Anda di halaman 1dari 8

Jurnal UNIERA Volume 3 Nomor 1; ISSN 2086-0404 FEBRUARI

2014

Kegagalan Modernisasi Pembangunan di Indonesia


(Sebuah Prespektif)

Sofjan Alizar Sam1


Sofjan_alizar@yahoo.com

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat bangsa


Indonesia, seperti termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang telah
mencantumkan tujuan pembangunan nasionalnya. Keberhasilan pelaksanaan
pembangunan masyarakat sangat bergantung kepada peranan pemerintah dan
masyarakatnya. Keduanya harus mampu menciptakan sinergi. Tanpa melibatkan
masyarakat, pemerintah tidak akan dapat mencapai hasil pembangunan secara optimal.
Pembangunan hanya akan melahirkan produk-produk baru yang kurang berarti bagi
masyarakatnya, serta tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya. Kegagalan
pembangunan dapat dilacak dari the need for achievement dan Budaya Prilaku yang
dilandasi oleh nilai-nilai agama yang dianut dan dimiliki masyarakat Indonesia
termasuk para pejabat pemerintah.

Kata-kata Kunci : Kegagalan pembangunan, Modernisasi, Pemerintah.

1
Staf Pengajar pada Program Studi Administrasi Negara, FISIP Universitas Muhamadiyah Ternate.

Page | 105
Jurnal UNIERA Volume 3 Nomor 1; ISSN 2086-0404 FEBRUARI
2014

strategi pembangunan ini penting


Pendahuluan karena akan menentukan dimana peran
pemerintah dan dimana peran
Pembangunan merupakan bentuk masyarakat, sehingga kedua pihak
perubahan sosial yang terarah dan mampu berperan secara optimal dan
berencana melalui berbagai macam sinergis.
kebijakan yang bertujuan untuk
meningkatkan taraf kehidupan Selain dengan amanat yang
masyarakat. Bangsa Indonesia, seperti diemban dalam Undang-undang,
termaktub dalam pembukaan Undang- pembangunan dan pelaksanaannya
Undang Dasar 1945 telah harus berorientasi ke bawah dan
mencantumkan tujuan pembangunan melibatkan masyarakat luas, melalui
nasionalnya. Kesejahteraan masyarakat pemberian wewenang perencanaan dan
adalah suatu keadaan yang selalu pelaksanaan pembangunan di tingkat
menjadi cita-cita seluruh bangsa di daerah. Dengan cara ini pemerintah
dunia ini. Pembangunan secara makin mampu menyerap aspirasi
sederhana diartikan sebagai suatu masyarakat banyak, sehingga
perubahan tingkat kesejahteraan secara pembangunan yang dilaksanakan dapat
terukur dan alami. Perubahan tingkat memberdayakan dan memenuhi
kesejahteraan ditentukan oleh dimensi kebutuhan rakyat banyak.
ekonomi, politik dan hukum, sementara
perubahan alami ditentukan oleh siapa Rakyat harus menjadi pelaku
yang berperan dalam perubahan itu. dalam pembangunan, masyarakat perlu
dibina dan dipersiapkan untuk dapat
Keberhasilan pelaksanaan merumuskan sendiri permasalahan yang
pembangunan masyarakat sangat dihadapi, merencanakan langkah-
bergantung kepada peranan pemerintah langkah yang diperlukan, melaksanakan
dan masyarakatnya. Keduanya harus rencana yang telah diprogramkan,
mampu menciptakan sinegri. Tanpa menikmati produk yang dihasilkan dan
melibatkan masyarakat, pemerintah melestarikan program yang telah
tidak akan dapat mencapai hasil dirumuskan dan dilaksanakan. Soetomo
pembangunan secara optimal. (2006: 56) menjelaskan bahwa,
Pembangunan hanya akan melahirkan pembangunan masyarakat dilihat dari
produk-produk baru yang kurang berarti mekanisme perubahan dalam rangka
bagi masyarakatnya, tidak sesuai mencapai tujuannya, kegiatan
dengan kebutuhan masyarakatnya. pembangunan masyarakat ada yang
mengutamakan dan memberikan
Demikian pula sebaliknya, tanpa penekanan pada bagaimana prosesnya
peran yang optimal dari pemerintah, sampai suatu hasil pembangunan dapat
pembangunan akan berjalan secara tidak terwujud, dan adapula yang lebih
teratur dan tidak terarah, yang akhirnya menekankan pada hasil material, dalam
akan menimbulkan permasalahan baru. pengertian proses dan mekanisme
Selain memerlukan keterlibatan perubahan untuk mencapai suatu hasil
masyarakat, pembangunan juga material tidak begitu dipersoalkan, yang
membutuhkan strategi yang tepat agar penting dalam waktu relatif singkat
dapat lebih efisien dari segi pembiayaan dapat dilihat hasilnya secara fisik.
dan efektif dari segi hasil. Pemilihan

