Anda di halaman 1dari 88

RANCANGAN DAN IMPLEMENTASI

KURIKULUM NERS MENGACU KKNI TAHUN 2016


TASK FORCE KURIKULUM AIPNI
OUTLINE
Latar Belakang dan Tujuan
Pengembangan Kurikulum Pendidikan Ners Mengacu KKNI
Pengembangan Kurikulum Institusi
Kurikulum Inti Program Pendidikan Sarjana dan Program
Pendidikan Profesi Ners
Panduan Pelaksanaan Kurikulum Ners Mengacu KKNI
LATAR BELAKANG
Perubahan IPTEK dan Globalisasi

Pelayanan keperawatan kepada masyarakat memenuhi standar


mutu internasional, yang dapat menjamin keamanan dan kenyamanan
klien beserta keluarganya.

Penyelenggaraan praktik keperawatan didasarkan pada kewenangan


yang diberikan karena keahlian yang dikembangkan sesuai dengan
kebutuhan kesehatan masyarakat, perkembangan ilmu pengetahuan dan
tuntutan globalisasi sebagaimana tertera dalam Undang-Undang
Kesehatan nomor 36 tahun 2009 dan Undang-Undang RI Nomor 38
tahun 2014 tentang Keperawatan
Peraturan Presiden RI nomor 8 tahun 2012 dan Peraturan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 73 Tahun 2013 tentang Penerapan
Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia bidang Pendidikan Tinggi.
Permenristekdikti No 44 tahun 2015 tentang SNPT (Standar Nasional
Pendidikan Tinggi)

ASEAN Economic Community tahun 2015 dan mengantisipasi


perkembangan global telah diadakan perubahan-perubahan yang bersifat
inovasi, reorientasi, reformasi di dalam revisi kurikulum Pendidikan Ners

Penyusunan revisi kurikulum tahun 2015 berlandaskan kepada peraturan-


peraturan terkini yang ada di Indonesia, dengan mempertimbangkan
kebutuhan pemangku kepentingan, dan tuntutan dari organisasi profesi
yang mengharapkan lulusan berstandar internasional dan sesuai dengan
Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia level 7
TUJUAN

Memberikan pedoman bagi institusi


penyelenggara pendidikan Ners di
Indonesia, dalam menyusun kurikulum
intitusional untuk menghasilkan lulusan
Ners yang kompeten sesuai kebutuhan
nasional maupun global.
PENGEMBANGAN
KURIKULUM
PENDIDIKAN NERS
MENGACU KKNI
LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM
a. Kemendiknas no 232/U/2000 tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan
tinggi dan penilaian hasil belajar mahasiswa
b. Kemendiknas nomor 045/U/2002 tentang kurikulum inti perguruan tinggi
c. UU no 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas
d. Permendiknas no 63 tahun 2009 tentang sistem penjaminan mutu pendidikan
e. UU no 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi
f. Peraturan presiden no 8 tahun 2012 tentang KKNI
g. Peraturan menteri no 4 tahun 2014 tentang penyelengaraan pendidikan tinggi dan
pengelolaan perguruan tinggi
h. Undang-Undang No 38 tahun 2014 tentang Keperawatan
i. Permenristekdikti No 44 tahun 2015 tentang SNPT (Standar Nasional Pendidikan
Tinggi)
ALASAN PERUBAHAN KURIKULUM:
Setelah ratifikasi beberapa perjanjian dan komitmen global (AFTA, WTO,
GATTS) oleh pemerintah Negara RI

Pada tahun 2013, ASEAN Economic Community telah mempersiapkan


AFTA 2012. Berbagai kesepakatan dan kesepahaman antar Negara-
negara di ASEAN mulai ditetapkan. Roadmap atau peta pengembangan
mobilitas bebas tenaga kerja professional antar negara di ASEAN telah
dibentangkan
Tahun 2010 mulailah disepakati Mutual Recognition Agreement (MRA) untuk
berbagai pekerjaan dan profesi. Beberapa bidang profesi yang telah memiliki
MRA hingga tahun ini adalah:
(1)engineers; (2)architect; (3) accountant; (4) land surveyors; (5) medical
doctor; (6) dentist; (7) nurses, dan (8) labor in tourism.

