Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

Pengkajian adalah tahap awal dari proses keperawatan, dan merupakan


suatu proses yang sistematis dalam pengumpulan data dari berbagai sumber
data untuk mengenali masalah, mengidentifikasi dan mengevaluasi secara
holistik.
Pengumpulan data dilakukan secara sistematis dimulai sejak pengkajian
awal, selama implementasi dan pengkajian ulang untuk menambah atau
melengkapi data.
Tujuan dari pengkajian adalah :
a. Memperoleh informasi
b. Menentukan masalah keperawatan
c. Menilai keadaan kesehatan klien
d. Menbuat keputusan yang tepat
Karakteristik data yang dikaji harus:
a. Lengkap
b. Akurat dan nyata
c. Relevan

Komunikasi sebagai salah satu subsistem masyarakat perlu dikaji dalam


pengkajian komunitas yang mempengaruhi masyarakat tersebut. Dari
pengkajian tentang komunikasi dalam komunitas, perawat dapat memperoleh
data tentang sistem komunikasi dalam suatu komunitas yang berisi pola
komunikasi, interaksi komunitas dan media komunikasi. Komunikasi dalam
komunitas bisa menjadi pendukung bagi komunitas dalam mencapai derajat
kesehatannya. Perawat juga bisa memberikan alternatif alternatif pendukung
bagi komunitas sehingga masyarakat dapat menggunakan alat komunikasi dan
berkomunikasi dengan baik dalam lingkungannya.
Sistem komunikasi dalam komunitas apa saja yang bisa dimanfaatkan
untuk mendapatkan informasi yang valid dan relevan, dan untuk meningkatkan
pengetahuan maupun informasi yang dapat mendukung yang terkait dengan
masalah yang ada di komunitas.
BAB II
ISI

Komunikasi terbagi menjadi 2 komponen (Anderson & Mc Farla, 2004), yaitu


a. formal dan
b. informal

Komponen penting dalam komunikasi Formal misalnya, Koran, Radio,


Televisi, Pelayanan Pos, Status telepon dan lain-lain. Sumber Informasi Formal
bisa didapat dari kamar dagang, Kantor penerbitan koran, perusahaan telepon,
buku kuning, buku telepon, data sensus pengguna telpon dan lain-lain
Komponen dalam komunikasi informal bersumber dari papan
pengumuman, poster, brosur, dan buletin di tempat ibadah, kota dan sekolah.
Diseminasi komunikasi informal bisa dilakukan dari mulut kemulut, pos radio
atau televisi. Sumber informasi didapat dari wawancara dengan warga dan
survei.
Survey tentang Learning about Community on the foot (Anderson),
yang diadaptasi dari winshield survey bisa dipakai dalam pengkajian
komunitas. Hal-hal yang dapat dikaji adalah :
a. Adakah tempat khusus untuk warga berkumpul. Di desa-desa biasa kita
temukan adanya balai desa yang digunakan masyarakat untuk berkumpul.
Di kota-kota kita bisa datang ke balai RW. Di beberapa tempat masyarakat
menggunakan tempat ibadah seperti masjid untuk bermusyawarah.
b. Koran apa yang ada di tempat penjualan koran? Bisa diketahui dari adanya
agen koran dan loper koran yang menjual koran di suatu masyarakat.
c. Apakah warga memiliki televisi dan radio?
d. Topik apa yang biasa ditonton/didengar warga? Bila kita ke balai desa bisa
ditemukan adanya televisi untuk ditonton bersama. Masyarakat biasa
menonton bersama bila ada pertandingan bola atau issue hangat di
sekitarnya.
Alat komunikasi formal dan informal apa yang ada? Berapa yang memiliki
telepon rumah, telepon genggam, jaringan internet, handy talkie dan alat
komunikasi yang lainnya. Mungkin masa lalu orang Indonesia di desa
menggunakan kentongan untuk memanggil masyarakat bila ada pengumuman
atau bahaya. Di beberapa tempat pengeras suara dari masjid yang biasa
digunakan masyarakat muslim untuk adzan suatu kali digunakan untuk
panggilan adanya bahaya ketika ada isue tsunami.
BAB III
PEMBAHASAN

