Anda di halaman 1dari 256

Memurnikan Aqidah

Dari Noda Kemusyrikan

MERAJUT
KALIMAH TAUHID

WAHAI REMAJA MUSLIM


BANGKITLAH UMMAT DARI
LUMPUR KESESATAN AQIDAH

Aisyah binti Muhammad Yusuf


Memurnikan Aqidah
Dari Noda Kemusyrikan

MERAJUT
KALIMAH TAUHID

WAHAI REMAJA MUSLIM


JAGALAH KEMURNIAN
AQIDAHMU

Aisyah binti Muhammad Yusuf


SERUAN PARA NABI DAN RASUL

Memurnikan Aqidah
Dari Noda Kemusyrikan

Oleh : Aisyah binti Muhammad Yusuf


Penyunting : Abdurrahman Alwani
Penerbit : BUKIT MERATUS PRESS
Jl. Raya Virga No.10
Komp.Bumi Cahaya Bintang
Banjarbaru
Cetakan I : / 2009
ISBN : . . . . . . . . . .

BUKIT MERATUS PRESS


Hanya kepada Engkaulah kami
menyembah dan hanya kepada
Engkaulah kami memohon
pertolongan
( Q . S Al Fatihah : 5 )

Katakanlah : Dialah Allah Yang


Maha Esa . Allah adalah Tuhan
yang bergantung kepada Nya
segala sesuatu
( Q . S Al Ikhlas : 1 2 )
Pengantar penerbit

Alhamdulillah , tiada sanjungan dan pujian yang


berhak diucapkan , selain kepada Allah SWT , Dzat
Yang Maha Kuasa lagi Maha Berkehendak ,
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah
kepada teladan kebaikan kita , Nabi Muhammad
SAW berserta keluarga , para sahabatnya dan ummat
pengikutnya sampai akhir zaman .
Buku ini memuat banyak firman - firman Allah
SWT dalam Al - Quran dengan harapan ia dapat
dijadikan Hujjah terhadap pendukung kemusyrikan
yang amat dimurkai Allah SWT . Kami berharap
semoga buku ini dapat membantu kaum muslimin
untuk lebih memahami hakekat dari pada
kemusyrikan yang sangat merusak tauhid dan
keimanan kepada Allah SWT .
Semoga bermanfaat .
Banjarbaru ,
Penerbit
Muqaddimah

Segala puji bagi Allah swt , kami memuji -


Nya, meminta pertolongan hanya kepada-Nya,
serta kepada-Nya kami berlindung dari
keburukan amal perbuatan diri kami .
Aku bersaksi bahwa tiada illah melainkan
Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad
adalah hamba dan utusan Allah.
Sholawat dan salam semoga selalu
tercurah kepada penutup nabi dan rasul ,
Muhammad saw , juga kepada keluarganya ,
sahabatnya dan semua orang-orang yang
mengikuti pimpinannya hingga hari akhirat .
Wa badu . . . .
Adalah kewajiban kita saat ini untuk
terus melipat gandakan usaha usaha
memperjelas titik tolak atau landasan tauhid
dalam Islam , dan kita melihat titik tolak yang
benar dalam memahami Aqidah Islam
haruslah dimulai dari proses berfikir, karena
berfikir adalah pendahuluan alami bagi setiap
amal, dan pemikiran yang betul akan sanggup
melahirkan Tauhid yang lurus atas bimbingan
wahyu Allah ( Al-Quran ) dan Sunnah
Rasulullah Saw ( Al-Hadts ) . Tauhid yang
lurus yang demikian ini akan membimbing
umat keluar dari krisis Aqidah yang merusak
Kami berharap dengan terbitnya risalah
kecil ini partisipasi dari pembaca kiranya
dapat memahami dan merenungkan dengan
akal fikiran yang jernih terhadap ayat ayat
Al-Quran dan Hadits yang telah kami muat
dalam risalah ini , adalah kebahagiaan bagi
kami bilamana risalah kecil ini mampu
menyingkap kekaburan kekaburan yang
selama ini menyelimuti aqidah umat Islam .
Tidak ada yang lebih utama dari kalimat
kebenaran selama ia berpijak kepada Al-
Quran dan Hadits Rasulullah Saw .
Ya Allah , Tunjukkanlah kepada kami
kebenaran itu sebagai kebenaran dan
berikanlah kami kekuatan untuk
mengikutinya, tunjukkanlah kepada kami
kebathilan itu sebagai kebathilan dan
berikanlah kami kekuatan untuk
menjauhinya .
Hanya kepada Allah kita minta petunjuk ,
kejelasan dan pertolongan , Ia Maha
Mendengar , Maha Mengetahui dan
mengabulkan doa hamba-Nya .

ORANG-ORANG YANG BERILMU


Firman Allah SWT : . . . Katakanlah :
Adakah sama orang-orang yang mengetahui
dengan orang-orang yang tidak mengetahui ?
sesungguhnya orang-orang yang berakallah
yang dapat menerima pelajaran ( QS.39:9 )

Perintah Allah
SWT yang
pertama
diwahyukan
kepada
Rasulullah SAW
untuk
disampaikan
kepada ummat -
nya adalah
perintah
membaca.

Bacalah ! dengan (menyebut) Nama Tuhanmu


yang menciptakan ( QS Al-Alaq : 1 )
Orang-Orang malas berfikir
untuk memahami ayat-ayat
Allah

Dan sesungguhnya kami jadikan untuk isi


neraka jahannam kebanyakan dari jin dan
manusia,mereka mempunyai hati tetapi tidak
dipergunakan untuk memahami ( ayat - ayat
Allah ) , dan mereka mempunyai mata
( tetapi ) tidak dipergunakan untuk melihat
tanda-tanda kekuasaan Allah , dan mereka
mempunyai telinga ( tetapi ) tidak
dipergunakan untuk mendengar ( ayat-ayat
Allah ). Mereka itu seperti binatang ternak
bahkan mereka lebih sesat lagi . Mereka
itulah orang - orang yang lalai .
( Q S.7:179 ) .
Atau apakah kamu mengira bahwa
kebanyakan mereka itu mendengar atau
memahami ?, mereka itu tiada lain hanyalah
seperti binatang ternak , bahkan mereka
lebih sesat jalannya ( dari binatang ternak )
( QS. 25 : 44 )
orang-orang yang tidak mau
menggunakan akal fikirannya
untuk mempelajari dan
memahami ayat ayat Allah
adalah seburuk buruk makhluk
Sesungguhnya binatang ( makhluk ) yang
seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah
orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak
mengerti apa-apapun . ( QS . 8 : 22 ) ,

Manusia diberi akal agar


berpengetahuan

Allah berfirman : hai Nuh , sesungguhnya


dia bukanlah termasuk keluargamu ( yang
dijanjikan akan diselamatkan ) sesungguhnya
(perbuatannya), perbuatan yang tidak baik.
Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku
sesuatu yang kamu tidak mengetahui
(hakekatnya), Sesungguhnya Aku memper-
ingatkan kepadamu supaya kamu jangan
termasuk orang - orang yang tidak
berpengetahuan . ( QS . 11 : 46 )

Akal sebagai pengikut al-Quran


Bukannya Al-Quran mengikuti
akal

Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab


itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-
orang yang ragu. ( Q S 2 : 147 )
Diwajibkan atas kamu berperang, padahal
berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci.
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia
amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu
menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk
bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak
mengetahui. ( Q S . 2 : 216 )

Dan orang-orang yang apabila diberi


peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka,
mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-
orang yang tuli dan buta.. ( Q..S 25 : 73 )
Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran
Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Qur'an), Kami
adakan baginya syaitan (yang menyesatkan)
maka syaitan itulah yang menjadi teman yang
selalu menyertainya.
Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-
benar menghalangi mereka dari jalan yang
benar dan mereka menyangka bahwa mereka
mendapat petunjuk . ( Q.S 43 : 36 37 )

Keutamaan menggunakan akal -


fikiran dan berilmu pengetahuan

Rasulullah SAW bersabda : Satu jam


bertafakur ( berfikir ) lebih baik dari pada
setahun beribadah
Kelebihan orang yang berilmu dari ahli
ibadah seperti kelebihanku dari orang-orang
yang paling hina diantara kalian .
Satu orang yang berilmu lebih dibenci
syaitan dari pada seribu ahli ibadah . ( Al-
Hadits )

Ilmu merupakan pemandu dan


penuntun setiap amal ibadah ,
dan setiap amal yang tidak atas
tuntunan ilmu tidaklah akan
memberi manfaat .

dikatakan oleh para salafusshaleh Siapa


yang beribadah kepada Allah tanpa didasari
ilmu , maka yang merusak lebih banyak dari
pada yang bermaslahat .

Diriwayatkan oleh Abu Daud At-Tirmidzi dari


Abu Darda r.a beliau berkata : aku pernah
mendengar Rasulullah SAW bersabda :
Barangsiapa meniti suatu jalan untuk
mencari ilmu , maka Allah SWT akan
memudahkan baginya ke Sorga , dan
sesungguhnya para malaikat benar-benar
merundukkan sayapnya ( berdoa ) karena
redha kepada orang yang mencari ilmu dan
sesungguhnya orang yang berilmu benar-
benar dimintakan ampunan dosa oleh siapa
yang ada dilangit dan yang ada dibumi ,
hingga ikan didalam air. Kelebihan orang
ber-ilmu atas ahli ibadah sepereti kelebihan
( cahaya ) rembulan atas seluruh bintang .
Sesungguhnya orang-orang ber-ilmu adalah
para pewaris nabi , dan para nabi tidak
mewariskan dinar tidak pula dirham , tapi
mereka mewariskan ilmu , siapa yang
mengambilnya maka dia telah mengambil
bagian yang banyak .
sesungguhnya setiap sifat
hamba yang dipuji Allah
SWT didalam Al-Quran
adalah merupakan buah
ilmu dan setiap celaan-Nya
adalah merupakan buah
kebodohan .

Abu Hurairah dan Abu Dzar berkata :


Satu bab ilmu yang kami pelajari lebih kami
sukai dari pada seribu rakaat shalat
nafilah , satu bab ilmu yang kami pelajari
baik yang diamalkan maupun yang tidak
diamalkan lebih kami sukai dari pada seratus
rakaat shalat nafilah lalu mereka berdua
berkata : kami pernah mendengar
Rasulullah SAW bersabda : Seandainya ajal
tiba , sementara orang yang berilmu dalam
keadaan seperti itu ( mempelajari ilmu )
maka dia mati syahid .
Abu Darda r.a berkata : Siapa yang
berpendapat bahwa pergi untuk untuk
mencari ilmu tidak sama dengan jihad ,
berarti akalnya perlu dicurigai , beliau
juga berkata : Orang yang berilmu dan
orang yang mencari ilmu merupakan dua
sekutu dalam pahala , sedangkan selain
keduanya adalah orang orang yang hina
yang tidak memiliki kebaikan .
Asy-SyafiI berkata : Tidak ada sesuatu
yang lebih baik setelah amal amal yang
fardhu selain mancari ilmu , beliau juga
berkata : Orang yang tidak menyukai
ilmu , tidak ada kebaikan padanya .

Apakah mereka tidak


memperhatikan Al-Quran ?
Maka apakah mereka tidak memperhatikan
Al-Quran ataukah hati mereka terkunci ?
( Q S . 47 : 24 )

Orang-orang yang berakal


mengambil pelajaran dari Al-
Quran

Ini adalah kitab yang Kami turunkan


kepadamu penuh dengan berkah, agar
mereka mempelajari ayat-ayat-Nya dan agar
orang-orang yang mempunyai akal dapat
mengambil pelajaran ( Q.S 38 : 29 )

Berkah bagi orang yang


mengikuti AlQuran .

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah


bahwa Rasulullah Saw bersabda : Al-
Quran itu yang memberi syafaat, yang
diterima syafaatnya , dan pembela yang
dibenarkan . Barangsiapa yang
menjadikannya dihadapannya maka ia akan
menuntunnya ke-surga , dan barang siapa
yang menjadikannya dibelakangnya maka ia
akan menggiringnya ke-neraka .
( H.R Ibnu Hibban. Berkata asy Syaikh al-Albani :
Shahih )
Jawaban orang-orang yang
fanatik terhadap tradisi

Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah


mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti
Rasul". Mereka menjawab: "Cukuplah untuk kami apa
yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya".
Dan apakah mereka akan mengikuti juga nenek moyang
mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak
mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat
petunjuk? . ( QS 5 : 104 )

Ikutilah al-Quran

Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu,


maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu
karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan
kitab itu (kepada orang kafir), dan menjadi pelajaran
bagi orang-orang yang beriman.
Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu
dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin
selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran
(daripadanya) . ( QS 7 : 23 )

Dan siapakah yang lebih benar perkataannya


daripada Allah?. ( Q S 4 : 122 )

Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk


oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah:
"Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampai -
kan (Al Qur'an)". Al Qur'an itu tidak lain hanyalah
peringatan untuk segala ummat. ( Q S 6 : 90 )
Allah SWT akan mengazab
orang yang mendahulukan
akalnya dari nash ( Al-
Quran dan Hadits ) , yang
memutuskan perkara karena
menganggap baik menurut
akal fikirannya saja ,
padahal belum tentu baik
dalam pandangan syariat
Allah SWT
Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab
Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya
(yang menerangi), yang dengan Kitab itu
diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh
nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah,
oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-
pendeta mereka, disebabkan mereka
diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan
mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu
janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi)
takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu
menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang
sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan
menurut apa yang diturunkan Allah, maka
mereka itu adalah orang-orang yang kafir.
( Q S 5 : 44 )
Demi Allah , Sesungguhnya Kami telah
mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-
umat sebelum kamu , tetapi syaitan
menjadikan umat-umat itu memandang baik
perbuatan mereka ( yang buruk ). Maka
syaitan menjadi pemimpin mereka dihari itu
dan bagi mereka azab yang pedih .
( QS.An-Nahl : 63 )
216. Diwajibkan atas kamu berperang,
padahal berperang itu adalah sesuatu yang
kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu,
padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi
(pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat
buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu
tidak mengetahui. ( Q S . 2 : 216 )

Dan demikianlah Kami membalas orang


yang melampaui batas dan tidak percaya
kepada ayat ayat Tuhannya , Dan
sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat
dan lebih kekal . ( QS . 20 : 127 )
Adapun orang-orang yang menyimpang
dari kebenaran , maka mereka menjadi kayu
api bagi nereka jahannam .
( Q S 72 : 15 )
Sabda Rasulullah SAW : Aku tinggalkan
pada kalian sesuatu yang jika kalian
berpegang dengannya tidak akan tersesat
selamanya , yaitu Kitabullah dan Sunnahku .
Sesungguhnya kebenaran itu adalah dari
Allah dan Rasul-Nya ( yaitu dengan bersandar
kan kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah
saw yang shahih ), bukannya menjadikan
pendapat / pemikiran orang banyak yang
menganggap kebiasaan / tradisi - tradisi nenek
moyang sebagai sumber kebenaran , atau
dengan cara
mencari - cari

pembenarannya dari al-Quran dan Sunnah


dengan tafsiran dan tawilan bathil untuk
membelokkan arah pemikiran dari petunjuk
jalan yang lurus kepada keganjilan-
keganjilan, , syubhat syubhat , serta seruan
seruan yang menyesatkan .

Al-Quran sebagai sember


Ilmu , sumber petunjuk dan
sumber kebenaran .

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan


Al-Quran untuk pelajaran , maka adakah
orang yang mengambil pelajaran?
( Q.S. 54 : 17 )

Kitab ( Al-Quran ) ini tidak ada keraguan


pada nya , petunjuk bagi mereka yang bertaqwa
(QS. 2 :2 )
Maha Suci Allah yang telah menurunkan
Al-Furqaan ( Al-Quran ) kepada hamba-Nya
agar dia memberi peringatan kepada seluruh
alam ( QS.25:1 ) .