Atas dasar prinsip kesetaraan mutu serta kesepahaman tentang kualifikasi


dari berbagai bidang pekerjaan dan profesi di era global, maka diperlukanlah
sebuah parameter kualifikasi secara internasional dari lulusan pendidikan di
Indonesia.

Lanjutan ALASAN PERUBAHAN KURIKULUM


Secara internal, kualitas pendidikan di Indonesia terutama pendidikan
tinggi memiliki disparitas yang sangat tinggi. Antara lulusan S1 program
studi satu dengan yang lain tidak memiliki kesetaraan kualifikasi, bahkan
pada lulusan dari program studi yang sama.

Selain itu, tidak juga dapat dibedakan antara lulusan pendidikan jenis
akademik, dengan vokasi dan profesi.


Kualifikasi pendidikan ini membuat akuntabilitas akademik lembaga
pendidikan tinggi semakin turun

Lanjutan ALASAN PERUBAHAN KURIKULUM


Pada tahun 2012, melalui Peraturan Presiden no 08 Tahun 2012,
dorongan sekaligus dukungan untuk mengembangkan sebuah ukuran
kualifikasi lulusan pendidikan Indonesia dalam bentuk sebuah
kerangka kualifikasi, yang kemudian dikenal dengan nama Kerangka
Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

Lanjutan ALASAN PERUBAHAN KURIKULUM


Perubahan SNPT Terkait kurikulum
Berdasar Permenristek dikti No 44 tahun 2015
tentang SNPT (Standar Nasional Pendidikan
Tinggi)
Bab I Ketentuan Umum, Pasal 1
Pasal 2
PENGEMBANGAN KURIKULUM INSTITUSI
Kurikulum inti yang sudah dirancang ini berupa kurikulum dengan beban 118
sks yang terdiri dari kurikulum inti keilmuan 104 sks, mata kuliah wajib
umum berdasarkan SNPT 10 sks, dan skripsi 4 sks.

Jumlah sks untuk lulusan program sarjana keperawatan minimal 144 sks, dan
program studi profesi ners minimal 36 sks, sehingga institusi punya
kebebasan untuk mengembangkan kurikulum institusi yang lengkap sesuai
visi dan misi dari perguruan tinggi masingmasing.

Kelengkapan sks institusi untuk program sarjana keperawatan dari yang


wajib (118 sks) menjadi 144 sks dapat dilakukan dengan cara menambah sks
pada beberapa mata kuliah inti keilmuan, menambahkan mata kuliah
tambahan sesuai dengan visi dan misi perguruan tinggi masingmasing, serta
dapat menambahkan mata kuliah yang terkait dengan isu lokal, nasional,
maupun global
Pada kelengkapan sks institusi untuk program studi profesi Ners
dari jumlah minimal 36 sks pada kurikulum ini telah disusun
sejumlah 29 sks.

Kelengkapannya diserahkan kepada institusi masingmasing


untuk mengembangkannya sesuai dengan visi misi program studi
atau unggulan program studi.

PENGEMBANGAN KURIKULUM INSTITUSI


KURIKULUM INTI
PROGRAM PENDIDIKAN
SARJANA DAN
PROGRAM PENDIDIKAN
PROFESI NERS
PROFIL LULUSAN PENDIDIKAN NERS
Care Provider (Pemberi asuhan keperawatan)
Communicator (Interaksi dan transaksi dengan klien, keluarga, dan tim
kesehatan)
Educator dan health promotor (Pendidikan dan promosi kesehatan bagi
klien, keluarga dan masyarakat)
Manager dan leader (Manajemen praktik/ruangan pada tatanan rumah sakit
maupun masyarakat)
Researcher (Peneliti )
CAPAIAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN NERS
MENGACU KKNI
ASPEK SIKAP NERS
Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap
religius;

Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan


agama,moral, dan etika;

Menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik;

Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki
nasionalisme serta rasa tanggungjawab pada negara dan bangsa;

Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan kepercayaan,


serta pendapat atau temuan orisinal orang lain;
Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa,
bernegara, dan kemajuan peradaban berdasarkan pancasila;

Bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap


masyarakat dan lingkungan;

Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara;

Menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan, dan kewirausahaan;

Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya


secara mandiri.

