Anda di halaman 1dari 3

TRIASE

No. Kode :
Terbitan :
No. Revisi :
Tgl. Mulai Berlaku :
SPO Halaman : 1/2

PUSKESMAS Dr. Antonia Sadniningtyas


PANDANARAN NIP. 19700806 200003 2 005
1. Tujuan Tujuan triase pada musibah massal adalah bahwa dengan sumber daya yang
minimal dapat menyelamatkan korban sebanyak mungkin
2. Kebijakan Memilah korban berdasar:
a. Beratnya cidera
b. Besarnya kemungkinan untuk hidup
c. Fasilitas yang ada / kemungkinan keberhasilan tindakan
Triase tidak disertai tindakan
Triase dilakukan tidak lebih dari 60 detik/pasien dan setiap pertolongan harus
dilakukan sesegera mungkin.
3. Ruang Lingkup Seluruh unit-unit pelayanan dan tindakan kesehatan
4. Definisi Triase (Triage) adalah Tindakan untuk memilah/mengelompokkan korban
berdasar beratnya cidera, kemungkinan untuk hidup, dan keberhasilan
tindakan berdasar sumber daya (SDM dan sarana) yang tersedia

5. Prosedur a. Petugas menerima pasien yang datang di UGD.


b. Petugas melakukan anamnese
c. Petugas memriksa pasien singkat dan cepat (selintas) untuk menentukan
derajat kegawatannya.
d. Petugas memeriksa pasiendi luar ruang triase (di depan gedung IGD) apabila
pasien lebih dari 10 orang.
e. Petugas memberikan kode warna menurut kegawatnnya :
1) Segera- Immediate (I)- MERAH. Pasien mengalami cedera mengancam
jiwa yang kemungkinan besar dapat hidup bila ditolong segera.
Misalnya : Tension pneumothorax, distress pernafasan (RR< 30x/mnt),
perdarahan internal vasa besar dsb.
2) Tunda-Delayed (II)-KUNING. Pasien memerlukan tindakan defintif
tetapi tidak ada ancaman jiwa segera. Misalnya : Perdarahan laserasi
terkontrol, fraktur tertutup pada ekstrimitas dengan perdarahan
terkontrol, luka bakar <25% luas="" permukaan="" tubuh="" dsb=""
br="">

3) Minimal (III)-HIJAU. Pasien mendapat cedera minimal, dapat berjalan


dan menolong diri sendiri atau mencari pertolongan. Misalnya :
Laserasi minor, memar dan lecet, luka bakar superfisial.

4) Expextant (0)-HITAM. Pasien menglami cedera mematikan dan akan


meninggal meski mendapat pertolongan. Misalnya : Luka bakar derajat
3 hampir diseluruh tubuh, kerusakan organ vital, dsb
f. Petugas memprioritas pelayanan sesuai dengan urutan warna : merah,
kuning, hijau, hitam.
g. Petugas langsung memberikan tindakan di ruang tindakan UGD apabila
triase merah
a. Petugas apabila memerlukan tindakan medis lebih lanjut, pasien

6. Diagram Alir
Petugas melakukan Petugas memriksa pasien
Petugas menterima anamnese singkat dan cepat (selintas)
pasien yang datang untuk menentukan derajat
di UGD kegawatannya

Petugas memprioritas Petugas memberikan kode Petugas memeriksa pasien di


pelayanan sesuai dengan urutan warna menurut luar ruang triase (di depan
warna : merah, kuning, hijau, kegawatnnya dengan gedung IGD) apabila pasien
hitam. memberi kode warna: lebih dari 10 orang

Petugas langsung Petugas apabila Petugas memberikan tindakan


memberikan tindakan di memerlukan tindakan medis pada pasien dengan kategori
ruang tindakan UGD lebih lanjut, pasien dirujuk triase kuning yang
apabila triase merah ke rumah sakit lain memerlukan tindakan medis
lebih lanjut dapat menunggu
giliran setelah pasien dengan
kategori triase merah selesai
ditangani

Petugas memulangkan PETpasien dengan


pasien yang sudah membaik kategori triase
hPPPPPijau ke rawat
jalan

Petugas memindah pasien kategori triase


hitam ke kamar jenazahPetugas
memindahkan pasien dengan kategori
triase hijau ke rawat jalan

7. Referensi http://bencana-kesehatan.net

8. Dokumen Resep,
Terkait
Informconcent,
BlankoRujukan,
RM
9. Distribusi Seluruh unit-unit pelayanan dan tindakan kesehatan

10.Rekaman Historis Perubahan


NO Yang Dirubah Isi Perubahan TglMulaiDiperlakukan