Dan orang-orang yang apabila diberi


peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka ,
mereka tidaklah menghadapinya sebagaimana
orang-orang yang tuli dan buta . ( QS. 25:73 ).

Didalam risalah Quraanukum ayyuhal


muslimun Syaikh Ali Ath Thontowi memberi
kan gambaran tentang orang yang tidak mau
mengambil pelajaran dari Al-Quran dengan sebuah
cerita sebagai berikut :
Suatu ketika ada seorang lelaki yang sedang
asyik duduk membaca sebuah majalah , nampaknya
dia sangat serius sekali membolak balik halaman
majalahnya mulai dari halaman pertama hingga
halaman terakhir namun ketika ditanyakan
kepadanya : ada berita apa saja didalamnya ? ,
dia hanya menjawab : entahlah ! aku tidak tahu
isinya , karena memang aku sendiri tidak memahami
isi beritanya , aku hanya menikmati keindahan
gambar gambar yang ada didalamnya jawabnya

Nah , bagaimanakah pendapat anda atas orang -


orang yang setiap harinya membolak- balik Al-
Quran tanpa mau mengerti dan memahami
sedikitpun akan apa yang dibacanya melainkan
hanya bangga dengan keindahan irama lagu
bacaannya semata , alangkah malangnya nasib Al-
Quran ,
Diriwayatkan dari Ubaidak Maliki bahwa
Rasulullah pernah bersabda : Hai umat
Al-Quran ! Janganlah kamu meninggalkan
Al-Quran , bacalah ia secara teratur siang
dan malam , sebagaimana kamu
diperintahkan untuk membacanya .
Sampaikan dan sebar - kanlah Al-Quran ;
bacalah ia dengan suara yang baik ; dan
renungkanlah maknanya dan ajarannya agar
kamu dapat mengatur dan menghiasi
hidupmu dengan baik . Janganlah kamu
mengharapkan balasan dari bacaanmu itu di
dunia ini , karena kamu pasti akan
mendapatkan balasan di akhirat nanti .
( H R . Baihaqi )

* Allah SWT berfirman agar


kita bertaqwa dan taat
kepada Allah dan Rasul
Nya :
Wahai orang-orang yang beriman ,
bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-
benar taqwa , dan jangan sekali-kali kalian
mati kecuali sebagai seorang muslim
( Q . S Ali Imran : 102 ).

Katakanlah ( wahai Muhammad ) : Hai


manusia sesungguhnya aku adalah utusan
Allah kepadamu semua , Yaitu Allah yang
mempunyai kerajaan langit dan bumi , tidak
ada Tuhan ( yang berhak disembah ) selain
Dia . Yang menghidupkan dan mematikan ,
Maka berimanlah kamu kepada Allah dan
Rasul-Nya , Nabi yang ummi yang beriman
kepada Allah dan kepada kalimat kalimat
Nya ( kitab-kitab-Nya ) dan ikutilah dia
supaya kamu mendapat petunjuk .
( QS. 7 : 158 )

* Allah SWT memerintahkan


agar kita memperhatikan
ayat ayat Allah dan
mengikuti segala perintah-
Nya

Dan sesungguhnya kami jadikan untuk


isi neraka jahannam kebanyakan jin dan
manusia , mereka mempunyai hati, tetapi
tidak dipergunakannya untuk memahami
( ayat - ayat Allah ) dan mereka mempunyai
mata tetapi tidak dipergunakan untuk melihat
tanda tanda kekuasaan Allah , dan mereka
mempunyai telinga ( tetapi ) tidak diperguna
kan untuk mendengar ( ayat ayat Allah ) .
Mereka itu seperti binatang ternak , dan
bahkan mereka lebih sesat lagi , mereka
itulah orang - orang yang lalai
( Q . S Al Araaf : 179 )

Ini adalah sebuah kitab yang Kami


turunkan kepadamu penuh dengan berkah
supaya mereka memperhatikan ayat ayatnya
dan supaya mendapat pelajaran orang
orang yang mempunyai fikiran
( QS Shaad : 29 )
Al-Quran sebagai petunjuk

Kitab ( Al-Quran ) ini tidak ada keraguan


padanya , petunjuk bagi mereka yang
bertaqwa . ( Q.S 2 : 2 )

Maka apakah orang yang berpegang pada


keterangan yang datang dari Tuhannya sama
dengan orang yang ( syaitan ) menjadikan
dia memandang baik perbuatannya yang
buruk itu dan mengikuti hawa nafsunya ? .
( Q.S 47 : 14 )
Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab
(Al-Quran ) untuk menjelaskan segala
sesuatu dan petunjuk , serta rahmat dan
kabar gembira bagi orang-orang yang
berserah diri ( Q S . An-Nahl : 89 )

Katakanlah : Apakah akan Kami


beritahukan kepadamu tentang orang-orang
yang paling merugi perbuatannya? . yaitu
orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya
dalam kehidupan dunia ini , sedangkan
mereka menyangka bahwa mereka berbuat
sebaik-baiknya . Mereka itulah orang-orang
yang kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka
dan ( kufur terhadap ) perjumpaan dengan
Dia , maka hapuslah amal-amal mereka , dan
Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi
( amalan ) mereka pada hari kiamat
( Q..S 18 : 103 105 )

Dan Allah sekali kali tidak akan


menyesatkan suatu kaum , sesudah Allah
memberi petunjuk kepada mereka hingga
dijelaskan-Nya apa-apa yang harus mereka
jauhi . Sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui segala sesuatu . ( Q.S 9 :
115 )

Kebenaran itu dari Allah oleh


karena - nya jangan ingkari
ayatayat Al-Quran
Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu ,
sebab itu janganlah sekali-kali kamu
termasuk orang yang ragu ( QS . 2 : 147 )

Dan sesungguhnya Kami telah


menurunkan kepadamu ayaat ayat yang
jelas , dan tak ada yang ingkar kepadanya
melainkan orang orang yang fasik ( Q S .
2 : 99 )

Dan orang orang yang diberi ilmu


berpendapat bahwa wahyu yang diturunkan
kepadamu ( Muhammad ) dari Tuhanmu itulah
yang benar dan menunjuki manusia kepada
jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha
Terpuji . ( QS. 34 : 6 )

Allah memudahkan Al
Quran sebagai pelajaran .
Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan
Al-Quran untuk pelajaran , maka adakah
orang yang mengambil pelajaran ?
( Q S . 54 : 17 )

Mengingkari dan
mendustakan ayat-ayat Allah
adalah sebuah kezaliman.

Maka siapakah yang lebih zalim dari pada


orang yang mengada - adakan kedustaan
terhadap Allah atau mendustakan ayat ayat-
Nya . Sesungguhnya , tiadalah beruntung
orang orang yang berbuat dosa
( QS. 10 : 17 )
Sesungguhnya mereka telah mendustakan
yang hak ( Al-Quran ) tatkala telah sampai
kepada mereka, maka kelak akan sampai
kepada mereka ( kenyataan dari ) berita
berita yang selalu mereka perolok-olokkan.
( QS. 6 : 5 )

Kebinasaan orang-orang
yang mendustakan
( mengingkari ) ayat-ayat Al-
Quran .

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-


ayat Kami , nanti Kami akan menarik
mereka dengan berangsur-angsur kearah
kebinasaan , dengan cara yang tidak mereka
ketahui (QS 7 : 182 )

Orang orang yang malas


berfikir untuk memahami
ayat-ayat Allah memandang
baik perbuatannya yang
buruk dan mengikuti hawa
nafsu .

Maka apakah orang yang berpegang pada


keterangan yang datang dari Tuhannya sama
dengan orang yang ( syaitan ) menjadikan
dia memandang baik perbuatannya yang
buruk itu dan mengikuti hawa nafsunya ? .
( QS . 47 : 14 )
Kemudian kami jadikan kamu berada
diatas suatu syariat ( peraturan ) dari urusan
( agama ) itu , maka ikutilah syariat itu dan
janganlah kamu mengikut hawa nafsu orang-
orang yang tidak mengetahui. Sesungguhnya
mereka sekali-kali tidak dapat menolak dari
kamu sedikitpun dari ( siksa ) Allah .
( QS. 45 : 18 19 )
Orang orang yang malas
berfikir untuk memahami
ayat-ayat Allah
Mereka hanya mengikuti
prasangka .

Dan kebanyakan mereka tidaklah


mengikuti kecuali prasangka saja.,
Sesungguhnya persangkaan itu tidak
sedikitpun berguna mencapai kebenaran .
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa
yang mereka kerjakan ( QS . 10 : 36 )

Barangsiapa
yang berpaling
dari pengajaran
Tuhan Yang Maha Pemurah ( Al-Quran )
akan Kami adakan baginya syaitan (yang
menyesatkan ) , maka syaitan itulah yang
menjadi teman yang selalu menyertainya .
Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-
benar menghalangi mereka dari jalan yang
benar dan mereka menyangka bahwa mereka
mendapat petunjuk. ( Q S 43 : 36 -37 )
Orang-orang yang malas
memahami ayat-ayat Allah
mengukur baik dan buruk
perbuatannya dengan akal
fikirannya yang dangkal ,
bukannya dengan syariat
Allah

Diwajibkan atas kamu berperang,


padahal berperang itu adalah sesuatu yang
kamu benci. Boleh jadi kamu membenci
sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai
sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak
mengetahui. ( Q S . 2 : 216 )
Orang orang yang malas
meng -
gunakan akal fikiran untuk
memahami kandungan ayat-
ayat Allah menyangka ikut
orang banyak pasti berada
dalam kebenaran .

Dan jika kamu mengikuti kebanyakan


orang-orang dimuka bumi ini , niscaya
mereka akan menyesatkanmu dari jalan
Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti
persangkaan belaka dan mereka tidak lain
hanyalah berdusta ( terhadap Allah ) .
( Q.S 6 : 116 )

Fudhail bin Iyadh berkata ;


Ikutilah jalan jalan menuju petunjuk ,
jangan terpengaruh dengan sedikitnya orang
- orang yang menempuhnya , dan jauhilah
jalan jalan menuju kesesatan , jangan
terpedaya dengan banyaknya jumlah mereka

Orang orang yang malas


menggunakan akal fikiran
lebih suka mengikuti tradisi
leluhur dari bapak bapak
dan nenek moyang mereka
daripada mengikuti Al-
Quran dan Al-Hadits .

Apabila dikatakan kepada mereka : Mari


lah mengikuti apa yang diturunkan Allah
dan mengikuti Rasul , Mereka menjawab :
Cukuplah untuk kami apa yang kami
dapati bapak bapak kami mengerjakannya
. Dan apakah mereka akan mengikuti juga
nenek moyang mereka walaupun nenek
moyang mereka itu tidak mengetahui apa-
apa dan tidak pula mendapat petunjuk ? .
( QS. 5 : 104 )

Dan apabila mereka melakukan perbuatan


keji, mereka berkata : kami mendapati
nenek moyang kami mengerjakan yang
demikian itu , dan Allah menyuruh kami
mengerjakannya . Katakanlah: Sesungguhnya
Allah tidak menyuruh ( mengerjakan ) per -
buatan yang keji , mengapa kamu mengada
adakan terhadap Allah apa yang tidak
kamu ketahui
( QS. 7 : 28 )
Orang orang yang malas
berfikir untuk memahami
ayat ayat Allah akan
tersesat dari jalan jalan
Allah.

Atau apakah kamu mengira bahwa


kebanyakan mereka itu mendengar atau
memahami . Mereka itu tidak lain , hanyalah
seperti binatang ternak , bahkan mereka lebih
sesat jalannya ( dari binatang ternak itu )
( QS . 25 : 44 ).
Dikatakan lebih sesat daripada hewan karena
hewan berjalan berdasarkan instink / fitrah
yang diberikan Allah kepadanya , sedangkan
manusia yang malas menggunakan fikiran
dalam memahami ayat ayat Allah , maka ia
akan digiring oleh hawa nafsu dan egoisnya
menuju kepada kesesatan sebagaimana firman
Allah SWT :

Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka


hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka
(belaka ) , Dan siapakah yang lebih sesat
dari pada orang yang mengikuti hawa
nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk
dari Allah sedikitpun . Sesungguhnya Allah
tidak memberi petunjuk kepada orang-orang
yang zalim ( QS . 28 : 50 )
Dan sesungguhnya kami jadikan untuk isi
neraka jahannam kebanyakan dari jin dan
manusia, mereka mempunyai hati tetapi tidak
dipergunakan untuk memahami ( ayat - ayat
Allah ) , dan mereka mempunyai mata (tetapi)
tidak dipergunakan untuk melihat tanda-
tanda kekuasaan Allah , dan mereka
mempunyai telinga ( tetapi ) tidak
dipergunakan untuk mendengar ( ayat-ayat
Allah ). Mereka itu seperti binatang ternak
bahkan mereka lebih sesat lagi . Mereka
itulah orang - orang yang lalai . (Q
S.7:179 )
Mereka akan dimintai
pertanggung jawaban atas
perbuatan mereka itu.

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang


kamu tidak mempunyai pengetahuan
tentangnya , sesungguhnya pendengaran ,
penglihatan
dan hati
semua itu
akan dimintai
pertanggung
jawabannya
( QS. 17 : 36 )
Tetapi manusia suka
membantah dan
mengingkari ayat ayat
Al-Quran .

Dan sesungguhnya Kami telah


mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al-
Quran ini bermacam - macam
perumpamaan . Dan manusia adalah makhluk
yang paling banyak membantah ( Q.S 18
: 54 )
021. Dan siapakah yang lebih aniaya daripada
orang yang membuat-buat suatu kedustaan
terhadap Allah, atau mendustakan ayat-ayat-
Nya? Sesungguhnya orang-orang yang aniaya
itu tidak mendapat keberuntungan.

( Q S 6 : 21 )

Orang orang yang


menyembunyikan ayat ayat
Allah

Sesungguhnya orang-orang yang


menyembunyikan apa yang telah Kami
turunkan berupa keterangan keterangan
( yang jelas ) dan petunjuk , setelah Kami
menerangkannya kepada manusia dalam Al
Kitab , mereka itu dilaknati Allah dan
dilaknati ( pula ) oleh semua ( makhluk )
yang dapat melaknati . ( QS . 2 :
159 )

Orang-orang yang
mengabaikan
Al-Quran dan keluhan
Rasulullah

Dan ( ingatlah ) hari ( ketika itu ) orang


orang yang zalim mengigit dua tangannya
seraya berkata : Aduhai sekiranya ( dahulu )
aku mengambil jalan bersama Rasul. Celaka
besarlah bagiku , sekiranya aku ( dahulu )
tidak menjadikan sifulan itu teman akrabku ,
sesungguhnya dia telah menyesatkan aku
dari Al-Quran ketika Al-Quran itu telah
datang kepadaku , dan adalah syaitan itu
tidak mau menolong manusia . Berkata
Rasul: Ya Tuhanku , Sesungguhnya kaumku
menjadikan Al-Quran ini sesuatu yang tidak
diacuhkan ( Q S 25 : 27 30 )

Mereka yang melampaui


batas dan tidak percaya
kepada ayat-ayat Allah

Dan demikianlah Kami membalas orang


yang melampaui batas dan tidak percaya
kepada ayat-ayat Tuhannya . Dan
sesungguhnya azab di-akhirat itu lebih berat
dan lebih kekal . ( QS. 20 : 127 )

Renungkanlah firman Allah


SWT dibawah ini .

(Al Quran) ini adalah sebuah kitab


yang diturunkan kepadamu , maka janganlah
ada kesempitan didalam dadamu karenanya ,
supaya kamu memberi peringatan dengan
kitab itu ( kepada orang kafir ) dan menjadi
pelajaran bagi orang-orang yang beriman ,
ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari
Tuhanmu janganlah kamu mengikuti
pemimpin-pemimpin selain-Nya . Amatlah
sedikit kamu mengambil pelajaran ( dari
padanya ) ( Q S Al-Araaf : 2 3 )

Peringatan Allah SWT


bagi orang orang yang
berpaling dari ayat ayat
Al Quran .

