Anda di halaman 1dari 31

Kode/Nama Rumpun Ilmu : 461/Sistem Informasi

USULAN

PENELITIAN DOSEN PEMULA

Analisa Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi


Keberhasilan E-Government Dengan Pendekatan
Mixed Method

TIM PENGUSUL

Darmawan Baginda Napitupulu, S.T, M.Kom (0319097803)


Hendra Putra, S.Kom, MMSI (0311106804)

UNIVERSITAS BOROBUDUR
MEI 2016

1
HALAMAN PENGESAHAN
PENELITIAN DOSEN PEMULA

Analisa Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan


E-Government Dengan Pendekatan Mixed Method

Hendra Putra, S.Kom, MM.SI


0311106804

1 Tahun

30.000.000,-
25.000.000,-

30-5-2016,

2
IDENTITAS DAN URAIAN UMUM

1. Judul Penelitian : Analisa Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan


E-Government Dengan Pendekatan Mixed Method
2. Tim Peneliti
No Nama Jabatan Bidang Instansi Asal Alokasi
Keahlian Waktu/Minggu
1 Darmawan Napitupulu, Ketua Ilmu Komputer Universitas 15 jam/minggu
S.T, M.Kom Borobudur
2. Hendra Putra, S.Kom, Anggota Sistem Universitas 15 jam/minggu
M.M.SI Informasi Borobudur

3. Obyek Penelitian : Obyek yang akan diteliti adalah institusi atau lembaga Pemerintah
khususnya Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dan segi penelitiannya yakni sejauh mana
pemerintah daerah tersebut sudah mengimplementasikan sistem e-Government di Indonesia.

4. Masa Pelaksanaan
Mulai : bulan Januari tahun : 2017
Berakhir : bulan Desember tahun : 2017

5. Usulan Biaya DRPM Ditjen Penguatan Risbang


Tahun ke-1 : Rp. 25.000.000,-

6. Lokasi Penelitian (Lab/Lapangan) : Laboratorium Komputer di Universitas Borobudur,


Pengambilan Data Lapangan di beberapa Pemda Kabupaten/Kota (Best Practice Berdasarkan
Penilaian Pemeringkatan e-Government di Indonesia-PeGI 2015) : kota Tangerang, kota
Yogyakarta, kota Cimahi, kota Bogor, kota Pekalongan, kabupaten Sragen, kota Jembrana, kota
Surabaya dan kota Malang.

7. Instansi lain yang terlibat : -

8. Temuan yang ditargetkan : Model faktor sukses implementasi e-Government di Indonesia


yang terdiri dari komponen dan indikator (faktor sukses) dengan menggunakan pendekatan
Mixed Method. Dalam penelitian ini juga dihasilkan daftar faktor sukses yang telah divalidasi
baik oleh pakar (content validity) maupun pengujian empiris (construct validity).

9. Kontribusi mendasar pada suatu bidang ilmu : Studi Faktor Sukses Untuk Implementasi
Sistem E-Government di Indonesia.

10. Jurnal ilmiah yang menjadi sasaran : Jurnal Kursor (Nasional Terakreditasi), Jurnal Ilmiah
(JSI) UI

11. Rencana luaran HKI, Buku, purwarupa : Publikasi Ilmiah Jurnal Nasional, Prosiding dan
Buku ajar

3
RINGKASAN
Saat ini Indonesia memiliki tuntutan untuk menyediakan pelayanan publik yang berkualitas
kepada masyarakat dan memfasilitasi partisipasi serta aspirasi masyarakat dalam proses
demokrasi. Hal ini merupakan ciri dari pemerintahan yang baik (good government). Sejak
adanya Inpres No.3 tahun 2003 tentang kebijakan dan strategi pengembangan e-Government,
Pemerintah dituntut harus mampu memanfaatkan kemajuan Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK) untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas, transparansi dan akuntabilitas
Pemerintah. Oleh karena itu Pemerintah harus melaksanakan proses transformasi menuju e-
Government sebagai upaya untuk mengembangkan penyelenggaraan pemerintahan berbasis
elektronik sehingga dapat mengoptimasikan pemanfaatan potensi TIK secara luas. Namun cukup
disayangkan, e-Government yang dikembangkan mengindikasikan hanya sekedar pemenuhan
terhadap kebijakan tersebut, karena tanpa disertai kualitas. Berbagai hasil survei menunjukkan
bahwa Indonesia masih tertinggal dalam hal adopsi e-Government dibandingkan dengan negara
maju. Di tingkat global, Indonesia masih berada jauh di bawah Vietnam, Philipina dan Thailand
(UNDESA, 2012). Hal ini ditambah lagi penelitian Heeks (2004) bahwa dilaporkan sebagian
besar proyek e-Government di negara berkembang termasuk Indonesia mengalami kegagalan
dimana tingkat kegagalan mencapai 85% sedangkan tingkat keberhasilan hanya mencapai 15%.
Hasil survei di tingkat nasional tidak jauh berbeda, hanya ada 1 kabupaten dan 5 kota dari total
497 kabupaten/kota yang dianggap berhasil dalam mengimplementasikan e-Government (PeGI
2012) sedangkan di tingkat propinsi secara umum mendapatkan penilaian kurang (PeGI, 2013;
PeGI 2014).

Berangkat dari permasalahan di atas, maka dalam penelitian ini perlu dilakukan studi untuk
mengidentifikasi faktor-faktor apa saja berpengaruh terhadap keberhasilan implementasi sistem
e-Government. Faktor-faktor yang paling berpengaruh tersebut disebut dengan faktor sukses
(CSF). Studi tentang CSF merupakan isu yang penting dalam pengembangan sistem e-
Government dan akan membantu proyek e-Government berhasil, terhindar dari kemungkinan
gagal yang dapat membawa pada konsekuensi yang tidak diharapkan (Altameem, 2006). Dengan
kata lain, penelitian ini bertujuan mencari gambaran keberhasilan sistem e-Government dengan
mengidentifikasi dan menganalisa faktor sukses implementasi e-Government baik faktor teknis
maupun non-teknis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Mixed Method yakni
kombinasi antara metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif dilakukan melalui
pendekatan Meta-Ethnography untuk mengintegrasikan berbagai studi terkait dengan faktor
sukses e-Government sehingga menghasilkan daftar faktor sukses e-Government yang bersifat
generic melalui proses sintesa, Metode kuantitatif dilakukan melalui survei berbasis kuesioner
kepada beberapa Pemda kabupaten/kota terpilih berdasarkan PeGI (Pemeringkatan e-
Government di Indonesia) yang dianggap telah berhasil mengimplementasikan e-Government
(Best Practice), lalu kemudian dianalisa dengan pendekatan analisis faktor (factor analysis)
untuk membangun dan menghasilkan faktor sukses implementasi e-Government. Analisis faktor
dalam penelitian ini nantinya menggunakan alat bantu SEM (structural equation modeling)
untuk membangun model faktor sukses e-Government di Indonesia. Dengan adanya penelitian
ini akan memberikan informasi terkait faktor sukses e-Government yang perlu diakomodasi oleh
pemerintah untuk mendukung keberhasilan implementasi e-Government di Indonesia.

