Anda di halaman 1dari 12

PERKEMBANGAN MASYARAKAT DESA DAN

KOTA DIBIDANG POLITIK EKONOMI, DAN


PENDIDIKAN

DI SUSUN OLEH :

NAMA : ALEXSIANA T. RONA


SEMESTER : 111 / A1
MATA KULIAH : PEKERJAAN SOSIAL

SEKOLAH TINGGI PEMBANGUNAN MASYARAKAT


(STPM ) SANTA URSULA ENDE
2015 / 2016
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Masyarakat setempat adalah istilah yang menunjuk pada warga-warga sebuah desa,
sebuah kota, atau sebuah suku suatu bangsa. Atau masyarakat setempat adalah suatu wilayah
kehidupan sosial yang ditandai oleh suatu derajat hubungan sosial yang tertentu. Masyarakat
pedesaan adalah masyarakat yang mempunyai hubungan lebih erat dan lebih mendalam
daripada hubungan mereka dengan warga masyarakat pedesaan lainnya. Masyarakat
pedesaan ialah masyarakat yang mendiami suatu wilayah tertentu yang ukurannya lebih kecil
dari wilayah kota. Masyarakat desa adaah bentuk persekutuan abadi antara manusia dan
institusinya dalam wilayah setempat yaitu tempat mereka tinggal di rumah-rumah pertanian
yang tersebar dan di kampung yang biasanya menjadi pusat kegiatan bersama. Masyarakat
perkotaan adalah masyarakat yang sebagian besar warganya mempunyai orientasi nilai
budaya yang terarah ke kehidupan dalam peradaban dunia masa kini.
Dalam bidang ekonomi masyarakat desa cenderung pada pertanian, atau mengolah lahan.
Dalam bidang ekonomi masyarakat lebih luas dibanding dengan desa. Dalam hal politik
Masyarakat kota lebih maju dibanding dengan masyarakat desa, dalam bidang pendidikan
masyarakat kota leboih maju karena mempunyai berbagai jaringan yang luas dan berbagai
fasilitas yang lengkap karena pengaruh perkembangan yang ada.

B. Rumusan Masalah
Dalam makalah ini terdapat beberapa penjabaran materi dari latar belakang diatas.
Diantaranya yaitu
1. Apa pengertian masyarakat setempat, masyarakat pedesaan dan masyarakat
perkotaan?
2. Bagaimana Masyrakat Pedesaan dalam bidang politik, ekonomi dan pendidikan?.
3. Bagaimana Masyrakat Perkotaan dalam bidang politik, ekonomi dan pendidikan?
C. Tujuan
Makalah ini kami susun guna untuk mengetahui pengertian masyarakat setempat,
masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan, hingga mengetahui bagaimana kondisi
Masyrakat Pedesaan dan kota dalam bidang politik, ekonomi dan pendidikan.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Masyarakat