ASPEK SIKAP NERS


Mampu bertanggung gugat terhadap praktik profesional meliputi
kemampuan menerima tanggung gugat terhadap keputusan dan tindakan
profesional sesuai dengan lingkup praktik di bawah tanggungjawabnya, dan
hukum/peraturan perundangan;

Mampu melaksanakan praktik keperawatan dengan prinsip etis dan peka


budaya sesuai dengan kode etik perawat indonesia;

Memiliki sikap menghormati hak privasi, nilai budaya yang dianut dan
martabat klien, menghormati hak klien untuk memilih dan menentukan
sendiri asuhan keperawatan dan kesehatan yang diberikan, serta
bertanggung jawab atas kerahasiaan dan keamanan informasi tertulis,
verbal dan elektronik yang diperoleh dalam kapasitas sesuai dengan lingkup
tanggungjawabnya.

ASPEK SIKAP NERS


PENETAPAN KEDALAMAN DAN
KELUASAN PENGETAHUAN
KAITAN BAHAN KAJIAN DENGAN LEARNING OUTCOME
CONTOH UNTUK MENGHITUNG BESARAN SKS
PENGETAHUAN STANDAR ISI
Standar isi yang dimaksud ini adalah sebagaimana yang tertuang di dalam
pasal 8 ayat 1 Permendikbud no 49 tahun 2014 tentang SNPT adalah
kriteria minimal tingkat kedalaman dan keluasan materi
pembelajaran.

Di dalam Permendikbud SNPT pasal 8 ayat (3) dijelaskan bahwa


Kedalaman dan keluasan materi pembelajaran pada program profesi,
spesialis, magister, magister terapan, doktor, dan doktor terapan,
wajib memanfaatkan hasil penelitian dan hasil pengabdian kepada
masyarakat.
STRUKTUR KURIKULUM INTI PROGRAM
SARJANA KEPERAWATAN
SEMESTER I
T = Teori (dapat berupa kuliah
kuliah,, responsi
responsi,, tutorial, seminar)
P = Praktikum
PL = Praktikum lapangan
No Mata Ajar Sks T P PL
1 Bahasa Indonesia 2 2
2 Keperawatan Dasar I 3 2 1
3 Konsep Dasar Keperawatan I 3 3
4 Agama 2 2
5 Ilmu Dasar Keperawatan I 4 3 1
6 Falsafah dan Teori Keperawatan 3 3
Jumlah 17 15 2
SEMESTER 2
No. Mata Ajar Sks T P PL
1 Komunikasi Dalam Keperawatan I 2 1 1
2 Pancasila 2 2
3 Keperawatan Dasar II 3 1 2
4 Konsep Dasar Keperawatan II 3 3
5 Ilmu Dasar Keperawatan II 4 3 1
6 Pendidikan dan Promosi Kesehatan 3 2 1
Jumlah 17 12 3 2
SEMESTER 3
No. Mata Ajar Sks T P PL

1 Sistem Informasi Keperawatan 2 1 1


2 Kewarganegaraan 2 2
3 Keperawatan Medikal Bedah I 3 2 1
4 Keperawatan Maternitas I 4 2 1 1
5 Komunikasi dalam Keperawatan II 3 1 1 1
6 Psikososial dan Budaya dalam 2 2
Keperawatan

