Anda di halaman 1dari 15

Makalah Kasus Bank Century dan CitiBank

Diposkan oleh Nova Pungki Nisako di 04.17

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
Rahmat taufik dan hidayah-Nya sehingga Penulisan Makalah ini dapat terselesaikan tepat pada
waktunya.

Makalah saya ini membahas tentang Kasus Perbankan yang pernah terjadi di Indonesia,
didalam Makalah ini saya mencoba menguraikan mengenai masalah kasus pada dunia perbankan
yang melibatkan Bank Century dan Citi Bank.

Penulis menyadari banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini, itu dikarenakan
kemampuan penulis yang terbatas. Namun berkat bantuan dan dorongan serta bimbingan dari
Dosen Pembimbing serta berbagai bantuan dari berbagai pihak, akhirnya pembuatan makalah ini
dapat terselesaikan tepat pada waktunya.

Penulis berharap dengan penulisan makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis sendiri
dan bagi para pembaca pada umumnya serta semoga dapat menjadi bahan pertimbangan dan
meningkatkan prestasi dimasa yang akan datang.

Bekasi, 22 Januari 2015

Penyusun

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang dan Masalah

A. Bank Century
Pada tanggal 13 November 2008 Bank Century mengalami keadaan tidak bisa membayar
dana permintaan dari nasabah atau umumnya disebut sebagai kalah kliring keadaan ini hingga
membuat terjadinya kepanikan atau rush dalam penarikan dana pada Bank Century selanjutnya
pada tanggal 14 November 2008 manajemen Bank Century melapor kejadian tersebut serta ikut
mengajukan permohonan untuk mendapatkan fasilitas pendanaan darurat kepada Komite
Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK).
Selanjutnya pada tanggal 20 November 2008, Bank Indonesia (BI) melakukan penetapan
status Bank Century menjadi bank gagal, Menteri Keuangan yang dijabat oleh Sri Mulyani
selaku Ketua dari Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) mengadakan rapat untuk
pembahasan nasib Bank Century, dalam rapat tersebut, Bank Indonesia (BI) diwakili oleh
Gubenur Bank Indonesia yang dijabat oleh Boediono melalui data per 31 Oktober 2008
menyatakan bahwa rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank Century
telah minus hingga 3,52 persen, dalam agenda rapat tersebut antara lain turut dibahas dampak
yang akan terjadi atau akan timbul apakah akan berdampak sistemik, seperti dalam istilah teknis
disebut bank run atau run on the bank bila Bank Century diperlakukan sebagai bank gagal yang
akan dilikuidasi kemudian dalam rapat tersebut diputuskan untuk menyerahkan Bank Century
kepada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
B. Citibank
Direktorat Tindak Pidana Ekonomi danKhusus Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim)
Polri menahan tersangka Inong Malinda Dee berusia 47 tahun yang menjabat sebagai Senior
Relationship Manager di Citibank, karena diduga melakukan tindak pidana perbankan dan
pencucian uang dari uang nasabah yang dipegangnya. Dana nasabah itu lalu dialirkan ke
berbagai rekening milik Malinda maupun perusahaan.
Salah satu perusahaan yang menerima aliran dana itu yakni PT Sarwahita Global
Management. Pejabat Citibank yang diduga turut terlibat mendirikan PT Sarwahita Global
Management (SGM) bersama Malinda Dee telah diberhentikan sementara waktu oleh pihak
Citibank. Pejabat tersebut adalah Reniwaty Hamid. Sementara itu, dua orang lainnya yang juga
diduga turut mendirikan PT Sarwahita Global Management yakni Gesang Situmorang dan
Dennis Roy Sangkilawang sudah tidak lagi menjadi pejabat Citibank. Gesang telah pensiun
sementara Dennis telah mengundurkan diri. Polri menetapkan status saksi pada Reniwati Hamid
dalam kasus pencucian uang dengan tersangka Malinda Dee. Polri mengaku masih fokus kepada
Malinda dan belum membidik direksi PT Sarwahita lainnya. Malinda dilaporkan oleh Citibank
karena adanya pengaduan atau keluhan tiga nasabah bank tersebut yang kehilangan uang,
sehingga total kerugian sementara yang dialami tiga nasabahsebesar Rp16,6 miliar. Wanita yang
lahir di Pangkal Pinang pada 5 Juli 1965, sudah 20 tahun bekerja di bank milik Amerika Serikat
dan telah tiga tahun melakukan aksi kejahatan perbankan tersebut. Citibank mengakui
terbongkarnya dugaan kejahatan pembobolan dana nasabah oleh Malinda Dee bukan temuan
audit internal perusahaan tapi laporan nasabah.