1. Masyarakat setempat
suatu wilayah kehidupan sosial yang ditandai oleh suatu derajat hubungan sosial yang
tertentu.
2. Masyarakat pedesaan
Masyarakat pedesaan ialah masyarakat yang mendiami suatu wilayah tertentu yang
ukurannya lebih kecil dari wilayah kota. Masyarakat desa adalah bentuk persekutuan abadi
antara manusia dan institusinya dalam wilayah setempat yaitu tempat mereka tinggal di
rumah-rumah pertanian yang tersebar dan di kampung yang biasanya menjadi pusat kegiatan
bersama.
a. Ciri-Ciri Masyarakat Desa
Roucek Warren
Ciri-ciri desa adalah :
Kelompok primer merupakan kelompok dominan
Hubungan antarwarga bersfiat akrab dan awet
Homogen dalam berbagi aspeknya
Mobilitas sosial rendah
Keluarga lebih dilihat fungsinya secara ekonomis sebagai unit produksi
Proporsi anak lebih besar
Mayor Polak
Bersifat kekeluargaan
Bersifat koeltif dalam pembagian dan pengerjaan tanah
Bersifat kesatuan ekonomis, yaitu dapat memenuhi kebutuhan sendiri (subsistens
Jumlah penduduk kecil
Sebagian besar penduduk dari pertanian
Dikuasai alam
Homogen
Mobilitas rendah
Hubungan intim
Sebagian besar penduduk hidup dari pertanian
Dikuasai alam
Homogen
Mobilitas rendah
Hubungan intim
b. Tipologi Perkembangan Desa
Perkembangan desa mengikuti pola sebagai berikut :
1. Desa Tradisional (Pradesa)
Pada masyarakat suku terasing yang masih bergantung pada alam (cara bercocok tanam,
cara memasak makanan, cara pemeliharaan kesehatan) kondisi masyarakat relatif statis
tradisional masyarakat tergantung pada keterampilan dan kemampuan pemimpin (kepala
suku).
2. Desa Swadaya
Sudah mampu mengolah alam untuk mencukup kebutuhan sendiri sudah mengenal sistem
iritasi sehingga tidak tergantung curah hujan.
3. Desa Swakarsa (Desa peralihan)
Sudah menuju ke arah kemajuan benih-benih demokrasi sudah mulai tumbuh 9tidak lagi
tergantung pada pemimpin) mobilitas sosial sudah mulai ada baik vertikal maupun horizontal.
4. Desa Swasembada
Masyarakat sudah tergolong maju sudah mengenal mekanisasi dan teknologi ilmiah
partisipasi masyarakat dalam bidang pembangunan sudah efektif.
3. Masyarakat Perkotaan
Masyarakat perkotaan adalah masyarakat yang sebagian besar warganya mempunyai orientasi
nilai budaya yang terarah ke kehidupan dalam peradaban dunia masa kini.
a. Ciri Ciri Kehidupan Masyarakat Kota Sebagai berikut :
Pembagian kerja sudah terspesialisasi dengan jelas
Organisasi sosial lebih berdasar pada pekerjaan dan kelas sosial daripada
kekeluargaa
Lembaga pemerintahan lebih maju berdasar teritoritum daripada kekeluargaan
Terdapat sistem perdagangan dan pertukaran
Mempunyai sarana komunikasi dan telekomunikasi yang lengkap
Berteknologi yang rasional.
b. Ciri-ciri masyarakat kota menurut Talcott Parson antara lain :
Netralitas efektif, memperhatikan sikap netral, mulai sikap acuh tak acuh sampai
tidak memperdulikan jika menurut pendapatnya tidak ada sangkut paut dengan
kepentingan pribadinya.
Orientasi diri, menonjolkan kepentingan pribadi dan tidak segan-segan menentang
jika dirasa tidak cocok atau diasakan melanggar kepentingannya
Universalisme, berpikir objektif, menerima segala sesuatu secara objektif
Prestasi, suka mengejar prestasi, karena prestasi mendorong orang terus maju.
Spesifitas, menujukkan sesuatu yang jelas dan tegas dalam hubungan antara pribadi,
maksudnya niat dinyatakan secara langsung (to the point).

B. Masyrakat Pedesaan dalam bidang politik, ekonomi dan pendidikan


1. Politik
Pendidikan politik terhadap warga desa merupakan salah satu alternatif proses
demokratisasi di negara kita karena melalui cara inilah mereka menyadari bahwa demokrasi
merupakan salah satu alat atau sarana yang efektif dan efesien bagi pewujudan kesejahteraan
di setiap aspek kehidupan masyarakat desa. Demikian yang disampaikan oleh Ketua
Program Studi Ilmu Politik FISIP UNSIL, Akhmad Satori, S.IP., M.SI dalami Seminar
dengan tema Pendidikan Politik Bagi Masyarakat Desa yang diadakan pada hari Kamis, 24
Februari 2011 di Balai Desa Cigunung Kecamatan Parung Ponteng Kabupaten Tasikmalaya.
Pemahaman yang keliru terhadap politik dalam masyarakat desa, menyebabkan
rendahnya tingkat partisipasi politik di tingkat grassroot (desa), hal ini sangat rawan untuk
dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan politik untuk memobilisasi
masyarakat demi kepentingan mereka. Selain itu sikap skeptik masyarakat desa yang
menganggap bahwa politik diasumsikan dengan sesuatu yang kotor dan kejam dan perasaan
bahwa politik bukan bidang mereka adalah faktor yang menghambat kemajuan masyarakat
desa, baik secara ekonomi maupun sosial politik.
Oleh karenanya, Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang politik, dan
akhirnya masyarakat dapat berpartisipasi dalam kegiatan politik secara maksimal, maka salah
satu upaya adalah melalui Pendidikan politik, pendidikan politik bisa dilakukan dengan
berbagai macam cara, salah satunya dengan memaksimalkan peranan forum warga baik yang
berbasiskan batas administratif seperti forum RT, RW, rembug desa; maupun yang berbasis
pada kelembagaan dan komunitas seperti karang taruna, PKK, kelompok shalawatan,
kelompok pengajian, kelompok tani, kelompok pedagang, kelompok peternak, dll. Semua
forum warga ini bisa menjadi media efektif bagi upaya pendidikan politik warga desa.

