Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam suatu Memanajerial kan suatu organisasi atau perusahaan yang

baik, maka hal ini memerlukan suatu Penggerakan yang mana suatu tindakan

untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai

sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi.

Walaupun begitu diperlukan juga Pemimpin karena didalam suatu perusahaan

atau organisasi sangat dibutuhkan sekali seorang pemimpin maka akan sangat

membantu dalam proses barjalannya suatu perusahaan atau organisasi. Dengan

begitu jika suatu perusahaan atau organisasi berjalan dengan baik maka akan

terbentuklah suatu Motivasi yang mana mendorong dalam hal yang dapat

menimbulkan prilaku seseorang untuk merubah lingkup hidupnya menjadi

lebih baik dalam hal pendidikan maupun dalam bekerja, apalagi dengan

adanya Komunikasi dan membentuk suatu Kelompok yang baik dalam ruang

lingkup kerja atau organisasi, maka hal ini memberikan motivasi yang lebih

besar lagi dalam diri seseorang.

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Motivasi
Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas,arah,dan ketekunan

seorang individu untuk mencapai tujuanya.Tiga elemen utama dalam definisi

ini adalah :
1. Intensitas;
2. Arah; dan
3. Ketekunan.
Menurut Gray (dalam Winardi, 2002) motivasi merupakan sejumlah

proses, yang bersifat internal, atau eksternal bagi seorang individu, yang

menyebabkan timbulnya sikap antusiasme dan persistensi, dalam hal

melaksanakan kegiatan- kegiatan tertentu.Sedangkan[8],


Soemanto (1987) secara umum mendefinisikan motivasi sebagai suatu

perubahan tenaga yang ditandai oleh dorongan efektif dan reaksi-reaksi

pencapaian tujuan. Karena kelakuan manusia itu selalu bertujuan, kita dapat

menyimpulkan bahwa perubahan tenaga yang memberi kekuatan bagi

tingkahlaku mencapai tujuan,telah terjadi di dalam diri seseorang.


Berdasarkan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow,teori X dan Y

Douglas McGregor maupun teori motivasi kontemporer,arti dari motivasi

adalah alasan yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seorang

individu.Seseorang dikatakan memiliki motivasi tinggi dapat diartikan orang

tersebut memiliki alasan yang sangat kuat untuk mencapai apa yang

diinginkanya dengan mengerjakan pekerjaanya yang sekarang.Berbeda dengan

motivasi dalam pengertian yang berkembang di masyarakat yang seringkali

2
disamakan dengan semangat,seperti contoh dalam percakapansaya ingin

anak saya memiliki motivasi yang tinggi.Statemen ini bisa diartikan orang

tua tersebut menginginkan anaknya memiliki semangat belajar yang

tinggi.Maka perlu dipahami bahwa ada perbedaan istilah motivasi di

masyarakat.Ada yang mengartikan sebagai sebuah alasan dan ada juga yang

mengartikan motivasi sama dengan semangat.


1. Faktor-faktor Motivasi
Motivator-motivator merupakan hal yang sama sekali berbeda.

Kelihatan dengan jelas, semuanya berpusat di sekitar pekerjaan itu sendiri.

Beberapa faktor umum motivasi adalah sebagai berikut :

a. Prestasi
Pencapaian prestasi pada satu tugas memotivasi si pencapai

untuk melaksanakan tugas selanjutnya. Kegagalan untuk meraih

prestasi akan mendemotivasi dan mungkin akan mengakibatkan

frustasi serta menimbulkan suatu bentuk internal konfliksemuanya

tidak mungkin, saya harus berhenti berusaha;


b. Pengakuan
Mencapai prestasi pada suatu tugas merupakan motivasi,tetapi

prestasi tersebut dilihat dan dihargai merupakan pulasan akhir sebuah

kue.Tetapi kata terima kasih sering kelihatan kurang menyebar dalam

kehidupan bisnis.Sebelumnya kata terima kasih dengan segera secara

tidak simbang memperoleh penghargaan yang tinggi.Cobalah gunakan

kata terima kasih;


c. Kemajuan
Gerak maju ke hirarki atas adalah bentuk pengakuan

pencapaian prestasi dan seperti motivasi mempromosikan individu.