1.2 Rumusan Masalah

A. Bank Century
Berdasarkan apa yang dikemukan didalam latar belakang, rumusan masalah yang akan dibahas
adalah sebagai berikut :
a) Apa yang sebenarnya sedang dihadapi oleh Bank Century?
b) Mengapa masalah yang melibatkan Bank Century begitu rumit?
c) Kapan penyelesaian terhadap Bank Century dilakukan?
d) Siapa saja yang terkait dalam kasus Bank Century?
e) Dimanakah letak tanggung jawan pejabat terkait masalah Bank Century?
f) Bagaimana peran pemerintah dalam menanggapi permasalahan Bank Century?

B. Citibank
Adapun rumusan masalah dari Kasus Citibank adalah sebagai berikut :
a) Apa saja kasus yang melibatkan Citibank?
b) Siapa saja yang terlibat dalam masalah kasus Citibank?
c) Bagaimana kelanjutan kasus Citibank?
d) Sanksi apa yang diberikan kepada Citibank?
e) Apa dampak dari kasus Citibank terhadap perekonomian Indonesia?
PEMBAHASAN

A. Bank Century
a. Sejarah Bank Century
Bank Century (sebelumnya dikenal dengan Bank CIC) didirikan pada Mei 1989. Pada 6
Desember 2004 Bank Pikko dan Bank Danpac menggabungkan diri ke Bank CIC. Pada 28
Desember 2004, Bank CIC berganti nama menjadi Bank Century. Sejak 21 November 2008
diambil alih oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan berubah nama menjadi PT Bank
Mutiara Tbk. Bank Century memiliki kantor pusat BCIC berlokasi di Gedung International
Financial Centre, Jl. Jend. Sudirman Kav 22-23 Jakarta. Pada saat ini, BCIC memiliki 25 kantor
cabang, 26 kantor cabang pembantu dan 5 kantor kas. PT Bank CIC International didirikan 30
Mei 1989 dan mulai beroperasi secara komersial pada bulan April 1990.
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan BCIC adalah menjalankan
kegiatan umum perbankan termasuk berdasakan prinsip syariah. Pada tanggal 03 Juni 1997,
BCIC memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM untuk melakukan Penawaran Umum
Perdana Saham BCIC (IPO) kepada masyarakat sebanyak 70.000.000 dengan nilai nominal
Rp500,- per saham dengan harga penawaran Rp900,- per saham. Saham-saham tersebut
dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 25 Juni 1997.
b. Permasalahan Bank Century
Permasalahan yang menimpa Bank Century pertama kali berawal dari setelah dilakukan
merger pada 27 November 2001, pada saat itu rapat dewan Gubernur Bank Indonesia meyetujui
prinsip akuisisi Bank Pikko, Bank Danpac, dan Bank CIC. Namun pada saat 5 Juli 2002 saat izin
akuisisi dari BI keluar, BI mulai mencium perbuatan melawan hukum. Bank Century mulai
melakukan transaksi surat surat berharga ( SBB ) fiktif senilai USD25 juta. Selain itu terdapat
pula SBB berisiko tiggi sehingga Century wajib membantuk penyisihan penghapusan aktifa
produktif ( PPAP ). Ini berakibat CAR Bank CIC menjadi negatif. Kondisi inilah yang membuat
penarikan dana pihak ketiga besar besaran yang mengakibatkan bank mengalami keseratan
likuiditas dan telah melanggar kententuan posisi devisa netto ( PDN ). Pada tanggal 13
November 2008 Bank Century mengalami keadaan tidak bias membayar dana permintaan dari
nasabah atau umumnya disebut sebagai kalah kliring keadaan ini hingga membuat terjadinya
kepanikan atau dalam penarikan dana pada Bank Century.
Kemudian pada tanggal 14 November 2008 manajemen Bank century melaporkan
ketidakmampuan bank dalam melayani permintaan dana oleh nasabah, serta ikut mengajaukan
permohanan untuk mendapatkan fasilitas pendanaan darurat kepada Komite Stabilitas Sektor
Keuangan ( KSSK ). Sebagai pemegang mandate UU, pemerintah bermaksud untuk mencegah
krisis, tapi disisi lain yang dihadapi adalah bank yang kualitasnya seperti Bank Century. Pada
tanggal 20 November 2008 Bank Indonesia melakukan penetapan status Bank Century menjadi
