Anda di halaman 1dari 8

Proses Initial Public Offering (IPO) Di Pasar Modal Indonesia

PROSES INITIAL PUBLIC OFFERING (IPO) DI PASAR


MODAL INDONESIA

Agus Salim Harahap


Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Jakarta
Kampus UI Salemba, Jakarta
august_harahap@yahoo.com

Abstrak
Initial Public Offering (IPO) atau go public atau penawan umum perdana merupakan istilah hukum
yang ditujukan bagi kegiatan suatu emiten untuk menawarkan dan akhirnya menjual efek-efek yang
diterbitkannya dalam bentuk saham atau efeknya kepada masyarakat secara luas, dengan tujuan
untuk pendanaan perusahaan yang berasal dari luar, yakni pendanaan yang bersifat penyertaan
dalam bentuk saham (equity). Adapun kegiatan-kegiatan proses IPO tersebut, yakni Periode Pasar
Perdana yaitu ketika Efek ditawarkan kepada pemodal oleh Penjamin Emisi melalui para Agen
Penjual yang ditunjuk, Penjatahan Saham yaitu pengalokasian Efek pesanan para pemodal sesuai
dengan jumlah Efek yang tersedia, dan Pencatatan Efek di Bursa, yaitu saat Efek tersebut mulai
diperdagangkan di Bursa. Sedangkan tahapana-tahapannya, yakni Tahapan awal, tahapan awal ini
dalam rangka mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan proses Penawaran Umum,
berikutnya adalah Tahap Pengajuan Pernyataan Pendaftaran, kemudian Tahap Penawaran Saham,
dan selanjutnya adalah Tahap Pencatatan saham di Bursa Efek. Metode penulisan yang digunakan
adalah yuridis normatif, adapun teknik pengumpulan data diperoleh dari penelitian kepustakaan.

Kata Kunci: Proses, IPO, Pasar Modal

Pendahuluan Alternatif pendanaan dari dalam perusaha-


Penawaran umum perdana atau se- an, umumnya dengan menggunakan laba
butan populernya disebut dengan "go pu- yang ditahan perusahaan. Sedangkan al-
blic" atau IPO (initial public offering). ternatif pendanaan dari luar perusahaan
Ketenaran istilah ini ditandai dengan begitu dapat berasal dari kreditur berupa hutang,
antuisiasnya masyarakat mengambil for- pembiayaan bentuk lain atau dengan pe-
mulir pembelian saham ketika suatu pena- nerbitan surat-surat utang, maupun pen-
waran umum dilakukan. danaan yang bersifat penyertaan dalam
Istilah penawaran umum merupa- bentuk saham (equity).
kan istilah hukum yang ditujukan bagi ke- Pendanaan melalui mekanisme pe-
giatan suatu emiten untuk memasarkan dan nyertaan umumnya dilakukan dengan
menawarkan dan akhirnya menjual efek- menjual saham perusahaan kepada masya-
efek yang diterbitkannya dalam bentuk sa- rakat atau sering dikenal dengan go public.
ham atau efeknya kepada masyarakat secara Atau dengan kata lain mengeluarkan atau
luas, dengan tujuan memberikan masukan menerbitkan suatu jenis efek tertentu un-
dana kepada emiten, baik untuk kegiatan tuk pertama kalinya dan melakukan pen-
lainnya, yang diingingkan oleh emiten distribusian efek itu kepada masyarakat
tersebut. melalui penawaran umum, dengan tujuan,
Perusahaan memiliki berbagai alter- yakni menghimpun modal.
natif sumber pendanaan, baik yang berasal
dari dalam maupun dari luar perusahaan.

