kehidupan
duniawi; (e) Emosional, upaya menggugah perasaan (emosi)
peserta didik dalam menghayati perilaku yang sesuai dengan
ajaran agama dan budaya bangsa; dan (f) Fungsional,
menyajikan bentuk semua standar materi (Al Quran,
Keimanan, Akhlak, Fiqih/Ibadah dan Tarikh), dari segi
manfaatnya bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari
dalam arti luas; (g) Keteladanan, yaitu menjadikan figur guru
agama dan non - agama serta petugas sekolah lainnya maupun
orang tua peserta didik, sebagai cermin manusia
berkepribadian agama.

b. Penilaian.
Penilaian dilakukan terhadap hasil belajar siswa berupa
kompetensi sebagaimana yang tercantum dalam KBM setiap
mata pelajaran. Disamping mengukur hasil belajar siswa sesuai
dengan ketentuan kompetensi setiap mata pelajaran dimasing-
masing kelas dalam kurikulum nasional, penilaian juga
dilakukan untuk mengetahui kedudukan atau posisi siswa dalam
8 level kompetensi yang ditetapkan secara nasional.

13
Pendidikan Agama Islam

Penilaian berbasis kelas harus memperlihatkan tiga ranah yaitu:


pengetahuan (koknitif) sikap (afektif) dan keterampilan
(psikomotorik). Ketiga ranah ini sebaikanya dinilai proposional
sesuai dengan sifat mata pelajaran yang bersangkutan. Sebagai
contoh pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam,
penilaiannya harus menyeluruh pada segenap aspek kognitif,
afektif dan psikomotorik, dengan mempertimbangkan tingkat
perkembangan siswa serta bobot setiap aspek dari setiap
kompetensi dan materi. Misalnya kognitif meliputi seluruh
materi pembelajaran (Al Quran, Keimanan, Akhlak, dan
Ibadah). Aspek afektif sangat dominan pada materi pembelajaran
akhlak. Aspek psikomotorik dan pengamalan sangat dominan
pada materi pembelajaran ibadah dan membaca Al Quran.

Hal ini yang perlu diperhatikan dalam penilaian pendidikan


agama Islam adalah prinsip kontinyunitas, yaitu guru secara
terus menerus mengikuti pertumbuhan, perkembangan dan
perubahan siswa. Penilaiannya tidak saja merupakan kegiatan
tes formal, melainkan juga:

Perhatian terhadap siswa ketika duduk, berbicara, dan bersikap


Pengamatan ketika siswa berada di ruang kelas, di tempat ibadah
dan ketika mereka bermain.

Dari berbagai pengamatan itu ada yang perlu dicatat secara


tertulis terutama tentang perilaku yang ekstrim/menonjol atau
kelainan pertumbuhan yang kemudian harus diikuti dengan
langkah bimbingan. Penilaian terhadap pengamatan dapat
digunakan observasi, wawancara, angket, quesioner, skala sikap
dan catatan anekdot.

2. Pengorganisasian Materi
Pengorganisasian Materi pada hakekatnya adalah kegiatan mensiasati
proses pembelajaran dengan perancangan/rekayasa terhadap unsur-
unsur instrumental melalui upaya pengorganisasian yang rasaional
dan menyeluruh. Kronologi pengorganisasian materi itu mencakup
tiga tahap kegiatan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian.

14
Pendahuluan

Perencanaan terdiri dari perencanaan per satuan waktu dan


perencanaan per satuan bahan ajar. Perencanaan per satuan waktu
terdiri dari program tahunan dan program semester/catur wulan.
Perencanaan per satuan bahan ajar dibuat berdasarkan satu
kebulatan bahan ajar yang dapat disampaikan dalam satu atau
beberapa kali pertemuan. Pelaksanaan terdiri dari langkah-langkah
pembelajaran di dalam atau di luar kelas, mulai dari pendahuluan,
penyajian, dan penutup. Penilaian merupakan proses yang dilakukan
terus menerus sejak perencanaan, pelaksanaan, dan setelah
pelaksanaan pembelajaran per pertemuan, satuan bahan ajar,
maupun satuan waktu.

Dalam proses perancangan dan pelaksanaan pembelajaran


hendaknya diikuti langkah-langkah strategis sesuai dengan prinsip
didaktik, antara lain:
Dari mudah ke sulit.
Dari sederhana ke komplek.
Dari kongkrit ke abstrak.