Page | 106
Jurnal UNIERA Volume 3 Nomor 1; ISSN 2086-0404 FEBRUARI
2014

Pendekatan yang pertama Modernisasi dianggap tidak ubahnya


seringkali disebut sebagai pendekatan sebagai bentuk kolonialisme gaya baru,
yang mengutamakan proses dan lebih bahkan para ilmuwan menyebutkan
menekankan pada aspek manusianya, seolah musang berbulu domba.
sedangkan pendekatan yang kedua
disebut sebagai pendekatan yang Pembangunan ala modernisasi
mengutamakan hasil-hasil material dan tidak dapat lepas dari bantuan negara
lebih menekankan pada target. maju. Program bantuan berawal dari
kebijakan Marshall Plann yang diambil
Secara umum community oleh Amerika Serikat untuk
development adalah kegiatan membangun kembali Eropa Barat yang
pengembangan masyarakat yang lemah dalam hal ekonomi sebagai
dilakukan secara sistematis, terencana akibat dari Perang Dunia II. Pada masa
dan diarahkan untuk memperbesar akses ini, Amerika Serikat berhasil
masyarakat guna mencapai kondisi mengambil peran yang dominan dalam
sosial, ekonomi dan kualitas kehidupan percaturan ekonomi dan politik dunia.
yang lebih baik apabila dibandingkan Bantuan yang ditawarkan oleh Amerika
dengan kegiatan pembangunan juga mempunyai misi politik yaitu
berikutnya. Dengan dasar itulah maka untuk membendung kekuatan ideologi
pembangunan masyarakat secara umum komunis yang berkembang pesat.
ruang lingkup program-programnya
dapat dibagi berdasarkan kategori Terlebih lagi pada masa itu
sebagai berikut : (1) community service, banyak bermunculan negara-negara
(2) community empowering, dan (3) merdeka baru di Asia, Afrika dan
community relation (Rudito & Amerika Latin. Perang ideologi menjadi
Budimanta, 2003 : 29, 33). sebuah alasan bagi Amerika Serikat
untuk mencari sekutu baru dan
membendung kekuatan komunis.
Kemunculan negara maju setelah
Pembahasan Amerika Serikat menerapkan Marshall
Plan membawa dampak pada semakin
1. Kegagalan Bantuan Asing banyaknya negara donor yang bersedia
untuk memberikan bantuan kepada
Modernisasi menjadi sebuah negara miskin. Bantuan negara maju
model pembangunan yang berkembang tidak ubahnya sebagai bentuk
dengan pesat seiring keberhasilan kolonialisme gaya baru, yang
negara dunia kedua. Negara dunia menghegemoni negara miskin dan
ketiga juga tidak luput oleh sentuhan negara berkembang. Gejala bantuan
modernisasi ala barat tersebut. berbagai asing semakin meningkat tajam seiring
program bantuan dari negara maju tumbuhnya industri besar yang mampu
untuk negara dunia berkembang dengan memperkerjakan pekerja dan
mengatasnamakan sosial dan mengakumulasi modal dalam jumlah
kemanusiaan semakin meningkat yang besar. Terlebih lagi dengan
jumlahnya. Namun demikian kegagalan kegagalan negara miskin dalam
pembangunan ala modernisasi di negara melaksanakan pembangunan pasca
dunia ketiga menjadi sebuah pertanyaan kemerdekaannya.
serius untuk dijawab. Beberapa ilmuan
sosial dengan gencar menyerang Berbagai bantuan asing
modernisasi atas kegagalannya ini. berkembang melalui organisasi nasional

