Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH DISTRIBUSI NORMAL

DI SUSUN
O
L
E
H

NAMA : EKO RIBOWO


NPM: 1405 2837
PRODI : PM
B
IV

T.A 2015/2016
KATA PENGANTAR

Assalamuaikum.Wr.Wb

Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT, yang telah menganugrahkan kemampuan dan
kesempatan bagi saya, sehingga dapat menyelesaikan makalah Metode Statistika II

Pengembangan pembelajaran dari materi yang ada pada makalah saat ini, dapat senantiasa di lakukan
oleh mahasiswa dalam bimbingan dosen. Upaya ini di harapkan dapat mengoptimalkan mahasiswa
dalam menguasai materi tentang Distribusi Normal

Dalam penyusunan makalah ini penulis menyadari masih banyak memiliki kekurangan, oleh karena
itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk memperbaiki makalah ini

Dan juga saya tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih ke pada semua pihak yang telah
membantu dalam menyelesaikan tugas makalah ini sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan
makalah ini tepat pada waktunya

Binjai, April 2016

penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.

DAFTAR ISI...

BAB I

PENDAHULUAN

a. Latar Belakang Masalah ....


b. Rumusan Masalah..
c. Tujuan penulis.
d. Manfaat penulisan..

BAB II

PEMBAHASAN

1. DISTRIBUSI NORMAL..
a. Pengertian Distribusi Normal.
b. Ciri Ciri Distribusi Normal
c. Defenisi Kurva Normal.
d. Luas Daerah Di Bawah Kurva Normal
e. Kurva Distribusi Normal Standart...
f. Pedoman Mencari Luas Di Bawah Kurva Normal..

g. Hampiran Normal Terhadap Distribusi Binomial..

BAB III

PENUTUPAN..

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Dikenalnya distribusi normal diawali oleh kemajuan yang pesat dalam pengukuran pada abad ke
19. Pada waktu itu, para ahli matematika dihadapkan pada suatu tantangan mengenai fenomena
variabilitas pengamat atau interna yang artinya bila seorang mengadakan pengukuran berulang-ulang
maka hasilnya akan berbeda-beda.

Yang menjadi pertanyaan adalah nilai manakah yang dianggap paling tepat dari semua hasil
pengukuran tersebut. Maka kemudian berdasarkan kesepakatan maka nilai rata-rata dianggap paling
tepat dan semua penyimpangan dari rata-rata dianggap suatu kesalahan atau error.

B. RUMUSAN MASALAH

1. Pengertian Distribusi Normal


2. Ciri Ciri Distribusi Normal
3. Defenisi Kurva Normal
4. Luas Daerah Di Bawah Kurva Normal
5. Kurva Distribusi Normal Standart
6. Pedoman Mencari Luas Di Bawah Kurva Normal
7. Hampiran Normal Terhadap Distribusi Binomial

C. TUJUAN

1. Untuk mengetahui Pengertian Distribusi Normal


2. Untuk Mengetahui Ciri Ciri Distribusi Normal
3. Untuk Mengetahui Defenisi Kurva Normal
4. Untuk Mengetahui Luas Daerah Di Bawah Kurva Normal
5. Untuk Mengetahui Kurva Distribusi Normal Standart
6. Untuk Mengetahui Pedoman Mencari Luas Di Bawah Kurva Normal
7. Untuk Mengetahui Hampiran Normal Terhadap Distribusi Binomial

D. MANFAAT

Memberi tahu ke pada pembaca tentang Distribusi Normal,Ciri_Ciri Distribusi Normal, Defenisi
Kurva Normal, Luas Daerah Di Bawah Kurva Normal, Kurva Distribusi Normal Standart, Pedoman
Mencari Luas Di Bawah Kurva Normal Dan Hampiran Normall Terhadap Distribusi Normal
BAB II
PEMBAHASAN
A. DISTRIBUSI NORMAL

a. Pengertian Distribusi Normal

Distribusi normal, disebut pula distribusi Gauss, adalah distribusi probabilitas yang paling
banyak digunakan dalam berbagai analisis statistika. Distribusi normal baku adalah distribusi
normal yang memiliki rata-rata nol dan simpangan baku satu. Distribusi ini juga dijuluki kurva
lonceng (bell curve) karena grafik fungsi kepekatan probabilitasnya mirip dengan bentuk lonceng.
Distribusi normal memodelkan fenomena kuantitatif pada ilmu alam maupun ilmu sosial.
Beragam skor pengujian psikologi dan fenomena fisika seperti jumlah foton dapat dihitung
melalui pendekatan dengan mengikuti distribusi normal. Distribusi normal banyak digunakan
dalam berbagai bidang statistika, misalnya distribusi sampling rata-rata akan mendekati normal,
meski distribusi populasi yang diambil tidak berdistribusi normal. Distribusi normal juga banyak
digunakan dalam berbagai distribusi dalam statistika, dan kebanyakan pengujian hipotesis
mengasumsikan normalitas suatu data.

