Anda di halaman 1dari 4

20 Istilah Pertambangan

1. Nisbah pengupasan (stripping ratio)


adalah perbandingan antara overburden yang harus dikupas dengan cebakan bahan
galian yang dapat ditambang.

2. Tanah/batuan penutup (over burden)


adalah tanah atau batuan yang tidak berharga yang menutupi cebakan bahan galian
sehingga harus dikupas terlebih dahulu untuk dapat menggali cebakan bahan galian
tersebut.

3. Cadangan (reverse)
merupakan sebagian dari sumber daya (resources) yang memenuhi persyaratan
untuk ditambang dan ekstraksi (ketebalan,kadar/kualitas, dan kedalaman) yang
memenuhi persyaratan hukum saat ini.

4. Eksplorasi
merupakan suatu proses atau serangkaian penyelidikan yang diawali dengan
pencarian endapan bahan galian, diteruskan dengan penyelidikan untuk mengetahui
bagaimana sebaran baik secara lateral maupun vertikal, bagaimana bentuk dan
ukuran (tubuh bahan galian dan bijihnya) sehingga pada akhirnya dapat
diestimasikan sumber daya, cadangan dan kadarnya.

5. Land clearing
adalah seluruh aktifitas awal pada pembukaan atau pembersihan lahan areal
penambangan dari pepohonan atau tanaman.

6. Top soil removal


adalah kegiatan pemindahan tanah pucuk (top soil) dari daerah tambang ke lokasi
penimbunan ataupun ke daerah yang akan direklamasi.

7. Dump maintenance
merupakan bagian proses penambangan yang aktifitasnya dapat di dalam pit
ataupun diluar pit, dimana terjadi pada tempat penimbunan material buangan dari
proses penambangan.

8. Quarry
merupakan sistem penambangan yang diterapkan untuk menambang endapan
bahan galian industri atau mineral industri.

9. Panning (pendulangan)
adalah suatu sistem penambangan dengan memakai dulang, kegiatan ini sejenis
kegiatan tradisional dan sangat cocok digunakan untuk kegiatan eksplorasi, tracing
placer deposit menuju sumbernya.
10. Reklamasi tambang
adalah bagian dari kewajiban perusahaan tamabang untuk melestarikan lahan bekas
pertambangan sesuai dokumen AMDAL seperti dengan mengembalikan flora seperti
semula ataupun wahana bermain.

11. Kepala Teknik Tambang


adalah pemimpin dan pengawas pekerjaan tambang yang melaksanakan tugasnya
atas nama pemegang K.P tersebut tidak dapat memimpin atau mengawasi sendiri
pertambangan itu. Kepala Teknik Pertambangan diangkat oleh Kepala Inspeksi
Tambang setelah mempertimbangkan keahlian dan pengalamannya termasuk
pengetahuan tentang peraturan keselamatan kerja tambang.

12. Detonator
merupakan alat pengejut yang dimasukkan ke dalam bahan peledak utama.
Detonator sebenarnya juga merupakan bahan peledak karena ia berisi sedikit bahan
peledak yang menghasilkan getaran pengejut yang diperlukan untuk meledakkan
bahan peledak utama.detonator secara umum dibagi dua, detonator yang bekerja
dengan aliran listrik dan yang disulut dengan sumbu api. Detonator modern sering
dikenal dengan detonator yang dapat diperlambat (delay detonator).

13. Stockpile
adalah tempat penumpukan batu bara atau bahan yang ditumpuk untuk diambil,
diolah, dipasarkan atau dimanfaatkan kemudian.

14. Kecelakaan tambang


yaitu kecelakaan yang terjadi pada pekerjaan tambang dalam waktu antara mulai
masuk sampai mengakhiri kerja. Kecelakaan tambang adalah yang menimpa pekerja
tambang, akibat dari pekerja tambang dan terjadi pada daerah tambang (daerah
kontrak karya atau wilayah kuasa pertambangan dan yang menghilangkan hari kerja.

15. Fly ash (abu terbang)


yakni butiran-butiran sangat halus yang lepas akibat pembakaran batubara, terbawa
dalam arus gas, khususnya yang keluar melalui cerobong gas atau asap PLTU.
Dapat juga berarti butiran halus abu batubara yang telah melunak atau meleleh
akibat pembakaran dalam PLTU.

16. Mine plan


adalah perencanaan secara rinci termasuk desain geometri penambangan, jalan-
jalan tambang dan seluruh teknik tambang. Rencana/rancangan tambang meliputi
perhitunagan alat-alat berat, pengolahan batubara bahan galian lain. Pemilihan
metoda penambangan, peralatan dan perhitungan kondisi setempat termasuk
kedalam perencanaan tambang.

17. Mine sample (sampel tambang)


yaitu contoh yang diambil di tambang untuk diselidiki biasanya dari permuka
tambang dalam batubara atau dari tambang batubara terbuka.

18. Palu geologi


adalah palu berbentuk khusus yang digunakan dalam penyelidikan geologi
dilapangan untuk memecahkan batuan.

19. Penyangga
adalah bahan yang digunakan untuk menyangga lubang-lubang tambang dalam
untuk menghindarkan penurunan dan ambruknya atap atu dinding lubang. Alat
penyangga pada awalnya hanya terbuat dari kayu, kemudian besi atau baja, beton
kemudian penyangga modern berbentuk pipa hidrolik dan baut-baut.

20. Kepala Inspeksi Tambang


adalah pejabat pemerintah yang mengepalai pengawasan dan pelaksanaan inspeksi
tambang dalam rangka keselamatan tambang serta keselamatan kerja sesuai
peraturan keselamatan kerja tambang. Kepala Inspeksi tambang dipegang rangkap
oleh Direktur Direktorat Teknologi Mineral dan Batubara sebagai pimpinan dari para
pelaksana Inspeksi Tambang dan Asisten Pelaksana Inspeksi Tambang.

TUGAS PENGANTAR TEKNOLOGI MINERAL

20 ISTILAH PERTAMBANGAN
OLEH

NAMA : SURYADI PUTRA

NIM/TM : 14137006/2014

PRODI : TEKNIK PERTAMBANGAN (S1)

DOSEN : DEDI YULHENDRA, ST. MT

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI PADANG