Dan orang orang yang apabila diberi


peringatan dengan ayat- ayat Tuhan mereka ,
mereka tidaklah menghadapinya sebagaimana
orang-orang yang tuli dan buta .
( Q S Al-Furqaan : 73 )

Barangsiapa yang berpaling dari


pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah ( Al-
Quran ), Kami adakan baginya Syaitan
( yang menyesatkan ) , maka syaitan itulah
yang menjadi teman yang selalu menyertai
nya , dan sesungguhnya syaitan- syaitan itu
benar-benar menghalangi mereka dari jalan
yang benar sedangkan mereka menyangka
bahwa mereka mendapat petunjuk .
( Q S Az Zukhruf : 36 37 )

Dan barangsiapa berpaling dari peringatan


-Ku , maka sesungguhnya baginya penghidup
an yang sempit , dan Kami akan menghimpun
kannya pada hari kiamat dalam keadaan
buta . berkatalah ia : Ya Tuhanku mengapa
engkau menghimpunkan aku dalam keadaan
buta , padahal aku dahulunya adalah seorang
yang melihat ?. Allah berfirman :
Demikianlah , telah datang kepadamu ayat
ayat Kami , maka kamu melupakannya , dan
begitu ( pula ) pada hari ini kamu dilupakan .
Dan demikianlah kami membalas orang yang
melampaui batas dan tidak percaya kepada
ayat ayat Tuhan nya , dan sesungguhnya
azab diakhirat itu lebih berat dan lebih
kekal . Maka tidakkah menjadi petunjuk bagi
mereka ( kaum - musyrikin ) berapa
banyaknya Kami membinasakan umat-umat
sebelum mereka , padahal mereka berjalan
( dibekas bekas ) tempat tinggal umat-umat
itu ? Sesungguhnya pada yang demikian itu
terdapat tanda tanda bagi orang yang ber-
akal . ( Q S Thaahaa : 124 128 )
Orang-orang yang beriman dan mengerjakan
amalan saleh, kelak akan Kami masukkan ke
dalam surga yang mengalir sungai-sungai di
dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-
lamanya. Allah telah membuat suatu janji yang
benar. Dan siapakah yang lebih benar
perkataannya daripada Allah?
( Q S An Nisa : 122 )

Maka janganlah kamu ikuti orang-orang


yang mendustakan ( ayat-ayat Allah )
( QS. 68 : 8 )

Tanda orang yang mencintai


Rasulullah saw adalah dengan
selalu mempelajari dan
mengikuti
Al Quran
Rasulullah saw bersabda :
Kamu pelajarilah Kitab Allah SWT ( Al
Quran ) dan kamu ikutilah apa yang ada

didalamnya , maka didalamnya keselamatan


( H.R Abu Daud & An Nasai )

Mereka yang
menyombongkan diri
terhadap ayat-ayat Al-Quran
Sesungguhnya orang - orang yang
mendustakan ayat - ayat Kami dan
menyombongkan diri terhadapnya, sekali
kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu
pintu langit dan tidak ( pula ) mereka
masuk sorga , hingga unta masuk kelubang
jarum . Demikianlah Kami memberi
pembalasan kepada orang orang jang
berbuat
kejahatan.
( Q.S 7 : 40 )
Perintah untuk taat
kepada Allah dan Rasul
Nya

Wahai orang-orang yang beriman ,


bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah
perkataan yang benar , niscaya Allah akan
memperbaiki bagimu amal-amalmu dan
mengampuni bagimu dosa-dosamu, dan
barangsiapa mentaati Allah dan rasul-Nya ,
maka sesungguhnya dia mendapat
kemenangan yang besar ( Q . S Al
Ahzab : 70 71 ).
Hai orang-orang yang beriman, taatlah
kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah
kamu berpaling daripada-Nya , sedangkan
kamu mendengar ( perintah-perintah-Nya )
dan janganlah kamu menjadi seperti orang-
orang ( munafik ) yang berkata : Kami
mendengar- kan , padahal mereka tidak
mendengarkan
( mereka mendengarkan tetapi hati mereka
mengingkarinya ). Sesungguhnya seburuk-
buruk binatang ( makhluk ) disisi Allah ialah
orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak
menger ti apapun . ( Q . S Al Anfaal :
20 23 )

Dari Abu Hurairah , bahwasanya


Rasulullah Saw bersabda : Aku telah
tinggalkan dua hal pada kalian, yang kalian
tidak akan tersesat selamanya sesudah
( berpegang teguh ) kepada keduanya , yaitu
Kitabullah dan Sunnahku , dan kedua-duanya
tidak akan berpisah sehingga kedua-duanya
datang kepadaku ditelaga ( yaitu hari
kiamat )
( H.R al-Hakim , berkata asy Syaikh al-
Albani : Shahih )..

Dari Aisyah bahwasanya Rasulullah Saw


bersabda : Barangsiapa yang mengerjakan
sesuatu amal yang tidak ada syariat kami
diatasnya , maka ia tertolak .
(H.R al-Bukhari Muslim berkata Al-Albani :
Shahih )
Sesungguhnya , sebenar benar
perkataan adalah Kitabullah dan sebaik
baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad
SAW , seburuk buruk perkara adalah
perkara yang diada adakan , setiap perkara
yang diada adakan adalah bidah , setiap
perbuatan bidah adalah kesesatan , dan
setiap kesesatan akan menyeret pelakunya
kedalam neraka .
( Al Hadits )

Allah SWT dan Rasul-Nya telah


menegaskan bahwa cara yang
benar untuk dekat dengan Allah
telah diajarkan oleh Rasulullah
saw secara lengkap tanpa ada
yang tertinggal sedikitpun .

Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah


jelas kebenaran baginya , dan mengikuti jalan yang
bukan jalan orang orang mukmin , Kami biarkan
ia leluasa terhadap kesesatan yang telah
dikuasainya itu , dan Kami masukkan ia kedalam
Jahannam , dan Jahannam itu seburuk buruk tempat
kembali ( QS 4 : 115 )
At-Tabrani meriwayatkan sebuah hadits dengan sanad
shahih bahwa Rasulullah bersabda : Tidaklah aku
tinggalkan sesuatu yang mendekatkan kepada Allah
Taala , kecuali telah aku perintahkan kepadamu .
Dan tidaklah aku meninggalkan sesuatu yang
menjauhkanmu dari Allah Taala , melainkan aku
telah melarangmu .

Rasulullah SAW bersabda :


Hai sekalian manusia , tiadalah ada dari sesuatu
yang mendekatkan kamu sekalian kepada Sorga
dan menjauhkan kalian dari Neraka melainkan
telah aku perintahkan kepadamu dengannya . Dan
tidak ada dari sesuatu yang mendekatkan kamu
sekalian kepada Neraka dan menjauhkan kamu
sekalian dari Sorga melainkan sungguh telah aku
cegah kamu daripadanya .
( H . R Al Albaghawy ).
Dalam riwayat yang lain Rasulullah SAW
bersabda :
Tidaklah aku tinggalkan sesuatu dari apa-
apa yang telah Allah perintahkan kepada
kamu sekalian dengannya melainkan sungguh
telah aku perintahkan dengannya , dan
tidaklah aku tinggalkan sesuatu dari apa-apa
yang telah Allah larang kepadamu sekalian
daripadanya melainkan telah aku larang
kamu sekalian daripadanya .
( H R . Ibnu Abdil Bar ).

Dari Bilal bin Harits , bahwasanya


Rasulullah saw bersabda kepadanya :
Ketahuilah ! . Apa yang akan aku
ketahui wahai Rasulullah ? , tanya Bilal .
Ketahuilah wahai Bilal , sabda Rasulullah
lagi. Bilal berkata : Biarlah saya tahu Ya
Rasulullah , Kemudian Rasulullah saw
bersabda : Bahwa barangsiapa yang
menyemarakkan suatu sunnah dari sunnah-
sunnahku yang telah dilupakan sepeninggalku,
maka dia akan mendapat pahala
sebagaimana pahala orang yang
mengerjakan nya tanpa mengurangi
sedikitpun pahala mereka . Barangsiapa yang
membuat amalan baru yang sesat , maka
( perbuatan itu ) tidak akan diridhai Allah
dan Rasul Nya , dan dia akan mendapatkan
dosa orang yang mengerjakannya tanpa
mengurangi dosa-dosa manusia sedikitpun.
( H.R. Tirmidzi )
Dari Aisyah ra , beliau berkata : Rasulullah
saw bersabda : Barangsiapa yang membuat
amalan baru dalam urusan kita ini
(Agama ) , yang tidak kami contohkan , maka
hal itu tertolak didalam riwayat yang lain
disebutkan : Barangsiapa yang mengerjakan
suatu pekerjaan yang tidak kami kerjakan ,
maka pekerjaan itu tertolak
( HR. Bukhari dan Muslim )

Ambil-lah sunnah Rasulullah


Saw
Tinggalkan hal-hal baru
( amalan baru ) yang diada-
adakan .
Apa saja harta rampasan (fai-i) yang
diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang berasal
dari penduduk kota-kota maka adalah untuk
Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim,
orang-orang miskin dan orang-orang yang
dalam perjalanan, supaya harta itu jangan
hanya beredar di antara orang-orang kaya saja
di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul
kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang
dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan
bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya
Allah sangat keras hukuman-Nya.
( Q S AlHasyr : 7 ).

Berhati-hatilah terhadap
hadits dusta ( hadits palsu /
seludupan )
Rasulullah saw bersabda : Bila kamu
didatangi oleh salah satu hadits dariku ,
maka hendaklah dihidangkan / dihadapkan
kepada Kitabullah . Bila sesuai, maka terima
lah dan bilamana yang bertentangan , maka
tinggalkanlah ia
Dari Aisyah ra , beliau berkata : Rasulullah
bersabda : Barang siapa yang membuat
amalan baru dalam urusan kita ini
(Agama ) , yang tidak kami contohkan , maka
hal itu tertolak didalam riwayat yang lain
disebutkan : Barangsiapa yang mengerjakan
suatu pekerjaan yang tidak kami kerjakan ,
maka pekerjaan itu tertolak .
( H R . Bukhari dan Muslim )

Perintah mengikuti jejak


para Sahabat
( al khulafa ar rasyidin )
At Tirmidzi , Abu Daud dan lainnya me
riwayatkan dari Al-Irbadh , ia berkata ;
Pada suatu hari Rasulullah SAW shalat
mengimami kami , setelah selesai shalat
beliau menghadap kepada kami dan
menyampaikan nasehat yang membuat air
mata berlinang dan hati bergetar , lalu ada
salah seorang yang berkata ; Wahai
Rasulullah , sepertinya ini adalah nasehat
dari seorang yang hendak berpisah , apa
saja yang engkau wasiatkan kepada kami ?
maka beliau ( Rasulullah SAW ) bersabda :
Aku memberi nasehat kepada kalian agar
selalu bertaqwa kepada Allah ,
memperhatikan dan mentaati pemimpin
kalian meskipun ia seorang budak Habsyi ,
Sesungguhnya kelak siapa diantara kalian
yang hidup lama sepeninggalku , niscaya
akan melihat banyak perselisihan . Maka ,
hendaklah kalian selalu berpegang kepada
sunnahku dan sunnah al khulafa ar
rasyidin yang mendapat petunjuk . Peganglah
erat erat dan gigitlah kuat kuat dengan
gigi geraham kalian . jauhilah perkara
perkara baru ( yang diada adakan ) ,
karena setiap perkara baru ( yang diada
adakan ) adalah bidah , dan setiap bidah
adalah sesat . ( Hadits ini shahih ).

Rasulullah bersabda :
Sebaik baik umatku adalah yang se zaman
denganku , kemudian mereka yang datang
setelahnya . ( HR Bukhari Muslim )

Rasulullah saw bersabda : Bagi kamu


sunnahku dan sunnah para ( sahabatku )
Khulafa ur-Rasyidin ( HR . Abu Daud , Ibn
Majah , Ibn Hibban dan Tirmidzi ).
Dari Abdullah bin Masud r.a beliau berkata ;
Ikutilah jejak jejak kami , janganlah
kalian membuat sesuatu yang baru (
amalan baru) , karena kalian telah tercukupi
dalam agama kalian (dengan mengikuti jejak
kami itu ). ( Diriwayatkan oleh Al-Lalikai
1/86 ).

Abu Hurairah r.a berkata :


Rasulullah SAW telah mengajari kami
tentang segala sesuatu sampaipun cara
membuang hajat ( H R . Bukhari ).

Imam Malik bin Anas berkata :


Sesuatu yang pada zaman Rasulullah SAW
dan para sahabatnya bukan merupakan
Agama ( bagian Agama ) maka diapun pada
zaman sekarang bukan Agama ( bagian
Agama )

Abul `Aliyah pernah berkata : Tetaplah


kamu pada keadaan yang pertama , yang
pernah dikerjakan oleh para Sahabat
sebelum mereka berpecah belah

Hudzaifah ra , ia berkata : Setiap ibadah


yang tidak ditetapkan sebagai ibadah oleh
para sahabat Rasulullah saw , maka jangan
lah kamu menetapkannya sebagai ibadah ,
sebab yang awal tidak meninggalkan suatu
perkataanpun pada yang akhir . Maka dari
itu takutlah kamu kepada Allah dan ambillah
jalan orang orang sebelum kamu

Ibnu Umar ra berkata : Setiap Amalan baru


Adalah sesat , meskipun Amalan baru itu
dianggap
baik oleh
orang
banyak .
Abdullah ibnu umar ra juga berkata :
Wahai sekalian manusia , kamu akan
menciptakan sesuatu yang baru dan juga
akan diciptakan untukmu sesuatu yang baru .
Maka jika melihat sesuatu yang tidak
dikenal dalam al-Quran dan as-Sunnah ,
maka tetaplah kamu dan jangan berpisah
dengan perkara yang pertama .

Dari Qais bin Abu Hazim , bahwa pada


suatu hari Abu Bakar ra masuk ke rumah
seorang perempuan Bani Ahmas yang
bernama Zainab . Beliau melihat perempuan
tersebut tidak berkata kata . kemudian Abu
Bakar bertanya : mengapa perempuan itu ?
maka dikatakan : dia telah selesai
mengerjakan haji . maka Abu Bakar pun
berkata kepadanya : Berbicaralah ,
sesungguhnya apa yang engkau lakukan ini
tidak boleh dan ini merupakan pekerjaan
orang orang Jahiliyah .

Diriwayatkan oleh alBaihaqi dari Ibnu Abbas-


ra , bahwa dia berkata : Sesungguhnya
perkara yang dibenci oleh Allah adalah
Amalan Baru,dan sesungguhnya
merupakan bagian dari Amalan Baru
adalah ber itikaf ditempat shalat yang ada
didalam rumah rumah .
Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu anhuma dari
Nabi shallallahu alaihi wasallam beliau
bersabda:


:
:

Amma badu, sesungguhnya sebaik-baik
perkataan adalah Kitab Allah, dan sebaik-baik
tuntunan adalah tuntunan Muhammad, dan
sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan
dan setiap bidah adalah kesesatan. (HR.
Muslim: 6/242)
Fudhail bin Iyadh berkata ;
Ikutilah jalan jalan menuju petunjuk ,
jangan terpengaruh dengan sedikitnya orang
orang yang menempuhnya , dan jauhilah
jalan jalan menuju kesesatan , jangan
terpedaya dengan banyaknya jumlah mereka

Muhammad bin Aslam pernah berkata :


Barangsiapa
yang
menghormati
para pelaku
Amalan Baru
berarti dia
telah
membantu
merobohkan
Islam
Ajaran Agama Islam
sudah sempurna.

