Anda di halaman 1dari 12

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh


Puji serta syukur atas kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa,
karena berkat RahmatNyalah saya diberikan kesehatan sehingga dapat
membuat laporan awal tentang Konsep Dasar Eksplorasi.
Terima kasih juga saya haturkan kepada instruktur Laboratorium
Eksplorasi Universitas Islam Bandung, serta teman-teman seperjuangan, karena
berkat saran dan bimbingan merekalah laporan ini bisa diselesaikan.
Laporan awal ini tidak luput dari kesalahan. Maka dari itu, pembaca
diharapkan dapat memberikan kritik serta saran yang membangun untuk
melengkapi kekurangan laporan ini. Terima kasih.
Jazakallahu Khoiron Katsiron
Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Bandung, 22 Februari 2017

Aldi Gustian Muhari

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................i
DAFTAR ISI.......................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................2
1.1 Latar Belakang............................................................................2
1.2 Maksud dan Tujuan.....................................................................2
1.2.1 Maksud............................................................................2
1.2.2 Tujuan..............................................................................2

BAB II LANDASAN TEORI..................................................................................2


2.1 Pengertian Eksplorasi..................................................................2
2.2 Prinsip Dasar Eksplorasi..............................................................2
1.3 Tahapan Pekerjaan Eksplorasi....................................................2
1.4 Metode Eksplorasi.......................................................................2

BAB III KESIMPULAN.........................................................................................2


DAFTAR PUSTAKA

2
1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang berasal dari alam yang
dapat digunakan dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan aktifitas manusia.
Indonesia termasuk ke dalam negara dengan kandungan sumber daya alam
yang cukup melimpah, baik itu sumber daya alam yang terdapat di permukaan
bumi, di dalam perut bumi, maupun sumber daya alam yang berada di lautan.
Segala sesuatu kekayaan alam tersebut dapat digunakan dengan semaksimal
mungkin untuk kebutuhan keberlangsungan hidup manusia.
Hampir setiap aspek dalam kehidupan sehari-hari tidak terlepas dari
bahan tambang. Mulai dari hal paling sederhana mungkin sampai dengan hal
paling kompleks sekalipun, semuanya tidak terlepas dari bahan tambang.
Kebutuhan hidup manusia akan bahan tambang yang bergerak semakin
kompleks ini tentunya memerlukan bahan tambang yang lebih banyak lagi untuk
memenuhi kebutuhan tersebut, oleh karena itu diperlukanlah suatu kegiatan
eksplorasi untuk mencari dan menemukan bahan galian yang baru untuk
memenuhi kebutuhan tersebut. Oleh karena itu eksplorasi sangat penting untuk
dipelajari oleh seorang enginner, agar bisa mencari bahan galian baru ataupun
eergi terbarukan untuk kebutuhan manusia akan bahan tambang yang semakin
kompleks.

1.2 Maksud dan Tujuan


1.2.1 Maksud
Maksud dari dibuatnya laporan awal ini adalah adalah untuk
memperkenalkan konsep-konsep dasar eksplorasi dalam dunia pertambangan.
1.2.2 Tujuan
1. Mengetahui dan memahami definisi eksplorasi dalam pertambangan.
2. Mengetahui prinsip dan konsep-konsep dasar dalam eksplorasi tambang.
3. Mengetahui dan memahami tahapan-tahapan kegiatan eksplorasi.
4. Mengetahui dan memahami metode-metode eksplorasi.

