Anda di halaman 1dari 50

LAPORAN

PRAKTIKUM DASAR TEKNIK KIMIA


MIXING TIME
D10

Disusun oleh:

Muhammad Ichsan 121130015


Abhyaha Satwika 121130016

LABORATURIUM DASAR TEKNIK KIMIA


PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN
YOGYAKARTA
2015
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN
PRAKTIKUM DASAR TEKNIK KIMIA
MIXING TIME
(D-10)

Disusun oleh :
Muhammad Ichsan 121130015
Abhyaha Satwika 121130016

Disetujui oleh
Asisten pembimbing

Gde Sumawisesa Mahendrajaya

ii
KATA PENGATAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan petunjuk-Nya, sehingga praktikan dapat menyelesaikan
laporan praktikum Seminar Mixing Time sebagai tugas akhir dari Praktikum Dasar
Teknik Kimia TA 2014/2015.
Pada kesempatan ini praktikan mengucapkan terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada:
1. Ir.Danang Jaya. MT selaku kepala laboratorium Praktikum Dasar Teknik
Kimia.
2. Gde Sumawisesa Mahendrajaya selaku asisten pembimbing.
3. Rekan-rekan sesama praktikan,atas kerjasama yang baik.
4. Segenap staf laboratorium Praktikum Dasar Teknik Kimia UPN
VETERAN Yogyakarta.

Semoga dalam laporan ini dapat memberi manfaat bagi pembaca,


khususnya mahasiswa Teknik Kimia UPN VETERAN Yogyakarta.

Yogyakarta, Juni 2015

Penyusun

iii
DAFTAR ISI

COVER/HALAMAN JUDUL i
LEMBAR PENGESAHAN ii
KATA PENGANTAR iii
DAFTAR ISI.. iv
DAFTAR GAMBAR.. v
INTISARI... vi
BAB I. PENDAHULUAN . ... 1
I.1 Latar Belakang1
I.2 Tujuan 2
I.3 Tinjauan Pustaka2
I.4 Hipotesis 5
BAB II. PELAKSANAAN PERCOBAAN.. . 7
II.1 Alat dan Bahan. 7
II.2 Gambar dan Rangkaian Alat 7
II.3 Cara Kerja dan bagan alir .... 8
II.4 Analisa Perhitungan. 10
BAB III. HASIL DAN PEMBAHASAN.. 11
BAB IV. PENUTUP.. 19
IV.1 Kesimpulan. 19
IV.2 Kritik dan Saran.. 19
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

iv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Pembentukan vortek ..........4
Gambar 2. Jenis-jenis impeller 5
Gambar 3. Rangkaian alat ....7
Gambar 4. Hubungan molalitas dan indeks bias dengan larutan standar 12
Gambar 5. Hubungan molalitas dengan waktu pada 25 gram gula 13
Gambar 6. Hubungan molalitas dengan waktu pada 35 gram gula ...15
Gambar 7. Hubungan molalitas dengan waktu pada 45 gram gula .....17

v
INTISARI
Keberhasilan operasi suatu proses pengolahan sering bergantung pada efektifnya
pengadukam dan pencampuran zat cair pada prose situ.Salah satu acara dalam Praktikum Dasar
Teknik Kimia mempelajari tentang proses pencampuran tersebut.Percobaan ini bertujuan untuk
mempelajari pengaruh lama waktu pencampuran terhadap homogenias larutan biner.
Dalam proses pada industri pencampuran sangatlah penting untuk mendapatkan efisiensi waktu
serta alat yang digunakan Mixing Time ini biasanya di gunakan pada industri pembuatan bahan
makanan dan industri lainnya.
Adapun bahan serta prinsip kerja dalam proses Mixing Time yaitu dengan bahan utama
berupa aquades dan gula, Pertama membuat larutan standar sebagai acuan praktikan dalam proses
Mixing Time ini,membuat 10 sampel larutan standar dalam berat gula yang berbeda dan volume
aquades yang sama serta dia amati indeks biasnya dengan refraktometer .Untuk proses Mixing
Time yang menggunakan alat propeller sebagai alat pengaduk dalam proses praktikum ini dibuat
larutan gula dngan konsentrasi tertentu denga berat gula yang berbeda dengan volume yang
sama.Larutan itu akan di campur dengan menggunakan alat propeller dan di ukur indeks biasnya
dengan menggunakan reflaktometer dalam interval waktu tertentu.
Dari percobaan praktikum ini didapatkan hasil dan kesimpulan yang berupa data yaitu
semakin lama waktu pencampuran maka indeks biasnya semakin besar dan konsentrasi larutan
semakin besar / larutan akan homogen,kadar gula dalam larutan mengalami kenaikan hingga pada
saat tertentu akan konstan yang ditunjukkan dengan nilai indeks biasnya yang akan konstan dan
akan mendapatkan grafik yang berbanding lurus. Dari hasil percobaan dan perhitungan didapatkan
persamaan, persen kesalahan dan indeks bias yang konstan menunjukkan bahwa larutan telah
homogen, Hubungan antara indeks bias dengan molalitas diperoleh persamaanY= 27,25(x)
36,352 % kesalahan rata-rata= 14,4763%. Hubungan antara waktu pencampuran dengan molalitas
didapatkan untuk 25 gram gula dengan 250ml aquades Y= 0,0789 ln(x)-0,1708 % kesalahan rata-
rata= 5,303% , Larutan 35 gram gula dengan 250ml aquades Y=0,08382 ln(x)-0,06241 %
kesalahan rata-rata= 2,703% , Larutan 45 gram gula dengan 250ml aquades Y=0,1054 ln(x)-
0.1117%kesalahan rata-rata= 2,978%.