Allah Swt menurunkan syariat agama Islam


dalam keadaan telah sempurna . Ia tidak
membutuhkan penambahan ataupun
pengurangan . sebagaimana Firman Allah Swt :
Diharamkan bagimu (memakan) bangkai,
darah, daging babi, (daging hewan) yang
disembelih atas nama selain Allah, yang
tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang
ditanduk, dan yang diterkam binatang buas,
kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan
(diharamkan bagimu) yang disembelih untuk
berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi
nasib dengan anak panah, (mengundi nasib
dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada
hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk
(mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah
kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-
Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk
kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan
kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai
Islam itu jadi agama bagimu. Maka
barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa
sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
( Q.S al-Maidah : 3 )

Orang orang yang


membuat Amalan Baru
adalah para pengikut hawa
nafsu .

Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan


kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka
berilah keputusan (perkara) di antara manusia
dengan adil dan janganlah kamu mengikuti
hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan
kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-
orang yang sesat dari jalan Allah akan
mendapat azab yang berat, karena mereka
melupakan hari perhitungan.
( Q.S Shaad : 26 )
Rasulullah Saw bersabda : Hendaklah kalian
menjauhi perkara-perkara baru dalam agama
, karena sesungguhnya semua perkara baru
dalam agama adalah bidah, dan setiap
bidah adalah sesat ( H.R. Ahmad , Abu-
Daud , at-Tirmidzi dan Ibnu Majah )

Ibnul Qoyyim berkata : inilah sumber


kesesatan orang-orang yang tersesat dari
jalan yang lurus , dimana mereka menjadikan
perasaan ( hawa nafsu ) sebagai hakim.
Mereka berhukum kepada akal dan
perasaannya terhadap apa yang dibolehkan
dan yang dilarang , terhadap yang baik dan
yang buruk dan mereka menjadikan
perasaannya sebagai tolok ukur yang hak
dan yang bathil. Untuk itu mereka melempar
jauh-jauh Ilmu dan Nash . Dalam hal
tersebut mereka berhukum kepada perasaan ,
intuisi dan keadaan ( Madarijus Salikin,I :
494 )

Dalam perjalanan waktu


Agama dirusak oleh para
pengikut hawa nafsu .

Rasulullah saw
bersabda :
Sesungguhnya
Allah mengutus
bagi ummat ini
pada setiap
pangkal seratus
tahun seorang
yang
memperbaharui
( (memperbaiki ) baginya Agamanya . ( H R .
Al Hakim )
Allah Swt mencela orang-
orang taqlid pada tradisi
nenek moyang .

Allah Swt berfirman : Dan apabila


dikatakan kepada mereka ; ikutilah apa yang
telah diturunkan Allah. mereka menjawab : (
tidak) tetapi kami hanya mengikuti apa
yang telah kami dapati dari perbuatan nenek
moyang kami . ( apakah mereka akan
mengikuti juga ) walaupun nenek moyang
mereka itu tidak mengetahui apapun dan
tidak mendapat petunjuk ? ( Q.S 2 :
170 ).

Berhati-hatilah terhadap
orang yang suka memutar-
mutar lidahnya terhadap
ayat-ayat Allah

Firman Allah SWT : Sesungguhnya


diantara mereka ada segolongan orang yang
memutar-mutar lidahnya membaca al-Kitab,
supaya kamu menyangka yang dibacanya itu
sebagian dari al- Kitab, padahal ia bukan
dari al-Kitab. Dan mereka mengatakan : Ia
( yang dibacanya itu datang ) dari sisi
Allah. Padahal itu bukan dari sisi Allah ,
sedang mereka mengetahui. ( Q.S 3 : 78 )
Tidak mengagungkan Allah
sebagaimana mestinya

Dan mereka tidak mengagungkan Allah


dengan pengagungan yang semestinya padahal
bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada
hari kiamat dan langit digulung dengan tangan
kanan-Nya. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi
Dia dari apa yang mereka persekutukan.
( Q S 39 : 67 )
Allah tidak menyukai orang-
orang yang melampaui
batas

Berdoalah kepada Tuhanmu dengan


merendah diri dan suara yang lembut.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang
orang yang melampaui batas
( Q S 7 : 55 )

Dan sebutlah nama Tuhanmu dalam


hatimu dengan merendahkan diri dan rasa
takut , dan dengan tidak mengeraskan suara ,
diwaktu pagi dan petang , dan janganlah
kamu termasuk orang-orang yang lalai
( Q S 7 : 205 )

Diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asyari ra


bahwa Rasulullah bersabda : Hai semua
manusia , sayangilah dirimu , karena
sesungguh nya kalian tidak memanggil
( menyeru ) pada sesuatu yang pekak ( tuli )
atau jauh , sesungguhnya yang kamu panggil
atau seru itu sangat dekat dan Maha
Mendengar , bahkan lebih dekat kepada urat
lehermu .
( H.R
Bukhari dan
Muslim )
Membasmi kemusyrikan
adalah misi setiap Nabi dan
Rasul

Allah swt berfiman : Dan sesungguhnya


Kami telah mengutus Rasul pada tiap tiap
umat ( untuk menyerukan ) beribadahlah
kepada Allah ( saja ) dan jauhilah Thaghut
( sesuatu yang dipertuhankan ) itu , maka
diantara umat itu ada orang-orang yang
diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di
antaranya orang-orang yang telah pasti
kesesatan baginya . Maka berjalanlah kamu
dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana
kesudahan orang-orang yang mendustakan
(rasul-rasul ) . ( Q S 16 : 36 )

Dan Kami tidak mengutus seorang


rasulpun sebelum kamu , melainkan Kami
wahyukan kepadanya , Bahwasanya tidak ada
Tuhan (yang hak) melainkan Aku , maka
beribadahlah kalian semua kepada Ku .
( Q.S 21 : 25 )

Dan aku mengikuti agama bapak


bapakku yaitu Ibrahim , Ishaq dan Yaqub ,
tiadalah patut bagi kami ( para nabi )
mempersekutukan sesuatu apapun dengan
Allah. Yang demikian itu adalah dari
karunia Allah kepada kami dan kepada
manusia ( seluruhnya ) , tetapi kebanyakan
manusia itu tidak men-syukurinya .
( Q.S Yusuf : 38 )

Dan sesungguhnya telah diwahyukan


kepadamu dan kepada ( nabi-nabi ) yang
sebelum-mu : Jika kamu mempersekutukan
( Tuhan ) , niscaya akan hapuslah amal-mu
dan tentulah kamu termasuk orang yang
merugi. ( Q S . 39 : 65 )

Kemusyrikan pertama kali terjadi pada umat


dimasa nabi Nuh , kemudian Allah memerintahkan
Nabi Nuh untuk melarang mereka berbuat syirik ,
namun hanya sebagian dari mereka yang mentaati
sehingga Allah SWT menghancurkan mereka yang
masih dalam kemusyrikan dengan siksaan angin
topan . Setelah berlalu masa nabi Nuh , iblis kembali
menebarkan fitnah syirik kepada manusia , akan
tetapi Allah SWT terus mengutus para nabi dan
rasul , demikian terus berlangsung Allah mengutus
beberapa Nabi dan Rasuh , hingga akhirnya Allah
mengutus nabi penutup Muhammad SAW . Nabi
Muhammad pun berdawah mengajak kepada tauhid ,
memerangi orang-orang musyrik penyembah berhala
kaum jahiliyah . Namun setelah sekian waktu
berlalu kemusyrikan itu muncul kembali didalam
tubuh sebagian umat Islam , mereka kembali berdoa
dan menyeru kepada selain Allah , mereka menyeru
dan berdoa kepada arwah para orang-orang sholeh
sebagaimana kaum jahiliyah dimasa Rasulullah SAW
menyeru dan berdoa kepada patung - patung
berhala . dan jika ditanyakan kepada mereka
mengapakah kalian menyeru dan berdoa kepada
berhala-berhala itu , maka mereka berkata bahwa
berhala berhala itu hanyalah sebagai perantara
untuk menyampaikan keinginan mereka kepada
Allah , sebagaimana jawaban mereka dalam Al-
Quran :
Ingatlah , hanya kepunyaan Allah lah Agama
yang bersih ( dari syirik ) . Dan orang orang yang
mengambil pelindung ( penolong ) selain Allah
berkata : Kami tidak menyembah mereka ,
melainkan supaya mereka mendekatkan
(permohonan ) kami kepada Allah dengan sedekat
dekatnya . Sesungguhnya Allah akan memutuskan
diantara mereka tentang apa yang mereka berselisih
padanya . Sesungguhnya Allah tidak menunjuki
orang orang yang pendusta dan ingkar . ( Q S . 39
: 3 )

Memohon / meminta
( berdoa ) hanya kepada
Allah

Firman Allah swt :


Memohonlah ( berdoalah ) kamu kepada
Tuhanmu dengan merendahkan diri dan
suara yang lembut , sesungguhnya Allah tidak
menyukai orang orang yang melampaui
batas ( QS. 7 : 55 )

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya


kepada engkau tentang Aku , maka
sesungguhnya aku sangat dekat ( kepada
mereka ) , Aku perkenankan doa doa orang
orang yang mendoa apabila ia memohon
( meminta ) kepada-Ku . Oleh sebab itu
hendaklah mereka memenuhi ( seruan ) Ku
dan hendaklah mereka ber-iman kepada-Ku ,
mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk
.
( QS. 2 : 186 )

Dan Tuhanmu berfirman : Berdoalah


kepada-Ku , niscaya akan Ku-perkenankan
bagimu . Sesungguhnya orang-orang yang
menyombongkan diri dari menyembah-Ku
akan masuk neraka Jahannam dalam
keadaan hina dina . ( QS. 40 : 60 )
Hanya kepada
Engkau kami
menyembah
( beribadah ) dan
hanya kepada
Engkau kami
memohon ( meminta
) pertolongan
( QS . 1 : 5 )
Hanya Allah saja yang
diseru .

( tidak ), tetapi hanya Dia ( Allah ) lah yang


kamu seru , maka Dia menghilangkan
bahaya yang karenanya kamu ber-doa
kepada-Nya , jika Dia menghendaki , dan
kamu tinggalkan sembahan sembahan yang
kamu sekutukan (dengan Allah) . ( Q.S 7 :
40 )

Dan siapakah yang lebih sesat daripada


orang yang menyembah sembahan-sembahan
selain Allah yang tiada dapat memperkenankan
(do`a) nya sampai hari kiamat dan mereka lalai
dari (memperhatikan) do`a mereka?.
Dan apabila manusia dikumpulkan (pada
hari kiamat) niscaya sembahan-sembahan itu
menjadi musuh mereka dan mengingkari
pemujaan-pemujaan mereka.
( Q S Al-Ahqaaf : 5-6 )

Telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas


Radhiallahuanhu : Suatu hari saya berada
dibelakang Rasulullah SAW . Ia kemudian
bersabda kepadaku : Hai anak kecil ,
ingatlah Allah niscaya Allah akan
mengingatmu . Ingatlah Allah dan kamu
akan menemukan diri Nya di sampingmu ,
dan ketika engkau meminta sesuatu ,
mintalah kepada Nya , ketika engkau
meminta pertolongan , mintalah hanya
kepada Nya , ketahuilah , sesungguhnya jika
seluruh manusia berkumpul untuk
memberikan sesuatu kemanfaatan kepadamu ,
niscaya mereka tidak akan mampu
memberikannya kecuali apa yang telah
dituliskan (ditetapkan ) Allah bagimu , dan
jika seluruh umat manusia berkumpul untuk
memberikan kemudharatan kepadamu ,
niscaya mereka tidak akan mampu berbuat
apapun kecuali apa yang telah dituliskan
Allah bagimu . Pena telah diangkat dan
buku catatan telah kering ( H R . Tirmidzi
)

Peringatan Rasulullah SAW


Rasulullah Saw bersabda : Barangsiapa
mati , sedang dia pernah berdoa ( menyeru
atau meminta ) kepada sesuatu sebagai
sekutu Allah , maka dia masuk neraka .
( H.R. Bukhari )
Doa adalah Ibadah

Rasulullah saw bersabda : Doa itu adalah


ibadah ( HR. Abu Daud dan Tirmidzi )

Doa itu otaknya ibadah


.
Rasulullh saw
bersabda : Doa
itu ,adalah otaknya
ibadah . ( HR.
Bukhari )

Meng-kias ( menyamakan ) al-


Khaliq sebagaimana makhluk

Orang-orang yang ber-tawassul dengan


arwah orang-orang sholeh untuk menyampai
kan hajad mereka kepada Allah Swt, telah
mempersamakan Allah SWT ( al-Khaliq )
sebagaimana Raja atau Presiden ( makhluk ) ,
yang jika seseorang berhajat untuk meminta
sesuatu kepada Raja atau Presiden tidak bisa
langsung , tetapi harus melalui perdana
menteri atau pembantu-pembantu yang
ditunjuk atau dipercaya . mereka menyamakan
ke -MahaKuasaan dan ke Agung - an Allah
Swt ( al-Kaliq ) sebagaimana Raja atau
Presiden di-dunia ini ( Makhluk ).
Firman Allah Swt :

(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia


menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri
pasangan-pasangan dan dari jenis binatang
ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-
Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu.
Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan
Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi
Maha Melihat. . ( QS. Asy-Syuura : 11 )

Maka janganlah kamu


mengadakan permisalan-
permisalan ( tandingan-
tandingan ) bagi Allah.
Sesungguhnya Allah
mengetahui, sedang
kamu tidak mengetahui .
( Q>S an Nahl : 74 )

Tuhannya orang-orang
musyrikin
pada masa jahiliyah adalah
Allah juga

Dan jika ditanyakan kepada mereka


siapakah Tuhan mereka . maka mereka akan
menjawab Allah .
Firman Allah Swt :

Dan sesungguhnya jika kamu bertanya


kepada mereka ( orang - orang musyrik itu )
: Siapakah yang menciptakan mereka ?
Niscaya mereka menjawab : ALLAH ,
maka bagaimanakah mereka dapat
dipalingkan ( QS . 43 : 87 )
Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada
mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan
bumi?" Tentu mereka akan menjawab : "Allah".
Katakanlah: "Segala puji bagi Allah"; tetapi
kebanyakan mereka tidak mengetahui ( Q.S
31 : 25 ).

084. Katakanlah: "Kepunyaan siapakah bumi ini, dan


semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?"
085. Mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah."
Katakanlah: "Maka apakah kamu tidak ingat?"
086. Katakanlah: "Siapakah Yang Empunya langit yang
tujuh dan Yang Empunya `Arsy yang besar?"
087. Mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah."
Katakanlah: "Maka apakah kamu tidak bertakwa?"
088. Katakanlah: "Siapakah yang di tangan-Nya berada
kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi,
tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab) -Nya,
jika kamu mengetahui?"
089. Mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah."
Katakanlah: "(Kalau demikian), maka dari jalan
manakah kamu ditipu?" ( Q.S 23 : 84 89 )
016. Katakanlah: "Siapakah Tuhan langit dan bumi?"
Jawabnya: "Allah." Katakanlah: "Maka patutkah kamu
mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah,
padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak
(pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri?".
Katakanlah: "Adakah sama orang buta dan yang dapat
melihat, atau samakah gelap gulita dan terang
benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu
bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya
sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan
mereka?" Katakanlah: "Allah adalah Pencipta segala
sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha
Perkasa".