Gagal mencapai kemajuan yang diharapkan akan menyebabkan

3
demotivasi;
d. Kesenangan dalam pekerjaan itu sendiri
Pekerjaan sanggup memberikan penghargaan yang paling

positif dan paling efektif.Kepuasan dalam mengerjakan pekerjaan

dengan baik tersedia bagi semua.Tidak pernah merendahkan

kemampuan motivasional mengetahui bagaimana mengerjakan suatu

pekerjaan dengan baik dan mengerjakan pekerjaan tersebut dengan

baik.
e. Kemungkinan pengembangan diri
Bila diajukan pertanyaan di mana posisi yang ingin anda

berada dalam waktu lima tahun?,Tidak ada seorangpun yang ingin

menjawab jika lima tahun yang akan datang saya berada pada posisi

yang sama seperti saya sekarang,berarti saya telah membuat

kesalahan yang sama.


f. Tanggung Jawab
Tidak setiap orang ingin menjadi Direktur Eksekutif,tetapi

setiap individu ingin bertanggung jawab untuk keputusan dan

hidupnya sendiri.Jika anggota tim memiliki tanggung jawab

individu,mereka akan melakukan yang terbaik dalam tim

mereka,mengambil tanggung jawab dan mereka akan memiliki

peluang untuk menyalahkan orang lain untuk segala sesuatu yang

terjadi.
Untuk memotivasi orang, anda harus menyediakan perangsang

motivasi. Jika tidak tersedia, atau tersedia dalam bentuk yang negatif,

maka justru akan menambah demotivasi.

B. Pengertian Komunikasi
Menurut Onong Uchjana Effendy, Komunikasi adalah proses

4
penyampaian oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu, mengubah

sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara lisan (langsung) atau pun tidak

langsung (melalui media).


Analisis pengertian Komunikasi dan lima unsur komunikasi menurut

Harold Lasswell, Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang

menjelaskan siapa? mengatakan apa?dengan saluran apa?kepada siapa?dengan

akibat atau hasil apa? who? says what?in wich channel?to whom?with what

effect?).(Lasswell 1960).

Analisis 5 unsur menurut Lasswell (1960) yaitu sebagai berikut:

1. Who?(siapa/sumber).Sumber atau komunikator adalah pelaku utama/pihak

yang mempunyai kebutuhan untuk berkomunikasi atau yang memulai

suatu komunikasi,bisa seorang individu,organisasi,maupun suatu negara

sebagai komunikator.
2. Says What?(pesan).Apa yang akan disampaikan/dikomunikasikan kepada

penerima (komunikan), dari sumber(komunikator) atau isi informasi.

merupakan seperangkat symbol verbal/non verbal yang mewakili

perasaan, nilai, gagasan/maksud sumber tadi.Ada 3 komponen pesan yaitu

makna, symbol untuk menyampaikan makna, dan bentuk / organisasi

pesan.
3. In Wich channel?(saluran/media).Wahan/alat menyampaikan pesan dari

komunikator(sumber) kepada komunikan (penerima) baik secara langsung

(tatap muka),maupun tidak langsung(melalui media cetak/elektronik dll).


4. To Whom?(untuk siapa/penerima).Orang/kelompok/organisasi/suatu

negara yang menerima pesan dari sumber.Disebut tujuan (destination) /

pendengar (listener) / khalayak (audience) / komunikasi / penafsir /

5
penyandi balik (decoder).
5. With What Effect?(dampak/efek).Dampak/efek yang terjadi pada

komunikan (peneriam)setelah menerima pesan dari sumber,seperti

perubahan sikap,bertambahnya pengetahuan,dll.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Komunikasi

Proses Komunikasi terdiri dari :

1. Pengirim
Pengirim adalah seseorang yang mengirim pesan.Dapat melalui

telpon atau percakapan.Pengirim memilah-milah isi pesan dan

memutuskan kepada siapa harus dikirim.Pada waktu akan dikirim,pesan

itu akan mengalami proses pengkodean.