vi
BAB I
PENDAHULUAN

I.1.Latar Belakang

Keberhasilan operasi suatu proses pengolahan sering bergantung pada


efektifnya pengadukan dan pencampuran zat cair pada proses itu. Salah satu acara
dalam Praktikum Dasar Teknik Kimia mempelajari tentang proses pencampuran
tersebut. Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh lama waktu
pencampuran terhadap homogenitas larutan biner.
Pencampuaran (mixing) dilain pihak adalah peristiwa menyebarnya bahan-
bahan secara acak dimana bahan yang satu menyebar ke dalam bahan yang lain
dan sebaliknya. Sedangkan bahan-bahan itu sebelumnya terpisah dalam dua fase
atau lebih . Disini sangat penting sekali diketahui waktu pencampuran yang
sangat tepat agar diperoleh produk yang baik.Dalam praktikum ini menggunakan
fase zat cair-padat, antara aquadest dan gula, adapun dipih jenis ini karena
memiliki efisiensi yang tinggi, sederhana serta fluida yang mudah bercampur.
Mixing secara luas digunakan di industri yang produktif dalam proses
termasuk perubahan fisik dan kimia. Mixing merupakan pusat dari proses dalam
industri makanan, farmasi, kertas, plastik, keramik, karet, dan sebagainya. Oleh
karena itu proses mixing membutuhkan investasi yang besar. Selain biaya besar,
terdapat kesulitan dalam pemilihan tipe mixer yang sesuai dengan kebutuhan.
Di dalam praktek, operasi mixing hampir selalu mempunyai fungsi multi
yaitu ketika proses dilakukan di dalam tangki berpengaduk mekanis, pengaduk
menjalankanbanyak tugas.Dalam suatu operasi teknik kimia, terdapat berbagai
macam proses salah satunya adalah pengadukan dan pencampuran. Pengadukan
menunjukkan gerakan yang terinduksi menurut cara tertentu pada suatu bahan di
dalam bejana, dimana gerakan itu mempunyai pola sirkulasi.
Pengadukan (agitation) adalah operasi yang menciptakan terjadinya
gerakan di dalam bahan yang diaduk secara acak dari bahan satu ke bahan yang
lain, sehingga dapat mengurangi ketidaksamaan komposisi, suhu, atau sifat lain

1
yang terdapat dalam suatu bahan. Tujuan utama dari pengadukan tersebut adalah
terjadinya pencampuran.
Sedangkan pencampuran (mixing) adalah operasi yang menyebabkan
tersebarnya secara acak suatu bahan ke bahan lain di mana bahan-bahan tersebut
terpisah dalam 2 fasa atau lebih. Tujuan pencampuran (mixing) untuk mengurangi
ketidaksamaan atau ketidakrataan dalam komposisi, temperatur atau sifat-sifat
lain yang terdapat dalam suatu bahan atau terjadinya homogenitas, keseragaman
di setiap titik dalam campuran tersebut.
Fenomena yang dapat terjadi sebagai dampak dari hasil pencampuran
adalah terjadinya keadaan serba sama, terjadinya reaksi kimia, terjadinya
perpindahan massa, dan terjadinya perpindahan panas. Fenomena tersebut
merupakan tujuan akhir dari suatu proses pencampuran

I.2.Tujuan
1. Menetukan hubungan antara indeks bias dengan larutan standar.
2. Menentukan hubungan antara waktu pencampuran dengan kadar larutan gula
selama proses pencampuran sampai mencapai keadaan homogen.

I.3.Tinjauan Pustaka

Mixing time adalah waktu yang diperlukan untuk mencampur bahan-


bahan yang mudah larut yang terdapat pada fase yang berbeda sehingga diperoleh
fase yang homogen dimana konsentrasi di setiap permukaan sama ( Mc Cabe,
1987).
Dalam pencampuran derajat ke homogenesian bahan yang bercampur
untuk berbagai opersai berbeda-beda ( Brown, G.G,1987 ).
Istilah pengadukan dan pencampuran yang sering dikacau balaukan itu
sebenarnya tidak sininom satu sama lain. Pengadukan (agitation) menunjukan
gerakan yang terinduksi menurut cara tertentu pada suatu bahan dalam bejana, di
mana gerakan itu biasanya mempunyai semacam pola sirkulasi, sedang operasi
pencampuran merupakan suatu usaha mendistribusikan secara acak atau sama dari
dua atau lebih fase yang terpisah ( Mc Cabe, 1987 ).

2
Fakto-faktor yang berpengaruh terhadap pencampuran zat adalah jenis
impeller, karakteristik fluida ,ukuran serta perbandingan tangki dan sekat,
kecepatan pengadukan dan perbandingan dari zat yang di campur ( Brown, G.G,
1978 ).
Impeller akan membangkitkan pola aliran di dalam sistem yang
menyebabakan zat cair bersirkulasi di dalam bejana untuk akhirnya kembali ke
impeller. Adapun macam impeller ada dua jenis yang pertama membangkitkan
arus sejajar dengan sumbu poros impeller dan yang kedua membangkitkan arus
pada arah tangensial dan radial.
Dari segi bentuknya ada tiga macam jenis impeller yaitu propeller,
dayung, dan turbin. Dalam pencampuran yang biasa dipakai adalah jenis turbin,
karena efektif untuk menjangkau viskositas yang cukup luas, sirkulasinya bagus
dan harganya murah. Sedangkan untuk jenis propeller, penggunaannya hanya
terbatas untuk zat yang berviskositas rendah dan hanya efektif dalam bejana besar
karena alirannya sangat kuat. Untuk impeller dayung, putaran arus zat cair tidak
bisa dengan kecepatan tinggi, dan tidak ada sekatnya zat cair akan berputar-putar
mengelilingi bejana tanpa ada pencampuran ( Brown, G.G, 1978 ).
Agar bejana proses bekerja efektif pada setiap masalah pengadukan yang
dihadapi, volume fluida yang disirkulasi oleh impeller harus cukup besar agar
dapat menyapu keseluruhan bejana dalam waktu yang singkat demikian pula,
kecepatan arus yang meninggalkan impeller itu harus cukup tinggi agar dapat
mencapai semua sudut tangki ( Mc. Cabe, 1987 ).
Dalam tangki pencampuran ada tiga macam arah kecepatan fluida di setiap
titik suatu proses pengadukan :
1. Komponen radial yang bekerja tegak lurus terhadap poros impeller.
2. Komponen longitudianal yang bekerja pada arah paralel pada poros
impeller.
3. Komponen tangensial atau rotarial yang bekerja pada arah yang saling
bersinggungan terhadap lintasan lingkaran sekeliling poros impeller.

3
Ketiga komponen ini sering terjadi pada setiap proses pengadukan dari
ketiga komponen ini yang saling berpengaruh adalah komponen longitudinal dan
radial ( Mc Cabe, 1987 ).
Proses pencampuran zat cair maupun campuran di dalam tangki yang
berlangsung cepat adalah didaerah aliran turbulen. Dalam hal ini akan
menghasilkan kecepatan tinggi dan itu mungkin dapat bercampur didaerah sekitar
impeller karena ada keturbulenan yang hebat. Pada saat arus itu melambat karena
membawa zat cair lain dan mengalir di sepanjang dinding, terjadi juga
pencampuran radial, sedangkan pusaran-pusaran besar pecah menjadi kecil.
Fluida itu akan mengalami suatu lingkaran penuh dan kembali ke pusat impeller,
di mana terjadi lagi pencampuran yang hebat.
Karakteristik fluida menetukan berhasil tidaknya sutu pencampuran.
Fluida polar tidak akan bercampur dengan fluida nonpolar, misalnya air dengan
minyak. Adapun fungsi sekat adalah untuk mengurangi aliran putar merintangi
aliran rotasi tanpa mengganggu aliran radial atau longitudinal. Sekat yang
sederhana namun efektif dapat di buat dengan memasang sekat vertikal terhadap
dinding tangki.