Kata Kunci : e-Government, Faktor Sukses, Kabupaten, Kota, Indonesia

4
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perkembangan TIK yang demikian pesat telah masuk ke berbagai sektor kehidupan baik sektor
bisnis, pendidikan, hingga Pemerintahan. Pemanfaatan TIK pada sektor Pemerintahan dalam
rangka memberikan pelayanan publik yang berkualitas kepada masyarakat telah berjalan apalagi
sejak kehadiran Inpres No. 3 tahun 2003 dirumuskan tentang Kebijakan dan Strategi Nasional
Pengembangan e-Government. E-Government didefinisikan sebagai pemanfaatan TIK dalam
proses pemerintahan untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas, transparansi dan akuntabilitas
penyelenggaraan pemerintahan. Senada dengan uraian sebelumnya, World Bank (2011)
menyatakan bahwa e-Government mengacu pada penggunaan TIK oleh institusi pemerintah
(seperti WAN, internet, mobile computing) yang memiliki kemampuan untuk mengubah
hubungan dengan masyarakat, bisnis, dan pihak yang terkait dengan pemerintah sedangkan
Heeks (2006) menyebutkan e-Government sebagai penggunaan TIK oleh organisasi di sektor
publik.

Dari berbagai definisi yang ada terdapat kesamaan karakteristik yaitu masing-masing definisi
memiliki makna sebagai berikut Fatah (2009):
a) Merupakan suatu mekanisme interaksi baru (modern) antara pemerintah dengan
masyarakat dan kalangan lain yang berkepentingan (stakeholder).
b) Melibatkan penggunaan TIK (terutama internet).
c) Memperbaiki mutu (kualitas) pelayanan yang selama berjalan.

Dua ciri utama yang harus terdapat pada sistem e-Government yakni ketersediaan (availability)
dan aksesibilitas (accessibility). Pertama, layanan dan transaksi e-Government harus tersedia 24
jam sehari, 7 hari seminggu (non-stop). Pengguna bebas memilih bilamana dan darimana yang
bersangkutan ingin berhubungan dengan pemerintah untuk melakukan berbagai transaksi atau
mekanisme interaksi. Hal ini juga memungkinkan masyarakat dan pelaku bisnis dapat fleksibel
dalam mengakses layanan diluar jam kerja pemerintah. Kedua, e-Government sangat tergantung
pada aksesibilitas layanan yang tersedia pada website. Jika layanan tersebut tidak dapat diakses

5
maka dapat dikatakan e-Government tidak berhasil atau akan mengalami kegagalan (Sami &
Mohd, 2012).

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa implementasi e-Government mempunyai manfaat dan


dampak yang signifikan dalam banyak hal. Berdasarkan penelitian Seifert & Bonham (2003), e-
Government dapat meningkatkan transparansi dalam administrasi, mengurangi korupsi dan
meningkatkan partisipasi publik dalam ranah politik. Gronlund et al. (2004) dalam laporan
penelitiannya juga menyampaikan bahwa manfaat e-Government dapat meningkatkan
transparansi operasional dan efisiensi dengan cara mengurangi biaya dan meningkatkan
produktivitas. Di beberapa kasus, e-Government dianggap dapat menghemat biaya (save cost)
dan pada waktu yang bersamaan meningkatkan kualitas, response time, akses terhadap pelayanan
(ADB, 2003). Selain itu e-Government juga berperan meningkatkan efektifitas dan efisiensi
administrasi publik (Pacic-Council, 2002 ; UN-ECOSOC, 2003). E-Government berpotensi
untuk mendorong pemerintah lebih kompetitif dan memampukan pemerintah untuk menghadapi
tantangan di era informasi ini (OECD, 2003 ; UNDP-APDIP, 2003).

Manfaat e-Government menurut Kumar et. al (2007) adalah


a) Pelayanan publik yang lebih baik kepada masyarakat dimana informasi dapat disediakan 24
jam sehari 7 hari seminggu Informasi dapat diperoleh dari berbagai kanal (Portal, Email,
dll) tanpa harus secara fisik hadir di kantor pemerintahan.
b) Peningkatan hubungan antara pemerintah, pelaku bisnis dan masyarakat umum.
c) Pemberdayaan masyarakat melalui informasi yang mudah diperoleh.
d) Pelaksanaan pemerintah yang lebih efisien dimana koordinasi antar lembaga pemerintah
dapat dilakukan dengan mudah melalui berbagai kanal.

Walaupun implementasi e-Government memberikan berbagai manfaat dan keuntungan seperti


yang disebutkan namun pada banyak kasus penerapan e-Government mengalami kegagalan.
Berdasarkan penelitian Heeks (2006), sebagian besar proyek e-Government khususnya di negara
berkembang mengalami kegagalan dimana tingkat kegagalan mencapai 85% sedangkan tingkat
keberhasilan hanya mencapai 15%. Kegagalan diklasifikasikan menjadi gagal sebagian (partial
failure) yang mencapai 50% dan gagal total (total failure) mencapai 35% dimana gagal total

6
adalah jika proyek e-Government tidak pernah diimplementasikan atau sudah mulai
diimplementasikan tapi tiba-tiba dibatalkan sedangkan gagal sebagian adalah tujuan-tujuan
utama dari poyek tidak berhasil dicapai dan/atau ada sangat banyak hasil yang tidak sesuai
rencana.