7 Keselamatan Pasien dan Keselamatan 2 1 1


Kesehatan Kerja dalam Keperawatan

Jumlah 18 11 5 2
SEMESTER 4
No. Mata Ajar Sks T P PL

1 Keperawatan Maternitas II 2 1 1

2 Keperawatan Medikal Bedah II 3 2 1

3 Keperawatan Anak I 4 2 1 1

4 Keperawatan Kesehatan Jiwa I 3 2 1

5 Keperawatan HIV AIDS 2 1 1

Jumlah 14 8 5 1
SEMESTER 5
No. Mata Ajar Sks T P PL

1 Keperawatan Medikal Bedah III 3 2 1

2 Keperawatan Anak II 2 2

3 Keperawatan Kesehatan Jiwa II 3 2 1

4 Keperawatan menjelang ajal dan 3 2 1


paliatif

5 Keperawatan Komunitas I 2 2

Jumlah 13 10 2 1
SEMESTER 6
No. Mata Ajar Sks T P PL

1 Keperawatan Komunitas II 3 2 1

2 Metodologi Penelitian 4 3 1

3 Keperawatan Gawat Darurat 4 3 1

4 Keperawatan Keluarga 4 3 1

5 Bahasa Inggris 2 2

Jumlah 17 13 4
SEMESTER 7
No. Mata Ajar Sks T P PL

1 Keperawatan kritis 3 2 1

2 Biostatistik 2 1 1

3 Keperawatan Gerontik 4 3 1

4 Keperawatan Bencana 2 2

5 Praktik Keperawatan Medikal 3 3


Bedah
Jumlah 14 8 3 3
SEMESTER 8
No. Mata Ajar Sks T P PL

1 Skripsi 4 4

2 Manajemen Keperawatan 4 3 1

Jumlah 8 3 5
Deskripsi
Sasaran Pembelajaran
Strategi Pembelajaran Student Centered Learning (SCL)
Daftar Pustaka
MODEL MODEL KONSEP PEMBELAJARAN SCL
Semester I
Mata kuliah: Ilmu Dasar Keperawatan
(IDK) I
Beban Studi: 4SKS (3T, 1P)
Prasyarat : -
Deskripsi Mata Kuliah:
Mata kuliah ini merupakan bagian dari kelompok
ilmu alam dasar yang membahas tentang konsep
biologi, fisika, biokimia, gizi dengan memperhatikan
lingkungan dan etika keilmuan, serta konsep-konsep
anatomi dan fisiologi manusia dalam
mempertahankan homeostasis tubuh.
Capaian Pembelajaran:
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran IDK I, bila diberi data
kasus, mahasiswa mampu:
Menganalisis masalah keperawatan dengan menggunakan
prinsip-prinsip biomedik sebagai bagian pendekatan holistik
keperawatan
Menjelaskan konsep-konsep anatomi dan fisiologi manusia
sebagai suatu pendekatan dalam menyelesaikan masalah
keperawatan.
Menjelaskan mekanisme fisiologi tubuh manusia dalam
berbagai aktifitas.
Menjelaskan mekanisme fisiologi tubuh manusia dalam
mempertahankan homeostasis tubuh
Metoda
Kuliah interaktif
Tutorial
Praktikum
KURIKULUM INTI
PROGRAM
PROFESI NERS
SEMESTER JUMLAH SKS
MATA KULIAH
KURIKULUM INTI KURIKULUM
INSTITUSI

IX KDP 2
Keperawatan Medikal Bedah 6

Keperawatan Anak 3
KeperawatanMaternitas 3

KeperawatanJiwa 3
X Manajemen keperawatan 2

Keperawatan Gadar dan kritis 3


Keperawatan Gerontik 2
Keperawatan Keluarga dan Komunitas 5
JUMLAH 29 36
PRINSIP
RINSIP--PRINSIP PROGRAM PROFESI
Calon peserta pendidikan tahap profesi:
Lulus pendidikan sarjana keperawatan

Tersedianya wahana praktik yang kondusif (sarana dan


prasarana) untuk menumbuh kembangkan kemampuan
berfikir kritis, menyelesaikan masalah dan mengambil
keputusan sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai.
Tersedianya buku pedoman pelaksanaan kegiatan pendidikan tahap profesi,
buku log, dan modul praktik.

Tersedianya preceptor/mentor untuk penyelenggaraan pendidikan profesi.