2. Pengkodean
Alat pengkodean akan merubah bentuk pesan sesuai media pesa

tersebut.Pengkodean biasanya ada dalam otak si pengirim,yaitu kata-kata

yang harus dipakai,atau bisa juga berupa peralatan mekanis.


3. Media
Media adalah sesuatu yang memungkinkan pesan itu dikirim,secara

tertulis, lisan, atau dalam bentuk visual lainya.


4. Pengkodean kembali
Pengkodean kembali pada dasarnya terletak pada otak

sipenerima.Proses pengkodean kembali adalah merekonstruksikan pesan

yang dikirim.Proses ini terjadi pada saat si penerima pesan berkata :apa

maksud orang tersebut?.Apabila kode yang dikirim tidak dapat

dipecahkan, maka proses itu gagal.


5. Penerima
Menerima adalah orang yang dituju pesan.Penerima memainkan

tiga keputusan yaitu:


a. Mendengar pesan;
b. Mengkodekanya;dan
c. Mengirim umpan balik ke si pengirim.

6
Hambatan Berkomunikasi

Berbagai hambatan dalam berkomunikasi dapat terjadi pada dua sisi

yaitu:pada si pengirim atau pada penerima pesan.Untuk memecahkan kedua

hal tersebut di atas,maka kedua komunikator harus menggunakan rasa

empatinya.

Beberapa faktor dibawah ini yang dapat menimbulkan hambatan dalam

berkomunikasi:

a. Persepsi yang berbeda

Semenjak si pengirim mulai menyusun isi pesan,motif pribadi,

prasangka atau psikologi individu akan berpengaruh.Pesan yang dikirik

merupakan refleksi dari jalan pikiran si pengirim;

b. Konteks Pembicaraan

Komunikasi tidak terjadi di ruang vakum.Selama proses

penyampaian,pesan akan memperoleh tambahan informasi;

c. Gangguan dari luar

Suara yang keras,gangguan visual,surat salah alamat,dan sistem

yang salah dapat menyebabkan gangguan komunikasi,karena hal ini akan

menggangu konsentrasi dan mempengaruhi satu atau dua pihak yang

berkomunikasi;

d. Gangguan dari dalam

Baik si pengirim maupun si penerima pesan mungkin akan

memperoleh gangguan yang berasal dari dalam karena beberapa alasan

berikut :

7
1) Asumsi;
2) Pendapat sebelumnya;
3) Keasyikan;
4) Kecemasan;
5) Gangguan;

Mengatasi Hambatan Berkomunikasi

Selain hambatan yang disebabkan oleh pengirim,tingkah laku

penerima juga dapat menyebabkan gangguankomunikasi.

Hambatan komunikasi yang dapat menyebabkan terjadinya kesalahan

komunikasi,yaitu sebagai berikut :

a. Tidak mendengar

Orang biasanya sulit mendengar.Hal ini dapat dipahami dengan

melihat kenyataan bahwa otak manusia mampu bekerja dengan kecepatan

rata-rata 600 kata per menit,sedangkan kecepatan berbicara rata-rata hanya

150 kata per menit.Senjang 450 kata tersebut di isi berbagai

pikiran,sehingga sulit untuk berkonsentrasi dan mendengar dengan baik.

b. Umpan balik yang tidak jujur

Umpan balik yang tidak jujur adalah umpan balik yang tidak

tepat.Orang-orang yang belum mengerti dan tidak punya keberanian untuk

mengatakan yang sebenarnya akan berkata bahwa mereka

mengerti,sehingga tidak ada penjelasan lebih lanjut.

c. Umpan balik yang buruk

Umpan balik yang buruk merupakan kelemahan dari setiap umpan

balik.Jika tidak ada umpan balik dari media dinamis atau media lain yang

dipakai,berhentilah dan mintalah umpan balik itu.

d. Pertimbangan

8
Pertimbangan adalah bentuk mental seseorang.Seseorang

cenderung untuk mengevaluasi sesuatu berdasarkan sudut pandangnya

sendiri, tanpa memperhatikan latar belakang si pengirim.

e. Generalisasi

Orang cenderung menstereotype orang-orang yang dijumpainya.