Forum Ilmiah Volume 8 Nomer 2, Mei 2011 131


Proses Initial Public Offering (IPO) Di Pasar Modal Indonesia

Perumusan Masalah normanorma yang terdapat dalam pera-


Bertitik tolak dari latar belakang di turan perundangundangan di bidang pa-
atas di atas, maka durumuskan beberapa sar modal dan perusahaan, khususnya nor-
masalah, yakni sebagai berikut: ma-norma hukum di bidang pasar modal.
1. Bagaimanakah tahapan-tahapan pena- Bahan hukum yang digunakan
waran umum di pasar modal Indonesia? untuk memperoleh data tersebut adalah
2. Apa sajakah kewajiban-kewajiban emi- melalui:
ten pasca penawaran umum ? 1. Bahan hukum primer, yaitu bahan-
bahan yang merupakan peraturan per-
Tujuan dan Kegunaan Penulisan undang-undangan, yaitu Undang-Un-
Tujuan dari penelitian ini untuk dang Nomor 8 Tahun 1995 tentang
memperoleh data dan informasi yang ber- Pasar Modal, Undang-Undang Nomor
kaitan dengan prose penawaran umum per- 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Ter-
dana di pasar modal Indonesia, yakni: batas.
1. Untuk mengetahui bagaimana tahapan- 2. Bahan hukum sekunder, bahan-bahan
tahapan penawaran umum di pasar hukum yang berisi penjelasan ter-
modal Indonesia. hadap bahan-bahan hukum primer
2. Untuk mengetahui apa saja kewajiban- yang diperoleh dari bukubuku, ma-
kewajiban emiten pasca penawaran jalah, makalah dalam seminar yang
umum. berkaitan dengan topik penelitian serta
Dari hasil penulisan ini diharapkan karangan ilmiah lainnya yang ber-
akan dapat berguna untuk : kaitan dengan permasalahan yang
1. Secara teoritis dapat memberikan sum- dibahas.
bang pemikiran dalam memahami teori
yang telah ada dan dalam praktek hu- Pengumpulan data yang dilakukan
kum pada umumnya baik di bidang hu- dengan penelitian kepustakaan (library
kum pasar modal khususnya saat pena- research), yaitu suatu cara memperoleh
waran umum perdana. data melalui penelitian kepustakaan, di-
2. Secara praktis penelitian ini bermanfaat mana penulis mencari data dengan mem-
sebagai sumbang pemikiran bagi ahli baca bukubuku, bahan kuliah, karya il-
hukum pada umumnya yang ber- miah, dan berbagai peraturan perundang
kecimpung di bidang pasar modal, sum- undangan yang berkaitan dengan Kepai-
bangan bagi penyelenggara negara yang litan dan perusahaan, melakukan pengka-
bertugas di departemen dan non depar- jian terhadap sumbersumber tersebut.
temen, para pengusaha dan instansi Dalam Undang-Undang Pasar
lainnya, baik pusat maupun daerah, Modal selanjutnya disebut UUPM, Pasal 1
baik secara langsung maupun tidak memuat definisi penawaran umum (public
langsung serta sumbang pemikiran bagi offering), yaitu kegiatan penawaran efek
mereka yang tertarik untuk meneliti yang dilakukan oleh emiten untuk menjual
masalah ini lebih lanjut. efek kepada masyarakat berdasarkan tata
cara yang diatur dalam undang-undang ini
Metode Penelitian dan peraturan pelaksananya.
Penelitian menggunakan metode
yuridis normatif artinya penelitian mene- Proses Penawaran Umum
kankan pada peraturan perundang-undangan Sebagaimana penawaran umum
yang berkaitan dengan permasalahan yang itu, dilaksanakan melalui pasar perdana
dikaji dengan tujuan untuk menganalisis (primary market) yang berlangsung dalam