Gambar 1. Pembentukan vorteks dan pola aliran sirkulasi dalam bejana aduk.

Waktu pencampuran dengan menggunakan turbin bersekat berubah


dengan perubahan kecepatan didaerah itu. Timbulnya vorteks pada tangki atau
bejana karena terdapat aliran tangensial . Hal ini terutama terjadi karena pada
tangki yang tidak bersekat.

4
Bila bejana di pasang sekat, pencampuran akan lebih cepat dan lebih
banyak energi yang di berikan untuk lingkar. Sekat rotasi tanpa mengganggu
aliran radial atau longitudinal ( Brown, G.G, 1978 ).
Dalam bejana yang kecil biasanya waktu pencampuran lebih pendek
dibandingkan dalam bejana besar. Karena tidak praktis bila waktu pencampuran
dibuat sama untuk segala ukuran bejana ( Tryeball, 1986 ).
Berikut beberapa gambar dari impeller berdasarkan bentuknya dan
effiiensi waktu pencampuran:

Propeller Dayung Turbin

Gambar 2. Jenis-jenis Impeller

I.4.Hipotesis

1. Pada penentuan larutan standar indeks bias berbanding lurus dengan


konsentrasi gula, semakin besar konsentrasi gula maka indeks bias juga akan
semakin besar.

5
2. Pada praktikum ini kita akan mendapatkan hasil yaitu semakin lama waktu
maka semakin besar pula indeks biasnya. Hingga suatu saat larutan gula
tersebut akan memiliki indeks bias konstan terhadap perubahan waktu.

6
BAB II
PELAKSANAAN PERCOBAAN

II.1 ALAT DAN BAHAN

1. Bahan yang digunakan

a. Aquades
b. Gula (C12H22O11)

2. Alat yang digunakan

a. Pipet e. Refraktometer
b. Gelas ukur f. Timbangan analitis
c. Gelas arloji g. Stopwatch
d. Tabung reaksi

II.2 GAMBAR DAN RANGKAIAN ALAT

Keterangan gambar
1. Beker glass
2. Pengaduk
3. Motor Pengaduk
4. Statif
5. Sekat

Gambar 3.Rangkaian alat bejana berpengaduk.

7
II.3 CARA KERJA DAN BAGAN ALIR

A. Membuat larutan standar.

Langkah pertama untuk pembuatan laarutan standar yaitu menimbang


gelas arloji,jika sudah didapatkan berat gelas arloji tersebut kita menimbang
bersamaan dengan gula sebesar 0,1g; 0,2g; 0,3g; 0,4g; 0,5g; 0,6g; 0,7g; 0,8g;
0,9g; 1,0g sebagai bahan untuk membuat larutan standar. Untuk membuat larutan
standar yaitu dengan memasukkan gula yang sudah di timbang itu lalu di
masukkan ke dalam tabung reaksi dan d campurkan dengan aquades lalu di gojog
hinggan larutan itu menjadi homogen. Setelah merasa bahwa larutan sudah
homogen maka langkah selanjutnya yaitu dengan mengamati indeks bias dengan
menggunakan refraktometer, mengulangi langkah di atas untuk berat gula yang
berbeda.

B. Menetukan Mixing Time

Langkah pertama adalah mengukur volume aquades dengan volume


tertentu. Lalu memasukkan aquades kedalam gelas beker. Setelah memasukkan
aquades, menimbang gula dengan berat 25g,35g dan 45g. Kemudian
memasukkan gula kedalam gelas beker yang berisi aquades dan
mengaduknya.Pada saat memasukkan gula mencatat sebagai t=0. Dan selang
waktu tertentu,mengambil sampel pada posisi tertentu dan mengamati indeks
biasnya dengan menggunakan refraktometer sampai konstan. Setelah itu
mengulangi pengambilan sampel sampai di dapatkan indeks bias
konstan.Terakhir adalah Mengulangi percobaan dengan berat gula yang berbeda.

8
II.3.1 BAGAN ALIR

A.Membuat larutan standar

Menimbang gelas beker kosong



Menimbang gelas arloji berisi gula dan mencatat berat 0,1g; 0,2g; 0,3g; 0,4g;
0,5g; 0,6g; 0,7g; 0,8g; 0,9g; 1,0g

Mengukur volume aquades dengan tabung reaksi

Mencampurkan gula dan aquades kedalam tabung reaksi dan mengocok larutan
hingga benar-benar homogen

Mengamati indeks bias gula dengan refraktometer

Mengulangi langkah diatas dengan berat gula yang berbeda

B.MENENTUKAN MIXING TIME


Mengukur volume aquades dengan volume tertentu dan memasukkan aquades
kedalam gelas beker

Menimbang gula dengan berat 25g,35g dan 45g

Memasukkan gula kedalam gelas beker dan mencatat t=0

Pada selang waktu tertentu, mengambil sampel dan mengamati indeks biasnya
dengan refraktometer sampai di dapatkan larutan konstan

Mengulangi percobaan dengan berat gula yang berbeda

9
II.4 Analisa Perhitungan
1.Mencari indeks bias larutan standar dengan refraktometer.
2. Mencari konsentrasi gula untuk grafik standar :
Molalitas= Berat gula X 1000gr
MR gr Pelarut
3.Membuat grafik larutan standar antara konsentrasi gula dengan indeks bias.
4.Membuat persamaan garis grafik standar.
5.Mencatat indeks bias larutan biner, kemudian menentukan kadar gula dalam
larutan biner dengan mengemploktan pada grafik larutan standar.
6.Membuat garfik hubungan antara waktu pencampuran dengan konsentrasi gula
7.Membuat persamaan garis larutan biner.
8.Menghitung presentase kesalahan dari persamaa yang didapatkan.