Berhala-berhala itu hanya


perantara ( wasilah )

Ingatlah , hanya kepunyaan Allah lah


Agama yang bersih ( dari syirik ) . Dan
orang orang yang mengambil pelindung
(penolong ) selain Allah berkata : Kami
tidak menyembah mereka , melainkan
supaya mereka mendekatkan ( permohonan )
kami kepada Allah dengan sedekat
dekatnya . Sesungguhnya Allah akan
memutuskan diantara mereka tentang apa
yang mereka berselisih padanya . Sesungguh
nya Allah tidak menunjuki orang orang
yang pendusta dan ingkar . ( Q S . 39 : 3 )

Memohon atau meminta


atau menyeru ( berdoa )
kepada selain Allah tidak
memberi manfaat .
Dan janganlah kamu menyeru / berdoa kepada
sesuatu selain daripada Allah , yaitu apa-apa yang
tidak memberi manfaat dan mudharat bagimu ,
sebab jira kamu berbuat (yang demikian itu ) , maka
sesungguhnya kamu termasuk orang orang yang
zhalim . Jika Allah berkehendak menimpakan
kemudharatan kepadamu , maka tidak ada seorang
pun yang mampu menghindarkannya kecuali Dia
sendiri , dan manakala Allah berkehendak
memberikan sesuatu kebaikkan bagi kamu , maka tak
seorangpun yang mampu menghambat karunia-Nya
itu . Dia memberi karunia bagi hamba-hamba yang
dikehendaki-Nya dan Dia maha Pengampun lagi
Maha Pengasih ( QS 10 : 106 107 )
Katakanlah : Apakah kita akan menyeru
( memohon dan meminta ) selain dari Allah ,
sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemanfaatan
kepada kita dan tidak ( pula ) mendatangkan
kemudharatan kepada kita dan ( apakah ) kita akan
dikembalikan kebelakang ( menjadi musyrik ),
sesudah Allah mem beri petunjuk kepada kita, seperti
orang yang telah disesatkan oleh syetan
dipesawangan yang menakut kan ; dalam keadaan
bingung , dia mempunyai kawan kawan yang
memanggilnya kepada jalan yang lurus
( dengan mengatakan ) : marilah ikuti kami .
Katakanlah : Sesungguhnya petunjuk Allah itulah
( yang sebenarnya ) petunjuk ; dan kita disuruh
agar berserah diri kepada Tuhan Semesta Alam .
( QS. 6 : 71 )

Jika kamu menyeru mereka , mereka tiada


mendengar seruanmu ; dan kalau mereka mendengar
, mereka tidak dapat memperkenankan
permintaanmu . Dan dihari kiamat mereka akan
mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada yang
dapat memberi kan keterangan kepadamu , sebagai
yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui
( QS . 35 : 14 )

Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-


Nya , Jika ( Allah ) Yang Maha Pemurah
menghendaki kemudharatan terhadapku niscaya
syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun
bagi diriku dan mereka tidak ( pula ) dapat
menyelamatkanku ( Q S , 36 : 23 )

Ya Tuhan kami , sesungguhnya barangsiapa yang


Engkau masukkan kedalam neraka , maka sungguh
telah Engkau hinakan ia , dan tidak ada bagi
orang-orang yang zhalim seorang penolongpun
( QS . 3 : 192 )

Diriwayatkan dari Abu


Hurairah ra berkata : sesungguhnya Rasulullah
saw bersabda : Apabila manusia meninggal dunia ,
maka terputuslah amal perbuatannya kecuali tiga
perkara : sedekah Jariyah , ilmu yang bermanfaat
dan anak yang saleh yang berdoa untuknya .
( H.R : Muslim dan at-Tirmidzi )
Allah tidak membutuhkan
pembantu

Katakanlah : Serulah mereka yang kamu anggap


( sebagai tuhan ) selain Allah , mereka tidak
memiliki ( kekuasaan ) seberat zarrahpun dilangit
dan dibumi , dan mereka tidak mempunyai suatu
sahampun dalam (penciptaan ) langit dan bumi dan
sekali kali tidak ada diantara mereka yang menjadi
pembantu bagi-Nya . ( Q S , Saba : 22 )

Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba


hamba Nya , dan mereka mempertakuti kamu dengan
( sembahan sembahan ) yang selain Allah ? dan
siapa yang disesatkan Allah maka tiada seorangpun
pemberi petunjuk baginya . Dan barang siapa yang
diberi petunjuk oleh Allah , maka tidak seorangpun
yang dapat menyesatkannya . Bukankah Allah Maha
Perkasa lagi mempunyai kekuasaan untuk meng-azab
? . ( Q S . 39 : 36 37 ).

Bahkan mereka mengambil pemberi syafaat selain


Allah . Katakanlah : Dan apakah (kamu mengambil
juga ) meskipun mereka tidak memiliki sesuatupun
dan tidak berakal ? Katakanlah : Hanya
kepunyaan Allah syafaat itu semuanya . Kepunyaan-
Nya kerajaan langit dan bumi . Kemudian kepada-
Nyalah kamu dikembalikan . Dan apabila hanya
nama Allah saja yang disebut , kesallah hati orang-
orang yang tidak beriman kepada kehidupan
akhirat ; dan apabila nama sembahan sembahan
selain Allah yang disebut , tiba-tiba mereka
bergirang hati.
( Q S . 39 : 43 45 )

Orang-
orang
musyrik
itu tidak

mengenal dan menghormati


Allah Swt sebagaimana
mestinya

. Dan mereka tidak menghormati Allah dengan


penghormatan yang semestinya dikala mereka
berkata: "Allah tidak menurunkan sesuatupun
kepada manusia". Katakanlah: "Siapakah yang
menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh
Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi
manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-
lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu
perlihatkan (sebagiannya) dan kamu
sembunyikan sebagian besarnya, padahal telah
diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-
bapak kamu tidak mengetahui (nya)?"
Katakanlah: "Allah-lah (yang
menurunkannya)", kemudian (sesudah kamu
menyampaikan Al -Qur'an kepada mereka),
biarkanlah mereka bermain-main dalam
kesesatannya..
( Q S 6 : 91 )
Mereka tidak mengenal Allah dengan sebenar-
benarnya. Sesungguhnya Allah benar-benar
Maha Kuat lagi Maha Perkasa. ( Q S 22 : 74 )

Mereka hanya menyangka -


nyangka

Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti


kecuali persangkaan saja., Sesungguhnya
persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk
mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah
Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan
( Q S 10 : 36 )
Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang
kamu dan bapak-bapak kamu mengada-
adakannya; Allah tidak menurunkan suatu
keteranganpun untuk (menyembah) nya. Mereka
tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-
sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa
nafsu mereka, dan sesungguhnya telah datang
petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka.
( Q S 53 : 23 )
Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al
Qur'an, sebagai kalimat yang benar dan adil.
Tidak ada yang dapat merobah-robah kalimat-
kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-
orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka
akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka
tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan
belaka, dan
mereka
tidak lain
hanyalah
berdusta
(terhadap
Allah).
Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih
mengetahui tentang orang yang tersesat dari
jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui tentang
orang-orang yang mendapat petunjuk.
( Q S 6 : 115 117 )

.
Allah maha mengetahui ,
Tak butuh perantara .
Tidakkah kamu perhatikan , bahwa
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa
yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi ,
tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang
melainkan Dia-lah yang ke-empat , dan
tiadalah pembicaraan antara lima orang
meliankan Dia-lah yang ke-enam , dan
tiadalah pembicaraan antara jumlah yang
kurang dari itu atau lebih banyak melainkan
Dia ada bersama mereka dimanapun mereka
berada . Kemudian Dia akan memberikan
kepada mereka pada hari kiamat apa yang
telah mereka kerjakan . Sesungguhnya Allah
Maha Mengetahui segala sesuatu .
( Q S . 58 : 7 )

Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di


bumi, dan mengetahui apa yang kamu
rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Dan
Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
( Q S . 64 : 4 )

Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah Yang Paling


Mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya;
dan Dia-lah Yang Paling Mengetahui orang-
orang yang mendapat petunjuk.
( Q S . 68 : 7 8 )
Dan Dialah Allah (Yang disembah), baik di
langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa
yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu
lahirkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu
usahakan. ( Q S . 6 : 3 )

Allah Maha Melihat


Apa yang kamu kerjakan

Dialah yang menciptakan langit dan bumi


dalam enam masa; Kemudian Dia bersemayam
di atas `Arsy Dia mengetahui apa yang masuk
ke dalam bumi dan apa yang keluar
daripadanya dan apa yang turun dari langit dan
apa yang naik kepadanya. Dan Dia bersama
kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah
Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
( Q S . 57 : 4 )

Allah Maha Mendengar


Semua perkataanmu .

yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan


bumi dan langit yang tinggi. ( Q S . 21 : 4 )

Dan kepunyaan Allah-lah segala yang ada


pada malam dan siang hari. Dan Dialah Yang
Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
( Q S 6 : 13 )
Allah Maha Mengetahui isi
hati

Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di


bumi, dan mengetahui apa yang kamu
rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Dan
Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
( Q.S 64 : 4 )
Allah Maha Berkuasa
Atas segala sesuatu .

Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan


agar mereka dapat mengembalikan kamu
kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena
dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri,
setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka
ma`afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai
Allah mendatangkan perintah-Nya.
Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala
sesuatu. ( Q S . 2 : 109 )
148. Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya
(sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka
berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat)
kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti
Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada
hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa
atas segala sesuatu. ( Q S . 2 : 148 )

Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan


kepadamu, maka tidak ada yang
menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan
jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu,
maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.
Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian
hamba-hamba-Nya. Dan Dialah Yang Maha
Bijaksana lagi Maha Mengetahui. ( Q S 6 :
17 -18 )

Katakanlah: "Siapakah yang di tangan-Nya


berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang
Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat
dilindungi dari (azab) -Nya, jika kamu
mengetahui?" ( Q.S 23 : 88 )
Allah yang mengatur segala
urusan.

Katakanlah: "Siapakah yang memberi rezki


kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah
yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan
penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan
yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan
yang mati dari yang hidup dan siapakah yang
mengatur segala urusan?" Maka mereka akan
menjawab: "Allah". Maka katakanlah:
"Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?"
( Q S . 10 : 31 )
Dan disempurnakan bagi tiap-tiap jiwa
(balasan) apa yang telah dikerjakannya dan Dia

lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan.


( Q S. 39 : 70 )

Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan


seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku
padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya
Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan
sesungguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar
meliputi segala sesuatu. ( Q .S 65 : 12 )
Allah tempat bergantung
Segala sesuatu .

Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-


Nya segala sesuatu. ( Q S 112 : 2 )

Allah yang mengurus


makhluk-Nya

Allah maha pengampun

Dari Anas bin Malik , ia berkata : Saya mendengar


Rasulullah Shalallahu alihi wasallam bersabda : Allah
berfirman : Wahai anak Adam ( manusia ) , sesungguh
selama kamu berdoa dan mengharap kepada-Ku, Aku
memberi ampunan kepadamu terhadap apa ( dosa ) yang
ada padamu dan Aku tidak memperdulikannya . Wahai
anak Adam , seandainya dosamu sampai kelangit
kemudian kamu minta ampun kepada-Ku maka Aku
memberi ampunan kepadamu dan Aku tidak
memperdulikannya . Wahai anak Adam , sesungguhnya
apabila kamu datang kepada-KU dengan kesalahan
sepenuh bumi kemudian kamu menjumpai Aku dengan
tidak mempersekutukan Aku dengan sesuatu niscaya
Aku datang kepadamu dengan ampunan .
(H.R.Tirmidzi)

Allah Subhanahu wataala berfirman : Sesungguhnya


Allah tidak akan mengampuni dosa Syirik dan Dia
mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu
bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang
mempersekutukan Allah, maka sesungguhnya ia telah
berbuat dosa besar
( Q.S. An Nisa : 48 )

( Q.S 35 : 255 )
Allah tidak dapat
diserupakan seperti makhluk

(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia


menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri
pasangan-pasangan dan dari jenis binatang
ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-
Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu.
Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia,
dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha
Melihat. ( Q S 42 : 11 )
Tidakkah kamu perhatikan, bahwa
sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada
di langit dan apa yang ada di bumi? Tiada
pembicaraan rahasia antara tiga orang,
melainkan Dia-lah yang keempatnya. Dan tiada
(pembicaraan antara) lima orang, melainkan
Dia-lah yang keenamnya. Dan tiada (pula)
pembicaraan antara (jumlah) yang kurang dari
itu atau lebih banyak, melainkan Dia ada
bersama mereka di manapun mereka berada.
Kemudian Dia akan memberitakan kepada
mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka
kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui segala sesuatu. ( Q S 58 : 7 )

Allah Maha Agung dan


Maha Suci dari apa yang
mereka serupakan .
Dan mereka menyembah selain daripada
Allah apa yang tidak dapat mendatangkan
kemudharatan kepada mereka dan tidak
(pula) kemanfa`atan, dan mereka berkata:
"Mereka itu adalah pemberi syafa`at kepada
kami di sisi Allah". Katakanlah: "Apakah
kamu mengabarkan kepada Allah apa yang
tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak
(pula) di bumi?" Maha Suci Allah dan Maha
Tinggi dari apa yang mereka
mempersekutukan (itu). ( Q S 10 ; 18 )
Sesungguhnya Allah mengetahui yang
tersembunyi di langit dan di bumi.
Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala
isi hati. ( Q S 35 ; 38 )

Orang orang musyrik


mengakui Allah sebagai
Tuhannya

Dan sesungguhnya jika kamu bertanya


kepada mereka ( orang-orang musyrik itu ) :
Siapakah yang menciptakan mereka ?
niscaya mereka menjawab : Allah , maka
bagaimanakah mereka dapat dipalingkan
( Q S . 43 : 87 )
Katakanlah : Kepunyaan siapakah bumi
ini dan semua yang ada padanya jika kamu
mengetahui ? Mereka akan menjawab :
kepunyaan Allah . Katakanlah : Maka
apakah kamu tidak ingat ? . Katakanlah :
Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh
dan Yang Empunya Arsy yang besar ?
Mereka akan menjawab : Kepunyaan Allah
. Katakanlah: Maka apakah kamu tidak
bertaqwa ? Katakanlah : Siapakah yang di
tangan Nya berada kekuasaan atas segala
sesuatu sedang Dia melindungi , tetapi tidak
ada yang dapat dilindungi dari azab-Nya ,
jika kamu mengetahui ?. Mereka akan
menjawab : Kepunyaan Allah Katakanlah
( kalau demikian ) , maka dari jalan
manakah kamu tertipu ? ( Q S . 23 : 84-
89 )

Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia


berdo`a kepada Kami dalam keadaan berbaring,
duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami
hilangkan bahaya itu daripadanya, dia
(kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-
olah dia tidak pernah berdo`a kepada Kami
untuk (menghilangkan) bahaya yang telah
menimpanya. Begitulah orang-orang yang
melampaui batas itu memandang baik apa yang
selalu mereka kerjakan. ( Q S 10 : 12 )
Mereka menjadikan
sesembahan itu sebagai
penolong dihadapan Allah

Dan mereka telah mengambil sembahan


sembahan selain Allah agar sembahan itu
menjadi penolongnya dihadapan Allah .
Sekali-kali tidak . Kelak mereka ( sembahan-
sembahan ) itu akan mengingkari
penyembahan ( pengikut - pengikutnya )
terhadapnya, dan mereka ( sembahan-
sembahan ) itu akan menjadi musuh bagi
mereka ( Q S . 19 : 81 82 )

Alasan mereka ( orang


musyrik ) menyeru
( meminta tolong ) kepada
selain Allah .

Ingatlah , hanya kepunyaan Allah lah


Agama yang bersih ( dari syirik ) . Dan
orang orang yang mengambil pelindung
(penolong) selain Allah berkata : Kami
tidak menyembah mereka , melainkan
supaya mereka mendekatkan ( permohonan )
kami kepada Allah dengan sedekat
dekatnya . Sesungguhnya Allah akan
memutuskan diantara mereka tentang apa
yang mereka berselisih padanya .
Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang
orang yang pendusta dan ingkar .
( Q S . 39 : 3 )
Dan mereka menyembah selain Allah apa
yang tidak dapat mendatangkan
kemudharatan kepada mereka dan tidak pula
kemanfaatan , dan mereka berkata : Mereka
itu adalah pemberi syafaat kepada kami
disisi Allah Katakanlah : apakah kamu
mengabarkan kepada Allah apa yang tidak
diketahuinya baik dilangit dan tidak pula
dibumi ? . Maha Suci Allah dan Maha
Tinggi dari apa yang mereka persekutukan
(itu ). ( Q S 10 : 18 )
Siapakah pemberi Syafaat
itu ?