I. Pemanfaatan Tehnologi Komunikasi dan Informasi.

Tehnologi dan Komunikasi diperlukan dalam mewujudkan kreatifitas


dan keterampilan agar hasil pembelajaran siswa dapat diketahui oleh
siswa lain atau orang lain dan pemanfaatan Tehnologi Informasi dan
Komunikasi adalah untuk mendapatkan informasi-informasi terbaru
dalam rangka mencarai gagasan untuk perancangan dan pembuatan
benda-benda keterampilan sebagai wujud dari kreativitas siswa.
Adapun pemanfaatan tehnologi komunikasi dan informasi yang
digunakan adalah:
Melihat hasil teman sekelas dan kelas lain.
Melihat pameran keterampilan.
Memamerkan hasil keterampilan dimajalah dinding.
Memamerkan hasil keterampilan ketika pembagian rapot semester, akhir
tahun dan awal tahun.
Memasang gambar dan informasi hasil keterampilan di WEB sekolah,
WEB klub keterampilan.

15
Pendidikan Agama Islam

Mempublikasikan pada brosur sekolah, brosur khusus keterampilan.


Melihat model-model keterampilan yang bermuatan tehnologi melalui
internet.
Melihat tayangan media cetak (koran, majalah, leaflet, dsb) dan
elektronik (CD, VCD, Vidio, TV, dan Film).

Membaca Al Quran.
Membaca Al Quran atau hafalan-hafalan tertentu di awal setiap pelajaran
selama 5 sampai 10 menit dengan tujuan untuk mengoptimalkan
ketercapaian kemampuan membaca/menghafal Al Quran secara baik dan
benar.

Nilai-nilai.
Setiap materi yang diajarkan kepada peserta didik mengandung nilai-
nilai yang terkait dengan perilaku kehidupan sehari-hari, misalnya
mengajarkan materi ibadah yaitu “Wudhu”, selain keharusan
menyampaikan air pada semua anggota wudhu di dalamnya juga
terkandung nilai-nilai bersih. Nilai-nilai inilah yang harus ditanamkan
kepada peserta didik dalam pendidikan agama (afektif).

Aspek Sikap.
Untuk aspek akhlak misalnya, selain dikaji masalah yang bersangkutan
dengan aspek pengetahuan, aspek fungsionalnya diutamakan pada aspek
sikap, sehingga kelak siswa mampu bersikap sebagai seorang muslim
yang berakhlak mulia. Dan untuk mencapai tujuan tersebut unsur akhlak
juga didukung oleh cerita-cerita Rasul yang berkaitan dengan sifat-sifat
keteladanannya (uswatun hasanah).

Ekstrakurikuler.
Kegiatan ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam dapat mendukung
kegiatan intrakurikuler, misalnya melalui kegiatan pesantren kilat, infaq
Ramadhan, peringatan hari-hari besar Islam, bakti sosial, shalat Jum’at,
tahun baru Islam, lomba baca tulis Al Quran (BTA), dan lain-lain.

Keterpaduan.
Pola pembinaan Pendidikan Agama Islam dikembangkan dengan
menekankan keterpaduan antara tiga lingkungan pendidikan, yaitu:

16
Pendahuluan

lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Untuk itu Guru


Pendidikan Agama Islam (GPAI) perlu mendorong dan memantau
kegiatan pendidikan agama Islam yang dialami oleh siswanya di dua
lingkungan lainnya (keluarga dan masyarakat), sehingga terwujud
keselarasan dan kesesuaian sikap serta perilaku tindak dalam
pembinaannya.

17
2 KOMPETENSI DASAR, INDIKATOR, DAN
MATERI POKOK

Kelas : 1

Membaca Al Quran dengan tartil (Dilaksanakan pada setiap awal pendidikan


agama Islam selama 5-10 menit).

Standar Kompetensi:
• Mengenal enam rukun iman dan syahadatain.
• Terbiasa berperilaku sifat-sifat terpuji dan bertatakrama.
• Mengenal lima rukun Islam dan mengerti tatacara bersuci.

Aspek Al Quran
Kompetensi
Hasil Belajar Indikator Materi Pokok
Dasar
• Hafal surat Al • Hafal surat Al • Melafalkan surat Al • Surat Al-
Fatihah, Al Fatihah Fatihah Al Ikhlas dan Fatihah
Ikhlas dan Al- • Hafal surat Al Al-Kautsar • Surat Al
Kautsar Ikhlas • Menunjukkan hafal Ikhalas
• Hafal surat Al surat Al Fatihah, Al • Surat Al
Kautsar Ikhlas dan Al-Kautsar Kautsar
• Mendemonstrasikan
surat Al Fatihah Al
Ikhlas dan Al-Kautsar

Aspek Keimanan

Kompetensi
Hasil Belajar Indikator Materi Pokok
Dasar
Beriman dan • Siswa • Menyebutkan enam • Hafal enam
mengenal enam beriman, dan rukun iman rukun iman
rukun iman serta menyebutkan • Menunjukkan hafal • Dua kalimat
dua kalimat serta hafal enam rukun iman syahadat
syahadat enam rukun
(syahadat tauhid iman

18
Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok

Kompetensi
Hasil Belajar Indikator Materi Pokok
Dasar
dan syahadat • Melafalkan • Melafalkan dua
rasul) syahadat kalimat syahadat
tauhid dan (syahadat tauhid dan
syahadat rasul rasul)
• Mengartikan dua
kalimat syahadat
• Menunjukkan hafal
dua kalimat syahadat