Pelaksanaan kegiatan pendidikan profesi berorientasi pada tahap


pembelajaran sederhana ke kompleks dengan memfokuskan pada
pengetahuan, keterampilan dan sikap untuk mencapai kompetensi
profesional seorang ners.

PRINSIP
RINSIP--PRINSIP PROGRAM PROFESI
PANDUAN PELAKSANAAN
KURIKULUM PROGRAM
PROFESI NERS
MENGACU KKNI
PANDUAN PELAKSANAAN KURIKULUM PROGRAM PROFESI NERS
MENGACU KKNI
FASE PERSIAPAN
FASE PELAKSANAAN
FASE EVALUASI
Label skor Standar prosedur Kualitas Tingkat bantuan
skala penampilan yg dibutuhkan

Inde- 5 Aman, Mahir Tidak butuh


penden Akurat, Percaya diri bantuan atau
dukungan
Mencapai semua hasil yang bijaksana
diharapkan,
Perilku sesuai dengan
konteks
Disu- 4 Aman, Mahir Sesekali
pervisi Akurat, Percaya diri membutuhkan
bantuan
Mencapai semua hasil yang Cukup
diharapkan, bijaksana
Perilaku sesuai dengan
konteks
Label skor Standar prosedur Kualitas Tingkat bantuan
skala penampilan yg dibutuhkan

Dibantu 3 Aman, Cukup mahir Membutuhkan


Akurat, jika dibantu bantuan verbal
dan sesekali
Mencapai hamper semua
bantuan fisik
hasil yang diharapkan
Hasil Perilaku umumnya
sesuai dengan konteks
marginal 2 Aman hanya dengan Tidak terampil Membutuhkan
bimbingan Tidak efisien bantuan verbal
Tidak sepenuhnya akurat terus menerus
dan sesekali
Pencapaian hasil yang
bantuan fisik
diharapkan tidak lengkap
Label skor Standar prosedur Kualitas Tingkat bantuan
skala penampilan yg dibutuhkan
tergantu 1 Tidak aman Tidak terampil Membutuhkan
ng Tidak dapat menunjukkan bantuan verbal
perilaku yang diharapkan dan fisik terus
Kurangnya kesadaran akan menerus
perilaku yang sesuai
dengan konteks
X 0 Tidak menampilkan
Perilaku sesuai yang
diharapkan
Semester 1 Profesi:
Mata Kuliah : Keperawatan Dasar
Profesi (KDP)
Beban Studi : 2 sks
Deskripsi Mata Kuliah:
Praktik Keperawatan Dasar Profesi (KDP) merupakan
bagian awal dari rangkaian proses pendidikan Ners
tahap profesi yang akan diikuti oleh seluruh
mahasiswa di berbagai rumah sakit. Kemampuan
yang dicapai selama program ini akan menjadi dasar
kemampuan di mata kuliah tahap profesi
selanjutnya.

Capaian Pembelajaran:
Bila merawat klien dengan gangguan pemenuhan
kebutuhan dasar, mahasiswa mampu:
menyusun rencana asuhan keperawatan sesuai
dengan standar profesi keperawatan serta dapat
melakukan perencanaan pulang yang adekuat
melakukan pengkajian yang terkait dengan
kebutuhan dasar klien dan keluarga
menegakkan diagnosis keperawatan yang terkait
dengan gangguan kebutuhan dasar klien dan
keluarga
menyusun intervensi keperawatan dan rasionalnya
Metoda pembelajaran
1. Pre dan post conference.
2. Tutorial individual yang diberikan preceptor.
3. Diskusi kasus.
4.Case report dan overan dinas.
5.Pendelegasian kewenangan bertahap.
6. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi
kesehatan/keperawatan terkini.
7. Problem solving for better health/ hospital(PSBH).
8.Belajar berinovasi dalam pengelolaan asuhan.
Metode Evaluasi:
Log book
Direct Observasional of Prosedure skill
Case test/uji kasus (SOCA Student Oral Case
Analysis)
Critical insidence report.
OSCE
Problem solving skill
Kasus lengkap, kasus singkat
Portfolio
TERIMA KASIH