b. Ciri Ciri Distribusi Normal

1. Memiliki parameter dan yang masing masing menentukan lokasi dan bentuk distribusi
2. Kurvanya mempunyai puncak tunggal
3. Rata-rata terletak di tengah distribusi dan distribusinya simetris di sekitar garis tegak lurus
yang ditarik melalui rata-rata
4. Total luas daerah di bawah kurva normal adala 1 (hal ini berlaku untuk seluruh distribuso
probabilitas kontinu)
5. Kedua ekor kurva memanjang tak berbatas dan pernah memotong sumbu horizontal
6. Kurvanya berbentuk seperti lonceng atau genta
7. Simpangan baku atau standar deviasi menentukan lebarnya kurva. Makin kecil bentuk
kurva semakin runcing.
Gambar di bawah ini adalah kurva normal
c. Defenisi Kurva Normal

Bila X suatu pengubah acak normal dengan nilai tengah, dan standar deviasi, maka persamaan kurva
normalnya adalah:
2

f ( x )=
1
e 2[ ]
1 x

2
Keterangan

= Nilai konstan yang ditulis hingga 4 desimal = 3,1416


e = Bilangan konstan, bila ditulis hingga 4 desimal, e = 2,7183
= Parameter, merupakan rata-rata untuk distribusi
= Parameter, merupakan simpangan baku untuk distribusi

Jika Nilai x mempunyai batas nilai , < x < maka dikatakan bahwa
variabel acak X berdistribusi normal

d. Luas Daerah Di Bawah Kurva Normal

Luas di bawah kurva dibatasi oleh X = X 1 dan X = X2 sama dengan peluang bahwa variabel acak
mengambil nilai antara X = X1 dan X = X2. Jadi untuk kurva normal P(X1< X < X2) pada gambar di
bawah ini dinyatakan oleh luas daerah antara X1 dan X2.
e. Kurva Distribusi Normal Standart

Seperti diketahui, distribusi normal baku (standar) adalah distribusi normal dengan mean = 0
dan standard deviasi = 1.

x
Transformasi Z= memetakan distribusi normal

Menjadi distribusi normal baku (standar), sebab distribusi normal dengan variabel z ini memiliki
mean = 0 dan standar deviasi = 1.
Transformasi ini juga mempertahankan luas di bawah kurvanya, artinya:

X1 X2
Luas dibawah kurva distribusi normal standard antara dan

Z1 Z2
Luas dibawah kurva distribusi normal standard antara dan
x 1 x 2
Z1 Z2
= dan =

Keterangan:

x = nilai variable random

= rata-rata distribusi

= simpang baku

Z = nilai standar, yaitu besarnya penyimpangan suatu nilai terhadap rata-rata

Dengan demikian:

X 1 < X2 Z 1 < Z2
P( X )=P( Z )

Dan cara lain untuk menentukan distribusi normal dengan menggunakan rumus
2

f ( x )=
1
e 2[ ]
1 x

2
Keterangan

= Nilai konstan yang ditulis hingga 4 desimal = 3,1416


e = Bilangan konstan, bila ditulis hingga 4 desimal, e = 2,7183
= Parameter, merupakan rata-rata untuk distribusi
= Parameter, merupakan simpangan baku untuk distribusi

Jika Nilai x mempunyai batas nilai , < x < maka dikatakan bahwa
variabel acak X berdistribusi normal
Tabel Nilai luas kurva normal untuk nilai Z < 0 (negatif)
Tabel 1a. Nilai luas kurva normal untuk nilai Z > 0 (positif)

f. Pedoman Mencari Luas Di Bawah Kurva Normal

1. Hitung z hingga dua decimal


2. Gambarkan kurvanya
3. Letakkan harga z pada sumbu datar. Lalu tarik garis vertikal hingga memotong kurva
4. Luas yang tertera dalam daftar adalah luas daerah antara garis dengan garis tegak titik nol
5. Dalam daftar normal standar, cari tempat harga z pada kolom paling kiri hanya hingga satu
desimal dan decimal keduanya dicari pada baris paling atas
6. Bilangan yang didapat merupakan luas yang dicari dan harus ditulis dalam 4 desimal.