Aspek Akhlak

Kompetensi
Hasil Belajar Indikator Materi Pokok
Dasar
Berperilaku Siswa • Membersihan badan, Hidup bersih,
hidup bersih, membiasakan pakaian, tempat jujur, kasih
jujur, kasih diri hidup: shalat, tempat tidur sayang,
sayang, • Bersih dan tempat belajar dermawan dan
dermawan dan • Jujur • Membedakan yang rajin
rajin • Kasih sayang bersih dengan yang
• Dermawan, kotor
dan • Menyebutkan
• Rajin keuntungan orang
yang jujur
• Menunjukkan sikap
jujur
• Memperlihatkan sifat
kasih sayang
• Menyebutkan contoh-
contoh kasih sayang
kepada Bapak, Ibu,
Kakak, Adik dan
makhluk hidup
lainnya
• Menyebutkan
keuntungan orang
yang berprilaku
dermawan
• Menunjukkan
berprilaku
dermawan

19
Pendidikan Agama Islam

Kompetensi
Hasil Belajar Indikator Materi Pokok
Dasar
• Menyebutkan
keuntungan orang
yang berprilaku rajin
• Menunjukkan
berprilaku rajin

Terbiasa • Beradab Berdo’a sebelum dan • Adab belajar


bertatakrama ketika belajar sesudah belajar • Adab makan
ketika belajar, • Beradab • Mengulang pelajaran dan minum
makan-minum, ketika makan • Mengerjakan tugas • Adab sebelum
dan sebelum dan dan minum sekolah dan sesudah
sesudah tidur • Beradab • Membaca basmalah tidur
sebelum dan dan do’a sebelum dan
sesudah tidur sesudah makan dan
minum
• Mencuci tangan
sebelum dan sesudah
makan
• Menggunakan tangan
kanan saat makan
dan minum,
• Tidak tergesa-gesa,
dan tidak berlebihan
ketika makan dan
minum
• Bersih diri, pakaian
dan tempat tidur
• Berdo’a sebelum dan
sesudah tidur

Aspek Ibadah

Kompetensi
Hasil Belajar Indikator Materi Pokok
Dasar
Mengenal rukun • Menyebutkan • Menyebutkan rukun • Bersuci/
Islam, dan dan hafal Islam thaharah
mampu rukun Islam • Hafal rukun Islam • Berwudhu
melakukan tata • Hafalan rukun
cara thaharah/ • Mampu • Menyebutkan macam- Islam
bersuci melakukan macam alat bersuci

20
Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok

Kompetensi
Hasil Belajar Indikator Materi Pokok
Dasar
cara-cara • Mensucikan kubul
bersuci/ dan dubur setelah
thaharah buang air kecil dan
besar

• Mampu • Melafalkan niat


berwudhu berwudhu
• Menyebutkan urutan
berwudhu dengan
tertib
• Latihan cara
berwudhu

21
Pendidikan Agama Islam

Kelas : 2

Membaca Al Quran dengan tartil (Dilakasanakan pada setiap awal pendidikan


agama Islam selama 5-10 menit).

Standar Kompetensi:
• Hafal Al Quran surat-surat pendek pilihan.
• Beriman kepada Allah dan mengenal Asmaul Husna.
• Terbiasa berperilaku sifat-sifat terpuji, menghindari sifat tercela, dan
bertatakrama dalam kehidupan sehari-hari.
• Mampu berwudu, hafal bacaan dan melakukan gerakan shalat.

Aspek Al Quran

Kompetensi
Hasil Belajar Indikator Materi Pokok
Dasar
Hafal surat Siswa hafal • Melafalkan surat Al • Surat Al-’Ashr
pendek pilihan • Surat Al-’Ashr ‘Ashr, An Nashr dan • Surat An
Al-’Ashr, An • Surat An An Naas Nashr
Nashr, dan An Nashr • Menunjukkan hafal • Surat An Naas
Naas • Surat An Naas surat Al ‘Ashr, An
Nashr dan An Naas
• Mendemonstrasikan
hafalan surat Al ‘Ashr,
An Nashr dan An
Naas

Aspek Keimanan

Kompetensi
Hasil Belajar Indikator Materi Pokok
Dasar
Mengenal dan Siswa mengenal • Menunjukkan hafal • Lima Asmaul
hafal lima • Lima Asmaul lima diantara Asmaul Husna
Asmaul Husna Husna dan Husna • Arti Asmaul
artinya • Menyebutkan arti: Husna
• Hafal lima - Ar Rahman
Asmaul Husna - Ar Rahim
- Al Ahad
- Al Malik
- As Shamad