1
2

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Eksplorasi


Eksplorasi merupakan salah satu kegiatan penyelidikan geologi yang
dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi, menetukan lokasi, menentukan
ukuran, menentukan bentuk, menentukan sebaran, menentukan letak, kuantitas,
maupun kualitas dari suatu bahan galian yang baru, yang kemudian dapat
dilakukan analisis lebih lanjut untuk menentukan kemungkinan bahan galian
tersebut apakah dapat ditambang atau tidak. Selain itu, eksplorasi diartikan
sebagai suatu kegiatan lanjutan dari tahapan prospeksi yang mencakup
pekerjaan-pekerjaan untuk mengetahui ukuran, bentuk, posisi, kadar, jumlah
cadangan, dan analisis studi kelayakan dari suatu bahan galian atau mineral
berharga yang ditemukan.
Sedangkan menurut KBBI pengertian eksplorasi merupakan
penjelajahan lapangan dengan tujuan memperoleh pengetahuan lebih banyak
tentang keadaan, terutama sumber sumber alam yang terdapat di tempat itu,
penyelidikan, penjajakan.
Adapun tujuan dari dilakukanya kegiatan eksplorasi diantara lain adalah
sebagai berikut :
1. Untuk mencari atau menemukan jenis dan lokasi endapan bahan galian
atau zona mineralisasi
2. Untuk mendeliniasi zona sebaran dan kemenerusan dari suatu bahan
galian secara lateral dan secara vertical
3. Untuk mendapatkan gambaran mengenai bentuk dimensi atau geometri
tubuh endapan bijih atau bahan galian
4. Agar dapat mengestimasi kuantitas dan kualitas bijih atau bahan galian
5. Agar dapat mengestimasi nilai keekonomisan suatu bahan galian yang
berhubungan dengan layak atau tidaknya untuk dilakukan kegiatan
pertambangan.

2.2 Prinsip Dasar Eksplorasi


Agar suatu kegiatan eksplorasi dapat berjalan dengan baik sesuai dengan
rencana, dan agar dapat terstruktur, terprogram, dan efisien, maka dibutuhkan
pengelolaan kegiatan eksplorasi yang 2tersusun dengan baik. Maka dari itu,
3

dibutuhkanlah pemahaman dasar mengenai konsep dasar dari kegiatan


eksplorasi yang tepat oleh para pelaku eksplorasi (explorer) yang mengacu
kepada prinsip maupun konsep dasar dalam kegiatan eksplorasi, khususnya
semua hal yang berkaitan dengan bidang ilmu geologi dan eksplorasi itu sendiri.
Adapun beberapa prinsip ataupun konsep dasar dalam kegiatan eksplorasi
adalah sebagai berikut :
1. Target Eksplorasi
a. Jenis bahan galian yang akan di cari
b. Pencarian model-model geologi yang relevan sesuai data
2. Pemodelan Eksplorasi
a. Penggunaan pemodelan geologi dalam skala regional untuk
penentuan pemilihan target eksplorasi dalam skala regional.
b. Penentuan model geologi dalam skala lokal (berdasarkan kondisi
relevan di lapangan), sehingga pemodelan lebih detail.
c. Penentuan metode eksporasi yang akan diterapkan sesuai dengan
indikasi maupun petunjuk geologi yang ditemukan sebelumnya.

Sumber: MineDesai.com
Gambar 2.1
Data dan Model Geologi

Selanjutnya, agar suatu kegiatan eksplorasi dapat terlaksana dengan


baik, efisien, efektif, ekonomis, dan tepat sasaran, maka diperlukanlah beberapa
perencanaan yang berkaitan dengan konsep-konsep dasar eksplorasi. Adapaun
beberapa perencanaan tersebut di antaranya adalah sebagi berikut :
1. Menemukan
Menemukan berarti menargetkan suatu bahan galian apa yang akan
dieksploitasi melalui suatu kegiatan penambangan. Penargetan ini kemudian
4

dilanjutkan dengan kegiatan penentuan lokasi keberadaan suatu bahan galian


yang memiliki potensi dan nilai ekonomis melalui peta geologi dalam skala
regional maupun skala lokal.
2. Membuktikan
Membuktikan keberadaan suatu bahan galian, yang meliputi kuantitas,
kualitas, bentuk, maupun kemenerusannya dari suatu keberadaan bahan galian.
3. Mengevaluasi
Pengevaluasian disini berarti tahapan terakhir dari kegiatan perencanaan
eksplorasi. Mengevaluasi ataupun mengukur jumlah cadangan ataupun sumber
daya dari bahan galian yang ditargetkan untuk dilakukan kegiatan eksploitasi
melalui kegiatan penambangan.