Disamping itu, Gartner (2002) juga menyatakan bahwa lebih dari 60% dari seluruh inisiatif e-
Government mengalami kegagalan atau jauh dari harapan yang diinginkan. Ditambah lagi
international survey oleh UNDESA (United Nations Department of Economics and Social
Affairs) 2003 bahwa laju tingkat (failure rate) kegagalan proyek e-Government di negara
berkembang mencapai sekitar 60-80%. Standish Group (2009) melaporkan penurunan laju
keberhasilan,hanya 32% Proyek TIK dikatakan berhasil secara tepat waktu (on time), tepat biaya
(on budget) dan tepat fungsi (feature and function). Sejumlah 44% proyek mengalami
keterlambatan, melebihi biaya (over budget) dan kurang memenuhi spesifikasi dan fungsi yang
ditentukan sedangkan 24% proyek mengalami kegagalan dan tidak pernah digunakan.
Berdasarkan e-Government readiness ranking 2014, Indonesia ditempatkan pada peringkat 110
jauh dibawah Vietnam, Malaysia, Filipina dan Thailand (UNDESA, 2014). Jika dicermati lebih
lanjut, kecepatan adopsi e-Government berbeda-beda antara suatu negara dengan negara lainnya
dimana negara berkembang termasuk Indonesia jauh tertinggal jika dibandingkan dengan negara
maju. Pengukuran implementasi e-Government juga dilakukan di tingkat nasional oleh
Depkominfo melalui PeGI (Pemeringkatan e-Government Indonesia) dimana penilaiannya untuk
tingkat propinsi menunjukkan hasil yang kurang memuaskan dimana hampir 50% dari total
propinsi yang disurvei masih termasuk dalam kategori kurang (PeGI, 2014). Berdasarkan fakta
tersebut, implementasi e-Government di Indonesia dapat dikatakan belumlah optimal seperti
yang diharapkan.

Ketidakberhasilan penerapan e-Government di sejumlah unit kerja Pemerintah, terjadi karena


implementasi e-Government memang tidaklah mudah. Tidak hanya dengan memasang komputer
sudah disebut e-Government. Ada banyak perencanaan dan proses yang perlu dilakukan. Akibat
adanya paradigma yang salah tersebut membuat implementasi e-Government di Indonesia
mengalami kegagalan. Jika ditelaah lebih lanjut, keberhasilan dan kegagalan implementasi

7
e-Government dipengaruhi oleh berbagai faktor. Heeks (2003) mengemukakan beberapa faktor
yang menyebabkan kegagalan dalam penerapan e-Government di negara berkembang yaitu:
a) Kurangnya penggerak internal: Tekanan hanya datang dari vendor TI, tanpa kepemilikan
internal (atau pemahaman akan e-Government).
b) Kurangnya visi dan strategi: Kurangnya pandangan jauh ke depan, kurangnya pedoman,
dan kurangnya hubungan antara cara dan tujuan; mungkin disebabkan oleh pergeseran staf
senior dan/atau perubahan kebijakan dan lingkungan politik.
c) Manajemen proyek yang buruk: Ketidakjelasan tanggung jawab karena banyaknya
kepemilikan proyek; tidak adanya atau lemahnya pengawasan; pengadaan yang tidak
efektif.
d) Manajemen perubahan yang buruk: Kurangnya dukungan dari pekerja senior
(mengakibatkan kurangnya alokasi sumber daya dan pesan negatif ke kelompok lain);
kurangnya partisipasi stakeholder (mengakibatkan kurangnya kepemilikan).
e) Dominasi politik dan kepentingan pribadi: Fokus dari pemain utama terhadap kebutuhan
dan tujuan personal, sering berkenaan dengan permainan politik, dengan gejala seperti
perkelahian di dalam, resistensi karena takut kehilangan kekuasaan, saya juga yaitu
meniru solusi e-Government untuk kepentingan image, obsesi terhadap dampak pemilihan
dan pujian jangka pendek, dan korupsi.
f) Rancangan yang tidak realistis/buruk: Terutama disebabkan kurangnya masukan dari
stakeholder lokal, mengarah pada rancangan yang terlalu teknis, terlalu ambisius, atau
ketidakcocokan dengan lingkungan (budaya, nilai) dan kebutuhan lokal; terutama terjadi
dimana donor, perusahaan dan konsultan asing terlibat. Masalah rancangan lainnya:
kurangnya piloting, kurangnya struktur organisasi yang cocok.
g) Kurangnya kompetensi yang diperlukan: Kurangnya pengetahuan dan keahlian IT para
pengembang, pekerja dan pengguna/operator; kurangnya pengetahuan lokal pada
pengembang.
h) Infrastruktur teknologi yang tidak cukup: Komputer atau jaringan tidak mencukupi.
i) Ketidakcocokan teknologi: Ketidakmampuan sistem komputer untuk bertukar data.

Sementara itu menurut Kumorotomo (2009), penyebab kegagalan implementasi


e-Government di Indonesia ternyata sumber masalahnya tidak selalu terkait dengan ketersediaan

8
TIK. Hal ini dapat ditunjukkan pada Gambar 1.1 dimana persoalan yang dihadapi yang dihadapi
dalam pengembangan e-Government di tingkat pusat maupun di tingkat daerah saling kait-
mengait antara masalah pengembangan infrasruktur, kepemimpinan dan budaya.

Gambar 1.1 Faktor Penyebab Kegagalan Implementasi e-Government


Sumber: Kumorotomo (2009)

Prasojo (2007) mengungkapkan bahwa 80% penyebab kegagalan e-Government adalah karena
unsur non TIK dan hanya 20% yang benar-benar disebabkan karena faktor TIK. Jika dikaji lebih
lanjut, beberapa studi sebelumnya menunjukkan bahwa penyebab kegagalan e-Government
selama ini bahwa implementasi e-Government hanya dipandang dari sisi teknologi saja dan
mengabaikan faktor lainnya yaitu faktor non-teknologi (Altameem, 2006). Berdasarkan
penelitian Heeks (2006), masalah pada aspek non-teknologi lebih sering menjadi penyebab
kegagalan e-Government dibanding dengan aspek teknologi. Terkait dengan sifat alami e-
Government yang multidisipliner dari e-Government (Assar et al, 2011) maka faktor sukses tidak
hanya terkait pada ICT namun faktor sukses dapat diperoleh dari ilmu sosial, ekonomi, politik,
dll.