22
Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok

Aspek Akhlak

Kompetensi
Hasil Belajar Indikator Materi Pokok
Dasar
Terbiasa Bersikap dan • Berperilaku
berperilaku berperilaku rendah hati
rendah hati, • Rendah hati • Menunjukkan sikap • Berperilaku
sederhana dan rendah hati sederhana
hormat terhadap • Menyebutkan • Hormat
orang tua keuntungan orang kepada orang
yang mempunyai sifat tua
rendah hati

• Sederhana • Mencontohkan
keuntungan orang
yang mempunyai sifat
sederhana
• Mencontohkan
keuntungan orang
yang mempunyai sifat
sederhana

• Hormat • Menunjukkan sikap


kepada sederhana
orangtua • Menunjukkan sikap
hormat terhadap
orang tua
• Mendo’akan kedua
orang tua

Tertib ketika • Melakulan • Menunjukkan Adab mandi dan


mandi dan tertib (adab) beberapa cara yang buang air
buang air mandi baik ketika mandi,
misalnya meratakan
air keseluruh badan,
menggosok-gosok
badan, hemat
menggunakan air.
• Menggosok gigi
sebelum mandi
• Mengeringkan badan
selesai mandi

• Tertib buang • Tidak berbicara


air ketika buang air

23
Pendidikan Agama Islam

Kompetensi
Hasil Belajar Indikator Materi Pokok
Dasar
• Mencuci kotoran
dengan sempurna
• Berdo’a ketika masuk
dan keluar W.C

Terbiasa • Meneladani • Menceritakan kisah Kisah Nabi


berperilaku Nabi Adam AS Nabi Adam AS. Adam AS. dan
dengan sifat-sifat sebagai nabi pertama Nabi
terpuji Muhammad
• Meneladani • Menceritakan masa SAW
Nabi kelahiran Nabi
Muhammad Muhammad SAW. dan
SAW kebiasaan masyarakat
Jahiliyah
• Menceritakan Nabi
Muhammad SAW.
pada masa kanak-
kanak hingga masa
kerasulannya
• Menceritakan Nabi
Muhammmad SAW.
sebagai uswatun
hasanah
• Melatih diri dengan
mencontoh sifat
Rasul: siddiq,
amanah, tabligh, dan
fathanah

Aspek Fiqih/Ibadah

Kompetensi
Hasil Belajar Indikator Materi Pokok
Dasar
Berwudhu • Hafal niat dan • Melafalkan niat Hal-hal yang
dengan benar do’a sesudah wudhu berkaitan
wudhu • Menghafal do’a dengan wudhu
• Berwudhu sesudah wudhu
dengan benar • Mengenal tata cara
berwudhu
• Mempraktekkan cara
berwudhu

24
Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok

Kompetensi
Hasil Belajar Indikator Materi Pokok
Dasar
• Berdo’a sesudah
wudhu

Hafal bacaan dan • Melafalkan • Melafalkan niat shalat • Bacaan shalat


melakukan bacaan-bacaan • Hafal bacaan shalat: wajib
gerakan shalat shalat wajib takbiratul Ihram, do’a • Gerakan-
iiftitah, surat al gerakan shalat
Fatihah, bacaan surat
pendek pilihan, ruku.
I’tidal. sujud, duduk
antara dua sujud,
tasyahud awal,
tasyahud akhir, dan
salam

• Melakukan • Bediri bagi yang


gerakan- mampu
gerakan shalat • Memperaktekkan
gerakan Takbiratul
Ihram, Ruku’ I’tidal.

Melakukan • Hafal bacaan • Menghafal bacaan Gerakan dan


shalat fardu shalat fardu sujud, duduk di bacaan shalat
dengan benar • Melakukan antara dua sujud,
shalat fardhu Tasyahud awal,
(keserasian Tasyahud akhir dan
gerakan dan salam
bacaannya) • Mempraktekkan
dengan benar gerakan sujud, duduk
di antara dua sujud,
Tasyahud awal,
Tasyahud akhir dan
salam.
• Mempraktekkan
keserasian bacaan dan
gerakan shalat

25
Pendidikan Agama Islam

Kelas : 3

Membaca Al Quran dengan tartil (Dilakasanakan pada setiap awal pendidikan


agama Islam selama 5-10 menit).

Standar Kompetensi:
• Membaca, menulis Al Quran permulaan dan hafal surat-surat pendek
pilihan.
• Terbiasa berperilaku sifat terpuji, menghindari sifat tercela, dan
bertatakrama.
• Mampu shalat dengan menserasikan bacaan dan gerakannya.