bank gagal, mentri keuangan yang di jabat Sri Mulyani selaku ketua Kominite Stabilitas Sektro
Keuangan ( KSSK ) mengadakan rapat untuk pembahsan nasip bank century, dalam rapat
tersebut, BI diwakili oleh Gubernur BI yang dijabat oleh Boediono menyatakna bahwa rasio
kecukupan modal atau capital Adequacy Ratio ( CAR ) Bank Century telah minus hingga 3,52
persen, dalam rapat tersebut akhirnya diputuskan untuk menyerahkan Bank Century kepada
lembaga penjamin simpanan ( LPS ) yaitu dengan keputusan bailout terhadap Bank Century
sebesar Rp 6,7 triliun. Badan pemeriksa keuangan ( BPK ) mencurigai adanya dugaan rekayasa
untuk penambahan dana. Pihak pusat melaporkan dan analisis transaksi keuangan ( PPATK )
juga dicurigai berusaha untuk mentup nutupi data aliran dana tersebut, akan tetapi kemudian
dibantah oleh Yunus Husein, kepala pusat pelaporan dan analisis transaksi keuangan ( PPATK ).
Kemudian sebagian besar anggota DPR yang mengusulkan agar dilakukan penggunaan
salah satu hak kewenangan konstitusional DPR yakni hak angket DPR dalam menangani kasus
century ini. Yang akhirnya ditindak lanjuti dengan diadakannya sidang paripurna pengesahan hak
angket bank century pada tanggal 1 Desember 2009 terhadap usulan penggunaan hak angket
yang diusulkan oleh 503 anggota DPR tersebut akhirnya dishakan dan disetujui. Penggunaan hak
angket utntuk mengungkap skandal Bank Century juga didukung oleh seluruh fraksi yang
berbeda di DPR yakni 9 Fraksi.
Fokus pelaksanaan hak angket dalam kasus Bank Century antara lain untuk mengetahui
sejauh mana pemerintah melaksanakan peraturan perundang undangan sampai akhirnya
memutuskan untuk mencairkan dana sebesar Rp 6,7 triliun untuk Bank Century, dan juga
mengapa bisa terjadi perubahan peraturan Bank Indonesia secara mendadak, keterlibatan
Kabareskim Mabes Polri saat itu, Komjen Suasno Duadji, dalam pencairan dana nasabah Bank
Century, dan kemungkinan terjadi konpirasi antara pemegang saham utama Bank Century dan
otoritas perbankan dan keuangan pemerintah, menyelidiki mengapa bisa terjadi pembakakan
dana talangan menjadi 6,76 triliun bagi Bank Century ? itulah yang harus di selidiki, sementara
kita tahu bahwa Bank Century hanyalah sebuah bank swasta kecil yang sejak awal bermasalah,
bahkan saat menerima bailout, bank ini dalam status pengawasan khusus lebih jauh lagi, panitia
hak angket juga akan mengetahui sebrapa besar kerugian Negara akibat Bank Century.
Kebijakan pemerintah menyelamatkan Bank Century dengan sendirinya dapat
dijadikan sebagai objek dari hak angket DPR karena berdamapak luas pada kehidupan
bermasyarakat dan bernegara, apalagi kebijakan itu juga berkaitan dengan keuangan negara.
Namun, apakah kebijakan itu benar - benar bertentangan dengan UU sebagaimana dugaan DPR,
inilah yang harus dibuktikan melalui penggunaan hak angket itu. Dalam proses penyelidikan,
panitia hak angket DPR dapat mengumpulkan fakta dan bukti bukan hanya dari kalangan
pemrintah, tetapi dari siapa saja yang dianggap perlu, termasuk mereka yang dianggap ahli
mengenai masalah yang diselidiki. Mereka wajib memenuhi panggilan panitia angket dan
menjawab semua pertanyaan dan memberikan keterangan lengkap, termasuk penyerahan
dokumen itu akan bertentangan dengan kepentingan negara. Mereka yagn dipanggil namun tidak
datang tanpa alasan yang sah, dapat disandera selama lamanya seratus hari ( pasal 17 ayat 1
UU nomor 6 tahun 1945 ).
Pengusulan hak angket Bank Century juga terkait dengan kesalahan struktur berpikir
pemerintah. Pemerintah melupakan alamat amanat konstitusi bahwa salah satu tujuan di
bentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, seperti termasuk dalam pembukaan UUD 1945