Contoh

Dari penelitian terhadap 150 orang laki-laki yang berumur 4060 tahun didapatkan rata-rata kadar
kolesterol () mereka 215 mg % dan simpangan baku = 45 mg %. Hitunglah peluang kita
mendapatkan seorang yang kadar kolesterolnya:

a. 200 mg %

b. 250 mg %

c. antara 200 275 mg %

Jawab :

Ilustrasi dari soal tersebut di atas ditunjukkan dalam Gambar berikut :


Untuk menghitung nilai probabiltas dari pertanyaan di atas, kita gunakan rumus fungsi probabilitas
distribusi normal. Karena nilai probabilitas yang dibutuhkan adalah pada rentang nilai x tertentu,
maka kita harus menggunakan integral untuk menghitungnya

200 ( x )2
1

2 e 2 2
dx
a. P (< 200 mg)=

( x )2
1

250 2 e 2 2
dx
b. P (> 250 mg) =

275 ( x )2
1

200 2 e 2 2
dx
c. P(200< X <275) =

Untuk mengatasi permasalahan di atas, terdapat cara lain untuk menghitung nilai peluang distribusi
normal. Untuk menentukan nilai peluang pada soal di atas, kita pelajari dulu cara menghitung nilai Z
dan membaca tabel luas kurva normal. Nilai Z didapat dengan rumus berikut:

x
Z=

Sedangkan tabel luas kurva normal adalah tabel yang memuat luas kurva normal dari titik minus tak
hingga sampai titik x. Tabel luas kurva normal ini sangat bermanfaat untuk menghitung soal-soal
seperti contoh soal 1b. Hanya saja, tabel kurva normal ini disusun berdasarkan nilai Z. Sehingga kita
harus menghitung nilai Z terlebih dahulu. Ilustrasi dari fungsi tabel kurva normal ditunjukkan dalam
Penyelesaian dari contoh di atas menggunakan tabel kurva normal sehingga, Dari penelitian terhadap
150 orang laki-laki yang berumur 4060 tahun didapatkan rata-rata kadar kolesterol () mereka 215
mg % dan simpangan baku = 45 mg %. Hitunglah peluang kita mendapatkan seorang yang kadar
kolesterolnya:

a. < 250 mg %
b. < 200 mg %
c. antara 200 275 mg %

Jawab :

= 215

= 45

Untuk memudahkan pengerjaan, kita kerjaan contoh soal 1.b terlebih dahulu.

b. P(X < 200)

2 oo
Z=

2 oo215
Z= 45

Z = 0,67

Berdasarkan tabel kurva normal, untuk nilai Z = -0,67, luasnya adalah 0.2514. Sehingga peluang
untuk menemukan laki-laki dengan kadar gula kurang dari 200 mg % adalah 0.2514
Jadi untuk menghitung soal 1a, kita cari dulu peluang menemukan laki-laki dengan kadar gula kurang
dari 250 mg atau P (X <250 )

a. P(X < 250)

250215
Z= 45

Z = 0, 78

Berdasarkan tabel kurva normal, untuk nilai Z = 0.78, luasnya adalah 0.7794. Sehingga peluang
untuk menemukan laki-laki dengan kadar gula kurang dari 250 mg % , P (x < 250) adalah 0.7794.
Peluang untuk menemukan laki-laki dengan kadar gula lebih dari 250 mg % , atau P (x > 250) dapat
dilakukan dengan cara berikut :

P ( x > 250) = 1 P ( X < 250 )

=1 0,7794

= 0,2206

g. Hampiran Normal Terhadap Distribusi Binomial

Jika N cukup besar dan jika tak satu pun dari p atau q sangat dekat dengan nol maka distribusi
binomial dapat didekati atau diaproksimasi oleh sebuah distribusi normal dengan variabel
terstandarisasi yang dirumiskan sebagai: :
xNp
Z = Npq

Pendekatan ini akan semakin baik seiring dengan semakin bertambah besarnya N. Dalam praktiknya,
pendekatannya akan sangat bagus jika Np dan Nq kedua-duanya lebih besar daripada 5.
BAB III
PENUTUPAN

Semoga dengan tersusunnya makalah ini dapat menambah wawasan kita tentang Distribusi Normal.
Lebih jauh penyusun berharap dengan memahami Distribusi Normal kita semua dapat menyikapi
segala masalah yang ada di dalam Distribusi Normal sehingga dapat menanbah wawasan kita semua
dan penulis mohon maaf jika terdapat kekurangan atau kelebihan dalam makalah ini, sebab penulis
juga masih dalam proses pembelajaran
DAFTAR PUSTAKA

Novi Reandy Sasmita., Distribusi Normal, Universitas Ubudiah Indonesia (UUI), 2003. (PDF)

Ratu Ilma Indra Putri., Distribusi Normal, ( PDF)

Dita Hasni, M. Anwar, Ernawati Sembiring., Distribusi Probabilitas, Distibusi Normal Dan
Distribusi Sampling, Magister Biomedik Fakultas Kedokteran; Universitas Sumatera Uttara (USU),
Medan 2011 (M. Word)

Aswin., Distribusi Normal (M. Word)

Anda mungkin juga menyukai