Page | 106
Jurnal UNIERA Volume 3 Nomor 1; ISSN 2086-0404 FEBRUARI
2014

maupun internasional untuk membantu pentingnya tingkat bunga yang jauh


berbagai program yang ditujukan untuk lebih rendah.
meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Program tersebut terkadang juga Namun kenyataan yang ada
diwujudkan dalam proyek-proyek menunjukkan bahwa dengan tingkat
pembangunan fisik untuk peningkatan bunga yang rendah tersebut, negara
kualitas hidup masyarakat negara miskin masih mengalami kesulitan
berkembang. Namun demikian, bantuan untuk membayar hutang luar negeri.
asing ini tidak lepas dari misi politik Beban hutang luar negeri semakin lama
negara maju. semakin besar dan menjadi ciri
tersendiri bagi pembangunan pada
Tekanan politik diberikan kepada negara dunia ketiga. Bantuan luar negeri
negara penerima bantuan yang dan invastasi swasta asing sebenarnya
diarahkan pada kepentingan ekonomi merupakan sebuah sinergi karena
dan politik dalam negeri negara maju. sebagian besar bantuan asing membawa
Negara-negara Eropa Barat berusaha keuntungan komersial bagi perusahaan
memperkokoh pengaruhnya pada bekas yang berada di negara donor. Berbagai
negara jajahan melalui program bantuan program pembangunan yang dilakukan
ini, sedangkan Amerika Serikat oleh negara miskin sebagian besar
memiliki kepentingan untuk tetap menggunakan tenaga ahli dan teknologi
mendominasi dalam percaturan dunia yang juga berasal dari negara donor.
internasional.
2. Motif Prestasi ; Mc Clelland dan
Bantuan antar pemerintah dalam Etika Protestan ; Max Weber
bentuk hutang luar negeri menjadi
sebuah pilihan rasional negara miskin Seperti diungkapkan di atas,
dibandingkan hutang dari pihak swasta bahwa pembangunan tidak lepas dari
melalui bank internasional yang lebih peran pemerintah sebagai lembaga
bersifat komersial dengan bunga yang resmi dalam melakukan pembangunan
relatif tinggi. Terdapat tiga ciri bantuan akan tetapi peran masyarakat juga
asing yang menyebabkan negara miskin menjadi sangat penting sebagai objek
lebih tertarik untuk mendapatkannya pembangunan. Masyarakat tidak hanya
dibandingkan dengan mencari investasi diperlakukan sebagai objek akan tetapi
swasta asing, yaitu : harus dilibatkan secara langsung dalam
rangkaian pembangunan, seperti
1. Bantuan asing tersebut dapat perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi
digunakan untuk pembangunan pembangunan. Dalam melakukan
sarana sosial yang secara ekonomi kegagalan bantuan asing terhadap
dianggap kurang menguntungkan pembangunan di Indonesia bisa
bagi investor. dilakukan pendekatan dengan teori
2. Bantuan asing lebih mudah dikontrol Motif Prestasi David Mc Clelland dan
oleh pemerintah untuk menjamin juga Teori Etika Protestas Max Weber.
kepastian penggunaannya sesuai
tujuan pemerintah. a. Motif Prestasi Mc Clelland
3. Bantuan asing dapat diperoleh dari
donor dalam berbagai bentuk dan Teori Motif Prestasi Mc Clelland
berbagai syarat yang dapat sering dianggap sebagai salah satu teori
dinegosiasikan dibandingkan dengan dan tokoh penting dalam teori
investasi swasta serta yang tak kalah modernisasi. Teori Mc Clelland