paragraf ke-4, ialah memajukan kesejahteraan umum. Di tengah badai krisisi ekonomi dan
rentetan bencana alam ang terjadi di hampir seluruh wilayah RI, pemerintah malah
memanjakan Bank Century.
Ketika menjelang babak akhir pembahasan kasus bank century di pansus DPR, Presiden SBY
membuat pernyataan mengejutkan bahwa sebagai presiaden ia bertanggung jawab atas apa yang
telah di putuskan oleh bawahanya ( dalam hal ini Boediono dan Sri Mulyani ). Saya menjadi
heran, mengapa tidak dari awal permasalahan saja SBY berkata seperti itu, seandainya saja
Presiden SBY membuat pernyataan di awal dari berbagai kejadian ini, maka mungkin keadaan
tidak separah ini.Masyarakat pada umumnya merasa abu abu atau tidak yakin apakah
presiden mengetahui atau tidak soal bail-out Bank Century mengingat beliau Diam.
B. Citibank
a. Sejarah
Citibank didirikan pada 1812 sebagai Bank Kota New York. Pada tahun1894 Citibank
menjadi bank terbesar di Amerika Serikat. Pada 1902 dia mulai mengadakan perluasan ke
seluruh dunia dan menjadi bank pertama di AS yang memiliki departemen luar negeri.
Pada 1930 Citibank menjadi bank terbesar di dunia dengan lebih dari 100 cabang di 23
negara. Dia mengubah namanya menjadi The First National City Bank of New York pada 1955,
dan kemudian menjadi First National City Bank pada 1962 dan menjadi Citibank pada 1976.
Citibank adalah bank AS pertama yang memperkenalkan ATM di 1970-an, dalam rangka
pengurangan "teller" manusia dan memberikan akses akun 24-jam.
Citibank sekarang ini adalah konsumen dan perusahaan bank dari jasa
finansialraksasa Citigroup, perusahaan terbesar jenisnya di dunia. Citibank beroperasi di lebih
dari 50 negara di dunia. Lebih dari setengah dari 1.400 kantornya berada di AS, kebanyakan
di New York, New York, Chicago, Illinois, Miami, Florida, danWashington, DC, dan juga
di California. Citibank juga menawarkan produk asuransi dan investasi. Mereka menawarkan
pelayanan online dan merupakan salah satu yang paling sukses, dengan sekitar 15 juta pengguna.
Citibank, N.A., Indonesia Branch (Citibank) merupakan cabang dari Citibank, N.A. yang
berkantor pusat di New York, U.S.A. Citigroup Inc. (Citigroup) sepenuhnya memiliki
Citibank, N.A. City bank pertama kali hadir di Indonesia pada tahun 1918 melalui perusahaan
sebelumnya yaitu, The International Banking Corporation di Batavia dan Surabaya. Walaupun
cabang tersebut sempat ditutup pada tahun 1920an, Citibank kembali hadir di Jakarta pada tahun
1968 dan menawarkan berbagai layanan perbankan.
Global Consumer Group merupakan salah satu bisnis utama di Citibank Indonesia yang
mengelola pelayanan keuangan pasar konsumen. Terdiri dari 4 kelompok bisnis, yaitu Layanan
Perbankan (Retail Banking), Kartu Kredit, Kredit Tanpa Agunan Personal Loan dan
Citifinancial.
b. Permasalahan Citibank
Tidak ada yang tahu berapa banyak kasus yang telah terjadi di City bank Indonesia.
Hanya saja untuk saat ini telah mencuat 2 kasus yang telah menghebohkan Indonesia saat ini,
yaitu kasus meninggalnya Irzen Octa dan kasus korupsi Inong Melinda Dee.
Kematian nasabah City Bank
Polisi Beber Kasus Kematian Nasabah Citibank Sekjen Partai Pemersatu Bangsa
meninggal setelah dianiaya penagih kartu kredit Polres Jakarta Selatan akan mengungkap hasil
pengembangan dan kronologis kasus dugaan penganiayaan penagih (debt collector) kartu kredit
Citibank yang berujung tewasnya nasabah Irzen Octa, 50 tahun, yang juga Sekretaris Jenderal
Partai Pemersatu Bangsa (PPB), hari ini. "Kami akan dijelaskan soal kasus ini," kata Kepala
Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi, Budi Irawan,
di Jakarta.
Saat ini berkas-berkas kasus yang terjadi di halaman Menara Jamsostek, Jalan Gatot