Forum Ilmiah Volume 8 Nomer 2, Mei 2011 132


Proses Initial Public Offering (IPO) Di Pasar Modal Indonesia

waktu terbatas selama beberapa hari saja. Ini menujukkan bahwa perusahaan swasta
Penawaran efek langsung dilakukan oleh ingin memanfaatkan pasar modal sebagai
emiten kepada calon pemodal dengan ban- sarana untuk positioning dan mendapatkan
tuan para penjamin efek dan para agen kepercayaan masyarakat.
penjual. Apabila pasar perdana telah ber- Pelepasan saham oleh emiten ke-
akhir, pemodal dapat memperjualbelikan pada publik memiliki beberapa ke-
kembali efeknya pada pasar sekunder (bur- mungkinan ditinjau dari asalnya, yakni se-
sa) bagai berikut:
Mengenai harga penawaran efek 1. Saham lama yang telah ditempatkan
(offering price) pada pasar perdana di- dan disetor penuh (out standing). Hal
tetapkan bersama emiten dengan penjamin ini disebut "divestasi", di mana hasil
pelaksana emisi, sedangkan pembentukan penjualan saham tidak masuk ke da-
harga efek di bursa di dasarkan pada hukum lam kas PT, melainkan masuk ke kan-
permintaan dan penawaran yang berlaku tong pemegang saham akibat per-
dalam peraturan Badan Pengawas Pasar alihan kepemilikan saham semata.
Modal selanjutnya disingkta dengan (Ba- 2. Saham baru yang belum dikeluarkan
pepam), emiten diperbolehkan untuk me- (masih dalam portepel), di mana hasil
lakukan penawaran awal (book buiding), penjualan saham tersebut masuk ke
sebelum memperoleh pernyataan efektif da- kas PT sebagai dana segar untuk mo-
ri Bapepam. dal (fresh capital). Ini terbanyak dila-
Penawaran awal adalah ajakan, baik kukan emiten dalam rangka re-
langsung maupun tidak langsung dengan strukturisasi modal.
menggunakan propektus awal, yang antara 3. Kombinasi penjualan antara saham
lain bertujuan untuk mengetahui minat ca- lama dan saham baru.
lon pemberli efek dan ataupun perkiraan
harga penawaran efek. Sehingga IPO saham baru emiten,
Perusahaan yang akan melakukan pada hakikatnya berdampak pada kondisi
penawaran umum (go public) jelas mencatat keuangan emiten, hal ini disebabkan ada-
beberapa hal yang positif, misalnya catatan nya penambahan modal bagi perusahaan.
keuangan yang baik, perolehan keuntungan Keuntungan bagi perusahaan yang
pembesaran volume usaha karena mem- melakukan penawaran umum adalah seba-
besarnya potensi laba, posisi perusahaan di gai berikut:
masyarakat. Perusahaan atau emiten mela- 1. Perusahaan berpotensi mendapatkan
kukan (go public) dengan mengeluarkan e- tambahan modal daripada harus me-
fek dapat berupa: lalui kredit pembiayaan (debt finan-
1. Perusahaan Milik Pemerintah yang ter- cing).
diri dari: Badan Usaha Milik Negara 2. Peningkatan likuiditas perusahaan ter-
(BUMN) dan Badan Usaha Milik Dae- hadap kepentingan pemegang saham
rah (BUMD) utama dari pemegang saham mino-
2. Perusahaan Swasta, yang terdiri dari: ritas.
Perusahaan Swasta Nasional, Perusa- 3. Dapat melakukan penawaran efek di
haan Swasta Asing, dan Perusahaan pasar sekunder.
Campuran (joint venture) 4. Meningkatkan prestise dan publitas
perusahaan.
Perusahaan swasta merupakan emi- 5. Kemampuan untuk mengadopsi kar-
ten terbanyak, yang tercatat di bursa diban- yawan kunci dengan penawaran opsi.
ding dengan perusahaan milik pemerintah.