Latar belakang, umur, agama, jenis kelamin, dan pakaian yang dikenakan,

adalah hal-hal yang cenderung dipakai untuk menggeneralisasikan

seseorang.

f. Emosi

Kecemasan, frustasi, kemarahan dan ketegangan dapat

menyebabkan fungsi seseorang menjadi tidak berjalan sepenuhnya.Emosi

dapat menyebabkan percakapan diulangi pikiran dan langsung dilontarkan

tanpa mempertimbangkan keadaan si penerima.

Menciptakan Komunikasi yang benar

Menciptakan komunikasi yang benar berarti menanyakan hal-hal

berikut :

1. Siapa-dengan siapa anda berkomunikasi dan apa yang mereka ketahui?


2. Apa-apa yang harus dikomunikasikan?
3. Di mana-dimana komunikasi terjadi?
4. Mengapa-mengapa komunikasi ini penting dilakukan?
5. Kapan-kapan komunikasi berlangsung?
6. Bagaimana-bagaimana dan dengan memakai media apa komunikasi ini

sebaiknya dikirim?

9
C. Dinamika Kelompok
1. Pengertian Dinamika Kelompok

Dinamika Kelompok adalah suatu kelompok yang terdiri dari dua

atau lebih individu yang memiliki hubungan psikologis secara jelas antara

anggota satu dengan yang lain dan berlangsung dalam situasi yang

dialami.

Dinamika Kelompok berasal dari kata dinamika dan

kelompok.Dinamika berarti interaksi atau interpendensi antara kelompok

satu dengan yang lain,sedangkan Kelompok adalah kumpulan individu

yang saling berinteraksi dan mempunyai tujuan bersama.

2. Fungsi Dinamika Kelompok


Adapun fungsi dari Dinamika Kelompok itu sendiri, yaitu antara lain:
a. Membentuk kerjasama saling menguntungkan dalam persoalan hidup;
b. Memudahkan pekerjaan;
c. Mengatasi pekerjaan yang membutuhkan pemecahan masalah dan

mengurangi beban pekerjaan yang terlalu besar sehingga selesai lebih

cepat, efektif dan efisien. salah satunya dengan membagi pekerjaan

besar sesuai bagian kelompoknya masing-masing atau sesuai keahlian;


d. Menciptakan iklim demokratis dalam kehidupan masyarakat dengan

memungkinkan setiap individu memberikan masukan, berinteraksi,

dan memiliki peran yang sama dalam masyarakat.


3. Pendekatan dalam Dinamika Kelompok
Berikut pendekatan-pendekatan Dinamika Kelompok menurut para

ahli, yaitu sebagai berikut :


a. Pendekatan Menurut Bales dan Homans
Pendekatan ini berdasarkan pada konsep adanya aksi, interaksi,

dan situasi yang ada dalam kelompok. Homans menambahkan, dengan

adanya interaksi dalam kelompok, maka kelompok yang bersangkutan

merupakan sistem interpendensi, dengan sifat-sifat sebagai berikut :

10
1) Adanya stratifikasi kedudukan warga;
2) Adanya diferensiasi dalam hubungan dan pengarug antara anggota

kelompok yang satu dengan kelompok yang lain;