Subroto, Jakarta, pada Selasa 29 Maret 2011 itu, sudah disiapkan. Irzen meninggal setelah
menanyakan jumlah tagihan kartu kredit yang membe ngkak hingga Rp100 juta. Padahal, tagihan
kartu kreditnya semula hanya Rp48 juta. Tiga orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam
kasus ini. Mereka adalah H dan D, petugas bagian penagihan, dan B karyawan bagian penagihan.
Pihak manajemen Citibank telah menyerahkan penanganan kasus ini kepada kepolisian.
"Polisi sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus ini dan akan tidak pantas bagi kami untuk
memberikan komentar lebih lanjut atas kasus ini," kata Country Corporate Affairs Head Citi
Indonesia, Ditta Amahorseya, saat dikonfirmasi.
Dijelaskan, Citibank merupakan perusahaan yang memiliki dan mematuhi kode etik yang
ketat sehubungan dengan proses penagihan utang. Menurut Ditta, seluruh karyawan agency yang
mewakili Citibank dituntut untuk mematuhinya di setiap interaksi dengan nasabah. "Termasuk
tidak menggunakan segala bentuk ancaman," katanya.
Di tempat terpisah, Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ifdhal
Kasim memastikan, pihaknya akan memantau sidang kasus kematian Irzen Octa. "Kita punya
kewenangan itu, agar hak-hak korban bisa terpenuhi, karena korban masih mempunyai istri dan
anak," kata Ifdhal di Jakarta, Jumat (6/5).
Komnas juga akan meminta kepolisian melakukan penyelidikan secara komprehensif,
sebab Komnas tidak memiliki kewenangan memanggil dan meminta keteranganpolisi maupun
pihak Citibank. Komnas berharap kepolisian tidak hanya fokus pada debt collector semata, tetapi
juga harus minta pertanggungjawaban Citibank. "Alasannya, karena Citibank merupakan tempat
peristiwanya terjadi," jelas Ifdhal.
Kasus korupsi karyawan City Bank
Bank Indonesia terus melanjutkan pemeriksaan kasus perkara pembobolan dana nasabah
yang dilakukan karyawan bank itu sendiri, Inong Malinda Dee. Kini, bank sentral sudah
memasuki tahap akhir uji ulang kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap
manajemen Citibank. Nanti, hasilfit and proper test itu akan menentukan nasib karier masing-
masing bankir tersebut.
Ada enam pejabat dan satu mantan direksi Citibank Indonesia yang menjalani
pemeriksaan dan fit and proper test. Keenam orang itu adalah Shariq Mukhtar, Chief Country
Officer Citibank Indonesia, Senior Country Operating Officer, Retail Banking Head, Head of
Collection, dan Manajer Cabang Kantor Cabang Pembantu (KCP) Citibank Landmark.
Sementara mantan bankir Citibank adalah Mirah Wiryoatmodjo, mantan Direktur Kepatuhan
yang saat ini menjadi Direktur Kepatuhan Bank Permata.
Hasil fit and proper test itu bakal menentukan nasib bankir-bankir tersebut. Bila mereka
tidak lolos fit and proper test, sudah pasti BI akan mencabut izin para bankir itu menduduki kursi
manajemen di perbankan. Dengan kata lain, para bankir itu harus menanggalkan jabatan mereka
saat ini.
Langkah BI ini sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 5/25/PBI/2003
tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (fit and proper test).Beleid itu menyebutkan,
penilaian kemampuan dan kepatutan bertujuan untuk menilai bahwa calon direksi memenuhi
persyaratan integritas, kompetensi, dan reputasi keuangan.
BI melakukan penilaian kemampuan dan kepatutan yang meliputi penelitian administratif
dan wawancara. Jika calon pengurus bank belum mendapat persetujuan BI, ia dilarang
melakukan tugas sebagai direksi atau komisaris dalam operasional bank dan atau kegiatan lain
yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap kebijakan dan kondisi keuangan bank.
BI menggelar fit and proper test ini sejak Senin (9/5/2011). Bank sentral menargetkan,