Bahkan mereka mengambil pemberi


syafaat selain Allah . Katakanlah :Dan
apakah ( kamu mengambilnya juga ) meskipun
mereka tidak memiliki sesuatupun dan tidak
berakal . Katakanlah : Hanya kepunyaan
Allah syafaat itu semuanya . Kepunyaan-Nya
kerajaan langit dan bumi . Kemudian kepada-
Nyalah kamu dikembalikan .
( Q.S. 39 : 43-44 ).
Dari Anas radhiallahu anhu . adalah Ibnu Malik
Radhiallahu anhu, ia berkata : Rasulullah SAW
bersabda : Allah mengumpulkan manusia pada hari
kiamat , maka mereka berkata : seandainya kita mohon
syafaat kepada Tuhan kita , sehingga Tuhan
memberikan kelonggaran kepada kita di tempat kita ini ,
lalu mereka dating kepada Adam dan berkata :
Engkaulah yang diciptakan Allah dengan tangan-Nya ,
Dia meniupkan Ruh Nya padamu dan Allah telah
memerintahkan malaikat sujud kepadamu , maka
mohonkanlah syafaat untuk kami disisi Tuhan kami.
Lalu Adam menjawab : Aku tidaklah menempati
tempat itu ia menyebutkan kesalahan kesalahannya
dan berkata : Datanglah kepada Nuh , maka Nuh
menjawab : aku tidak menempati tempat itu dan ia
menyebutkan kesalahan kesalahnya ia berkata :
Datangilah Ibrahim yang mana Allah menjadikannya
sebagai kekasih , lalu mereka datang kepada Ibrahim ,
maka Ibrahim menjawab : aku tidak menempati tempat
itu dan ia menyebutkan kesalahnya , datangilah Musa
yang diajak bicara oleh Allah , lalu mereka mendatangi
Musa , maka Musa menjawab : aku tidak menempati
tempat itu ia menyebutkan kesalahan nya , datangilah
Isa lalu mereka mendatangi Isa , maka isa menjawab
aku tidaklah menempati tempat itu datangilah
Muhammad SAW yang telah diampuni dosa dosanya
yang terdahulu dan kemudian lalu mereka datang
kepadaku dan aku minta izin kepada Tuhan-ku . Ketika
aku melihat-Nya aku sujud , dan Tuhan meninggalkanku
sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya , kemudian
diserukan Angkatlah kepalamu , mintalah , maka maka
kamu akan diberi dan berkatalah maka kamu akan
didengar mohonlah syafaat maka akan diberi syafaat.
Kemudian aku mengangkat kepala dan memuji Tuhan
dengan pujian yang telah diajarkan kepadaku , lalu aku
memohon syafaat maka Allah membatasinya kepadaku ,
lalu aku mengeluarkan mereka dari neraka dan aku
memasukkan mereka keSorga , kemudian aku kembali
dan sujud seperti itu pada yang ketiga atau ke-empat
kalinya ,sehingga yang ada dalam neraka itu hanyalah
orang orang yang telah dicegah oleh Al-Quran . Abu
Abdullah Al-Bukhari ra berkata : yaitu orang orang
yang wajib kekal ( dineraka ) atasnya. ( HR. Bukhari )

Ali Zainal Abidin adalah putera Husein radiallahuanhu ,


beliau dilahirkan di Madinah di rumah neneknya
Fatimah Az Zahrah puteri Rasulullah shallallahu alaihi
wa ala alihi wa sallam pada hari kamis tanggal 7
syaban 37 H . Ayahnya Husein radliyallahu anhu
mengajari berbagai ilmu agama sejak masa kanak
kanaknya . Oleh karenanya fikiran dan perasaannya
berkembang dengan dipenuhi oleh bekal agama . Suatu
ketika beliau pergi bersama ayahndanya Husein
radliyallahu anhu . dalam perjalan tersebut beliau
menyaksikan dengan mata kepala sendiri tragedi
karbala , padahal beliau ketika itu masih kanak-kanak .
beliau menyaksikan pembantaian berdarah yang
dilakukan oleh Ibn Ziyad kepada ahl al-bait , beliau
menyaksikan saudaranya Ali Akbar saat terbunuh lalu
mayatnya tergeletak didepan kemah para perempuan ,
beliau menyaksikan saudaranya Ali Ashghar saat terkena
panah ketika mendampingi ayahnya yang kemudian
dibantai , beliau melihat perbuatan Syamr Ibn
Dzijausyan saat menginjak dada ayahnya kemudian
kepalanya dipisahkan dari badannya . Semua itu beliau
saksikan ketika usianya yang sangat muda , kepedihan
tragedi itulah yang mendewasakan jiwanya dalam
kecintaan kepada Allah Subhanahu wa Taala , taat dan
tekun beribadah kepada-Nya . Pada suatu ketika , ada
seorang sahabatnya mendatanginya disisi Kabah ,
sahabatnya itu menjumpai beliau ketika sedang berdoa
dan menangis didekat salah satu pojok Kabah . Setelah
selesai beliau berdoa , ia ( sahabatnya ) berkata
kepadanya : Tenanglah wahai putera Husein ,
sesungguhnya Allah memberi karunia kepadamu dengan
tiga perkara yang bisa membukakan pintu Rahmat-Nya
kepadamu , pertama : bahwa engkau adalah putra cucu
Rasulullah shallallahu alaihi wa ala alihi wa sallam .
kedua : kakekmu adalah orang yang bisa memberi
syafaat . ketiga : engkau adalah Ahl al-bait yang dekat
dengan Rahmat Allah .
Setelah orang tersebut selesai dari ucapannya , Ali Zainal
Abidin memandanginya seraya berkata : Sesungguhnya
garis keturunanku bersambung kepada Rasulullah itu
adalah sebesar-besar nikmat yang diberikan kepadaku .
tetapi Allah berfirman pada hari kiamat , Pada hari itu
tidak berpengaruh garis keturunan , dan satu sama lain
tidak dapat melimpahkan tanggung jawab. Adapun
kakekku yang engkau katakan pemberi syafaat , maka
sesungguhnya Allah berfirman , Tidak ada yang bisa
memberi syafaat , kecuali bagi siapa yang mendapat
ridha-Nya. Sedangkan rahmat Allah itu sesungguhnya
dekat kepada setiap orang yang berbuat baik . ( dipetik
dari kitab Hayat Ash Shalihin , oleh syekh Abdul
Munim Qindil )
Allah SWT berfirman : Bahkan mereka mengambil
pemberi syafaat selain Allah . Katakanlah : Dan
apakah ( kamu mengambilnya juga ) meskipun mereka
tidak memiliki sesuatupun dan tidak berakal .
Katakanlah : Hanya kepunyaan Allah syafaat itu
semuanya . Kepunyaan-Nya kerajaan langit dan bumi .
Kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan . ( Q.S.
39 : 43-44 ).

Dari Abu hurairah diceriterakan , ketika turun ayat


dan peringatkanlah olehmu kaum kerabatmu yang
terdekat ( QS, asy-syuara :24 ) Rasulullah segera
memanggil dan mengumpulkan kerabatnya , ditengah
tengah mereka beliau berkata :
Wahai bani ( keturunan ) abdi Syams , wahai bani
Kaab bani Luay , selamatkanlah dirimu dari api
neraka ! , wahai Bani abdi Manaf , selamatkanlah diri
kalian dari api neraka ! wahai Bani Hasyim ,
selamatkanlah diri kalian dari api neraka ! wahai Bani
Abdul Muthalib , jagalah diri kalian dari siksa api
neraka! Wahai Fatimah anakku , selamatkanlah dirimu
dari api neraka ! karena aku tidak bisa membela kalian
kelak dihadapan Allah Taala , walaupun kalian
kerabatku , kecuali aku akan meneteskan air-air
kekeluargaan ini semampuku menjaga hubungan dengan
kalian didunia ini ( HR Muslim )

Bernazar dan bersyafar


untuk ziarah kekuburan
orang orang saleh

Sesungguhnya diantara mereka ada


segolongan yang memutar mutar lidahnya
membaca al-Kitab , supaya kamu menyangka
yang dibacanya itu sebagian dari al-Kitab ,
padahal ia bukan dari al-Kitab dan mereka
mengatakan : Ia ( yang dibacanya itu
datang ) dari sisi Allah padahal ia bukan
dari sisi Allah . Mereka berkata dusta
terhadap Allah . sedang mereka mengetahui
( Q S 3 : 78 )

Rasulullah saw bersabda : Janganlah


kalian bernazar , karena sesungguhnya nazar
itu sedikitpun tiada dapat mempengaruhi
taqdir (dari Allah swt) , dan bahwasanya
nazar itu hanya dikeluarkan oleh orang
yang bakhil ( H R Muslim dan at-
Tirmidzi )

Rasulullah saw bersabda : Janganlah


bepergian ( bersyafar ) kecuali ke tiga
masjid , yaitu Masjid ini ( Madinah ) ,
Masjidil Haram dan Masjid Al-Aqsha .
( H R Bukhari dan Muslim )
Menjadikan kuburan orang
saleh sebagai tempat ziarah
dan tempat untuk berdoa
adalah tradisi orang orang
Yahudi dan Nashrani .

Rasulullah saw bersabda : Laknat Allah


atas orang orang Yahudi dan orang orang
Nashrani yang menjadikan kubur nabi nabi
mereka sebagai masjid
( H R Bukhari dan Muslim )

Hanya Allah Yang diseru ,


hanya kepada-Nya kita
berlindung dan berserah
diri

Dan mereka itu tiada memuliakan


(menghormati / menghargai) Allah sebagaimana
mestinya , Pada hari kiamat , bumi
seluruhnya dalam genggaman Nya , dan
langit digulung dengan tangan kanan Nya .
Maha suci Allah dan Maha tinggi dari apa
yang mereka persekutukan .
( Q S . 39 : 67 ).

Apakah mereka hendak mengambil


pelindung pelindung selain dari Allah ?
Allah itu pelindung , Dia yang menghidupkan
orang-orang yang mati , dan Dia adalah
Maha Kuasa atas segala sesuatu .
( Q S . 42 : 9 )
Katakanlah: "Apakah akan aku jadikan
pelindung selain dari Allah yang menjadikan
langit dan bumi, padahal Dia memberi makan
dan tidak diberi makan?" Katakanlah:
"Sesungguhnya aku diperintah supaya aku
menjadi orang yang pertama sekali menyerah
diri (kepada Allah), dan jangan sekali-kali kamu
masuk golongan orang-orang musyrik."
( QS 6 :
14 )
12. Ia menyeru selain Allah, sesuatu yang tidak
dapat memberi mudharat dan tidak (pula)
memberi manfa`at kepadanya. Yang demikian
itu adalah kesesatan yang jauh.
13. Ia menyeru sesuatu yang sebenarnya
mudharatnya lebih dekat dari manfa`atnya.
Sesungguhnya yang diserunya itu adalah
sejahat-jahat penolong dan sejahat-jahat
kawan.
( Q.S Al-Hajj : 12 13 )

Syetanpun menampakkan
kebagusan pekerjaan orang-
orang yang memohon /
menyeru kepada
selain Allah

Maka mengapa mereka tidak memohon


(kepada Allah) dengan tunduk merendahkan
diri ketika datang siksaan Kami kepada
mereka , bahkan hati mereka menjadi keras
dan syetan-pun menampakkan kepada mereka
kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan
( QS 6 : 43 )

Perbuatan syirik
menyebabkan hilangnya
segala amal kebaikan
itulah petunjuk Allah , yang dengannya Dia
memberi petunjuk kepada siapa yang
dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya .
Seandainya mereka mempersekutukan Allah ,
niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang
telah mereka kerjakan . ( Q S . 6 : 88 )

Orang orang yang membuat


Amalan Baru ( Amalan yang tidak
pernah ada contohnya atau menjadi
amalan pada masa Rasulullah saw
dan para Sahabat.ra ) adalah para
pengikut hawa nafsu .
Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan
kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka
berilah keputusan
(perkara) di antara
manusia dengan adil
dan janganlah kamu
mengikuti hawa
nafsu, karena ia akan
menyesatkan kamu
dari jalan Allah.
Sesungguhnya orang-
orang yang sesat dari
jalan Allah akan mendapat azab yang berat,
karena mereka melupakan hari perhitungan.
( QS. Shad : 26 )
Maka jika mereka tidak menjawab
(tantanganmu), ketahuilah bahwa sesungguhnya
mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka
(belaka). Dan siapakah yang lebih sesat
daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya
dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah
sedikitpun. Sesungguhnya Allah tidak memberi
petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
( QS. Al-Qashash :50 )

Allah Maha Berkehendak


tanpa dipengaruhi oleh
makhluk ,
Allah melakukan apa saja
yang dikehendaki-Nya . Allah
Maha Berkuasa atas segala
sesuatu yang kekuasaan
Nya tiada terbatas.
( Allah ) Maha
Kuasa berbuat apa
yang dikehendaki
Nya . ( Q S al
Buruj : 16 )

Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada


dilangit dan apa yang ada dibumi , dan jika
kamu melahirkan ( menampakkan ) apa yang
ada didalam hatimu atau kamu
menyembunyikannya , niscaya Allah akan
membuat perhitungan dengan kamu tentang
perbuatanmu itu . Maka Allah mengampuni
siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa
siapa yang dikehendaki-Nya ; dan Allah
Maha Kuasa atas segala sesuatu .
( Q S . 2 : 284 )

Allah Maha Agung , seluruh


manusia berada dibawah
asuhan dan pemeliharaan
Allah SWT .
Dialah Allah yang tiada Tuhan ( yang
berhak disembah ) selain Dia . Raja Yang
Maha Suci . Yang Maha Sejahtera . Yang
Mengaruniakan keamanan . Yang Maha
Memelihara . Yang Maha Perkasa . Yang
Maha Kuasa . Yang Memiliki Segala
Keagungan . Maha Suci Allah dari apa yang
mereka persekutukan . ( Q S . 59 : 23 )

Allah Maha Dekat , Dia lebih


dekat dari pada urat leher
kita sendiri , memohonlah
kepada Allah , niscaya Allah
kabulkan .
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya
kepada engkau tentang Aku , maka
sesungguhnya aku sangat dekat ( kepada
mereka ) , Aku perkenankan doa doa orang
orang yang mendoa apabila ia memohon
( meminta ) kepada-Ku . Oleh sebab itu
hendaklah mereka memenuhi ( seruan ) Ku
dan hendaklah mereka ber-iman kepada-Ku ,
mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk
.
( QS. 2 : 186 )

Allah yang mengatur segala


urusan
Katakanlah : siapakah yang memberi
rezeki kepadamu dari langit dan bumi , atau
siapakah yang kuasa menciptakan
pendengaran dan penglihatan dan siapakah
yang mengeluarkan yang hidup dari yang
mati dan mengeluarkan yang mati dari yang
hidup dan siapakah yang mengatur segala
urusan ? , maka mereka ( orang musyrik )
akan menjawab Allah . Maka katakan
lah : Mengapa kamu tidak bertaqwa
(kepada-Nya ) ? . ( QS 10 : 31 )
Orang orang yang menyeru
kepada selain Allah berarti
tidak memuliakan /
mensucikan / menghormati
ke Agungan dan ke Maha
Kuasaan Allah .

Dan mereka itu tiada memuliakan


(menghormati / menghargai) Allah sebagaimana
mestinya , Pada hari kiamat , bumi
seluruhnya dalam genggaman Nya , dan
langit digulung dengan tangan kanan Nya .
Maha suci Allah dan Maha tinggi dari apa
yang mereka persekutukan .
( Q S . 39 : 67 ).