1.3 Tahapan Pekerjaan Eksplorasi


Suatu kegiatan eksplorasi suatu bahan galian harus dilakukan secara
bertahap dan tersturktur, supaya didapatkan hasil yang tepat dan akurat sesuai
dengan yang diharapkan. Adapun beberapa tahapan pekerjaan dalam eksplorasi
di antara adalah sebagai berikut :
1. Eksporasi Pendahuluan
Menurut White (1997), dalam tahapan egiatan eksplorasi pendahuluan ini
tingkat ketelitian maupun tingkat kepercayaannya yang diperlukan masih kecil,
sehingga peta yang digunakan juga berskala besar, atau dalam skala regional
seperti peta geologi regional dengan skala 1:50.000 atau 1:25.000. Kegiatan
eksplorasi pendahuluan ini meliputi beberapa kegiatan seperti dibawah ini :
a. Penentuan Tujuan
Dalam penentuan tujuan, beberapa parameter yang harus dicantumkan di
antaranya adalah jenis bahan galian yang akan dicari dan ekonomi bahan
galian tersebut serta daerah keberadaanya.
b. Studi Literatur
Sebelum memilih lokasi-lokasi eksplorasi, perlu dilakukannya studi
terdahulu melalui data, maupun peta-peta yang sudah ada dari penelitian
terdahulu di daerah penelitian yang akan dicari, catatan-catatan maupun
laporan-laporan temuan, keadaan sosial, budaya, hukum, dan
sebagainya. Untuk mendukung data yang akan dikolersaikan dengan
data yang ada dilapangan.
5

c. Survey dan Pemetaan


Apabila peta-peta dasar (peta geologi, peta topografi, dan citra satelit)
sudah tersedia dari laporan terdahulu dan sudah dipelajari, maka survey
dan kegiatan pemetaan singkapan (outcrop) dapat dilaksanakan secara
langsung dengan turun langsung kelapangan untuk melakukan
pengukuran. Namun, apabila peta dasar tersebut di atas masih belum
tersedia, maka perlu dilakukannya kegiatan pemetaan topografi terlebih
dahulu sebelum melakukan kegiatan pengambilan data langsung di
lapangan.

Sumber: www. citra worldview-2


Gambar 2.2
Citra Satelit

d. Pemilihan Metode Eksplorasi


Metode eksplorasi yang dapat digunakan terdiri atas dua metode, yaitu
metode secara langsung maupun metode secara tidak langsung. Kedua metode
ini digunakan bergantung pada keadaan bahan galian yang ingin dicari. Dan
kemungkinan keadaan dilapangan untuk melakukan metode seperti apa yang
sesuai. Adapun diagram alir metode eksplorasi dapat dilihat pada gambar di
bawah ini.
6

Sumber: Bahan Kuliah Teknik Eksplorasi Universitas Lambung Mangkurat, 2006


Gambar 2.3
Bagan Alir Metoda Eksplorasi

2. Eksplorasi Detail
Setelah kegiatan eksplorasi pendahuluan, maka selanjutnya dilanjutkan
dengan kegiatan eksplorasi detail yang meliputi kegiatan sampling dengan jarak
tertentu yang bergantung pada kondisi geologi bahan galiannya. Sampling ini
dilakukan dengan membuat test pit (sumur uji) atau lubang bor untuk
mendapatkan data yang lebih detail dan teliti mengenai penyebaran dari sutau
bahan galian yang akan dicari, serta ketebalan dari bahan galian yang ingin
dicari, maupun sampai dengan penentuan cadangan dari suatu bahan galian
tersebut.
7

1.4 Metode Eksplorasi


Secara umum, metode eksplorasi dapat dikelompokan menjadi dua
metode eksplorasi, yaitu :
1. Metode Langsung
Metode langsung merupakan metoda yang dilakuakn secara langsung
berhubungan dengan objek yanga akan dicari dan yang akan diteliti. Metoda ini
terdiri dari :
a. Metode Langsung di Permukaan
Metode langsung ini dapat dilakukan melalui beberapa cara, di antaranya
dengan cara penyelidikan singkapan (outcrop), tracing float, dan tracing
dengan panning (dulang).