pemeriksaan selama 40 hari. Dengan demikian, bank sentral masih memiliki waktu hingga Jumat
(17/6/2011) untuk mengeluarkan keputusan tersebut.
Sementara itu. Pusat Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan puluhan
aliran uang mencurigakan dari rekening tersangka penggelapan dana nasabah Citibank itu.
PPATK telah menelusuri 10 bank dan dua perusahaan asuransi yang diduga menjadi tempat
penyimpanan uang hasil kejahatan Malinda. "Ada 36 atau 42 transaksi yang mencurigakan," kata
Kepala PPATK Yunus Husein, kemarin.
Menurut Yunus, PPATK tidak hanya meneliti transaksi milik Malinda, melainkan juga
rekening yang menerima aliran dari Malinda. Malinda diduga mengalirkan hasil kejahatannya ke
sejumlah rekening, termasuk ke rekening suaminya. Andhika Gumilang, adik kandungnya yang
berinisial V dan iparnya yang berinisial I. Andhika diduga menerima Rp 311 juta, sedangkanV
diduga menerima Rp 1,6 miliar dan I menerima Rp 7 miliar,
Kasus Citibank Dibiarkan Begitu Saja
Meskipun telah terbukti berbagai kasus yang terjadi di citybank tetap menguap menjadi
mistery.bahkan kasus Melinda dee,yang telah terbukti korupsi masih belum menemukan titik
terang.
Inong Malinda Dee, pelaku penggelapan dana nasabah sebesar Rp 16,063, mengatakan,
Citibank telah menampung dana pencucian uang nasabah Malinda selama 10 tahun. Hal itu
diakui Malinda kepada kuasa hukumnya. "Malinda mengaku itu (menampung pencucian uang
nasabah). Citibank tahu karena untung," kata salah satu kuasa hukum Inong Malinda Dee, Indra
Sahnun Lubis, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (26/4).
Ia menambahkan, selama 10 tahun, para atasan Malinda di Citibank cabang Landmark
sangat mengetahui apa yang dilakukan Malinda terhadap uang nasabahnya. Pasalnya Malinda
menjadi perpanjangan tangan nasabah untuk mencuci uang tabungan tersebut.
Sebelumnya Malinda ditangkap polisi karena dilaporkan pihak Citibank yang dirugikan
Rp 16,063. Selain Malinda, Dwi, teller dan dua head teller, juga telah dijadikan tersangka meski
tidak ditahan.
Selain itu kasus pembunuhan Irzen Octa-pun sampai sekarang belum bisa menyeret
Citibank ke pengadilan.Hanya para penagih utang (debt collector) yang saat ini ditangkap polisi
dan menunggu proses persidangan.City bank sendiri,masih tenang dan merekrut penagih utang
(debt collector).Padahal kasus dan tempat kejadian perkara ada di Citybank.
Sementara itu pihak Citibank Indonesia berjanji akan selalu transparan dan bekerjasama
dengan pihak kepolisian dan Bank Indonesia terkait dua masalah besar yang kini membelitnya
yakni tewasnya nasabah, Irzen Octa dan pembobolan dana nasabah oleh mantan relationship
manager-nya, Malinda Dee.
Hal tersebut disampaikan Citi Country Officer (CCO) Citibank Indonesia Shariq Mukhtar
menanggapi 12 rekomendasi DPR terkait 2 kasus tersebut. Shariq menyampaikannya usai
menghadiri hasil keputusan Komisi XI terkait kasus meninggalnya Irzen Octa dan pembobolan
dana nasabah di DPR, Jakarta, Jumat (8/4/2011).
Mengenai kasus meninggalnya Irzen Octa, Shariq meminta agar semua pihak meminta
menerapkan azas praduga tak bersalah karena penyidikan kepolisian kini masih berlangsung
terus. Terkait kasus penggelapan dana nasabah oleh Malinda Dee, Shariq menegaskan nasabah
Citibank tidak akan kehilangan apapun dari uang yang ditransaksikan dengan tidak ada
otoriasasinya.
Seperti diketahui, dua kasus yang membeli Citibank membuat bank yang bermarkas di
AS ini dipanggil DPR. Dua kasus yang menggegerkan adalah penggelapan dana nasabah oleh
Malinda Dee alias Inong Malinda yang merupakan mantan relationship managernya dan bertugas
menangani nasabah-nasabah kaya

