Anda di halaman 1dari 7

TITRASI FORMAL ASAM AMINO

Irma Mulyani
1313031073
Jurusan Pendidikan Kimia
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Pendidikan Ganesha

ABSTRAK
Titrasi formaldehida merupakan titrasi asam amino atau acampuran asam amino
dalam keberadaan formaldehida. Titrasi ini merupakan metode analisis untuk mengikuti
pembentukan asam amino bebas yang dihasilkan pada proses hidrolisis pretein oleh
enzim proteotik. Tujuan dari praktikum ini adalah untuk menghidrolisis protein dengan
enzim protease dan membuat kurva hubungan antara volume NaOH terhadap waktu
serta kurva mg nitrogen asam amino terhadap waktu pada titrasi asam amino. Hasil
yang diperoleh dari praktikum ini adalah hidrolisis protein dilakukan untuk memecah
ikatan peptida pada protein dan menjadi molekul yang lebih sederhana yaitu asam
amino dan kurva hubungan antara volume NaOH yang digunakan pada saat titrasi
terhadap waktu menunjukkan bahwa semakin lama dihidrolisis maka asam amino bebas
yang didapatkan semakin banyak sehingga memerlukan NaOH yang semakin bnyak
pula, begitu juga dengan kurva mg Nitrogen terhadap waktu, semakin lama dihidrolisis
maka nitrogen yang dihasilkan juga semakin bertambah.

Kata kunci: hidrolisis, , titrasi asam amino, titrasi formaldehida

ABSTRACT
Formaldehyde titration is titration of amino acids or compound of amino acids in
the presence of formaldehyde. Titration is the method of analysis in the formation of free
amino acids produced in the process of hydrolysis protein by proteolytic enzymes.. The
purpose of this experimen is to hydrolyze the protein with protease enzymes and makes
the relationship curve between the volume of NaOH versus time and curve mg of amino
acid nitrogen of the amino acid titration time. The results of this experimen is hydrolysis
of proteins is done for to break peptide bonds in proteins and into simpler molecules that
amino acids and the curve of the relationship between the volume of NaOH used during
the titration of the time show that the longer the -amino acid hydrolyzed then obtained
more and more so that it requires that the more NaOH, as well as Nitrogen mg versus
time curve, the longer hydrolyzed then nitrogen produced also growing.

Key words: hydolysis, formaldehida titration, amino acid titration

PENDAHULUAN pula dan bersifat turunan. (Tika,


2010).
Protein adalah senyawa organik kompleks
Bila suatu protein dihidrolisis akan
berbobot molekul tinggi yang merupakan
didapatkan asam aminonya.
polimer dari monomer-monomer asam amino
Hidrolisis sustu protein dapat
yang dihubungkan satu sama lain dengan
dilakukan dengan menggunakan
ikatan peptida.
enzim protease dari tripsin (Tika,
Molekul protein mengandung 2010). Tripsin adalah suatu enzim
karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, proteolitik atau enzim yang
dan kadang kala sulfur serta fosfor. mengkatalisis hidrolisis protein.
Suatu molekul protein disusun oleh Tripsin mengkatalisis hidrolisis ikatan
sejumlah asam amino tertentu amida di bagian karboksil dari lisin
dengan susunan yang sudah tertentu atau arginin (Fessenden, 2010).

1
Protein jika dihidrolisis akan metilol. Reaksi ini menyebabkan
menghasilkan asam amino bebas. asam amino bebas bentuk isoelektrik
Asam amino bebas ini bila kehilangan satu proton dari gugus
direaksikan dengan formaldehida NH3+.
berlebih akan membentuk derivat

H3N+CHRCOO-(aq) H2NCHRCOO-(aq) + H+(aq)

H2NCHRCOO-(aq) + 2HCHO(aq) (HOCH2)2NCHRCOO-(aq)