10
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

III.1 Hasil Percobaan

Data percobaan:
Densitas : 0,995647
Berat Pelarut : 0,995647 x 8ml = 7,965176 gr
Suhu aquades : 30C
BM gula : 342

1. Larutan standar
Tabel 1. Hubungan antara konsentrasi gula denga indeks bias larutan standar
NO Berat Gula (gr) Aquades(ml) Indeks Bias Molalitas
1 0,1 8 1.3343 0.036709504
2 0,2 8 1.336 0.073419008
3 0,3 8 1.3379 0.110128512
4 0,4 8 1.3402 0.146838016
5 0,5 8 1.341 0.18354752
6 0,6 8 1.343 0.220257024
7 0,7 8 1.3436 0.256966529
8 0,8 8 1.3443 0.293676033
9 0,9 8 1.3467 0.330385537
10 1,0 8 1.3473 0.367095041

11
0.4
0.35 y = 27.25x - 36.325
R = 0.9814
0.3
0.25
molalitas

0.2
0.15 molalitas
Linear (molalitas)
0.1
0.05
0
1.33 1.335 1.34 1.345 1.35
indeks bias

Gambar 4. Hubungan antara Molalitas dan indeks bias dengan larutan standar

Dari table diatas di dapatkan untuk membuat grafik standar dan dihasikan
persamaan Y=27,25(x)-36,325. Serta diketahui bahwa semakin tinggi
molalitasnya maka harga indeks biasnya semakin besar,

12
2. Larutan biner antara 25 gram gula dengan 250 ml aquadest.
Tabel 2. Hubungan antara waktu pencampuran dengan molalitas larutan gula
NO Waktu(detik) Molalitas
1 30 0.129575
2 60 0.15955
3 90 0.1759
4 120 0.19225
5 150 0.21405
6 180 0.2195
7 210 0.233125
8 240 0.24675
9 270 0.254925
10 300 0.26855
11 330 0.282175
12 360 0.298525
13 390 0.31215
14 410 0.320325
15 440 0.32305
16 470 0.331225
17 500 0.331225
18 530 0.33395
19 560 0.33395
20 590 0.33395

13
0.4

0.35

0.3
y = 0.0789ln(x) - 0.1708
0.25 R = 0.9546
Molalitas

0.2 y data

0.15
y hitung
Log. (y data)

0.1

0.05

0
300

480
120
150
180
210
240
270

330
360
390
420
450

510
540
570
600
30
60
90

Waktu

Gambar 5. Hubungan antara waktu pencampuran dengan indeks bias untuk 25


gram gula + 250 aquades

Dari tabel di atas di dapatkan persamaan Y=0,0789(lnx)-0,1708 untuk


membuat grafik standar. Serta dari data yang diperoleh dapat diketahui bahwa
semakin lama waktu pencampuran maka harga indeks biasnya semakin besar yang
diikuti dengan kenaikan kadar larutan gula sampai indeks bias yang terukur
kemudian konstan. Hal ini disebabkan karena padatan gula yang terdapat pada
larutan telah melarut sempurna sehingga larutan menjadi homogen. Hal ini dapat
diketahui dari grafik hasil pada percobaan pencampuran antara 25 gram gula
dengan 250 ml aquadest.
Dari persamaan yang sudah dicari dapat di buat grafik dan grafik tersebut
dapat terlihat bahwa semakin lama waktu pencampuran maka harga indeks
biasnya akan semakin konstan, molalitasnya juga akan semakin besar. Hal ini
menunjukan bahwa gula semakin larut dalam air.

14
3. Larutan biner 35 gram gula dengan 250 ml aquadest.

Tabel 3. Hubungan antara waktu pencamuran dengan molalitas.


No Waktu(detik) Molalitas
1 30 0.1977
2 60 0.271275
3 90 0.30125
4 120 0.347575
5 150 0.37755
6 180 0.3939
7 210 0.39935
8 240 0.412975
9 270 0.418425
10 300 0.41025
11 330 0.429325
12 360 0.4375
13 390 0.44295
14 420 0.4484
15 450 0.451125
16 480 0.456575
17 510 0.462025
18 540 0.46475
19 570 0.46475
20 600 0.4702
21 630 0.467475
22 660 0.4702
23 690 0.4702
24 720 0.4702

15
0.6

0.5

0.4 y = 0.08382ln(x) - 0.06241


R = 0.9704
molalitas

0.3
y data
Log. (y data)
y hitung
0.2

0.1

0
30 90 150 210 270 330 390 450 510 570 630 690
waktu

Gambar 6. Hubungan antara waktu pencampuran dengan indeks bias untuk 35


gram gula + 250 aquades

Dari tabel di atas di dapatkan persamaan Y= 0,08382(lnx)-0,06241 untuk


membuat grafik standar. Serta dari data yang diperoleh dapat diketahui bahwa
semakin lama waktu pencampuran maka harga indeks biasnya semakin besar yang
diikuti dengan kenaikan kadar larutan gula sampai indeks bias yang terukur
kemudian konstan. Hal ini disebabkan karena padatan gula yang terdapat pada
larutan telah melarut sempurna sehingga larutan menjadi homogen. Hal ini dapat
diketahui dari grafik hasil pada percobaan pencampuran antara 35 gram gula
dengan 250 ml aquadest.
Dari persamaan yang sudah dicari dapat di buat grafik dan grafik tersebut
dapat terlihat bahwa semakin lama waktu pencampuran maka harga indeks
biasnya akan semakin konstan. Tetapi untuk data nomer 10 dan 21 di dapat nilai
molalitas yang turun, harusnya molalitas nya semakin tinggi. Ini bisa terjadi
karena posisi saat pengambilan sempel tersebut tidak sama saat pengambilan
sempel sebelumnya.

16
4. Larutan binear 45 gram gula dengan 250 ml aquadest

Tabel 4. Hubungan antara waktu pencampuran dengan molalitas.