Sanksi untuk Citibank


Bank Indonesia (BI) akhirnya menghukum Citibank Indonesia. Bank asal Amerika
Serikat itu terbukti melanggar beberapa ketentuan perbankan, terutama menyangkut manajemen
risiko dan tata cara penagihan kartu kredit.Berdasarkan pemeriksaan deputi gubernur bank
Indonesia , Budi Rochadi ditemukan adanya beberapa pelanggaran ketentuan bank serta
kelemahan penerapan manajemen risiko dan sistem penyelenggaraan kartu kredit.
Atas pelanggaran tersebut, BI menjatuhkan tiga sanksi kepada Citibank. Pertama,
melarang Citibank untuk menambah nasabah baru layanan prioritas (Citigold) selama satu tahun.
Kedua, melarang penerbitan kartu kredit baru selama dua tahun. Ketiga, melarang penggunaan
jasa penagihan pihak ketiga selama dua tahun.
Selain itu, BI memerintahkan Citibank untuk menonaktifkan pejabat bank yang terlibat
Para pejabat itu diminta tidak meninggalkan Indonesia sampai proses selesai. BI juga
menginstruksikan Citibank untuk tidak membuka kantor baru selama satu tahun
Bank sentral menghukum Citibank setelah memeriksa kasus pembobolan dana nasabah
dan dugaan penganiayaan nasabah kartu kredit Dari hasil pemeriksaan selama dua minggu,
Citibank terbukti melanggar ketentuan internal bank dan lemah dalam penerapan manajemen
risiko. Hal itu tercermin pada kelemahan sistem dan prosedur (standard operating procedure/
SOP) dan pengendalian intern sebagaimana diatur dalam PBI No 11/25/PBI/2009 tentang
Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum.
BI juga menemukan pelanggaran dan kelemahan dalam sistem penyelenggaraan kartu
kredit sebagaimana diatur dalam PBI No ll/ll/PBI/2009 dan SE BI No U/10/DASP mengenai
penyelenggaraan kegiatan Alat Penibayaran Dengan Menggunakan Kartu (APMK). Berdasarkan
hasil temuan tersebut Budi mengatakan, Rapat Dewan Gubernur BI pada 6 Mei 2011
memutuskan untuk menjatuhkan sanksi kepada Citibank. Sanksi ini berlaku sejak 6 Mei 2011.
Meski begitu, Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah menjelaskan, bank sentral tidak
melarang orang kaya untuk menjadi nasabah Citibank. Namun, mereka harus mengikuti standar
prosedur biasa. "Nasabah premium biasanya mendapat berbagai ke-mudahan seperti tidak harus
mengantre. Setelah dibekukannya layanan prioritas, nasabah baru tidak akan mendapatkan
kemudahan itu lagi." jelas dia
Bila di kemudian hari ditemukan pelanggaran yang lain, BI akan meninjau ujang sanksi
itu dengan potensi yang lebih berat "BI juga meminta kantor pusat Citibank New York untuk
melakukan evaluasi menyeluruh terhadap fungsi pengendalian intern Citibank Jakarta," jelas
Budi Rochadi.
Dia menambahkan, BI menginstruksikan Citibank Indonesia untuk meningkatkan
implementasi manajemen risiko, pengendalian intern, dan melakukan langkah-langkah perbaikan
se-suai hasil pemeriksaan. "Hasilnya harus segera disampaikan kepada BI," tandas Budi.
Menurut Budi, BI segera melakukan uji kelayakan (ft and proper test) ulang terhadap
pejabat eksekutif dan manajemen bank yang terkait Uji kelayakan tersebut termasuk untuk Citi
Country Officer Citibank Indonesia Shariq Mukhtar. "Proses uji kelayakan ini membutuhkan
waktu hingga 40 hari, tetapi kami berharap bisa selesai lebih cepat," tutur dia
Selama masa uji kelayakan tersebut, BI menginstruksikan Citibank untuk menonaktifkan
pejabat eksekutif bank yang terlibat kasus layanan prioritas (Citigold) dan kartu kredit. Instruksi
pemberhentian juga diberikan untuk pegawai di bawah pejabat eksekutif yang terlibat langsung
kasus layanan prioritas (Citigold) dan kartu kredit. "Bagi pejabat eksekutif bank yang terlibat
kasus Citigold dan pegawai di bawahnya yang terlibat langsung, diinstruksikan untuk tidak
meninggalkan Indonesia sampai dengan selesainya uji kelayakan," kata dia.
Halim Alamsyah mengatakan, keputusan yang dibuat BI dalam kasus Citibank tersebut
merupakan bagian dari upaya untuk melindungi kepentingan nasabah dan menjaga kredibilitas
industri perbankan secara keseluruhan. BI juga akan meninjau ulang peraturan-peraturan
mengenai perlindungan nasabah dan apabila dirasa ada yang kurang maka akan direvisi.
Corporate Affairs Head Citibank Indonesia Ditta Amahorseya mengatakan, pihaknya
berkomitmen untuk bekerja sama dengan BI. Citibank juga melakukan segala tindakan yang
dianggap perlu untuk memenuhi hal-hal yang dianggap penting oleh BI.
Citibank telah merekrut 1.400 karyawan baru untuk proses penagihan internal
perusahaan. Perseroan juga terus mengimplementasikan segala tindakan perbaikan yang
diperlukan denganberkonsultasi pada regulator.
Dampak kasus Citibank di Indonesia.
Kepercayaan Nasabah Mulai Pudar Pasca Kasus Citibank .Maraknya kasus pembobolan dana
nasabah dan meninggalnya nasabah kartu kredit yang menimpa industri perbankan dalam negeri
menimbulkan kekhawatiran kepada nasabah. Kepercayaan nasabah sedikit pudar dengan mulai
bertanya-tanya atas keamanan dana mereka di sebuah bank.
Seperti diketahui, berita buruk menimpa salah satu bank asing yang beroperasi di Indonesia,
yaitu Citibank. Setelah ditemukan kasus penggelapan dana nasabah Rp 17 miliar oleh karyawan
Citibank Inong Malinda, muncul juga kasus kekerasan oleh debt collector yang menyebakan
nyawa hilang. Setelah rentetan kejadian ini terjadi dalam waktu singkat, wajar saja jika
kepercayaan nasabah mulai pudar terhadap perbankan dalam negeri.

