Anda di halaman 1dari 1

Referat Discussion :

1. Ukuran tumor untuk operasi stereotactic radiosurgery.


Secara umum untuk kasus tumor otak primer maligna, ukuran yang dapat
dilakukan tindakan yaitu di bawah 5 cm. Ukuran yang lebih besar dari 5 cm dapat
dilakukan namun hanya sebagai booster setelah mendapat tindakan inisial misalnya
radiotherapy atau open surgery contoh pada kasus glioma grade II dan IV,
oligodendroma, sarcoma, kondroma, dan karsinoma nasofaring.
Pada kasus tumor otak sekunder metastasis ukuran maksimum yang dapat
dilakukan tindakan SRS masih belum jelas. Secara umum cut-off poin untuk dilakukan
tindakan SRS adalah ukuran 3 cm. Namun untuk ukuran >3cm masih diperbolehkan
apabila dosis diturunkan, khususnya untuk tumor yang histologisnya radiosensitif.

2. Lokasi tumor otak primer yang dapat dilakukan tindakan operasi.


Tindakan operasi umumnya merupakan tindakan kuratif pada tumor intracranial
yang letaknya di luar otak yaitu adenoma pituitary, schwannoma dan meningioma. Pada
kasus tumor primer otak, apabila lokasi tumor merupakan area yang mengontrol lebih
dari satu fungsi kritis, contohnya area batang otak, maka tindakan operasi dapat
dilakukan namun dengan jumlah reseksi tumor yang kecil. Namun apabila lokasi tumor
bukan area kritis reseksi tumor sebanyak mungkin dapat dilakukan. Pada lokasi tumor di
motor cortex, pusat bahasa, struktur yang dalam dan di batang otak dapat dilakukan
reseksi total namun dengan resiko tinggi adanya deficit neurologis.

3. Operasi ependimoma
Pada ependimoma non-maligna reseksi total dapat dilakukan. Pada kasus
ependimoma fossa posterior tindakan operasi via midline suboccipital. Reseksi total pada
fossa posterior memiliki resiko yang besar karena posisi yang berdekatan dengan nervus
kranialis sehingga kemungkinan terjadi disfungsi neurologis, contohnya cerebellar
mutisme atau sindroma fossa posterior.
Pada ependimoma dengan hidrosefalus dapat dilakukan tindakan
ventriculoperitoneal shunt (VP Shunt) sebagai tindakan perioperative.