9
Berangkat dari permasalahan tersebut di atas, dalam penelitian ini penulis bertujuan ingin
memperoleh gambaran keberhasilan implementasi e-Government khususnya di Indonesia yaitu
dengan mengidentifikasi berbagai faktor sukses terkait implementasi e-Government. Faktor
sukses didefinisikan dalam penelitian ini sebagai faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap
keberhasilan penerapan e-Government, disebut dengan CSFs (Critical Success Factors). Studi
tentang CSFs merupakan isu yang penting dalam pengembangan sistem e-Government (Wood-
Harper, 2004). Kegiatan menggali CFSs dalam implementasi e-Government akan membantu
proyek e-Government berhasil, terhindar dari kemungkinan gagal yang dapat membawa pada
konsekuensi yang tidak diharapkan (Altameem, 2006). Sejalan dengan itu, Al-Shehry (2006)
mengatakan bahwa identifikasi CSFs akan membantu negara dalam penerapan e-Government
agar terhindar dari kegagalan. Dengan demikian pertanyaan penelitian dalam penelitian ini
adalah apa saja yang menjadi faktor sukses dalam implementasi e-Government di Indonesia?

1.2 Tujuan Penelitian


Tujuan yang ingin dicapai dengan melakukan penelitian ini adalah untuk menggali dan
menganalisa serta memvalidasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi
e-Government baik faktor teknis maupun non teknis sehingga dapat diadopsi oleh Pemerintah
dalam rangka mendukung keberhasilan pengembangan sistem e-Government di Indonesia.
Tujuan dalam penelitian ini berangkat dari berbagai literatur terkait yakni kegiatan menggali
CFSs dalam implementasi e-Government akan membantu proyek e-Government berhasil,
terhindar dari kemungkinan gagal yang dapat membawa pada konsekuensi yang tidak diharapkan
(Altameem, 2006).

1.3 Urgensi Penelitian


Seperti disebutkan sebelumnya bahwa sebagian besar proyek e-Government khususnya di negara
berkembang mengalami kegagalan dimana tingkat kegagalan mencapai 85% sedangkan tingkat
keberhasilan hanya mencapai 15% (Heeks, 2006). Senada dengan itu, UNDESA (2003)
melaporkan bahwa laju tingkat (failure rate) kegagalan proyek e-Government di negara
berkembang mencapai sekitar 60-80%. Bahkan beberapa survey oleh lembaga lain juga

10
menunjukkan bahwa lebih dari 60% inisiatif e-Government mengalami kegagalan atau di bawah
ekspektasi (Gartner, 2002; Haslinda, 2012; Standish, 2009).

Berdasarkan kondisi di atas, penelitian ini perlu dilakukan untuk mencari gambaran keberhasilan
implementasi sistem e-Government yakni dengan menggali faktor-faktor yang mempengaruhi
keberhasilan (faktor sukses) dalam implementasi sistem e-Government. Namun berdasarkan sifat
alami e-Government yang multidisipliner dari e-Government (Assar et al, 2011; Heeks, 2006;
Altameem, 2006) maka faktor sukses tidak hanya terkait pada TIK (faktor teknis) tetapi faktor
sukses dapat diperoleh dari ilmu sosial, ekonomi, politik, dll (faktor non teknis). Oleh karena itu
studi terkait faktor sukses (CSF) implementasi sistem e-Government penting dan bermanfaat
bagi komunitas peneliti dan pelaku (lembaga pemerintah) dalam rangka untuk memperoleh
pemahaman yang lebih baik tentang berbagai isu yang mempengaruhi keberhasilan implementasi
e-Government baik faktor teknis maupun faktor non teknis.

Tabel 1.1 Rencana Target Capaian


No Jenis Luaran Indikator Capaian
1. Publikasi Ilmiah di jurnal nasional (Ber ISSN) Accepted
2. Pemakalah dalam temu ilmiah Nasional Terdaftar
3. Bahan ajar Sudah Terbit
4. Luaran lainnya Draf
5. Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) 5

11
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

Penelitian Terkait (State of The Art)


Sebenarnya sudah banyak model kematangan implementasi e-Government yang telah
dikembangan namun kebanyakan model yang ada digunakan hanya untuk menilai atau membuat
pemeringkatan terhadap portal e-Government saja termasuk model kematangan pada tahapan
pengembangan e-Government yang tertuang dalam Inpres no. 3 tahun 2003 yang hingga saat ini
dijadikan sebagai acuan pengembangan e-Government di Indonesia. Dengan demikian yang
ditekankan atau menjadi fokus oleh kebanyakan model adalah portal e-Government (e-portal).
Tabel 2.1 berikut ini merupakan overview dari model kematangan e-Government yang ada
melalui literatur yang meliputi berbagai model kematangan (Abdoullah, 2014; Layne & Lee,
2001; Andersen & Henriksen, 2006; United Nations, 2012; Alhomod et al, 2012; Hiller &
Belanger, 2001; Almazan & Gil-Garcia, 2008; Cisco, 2007; Gartner Group, 2000; West, 2004;
Moon, 2002; World Bank, 2003; Deloitte & Touche, 2000; Howard, 2001; Shahkooh et al, 2008;
Lee & Kwak, 2012; Siau & Long, 2005; Wescott, 2001; Chandler & Emanuel, 2002; Kim &
Grant, 2010; Chen et al, 2011; Windley, 2002; Reddick, 2004; Accenture, 2003; The UK
National Audit Office, 2002 dan Netchaeva, 2002).

Tabel 2.1 Overview Model Kematangan Implementasi e-Government


Hasil Penelitian Terdahulu
Model Kematangan
No Tahapan Atribut
E-Government
(Stages) (Indikator)
1. Gartner Group Situs Web Kehadiran web site
(2000) Interaksi Fasilitas Search engine
Download dokumen
Layanan email & Form
interaktif
Transaksional Layanan Online Transaction
Transformasi Layanan e-Government
terintegrasi
2. Deloitte & Touche Information Publishing Website statis
(2000) Two Way Transaction Layanan Transaksi Online
Multipurpose Portal e-Portal
Portal Personalization Personalized e-Portal
Clustering Common Services Layanan dan proses pada
portal tercluster