Forum Ilmiah Volume 8 Nomer 2, Mei 2011 133


Proses Initial Public Offering (IPO) Di Pasar Modal Indonesia

Adapun kelemahan dari perusahaan yang go Proses Penawaran Umum saham


public adalah sebagai berikut : dapat dikelompokkan menjadi 4 tahapan
1. Adanya tambahan biaya untuk men- berikut:
daftarkan efek pada penawaran umum. 1. Tahapan awal persiapan.
2. Meningkatkan pengeluaran dan pema- Tahapan ini merupakan tahapan awal
paran potensi kewajiban berkenaan de- dalam rangka mempersiapkan segala se-
ngan registrasi dan laporan berkala. suatu yang berkaitan dengan proses Pe-
3. Hilangnya kontrol terhadap persolan nawaran Umum. Pada tahap yang paling
manajemen, karena terjadi ilusi awal perusahaan yang akan menerbitkan
kepemilikan saham. saham terlebih dahulu melakukan Rapat
4. Keharusan untuk mengumumkan be- Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk
sarnya pendapatan perusahaan dan meminta persetujuan para pemegang sa-
pembagian deviden. ham dalam rangka Penawaran Umum
5. Efek yang diterbutkan mungkin saja saham. Juga akan memutuskan peru-
tidak terserap oleh masyarakat sesuai bahan Anggaran Dasar (AD), setelah
dengan perhitungan perusahaan. mendapat persetujuan, selanjutnya emi-
ten melakukan penunjukan penjamin
Untuk perusahaan (go public), pe- emisi dan profesi penunjang pasar
rusahaan perlu melakukan persiapan in- yaitu:
ternal dan penyiapan dokumentasi sesuai a. Penjamin Emisi (underwriter). Me-
dengan persyaratan untuk go publik atau rupakan pihak yang paling banyak
penawaran umum, serta memenuhi semua keterlibatannya dalam membantu
persyaratan yang ditetapkan Bapepam. emiten dalam rangka penerbitan sa-
Penawaran Umum atau sering pula ham. Kegiatan yang dilakukan pen-
disebut (go public) adalah kegiatan pe- jamin emisi antara lain: menyiapkan
nawaran saham atau Efek lainnya yang di- berbagai dokumen, membantu me-
lakukan oleh Emiten (perusahaan yang akan nyiapkan prospektus, dan memberi-
go public) untuk menjual saham atau Efek kan penjaminan atas penerbitan.
kepada masyarakat berdasarkan tata cara b. Akuntan Publik (Auditor Indepen-
yang diatur oleh Undang-Undang No. 8 Ta- den). Bertugas melakukan audit atau
hun 1995 tentang Pasar Modal dan Pera- pemeriksaan atas laporan keuangan
turan Pelaksanaan lainnya. calon emiten untuk dua tahun ter-
Penawaran Umum mencakup ke- akhir.
giatan-kegiatan berikut: c. Penilai untuk melakukan penilaian
1. Periode Pasar Perdana yaitu ketika Efek terhadap aktiva tetap perusahaan
ditawarkan kepada pemodal oleh Pen- dan menentukan nilai wajar dari
jamin Emisi melalui para Agen Penjual aktiva tetap tersebut;
yang ditunjuk d. Konsultan Hukum, untuk membe-
2. Penjatahan Saham yaitu pengalokasian rikan pendapat dari segi hukum (le-
Efek pesanan para pemodal sesuai de- gal opinion), semua yang berkaitan
ngan jumlah Efek yang tersedia; dengan hukum untuk penawaran
3. Pencatatan Efek di Bursa, yaitu saat umum.
Efek tersebut mulai diperdagangkan di e. Notaris untuk membuat akta-akta
Bursa. perubahan Anggaran Dasar, akta
perjanjian-perjanjian dalam rangka
penawaran umum dan juga notulen-
notulen rapat. Emiten juga me-