3) Adanya perkembangan pada sistem itern kelompok yang

diakibatkan adanya pengaruh faktor-faktor dari luar;


b. Pendekatan Menurut Stogdill

Pendekatan ini lebih menekankan pada sifat-sifat

kepemimpinan dalam bentuk organisasi formal.Stogdill menambahkan

bahwa yang dimaksud kepemimpinan adalah suatu proses yang

mempengaruhi aktivitas kelompok yang terorganisir sebagai usaha

untuk mencapai tujuan kelompok.Kelompok terorganisir yang

dimaksud disini adalah kelompok yang tiap-tiap anggotanya mendapat

tanggungan dalam kelompok.

c. Pendekatan Menurut ahli Psycho Analysis (Sigmund Freud dan

Scheidlinger)

Scheidlinger berpendapat bahwa aspek-aspek motif dan

emosional memegang peranan penting dalam kehidupan

kelompok.Kelompok akan terbentuk apabila didasarkan pada

kesamaan motif antar anggota kelompok,demikian pula emosional

yang sams akan menjadi tenaga pemersatu dalam kelompok,sehingga

kelompok tersebut semakin kokoh.Freud berpendapat bahwa di dalam

setiap kelompok perlu adanya kesatuan kelompok,agar kelompok

tersebut dapat berkembang dan bertahan lama.

d. Pendekatan Menurut Yennings dan Moreno

Yennings mengungkapkan konsepsinya tentang pilihan

11
bebas,spontan,dan efektif dari anggota kelompok yang satu terhadap

anggota kelompok yang lain dalam rangka pembentukan ikatan

kelompok.Moreno membedakan antara psikhe group dan sosio group

sebagai berikut :

1) Psikhe group merupakan suatu kelompok yang terbentuk atas dasar

suka/tidak suka,simpati,atau antipati antar anggota;


2) Sosio group merupakan kelompok yang terbentuk atas dasar

tekanan dari pihak luar.

Yennings menambahkan bahwa pelaksanaan tugas akan lebih

lancar apabiala pembentukan Sosio group disesuaikan dengan Psikhe

group, dengan memperhatikan faktor-faktor efisiensi kerja dan

kepemimpinan dalam kelompok.

4. Jenis Kelompok Sosial


Adapun jenis-jenis kelompok sosial antara lain sebagai berikut :
a. Kelompok Primer

Merupakan kelompok yang didalamnya terjadi interaksi sosial

yang anggotanya saling mengenal dekat dan berhubungan erat dalam

kehidupan,misalnya:RT,keluarga,kawan,sahabat,dll.

b. Kelompok Sekunder
Jika interaksi sosial terjadi secara langsung,berjauhan,dan

sifatnya kurang kekeluargaan.Hubungan yang terjadi biasanya bersifat

lebih objektif,misalnya:partai poltik,perhimpunan serikat kerja,dll.


c. Kelompok Formal
Pada kelompok ini ditandai dengan adanya peraturan atau

Anggaran Dasar(AD),Anggaran Rumah Tangga (ART) yang

ada.Anggotanya di angkat oleh organisasi.Contoh dari kelompok ini

adalah semua perkumpulan yang memiliki AD/ART.

12
d. Kelompok Informal
Merupakan suatu kelompok yang tumbuh dari proses

interaksi,daya tarik,dan kebutuhan-kebutuhan seseorang.Keanggotaan

kelompok biasanya tidak diatur dan keanggotaan ditentukan oleh daya

tarik bersama individu dan kelompok.Kelompok ini terjadi pembagian

tugas yang jelas tapi bersifat informal dan hanya berdasarkan

kekeluargaan dan simpati.Misalnya:kelompok arisan.


5. Keunggulan dan Kelemahan dalam Kelompok
Dalam proses dinamika kelompok terdapat faktor yang

menghambat maupun memperlancar proses tersebut yang dapat berupa

kelebihan maupun kekurangan dalam kelompok tersebut,yaitu:


a. Kelebihan Kelompok
b. Keterbukaan antar anggota kelompok untuk memberi dan menerima

informasi dan pendapat anggota yang lain;

13
c. Kemauan anggota kelompok untuk mendahulukan kepentingan

kelompoknya dengan menekan kepentingan pribadi;


d. Kemampuan secara emosional dalam mengungkapkan kaidah dan telah

disepakati kelompok;
e. Kekurangan Kelompok Kelemahan pada kelompok bisa disebabkan

karena waktu penugasan,tempat atau jarak anggota kelompok yang

berjauhan yang dapat memengaruhi kualitas dan kuantitas pertemuan.