Semua yang berada dilangit dan yang


berada dibumi bertasbih kepada Allah
(menyatakan kebesaran Allah ) . Dan Dialah
Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu .
Kepunyaan Nyalah kerajaan langit dan
bumi . Dia menghidupkan dan mematikan
dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu .
Dialah Yang Awal dan yang Akhir , Yang
Ahahir dan Yang Bathin dan Dia Maha
Mengetahui segala sesuatu . Dialah yang
menciptakan langit dan bumi dalam enam
masa ; Kemudian Dia bersemayam diatas
arsy , Dia mengetahui apa yang masuk
kedalam bumi dan apa yang keluar
daripadanya dan apa yang turun dari langit
dan apa yang naik kepadanya . Dan Dia
bersama kamu dimana saja kamu berada .
Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu
kerjakan. Kepunyaan-Nyalah kerajaan langit
dan bumi . Dan kepada Allah-lah
dikembalikan segala urusan . Dialah yang
memasukkan malam kedalam siang dan
memasukkan siang kedalam malam . Dan
Dia Maha Mengetahui segala isi hati .
( Q S . 57
: 1-6 )
Allah Maha Pengampun
Barangsiapa memohon
pengampunan , tentu akan
diberi ampunan oleh Allah .

Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun


bagi orang yang bertaubat , beriman ,
beramal saleh , kemudian tetap dijalan yang
benar
( Q S Thaha : 82 )

Diriwayatkan oleh Anas r.a bahwa Rasulullah


saw bersabda : Allah Yang Maha Agung
telah berfirman kepada anak cucu Adam :
Jika kalian datang bertemu dengan Ku
dalam keadaan penuh dosa sepenuh dunia ,
Aku akan menemuimu dengan sejumlah
pengampunan yang sama , asal saja kalian
tidak mempersekutukan Aku ( berbuat syirik)

ORANG-ORANG YANG
MENDUSTAKAN AL-QURAN

Firman Allah Swt :


Maka janganlah kamu ikuti orang-orang
yang mendustakan ( ayat-ayat Allah )
( QS. 68 : 8 )

Firman Allah SWT : Tidak wajar bagi


seorang manusia yang Allah berikan
kepadanya al-Kitab , hikmah dan kenabian
lalu dia berkata kepada manusia :
Hendaklah kamu menjadi penyembah-
penyembahku bukan penyembah-penyembah
Allah , akan tetapi ( dia berkata ) :
Hendaklah kamu menjadi orang-orang
rabbani , karena kamu selalu mengajarkan
al-Kitab dan disebabkan kamu tatap
mempelajarinya ( QS,3 : 79 )
Minta tolonglah kepada
Allah , jangan minta tolong
kepada makhluk-Nya

Allah SWT berfirman :


Kepada masing masing golongan , baik
golongan ini maupun golongan itu , Kami
berikan bantuan ( pertolongan ) dari
kemurahan Tuhanmu . Dan kemurahan
Tuhanmu tidak dapat dihalangi
( QS. 17 : 20 )
Hanya kepada Engkaulah kami
menyembah dan hanya kepada Engkaulah
kami mohon pertolongan ( QS. 1 : 5 )
Rasulullah SAW bersabda kepada Ibnu -
Abbas RA : Apabila kamu memohon
pertolongan , maka mohonlah pertolongan
kepada Allah , ( Hadits riwayat Tirmidzi
dengan sanad yang hasan ).
Rasululah juga bersabda :
Berusaha keraslah meraih yang bermanfaat
untukmu dan mintalah pertolongan kepada
Allah. ( H.R Muslim )

Tiada

sesuatupun yang
menghalangi atau menghijab
rahmat dan perto -
longan Allah kepada
makhluk-Nya.

Allah SWT berfirman :


Apa saja yang Allah anugerahkan kepada
manusia berupa rahmat , maka tidak ada
seorangpun yang dapat menahannya ; dan
apa saja yang ditahan oleh Allah , maka
tidak ada seorangpun yang sanggup untuk
melepaskannya sesudah itu . Dan Dia-lah
yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
( QS. 35 : 2 )

WASIAT RASULULLAH
Dari Aisyah R.A. dia berkata : tatkala turun
ayat 214 surah Asyuara:

Dan berikanlah peringatan kepada kerabat-


kerabatmu yang terdekat
Rasulullah SAW berdiri diatas bukit Shafa,
seraya berkata , Wahai Fatimah binti
Muhammad , wahai Shafiyyah binti Abdil
Muthalib , wahai bani Abdil Muthalib , aku
tidak berdaya menolongmu sekalian sedikitpun
dari siksa Allah, mintalah kepadaku dari
hartaku menurut kehendakmu ( H.R Muslim
dan at-Tirmidzi )

Inilah wasiat Rasulullah SAW kepada


puterinya Fatimah, Bibi beliau Shafiyyah dan
para kerabat beliau. Beliau berseru kepada
mereka guna menjelaskan masalah besar ini
sebagaimana yang difirmankan Allah SWT :

(yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya


sedikitpun untuk menolong orang lain, Dan
segala urusan pada hari itu ada dalam
kekuasaan Allah. ( QS.Al-Infithar : 19 ).

Firman Allah SWT :

Katakanlah ( wahai Muhammad ) : Aku tidak


berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan
tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali
yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku
mengetahui yang ghaib . tentulah aku membuat
kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak
akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain
hanyalah pemberi peringatan dan pembawa
berita gembira bagi orang-orang yang
beriman (QS Al-araf : 188)
Apabila Rasulullah SAW berkata seperti ini
kepada kaum kerabat beliau , lalu bagaimana
dengan keadaan kita yang tidak memiliki
hubungan dengan nasab dengan Rasulullah SAW
seperti halnya Fatimah.
Abdurohim Bunyamin

Alamat dan Nomor Telp Saya


bisa anda dapatkan setelah
mengisi Formulir Pemesanan

P.S. Dapatkan promo bea kirim hanya


sebesar Rp. 5.000 untuk Pulau Jawa, dan
Rp. 10.000 bagi Anda yang berada di luar
Jawa. Promo berlaku hanya sampai
tanggal Minggu, 27 Maret 2011
Selamat Datang di
CV Damini

Anggota Gratis
CV Damini
Indonesia
Depan
Info Perusahaan
Hubungi Kami
Bagi pengalaman anda
o Menulis tinjauan
o Kenalkan ke teman Anda

Info Perusahaan
Rata-rata
Tidak ada ulasan untuk perusahaan ini -
Tinjauan Menulis tinjauan
Pemakai

Tanggal 30 Jul. 2010


Bergabung:

Terakhir 30 Jul. 2010


Diperbarui:

Korespondensi Perusahaan
Nama: Tn. Muhammad Idris [Pemilik/Pengusaha]
E-mail: Kirim Pesan
Nomer HP: 08125012950
Nomer +625113259905
Telpon:
Alamat: Jalan Rajawali RT 28 No. 19
Banjarmasin 70248, Kalimantan Selatan
Indonesia

Sifat Dasar Jasa dari kategori Percetakan & Penerbitan


Usaha:

Penjelasan Ringkas
Pelanggan kami pada umumnya adalah sekolah menengah
yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan, juga beberapa
Sekolah Dasar di kota Banjarmasin. Pekerjaan kami terutama
mencetak soal-soal untuk ulangan semester dan soal ujicoba
( try out) ujian, bahkan ada beberapa SMA yang
mempercayakan pencetakan soal Ujian Akhir Sekolah kepada
kami.
Saat ini banyak guru yang tertarik untuk mencoba E-cigarette,
tetapi sulit mendapatkannya, sehingga kami tertarik untuk
menjadi penjualnya. Untuk melaksanakan harapan tersebut,
kami merasa perlu mendapat informasi tentang segala
sesuatu yang berhubungan dengan e-cigarette.
Kami sangat berharap agar Saudara bersedia membantu
kami.

Muqaddimah dan Doa Khutbah Jumah Dikirim oleh


mukhlas rowi Nov 08





.

.


. :
.


.
.


.


.
:

.


.


.


.


.


Meneladani Sahabat Nabi, Jalan


Kebenaran
10 December 2010 No Comment

oleh: Yulian Purnama

Di tengah maraknya pemikiran dan pemahaman dalam


agama Islam, klaim kebenaran begitu larisnya bak
kacang goreng. Setiap kelompok dan jamaah tentunya
menyatakan diri sebagai yang lebih benar
pemahamannya terhadap Islam, menurut keyakinannya.

Kebenaran hanya milik Allah. Namun kebenaran


bukanlah suatu hal yang semu dan relatif. Karena Allah
Taala telah menjelaskan kebenaran kepada manusia
melalui Al Quran dan bimbingan Nabi-Nya
Shallallahualaihi Wa sallam. Tentu kita wajib
menyakini bahwa kalam ilahi yang termaktub dalam Al
Quran adalah memiliki nilai kebenaran mutlak. Lalu
siapakah orang yang paling memahami Al Quran?
Tanpa ragu, jawabnya adalah Rasulullah
Shallallahualaihi Wa sallam. Dengan kata lain, Al
Quran sesuai pemahaman Rasulullah Shallallahualaihi
Wa sallam dan sabda-sabda Shallallahualaihi Wa
sallam itu sendiri keduanya adalah sumber kebenaran.

Yang menjadi masalah sekarang, mengapa ketika semua


kelompok dan jamaah mengaku telah berpedoman pada
Al Quran dan Hadits, mereka masih berbeda keyakinan,
berpecah-belah dan masing-masing mengklaim
kebenaran pada dirinya? Setidaknya ini menunjukkan Al
Quran dan sabda Rasulullah Shallallahualaihi
Wasallam ternyata dapat ditafsirkan secara beragam,
dipahami berbeda-beda oleh masing-masing individu.
Jika demikian maka pertanyaannya adalah, siapakah
sebetulnya di dunia ini yang paling memahami Al
Quran serta sabda-sabda Rasulullah Shallallahu alaihi
Wa sallam? Jawabnya, merekalah para sahabat Nabi
radhiallahu anhum ajmain.

Pengertian Sahabat Nabi

Yang dimaksud dengan istilah sahabat Nabi adalah


Orang yang melihat Rasulullah Shallallahu alaihi Wa
sallam dalam keadaan Islam, yang meriwayatkan sabda
Nabi. Meskipun ia bertemu Rasulullah Shallallahu
alaihi Wa sallam tidak dalam tempo yang lama, atau
Rasulullah Shallallahu alaihi Wa sallam belum pernah
melihat ia sama sekali [1]

Empat sahabat Nabi yang paling utama adalah Abu


Bakar Ash Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin
Affan dan Ali bin Abi Thalib radhiallahuahum
ajmain. Tentang jumlah orang yang tergolong sahabat
Nabi, Abu Zurah Ar Razi menjelaskan, Empat puluh
ribu orang sahabat Nabi ikut berhaji wada bersama
Rasulullah Shallallahu alaihi Wa sallam. Pada masa
sebelumnya 70.000 orang sahabat Nabi ikut bersama
Nabi dalam perang Tabuk. Dan ketika Rasulullah wafat,
ada sejumlah 114.000 orang sahabat Nabi[2]

Keutamaan Sahabat

Para sahabat Nabi adalah manusia-manusia mulia. Imam


Ibnu Katsir menjelaskan keutamaan sahabat Nabi,
Menurut keyakinan Ahlussunnah Wal Jamaah, seluruh
para sahabat itu orang yang adil. Karena Allah Taala
telah memuji mereka dalam Al Quran. Juga dikarenakan
banyaknya pujian yang diucapkan dalam hadits-hadits
Nabi terhadap seluruh akhlak dan amal perbuatan
mereka. Juga dikarenakan apa yang telah mereka
korbankan, baik berupa harta maupun nyawa, untuk
membela Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam[3]

Pujian Allah terhadap para sahabat dalam Al Quran, di


antaranya firman Allah yang artinya, Orang-orang
yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam)
dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang
yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada
mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah
menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir
sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka
kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar (QS.
At Taubah: 100)

Rasulullah Shallallahualaihi Wa sallam pun memuji dan


memuliakan para sahabatnya. Beliau bersabda,
Kebaikan akan tetap ada selama di antara kalian ada
orang yang pernah melihatku dan para sahabatku, dan
orang yang pernah melihat para sahabatku (tabiin) dan
orang yang pernah melihat orang yang melihat
sahabatku (tabiut tabiin)[4]

Beliau Shallallahualaihi Wa sallam juga bersabda,


Sebaik-baik manusia adalah yang ada pada zamanku,
kemudian setelah mereka, kemudian setelah mereka[5]

Dan masih banyak lagi pujian dan pemuliaan dari


Rasulullah Shallallahu alaihi Wa sallam terhadap para
sahabatnya yang membuat kita tidak mungkin ragu lagi
bahwa merekalah umat terbaik, masyarakat terbaik, dan
generasi terbaik umat Islam. Berbeda dengan kita yang
belum tentu mendapat ridha Allah dan baru kita ketahui
kelak di hari kiamat, para sahabat telah dinyatakan
dengan tegas bahwa Allah pasti ridha terhadap mereka.
Maka yang layak bagi kita adalah memuliakan mereka,
meneladani mereka, dan tidak mencela mereka.
Rasulullah Shallallahualaihi Wa sallam bersabda,
Jangan engkau cela sahabatku, andai ada di antara
kalian yang berinfaq emas sebesar gunung Uhud, tetap
tidak akan bisa menyamai pahala infaq sahabatku yang
hanya satu mud (satu genggam), bahkan tidak
menyamai setengahnya pula.[6]

Pemahaman Sahabat Nabi, Sumber Kebenaran

Jika kita telah memahami betapa mulia kedudukan para


sahabat Nabi, dan kita juga tentu paham bahwa tidak
mungkin ada orang yang lebih memahami perkataan dan
perilaku Nabi shallallahu alaihi wa sallam selain para
sahabat Nabi, maka tentu pemahaman yang paling benar
terhadap agama Islam ada para mereka. Karena
merekalah yang mendakwahkan Islam serta
menyampaikan sabda-sabda Nabi Shallallahualaihi
Wasallam hingga akhirnya sampai kepada kita,
walhamdulillah. Merekalah penghubung antara umat
Islam dengan Nabinya.

Oleh karena ini sungguh aneh jika seseorang


berkeyakinan atau beramal ibadah yang sama sekali
tidak diyakini dan tidak diamalkan oleh para sahabat,
lalu dari mana ia mendapatkan keyakinan itu? Apakah
Allah Taala menurunkan wahyu kepadanya? Padahal
turunnya wahyu sudah terhenti dan tidak ada lagi Nabi
sepeninggal Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam.
Dari sini kita perlu menyadari bahwa mengambil metode
beragama Islam yang selain metode beragama para
sahabat, akan menjerumuskan kita kepada jalan yang
menyimpang dan semakin jauh dari ridha Allah Taala.
Sedangkan jalan yang lurus adalah jalan yang ditempuh
oleh para sahabat Nabi. Setiap hari kita membaca ayat:
Ya Allah, tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan
orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada
mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan
(pula jalan) mereka yang sesat. (QS. Al Fatihah: 6-7)

Seorang ahli tafsir dari kalangan tabiut tabiin,


Abdurrahman bin Zaid bin Aslam, menafsirkan bahwa
yang dimaksud dalam ayat ini adalah Nabi
Shallallahualaihi Wasallam dan para sahabatnya[7].

Oleh karena itulah, seorang sahabat Nabi, Abdullah Ibnu


Masud radhiallahuanhu berkata, Siapa saja yang
mencari teladan, teladanilah para sahabat Rasulullah
Shallallahualaihi Wasallam. Karena merekalah orang
yang paling baik hatinya diantara umat ini, paling
mendalam ilmu agamanya, umat yang paling sedikit
dalam berlebihan-lebihan, paling lurus bimbingannya,
paling baik keadaannya. Allah telah memilih mereka
untuk mendampingi Nabi Shallallahualaihi Wasallam
dan menegakkan agama-Nya. Kenalilah keutamaan
mereka, dan ikutilah jalan mereka. Karena mereka semua
berada pada shiratal mustaqim (jalan yang lurus)[8]

Dalam matan Ushul As Sunnah, Imam Ahmad bin


Hambal rahimahullah berkata: Asas Ahlussunnah Wal
Jamaah menurut kami adalah berpegang teguh dengan
pemahaman para sahabat Rasulullah Shallallahualaihi
Wasallam dan meneladani mereka dst.