2. Ekonomi
Daerah pedesaan di Jawa Tengah merupakan wilayah yang memiliki potensi alam yang
besar, akan tetapi potensi yang besar itu hanya sebagian kecil yang telah dikembangkan
menjadi aktivitas perekonomian. Penduduk pedesaan Jawa Tengah lebih banyak tertuju pada
sektor primer, sehingga lebih banyak kegiatan mengolah tanah untuk kegiatan pertanian.
Sementara produksi alam lainnya belum banyak dimanfaatkan, kondisi ini menyebabkan
besarnya ketergantungan masyarakat kepada keadaan alam. Suatu desa memiliki tanah yang
subur dengan pengairan yang lebih, maka dapat dipastikan kalau secara ekonomi penduduk
desa itu ekonominya lebih baik. Sebaliknya apabila lingkungan alamnya kurang menunjang,
pertaniannya kurang subur, maka ekonomi penduduk desa dapat dipastikan sebagian
masyarakat desa masih hidup dalam kemiskinan dan keterbelakangan
Penyebab dari permasalahan (kemiskinan) adalah kondisi alam desa dan manusianya
sendiri. Secara geografis kondisi suatu desa, tanahnya subur tetapi belum diolah secara
maksimal karena penduduknya yang jarang dan berpindah-pindah. Ada juga suatu desa yang
kurang subur tetapi penduduknya padat sehingga menimbulkan berbagai permasalahan. Dari
berbagai permasalahan yang kompleks, pemerintah berusaha mengatasi permasalahan
tersebut dengan tujuan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi di pedesaan,
disamping mengurangi kesenjangan sosial antara masyarakat desa dengan masyarakat kota.
Pembangunan itu sendiri merupakan rangkaian usaha pertumbuhan dan perubahan berencana
yang dilakukan secara sadar oleh masyarakat bersama pemerintah menuju modernisasi dalam
rangka pembinaan bangsa.
Masyarakat desa dalam kehidupan sehari-harinya menggantungkan pada alam. Alam
merupakan segalanya bagi penduduk desa, karena alam memberikan apa yang dibutuhkan
manusia bagi kehidupannya. Mereka mengolah alam dengan peralatan yang sederhana untuk
dipetik hasilnya guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alam juga digunakan untuk tempat
tinggal. Seperti diketahui masyarakat pedesaan sering diidentikkan sebagai masyarakat
agraris, yaitu masyarakat yang kegiatan ekonominya terpusat pada pertanian. Sektor ini
belum bisa melahirkan bermacam pekerjaan, untuk itu mereka tidak bisa mengandalkan
pendapatan dari hasil pertanian. Sektor ini merupakan sektor penting dalam perekonomian
kebanyakan negara berkembang. Hal ini dapat dilihat pada peranannya dalam menciptakan
pendapatan nasional, walaupun besar peranan sektor pertanian di negara berkembang pada
taraf permulaan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Namun perhatian pemerintah
untuk mengadakan perubahan dibidang perikanan sangat terbatas. Ada kecenderungan untuk
mengabaikan sektor ini hal ini bersumber pada pandangan yang meragukan kemampuan
sektor perikanan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi.
Pemerintah menitikberatkan pembangunan pada sektor ekonomi khususnya ekonomi
pertanian dengan tujuan meningkatkan produksi pertanian dan perekonomian masyarakat
sekaligus peningkatan pembangunan desa dalam bidang kependudukan ditekankan sekecil
mungkin angka kelahiran dengan keluarga berencana. Pembangunan pedesaan dilaksanakan
dalam rangka pembangunan manusia seutuhnya. Pembangunan pedesaan mencakup seluruh
aspek kehidupan masyarakat pedesaan yang terdiri dari berbagai sektor serta program yang
saling berkaitan. Pembangunan tersebut dilakukan oleh masyarakat dengan bimbingan dan
bantuan dari pemerintah melalui departemen dengan aparatnya di daerah. Selanjutnya
pembangunan pedesaan dilakukan untuk meletakkan dasar pembangunan nasional yang sehat
dan kuat. Pedesaan merupakan landasan ekonomi, politik budaya, serta pertahanan dan
keamanan.