Gambar 1. Reaksi asam amino pada titrasi formal

Ion H+ yang dilepaskan pada Untuk mengatasi hal tersebut, maka


reaksi di atas dapat dititrasi formaldehid ditambahkan ke dalam
langsung dengan NaOH sampai pH larutan asam amino agar bereaksi
8,0 yang merupakan titik akhir dengan gugus amino yang tidak
indikator fenolftalein. Titrasi asam bermuatan sehingga memungkinkan
amino atau campuran asam amino gugus amonium membuffer pada
dalam keberadaan formaldehida daerah pH yang lebih rendah dan
disebut dengan titrasi formal asam dapat dititrasi pada titik akhir secara
amino. Titrasi ini merupakan metode kuantitatif menggunakan indikator
analisis untuk mengikuti (Tika, 2010).
pembentukan asam amino bebas Penambahan formalin ke dalam
yang dihasilkan pada proses larutan asam amino akan
hidrolisis protein oleh enzim membentuk dimetilol. Dengan
proteotik. terbentuknya dimetilol berarti gugus
Pada percobaan ini dibuat kurva amino dari protein sudah terikat dan
titrasi dari asam amino yang tidak akan mempengaruhi titik akhir
diperoleh dari hasil hidrolisis protein titrasi sehingga titik akhir titrasi
dengan menggunakan enzim dapat ditentukan dengan tepat.
protease. Selama hidrolisis suatu Indikator yang digunakan adalah
protein, sejumlah gugus karboksil fenolftalein.
dan gugus amino bertambah terus. Pada praktikum ini digunakan
Penentuan secara kuantitatif salah reagen gelatin. Gelatin merupakan
satu gugus akan dapat memberikan produk alami yang diperoleh dari
indikasi untuk mengetahui derajat hidrolisis parsial kalogen. Gelatin
hidrolisis suatu protein. Menurut teori merupakan protein yang larut dan
zwitter ion, kalau suatu asam amino bersifat gelling agent (bahan
dalam larutan dititrasi dengan basa, pembuat gel) atau sebagai ion
berarti ion hidrogen dari amonium gelling agent. Sumber bahan baku
yang dititrasi. Gugus amonium dari gelatin dapat berasal dari tulang dan
asam amino bersifat buffer pada kulit dari sapi atau babi. Gelatin
daerah tinggi, di atas pH 11 sehingga terdiri dari glisin dengan komposisi
tidak mungkin dititrasi sampai titik yang besar, protein dan 4-
akhir. Hal sama juga terjadi pada hidroksiresidu dengan strukturnya
gugus karboksil yang bersifat buffer yaitu : Ala-Gly-Pro-Arg-Gly-Glu-4.Hyp-
pada pH rendah sehingga tidak Gly-Pro. Berikut merupakan struktur
mungkin juga dititrasi dengan basa. gelatin.

2
O O O O
H H H H2 H H H
O C N C C N C C N C C N OH
H H H2 H
N C C N C C N CH2 CH2
H C NH
CH3 O CH2 CH2
O CH2
NH C O
C O
C NH O-
NH O
NH2
C

Gambar 2. Struktur Gelatin

Tujuan dari praktikum ini adalah ditambahkan tetes demi tetes ke


untuk menghidrolisis protein dengan dalam larutan gelatin tersebut
enzim protease dan membuat kurva sampai warna merah mudanya
hubungan antara volume NaOH hilang kemudian di inkubasi
terhadap waktu serta kurva mg beberapa menit dalam penangas air
nitrogen asam amino terhadap waktu pada suhu 38 oC.
pada titrasi asam amino.
Penyiapan Larutan Tripsin
Pada gelas kimia yang lain, 25 mL
tripsin 1% ditambahkan 1 mL PP 1%
METODE dan NaOH 0,2 M tetes demi tetes
Praktikum ini dilakukan di sampai timbul warna merah muda.
Laboratoriun Kimia Organik yang Selanjutnya HCl 0,1 M ditambahkan
bertempat di Kampus Tengah tetes demi tetes ke dalam larutan
Universitas Pendidikan Ganesha pada tersebut sampai warna merah
15 Maret 2016. mudanya hilang kemudian di
inkubasi beberapa menit dalam
Alat dan Bahan penangas air pada suhu 38 oC.
Alat dan bahan yang digunakan
dalam paktikum ini adalah gelas Titrasi Formaldehida
kimia 100 mL, gelas kimia 25 mL, Larutan tripsin ditambahkan
labu Erlenmeyer 100 mL, Labu dalam larutan gelatin dan diaduk
erlenmeyer 250 mL, buret, statif, secara perlahan. 10 mL campuran
klem, spatula, batang pengaduk, diambil dan dimasukkan ke dalam
pipet tetes, gelas ukur 10 mL, gelas labu erlenmeyer 100 mL (larutan ini
ukur 50 mL, pemanas magnetik, digunakan sebagai kontrol atau
pipet volume 25 mL, termometer 100 waktu nol). Selanjutnya larutan
o
C, kaca arloji, larutan gelatin 5%, tersebut didihkan untuk merusak
larutan HCl 0,1 M, larutan NaOH 0,2 enzim kemudian didinginkan. 15 mL
M, Indikator PP 1%, larutan formaldehid dan 3 tetes PP 1%
formaldehida 40%, larutan tripsisn ditambahkan dalam larutan tersebut
1%, dan akuades. kemudian di titrasi dengan NaOH
0,02 M. Hal yang sama dilakukan
Prosedur Kerja pada interval waktu 15, 30, 45, 60
Penyiapan Larutan Gelatin menit dari waktu nol.
Larutan gelatin disiapkan
sebanyak 100 mL dalam gelas kimia HASIL DAN PEMBAHASAN
kemudian ditambahkan 1 mL PP 1% Berdasarkan percobaan titrasi
dan larutan NaOH 0,2 M tetes demi formal asam amino pada larutan
tetes hingga timbul warna merah gelatin dengan menggunakan enzim
muda. Selanjutnya larutan HCl 0,1 M protease dari tripsin diperoleh hasil