Komunikasi adalah elemen dasar dari interaksi manusia yang


membolehkan seseorang untuk menentukan, mempertahankan dan
memperbaiki kontak dengan orang lainnya (Potter & Perry, 2005). Karena
komunikasi adalah sesuatu yang orang lakukan setiap hari, mereka sering
secara salah berfikir itu adalah hal yang mudah. Bagaimanapun komunikasi
adalah proses yang kompleks dan beraneka segi yang melibatkan kebiasaan-
kebiasaan dan hubungan-hubungan serta nenbolehkan individu-individu untuk
bergaul dengan yang lainnya dan dunia di sekitar mereka.
Komunikasi memiliki 3 tingkat yaitu, komunikasi intrapersonal,
komunikasi interpersonal dan komunikasi publik. Di antara ketiganya,
komunikasi interpersonal adalah jantung dari praktik keperawatan. Seorang
perawat dapat membantu klien dengan berkomunikasi pada tingkat
interpersonal yang penuh arti ((Potter & Perry, 2005).Namun komunikasi
publik dalam area keperawatan komunitas juga sangat perlu dikuasai oleh
seorang perawat komunitas.
Salah satu dari 9 komponen pengkajian komunitas menurut Anderson
adalah komunikasi yang diturunkan dari komponen sosiokultural teori Neuman.
Model sistem Neuman menempatkan komunikasi sebagai bagian dari sistem
klien dalam hal ini komunitas. Model sistem Neuman secara filosofi konsisten
dengan perspektif dari pendekatan sistem keluarga dan dapat diperluas untuk
memasukkan keluarga sebagai klien (Tomlinson & Anderson, 1995 p.133).
Neuman memandang klien sebagai sistem terbuka yang terdiri atas struktur
dasar atau inti pusat sumber energi (fisiologis, psikologis, sosiokultural,
perkembangan dan spiritual)
Konsep utama yang terdapat pada model Neuman, meliputi: stresor, garis
pertahanan dan perlawanan, tingkatan pencegahan, lima variabel sistem pasien,
struktur dasar, intervensi dan rekonstitusi.
1. Stressor
Stressor adalah kekuatan lingkungan yang menghasilkan ketegangan dan
berpotensial untuk menyebabkan sistem tidak stabil. Neuman
mengklasifikasi stressor sebagai berikut :
a. Stressor intrapersonal : terjadi dalam diri individu/keluarga dan
berhubungan dengan lingkungan internal (misalnya : respons
autoimmune)
b. Stressor interpersonal : terjadi pada satu individu/keluarga atau lebih
yang memiliki pengaruh pada system, (misalnya : ekspektasi peran)
c. Stressor ekstrapersonal : terjadi diluar lingkup sistem atau
individu/keluarga dari pada stressor interpersonal, (misalnya : sosial
politik).

2. Garis pertahanan dan perlawanan


a. Garis pertahanan normal merupakan lingkaran utuh yang
mencerminkan suatu keadaan stabil untuk individu. Garis pertahanan
normal jika garis pertahanan fleksibelnya tidak dapat melindungi
secara adekuat.
b. Garis pertahanan fleksibel berperan memberikan respon awal atau
perlindungan pada sistem dari stressor.
c. Sedangkan garis perlawanan merupakan serangkaian lingkaran putus-
putus yang mengelilingi struktur dasar. Artinya garis resisten ini
melindungi struktur dasar dan akan teraktivasi jika ada invasi dari
stressor lingkungan melalui garis normal pertahanan (normal line of
defense).

3. Tingkatan pencegahan
a. Pencegahan primer : terjadi sebelum sistem bereaksi terhadap
stressor, meliputi : promosi kesehatan dan mempertahankan
kesehatan. Strateginya mencakup : immunisasi, pendidikan
kesehatan, olah raga dan perubahan gaya hidup.
b. Pencegahan sekunder, meliputi berbagai tindakan yang dimulai
setelah ada gejala dari stressor.
c. Pencegahan tersier difokuskan pada perbaikan kembali ke arah
stabilitas sistem pasien secara optimal. Pencegahan tersier cenderung
untuk kembali pada pencegahan primer.

4. Sistem pasien
Model Sistem Neuman merupakan suatu pendekatan sistem yang terbuka
dan dinamis. Pasien sebagai sistem bisa individu, keluarga, kelompok,
komunitas atau sosial issue. Pasien sebagai suatu sistem memberikan arti
bahwa adanya keterkaitan antar aspek yang terdapat dalam sistem tersebut.