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Bank Century
Saya selaku mahasiswa yang melihat kasus Century dari awal sampai akhir belum
menemukan hasil yang sebenarnya yang dikeluarkan oleh Pansus Century. Sampai dengan
informasi terakhir penanganan Kasus Hak Angket Bank Century yang sedang berjalan saya
berpendapat bahwa DPR memang sudah seharusnya mengeluarkan hak angket terhadap kasus
bank century yang disebut sebut sedang mengalami krisis global. Dan khususnya Pansus Hak
Angket tersebut harus senantiasa bersikap se-objektif mungkin dalam menyelesaikan persoalan
ini dan melihat fakta yang ada serta memamg fakta tersebut terbukti benar adanya dan tidak
merupakan sebuah kebohongan untuk menjatuhkan salah satu pihak demi kepentingan pasus
sendiri, sehingga nanti apa yang telah disampaikan oleh pansus bisa bertanggungjawabkan
terhadap semua pihak yang terkait yang diduga bermasalah dengan keputusan untuk mengalirkan
dana yang dikuncurkan kepada Bank Century pada saat itu.
Masyarakat sudah terlalu bingung dan juga bosan dengan yang tak berkesudahan ini,
masyarakat perlu informasi dan kebenaran kasus ini secepatnya. Jadi saran saya untuk pansus
yaitu, cepatlah dalam menangani kasus ini, dan bersikaplah terhadap segala sesuatunya, tidak
peduli siapa nantinya yang terpidanakan karena kasus ini dan apa jabantan orang tersebut, yang
penting masyarakat tahu dan tidak harus menyalahkan orang orang yang tidak seharusnya
disalahkan. Harusnya pansus juga terbuka dan jujur dalam mengungkapkan masalah Bank
Century ini agar semua dapat selesai sesuai dengan kebenaranya.
B. Citibank
Kasus penggelapan uang nasabah Citibank Indonesia yang dilakukan oleh seorang Senior
Relation Manager Citibank Indonesia, Malinda Dee dengan memperalat seorang teller nya,
yakni Dwi merupakan salah satu contoh kejahatan kerah putih di dunia perbankan. Model
kejahatan kerah putih ini merupakan evolusi tindak kejahatan dalam dunia moderen. Menurut
sebuah artikel online yang saya baca, dalam sejarah di negara-negara maju, kejahatan ini disebut
sebagai business crime atau economic criminality. Karena pelaku kejahatan ini banyak
melibatkan para pengusaha, pegawai perbankan, lembaga keuangan dan para pejabat.
Kasus yang melibatkan Malinda Dee ini merupakan kasus kejahatan kerah putih ( white
collar crime ) yang canggih, karena didukung oleh jaringan teknologi yang mutakhir. Selain itu
pengawasan Bank Indonesia ( BI ) yang lemah karena keterbatasan Sumber Daya Manusia
( SDM ) dalam mengawasi kantor-kantor cabang terutama di daerah-daerah juga membuat
pembobolan atau penggelapan uang nasabah menjadi mudah terjadi. Hukum tidak lagi menjadi
ancaman bagi mereka yang melakukan kejahatan kerah putih termasuk Malinda Dee mungkin
salah satunya. Karena selama ini seperti yang kita ketahui,para pelaku pembobol bank maupun
pelaku korupsi yang mendapat hukuman penjara bertahun-tahun, tetapi ternyata didalam penjara
mereka masih diberikan fasilitas yang nyaman dan mereka tidak mendapat hukuman yang berat.
Atau bisa saja dengan membayar beberapa miliar rupiah pada oknum-oknum penegak hukum
mereka sudah dapat bebas kembali. Ini membuat para pelaku kejahatan korupsi dan kejahatan
kerah putih sekalipun tidak lagi memperdulikan hukum sehingga kasus seperti pembobolan uang
nasabah Citibank tidak mungkin tidak akan terulang lagi.
Oknum pegawai Bank biasanya memanfaatkan kebiasaan para nasabah yang sangat mudah
percaya pada pegawai Bank. Jika kasus ini dibiarkan terus berlanjut tanpa adanya tindakan tegas
dari Pemerintah, maka akan membuat para nasabah kehilangan kepercayaan. Hal tersebut akan
berdampak negatif pada Bank, salah satunya adalah kebangkrutan. Karena Bank juga akan
dikenakan sanksi, seperti yang dialami oleh Citibank. Tidak boleh menambah nasabah baru
layanan Citigold, Citibank kini juga dilarang menawarkan kartu kredit.
Pembobolan uang nasabah yang melibatkan Malinda Dee dan teller nya di Citibank
sebenarnya bisa saja dicegah. Dimulai dengan memperketat pengawasan internal, untuk
mencegah oknum-oknum pegawai bank yang nakal. Untuk memperketat pengawasan tersebut
memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit, tetapi diharapkan dapat meminimalisir
terjadinya kasus pembobolan uang nasabah. Kemudian dengan memperketat perekrutan Sumber
Daya Manusia ( SDM ) perbankan sehingga yang diterima benar-benar yang mempunyai
kredibilitas tinggi. Tidak hanya dari sisi skill dan knowledge namun lebih penting dari itu
attitude, yang menyangkut kejujuran dan komitmen tinggi pada profesi bankir. Dan yang
selanjutnya Pemerintah harus mulai memperkuat penegakan hukum, membersihkan aparat atau
oknum-oknum penegak hukum yang masih dapat dengan mudah disuap. Lalu memperbaiki dua
kelemahan mendasar BI yaitu pengawasan dan koordinasi. Dua hal ini harus terus-menerus
diperbaiki karena selama ini dijadikan jalan bagi pembobol bank untuk beraksi. Atau dengan
mengadakan kerjasama dengan para provider seperti Telkomsel, Satelindo dll untuk
pengungkapan jaringan melalui mobile phone.

SUMBER

http://download.portalgaruda.org/article.php?article=69900&val=4879
http://alwiiniiaa.blogspot.com/2013/01/kasus-kejahatan-kerah-putih-white.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Bank_Century
http://www.britama.com/index.php/2013/05/sejarah-dan-profil-singkat-bcic/
http://arjunasupriyadi.blogspot.com/2011/12/city-bank.html

Anda mungkin juga menyukai