3
pengamatan seperti yang disajikan Pada percobaan ini larutan gelatin
sebagai berikut: ditambahkan dengan indikator
Protein yang dihidrolisis akan fenolftalein dengan tujuan untuk
menghasilkan asam aminonya. mengetahui titik ahir titrasi setelah
Hidrolisis protein adalah proses ditambahkan NaOH yang bersifat
pecahnya atau terputusnya ikatan basa, sehingga warna larutan
peptida dari protein menjadi molekul berubah menjadi merah muda.
yang lebih sederhana. Selanjutnya ditambahkan HCl untuk
Pada percobaan ini protein yang menetralkan kembali larutan glisin
dihidrolisis yaitu gelatin dengan yang ditunjukkan dengan hilangnya
menggunakan tripsin. Gelatin dan warna merah muda pada larutan-
tripsin yang akan digunakan larutan tersebut. Setelah itu masing-
dinetralkan terlebih dahulu agar masing larutan diinkubasi pada suhu
tidak mengalami lysis akibat 38 0C. Pengkondisian ini bertujuan
perubahan pH yang dapat agar enzim protease dapat bekerja
ditimbulkan dari reaksi kimiawi yang secara optimal. Hal yang sama juga
mungkin terjadi, begitu pula dengan dilakukan pada larutan tripsin ketika
tripsin agar tidak dapat merubah menetralkannya.
struktur enzim yang ada.

(a) (b) (c)


Gambar 3. a) larutan gelatin berwarna bening kecoklatan, b) larutan
gelatin berwarna merah muda setelah penambahan larutan PP 1% dan
NaOH 0,2 M, dan c) larutan gelatin berwarna bening kecoklatan setelah
penambahan HCl 0,1 M.

Gambar 4. Larutan tripsin berwarna putih

Larutan tripsin dan larutan menghasilkan asam amino


gelatin kemudian dicampur. bebas sehingga dapat dititrasi.
Penambahan larutan tripsin Sebanyak 10 mL campuran
mampu menghidrolisis protein antara larutan gelatin dengan
khususnya gelatin. Dalam larutan tripsin dipanaskan
larutan tripsin terdapat enzim hingga mendidih untuk
protease yang mampu merusak atau menghentikan
menghidrolisis protein dengan kerja enzim sehingga reaksi
memotong ikatan peptida pada hidrolisis akan terhenti.
sisi C dari gelatin yang Larutan ini kemudian

4
didinginkan dan ditambahkan formalin merupakan reaksi
15 mL formalin netral dan 3 pembentukan dimetilol.
tetes fenolftalein kemudian Larutan protein yang telah
dititrasi dengan NaOH 0,02 M. dinetralkan dengan basa
Larutan ini digunakan sebagai (NaOH), ditambahkan formalin
standar karena diambil pada sehingga membentuk
menit ke-nol. Tiap selang dimetilol. Dengan
waktu 15 menit, prosedur ini terbentuknya dimetilol ini,
diulangi hingga menit ke-60. berarti gugus aminonya sudah
Tujuan penambahan formalin terikat dan tidak akan
adalah agar formalin bereaksi mempengaruhi reaksi yang
dengan gugus amino yang terjadi antara gugus asam
tidak bermuatan sehingga (karboksil) dengan basa
memungkinkan gugus (NaOH) sehingga titik akhir
amonium mem-buffer di titrasi dapat diakhiri dengan
daerah pH yang lebih rendah tepat. Indikator yang
dan dapat dititrasi pada titik digunakan adalah fenolftalein.
akhir secara kuantitatif Reaksi yang terjadi secara
menggunakan suatu indikator. keseluruahan pada titrasi
Reaksi yang terjadi pada titrasi formal asam amino yaitu:
dengan menggunakan

H O H O
NaOH
R C C R C C
OH O- (aq)
NH2 (aq) NH 3+

Pada pH Netral

H H O
O

R C C + HCHO(aq) R C C

O- N OH
NH 3+ (aq) (aq)
HOH 2C CH2OH
Formalin Dimetilol

H H O
O

R C C + NaOH(aq) R C C

OH N ONa
N
HOH 2C CH2OH (aq) HOH 2C CH2OH (aq)

Dimetilol

Gambar 5. Reaksi keseluruhan titrasi asam amino

Volume NaOH yang diperlukan 75 dan 90 dapat dilihat pada tabel


pada saat titrasi formal asam amino berikut:
ini pada menit ke- 0, 15, 30, 45, 60,