No Waktu(detik) Molalitas
1 30 0.211325
2 60 0.31215
3 90 0.353025
4 120 0.383
5 150 0.412975
6 180 0.440225
7 210 0.462025
8 240 0.48655
9 270 0.5029
10 300 0.516525
11 330 0.521975
12 360 0.53015
13 390 0.5356
14 420 0.5356
15 450 0.543775
16 480 0.55195
17 510 0.55195
18 540 0.5574
19 570 0.56285
20 600 0.565575
21 630 0.565575
22 660 0.571025
23 690 0.5683
24 720 0.571025
25 750 0.576475
26 780 0.581925
27 810 0.571025
28 840 0.576475
29 870 0.576475
30 900 0.576475

17
0.7

0.6

0.5 y = 0.1054ln(x) - 0.1117


R = 0.9666
Molalitas

0.4

y data
0.3
y hitung
Log. (y data)
0.2

0.1

0
30 90 150 210 270 330 390 450 510 570 630 690 750 810 870
Waktu

Gambar 7. Hubungan antara waktu pencampuran dengan indeks bias untuk 45


gram gula + 250 aquades

Dari tabel di atas di dapatkan persamaan Y=0,1054(lnx)-0,1117 untuk


membuat grafik standar. Serta dari data yang diperoleh dapat diketahui bahwa
semakin lama waktu pencampuran maka harga indeks biasnya semakin besar yang
diikuti dengan kenaikan kadar larutan gula sampai indeks bias yang terukur
kemudian konstan. Hal ini disebabkan karena padatan gula yang terdapat pada
larutan telah melarut sempurna sehingga larutan menjadi homogen. Hal ini dapat
diketahui dari grafik hasil pada percobaan pencampuran antara 45 gram gula
dengan 250 ml aquadest.
Dari persamaan yang sudah dicari dapat di buat grafik dan grafik tersebut
dapat terlihat bahwa semakin lama waktu pencampuran maka harga indeks
biasnya akan semakin konstan. Tetapi untuk data nomer 23 dan 27 di dapat nilai
molalitas yang turun, harusnya molalitas nya semakin tinggi. Ini bisa terjadi
karena posisi saat pengambilan sempel tersebut tidak sama saat pengambilan
sempel sebelumnya.

18
BAB IV
PENUTUP

IV.1 KESIMPULAN

Dari hasil percobaaan yang tela dilakukan dapat dia mbi kesimpulan
sebagai berikut:
a) Hubungan antara indeks bias dan molalitas di ketahui bahwa semakin
tinggi nilai indeks bias maka nilai molalitas juga meningkat. Di dapat pula
persamaan garis. Y=27,25(x)-36,352 ; % kesalahan rata-rata: 14,4763%
b) Hubungan antara waktu pencampuran dengan molalitas adalah semakin
lama waktu pencampuran maka molalitas juga meningkat. Di dapat hasil
sebagai berikut:
1)Larutan 25 gram gula dengan aquades 250ml
Y=0,0789(lnx)-0,1708
%kesalahan rata-rata: 5,303%
2)Larutan 35 gram gula dengan aquades 250ml
Y=0,08382(lnx)-0,06241
%kesalahan rata-rata: 2,703%
3)Larutan 45 gram gula dengan aquades 250ml
Y=0,1054(lnx)-0,1117
%kesalahan rata-rata : 2,978%

IV.2 KRITIK DAN SARAN

Menurut kami, alat yang digunakan untuk melakukan percobaan kurang


baik. Ini di karenakan praktikan masih harus memposisikan pengaduk yang di
gunakan dengan cara mengatur ketinggian dari alat tersebut. Sehinggga setiap
percobaan tinggi dari pengaduk berbeda-beda, bias terlalu tinggi atau terlalu
rendah. Hal ini juga sangat memakan waktu.
Saran kami sebagai praktikan adalah untuk mengganti alat tersebut atau
memodifikasi alat tersebut agar posisi dari pengaduk tetap sama saat melakukan
setiap percobaan.

19
DAFTAR PUSTAKA

Brown.G.G, 1978, Unit Operation, 14th edition, John Willey and sons; New
York.
Mc. Cabe, W.L., and Smith, J.C., 1987 Unit Operation of ChemicEngineering,
International Student Edition, Mc. Graw Hill, Kogakusha: Tokyo.
Treyball, R. E., 1986., Mass Transfer Operation, 2nd Edition, Mc. Graw Hill,
New York.

20
LAMPIRAN
LAMPIRAN A
Data percobaan:
Densitas : 0,995647
Berat Pelarut : 0,995647 x 8ml = 7,965176 gr
Suhu aquades : 30C
BM gula : 342

Tabel 5 Hubungan antara konsetrasi gula dengan indeks bias larutan standar.

No Berat Gula (gr) Aquades (ml) Indeks Bias


1 0,1 8 1.3343
2 0,2 8 1.336
3 0,3 8 1.3379
4 0,4 8 1.3402
5 0,5 8 1.341
6 0,6 8 1.343
7 0,7 8 1.3436
8 0,8 8 1.3443
9 0,9 8 1.3467
10 1,0 8 1.3473

Tabel 6. Larutan biner antara 10 gram gula dengan 250 ml aquadest

No Waktu (detik) Aquadest (ml) Indeks bias

1 30 250 1.3387

21
2 60 250 1.3398

3 90 250 1.3404

4 120 250 1.341

5 150 250 1.3418

6 180 250 1.342

7 210 250 1.3425

8 240 250 1.343

9 270 250 1.3433

10 300 250 1.3438

11 330 250 1.3443

12 360 250 1.3449

13 390 250 1.3454

14 420 250 1.3457

15 450 250 1.3458

16 480 250 1.3461

17 510 250 1.3461

18 540 250 1.3462

19 570 250 1.3462

20 600 250 1.3462

Tabel 7 Larutan biner antara 25 gram gula dengan 250 ml aquadest

No Waktu (detik) Aquadest (ml) Indeks bias

1 30 250 1.3412

22
2 60 250 1.3439

3 90 250 1.345

4 120 250 1.3467

5 150 250 1.3478

6 180 250 1.3484

7 210 250 1.3486

8 240 250 1.3491

9 270 250 1.3493

10 300 250 1.349

11 330 250 1.3497

12 360 250 1.35

13 390 250 1.3502

14 420 250 1.3504

15 450 250 1.3505

16 480 250 1.3507

17 510 250 1.3509

18 540 250 1.351

19 570 250 1.351

20 600 250 1.3512

21 630 250 1.3511

22 660 250 1.3512

23 690 250 1.3512

24 720 250 1.3512

23
Tabel 8. Larutan biner antara 45 gram gula dengan 250 ml aquadest

No Waktu (detik) Aquadest (ml) Indeks bias

1 30 250 1.3417

2 60 250 1.3454

3 90 250 1.3469

4 120 250 1.348

5 150 250 1.3491

6 180 250 1.3501

7 210 250 1.3509

8 240 250 1.3518

9 270 250 1.3524

10 300 250 1.3529

11 330 250 1.3531

12 360 250 1.3534

13 390 250 1.3536

14 420 250 1.3536

15 450 250 1.3539

16 480 250 1.3542

17 510 250 1.3542

18 540 250 1.3544

19 570 250 1.3546

20 600 250 1.3547

24
21 630 250 1.3547

22 660 250 1.3549

23 690 250 1.3548

24 720 250 1.3549

25 750 250 1.3551

26 780 250 1.3553

27 810 250 1.3549

28 840 250 1.3551

29 870 250 1.3551

30 900 250 1.3551

LAMPIRAN B
Cara Perhitungan

I. Mencari persamaan garis grafik standart dari fungsi indeks bias (X) VS
molalitas(Y) dengan cara pendekatan least square

y = a x + nb

xy = a x + b x
Sehingga diperoleh harga A dan B yang akan membentuk persamaan :
Y = aX - b
a. Mencari molalitas gula untuk grafik standart :
beratGula 1000 gr
Molalitas =
MR grPelarut