12
Full Integration e-Portal terintegrasi
3. Layne & Lee Katalog Static Website
(2001) Download Formulir
Akses Online Presentasi
Transaksional Koneksi sistem internal
dengan online interface
Layanan Transaksi
Vertikal Integrasi Otomasi Government
Workflow
Koneksi antara different
level government
Horizontal Integrasi Integrasi antara different
level & function government
4. Hiller & Belanger Informasi Kehadiran website
(2001) Komunikasi dua arah Layanan komunikasi
Transaksi Layanan Online
Transaksi Keuangan
Integrasi Konektifitas
Partisipasi Layanan e-voting
5. Howard Publish Situs Website
(2001) Interaksi Layanan Email
Layanan Chat Room
Transaksi Layanan Transaksi
6. Wescott Internal Network E-mail System
(2001) Public Access Internet
Two way communication Online Services
Exhange value Secure payment
Digital Democracy Online Voting
Joined-up Government Integrated Services
e-Democracry Online Voting
7. Moon One Way Communication Kehadiran website
(2002) Two Way Communication Email system
Data Transfer
Service & Financial Pembayaran elektronik
Transaction
Integrasi Layanan E-Government
terintegrasi
Partisipasi Politik Survey & Forum
Online Voting
8. Chandler & Emanuel Information Online Information
(2002) Interaction Email System
Transaction Online Transaction
Integration Integrated Services
9. Windley Simple Website Download Form
(2002) Online Government Email

13
Web Form
Help & FAQs
Integrated Government Online Transaction
Transformed Government Customer Centric Services
10. United Kingdom Basic Site Online Information
(2002) (Few Web Pages)
Electronic Publishing Many Web pages
e-Publishing Search Tool
E-Mail System
Form Online
Transactional Secure Transaction
Joined-up e-Governance Web integration
11. Netchaeva First Stage Online Website
(2002) Second Stage Email System
Third Stage Forum & Opinion Survey
Fourth Stage Online Payment
Fifth Stage Online Voting
12. World Bank Publikasi Informasi Website statis
(2003) Two Way Communication Layanan Pertukaran
Informasi
Layanan Transaksi
Multipurpose Portal e-Portal
13. Accenture Online Presence Online Information
(2003) Basic Capability Web Security
Service Availability e-Portal
Mature Delivery Clustered Service
Service Transformation Multichannel Integration
14. West Bill-Board Kehadiran website
(2004) Partial Service Delivery Layanan seach engine
Portal Ketersediaan portal
Interaktif Demokrasi Layanan personalisasi
Formulir umpan balik
15. Reddick Cataloguing Kehadiran Website
(2004) Transactions Online Transactions
16. Siau & Long Web Presence Website statis
(2005) Interaksi Download Form
Search engine
Email system
Transaksi Layanan Transaksi Online
Transformasi e-Portal
e-Democracy Online voting
Polling & survey
17. Andersen & Kultivikasi Intranet
Henriksen Ekstensi Antar Muka Web

14
(2006) Extensive Use of Intranet
Maturity Proses Web transparan
Revolusi Data Sharing antar
organisasi
Application Sharing antar
vendor
18. Cisco Information Interaction Websites
(2007) Online Form
Transaction Efficiency Online Tax
e-Procurement
Tranformation Integrated Services

19. Shahkooh Online Presence Informasi Online


(2008) Interaksi Layanan Email
Formulir Download
Transaksi Online Payment
Tax Filling
Fully Integrated & e-Portal
Transformed e-Government
Digital Democracy Online voting
Forum publik
Survey pendapat
20. Almazan & Gil- Situs Web Kehadiran website yang
Garcia bersifat statis
(2008) Informasi Informasi update
Ketersediaan halaman web
Interaksi Download forms
Layanan Email
Transaksi Layanan Transaksi Online
Integrasi One Stop Service
Partisipasi Politik Layanan e-voting
21. Kim & Grant Web Presence Web Information
(2010) Interaction Search Engine
Download Form
Transaction Electronic Payment
Integration Web Integration
Continuous Improvement e-Democracy
22. Chen Catalogue Kehadiran Website/Katalog
(2011) Download Form
Transaction Online Service
Vertical Integration Vertical Integration with
higher level
23. United Nations Emerging information Kehadiran website
(2012) Enhanced information One/Two way

15
services communication
Transactional services Online Transactions
Connected services Citizens Feedback
e-Participation

24. Alhomod Situs Web Situs informatif


(2012) Interaksi Download Form
Email Form
Transaksi Layanan Online Transaksi
Integrasi layanan Information Sharing antar
departemen
25. Lee & Kwak Initial Conditions Website Broadcast
(2012) Transparansi Data Limited Social Media
Layanan Feedback
Open Partipation Social Media Tool
Layanan e-Voting
Layanan e-Petitioning
Open Collaboration Kolaborasi antar agen
Ubiquitous Engagement Integrasi Data

Berdasarkan Tabel 2.1 dapat dilihat bahwa kebanyakan model kematangan e-Government yang
ada lebih menekankan atau menitikberatkan pada aspek teknologi saja khususnya website
(portal) dan cenderung mengabaikan aspek non-teknologi yang ternyata paling kritikal dalam
menentukan keberhasilan sistem e-Government. Hal inilah yang menjadi kelemahan dari
model kematangan e-Government yang sudah dikembangkan sebelumnya. Oleh karena itu pada
penelitian ini akan diidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan e-Government
baik faktor teknologi maupun non-teknologi di Indonesia.

16
BAB 3. METODOLOGI PENELITIAN

Metodologi merupakan panduan, cara dan urutan pengerjaan yang akan digunakan dalam
penelitian ini. Selain itu juga, metodologi menentukan ouput yang diharapkan dari setiap langkah
yang ada. Tujuan dari metodologi pada penelitian ini adalah agar proses yang dijalankan menjadi
lebih teratur dan lebih sistematis. Selain itu juga dengan adanya metodologi diharapkan
memudahkan dalam memantau perkembangan dan tingkat keberhasilan dari penelitian. Tahapan
penelitian yang menunjukkan langkah-langkah penelitian, masukan, proses, luaran, lokasi dan
indikator capaian yang terukur dapat disajikan pada gambar 3.1 di bawah ini :
1. Berangkat dari studi literatur (survei awal) terkait kondisi penerapan sistem e-Government
dan permasalahan yang muncul maka dilakukan studi terkait faktor-faktor yang
mempengaruhi keberhasilan penerapan sistem e-Government (faktor sukses e-Government)
dari berbagai kasus dalam maupun luar negeri. Pendekatan kualitatif yaitu Meta-Ethnography
digunakan untuk menghasilkan daftar faktor sukses e-Government yakni melalui proses
identifikasi dan sintesa. Kumpulan studi yang akan disintesa adalah studi yang secara
signifikan dengan faktor sukses e-Government dan diambil dari Database elektronik (Jurnal
dan Conference) yang kredibel (Scopus, Science Direct dan IEEE Xplore). Daftar faktor
sukses generik yang dihasilkan akan divalidasi (content validity) berdasarkan pendapat pakar
(expert judgment).

