Anda di halaman 1dari 2

Aliran Aliran Pendidikan

A. Aliran klasik dan gerakan baru dalam pendidikan


Ilmu pendidikan berasal dari berbgai berbagai ilmu pengetahuan seperti sosiologi,
psikologi, dan filsafat. Sebagai induk dari seluruh ilmu pengetahuan. Adanya beragam
aliran ini disebabkan ilmu pendidikan berhubungan dengan manusia yang terus
berkembang sesuai dengan kemajuan zaman.
Menurut Tirtaraharja (2005:47) Aliran-aliran pendidikan telah dimulai sejak awal
manusia, karena setiap kelompok manusia selalu dihadapkan dengan generasi muda.
Dalam masyarakat bugis dikenal asas pendidikan mattolapalallo dari kata
mattola=mewarisi, palallo=melebihi/melewati. Maksudnya seorang dikatakan berhasil
mendidik anak-anaknya. Dasar filosofinya inilah yang dipegang oleh segenap orang
bugis dalam mendidik anaknya. Jadi ukuran keberhasilan bukan dari apa yang dicapai
dirinya, tetapi apa yang dicapai oleh anak didiknya.
Pendidikan adalah salah satu bidang ilmu yang telah berkembang dan cukup lama
menjadi pusat kejadian dan pembincangan pada berbagai negara termasuk di
Indonesia. Aliran-aliran klasik yang dimaksud adalah aliran empirisme, nativisme,
naturalisme, dan konvergensi.
1. Aliran Empirisme
Aliran empirisme merupakan aliran yang mementingkan stimulasi eksternal dalam
perkembangan manusia, menurut Sukarjo(2009), aliran ini menekankan bahwa
perkembangan anak tergantung dari lingkungannya.
Tokoh perintis aliran ini adalah john locke adalah filsuf yang berkebangsa inggris,
telah mengembangkan paham raasionalisme pada abad ke-18 (sukarjo(2009:19)
aliran ini masih menganggap manusia sebagai makhuk yang pasif, mudah
dibentuk atau direkayasa.
munandir (2009:57), menilai bahwa melalui teori atau aliran empirisme
pendidikan dapat diarahkan untuk optimalisasi fungsi pendidikan sebagai
korektor. Keberhasilan anak tersebut disebabkan oleh kemauan yang luar biasa.

2. Aliran Nativisme
menurut Tirtorahardja (2005:49), alian nativisme bertolak dari Leinitzen Tradition
yang menekankan kemampuan dalam diri anak, sehingga faktor lingkungan
termasuk faktor pendidikan
menurut sukarjo (2005:65), aliran ini memandang bahwa anak-anak yang lahir
kedunia sudah memiliki bakat yng berkembang menurut arahnya masing-masing.
Titik fokus dari nativisme adalah pada kemampuan bawaan. Intinya, pendidikan,
lingkungan masyaraakaat, dan orang tua tidak berpengaruh perkembangan anak
tapi dari setiap anak yang akan berkembang sesuai pembaawanya.

3. Aliran Naturalisme
Nature berasal dari bahasa latin yang bermakna alam. Artinya bahwa
perkembangan seseorang tak lepas dari sesuatu yang alami baik karena bakat yang
sudah ada maupun karena pengaruh dari lingkungan sekitarnya.
Menurut Tirtarahardja(2005:34) aliran ini dipelopori oleh seseorang
berkebangsaan Jerman