5. Struktur dasar
Struktur dasar berisi seluruh variable untuk mempertahankan hidup dasar
yang biasa terdapat pada manusia sesuai karakteristik individu yang unik,
seperti genetik.

6. Intervensi
Merupakan tindakan-tindakan yang membantu untuk memperoleh,
meningkatkan dan memelihara sistem keseimbangan, terdiri dari
pencegahan primer, sekunder dan tertier.

7. Rekonstitusi
Neuman (1995) mendefinisikan rekonstitusi sebagai peningkatan energi
yang terjadi berkaitan dengan tingkat reaksi terhadap stressor.
Konsep Komunikasi menurut teori yang lain :

1. Konsep komuniksi menurut (King) :


Komunikasi didefinisikan sebagai proses pemberian informasi dari satu orang ke
orang berikutnya baik secara langsung maupun tidak langsung. Komunikasi
merupakan informasi dari interaksi. Perubahan tanda-tanda nonverbal dan
simbol-simbol antara perawat dan klien, atau klien dengan lingkungan
merupakan komunikasi.
Interaksi didefinisikan sebagai proses persepsi dan komunikasi antara orang dan
lingkungan dan orang dengan orang, di representasikan oleh perilaku verbal dan
nonverbal yang diarahkan untuk mencapai tujuan. Setiap individu dalam
interaksi perawat-klien membawa pengetahuan yang berbeda kebutuhan-
kebutuhan, tujuan-tujuan, pengalaman terdahulu dan persepsi yang
mempengaruhi interaksi.
King mengidentifikasi sistem yang dinamis dalam tiga sistem interaksi yang
dikenal dengan Dynamic Interacting Systems, meliputi: Personal systems
(individuals), interpersonal systems (groups) dan social systems (keluarga,
sekolah, industri, organisasi sosial, sistem pelayanan kesehatan, dll) , dapat
dilihat pada skema berikut dibawah ini :

Dynamic Interacting Systems

Social system
(society)

Interpersonal system
(groups)
Personal system
(individual)

a. Sistem personal
Adalah individu atau pasien yang dilihat sebagai sistem terbuka, mampu
berinteraksi, mengubah energi, dan informasi dengan lingkungannya. Sistem
personal dapat dipahami dengan memperhatikan konsep berinteraksi yaitu:
persepsi, diri, tumbang, waktu, ruang, dan jarak
b. Sistem interpersonal
Adalah dua atau lebih individu atau grup yang berinteraksi. Interaksi ini dapat
dipahami dengan melihat lebih jauh konsep tentang peran, interaksi,
komunikasi, transaksi, stress, koping.
c. Sistem sosial
Merupakan sistem dinamis yang akan menjaga keselamatan lingkungan. Ada
beberapa hal yang dapat mempengaruhi perilaku masyarakat, interaksi,
persepsi, dan kesehatan.

Komunitas sebagai sistem terdapat subsistem-subsistem yang saling interaksi


satu sama lain. Adanya gangguan atau stressor pada subsistem komunikasi akan
mempengaruhi komunitas dalam berinteraksi dan berkomunikasi. Hal ini dapat
menimbulkan masalah kesehatan karena tidak adanya atau kurangnya media
komunikasi yang dapat dimanfaatkan komuntas untuk meningkatkan
pengetahuan kesehatan komunitas.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

Selalu ada peluang untuk membangun interaksi komunikasi yang lebih


imbang, sehat antar masyarakat melalui komunikasi. Dalam arti bahwa masyarakat
harus memiliki kemampuan mengakses, memahami, memproduksi dan
mendistribusikan media komunikasi yang paling cocok dengan kondisinya untuk
mendapatkan manfaat sebesar mungkin untuk masyarakat sendiri. Peluang ini akan
optimal, jika semakin banyak masyarakat memiliki pengertian, pemahaman dan
kesadaran tentang pengaruh komunikasi bagi mereka, terutama dalam masalah
kesehatan.

DAFTAR PUSTAKA

Anderson, ET. & McFarlene, J.M. (2004). Community as partner : theory and
practice in nursing. Philadelphia : J.B. Lippincott

Potter, Patricia A. & Perry Anne G. (2005). Fundamentals of Nursing : concepts,


process & practice. St. Louis : Mosby Year Book