2. Daftar faktor sukses yang telah divalidasi oleh pakar perlu dibuktikan apakah faktor sukses
tersebut dapat diterapkan di Indonesia khususnya diadopsi oleh pemerintah daerah tingkat
kabupaten/kota. Pada tahap ini, peneliti menggunakan metoda survei berbasis kuesioner
untuk mengambil data lapangan ke beberapa Pemda kabupaten/kota yang diasumsikan telah
berhasil mengimplementasikan sistem e-Government (best practice). Pemilihan lokus
penelitian ini menggunakan Purposive Sampling yakni berdasarkan hasil pemeringkatan
e-Government di Indonesia (PeGI) tahun 2015 yang dikeluarkan oleh Kementrian
Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Pemda kabupaten/kota yang menjadi juara atau
pemenang PeGI diasumsikan telah berhasil mengimplementasikan e-Government di Pulau
Jawa dan Bali yaitu kota Tangerang, kota Yogyakarta, kota Cimahi, kota Bogor, kota
Pekalongan, kabupaten Sragen, kota Jembrana, kota Surabaya dan kota Malang. Setelah data
kuesioner diolah, data dianalisa dengan metode kuantitatif untuk menguji secara empiris

17
apakah faktor sukses yang telah diperoleh sebelumnya merupakan konstruk yang valid
(construct validity) yang dapat merepresentasikan kesuksesan e-Government yakni
menggunakan Analisis Faktor dengan alat bantu SEM (Structural Equation Modeling).

Survei awal (Studi Literatur)

Identifikasi dan Sintesa Faktor Sukses e-Government

Input : Faktor Sukses Implementasi e-Government


Proses/Metode : Analisa dan Sintesa Faktor Sukses dengan Pendekatan Meta-Ethnography
Output : Daftar Faktor Sukses Implementasi e-Government Generik

Validasi Faktor Sukses Berdasarkan Pakar

Input : Daftar Faktor Sukses Implementasi e-Government Generik


Proses/Metode : Validasi Faktor Sukses Berdasarkan Pendapat Pakar (Expert Judgment)
Output : Daftar Faktor Sukses yang telah divalidasi (content validity)

Pengumpulan dan Pengolahan Data Empiris

Input : Daftar Faktor Sukses yang telah divalidasi pakar


Proses/Metode : Konfirmasi faktor sukses di beberapa Pemerintah daerah dengan
metode survei
Output : Hasil Pengumpulan dan Pengolahan Data Kuesioner

Analisa & Pengujian Faktor Sukses Implementasi e-Government

Input : Hasil Pengumpulan dan Pengolahan Data Kuesioner


Proses/Metode : Analisa dan Pengujian Faktor Sukses (CSF) dengan Pendekatan
Factor Analysis dan SEM (Structual Equation Modelling)
Output : Faktor Sukses (CSF) yang telah diuji validitas konstruk

Gambar 3.1 Tahapan Penelitian

18
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN

4.1 ANGGARAN BIAYA

No Jenis Pengeluaran Biaya yang diusulkan (Rp)


1. Honorarium untuk pelaksana, petugas laboratorium, 5.000.000,-
pengumpul data, pengolah data, penganalisis data,
honor operator, dan honor pembuat sistem
(maksimum 30% dan dibayarkan sesuai ketentuan)
2. Pembelian bahan habis pakai untuk ATK, fotocopy, 10.000.000,-
surat menyurat, penyusunan laporan, cetak,
penjilidan laporan, publikasi, pulsa, internet, bahan
laboratorium, langganan jurnal (maksimum 60%)
3. Perjalanan untuk biaya survei/sampling data, 12.000.000,-
seminar/workshop DN-LN, biaya
akomodasikonsumsi, perdiem/lumpsum, transport
(maksimum 40%)
4. Sewa untuk peralatan/mesin/ruang laboratorium, 3.000.000,-
kendaraan, kebun percobaan, peralatan penunjang
penelitian lainnya (maksimum 40%)
Jumlah 30.000.000,-

19
4.2 JADWAL KEGIATAN

Tahun ke-1
No Deskripsi Kegiatan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1. Identifikasi dan Sintesa Faktor


Sukses e-Government
2. Validasi Faktor Sukses
Berdasarkan Pakar
3. Pengumpulan dan Pengolahan
Data Empiris
4. Analisa dan Pengujian Faktor
Sukses e-Government Serta
Pengembangan Model Faktor
Sukses e-Government
5. Pembuatan Laporan Penelitian

20
REFERENSI

Altameem, T., Zairi, M., & Alshawi, S. (2006). Critical Success Factors Of E-
Government: A Proposed Model For E-Government Implementation. Proceeding Of Innovations
In Information Technology Dubai (pp: 1-5). IEEE.
Avison, D.E., & Fitzgerald, G. (2003). Information Systems Development:
Methodologies, Techniques and Tools, 3rd Edition, McGraw-Hill, London
Chandler, S., & Emanuels, S. (2002). Transformation Not Automation. In Proceedings of
2nd European Conference on E-government (pp: 91-102).
Deloitte & Touche. (2000). At the dawn of e-government: The Citizen As Customer.
New York: Deloitte Research. Retrieved from:
http://www.egov.vic.gov.au/pdfs/egovernment.pdf.
Gartner. (2002). A Majority of E-Government Initiatives Fail or Fall Short of
Expectations, Gartner, Inc.'s Executive Programs, San Diego.
Heeks, R. (2004). Most eGovernment for Development Projects Fail : How Can Risks be
Reduced. Institute for Development Policy and Management. Retrieved from :
http://unpan1.un.org/intradoc/groups/public/documents/NISPAcee/UNPAN015488.pdf.
Heeks, R. (2006). Implementing and Managing eGovernment an International Text.
SAGE Publications, London.
Hiller, J. S., & Belanger, F. (2001). Privacy strategies for electronic government. E-
Government, 200,162-198.
Howard, M. (2001). E-Government Across The Globe: How Will E Change
Government. E-Government, 90, 80.
Kumorotomo, W. (2009). Kegagalan Penerapan E-Government Dan Kegiatan Tidak
Produktif Dengan Internet. Retrieved From : http://Kumoro.Staff.Ugm.Ac.Id/Wp-
Content/Uploads/2009/01/Kegagalan-Penerapan-Egov.Pdf.
Layne, K., & Lee, J. (2001). Developing Fully Functional E-Government: A Four Stage
Model. Government Information Quarterly, 18(2), 122-136.
Moon, M. J. (2002). The Evolution of E-Government among Municipalities: Rhetoric or
Reality? Public Administration Review, 62(4), 424-433.