Aspek Al Quran

Kompetensi
Hasil Belajar Indikator Materi Pokok
Dasar
Membaca dan • Membaca Al • Mengulang-ulang Membaca dan
menulis Al Quran melafalkan huruf, menulis Al
Quran permulaan kata dan kalimat Al Quran
permulaan • Menulis Al Quran dengan permulaan
(Membaca Al Quran harakat dan mahraj
Quran permulaan permulaan yang benar
tuntas) • Melafalkan • Menyalin huruf, kata
huruf, kata dan kalimat Al Quran
dan kalimat
Al Quran
dengan
harakat dan
mahraj yang
benar

Hafal surat Al • Melafalkan • Melafalkan surat Al Surat Al Falaq


Falaq surat Al Falaq Falaq
dengan benar • Menunjukkan hafal
• Hafal surat Al surat Al Falaq
Falaq • Mengulang-ulang
hafalan surat Al Falaq

26
Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok

Aspek Akhlak

Kompetensi
Hasil Belajar Indikator Materi Pokok
Dasar
Berperilaku dan Bersikap dan • Menunjukkan sikap Sikap percaya
bersikap percaya berperilaku: percaya diri diri, tekun dan
diri, tekun dan • Percaya diri • Menyebutkan hemat
tidak boros • Tekun, dan keuntungan orang
• Hemat yang percaya diri
• Menunjukkan sikap
tekun dalam belajar
• Menyebutkan
keuntungan orang
yang bersikap tekun
• Membaca doa
sebelum dan sesudah
belajar
• Menyebutkan
keuntungan orang
yang hemat
• Menunjukkan
kerugian orang yang
boros

Aspek Fiqih/Ibadah

Kompetensi
Hasil Belajar Indikator Materi Pokok
Dasar
Mampu • Melakukan • Melakukan gerakan Gerakan, bacaan,
melaksanakan gerakan shalat shalat yang benar dan keserasian
shalat fardhu dengan benar • Menampilkan bacaan shalat yang
(Pemantapan) • Hafal bacaan shalat yang benar sempurna.
shalat dengan • Menserasikan
benar dan gerakan dan bacaan
lancar shalat dengan benar
• Mempraktekkan
gerakan dan bacaan
shalat fardhu

• Melakukan • Mempraktekkan
shalat fardhu shalat Zhuhur, Ashar,
dan Isya dengan
sempurna

27
Pendidikan Agama Islam

Kompetensi
Hasil Belajar Indikator Materi Pokok
Dasar
• Mengamalkan shalat
Zhuhur, Ashar, dan
Isya dengan
sempurna

28
Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok

Kelas : 4

Membaca Al Quran dengan tartil (Dilakasanakan pada setiap awal pendidikan


agama Islam selama 5-10 menit).

Standar Kompetensi:
• Membaca, menulis Al Quran permulaan, dan hafal surat-surat pendek
pilihan.
• Beriman kepada Allah dengan mengenal sifat-sifat-Nya serta meneladani
ketaatan para Nabi.
• Melakukan shalat dan mengerti syarat sah dan membatalkannya.

Aspek Al Quran

Kompetensi
Hasil Belajar Indikator Materi Pokok
Dasar
Membaca dan • Membaca Al • Melafalkan ayat-ayat • Al Quran
menulis Al Quran ayat- Al Quran dengan surat/ayat
Quran ayat pilihan harakat dan mahraj pilihan
permulaan: • Menulis Al yang benar
Quran • Mengulang-ulang
permulaan melafalkan ayat-ayat
Al Quran dengan
harakat dan mahraj
yang benar
• Menulis ayat-ayat Al
Quran permulaan

• Siswa mampu • Melafalkan surat Al • Hafalan surat


melafalkan Kafirun Al Kafirun
dan hafal • Menunjukkan hafal
surat Al surat Al Kafirun
Kafirun • Mendemonstrasikan
hafalan surat Al
Kafirun

Membaca dan • Membaca Al • Melafalkan ayat-ayat • Al Quran


menulis Al Quran dengan Al Quran dengan surat/ayat
Quran dengan harakat dan harakat dan mahraj pilihan
benar (lanjutan) mahraj yang yang benar
benar

29
Pendidikan Agama Islam

Kompetensi
Hasil Belajar Indikator Materi Pokok
Dasar
• Menulis Al • Mengulang-ulang
Quran dengan melafalkan ayat-ayat
kaedah huruf Al Quran dengan
arab yang harakat dan mahraj
benar yang benar
• Menulis surat Al
Quran dengan benar

Membaca dan • Membaca • Melafalkan surat Al • Surat Al


hafal surat Al surat Al Lahab Lahab Lahab
Lahab • Hafal surat Al • Menunjukkan hafal
Lahab surat Al Lahab
• Mengulang-ulang
hafalan surat Al
Lahab

Aspek Keimanan
Kompetensi
Hasil Belajar Indikator Materi Pokok
Dasar
Beriman kepada • Menyebutkan • Menyebutkan 10 • Sepuluh sifat-
Allah dengan dan hafal 10 sifat-sifat wajib bagi sifat wajib
mengenal sifat- sifat-sifat Allah SWT bagi Allah
sifat wajib bagi wajib bagi • Menunjukkan hafal SWT
Allah Allah SWT 10 sifat-sifat wajib
• Mengartikan bagi Allah SWT
10 sifat-sifat • Menyebutkan arti 10
wajib bagi sifat-sifat wajib bagi
Allah SWT Allah SWT
• Menunjukkan
kebesaran dan
keagungan Allah
SWT