25
1. gula 0,1gr 7,9651 gram pelarut
0,1 1000
m 0,0367molal
342 7,9651
2. gula 0,2 gr, 7,9651 gram pelarut
0,2 1000
m 0,07341molal
342 7.9651
3. gula 0,3 gr, 7,9651 gram pelarut
0,3 1000
m 0,11012molal
342 7,9651
4. gula 0,4 gr, 7,9651 gram pelarut
0,4 1000
m 0,14683molal
342 7,9651
5. gula 0,5 gr,7,9651 gram pelarut
0,5 1000
m 0,18354molal
342 7,9651
6. gula 0,6 gr,7,9651 gram pelarut
0,6 1000
m 0,22025molal
342 7,9651
7. gula 0,7 gr, 7,9651 gram pelarut
0,7 1000
m 0,25696molal
342 7,9651
8. gula 0,8 gr, 7,9651 gram pelarut
0,8 1000
m 0,29367molal
342 7,9651
9. gula 0,9 gr,7,9651 gram pelarut
0,9 1000
m 0,33038molal
342 7,9651
10. gula 1,0 gr,7,9651 gram pelarut

26
1,0 1000
m 0,36709molal
342 7,9651

Data perhitungan grafik standart


Tabel 9 Hubungan antara konsentrasi gula denga indeks bias larutan standar

No Indeks Bias (X) Molalitas (Y) X2 X*Y

1 1.3343 0.036709504 1.78035649 0.048981491

2 1.336 0.073419008 1.784896 0.098087795

3 1.3379 0.110128512 1.78997641 0.147340937

4 1.3402 0.146838016 1.79613604 0.196792309

5 1.341 0.18354752 1.798281 0.246137225

6 1.343 0.220257024 1.803649 0.295805184

7 1.3436 0.256966529 1.80526096 0.345260228

8 1.3443 0.293676033 1.80714249 0.394788691

9 1.3467 0.330385537 1.81360089 0.444930202

10 1.3473 0.367095041 1.81521729 0.494587148

13.4143 2.019022724 17.99451657 2.71271121

n = 10

x = 13,4143

y = 2,0190

xy = 2,7127

x2 = 17,994

27
Sehingga :

y = a.x + n.b
xy = a.x + x.b

2,0190= 13,4143a + 10b


2,7127= 17,9945a + 13,4143b
Eliminasi persamaan (1) & (2)
2,0190= 13,4143a + 10b X 13,4143
2,7127= 17,9945a + 13,4143b X 10
Menjadi
27,0834 = 179,9434a + 134,143b
27,127 = 179,9450a + 134,143b
0,0436 = -1,6 x 10-3
A= 27,25
B= -36,352
Sehinggapersamaangaris: Y = 27,25(X)-36,382
Persentasekesalahandapatdihitungdengancara :
Ydata Yhitung
%kesalahan 100%
Ydata
Tabel 10 mencari y hitung dan persen kesalahan

No Y Data Y Hitung % Kesalahan

1 0.0367 0.009675 73.63760218

2 0.0734 0.056 23.70572207

3 0.1101 0.107775 2.111716621

4 0.1468 0.17045 16.11035422

5 0.1835 0.19225 4.768392371

6 0.2202 0.24675 12.05722071

28
7 0.2569 0.2631 2.413390424

8 0.2936 0.282175 3.891348774

9 0.3303 0.347575 5.230093854

10 0.367 0.363925 0.837874659

Jadi persen kesalahan rata-rata = 14,4763 %


0.4
0.35 y = 27.25x - 36.325
R = 0.9814
0.3
0.25
molalitas

0.2
molalitas
0.15
Linear (molalitas)
0.1
0.05
0
1.33 1.335 1.34 1.345 1.35
indeks bias

Gambar 8. Grafik hubungan antara Molalitas dan indeks bias dengan larutan
standar

II. Mencari persamaan garis pada percobaan 25 gram gula + 250 ml aquadest
data bisa didekati dengan pendekatan least square :

Untukmencari molalitas (y) menggunakan persamaan garis larutan standar


Pada indeks bias (x) : 1,3387
Molalitas (y) = 27,25 (1,3387) 36,352
= 0,129575
Dengan cara yang sama di dapatkan molalitas pada indeks bias yang
lainnya:

29
Tabel 11 Hubungan antara waktu pencampuran dengan molaitas:
No Waktu (X) Y Ln X Ln X 2 Y * Ln X

1 30 0.129575 3.401197 11.56814 0.44071

2 60 0.15955 4.094345 16.76366 0.653253

3 90 0.1759 4.49981 20.24829 0.791517

4 120 0.19225 4.787492 22.92008 0.920395

5 150 0.21405 5.010635 25.10647 1.072526

6 180 0.2195 5.192957 26.9668 1.139854

7 210 0.233125 5.347108 28.59156 1.246544

8 240 0.24675 5.480639 30.0374 1.352348

9 270 0.254925 5.598422 31.34233 1.427178

10 300 0.26855 5.703782 32.53313 1.531751

11 330 0.282175 5.799093 33.62948 1.636359

12 360 0.298525 5.886104 34.64622 1.757149

13 390 0.31215 5.966147 35.59491 1.862333

14 420 0.320325 6.040255 36.48468 1.934845

15 450 0.32305 6.109248 37.32291 1.973592

16 480 0.331225 6.173786 38.11563 2.044912

17 510 0.331225 6.234411 38.86788 2.064993

18 540 0.33395 6.291569 39.58384 2.10107

19 570 0.33395 6.345636 40.2671 2.119125

20 600 0.33395 6.39693 40.92071 2.136255

5.2947 110.3596 621.5112 30.20671

30
Dari tabel diatas diperoleh data:

n = 24

Y = 5,2947

Ln X = 110.3596

(lnX)2 = 621,5112

( Y.lnX ) = 30,20671

Penyelesaian dengan menggunakan metode least square :

y = a.ln x + n.b
xy = a.(lnx) + lnx

Di dapatkan:

5,2947 = 110,3596 a + 20 b X 110,3596

30,2067= 621,5112 a + 110,3596 b X 20

584,3209 = 12179,2413a + 2207,192 b

604,134 = 12430,224 1 + 2207,192 b

-19,8131= -250,9827 a

A=0,0789

B=-0,1708

31
Jadi persamaan yang di dapat Y = 0,0789 (ln x) 0,1708

Mencari Y hitung dan % kesalahan


Untuk data no 1
Lnx = 3,401197 ; y data = 0,129575
Yhitung = 0,0789(3,401197) 0,1708
= 0,097554
Sehingga didapat persentase kesalahan sebesar:
Ydata Yhitung
%kesalahan 100%
Ydata
Tabel 12 mencari y hitung dan persen kesalahan

No Y Data Y Hitung % Kesalahan

1 0.129575 0.097554473 24.71196341

2 0.15955 0.152243786 4.579262952

3 0.1759 0.184234983 4.738478106

4 0.19225 0.206933099 7.637502474

5 0.21405 0.224539125 4.900315209

6 0.2195 0.238924296 8.849337374

7 0.233125 0.251086784 7.704786777

8 0.24675 0.261622411 6.027319575

9 0.254925 0.270915493 6.272626288

10 0.26855 0.279228437 3.97633113

11 0.282175 0.28674841 1.620770953

12 0.298525 0.293613608 1.645219636

32
13 0.31215 0.299928978 3.915112056

14 0.320325 0.305776097 4.541919388

15 0.32305 0.311219634 3.662085039

16 0.331225 0.316311724 4.502460986

17 0.331225 0.321095006 3.058342136

18 0.33395 0.325604805 2.498935436

19 0.33395 0.329870709 1.221527513

20 0.33395 0.33391775 0.009657195

Jadi Prosentase kesalahan rata-rata = 5,303 %


0.4

0.35

0.3
y = 0.0789ln(x) - 0.1708
0.25 R = 0.9546
Molalitas

0.2 y data
molalitas
y hitung(y)
0.15
Log. (y data)
0.1

0.05

0
30
60
90

240

450
120
150
180
210

270
300
330
360
390
420

480
510
540
570
600

Waktu

Gambar 9 Grafik hubungan antara waktu pencampuran dengan indeks bias untuk
25 gram gula + 250 aquades

III. Mencari persamaan garis pada percobaan 35 gram gula + 250 ml aquadest
data bisa didekati dengan pendekatan least square :

33
Untukmencari molalitas (y) menggunakan persamaan garis larutan standar
Pada indeks bias (x) : 1,4312
Molalitas (y) = 27,25 (1,4312) 36,352
= 0,1977
Dengan cara yang sama di dapatkan molalitas pada indeks bias yang
lainnya:

Tabel 13 Hubungan antara waktu pencampuran dengan molaitas:

No X Y Ln X Ln X^2 Y*LnX

1 30 0.1977 3.4012 11.568 0.6724

2 60 0.271275 4.0943 16.764 1.1107

3 90 0.30125 4.4998 20.248 1.3556

4 120 0.347575 4.7875 22.92 1.664

5 150 0.37755 5.0106 25.106 1.8918

6 180 0.3939 5.193 26.967 2.0455

7 210 0.39935 5.3471 28.592 2.1354

8 240 0.412975 5.4806 30.037 2.2634

9 270 0.418425 5.5984 31.342 2.3425

10 300 0.41025 5.7038 32.533 2.34

11 330 0.429325 5.7991 33.629 2.4897

12 360 0.4375 5.8861 34.646 2.5752

13 390 0.44295 5.9661 35.595 2.6427

14 420 0.4484 6.0403 36.485 2.7085

15 450 0.451125 6.1092 37.323 2.756

16 480 0.456575 6.1738 38.116 2.8188

34
17 510 0.462025 6.2344 38.868 2.8805

18 540 0.46475 6.2916 39.584 2.924

19 570 0.46475 6.3456 40.267 2.9491

20 600 0.4702 6.3969 40.921 3.0078

21 630 0.467475 6.4457 41.547 3.0132

22 660 0.4702 6.4922 42.149 3.0527

23 690 0.4702 6.5367 42.728 3.0736

24 720 0.4702 6.5793 43.287 3.0936

9.935925 136.41 791.22 57.806

Dari tabel diatas diperoleh data:

n = 24

Y = 9,935925

Ln X = 136,41

(lnX)2 = 791,22

( Y.lnX ) = 57,806

Penyelesaian dengan menggunakan metode least square:

y = a.ln x + n.b
y lnx = a.(lnx) + lnx

9,935925 = 136,41a + 24b

35
57,806 = 791,22a + 136,41
Eliminasi persamaan (1) & (2) :
1355,3561 = 18607,6881 a + 3273,84 b
1387,344 = 18989,28 a + 3273,84 b
31,9879 = -381,5919
A= 0,08382
B= -0,06241
Jadi persamaan yang di dapat Y = 0,08382 (lnx) 0,06241

Mencari Y hitung dan % kesalahan


Untuk data no 1
Lnx = 3,4012 ; y data = 0,1977
Yhitung = 0,08382(3,4012) 0,06241
= 0,22268
Sehingga didapat persentase kesalahan sebesar:
Ydata Yhitung
%kesalahan 100%
Ydata
Tabel 14 mencari y hitung dan persen kesalahan

No Y Data Y Hitung % Kesalahan

1 0.1977 0.222678365 12.63447877

2 0.271275 0.280777961 3.503072972

3 0.30125 0.314764047 4.485990562

4 0.347575 0.338877558 2.502320972

5 0.37755 0.35758145 5.288981499

6 0.3939 0.372863643 5.340532307

7 0.39935 0.385784553 3.396881626

8 0.412975 0.396977155 3.873804818

36
9 0.418425 0.406849729 2.766390965

10 0.41025 0.415681047 1.323838397

11 0.429325 0.423669946 1.31719646

12 0.4375 0.43096324 1.494116591

13 0.44295 0.43767242 1.191461864

14 0.4484 0.44388415 1.007103055

15 0.451125 0.449667132 0.323162674

16 0.456575 0.455076751 0.328149542

17 0.462025 0.460158307 0.404024235

18 0.46475 0.464949325 0.04288871

19 0.46475 0.46948124 1.018018239

20 0.4702 0.473780644 0.761515036

21 0.467475 0.477870235 2.223698649

22 0.4702 0.481769543 2.460557842

23 0.4702 0.48549549 3.252975268

24 0.4702 0.489062837 4.011662397

Jadi Prosentase kesalahan rata-rata = 2,703%

37
0.6
y = 0.08382ln(x) - 0.06241
R = 0.9704
0.5

0.4
molalitas

0.3
y data
y hitung
Log. (y data)
0.2

0.1

0
30 90 150 210 270 330 390 450 510 570 630 690
waktu

Gambar 10 Grafik hubungan antara waktu pencampuran dengan indeks bias


untuk 35 gram gula + 250 aquades

IV. Mencari persamaan garis pada percobaan 45 gram gula + 250 ml aquadest
data bisa didekati dengan pendekatan least square :
Untukmencari molalitas (y) menggunakan persamaan garis larutan standar
Pada indeks bias (x) : 1,3417
Molalitas (y) = 27,25 (1,3417) 36,352
= 0,211325
Dengan cara yang sama di dapatkan molalitas pada indeks bias yang
lainnya:
Tabel 15 Hubungan antara waktu pencampuran dengan molaitas

