Anda di halaman 1dari 4

LEMBAR TUGAS MANDIRI

Tugas 1
Pengkajian Komunitas
Focused Group 7 : Komunikasi

9 Komponen Pengkajian berdasarkan Pengkajian Komunitas Neuman terdiri dari :


1. Inti Komunitas
2. Lingkungan Fisik
3. Pelayanan kesehatan dan sosial
4. Ekonomi
5. Keselamatan dan transportasi
6. Politik dan pemerintahan
7. Komunikasi
8. Edukasi
9. Rekreasi

Pengkajian adalah tahap awal dari proses keperawatan, dan merupakan suatu proses yang
sistematis dalam pengumpulan data dari berbagai sumber data untuk mengenali masalah,
mengidentifikasi dan mengevaluasi secara holistik.
Pengumpulan data dilakukan secara sistematis dimulai sejak pengkajian awal, selama
implementasi dan pengkajian ulang untuk menambah atau melengkapi data.
Tujuan dari pengkajian adalah :
a. Memperoleh informasi
b. Menentukan masalah keperawatan
c. Menilai keadaan kesehatan klien
d. Menbuat keputusan yang tepat
Karakteristik data yang dikaji harus:
a. Lengkap
b. Akurat dan nyata
c. Relevan
Model system Neuman secara filosofi konsisten dengan perspektif dari pendekatan sistem
keluarga dan dapat diperluas untuk memasukkan keluarga sebagai klien (Tomlinson &
Anderson, 1995 p.133). Neuman memandang klien sebagai sistem terbuka yang terdiri atas
struktur dasar atau inti pusat sumber energi (fisiologis, psikologis, sosiokultural,
perkembangan dan spiritual) yang dikelilingi oleh dua batasan (batasan pertahanan dan
batasan perlawanan). Neuman mengelompokkan stressor yang terjadi dalam diri individu,
stressor interpersonal dan stressor eksternal. Reaksi individu terhadap stressor bergantung
pada kekuatan lapisan perlawanan.
Model keperawatan Hubungan interpersonal oleh Hildegard E. Peplau menjelaskan
kemampuan dalam memahami diri sendiri dan orang lain dengan menggunakan dasar
hubungan antar manusia. Keperawatan adalah proses interpersonal karena melibatkan
interaksi antara dua atau lebih individu dengan tujuan bersama. Fase-fase hubungan
interpersonal yaitu fase orientasi, fase identifikasi, fase eksplorasi dan fase resolusi.
Dalam kaitannya dengan perpektif paradigma keperawatan, Peplau juga menguraikan secara
terperinci berdasarkan 4 komponen dasar :
1. Manusia
Individu dipandang sebagai suatu organisme yang hidup dalam equilibrium yang tidak stabil
yang berjuang dengan caranya sendiri untuk megurangi ketegangan yang disebabkan oleh
kebutuhan. Tiap individu merupakan makhluk yang unik, mempunyai persepsi yang
dipelajari dan ide yang telah terbentuk dan penting untuk proses interpersonal
2. Lingkungan
Merupakan kekuatan yang berada di luar organisme dimana Budaya, adat istiadat dan
kebiasaan serta keyakinan merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menghadapi
individu
3. Kesehatan
Suatu perkembangan kepribadian dan proses kemanusiaan yang berkesinambungan ke arah
kehidupan yang kreatif, konstruktif dan produktif
4. Keperawatan
Suatu proses interpersonal yang bermakna, bersifat therapeutic.
Peran Perwat
Peplau secara terperinci menguraikan beberapa peran perawat :
1. Stranger ; menerima pasien secara baik-baik untuk dapat beradaptasi dengan situasi
kehidupan yang berbeda, sehingga tercipta hubungan saling percaya,
2. Teacher ; sebagai guru dalam memberi pengetahuan sesuai kebutuhan,
3. Resource Person ; Sebagai narasumber atau pemberi informasi yang spesifik dalam
memahami masalah atau situasi yang baru,
4. Counselors ; Membantu individu untuk memahami dan mengintegrasikan makna
kehidupan saat ini sambil memberikan bimbingan dan dorongan untuk melakukan
perubahan,
5. Surrogate; bertindak sebagai advokasi, yaitu atas nama pasien untuk membantu
memperjelas domain saling ketergantungan dan kemandirian
6. Leader ; memimpin pertemuan dengan cara yang saling memuaskan
Perbedaan teori Nueman dan Peplau bisa dilihat dari cara mereka dalam memandang klien,
Neuman memandang luas keluarga sebagai klien. Kedua model teori ini menjelaskan bahwa
sistem klien selalu dinamis untuk mempertahankan equalibrium.
Salah satu komponen dari 9 komponen pengkajian berdasarkan pengkajian komunitas
Neuman adalah Komunikasi.
Komunikasi adalah kemampuan mengirimkan pesan dengan jelas, efisien dan menerima
pesan secara akurat (D.B. Curtis, 1992)
Komunikasi sangat penting bagi komunitas dimana manusia dalam suatu komunitas
memerlukan sosialisasi didalamnya dan memerlukan informasi dalam komunikasi.
Komunikasi dapat bersifat formal dan informal. Komunikasi Formal bisa didapat dari luar
komunitas, sedangkan komunikasi informal didapat dari dalam komunitas itu sendiri.
Komponen penting dalam komunikasi Formal misalnya, Koran, Radio, Televisi, Pelayanan
Pos, Status telepon dan lain-lain. Sumber Informasi Formal bisa didapat dari kamar dagang,
Kantor penerbitan koran, perusahaan telepon, bukku kuning, buku telepon, data sensus
pengguna telpon dan lain-lain
Komponen dalam komunikasi informal bersumber dari papan pengumuman, poster, brosur,
dan buletin di tempat ibadah, kota dan sekolah. Diseminasi komunikasi informal bisa
dilakukan dari mulut kemulut, pos radio atau televisi. Sumber informasi didapat dari
wawancara dengan warga dan survei.
Survey tentang Learning about Community on the foot yang diadaptasi dari winshield
survey bisa dipakai dalam pengkajian komunitas. Hal-hal yang dapat dikaji adalah :

Adakah tempat khusus untuk warga berkumpul. Di desa-desa biasa kita temukan
adanya balai desa yang digunakan masyarakat untuk berkumpul. Di kota-kota kita bisa
datang ke balai RW. Di beberapa tempat masyarakat menggunakan tempat ibadah
seperti masjid untuk bermusyawarah.
Koran apa yang ada di tempat penjualan koran? Bisa diketahui dari adanya agen koran
dan loper koran yang menjual koran di suatu masyarakat.
Apakah waarga memiliki televisi dan radio?
Topik apa yang biasa ditonton/didengar warga? Bila kita ke balai desa bisa ditemukan
adanya televisi untuk ditonton bersama. Masyarakat yang menonton biasa menonton
bersama bila ada pertandingan bola atau issue hangat di sekitarnya.
Alat komunikasi formal dan informal apa yang ada? Berapa yang memiliki telepon
rumah, telepon genggam, jaringan internet, handy talkie dan alat komunikasi yang
lainnya. Mungkin masa lalu orang Indonesia di desa menggunakan kentongan untuk
memanggil masyarakat bila ada pengumuman atau bahaya. Di beberapa tempat
pengeras suara dari masjid yang biasa digunakan masyarakat muslim untuk adzan suatu
kali digunakan untuk panggilan adanya bahaya ketika ada issue tsunami.