Beriman kepada • Menyebutkan • Menceritrakan • Nama-nama


Malaikat dan nama-nama tentang kejadian malaikat serta
mengenal nama- malaikat malaikat tugas-
nama serta • Menyebutkan • Menyebutkan nama- tugasnya
tugas-tugasnya tugas-tugas nama malaikat
malaikat • Menyebutkan tugas-
tugas malaikat

30
Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok

Aspek Akhlak

Kompetensi
Hasil Belajar Indikator Materi Pokok
Dasar
Meneladani • Meneladani • Menceritakan kisah • Kisah Nabi
ketaatan Nabi kisah Nabi Nabi Ibrahaim AS dan Ibrahim AS
Ibrahim AS dan Ibrahim AS Putranya Nabi Ismail dan putranya
putranya Ismail • Meneladani AS Nabi Ismail
AS kisah Nabi • Menunjukkan sikap AS
Ismail AS meneladani ketaatan
Nabi Ibrahim AS
kepada Allah SWT
• Menunjukkan sikap
dan meneladani
ketaatan Nabi Ismail
AS terhadap ayahnya

Terbiasa • Siswa mampu • Menyebutkan contoh • Sikap hormat


bertatakrama bersikap hormat kepada guru dan santun
terhadap guru hormat dan • Menunjukkan sikap kepada guru
dan tetangga santun kepada hormat kepada guru
guru

• Siswa mampu • Menyebutkan contoh • Sikap hormat


bersikap hormat terhadap dan santun
hormat dan tetangga kepada
santun kepada • Menunjukkan sikap tetangga
tetangga hormat terhadap
tetangga

Aspek Fiqih/Ibadah

Kompetensi
Hasil Belajar Indikator Materi Pokok
Dasar
Melakukan • Melakukan • Mempraktikkan • Bacaan,
shalat dengan shalat sesuai rukun shalat gerakan,
memarahi rukunnya • Mempraktikkan rukun, syarat
sempurna dan • Melakukan sunat-sunat shalat sah, dan hal-
syarat sah serta sunat-sunat • Melakukan shalat hal yang
membatalkannya shalat fardhu (gerakan, membatalkan
bacaan, dan shalat
tuma’ninah yang
sempurna)

31
Pendidikan Agama Islam

Kompetensi
Hasil Belajar Indikator Materi Pokok
Dasar
• Mengenal • Meneyebutkan syarat
syarat sah dan sah shalat
membatalkan • Menyebutkan hal-hal
shalat yang membatalkan
shalat
• Memberikan contoh
shalat yang batal
• Mempraktikan dan
mengamalkan shalat
Subuh, Zhuhur,
Ashar, Maghrib dan
Isya dengan
sempurna

Melakukan • Menguman- • Melafalkan adzan dan • Lafal adzan


adzan dan dangkan iqamah dan iqamah
iqamah sebelum adzan • Menunjukkan hafal
shalat dengan sebelum lafal adzan dan
benar shalat iqamah
• Menguman- • Mempraktekkan
dangkan adzan dan iqamah
iqamah ketika ketika hendak shalat
hendak shalat

32
Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok

Kelas : 5

Membaca Al Quran dengan tartil (Dilakasanakan pada setiap awal pendidikan


agama Islam selama 5-10 menit).

Standar Kompetensi:
• Membaca dan menulis Al Quran serta hafal surat pendek pilihan.
• Beriman kepada kitab suci dan Rasul Allah serta mengenal nama-
namanya.
• Terbiasa berperilaku sifat terpuji, menghindari sifat tercela, dan
bertatakrama dalam kehidupan sehari-hari.
• Memahami dan melakukan puasa Ramadhan.

Aspek Al Quran

Kompetensi
Hasil Belajar Indikator Materi Pokok
Dasar
Membaca dan • Membaca dan • Membaca Al Quran • Surat Al-Maun
hafal surat Al hafal dengan surat Al-Maun
Ma’un dan Al benar surat dengan harakat dan
Fiil Al-Maun mahraj yang benar
• Mengulang-ulang
membaca surat Al-
Maun dengan harakat
dan mahraj yang
benar
• Menunjukkan hafal
surat Al-Maun

• Membaca dan • Membaca Al Quran • Surat Al-Fiil


hafal dengan surat Al-Fiil dengan
benar surat Al harakat dan mahraj
Fiil yang benar
• Mengulang-ulang
membaca surat Al-
Fiil dengan harakat
dan mahraj yang
benar
• Menunjukkan hafal
surat Al-Fiil