Forum Ilmiah Volume 8 Nomer 2, Mei 2011 134


Proses Initial Public Offering (IPO) Di Pasar Modal Indonesia

merlukan lembaga penunjang, yakni: Kemudian kewajiban emiten selan-


Wali Amanat, Biro Administrasi Efek jutnya adalah menyampaikan infor-
(PT KPEI), dan Lembaga Kustodian masi, yaitu laporan berkala, misalnya
(PT KSEI). Kemudian calon emiten laporan tahunan dan laporan tengah
melakukan persipaan terhadap semua tahunan, laporan kejadian penting dan
dokumen dan perjanjian yang diper- relevan, dan misalnya akuisisi, per-
lukan untuk melakukan penawaran gantian direksi.
umum, selanjutnya perusahaan mem-
buat kontrak pendahuluan dengan Mengenai Pencatatan Di Bursa
bursa efek dan melakukan public Efek Indonesia. Saham yang dicatatkan di
expose. Bursa Efek Indonesia (BEI) dibagi atas
2. Tahap Pengajuan Pernyataan Pen- dua papan pencatatan yaitu Papan Utama
daftaran. dan Papan Pengembangan dimana penem-
Pada tahap ini, dilengkapi dengan do- patan dari emiten dan calon emiten yang
kumen-dokumen pendukung calon emi- disetujui pencatatannya di dasarkan pada
ten menyampaikan pendaftaran kepada pemenuhan persyaratan pencatatan awal
Bapepam hingga Bapepam menyatakan pada masing-masing papan pencatatan.
Pernyataan Pendaftaran menjadi Efek- Papan Utama ditujukan untuk ca-
tif, dalam waktu 45 hari setelah me- lon emiten atau emiten yang mempunyai
neiliti kelengkapan dokumen, cakupan ukuran (size) besar dan mempunyai track
dan kejelasan informasi, dan keter- record yang baik. Sementara Papan Pe-
bukaan menurut aspek hukum, akun- ngembangan dimaksudkan untuk peru-
tansi, keuangan, dan manajemen. sahaan-perusahaan yang belum dapat me-
3. Tahap Penawaran Saham. menuhi persyaratan pencatatan di Papan
Tahapan ini merupakan tahapan utama, Utama, termasuk perusahaan yang pros-
karena pada waktu inilah emiten mena- pektif namun belum menghasilkan keun-
warkan saham kepada masyarakat in- tungan, dan merupakan sarana bagi peru-
vestor. Investor dapat membeli saham sahaan yang sedang dalam penyehatan
tersebut melalui agen-agen penjual sehingga diharapkan pemulihan ekonomi
yang telah ditunjuk. Masa Penawaran nasional dapat terlaksana lebih cepat.
sekurang-kurangnya tiga hari kerja. Persyaratan Umum pencatatan di
Perlu diingat pula bahwa tidak seluruh Bursa Efek calon emiten bisa mencatatkan
keinginan investor terpenuhi dalam ta- sahamnya di Bursa, apabila telah meme-
hapan ini. Misal, saham yang dilepas ke nuhi syarat berikut:
pasar perdana sebanyak 100 juta saham 1. Pernyataan Pendaftaran Emisi telah
sementara yang ingin dibeli seluruh in- dinyatakan Efektif oleh Bapepam.
vestor berjumlah 150 juta saham. Jika 2. Calon emiten tidak sedang dalam
investor tidak mendapatkan saham pada sengketa hukum yang diperkirakan
pasar perdana, maka investor tersebut dapat mempengaruhi kelangsungan
dapat membeli di pasar sekunder, yaitu perusahaan.
setelah saham dicatatkan di Bursa 3. Bidang usaha baik langsung atau tidak
Efek. langsung tidak dilarang oleh Undang-
4. Tahap Pencatatan saham di Bursa Undang yang berlaku di Indonesia.
Efek 4. Khusus calon emiten pabrikan, tidak
Setelah selesai penjualan saham di pa- dalam masalah pencemaran lingku-
sar perdana, selanjutnya saham tersebut ngan (hal tersebut dibuktikan dengan
dicatatkan di Bursa Efek Indonesia. sertifikat AMDAL) dan calon emiten