3. Pendidikan
Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam mengelola dan
memanfaatkan sumberdaya lokal untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin.
Meningkatkan kemampuan dan ketrampilan serta aksesibilitas bagi kelompok pertanian,
peternakan, perikanan, perdagangan, kerajinan dan perempuan dalam mengaplikasikan
prinsip-prinsip agribisnis, agroindustri, pengelembagaan yang dapat memecahkan persoalan
yang dihadapi dengan mengoptimalkan potensi wilayah masing-masing.
Memberdayakan masyarakat agar mampu mengembangkan diri melalui inovasi-inovasi dan
dilakukan secara partisipatoris, yang pendekatan metodenya berorientasi pada kebutuhan
kelompok masyarakat sasaran.

C. Masyrakat Perkotaan dalam bidang politik, ekonomi dan pendidikan


1. Politik
Masyarakat politik adalah masyarakat yang sadar politik atau masyarakat yang
keikutsertaan hidup bernegara menjadi penting dalam kehidupannya sebagai warga Negara.
Perlu diingat bahwa tugas-tugas Negara bersifat menyeluruh dan kompleks, sehingga tanpa
dukungan positif dari seluruh warga Negara atau masyarakat, tugas-tugas Negara akan
banyak yang terbengkalai. Masyarakat politik yang terdiri dari elite politik dan massa politik
serta menjadi peserta rutin dalam kompetisi politik harus dibangun sebagai komponen
masyarakat yang memmpunyai etika politik dalam demokrasi. Mereka harus disadarkan
bahwa demokrasi bukan hanya kompetisi bebas dengan menggunakan partai-partai untuk
merebut jabatan pemerintahan, tetapi demokrasi juga adalah menghormati harkat martabat
hidup manusia dan membangun system politik, ekonomi, dan sosial yang berdikari. Ciri-ciri
masyarakat politik antara lain : Dengan sadar dan sukarela menggunakan hak pilihnya dalam
pemilu terutama hak pilih aktif. Bersifat kritis terhadap kebijakan yang dibuat oleh
pemerintah dengan sikap: Menerima sebagaimana adanya, Menolak dengan alas an tertentu,
atau Ada yang suka diam tanpa memberikan reaksi apa-apa, Memiliki komitmen kuat
terhadap partai politik yang menjadi pilihannya, Dalam penyelesaiannya suatu masalah lebih
suka dengan cara dialog atau musyawarah
2 Ekonomi
Karakteristik ekonomi masyarakat perkotaan
Masyarakatn di kota umumnya telah memiliki konsep perekonomian yang baik dan
memadai. Hal ini terwujud karena di perkotaan telah memiliki fasilitas, serta sarana dan
prasarana yang mendukung proses berjalanya suatu aktifitas perekonomian masyarakat
perkotaan. Kestabilan ekonomi di daerah perkotaan sangat di pengarui oleh kreatifitas
masyarakatnya, utamanya adalah pemerintah yang berperan dalam memberikan kebijakan
serta masyarakat sebagai pelaku sector ekonomi. Dalam memenuhi kebutuhan ekonominya,
masyarakat kota telah terbagi kedalam berbagai profesi, heterogen yakni di mulai dari
pemerintah, pegawai negri, pegawai swasta, buruh, petani serta para pekerja di bidang
tertentu lainya. Di kota di kenal berbagai instansi serta sarana umumyang berperan aktif
dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat kota, yakni seperti perbankan, koprasi
pegadaian, pasar , mall, dan lain-lain.Berdasarkan uraian diatas, maka sebenarnya kota telah
memiliki kesejateraan ekonomi yang baik walaupun pada kenyataanya masih ada masyarakat
yang tinggal di kota dan tergolong miskin. Namun jika di rata-ratakan secara umum, maka
kota telah berasil membangun fasilitas ekonomi dengan baik. Perencanaan pembangunan
ekonomi wilayah diharapkan dapat mewujudkan keadaan yang yang dimiliki oleh masyarakat
di wilayah tersebut. Keadaan yang berimbang berarti menekan adanya kesenjangan
antardaerah, kelompok dan golongan masyarakat. Pembangunan wilayah yang berimbang
mengimplikasikan pertumbuhan yang merata di daerah yang berbeda. Namun hal ini bukan
berarti bahwa setiap daerah dibangun dengan cara yang sama atau dengan pola
pengembangan ekonomi serta industri yang sama. Pembangunan yang tidak berimbang
disebabkan oleh faktor-faktor geografi, sejarah, politik, kebijakan pemerintah, administrasi
dan sosial ekonomi.Pembangunan yang berkelanjutan adalah suatu keadaan dimana
pembangunan tidak menyebabkan keadaan yang semakin memburuk dari waktu ke waktu.
Konsep ini menerapkan konsep waktu yang tidak terbatas tetapi tujuan pemba-ngunan harus
dicapai pada batas waktu tertentu. Untuk mencapai keadaan ini, di masa yang akan datang
harus sehingga memiliki nilai yang sama dengan saat sekarang. Pembangunan yang
berkelanjutan meng-isyaratkan tingkat perubahan pembangunan (rate of change of
development) yang bernilai positif sepanjang waktu.
3. Pendidikan
Pola pikir akan pendidikan antara masyarakat perkotaan dengan pegunungan jelas berbeda.
Hal ini diperkuat dengan kondisi geografis antar keduanya. Di perkotaan yang cenderung
berada di dataran rendah sedangkan pegunungan umumnya di daerah dataran tinggi.
Perbedaan geografis ini berpengaruh terhadap kecenderungan orang tua untuk
menyekolahkan anak-anaknya ke jenjang yang lebih tinggi.