33
Pendidikan Agama Islam

Kompetensi
Hasil Belajar Indikator Materi Pokok
Dasar
Membaca dan • Membaca Al • Membaca Al Quran • Surat Al-
hafal surat Al Quran surat surat Al-Quraisy Quraisy
Quraisy Al Quraisy dengan harakat dan
• Hafal dengan mahraj yang benar
benar surat • Mengulang-ulang
Al-Quraisy membaca surat Al-
Quraisy dengan
harakat dan mahraj
yang benar
• Menunjukkan hafal
surat Al-Quraisy

Aspek Keimanan
Kompetensi
Hasil Belajar Indikator Materi Pokok
Dasar
Beriman kepada • Mengenal • Menyebutkan nama- • Nama-nama
kitab suci dan nama-nama nama kitab Allah kitab suci
nama-nama rasul kitab suci SWT Allah serta
yang Allah serta • Menyebutkan nama- nama-nama
menerimanya nama-nama nama Rasul yang Rasul yang
Rasul yang menerima kitab Allah menerimanya
menerimanya SWT
• Menjelaskan pengertian
kitab suci Al Quran
• Menjelaskan bahwa
Al Quran adalah
pedoman umat Islam

Beriman kepada Beriman dan • Menyebutkan nama- • Nama-nama


Rasul Allah SWT mampu nama Rasul Allah Rasul Allah
menyebutkan SWT SWT
• Nama-nama • Menyebutkan nama- • Nama-nama
Rasul Allah nama Rasul Ulul Rasul Ulul
SWT Azmi Azmi
• Nama-nama • Membedakan antara • Membedakan
Rasul Ulul Nabi dengan Rasul antar Nabi
Azmi dan Rasul
• Membedakan
antar Nabi
dan Rasul

34
Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok

Aspek Akhlak

Kompetensi
Hasil Belajar Indikator Materi Pokok
Dasar
Meneladani Siswa mampu • Menceritakan kisah • Kisah Nabi
ketabahan Nabi meneladani Nabi Ayub AS Ayub AS
Ayub AS ketabahan Nabi • Menunjukkan sikap ketika
Ayub AS ketika meneladani menderita
menderita sakit ketabahan Nabi Ayub sakit
AS ketika menderita
sakit

Berperilaku Bersikap dan • Menyebutkan Sikap disiplin


disiplin dan berperilaku keuntungan orang dan tolong
tolong menolong • disiplin dan yang disiplin menolong
• tolong • Menunjukkan
menolong contoh-contoh sikap
orang yang disiplin,
dalam belajar di
rumah, sekolah, dan
disiplin diperjalanan
serta di tempat-
tempat umum
• Menyebutkan
manfaat tolong
menolong
• Menunjukkan
contoh-contoh sikap
orang yang suka
tolong menolong
seperti menyantuni
orang yang tidak
mampu,
meminjamkan buku
pelajaran pada teman,
menolong orang tua
di rumah

• Menghindari • Menunjukkan • Menjelaskan • Menghindari


sikap dan akibat buruk pengertian mencuri perilaku
perilaku suka perbuatan • Menunjukkan mencuri
mengambil mencuri contoh-contoh akibat
milik orang • Menunjukkan mencuri, seperti bagi
lain (mencuri) cara-cara orang yang kecurian

35
Pendidikan Agama Islam

Kompetensi
Hasil Belajar Indikator Materi Pokok
Dasar
menghindari merasa kesal dan
perilaku marah, bagi si
mencuri pencuri merasa tidak
tentram/tenang
hidupnya dan
diancam hukuman di
dunia maupun di
akhirat

Menghindari • Menghindari • Menyebutkan ciri-ciri • Menghindari


sikap dan sikap lalai orang lalai sikap lalai
perilaku lalai: dalam • Menunjukkan sikap
kehidupan menghindari diri dari
sifat lalai

Aspek Fiqih/Ibadah

Kompetensi
Hasil Belajar Indikator Materi Pokok
Dasar
Melakukan • Melakukan • Menjelaskan Puasa Ramadhan
puasa ramadhan puasa pengertian puasa dan puasa
dan puasa Ramadhan Ramadhan dan puasa sunnah
sunnah • Mempraktek- sunnah
kan puasa • Menyebutkan
sunnah ketentuan-ketentuan
puasa Ramadhan dan
puasa sunnah
• Mempraktikkan
puasa sunnah senin-
kamis dan puasa
Ramadhan

36
Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok

Kelas : 6

Membaca Al Quran dengan tartil (Dilakasanakan pada setiap awal pendidikan


agama Islam selama 5-10 menit).

Standar Kompetensi:
• Membaca fasih, menulis, mengartikan dan hafal Al Quran surat pilihan.
• Beriman kepada hari akhir, qadha dan qadar dan menyebutkan tanda-
tandanya.
• Terbiasa berperilaku sifat terpuji dan meneladani para Nabi pilihan.
• Melaksanakan zakat fitrah menurut ketentuannya.