Page | 107
Jurnal UNIERA Volume 3 Nomor 1; ISSN 2086-0404 FEBRUARI
2014

berangkat dari perspektif psikologis dsb. Perhatian ditujukan pada orang-


sosial. Dalam bukunya The orang yang mempunyai Nach tinggi
Achievement Motive in Economic dan pengaruhnya dalam masyarakat.
Growth, Mc Clelland memberika dasar-
dasar tentang psikologi dan sikap Bagi Mc Clelland, Nach
manusia, kaitanyya dengan bagaimana sesungguhnya penyebab pertumbuhan
perubahan sosial terjadi. Dalam ekonomi di barat, sehingga Nach akan
perkembangan budaya, Mc Clelland selalu berkaitan dengan pertumbuhan
lebih melihat aspek pertumbuhan ekonomi. Dari studi tersebut Mc
ekonomi dimana saling mempengaruhi Clelland menemukan motive lain yang
dengan aspek budaya. Pertanyaan yang juga mempengaruhi pertumbuhan
perlu dijawab adalah mengapa beberapa ekonomi tepatnya menghalangi yakni
bangsa tumbuh secara pesat di bidang need for power dan need for affiliation.
ekonomi sementara bangsa yang lain
tidak ? Orientasi Nach sebagai landasan
tumbuhnya etos kerja bisa dibentuk dan
Umumnya pertumbuhan ekonomi ditularkan kepada setiap orang, maka
selalu dijelaskan dengan faktor untuk meningkatkan pertumbuhan
eksternal yakni faktor diluar dari ekonomi maka acheivement oriented
manusia itu sendiri. Akan tetapi bagi haruslah di kampanyekan kepada setiap
Mc Clelland persoalan pertumbuhan orang dengan cara pendidikan sejak
ekonomi lebih merupakan faktor dini. Disinilah peran keluarga sangat
internal yakni nilai-nilai dan motivasi memegang peranan penting.
yang mendorong untuk mengeksploitasi
peluang untuk meraih kesempatan, b. Etika Protestan : Max Weber
singkatnya dorongan internal untuk
membentuk dan merubah nasib sendiri. Teori weber mempersoalkan
masalah manusia yang dibentuk oleh
Alasan mengapa rakyat Dunia nilai-nilai budaya di sekitarnya,
Ketiga terbelakang menurut Mc khususnya nilai-nilai agama yakni peran
Clelland karena rendahnya need for agama sebagai faktor yang
achievement. Teori ini didasari pada menyebabkan munculnya kapitalisme di
studi Mc Clelland yang dilandasi oleh Eropa Barat dan Amerika Serikat.
teori psikoanalisis Freud. Mc Clelland Weber mencoba menjawab pertanyaan
melakukan study di Amerika yang mengapa beberapa negara di eropa dan
memfokuskan pada studi tentang Amerika serikat mengalami kemajuan
motivasi dengan mencatat impian atau ekonomi yang pesat dibawah sistem
khalayan orang dalam bentuk cerita. kapitalisme. Setelah melakukan analisis,
Kesimpulannya bahwa impian atau weber mencapai kesimpulan bahwa
khayalan ada kaitannya dengan salah satu penyebab utamanya adalah
dorongan dan perilaku dalam kehidupa apa yang disebutnya sebagai Etika
mereka yang dinamakan the need for Protestan
achievement (Nach) yakni nafsu untuk
bekerja secara baik, bekerja tidak demi Dalam etika protestan memiliki
pengakuan sosial atau gengsi, tetapi kepercayaan bahwa seseorang itu sudah
dorongan kerja demi memuaskan batin ditakdirkan sebelumnya untuk masuk
dari dalam. Bagi mereka yang surga atau neraka. Tetapi orang yang
mempunyai dorongan Nach tinggi akan bersangkutan tentu saja tidak
bekerja lebih keras, belajar lebih cepat, mengetahuinya. Karena itu mereka

Page | 108
Jurnal UNIERA Volume 3 Nomor 1; ISSN 2086-0404 FEBRUARI
2014

menjadi tidak tenang, menjadi cemas harus dimulai dengan penyerapan


karena ketidakjelasan nasibnya ini. aspirasi masyarakat.