BAB 111
PENUTUP

A. Kesimpulan
Masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang mempunyai hubungan lebih erat dan lebih
mendalam daripada hubungan mereka dengan warga masyarakat pedesaan lainnya.
Masyarakat pedesaan ialah masyarakat yang mendiami suatu wilayah tertentu yang
ukurannya lebih kecil dari wilayah kota. Masyarakat desa adalah bentuk persekutuan abadi
antara manusia dan institusinya dalam wilayah setempat yaitu tempat mereka tinggal di
rumah-rumah pertanian yang tersebar dan di kampung yang biasanya menjadi pusat kegiatan
bersama. Masyarakat perkotaan adalah masyarakat yang sebagian besar warganya
mempunyai orientasi nilai budaya yang terarah ke kehidupan dalam peradaban dunia masa
kini
Dalam bidang ekonomi masyarakat desa cenderung pada pertanian, atau mengolah lahan.
Dalam bidang ekonomi masyarakat lebih luas dibanding dengan desa. Dalam hal politik
Masyarakat kota lebih maju dibanding dengan masyarakat desa, dalam bidang pendidikan
masyarakat kota leboih maju karena mempunyai berbagai jaringan yang luas dan berbagai
fasilitas yang lengkap karena pengaruh perkembangan yang ada.

B. Saran
Dengan mempelajari sosiologi selain bisa mengetahui keadaan suatu masyarakat .
perkembangan masyarakat desa dan kota dibidang politik, ekonomi, dan pendidikan
merupakan cara yang baik dalam proses belajar. Oleh karena itu sebagai kaum pelajar kita
harus mengembangkannya dalam kehidupan sehari-hari.Pelajar adalah masyarakan yang
terpelajar. Yang dianggap sebagai kaum pelajar, karena mereka telah mengetahui apa
perkembangan masyarakat desa dan kota dibidang politik, ekonomi, dan pendidikan.

DAFTAR PUSTAKA

Soekanto, Soerjono. 1969. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Universitas Indonosia.

Anwar, Affendi. 2002. Kumpulan Materi Kuliah PWD-IPB 2002-2004. Bogor:


Program Studi PWD-IPB.
Axelord, Robert. 1997. The Complexity Of Coorperation. New jersey: Princetown
University Press.

BPS,Bappenas dan UNDP. 2000. Menuju Konsensus baru Demokrasi dan


Pembangunan Manusia di Indonesia. Jakarta
.