Sumber : pertambangankita.files.wordpress.com
Foto 2. 1
Panning
b. Metode Langsung di Bawah Permukaan
Apabila kondisi permukaan tidak memungkinkan dan data yang
didapatkan memberikan informasi yang kurang baik, maka dapat
dilakukan dengan metode langsung di bawah permukaan. Eksplorasi ini
dapat dilakukan dengan membuat tunnel, shaft, drift, winse, dan lainnya.
2. Metode Tidak Langsung
Metode tidak langsung merupakan suatu ,metode yang dilakungan
dengan tidak berhubungan langsung dengan objek yang akan dicari dan diteliti.
Metode tidak langsung ini dapat dilakukan dengan cara antara lain adalah
sebagai berikut ini :
a. Metode Gravitasi
Metode ini diberlakukan sesuai dengan hukum dari gaya yarik bumi.
8

b. Metode Magnetik
Metode ini pada prinsipnya dilakukan berdasarkan atas sifat kemagnetan
dari suatu bahan galian.
c. Metode Geolistrik
Metode yang pada dasarnya mengambil data berdasarkan sifat kelistrikan
dari suatu bahan galian yang akan di teliti.

Sumber : serinaisenja.files.wordpress.com
Foto 2. 2
Metode Geolistrik
d. Metode Seismik
Metode yang pada dasarnya memanfaatkan kecepatan rambatan
rambatan getaran dari suatu batuan
9

BAB III
KESIMPULAN

Eksplorasi merupakan salah satu kegiatan penyelidikan geologi yang


dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi, menetukan lokasi, menentukan
ukuran, menentukan bentuk, menentukan sebaran, menentukan letak, kuantitas,
maupun kualitas dari suatu bahan galian yang baru, yang kemudian dapat
dilakukan analisis lebih lanjut untuk menentukan kemungkinan bahan galian
tersebut apakah dapat ditambang atau tidak.
Adapun beberapa prinsip ataupun konsep dasar dalam kegiatan
eksplorasi adalah sebagai berikut :
1. Target Eksplorasi
2. Pemodelan Eksplorasi
Tahapan pekerjaan dalam eksplorasi harus dilakukan secara bertahap
dan teratur. Adapun tahapanya di antara adalah sebagai berikut :
1. Eksporasi Pendahuluan
Studi Literatur
Survey dan Pemetaan
Pemilihan Metode Eksplorasi
2. Eksplorasi Detail
Setelah kegiatan eksplorasi pendahuluan, maka selanjutnya dilanjutkan
dengan kegiatan eksplorasi detail yang meliputi kegiatan sampling dengan jarak
tertentu yang bergantung pada kondisi geologi bahan galiannya.
Secara umum, metode eksplorasi dapat dikelompokan menjadi dua
metode eksplorasi, yaitu :
1. Metode Langsung
Metode langsung merupakan metoda yang dilakuakn secara langsung
berhubungan dengan objek yanga akan dicari dan yang akan diteliti.
2. Metode Tidak Langsung
Metode tidak langsung merupakan suatu ,metode yang dilakungan
dengan tidak berhubungan langsung dengan objek yang akan dicari dan
diteliti.
DAFTAR PUSTAKA

7
10

1. Bayu, Fahrudin. 2016. Konsep Dasar Eksplorasi scribd.com Diakses


pada tanggal 22 Februari 2017 pukul 20.18 WIB

2. Nurhakim. 2006. Bahan Kuliah Teknik Eksplorasi Universitas


Lambung Mangkurat slideshare.net Diakses pada tanggal 22 Februari
2017 pukul 20.18 WIB

3. Safarudin. 2012. Konsep Dasar Eksplorasi


gandukaleng.blogspot.co.id Diakses pada tanggal 22 Februari 2017 pukul
20.19 WIB