Salah satu cara untuk mengetahui Penyerapan aspirasi masyarakat


apakah mereka akan masuk surga atau mensyaratkan bahwa masyarakat sudah
neraka adalah keberhasilan kerjanya di harus terlibat untuk mengetahui dan
dunia sekarang ini. Kalau seseorang mengevaluasi pembanguna selama ini,
berhasil dalam kerjanya didunia ini, sehingga masyarakat memiliki masukan
hampir dapat dipastikan bahwa dia terhadap perencanaan pembangunan
ditakdirkan untuk naik surga setelah dia yang tepat sesui dengan kebutuhan
mati nanti. Kalau kerjanya selalu gagal mereka. Dalam hal ini keterlibatan ini
di dunia, hampir dapat dipastikan bahwa sudah mengisyaratkan masyarakat harus
dia akan pergi ke neraka. memiliki budaya kerja dan motivasi
kerja yang tinggi.
Adanya kepercayaan ini membuat
orang-orang penganut agama protestan Infrastruktur pembangunan adalah
calvin bekerja keras untuk meraih segala yang mendukung perencanaan
kesuksesan. Mereka bekerja tanpa pembangunan yang berupa material.
pamrih, artinya mereka bekerja bukan Pembangunan di Indonesia salah satu
untuk mencari kekayaan material, hal yang menjadi sangat penting adalah
melainkan terutama untuk mengatasi modal atau pendanaan. Dengan
kecemasannya, inilah disebut dengan menggunakan idiologi pembangunan
Etika Protestan oleh Weber. Yakni cara modernisasi, maka selama ini Bangsa
kerja keras dan sungguh-sungguh lepas Indonesia melakukan pinjaman luar
dari imbalan material. Etika Protestan negeri sebagai investasi pembangunan.
inilah yang diakui sebagai faktor utama
tumbuhnya kapitalisme Eropa. Akan tetapi ironisnya, pinjaman
telah dilakukan, perencanaan telah
c. Analisis Kegagalan Bantuan Asing dibuat oleh pemerintah, pembangunan
dalam Pembangunan di Indonesia tetap tidak dapat
mensejahterahkan masyarakatnya dalam
Dalam pembangunan sekurang- artian mengalami kegagalan.Kegagalan
kurannya ada tiga faktor yang saling tersebut bisa dilacak pada masyarakat
mempengaruhi, yakni: perencanaan sebagai bagian penting dalam
pembangunan, infrastruktur pembangunan. Peranan masyarakat
pembangunan termasuk modal dan selama hanya sekedar objek
masyarakat sebagai objek pembangunan, padahal masyarakat
pembangunan. Perencanaan memiliki peranan penting dalam
pembangunan merupakan kebijakan keberhasilan pembangunan. Dimana
pemerintah yang seharusnya hasil dari masyarakatlah menjadi pelaku (subjek)
penyerapan aspirasi dari masyarakat. pembangunan sekaligus sebagai objek
Sebelumnya jika perencaaan pembangunan. Dimana keterlibatan
pembanguna bersifat Top-Down akan mereka menjadi penting.
tetapi dengan kelemahan gagalnya
pemerintahan dalam menangkap Kesadaran akan posisi penting
aspirasi masyarakat. Maka perencanaan dalam proses pembangunan haruslah
pembangunan haruslah bersifat Bottom- terbangun dalam masyarakat. Sebab
Up, dimana perencanaan pembangunan proses pembangunan mensyaratkan
kerja keras dari para pelaku

