Anda di halaman 1dari 3

IV.

NILAI-NILAI PANCASILA SEBAGAI PEDOMAN PENDIDIKAN KARAKTER

Kerinduan akan hadirnya Pancasila merambah pada semua bidang kehidupan


berbangsa dan bernegara saat ini, hal ini sebagaimana telah disinggung diatas,
diakibatkan oleh terjadinya demoralisasi yang sangat luar biasa di semua
bidang kehidupan dan setiap lapisan masyarakat bangsa, yang sesungguhnya
bertolakbelakang dengan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai falsafah hidup
bangsa.

Sejalan dengan kerinduan terhadap pancasila, dunia pendidikan hari ini pun
sedang merindukan dan mengelu-elukan pendidikan karakter. Pemerintah
melalui kementerian pendidikan nasional, sedang mencanangkan program
pendidikan karakter secara besar-besaran. Pendidikan karakter dianggap sebagai
solusi terbaik terhadap berbagai bencana moral yang melilit bangsa ini, yakni;
hilangnya nilai-nilai Ketuhanan YME, lemahnya nilai-nilai peri-kemanusiaan yang
adil dan beradab, lunturnya persatuan dan lemahnya prinsip musyawarah untuk
mufakat, serta semakin terpinggirkannya nilai-nilai keadilan.

Pembentukan karakter yang diinginkan dalam proses pendidikan adalah terdiri


dari tiga bagian yang saling terkait, yaitu pengetahuan tentang moral (moral
Knowing), perasaan bermoral (moral feeling), dan perilaku bermoral (moral
behavior).

Karakter yang baik terdiri dari mengetahui kebaikan (knowing the good),
mencintai atau menginginkan kebaikan (loving or desiring the good) dan
melakukan kebaikan (acting the good). Membentuk karakter adalah dengan
menumbuhkan karakter yang merupakan the habits of mind, heart, and
action yang antara ketiganya (pikiran, hati, dan perbuatan) adalah saling terkait.
Pendidikan karakter adalah internalisasi nilai-nilai luhur budaya, agama dan nilai-
nilai luhur lain yang telah dijadikan falsafah hidup suatu bangsa.

Pendidikan secara essensi berbicara tentang moral, moral adalah kebaikan,


sedangkan pedoman moral bagi bangsa Indonesia adalah Pancasila. Pendidikan
karakter ditujukan untuk membenahi moral masyarakat bangsa yang kian hari
kian bobrok, demoralisasi terjadi dalam semua bidang kehidupan; politik,
ekonomi, sosial, budaya sampai pada yang paling essensi yakni keroposnya
ideologi dan falsafah bangsa.

Dengan demikian, pendidikan karakter yang sesungguhnya adalah pematrian


(internalisasi) nilai-nilai luhur Pancasila pada pikiran (mind), nurani (heart), dan
perilaku (behaviour) setiap individu anak bangsa. Sehingga wujud keberhasilan
pendidikan karakter yang diwujudkan pemerintah adalah terlahirnya manusia-
manusia Pancasila yang bermartabat yang akan membentuk keagungan
peradaban bangsa Indonesia.

V. PANCASILA SEBAGAI MANIFESTO KARAKTER BANGSA

Dari paparan diatas, jelaslah bahwa Pancasila adalah wujud karakter bangsa
Indonesia, bangsa yang berketuhanan YME, bangsa yang berkemanusiaan yang
adil dan beradab, bangsa yang mengedepankan persatuan, bangsa yang selalu
mengedepankan musyawarah untuk mufakat, dan bangsa yang menjunjung
tinggi keadilan sosial bagi seluruh rakyatnya.

Pancasila harus kembali ditanamkan dalam jiwa-jiwa anak bangsa melalui proses
pendidikan di semua lapisan masyarakat. Pancasila harus dihadirkan kembali
dalam setiap nurani anak bangsa dan Pancasila harus tercermin dalam setiap
perilaku anak bangsa. Pancasila adalah Indonesia dan Indonesia adalah
Pancasila.

http://agun-gunandjarsudarsa.com/?p=135

Karakter yang berlandaskan falsafah Pancasila artinya setiap aspek


karakter harus dijiwai ke lima sila Pancasila secara utuh dan komprehensif
yang dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Bangsa yang Ber-Ketuhanan Yang Maha Esa


Karakter Ber-Ketuhanan Yang Maha Esa seseorang tercermin antara lain
hormat dan bekerja sama antara pemeluk agama dan penganut
kepercayaan, saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai
dengan agama dan kepercayaannya itu; tidak memaksakan agama dan
kepercayaannya kepada orang lain.

2. Bangsa yang Menjunjung Kemanusiaan yang Adil dan Beradab


Karakter kemanusiaan seseorang tercermin antara lain dalam pengakuan
atas persamaan derajat,hak, dan kewajiban; saling mencintai; tenggang
rasa; tidak semena-mena; terhadap orang lain; gemar melakukan
kegiatan kemanusiaan; menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

3. Bangsa yang Mengedepankan Persatuan dan Kesatuan Bangsa


Komitmen dan sikap yang selalu mengutamakan persatuan dan kesatuan
Indonesia di atas kepentingan pribadi, kelompok, dan golongan
merupakan
karakteristik pribadi bangsa Indonesia. Karakter kebangsaan seseorang
tecermin dalam sikap menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan,
dan
keselamatan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan; rela
berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
4. Bangsa yang Demokratis dan Menjunjung Tinggi Hukum dan Hak Asasi
Manusia
Karakter kerakyatan seseorang tecermin dalam perilaku yang
mengutamakan kepentingan masyarakat dan negara; tidak memaksakan
kehendak kepada orang lain; mengutamakan musyawarah untuk mufakat
dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.

5. Bangsa yang Mengedepankan Keadilan dan Kesejahteraan


Karakter berkeadilan sosial seseorang tecermin antara lain dalam
perbuatan yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan
kegotongroyongan.
adalah Suatu proses atau Usaha yang
Membentuk karakter
dilakukan untuk membina, memperbaiki dan atau
membentuk tabiat, watak, sifat kejiwaan, akhlak (budi
pekerti), insan manusia (masyarakat) sehingga
menunjukkan perangai dan tingkah laku yang baik
berdasarkan nilai-nilai Pancasila.
http://nuhraini.blogspot.com/2012/10/peran-pendidikan-pancasila-dalam.html