21
Pemeringkatan e-Government di Indonesia (PeGI). Retrieved from :
http://pegi.layanan.go.id/
Prasojo, E. (2007). Reformasi Birokrasi dan e-Government, Makalah pada Seminar
Nasional Evaluasi Penerapan e-Government di Indonesia. Kementerian PAN. Jakarta.
United-Nations. (2012). UN E-Government Survey 2012: E-Government for the People.
Retrieved from: http://unpan1.un.org/intradoc/groups/public/documents/un/unpan048065.pdf
World Bank. (2003). World Development Indicators, Retrieved from:
http://www.worldbank.org/data/wdi2003/

22
Lampiran 1. Justifikasi Anggaran
1. Honorarium
Honor Honor/jam (Rp) Waktu Minggu Honor Tahun
(jam/minggu) ke-1
Tim Peneliti 1 Paket 15 jam/minggu 48 5.000.000,-
(Ketua dan 1
anggota)

Sub Total (Rp) 35.000.000,-


2. Pembelian Bahan Habis Pakai
Material Justifikasi Kuantitas Harga Satuan Biaya per Tahun
Pemakaian (Rp)
Tahun ke-1
Kertas, Tinta Pengolahan Data 1 Paket Rp 10.000.000,- 10.000.000,-
Printer, ATK, dan Analisis
Map, Kuitansi, Data
Amplop, -Studi Literatur
Internet, dll -Pembuatan
Laporan
Penelitian
Sub Total (Rp) 10.000.000,-
3. Perjalanan
Material Justifikasi Kuantitas Harga Satuan Biaya per Tahun
Perjalanan Tahun ke-1
Perjalanan Dinas Pengambilan 1 Paket 12.000.000,- 12.000.000,-
yaitu kota Data Lapangan
Tangerang, kota
Yogyakarta, kota
Cimahi, kota
Bogor, kota

23
Pekalongan,
kabupaten
Sragen, kota
Jembrana, kota
Surabaya dan
kota Malang.
Sub Total (Rp) 12.000.000,-
4. Sewa

Material Justifikasi Kuantitas Harga Harga Peralatan Penunjang


Pemakaian Satuan (Rp)
(Rp) Tahun ke-1
Sewa Peralatan - Pengolahan 1 Paket 2.000.000,- 3.000.000,-
Penunjang Data dan
(Kendaraan, Analisis Data
Komputer, dll) -Pembuatan
Laporan
Penelitian
Sub Total (Rp) 3.000.000,-
TOTAL ANGGARAN YANG DIPERLUKAN SETIAP 30.000.000,-
TAHUN (Rp)
TOTAL ANGGARAN YANG DIPERLUKAN
30.000.000,-
SELURUHNYA (RP)

24
Lampiran 2. Dukungan Sarana dan Prasarana

No Jenis Sarana dan Prasana Kegiatan


1. Ruangan Laboratorium Untuk Mengolah dan Menganalisa Data
beserta Perangkat
Komputer
2. Ruangan Seminar Untuk Melakukan Diskusi Tim Penelitian

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Pengusul dan Pembagian Tugas


No Nama/NIDN Instansi Asal Bidang Ilmu Alokasi Waktu Uraian Tugas
(jam/mingu)
1. Darmawan/0319097803 Universitas Ilmu 15 jam/minggu Ketua Peneliti,
Borobudur Komputer mendesain
penelitian, mengatur
jadwal, biaya dan
pelaksanaan
penelitian
2. Hendra Putra/0311106804 Universitas Sistem 15 jam/minggu Membantu ketua
Borobudur Informasi peneliti dalam
melaksanakan
kegiatan penelitian

25
Lampiran 5. Biodata Ketua
A. Indentitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Darmawan Baginda Napitupulu, S.T, M.Kom
2 Jenis Kelamin Lelaki
3 Jabatan Fungsional Asisten Ahli
4 NIP/NIK/Identitas lainnya -
5 NIDN 0319097803
6 Tempat dan Tanggal Lahir Jambi, 19 September 1978
7 e-mail darwan.na70@gmail.com
8 Nomor Telepon/HP 081314060258
9 Alamat Kantor Jl. Raya Kalimalang no.1 Jakarta Timur
10 Nomor Telepon/Faks 021-8613877
11 Lulusan yang Telah Dihasilkan S1= 60 orang S2= 2 orang S3= 0 orang
12 Mata Kuliah diampu 1. Sistem Informasi
2. E-Government
3. Rekayasa Perangkat Lunak
4. E-Business

B. Riwayat Pendidikan
S-1 S-2 S-3
Nama Perguruan Tinggi Universitas Kristen Universitas Universitas
Satya Wacana Indonesia Indonesia
Bidang Ilmu Teknik Elektro Teknologi Ilmu Komputer
Informasi
Tahun Masuk - Lulus 1997 - 2002 2003 - 2005 2011 - 2016
Judul Skripsi/Tesis/Disertasi Ekualisasi Kanal Perancangan Pengembangan
Digital Dengan Sistem Pelatihan e-Government
Metode LMS-Fuzzy Online Studi Kasus Maturity Model
PT. Mitra Solusi di Indonesia
Teknologi
Nama Pembimbing Dr. Junibakti S Dr. Budi Yuwono Prof. Dr. Ir.
Aniati Murni,
M.Sc

C. PENGALAMAN PENELITIAN DALAM 5 TAHUN TERAKHIR


Pendanaan
No Tahun Judul Penelitian
Sumber* Jml (Juta Rp)
1. 2011 Analisa Peluang, Tantangan dan Internal PT 2.500.000,-
Hambatan Implementasi
e-Government di Indonesia
2. 2012 Analisis Kualitas Pelayanan Publik Internal PT 2.500.000,-
Kota Surabaya
3. 2013 Pengembangan Model Kesiapan Hibah Dikti 15.000.000,-
26
(e-Readiness) e-Government
4. 2015 Evaluasi Kualitas Website Pemda Hibah Dikti 15.000.000,-
dengan Pendekatan EGovQual
5. 2015 Pengembangan Sistem Pakar Hibah KKP3N 250.000.000,-
Diagnosis Tanaman Kentang Kementerian
Berbasis Android Pertanian

D. PENGALAMAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 5 TAHUN TERAKHIR


Judul Pengabdian Kepada Pendanaan
No Tahun
Masyarakat Sumber* Jml (Juta Rp)
1, 2012 Pelatihan Moodle sebagai Media Fakultas Ilmu 1.000.000,-
e-Learning kepada mahasiswa Komputer
Universitas Borobudur Universitas
Borobudur
2. 2014 Pelatihan E-Learning Bagi Dosen Yayasan 5.000.000,-
Universitas Borobudur Universitas
Borobudur
3. 2015 Workshop E-Learning Bagi Yayasan 10.000.000,-
Mahasiswa dan Operator E-Learning Universitas
Borobudur

E. PUBLIKASI ARTIKEL ILMIAH DALAM JURNAL DALAM 5 TAHUN TERAKHIR


Volume
No Tahun Judul Artikel Ilmiah Nama Jurnal
Nomor/Tahun
1. 2014 Study of Validity & Reliability of JSI Vol. 10 No. 2
Success Factor for e-Government (Jurnal Sistem Oktober 2014
Implementation Based on Kappa Informasi), UI
Approach
2. 2014 The Critical Success Factors Study IJCA Vol. 89 No. 16
for e-Government Implementation (International Maret 2014
Journal of
Computer
Application)
3. 2015 Testing the Validity of Maturity International Vol. 9 No. 2,
Model for e-Government Journal of Januari 2015
Implementation in Indonesia Social,
Education,
Economics and
Management
Engineering
4. 2015 Success Factors Study of e- SISFO Vol. 5 No. 3
Government Implementation Study (Jurnal Sistem Maret 2015
Case : Bogor City Informasi), ITS
5. 2015 Kajian kondisi e-Government di JUPITER Vo. 1 No. 1
Indonesia (Jurnal April 2015
27
Penerapan Ilmu
Komputer),
Unbor
6. 2015 Analisa Keberhasilan Sistem ERP JUPITER Vo. 1 No. 2
(Enterprise Resource Planning), Studi (Jurnal April 2015
Kasus PT. Autonetsys Indonesia Penerapan Ilmu
Komputer),
Unbor

F. PEMAKALAH SEMINAR ILMIAH DALAM 5 TAHUN TERAKHIR


Nama Pertemuan Waktu dan
No Judul Artikel Ilmiah
Ilmiah/Seminar Tempat
1. International Conference on Toward Maturity Model of e- Oktober 2014/UIN
Advanced Computer Science Government Implementation Banten
and Information System Based on Success Factors
(ICACSIS), Scopus
2. International Conference on Validity and Reliability Study November
Cyber and IT Service of Success Factor for 2014/Jakarta
Management (CITSM) , e-Government Implementation
Scopus in Indonesia

G. KARYA BUKU DALAM 5 TAHUN TERAKHIR


Jumlah
No Judul Buku Tahun Penerbit
Halaman
1 E-Government : Konsep, Peluang dan 2016 113 Halaman Moeka
Tantangan Serta Implementasinya di
Indonesia. ISBN : 978-602-269-161-7

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata dijumpai
ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikikan biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan
dalam pengajuan Hibah Dosen Pemula.

Jakarta,
Pengusul,

Darmawan Napitupulu, S.T, M.Kom

28
Lampiran 5. Biodata Anggota Tim Peneliti
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Hendra Putra, S.Kom, MMSI
2 Jenis Kelamin Lelaki
3 Jabatan Fungsional Asisten Ahli
4 NIP/NIK/Identitas lainnya -
5 NIDN 0311106804
6 Tempat dan Tanggal Lahir Jakarta 06 Juli 1967
7 e-mail hendrafik@borobudur.ac.id
8 Nomor Telepon/HP 081585119019
9 Alamat Kantor Jl. Raya Kalimalang no.1 Jakarta Timur
10 Nomor Telepon/Faks 021-8613877
11 Lulusan yang Telah Dihasilkan S1=50 orang S2=0 orang S3= 0 orang
12 Mata Kuliah diampu 1. Otomasi Perkantoran
2. Sistem Basis Data
3. Pemrograman Visual Basic

B. Riwayat Pendidikan
S-1 S-2 S-3
Nama Perguruan Tinggi Universitas Universitas
Borobudur Gunadarma
Bidang Ilmu Teknik Informatika Sistem Informasi
Bisnis
Tahun Masuk-Lulus 1997-2002 2008-2011
Judul Skripsi/Tesis/Disertasi Sistem Informasi Analisis Sistem
Akademik (Studi Informasi
Kasus STKIP Akademik dan
Purnama) Kompetensi Teknis
Terhadap
Efektivitas Kerja
Pegawai
Universitas
Borobudur Jakarta.
Nama Pembimbing Ir. M. Amin, MT Dr. Prasetyo, M.Si.

C. Pengalaman Penelitian (5 tahun terakhir)


Pendanaan
No Tahun Judul Penelitian
Sumber* Jml (Juta Rp)
1 2015 Analisa Pengaruh Hotspot Terhadap Hibah Dikti 15.000.000,-
Prestasi Akademik Mahasiswa
Universitas Borobudur

29
D. Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat (5 tahun terakhir)
Judul Pengabdian Kepada Pendanaan
No Tahun
Masyarakat Sumber* Jml (Juta Rp)

E. Publikasi Artikel Ilmiah Dalam Jurnal (5 tahun terakhir)


Volume
No Tahun Judul Artikel Ilmiah Nama Jurnal
Nomor/Tahun
1 2015 Sistem Informasi Pariwisata Nangroe Jupiter (Jurnal Vol. 1 No. 1
Aceh Darusalam Berbasis Web Penerapan Ilmu April 2015
Komputer),
Unbor
2 2015 Analisis Pemanfaatan Hotspot Jupiter (Jurnal Vol. 1 No. 2
Terhadap Mutu Pembelajaran Penerapan Ilmu Oktober 2015
Mahasiswa di Universitas Borobudur Komputer),
Unbor

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata dijumpai
ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikikan biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan
dalam pengajuan Hibah Dosen Pemula.

Jakarta,
Pengusul,

Hendra Putra, S.Kom, MMSI

30
Lampiran 6. Surat Pernyataan Ketua Pengusul

Analisa Faktor-Faktor
Yang Mempengaruhi Keberhasilan E-Government Dengan Pendekatan Mixed Method

30 Mei 2016

31