Forum Ilmiah Volume 8 Nomer 2, Mei 2011 135


Proses Initial Public Offering (IPO) Di Pasar Modal Indonesia

industri kehutanan harus memiliki vestor kepada broker. Pada tahap


sertifikat ecolabelling (ramah lingku- ini, perintah atau order dapat dila-
ngan). kukan secara langsung dimana in-
5. Khusus calon emiten bidang pertamba- vestor datang ke kantor broker atau
ngan harus memiliki ijin pengelolaan order disampaikan melalui sarana
yang masih berlaku minimal 15 tahun; komunikasi seperti telepon atau sa-
memiliki minimal 1 Kontrak Karya rana komunikasi lainnya.
atau Kuasa Penambangan atau Surat c. Diteruskan ke Floor Trader
Ijin Penambangan Daerah; minimal sa- Setiap order yang masuk ke broker
lah satu Anggota Direksinya memiliki selanjutnya akan diteruskan ke petu-
kemampuan teknis dan pengalaman di gas broker tersebut yang berada di
bidang pertambangan; calon emiten lantai bursa atau yang sering disebut
sudah memiliki cadangan terbukti floor trader.
(proven deposit) atau yang setara. d. Masukkan order ke JATS
6. Khusus calon emiten yang bidang Floor trader akan memasukkan
usahanya memerlukan ijin pengelolaan (entry) semua order yang diteri-
(seperti jalan tol, penguasaan hutan) manya kedalam sistem komputer
harus memiliki ijin tersebut minimal 15 JATS. Di lantai bursa, terdapat ratu-
tahun. san terminal JATS yang menjadi sa-
7. Calon emiten yang merupakan anak rana entry order-order dari nasabah.
perusahaan dan/atau induk perusahaan Seluruh order yang masuk ke sistem
dari emiten yang sudah tercatat (listing) JATS dapat dipantau baik oleh floor
di BEI dimana calon emiten mem- trader, petugas di kantor broker dan
berikan kontribusi pendapatan kepada investor. Dalam tahap ini, terdapat
emiten yang listing tersebut lebih dari komunikasi antara pihak broker de-
50% dari pendapatan konsolidasi, tidak ngan investor agar dapat terpenuhi
diperkenankan tercatat di Bursa. tujuan order yang disampaikan in-
8. Persyaratan pencatatan awal yang ber- vestor baik untuk beli maupun jual.
kaitan dengan hal finansial didasarkan Termasuk pada tahap ini, berda-
pada Laporan Keuangan, auditan ter- sarkan perintah investor, floor
akhir sebelum mengajukan permo- trader melakukan beberapa peru-
honan pencatatan. bahan order, seperti perubahan har-
ga penawaran, dan beberapa peru-
Dilihat dari prosesnya, maka urutan bahan lainnya.
perdagangan saham atau Efek lainnya dapat e. Transaksi Terjadi (matched).
dijelaskan sebagai berikut: Pada tahap ini order yang dima-
a. Menjadi Nasabah di Perusahaan Efek. sukkan ke sistem JATS bertemu de-
Pada bagian ini, seseorang yang akan ngan harga yang sesuai dan tercatat
menjadi investor terlebih dahulu men- di sistem JATS sebagai transaksi
jadi nasabah atau membuka rekening yang telah terjadi (done), dalam arti
di salah satu broker atau Perusahaan sebuah order beli atau jual telah
Efek. Setelah resmi terdaftar menjadi bertemu dengan harga yang cocok.
nasabah, maka investor dapat mela- Pada tahap ini pihak floor trader
kukan kegiatan transaksi. atau petugas di kantor broker akan
b. Order dari nasabah. memberikan informasi kepada in-
Kegiatan jual beli saham diawali de- vestor bahwa order yang disampai-
ngan instruksi yang disampaikan in- kan telah terpenuhi.