Page | 109
Jurnal UNIERA Volume 3 Nomor 1; ISSN 2086-0404 FEBRUARI
2014

pembangunan. Maka melakukan pembangunan yang berimplikasi pada


pembangunan dibutuhkan apa yang gagalnya pembangunan dalam
disebut oleh Mc Clelland Nach. mensejahterakan masyarakat, justru
Dimana Nach akan mendorong hanya mensejahterakan sebagian kecil
masyarakat untuk bekerja keras dalam masyarakat.
melakukan perencanaan dan
pengelolaan sumber daya infrastruktur
yang ada.
Penutup
Infrastruktur yang ada jika tidak
dikelolah dengan baik, walaupun Indonesia telah melakukan
infrastruktur tersebut tersedia secara pinjaman luar negeri untuk melakukan
lengkap. Pengelolaan infrastruktur proses pembangunan dalam negeri,
membutuhkan kecermatan, ketepatan akan tetapi proses pembangunan
dan perencanaan yang matang. Akan tersebut sampai sekarang mengalami
tetapi pengelolaan infrastrktur tidak kegagalan dengan indikator kemiskinan,
lepas dari prilaku budaya dari pengangguran dan kesejahtraan tidak
pengelola. tercapai. Maka menjadi pertanyaan apa
yang menjadi sebab kegagalan tersebut.
Bantuan asing sebagai pinjaman Kegagalan pembangunan dapat dilacak
yang diperuntukan pengelolaan dari The need for Achievement dan
pembangunan di Indonesia, jika tidak Budaya Prilaku yang dilandasi oleh
dikelolah dengan baik maka bantuan nilai-nilai agama yang dianut dan
tersebut tidak akan bisa dipakai dalam dimiliki masyarakat Indonesia termasuk
pembangunan di Indonesia. Maka para pejabat pemerintah.
pengelolaan tersebut tentunya berkaitan
dengan Nach dan budaya Lemahnya Nach yang dimiliki
pengelola.Kurangnya Nach yang oleh pelaku pembangunan (masyarakat
dimiliki oleh pelaku pembangunan dan pejabat pemerintah) menyebabkan
dalah hal ini masyarakat dan progres pembangunan yang menjadi
pemerintah, membuat progres lambat dan tidak dimilikinya Etika
pembangunan menjadi tidak berjalan Protestan (jika di Indonesia lebih pada
tidak baik. Progres yang lambat ajaran Islam) dalam mempengaruhi
ditambah dengan budaya kerja prilaku pejabat dan masyarakat di
masyarakat di Indonesia sangat rendah Indonesia justru menjadikan
seperti diinsyaratkan dalam etika infrastruktur pembangunan menjadi
protestan. Selain Nach yang kurang, objek korupsi yang pada akhirnya
proses pembangunan di Indonesia juga pembangunan mengalami kegagalan.
dipengaruhi moral para pelaku Moral pejabat menjadi faktor yang
pembangunan. Kenyataan yang ada sangat penting sebagai penyebab
adalah bantuan asing justru dikorupsi kegagalan pembangunan di Indoneisa.
untuk kepentingan pribadi. Jika dalam Budaya korupsi adalah bukti dari ketika
Etika Protestan, bekerja dilandasi oleh nilai-nilai agama tidak dijadikan sebagai
kepercayaan atas nilai-nilai agama, landasan dalam bekerja sebagaimana
maka pengelolaan pembangunan di Etika Protestan yang kemudian
Indonesia lepas dari nilai-nilai agama. membangun semangat kapitalisme di
Eropa.
Akibatnya prilaku yang tidak
bermoral mewarnai proses

Page | 110
Jurnal UNIERA Volume 3 Nomor 1; ISSN 2086-0404 FEBRUARI
2014

Jika nilai-nilai agama menjadi Daftar Pustaka


landasan dalam proses pembangunan,
maka nilai-nilai kejujuran, kepercayaan Budiman, Arief. 2002. Teori
dan kerja keras demi nilai agama Pembangunan Dunia Ketiga.
mewarnai proses pembangunan Gramedia. Jakarta.
sehingga tentunya kita tidak mendapati
lagi budaya korupsi terhadap bantuan- Faqih, Mansour, 2006. Runtuhnya Teori
bantuan asing dalam proses Pembangunan dan Globalisasi.
pembangunan di Indonesia. Maka untuk Pustaka Pelajar. Yogyakarta
melakukan perbaikan proses
pembangunan di Indonesia, maka Nach Khairuddin. 1992. Pembangunan
masyarakat Indonesia harus Masyarakat. Tinjauan Aspek;
ditingkatkan dan ajaran agama harus Sosiologi, Ekonomi, dan
menjadi faktor penting dalam Perencanaan. Liberty.
pembantukan prilaku atau budaya Yogyakarta.
pelaku pembangunan (masyarakat dan
pejabat) dalam proses pembangunan. Slamet, M. 2003. Membentuk Pola
Perilaku Manusia
Pembangunan. IPB. Press.
Bogor.

Soetomo, 2006. Strategi-Strategi


Pembangunan Masyarakat.
Pustaka Pelajar. Yogyakarta.

Page | 111