Tabel 1. Volume NaOH yang diperlukan pada saat titrasi formal asam amino
Menit Volume NaOH
ke- (mL)
0 1,5 mL

5
15 1,7 mL
30 2 mL
45 2,5 mL
60 2,8 mL
75 3,2 mL
90 3,4 mL

Berdasarkan data yang diperoleh, berbeda-beda. Kurva hubungan


setiap selang waktu 15 menit saat antara volume NaOH terhadap waktu
titrasi, volume NaOH yang diperlukan yaitu sebagai berikut:

volume NaOH
4

3
volume NaOH
2

0 90
1 2 3 4 5 6 7
Menit Ke

Gambar 6. Kurva hubungan antara volume NaOH terhadap waktu


Kurva tersebut menunjukkan (Redhana, 2010). Karena
bahwa semakin lama waktu hidrolisis konsentrasi NaOH yang digunakan
maka semakin banyak pula volume adalah 0,02 M yang sama dengan
NaOH yang diperlukan. Hal tersebut 0,02 N (karena N = n . M) maka 1 mL
disebabkan karena semakin lama larutan NaOH ekivalen dengan 0,28
terhidrolisis, maka asam amino mg nitrogen sehingga massa
bebas hasil hidrolisis larutan gelatin nitrogen dalam setiap jeda waktu
semakin banyak, sehingga semakin dapat ditentukan. Pada menit ke-0,
banyak pula volume NaOH yang massa nitrogen yang dihasilkan
digunakan. dapat dihitung dengan cara volume
Selanjutnya adalah penentuan NaOH dikali 0,28 mg dibagi 1 mL
massa N yang ditentukan melalui larutan.
hasil titrasi pada setiap menit Sehingga didapatkan massa
dimana 1 mL larutan NaOH 0,1 N nitrogen disetiap kontrol waktu yaitu:
ekivalen dengan 1,4 mg nitrogen
asam amino

Tabel 2. Massa nitrogen yang diperoleh dari setiap kontrol waktu pada saat
titrasi formal asam amino
Volume NaOH Massa nitrogen
Menit ke
(mL) (mg)
0 1,5 mL 4,2
15 1,7 mL 4,76
30 2 mL 5,6
45 2,5 mL 7
60 2,8 mL 7,84

6
75 3,2 mL 8,96
90 3,4 mL 9,52

Berdasarkan data yang diperoleh Nitrogen terhadap waktu dapat


yang terlihat pada tabel 3 diatas, dilihat sebagai berikut:
maka kurva hubungan antara mg

mg Nitroge n
10
8
mg Nitrogen
6
4
2
0
1 2 3 4 5 6 7

Menit Ke

Gambar 7. Kurva hubungan antara mg nitrogen


terhadapa waktu
Dari kurva diatas terlihat bahwa selaku asisten dosen, dan I Dewa Subamia
massa nitrogen semakin banyak seiring selaku laboran di Jurusan Pendidikan Kimia
bertambahnya waktu. atas masukan dan sarannya sehingga
percobaan ini dapat dilaksanakan dengan baik.
SIMPULAN
Berdasarkan pembahasan diatas, maka DAFTAR PUSTAKA
dapat disimpulkan yaitu hidrolisis protein
Aminah, Siti. 2011. Titrasi Formal Asam
dilakukan untuk memecah ikatan peptida pada
Amino. diakses di
protein dan menjadi molekul yang lebih
http://www.academia.edu/8982904/lapor
sederhana yaitu asam amino. Hidrolisis ini
an_titrasi_formol_asam_amino_biokimi
dilakukan dengan menggunakan enzim
a?login=&email_was_taken=true pada
protease yaitu tripsin. Kurva hubungan antara
tanggal 20 Maret 2016
volume NaOH yang digunakan pada saat
Redhana, I Wayan. 2004. Buku Ajar
titrasi terhadap waktu menjelaskan bahwa
Biokimia Jilid I. Singaraja:
semakin lama dihidrolisis maka asam amino
Universitas Pendidikan
bebas yang didapatkan semakin banyak
Ganesha.
sehingga memerlukan NaOH yang semakin
Tika, I Wayan. 2010. Buku Penuntun
bnyak pula. Begitu juga dengan kurva mg
Praktikum Biokimia. Singaraja:
Nitrogen terhadap waktu, semakinlama
Universitas Pendidikan Ganesha
dihidrolisis maka nitrogen yang dihasilkan
juga semakin bertambah.

UCAPAN TERIMAKASIH
Ucapan terima kasih penulis sampaikan
kepada Dr. I Nyoman Tika, M.Si., sebagai
dosen pengampu mata kuliah Praktikum
Biokimia, Kadek Dewi Wirmandianthy, S.Pd