No X Y Ln X L X^2 y* Lnx

1 30 0.211325 3.401197 11.56814 0.718758

2 60 0.31215 4.094345 16.76366 1.27805

38
3 90 0.353025 4.49981 20.24829 1.588545

4 120 0.383 4.787492 22.92008 1.833609

5 150 0.412975 5.010635 25.10647 2.069267

6 180 0.440225 5.192957 26.9668 2.286069

7 210 0.462025 5.347108 28.59156 2.470497

8 240 0.48655 5.480639 30.0374 2.666605

9 270 0.5029 5.598422 31.34233 2.815446

10 300 0.516525 5.703782 32.53313 2.946146

11 330 0.521975 5.799093 33.62948 3.026981

12 360 0.53015 5.886104 34.64622 3.120518

13 390 0.5356 5.966147 35.59491 3.195468

14 420 0.5356 6.040255 36.48468 3.23516

15 450 0.543775 6.109248 37.32291 3.322056

16 480 0.55195 6.173786 38.11563 3.407621

17 510 0.55195 6.234411 38.86788 3.441083

18 540 0.5574 6.291569 39.58384 3.506921

19 570 0.56285 6.345636 40.2671 3.571641

20 600 0.565575 6.39693 40.92071 3.617943

21 630 0.565575 6.44572 41.5473 3.645538

22 660 0.571025 6.49224 42.14918 3.707231

23 690 0.5683 6.536692 42.72834 3.714802

24 720 0.571025 6.579251 43.28655 3.756917

25 750 0.576475 6.620073 43.82537 3.816307

39
26 780 0.581925 6.659294 44.3462 3.87521

27 810 0.571025 6.697034 44.85027 3.824174

28 840 0.576475 6.733402 45.3387 3.881638

29 870 0.576475 6.768493 45.8125 3.901867

30 900 0.576475 6.802395 46.27257 3.921411

15.2723 176.6942 1061.668 92.16348

Dari tabel diatas diperoleh data:

n = 30

Y = 15,2723

Ln X = 176,6942

(lnX)2 = 1061,668

( Y.lnX ) = 92,16348

Penyelesaian dengan menggunakan metode least square:

y = a.ln x + n.b
y lnx = a.(lnx) + lnx

15,2723 = 176,6942 a + 30b X176,6942


92,16348= 1061,668 a + 176,6942 b X30
Eliminasi persamaan (1) & (2):
2698,5268 = 31220,8403 a + 5300,826 b
2764,9044 = 31850,04 a + 5300,826 b

40
-66,3776 = -629,1997
A= 01054
B= -0,1117
Jadi persamaan yang di dapat Y = 0,1054 Ln(x) 0,1117

Mencari Y hitung dan % kesalahan


Untuk data no 1
Lnx = 3,401197 ; y data = 0,211325
Yhitung = 0,1054(3,401197) 0,1117
= 0,2467
Sehingga didapat persentase kesalahan sebesar:
Ydata Yhitung
%kesalahan 100%
Ydata

Tabel 16 mencari y hitung dan persen kesalahan

No Y Data Y Hitung % Kesalahan

1 0.211325 0.246786204 16.78041123

2 0.31215 0.319843917 2.464813986

3 0.353025 0.362579939 2.706589973

4 0.383 0.39290163 2.585281903

5 0.412975 0.41642096 0.834423391

6 0.440225 0.435637652 1.042046207

7 0.462025 0.451885134 2.194657489

8 0.48655 0.465959343 4.23197153

9 0.5029 0.478373674 4.876978628

10 0.516525 0.489478673 5.236208736

11 0.521975 0.499524366 4.301093773

41
12 0.53015 0.508695365 4.046899007

13 0.5356 0.517131866 3.448120556

14 0.5356 0.524942847 1.989759789

15 0.543775 0.532214695 2.125935318

16 0.55195 0.539017055 2.343136996

17 0.55195 0.54540689 1.185453304

18 0.5574 0.551431387 1.070795244

19 0.56285 0.557130072 1.016243683

20 0.565575 0.562536386 0.537261078

21 0.565575 0.567678869 0.371987617

22 0.571025 0.572582079 0.272681338

23 0.5683 0.577267294 1.577915606

24 0.571025 0.581753078 1.878740466

25 0.576475 0.586055716 1.661948214

26 0.581925 0.590189579 1.420213796

27 0.571025 0.59416741 4.052783977

28 0.576475 0.598000559 3.733997034

29 0.576475 0.601699185 4.375590357

30 0.576475 0.605272408 4.995430514

Jadi Prosentase kesalahan rata-rata = 2,978 %

42
0.7

0.6

0.5
y = 0.1054ln(x) - 0.1117
R = 0.9666
0.4
Molalitas

y data
0.3
Log. (y data)
y hitung
0.2

0.1

0
30 90 150 210 270 330 390 450 510 570 630 690 750 810 870
Waktu

Gambar 11 Grafik hubungan antara waktu pencampuran dengan indeks bias untuk
45 gram gula + 250 aquades

43
TANYA JAWAB

1. Arifin Dwi Prasetyo


Bagaimana hubungan indeks bias dengan konsentrasi? Apa itu indeks
bias?

Hubungan indeks bias dengan konsentrasi berbanding lurus. Semakin


besar nilai indeks bias maka semakin besar pula konsentrasinya. Hal ini
disebabkan karena kerapatan dari molekul semakin besar sehingga cahaya
yang dibiaskan semakin banyak.
Indeks bias sendiri didefinisikan sebagai perbandingan antara kecepatan
cahaya dalam ruang hampa udara dengan cepat rambat cahaya pada suatu
medium, sehingga indeks bias tidak memiliki satuan.

44

Anda mungkin juga menyukai