Jika demikian, layaklah bila Rasulullah Shallallahu


alaihi Wa sallam menjadikan solusi dari perpecahan
ummat, solusi dari mencari hakikat kebenaran yang
mulai samar, yaitu dengan mengikuti sunnah beliau dan
pemahaman para sahabat beliau. Rasulullah
Shallallahualaihi Wasallam bersabda:

Bani Israil akan berpecah menjadi 74 golongan, dan


umatku akan berpecah menjadi 73 golongan. Semuanya
di nereka, kecuali satu golongan

Para sahabat bertanya, Siapakah yang satu golongan itu,


ya Rasulullah?

Beliau bersabda, Orang-orang yang mengikutiku dan


para sahabatku[9]

Beliau juga bersabda menjelang hari-hari wafatnya,


Aku wasiatkan kalian agar bertaqwa kepada Allah.
Lalu mendengar dan taat kepada pemimpin, walaupun
ia dari kalangan budak Habasyah. Sungguh orang yang
hidup sepeninggalku akan melihat perselisihan yang
banyak. Maka wajib bagi kalian untuk mengikuti
sunnnahku dan sunnah khulafa ar raasyidin yang
mereka telah diberi petunjuk. Berpegang teguhlah dan
gigitlah ia dengan gigi geraham. Serta jauhilah perkara
yang diada-adakan, karena ia adalah bidah dan setiap
bidah itu sesat (HR. Abu Daud no.4609, Al Hakim
no.304, Ibnu Hibban no.5)

Jika Sahabat Berselisih Pendapat

Sebagaimana yang telah kita bahas, jika dalam suatu


permasalahan terdapat penjelasan dari para sahabat, lalu
seseorang memilih pendapat lain di luar pendapat
sahabat, maka kekeliruan dan penyimpangan lah yang
sedang ia tempuh. Namun jika dalam sebuah
permasalahan, terdapat beberapa pendapat di antara para
sahabat, maka kebenaran ada di salah satu dari beberapa
pendapat tersebut, yaitu yang lebih mendekati kesesuaian
dengan Al Quran dan sunnah Nabi Shallallahualaihi
Wasallam.

Imam Asy Syafii rahimahullah berkata, Jika ada orang


yang bertanya, Wahai Imam Syafii, aku dengar engkau
mengatakan bahwa setelah Al Quran dan Sunnah, ijma
dan qiyas juga merupakan dalil. Lalu bagaimana dengan
perkataan para sahabat Nabi jika mereka berbeda
pendapat? Beliau menjawab, bimbingan saya dalam
menyikapi perbedaan pendapat di antara para sahabat
adalah dengan mengikuti pendapat yang paling sesuai
dengan Al Quan atau Sunnah atau Ijma atau Qiyas yang
paling shahih[10]

Semoga Allah senantiasa menunjukkan kita jalan yang


lurus, yaitu jalan yang ditempuh oleh Nabi
Shallallahualaihi Wasallam serta para sahabatnya.
[Yulian Purnama]

_____________

[1] Al Baits Al Hatsits Fikhtishari Ulumil Hadits, Ibnu


Katsir (1/24)
[2] Al Baits Al Hatsits (1/25)
[3] Al Baits Al Hatsits (1/24)
[4] Diriwayatkan oleh Abu Nuaim Al Ashabani dalam
Fadhlus Shahabah. Di-hasan-kan oleh Ibnu Hajar Al
Asqalani dalam Fathul Baari (7/7)
[5] HR. Bukhari no.3651, Muslim no.2533
[6] HR. Bukhari no. 3673, Muslim no. 2540
[7] Tafsir At Thabari (1/179)
[8] Tafsir Al Qurthubi (1/60)
[9] HR. Tirmidzi no. 2641. Dalam Takhrij Al Ihya
(3/284) AlIraqi berkata: Semua sanadnya jayyid
[10] Ar Risalah (1/597)
Kalamullah
"Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya
Allah Maha perkasa lagi Maha Pengampun." (Fathir:
28)

Sabda Nabi
Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi.
Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham.
Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka
barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah
mengambil bagian yang banyak. (HR. At Tirmidzi,
dishahihkan Al Imam Al Albani)

Nasehat Salaf
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau
tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau
tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah
mereka. Dan jika kau tidak mencintai mereka, janganlah
engkau benci mereka." (Umar bin Abdul Aziz)
Semangat Salaf Dalam Menuntut
Ilmu (Bag. 03 Selesai)

Februari 24, 2011 oleh Wira


Mandiri Bachrun

Oleh: Asy Syaikh Abdurrahman Al


Adeni -hafizhahullah-

Ikrimah rahimahullah termasuk


pembesar ulama tabiin berkata:
Ibnu Abbas mengikat kakiku dan
mengajariku Al-Quran dan
faraidh (ilmu waris). Maka
Ikrimah mengantongi segudang
manfaat dari semangat gurunya
-Ibnu Abbas- ini, maka jadilah
dia seorang alim dari sekian
ulama umat pada zamannya dan
zaman tabiin. Demikian pula
para ulama kita dari genersi
tabiin dan yang setelah mereka,
mereka menyadari betapa
berharganya ilmu sehingga mereka
mendermakan umur mereka yang
berharga dan harta yang melimpah
lalu mereka memanfaatkan
waktunya untuk melakukan
ketaatan kepada Allah dan meraih
ilmu yang bermanfaat.

Kesungguhan yang besar,


pengorbanan dan perjuangan yang
dilakukan ulama pendahulu kita.
Mereka tidak kenal dengan hidup
malas dan curi-curi kesempatan
untuk lari dari menuntut ilmu.
Akan tetapi waktu mereka siang
dan malam terisi dengan usaha
menghasilkan ilmu yang
bermanfaat.

Ibnu Abi Hatim rahimahullah


berkata: Aku membaca di hadapan
bapakku di saat dia menulis, di
saat dia jalan, di saat
berkendara, di saat dia di
rumah, di saat dia di kamar
mandi. Ibnu Abi Hatim adalah
syikhul islam dan anak dari
seorang syaikhul islam. Ibnu Abi
Hatim merupakan pembesar
penghafal islam, dan bapaknya
juga (Abu Hatim) merupakan
pembesar penghafal islam.

Majduddin Ibnu Taimiyah penulis


Al-Muntaqa (kakek Syaikhul
Islam) jika dia masuk ke kamar
mandi dia memberikan pada
anaknya sebuah kitab lalu
berkata: Bacalah kitab ini dan
angkat suaramu!. Bacalah kitab
ini dan angkat suaramu sedangkan
dia dalam kamar mandi. Adapun
kita, kita memiliki kamar mandi,
tapi tempat apa? Ketika kita di
dalam tempat itu adalah tempat
kita berpikir, membuka rencan
proyek, masuk kamar mandi
sembari mengerjakan proyek,
berpikir apa yang harus
dikerjakan, apa yang akan
dibutuhkan pada hari ini dan
koreksi apa yang telah lewat.

Mereka (para ulama) menyangka


bahwa waktu akan terbuang sia-
sia ketika di kamar mandi. Jika
masuk kamar mandi dia memberi
anaknya kitab dan menyuruhnya
membaca dan Angkat suaramu!.
Al-Khathib Al-Baghdady
rahimahullah tidaklah berjalan
di suatu jalan kecuali di
tangannya ada permsalahan yang
sedang dia bahas. Demikian juga
An-Nawawy rahimahullah. Al-Imam
Tsalab seorang imam ahli nahwu
dan adab jika diundang seseorang
ke suatu walimah mensyaratkan
bagi tuan rumah agar dia diberi
tempat yang lapang untuk
kitabnya yang dia akan baca.
Saya akan hadir tapi beri aku
tempat yang lapang. Dan adalah
sebab kematiannya bahwa dia
keluar di hari jumat setelah
Ashr dari masjid, dan di
tangannya ada kitab yang dia
baca. Tiba-tiba datanglah kuda
menabraknya maka dia terjatuh
dalam jurang, lalu beliau
dikeluarkan mengaduh sakit dan
berteriak lalu meninggal di hari
yang kedua.

Tidaklah mereka (para ulama)


menyia-nyiakan waktu merekaa,
bersungguh-sungguh siang dan
sore.
Ibnu Abi Hatim rahimahullah
berkata: Kami berada di Mesir
selama tujuh bulan dan belum
pernah merasakan kuah daging.
Siang kami gunakan untuk
keliling ke majelis para ulama,
dan malam untuk pertemuan dan
mencatat. Kami datang ke seorang
ulama kami dikabari bahwa dia
sakit, maka kami kembali dan
kami temukan di jalan ada ikan
dijual maka kami membelinya. Dan
kami bertiga, sampailah kami ke
rumah lalu tibalah jadwal
majelis berikutnya maka kami
pergi. Demikian berlangsung tiga
hari sehingga kami tidak sempat
memberikan ikan ini kepada yang
bisa membakarnya, kemudian kami
memakan ikan tersebut setelah
tiga hari dalam keadaan sudah
tidak baik kondisinya. Kemudian
apa yang dia katakan????

Dia berkata: Tidak akan diraih


ilmu ini dengan berleha-leha.
Tidaklah dia ingin dipuji dengan
hal ini, namun dia ingin
menjamkan cita-cita. Dan akhir
hayat mereka menjadi bukti akan
kejujuran dan keikhlasan mereka.
Mereka wafat di atas sunnah, dan
di atas kebaikan, Allah
menjadikan ilmunya bermanfaat
bagi negara dan umat.

Al-Bukhary rahimahullah, salah


seorang mereka berkata: Aku
melihatnya di suatu malam, dia
berdiri sekitar 15 sampai 20
kali menyalakan lentera, menulis
faedah (saduran ilmu) yang
terbetik pada dirinya kemudian
mematikan lentera itu dan
kembali. Dalam satu malam 15-20
kali menyalakan lentera demi
menulis saduran ilmu.

Seorang dari mereka berkata:


Aku bertetangga dengan Al-
Mundziry 12 tahun, rumahku di
atas rumahnya. Tidaklah aku
bangun di suatu malam kecuali
terlihat ada cahaya lentera dan
dia sibuk dengan ilmu.

Mereka bersungguh-sungguh
sehingga sampai kepada derajat
yang tinggi dalam ilmu yang
bermanfaat yang ditinggalkan
untuk umat ini.

Ibnu Abi Dawud salah seorang


lautan ilmu berkata: Aku masuk
Kufah dan hanya memiliki satu
dirham lalu aku membeli 30 mud
baqlah (kacang-kacangan). Maka
aku memakan baqlah dan aku
menulis riwayat dari Abu Said
Al-Asyad. Tidaklah habis kacang
itu sampai aku bisa menulis 30
ribu hadits yang maqthu dan
mursal.

Mereka sangat pelit terkait


dengan waktu yang mana waktu
adalah kebutuhan darurat
manusia. Waktu makan, waktu
buang hajat. Sebagian mereka
mengurangi makan, dan sebagian
mereka memilih menu yang tidak
butuh waktu banyak untuk
memakannya.

Al-Farahidy berkata: Waktu yang


paling berat bagiku adalah waktu
makan. Demikian pula An-Nawawy
rahimahullah tidaklah makan
dalam sehari kecuali satu kali
di waktu sahur, dan tidak minum
kecuali satu kali menjauhi
berbagi macam buah, karena dia
akan membasahi tubuhnya sehingga
menjadikan aku banyak tidur.

Sebagian mereka menyedikitkan


makan di saat makan sehingga
tidak butuh banyak minum,
sehingga banyk masuk kamar mandi
sehingga terbuat sedikit
waktunya.

Ibnu Aqil berkata (yang


maknanya): Aku memilih kue lalu
siram dengan air dibanding roti
karena adanya perbedaan jenis.
Dia mengambil kue lalu
menjadikannya seperti tepung
lalu menelannya satu kali telan
bersama dengan air, dan tidak
memilih roti (terlalu lama
makannya). Ii tidaklah berlebih-
lebihan, Ibnu Aqil mampu dengan
semangat ini mengarang kitab
judulnya Al-Funun yang terdiri
dari 800 jilid.

Adz-Dazhaby berkata: Tidak


diketahui dalam islam karya yang
lebih besar dari kitab ini dalam
800 jild. Beliau mengumpulkan
padanya permasalahan aqidah,
fiqih, bahasa, ushul, tafsir,
syair-syair, wejangan, hasil
pemikiran dan sebagainya. Maka
cepat dalam makan, dalam
berjalan, dalam menulis sesuatu
yang dikenal dari ulama kita.
As-Suyuthy berkata: berkata guru
kami Al-Kinany dari bapaknya
(penulis Al-Khithabah:
Kecepatan temannya ilmu dalam
tiga perkaraa: Dalam makan,
berjalan dan menulis.

Ibnu Sahnun ahli fiqih dari


Malikiyah, dia memiliki budak
wanita bernama Ummu Mudan. Suatu
malan dia tersibukkan dengan
menulis suatu kitab sampai
larut, dan Ummu Mudan telah
menyiapkan makan malam. Ummu
Mudan berkata: Tuanku makan
malaan sudah siap. Dia berkata:
Aku sedang sibuk. Ummu Mudan
ingin tidur kaena telh banyak
begadang, namun dia beranjak
menyuapi kepada Ibnu Sahnun dan
dia tidak merasa. Ketika telah
adzan fajr dia berkata: Maafkan
aku Ummu Mudan, malam ini sangat
tersibukkan, datngkanlah
makanannya! Ummu Mudan berkata:
Demi Allah, aku telah suapkan
kepadamu tuanku. Dia berkata:
Demi Allah, aku tidak
menyadarinya.

Al-Imam Ibnu Jarir Ath-Thabary


disebutkan padanya sbuah faedah
ilmiyah ketika dia menjelang
kematiannya, maka dia meminta
diberi tinta dan kertas. Ada
yang berkata: Sekarang di saat
yang begini ahai imam? Dia
menjawab: Tidak sepantasnya
bagi penuntut ilmu untuk
meninggalkan menyalin ilmu
sampai dia mati.

Ibnul Qayyim berkata Syaikhul


Islam guru kami mengabarkan
bahwa dia tertimpa suatu
penyakit dan dokter berkata
padanya: Engkau membaca dan
menelaah itu akan menambah
sakitmu. Dia berkata: Aku
tidak bisa. Dia diminta untuk
libur dan istirahat beberapa
hari. Dia berkata: Aku tidak
bisa.

Sebuah semangat.

Kita mendorong dan menghibur


diri kita dengan hikayat-hikayat
dan kisah ini, semoga Allah
menolong kita untuk
menanamkannya pada diri kita.

Bersungguh-sungguhlah wahai
saudaraku, mari kita menanggung
ujian dan lelah demi ilmu,
demikian wahai saudaraku untuk
kita bisa berusaha semampu
mungkin meraih ilmu yang
bermanfaat, terlebih lagi sarana
untuk kita mencari ilmu sangat
mudah di zaman ini. Maka kita
harus memanfaatkan kesempatan
dan kemudahan ini. Segala puji
bagi Allah Rabb semesta alam dan
shalawat serta salam semoga
tercurah untuk nabi kita
Muhammad, keluarga beliau dan
shahabat beliau semuanya.

Sekian sampai di sini dengan


sedikit peringkasan.
Diterjemahkan oleh:
Umar Al-Indunisy
Darul Hadits Mabar, Yaman

Sumber:

http://thalibmakbar.wordpress.co
m/2010/06/14/semangat-salaf-03/
Dalam sebuah hadits
disebutkan:Ya Allah,
berilah keberkahan
kepada kami di negeri
Syam, dan di negeri
Yaman. Mereka berkata,
Dan di negeri Nejed.
Rasulullah berkata, Di
sana banyak terjadi
berbagai kegoncangan dan
fitnah, dan di sana
(tempat) munculnya para
pengikut setan. (HR.
Al-Bukhari dan Muslim)