Forum Ilmiah Volume 8 Nomer 2, Mei 2011 136


Proses Initial Public Offering (IPO) Di Pasar Modal Indonesia

f. Penyelesaian Transaksi (settlement) selambat-lambatnya pada tanggal 15 bulan


Tahap akhir dari sebuah siklus tran- berikutnya. Apabila terjadi perubahan
saksi adalah penyelesaian transaksi penggunaan dana, emiten harus menyam-
atau sering disebut settlement. In- paikan hal itu kepada Bapepam, dan peru-
vestor tidak otomatis mendapatkan bahan penggunaan dana itu harus men-
hak-haknya karena pada tahap ini dapat persetuan dari RUPS.
dibutuhkan beberapa proses seperti Mengenai laporan keuangan ber-
kliring, pemindahbukuan, dan lain- kala menurut Peraturan No. X.K.2. adalah
lain hingga akhirnya hak-hak investor laporan keuangan tahunan dan laporan ke-
terpenuhi, seperti investor yang men- uangan tengah tahunan. laporan keuangan
jual saham akan mendapatkan uang, tahunan dan laporan keuangan tengah
sementara investor yang melakukan tahunan itu harus disampaikan kepada
pembelian saham akan mendapatkan Bapepam dengan cakupan sebagai berikut:
saham. Di BEI, proses penyelesaian 1. Neraca
transaksi berlangsung selama 3 hari 2. Laporan laba rugi
bursa. Artinya jika melakukan tran- 3. Laporan saldo laba
saksi hari ini (T), maka hak-hak kita 4. Laporan arus kas
akan dipenuhi selama 3 hari bursa be- 5. Catatan atas laporan keuangan, dan
rikutnya, atau dikenal dengan istilah 6. Laporan lain serta materi penjelasan
T + 3. yang merupakan bagian integral dari
laporan keuangan, apabila dipersyarat-
Emiten Pasca Penawaran Umum kan.
Setelah pernyataan pendaftaran
emiten dinyatakan efektif oleh Bepapem, Sebagaiman laporan tersebut, ha-
kewajiban-kewajiban yang harus dilaksana- rus mengikuti standar akuntansi yan ber-
kan emiten itu, yakni menyampaikan infor- laku, yaitu Standar Akuntansi Keuangan
masi penting yang berbentuk laporan ber- yang disusun oleh Ikatan Akuntan
kala dan laporan kejadian penting. Apabila Indonesia (IAI) dan ketentuan Bapepam
terjadi kelalaian dalam menyampaikan la- mengenai akuntansi. Laporan tahunan su-
poran berkala dan laporan kejadian penting, dah harus disamapikan kepada kepada
maka akan dikenakan sanksi oleh Bapepam. Bapepam selambat-lambatnya 120 hari se-
Disamping itu, emiten juga harus meme- telah tanggal tahun tutup buku berakhir.
nuhi syarat subtansial, yakni informasi yang Laporan tersebut harus memuat neraca
disampaikan harus benar, lengkap, dan aku- laporan laba rugi, serta laporan komitmen
rat. Apabila syarat-syarat ini tidak terpe- diumumkan melalui dua surat kabar
nuhi, maka emiten atau siapa saja pihak berbahasa Indonesia, yang salah satunya
yang bertanggung jawab untuk menyampai- mempunyai peredaran secara nasional.
kan informasi akan dikenakan sanksi, ka- Sedangkan laporan tengah tahu-
rena hal ini dianggap sebagai tindakan pe- nan, harus disampaikan selambat-lam-
nipuan. batnya 60 hari setelah tanggal tengah ta-
Bapepam yang mengeluarkan per- hun buku perusahaan berakhir, jika diser-
nyataan pendaftaran efektif, emiten, ber- tai denga lapporan akuntan. Atau selam-
dasarkan Peraturan No. X.K.4., berkewa- bat-lambatnya 90 hari setelah tanggal ta-
jiban untuk menyampaikan laporan realisasi hun buku perusahaan berakhir, jika diser-
penggunaan dana hasil penawaran umum tai dengan laporan akuntan dalam rangka
kepada Bapepam. Laporan ini dibuat secara penelahaan terbatas. Atau selambat-lam-
berkala setiap tiga bulan dan disampaikan batnya 120 hari setelah tanggal tengah