Aspek Al Quran

Kompetensi
Hasil Belajar Indikator Materi Pokok
Dasar
Membaca • Membaca • Membaca surat Al • Mengartikan
dengan fasih dan dengan fasih Fatihah dan Al Ikhlas surat Al
mengartikan Al-Fatihah dengan fasih Fatihah dan
surat Al Fatihah, dan Al Ikhlas • Mengartikan surat Al Al Ikhlas
Al Ikhlas dan Al- • Mengartikan Fatihah dan Al Ikhlas
‘Ashr surat Al- • Menerapkan makna
Fatihah dan surat Al Fatihah dan
Al Ikhlas Al Ikhlas dalam
kehidupan
• Menerapkan bacaan
surat Al Fatihah dan
Al Ikhlas dalam shalat

• Siswa mampu Siswa dapat: • Mengartikan


membaca • Membaca surat Al- surat Al-‘Ashr
dengan fasih ‘Ashr
surat Al-‘Ashr • Mengartikan surat Al-
• Mengartikan ‘Ashr
surat Al-‘Ashr • Menerapkan makna
surat Al-‘Ashr dalam
kehidupan
• Menerapkan bacaan
surat Al-‘Ashr dalam
shalat

37
Aspek Keimanan
Kompetensi
Hasil Belajar Indikator Materi Pokok
Dasar
Beriman kepada • Menunjukkan • Menjelaskan • Iman kepada
Hari Akhir dan beriman pengertian Hari Akhir hari akhir
Qadha-Qadar kepada hari • Menyebutkan nama
akhir lain dari Hari Akhir
• Menyebutkan tanda-
tanda Hari Akhir

• Menunjukkan • Menjelaskan • Iman kepada


beriman pengertian Qadha dan Qadha dan
kepada Qadha Qadar Qadar
dan Qadar • Menyebutkan contoh
Qadha
• Menyebutkan salah
satu contoh Qadar

Aspek Akhlak

Kompetensi
Hasil Belajar Indikator Materi Pokok
Dasar
Terbiasa Bersikap • Menjelaskan Pengertian dan
berperilaku tanggung jawab pengertian tanggung contoh-contoh
tanggung jawab dalam jawab sikap tanggung
dan meneladani kehidupan • Menyebutkan contoh- jawab
Nabi Musa AS sehari-hari contoh orang yang
tanggung jawab
• Menunjukkan sikap
bertanggung jawab,
misalnya
mengerjakan sesuatu
harus tepat waktu,
ucapan harus sesuai
dengan perbuatan

• Mencontoh • Meneladani keteguhan • Kisah Nabi


keteladanan iman Nabi Musa AS Musa AS
Nabi Musa AS terhadap Allah SWT
• Meneladani
keberanian Nabi Musa
AS melawan Fir’aun

38
Kompetensi
Hasil Belajar Indikator Materi Pokok
Dasar
Meneladani • Mencontoh • Meneladani • Kisah Nabi Isa
sikap penolong keteladanan keteguhan iman Nabi AS
Nabi Isa AS dan Nabi Isa AS Isa AS terhadap Allah • Ajaran Islam
senang • Melakukan SWT tentang
melakukan silaturrahim • Meneladani penolong silaturrahim
silaturrahim Nabi Isa AS terhadap
kaumnya
• Menunjukkan
contoh-contoh
silaturrahmi
• Menyebutkan
manfaat silaturrahmi,
seperti
menumbuhkan kasih
sayang,
memperbanyak
persaudaraan
• Menunjukkan sikap
senang
bersilaturrahmi
Aspek Fiqih/Ibadah
Kompetensi
Hasil Belajar Indikator Materi Pokok
Dasar
Melaksanakan • Mengidentifi- • Menjelaskan • Zakat fitrah
zakat fitrah kasi pengertian zakat fitrah
ketentuan- • Menyebutkan
ketentuan ketentuan-ketentuan
zakat fitrah zakat fitrah
• Melaksanakan • Mempraktekkan
zakat fitrah zakat fitrah

Melaksanakan • Melakukan • Membaca lafal-lafal • Bacaan dzikir


dzikir dan do’a dzikir dan dzikir dan do’a dan do’a
setelah shalat do’a setelah setelah shalat setelah shalat
shalat • Mengulang-ulang
lafal dzikir dan do’a
hingga hafal
• Mempraktekkan
dzikir dan do’a
setelah shalat

39
Kutipan Pasal 44
Sanksi Pelanggaran Undang - undang Hak Cipta 1987

1. Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau


memperbanyak suatu ciptaan atau memberi izin untuk itu,
dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun
dan/atau denda paling banyak Rp. 100.000.000,- (seratus juta
rupiah).

2. Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan,


mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau
barang hasil pelanggaran Hak Cipta sebagaimana dimaksud
dalam ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5
(lima) tahun dan/atau paling banyak Rp. 50.000.000,- (lima
puluh juta rupiah).