14
BAB III

KESIMPULAN

Dari pembahasan dalam makalah ini maka kami dapat menarik kesimpulan

bahwa Penggerakan adalah hubungan antara aspek-aspek individual yg di

timbulkan oleh adanya pengaturan terhadap bawahan-bawahan untuk dapat di

mengerti dan pembagian pekerjaan yg efektif dan efisien untuk tujuan perusahaan

yang nyata.

Kepemimpinan adalah suatu upeya penggunaan jenis pengaruh bukan

paksaan (concoersive) untuk memotivasi orang-orang untuk mencapi tujuan

tertentu.

Ciri-ciri kepemimpinan yang ideal, yaitu sebagai berikut:

1. Keterampilan mendidik, memiliki kemampuan menggunakan kesempatan

untuk meningkatkan kemampuan bawahan, mengubah sikap dan perilakunya

dan meningkatkan dedikasinya kepada organisasi;


2. Fleksibilitas, mampu melakukan perubahan dalam cara berfikir,cara bertindak,

sikap dan perilaku agar sesuai dengan tuntutan situasi dan kondisi tertentu

yang dihadapi tanpa mengorbankan prinsip-prinsip hidup yang dianut oleh

seseorang;
3. Keterampilan Berkomunikasi secara efektif,fungsi komunikasi dalam

organisasi antara lain:


4. Fungsi Motivasi;
5. Fungsi Ekspresi emosi;
6. Fungsi penyampaian informasi;
7. Fungsi pengawasan.

Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas,arah,dan ketekunan seorang

15
individu untuk mencapai tujuanya.Tiga elemen utama dalam definisi ini adalah:

1. Intensitas;
2. Arah; dan
3. Ketekunan.

Menurut Onong Uchjana Effendy, Komunikasi adalah proses

penyampaian oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu, mengubah

sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara lisan (langsung) ataupun tidak langsung

(melalui media).

Dinamika Kelompok adalah suatu kelompok yang terdiri dari dua atau

lebih individu yang memiliki hubungan psikologis secara jelas antara anggota satu

dengan yang lain dan berlangsung dalam situasi yang dialami.

Dinamika Kelompok berasal dari kata dinamika dan kelompok.Dinamika

berarti interaksi atau interpendensi antara kelompok satu dengan yang

lain,sedangkan Kelompok adalah kumpulan individu yang saling berinteraksi dan

mempunyai tujuan bersama.

16
DAFTAR PUSTAKA

Jane Allan,Mengatasi Masalah Manusia di dalam Organisasi, 1991, Jakarta :


Binarupa Aksara.
James L.Gibson,dkk.,Organisasi,1985,Jakarta:Erlangga.

http://felixdeny.wordpress.com.2012/01/07/organisasi.org/jenis_dan_macam_gaya
_kepemimpinan_pemimpin_klasik_otoriter_demokratis_dan_bebas_manaj
emen_sumber_daya_manusia/

http:/ wartawarga.gunadarma.ac.id.29/12/2009/peranan-kepemimpinan-dalam-
organanisasi/

http//id.wikipedia.org/wiki/Motivasi

http://www.duniapsikologi.com/27/09/2011/pengertian-motivasi/

http://adipurnama.blogdetik.com/2011/01/21/penggerakan/

http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_definisi_komunikasi

http://ekky-psikologi08.blogspot.com/08/10/2010/pengertian-dinamika-kelompok/

http:// harismasterpsikology.wordpress.com/03/10/2010/pengertian-dinamika-
kelompok/

http://id.wikipedia.org/wiki/Dinamika Kelompok

17