Forum Ilmiah Volume 8 Nomer 2, Mei 2011 137


Proses Initial Public Offering (IPO) Di Pasar Modal Indonesia

tahun buku perusahaan berakhir, jika diser- Indonesia, Undang-Undang Tentang


tai dengan laporan akuntan yang mem- Pasar Modal, UU No. 8 Tahun
berikan pendapat kewajaran laporan keua- 1995. LN No. 64 Tahun 1995.
ngan secara keseluruhan. TLN No. 3608.
Laporan tengah tahun disusun ber-
dasarkan prinsip-prinsip akuntansi yang _________, Undang-Undang Tentang
berlaku. Laporan tengah tahunan wajib di- Persroan Terbatas, UU No. 1
sampaikan kepada masyarakat, dengan me- Tahun 1995. LN No. 13 Tahun.
muat yakni laporan neraca, laporan laba ru- TLN. No. 3587.
gi, dan laporan komitmen, sekurang-ku-
rangnya satu surat kabar harian berbahasa Investasi dan Finansialservice Association
Indonesia yang beredar secara nasional. (IFSA), Corporate Governance a
Guide For Investment Managers
Kesimpulan and Corporation, N.S.W,
Dari uraian di atas, dapat disimpul- Sydney, 2000.
kan bahwa perusahaan ingin melakukan
penawan umum atau go public atau Initial Nasarudin, M. Irsan dan Indra Surya.
Public Offering (IPO) dengan tujuan untuk Aspek Hukum Pasar Modal
mendapatkan dana tambahan, perusahaan Indonesia, Ed. 1. Cet. 3, Prenada,
tersebut harus melalui tahapan-tahapan, Jakarta, 2006.
yakni Tahapan awal, tahapan awal ini da-
lam rangka mempersiapkan segala sesuatu Pramono, Nindyo, Sertifikasi Saham PT,
yang berkaitan dengan proses Penawaran Go Public Dan Hukum Pasar Mo-
Umum, berikutnya adalah Tahap Pengajuan dal Di Indonesia, Bandung: Citra
Pernyataan Pendaftaran, kemudian Tahap Aditya Bakti, 1997.
Penawaran Saham, dan selanjutnya adalah
Tahap Pencatatan saham di Bursa Efek. Soekanto, Soerjono, Pengantar Penelitian
Dengan demikian, setelah Bapepam me- Hukum, Cet.3, UI Press, Jakarta,
nyatakan pernyataan pendaftaran efektif 1986.
maka perusahaan dapat melakukan pena-
waran umum kepada masyarakat investor. Sumantoro, Investment Law:
Kemudian emiten mempunyai kewajiban Cooperation in Investment and
untuk menyampaikan laporan keuangan, The Indonesia Perepectives,
laporan tahunan dan laporan tengah tahun Bina Cipta, Jakarta, 1982.
kepada Bapepam.
Usman, Marzuki; Sinngih Riphtat; dan
Daftar Pustaka Syahrir Ika, Pengetahuan Dasar
Balfas, Hamud, Hukum Pasar Modal Pasar modal, Institut Bankir
Indonesia., Cet. I, Tatanusa, Indonesia & Jurnal Moneter,
Jkarta, 2006. Jakarta, 1997.

Harahap, Agus Salim, Bentuk Winarto, Jaso, ed, Pasar Modal Indonesia
Perlindungan Dan Upaya Bursa Perspektif Lima Tahun Swastani-
Dalam melindungi Investor Terhadap sasi Bursa Efek Jakarta, Pustaka
Kepailitan Perusahaan Publik, Tesis, Sinar Harapan, Jakarta, 1997.
FH UI, Jakarta, 2007.

Forum Ilmiah Volume 8 Nomer 2, Mei 2011 138