Anda di halaman 1dari 30

1

MATA KULIAH : DASAR KONVERSI ENERGI LISTRIK (2 SKS)

MATERI :
KONVERSI ENERGI TERMIS MENJADI ENERGI LISTRIK
KONVERSI ENERGI KIMIA KE ENERGI LISTRIK
KONVERSI ENERGI NUKLIR KE LISTRIK
KONVERSI ENERGI MEKANIK KE LISTRIK
KONVERSI ENERGI PANAS BUMI KE LISTRIK

SISTEM PENILAIAN :
1. UJIAN MID SEMESTER ( 30 % )
2. UJIAN SEMESTER ( 35 % )
3. TUGAS ( 20 % )
4. Keaktifan dan kehadiran (15 % )

PUSTAKA :
1. PRINSIP-PRINSIP KONVERSI ENERGI , ARCHIE .W.CULP
2. Dasar Teknik Tenaga Listrik, Hamzah Berahim

1
2

BAB I. KONVERSI ENERGI TERMIS MENJADI ENERGI LISTRIK

I.1 Konverter Thermoelektrik


Banyak digunakan untuk mengubah energi thermis menjadi energi listrik, dan
biasanya disebut sebagai generator thermoelektrik atau generator thermionik, karena
T
mempunyai efisiensi thermis maksimum kurang dari (1 T )
L

Operasi generator thermoelektrik tergantung dari :


- efek Seebeck
- efek Peltier
- efek Thomson

A. Efek Seebeck
Ditemukan tahun 1822 oleh ahli ilmu alam Jerman dengan nama Thomas J.
Seebeck, dia berpendapat :
Sebuah voltase timbul dalam sirkuit dari dua material yang tidak sama jika kedua
simpangan dipertahankan pada temperatur yang berbeda.
Koefesien seebeck ( S) adalah sifat material dan memberikan kecepatan perubahan
potensial thermoelektrik ( ES) dengan suhu T :

dE S
S
dT

Potensial thermoelektrik (ES) dari dua material adalah :


TH TH
Es ( Sa Sb)dt
TL
S
TL
ab dt

Jadi untuk paduan logam dengan logam untuk Es adalah sangat kecil dibandingkan
paduan antara bahan germanium dengan silikon (semikonduktor)

Contoh :
1. kombinasi antara besi dengan konstantan adalah :
Es = 13.6 + 47.0 ( 13.6*10-6 - ( -47.0 *10-6) = 60.6 uV/oK

2. Kombinasi antara germanium silikon :


Es = 375.0 *10-6 (-455.0 * 10-6) = 830 uV/oK

Dalam konverter thermoelektrik yang dibuat dari bahan semikonduktor kedua lubang
dan kelebihan elektron berpindah kebagian yang dingin dimana mereka digabungkan.
Semikonduktor adalah bahan ditengah diantara konduktor dan isolator (bahan yang
dapat menghantarkan arus dengan dua pembawa yaitu elektron dan lubang.
Semikonduktor jenis N kelebihan elektron
Semokonduktor Jenis P Kekurangan elektron
Koefesien Seebeck untuk kombinasi Semikonduktor :
TH TH
Es ( Sp Sn)dt
TL
S
TL
PN dt

2
3

A. Efek Peltier
Ditemukan oleh ahli ilmu alam Perancis dengan nama J.C.A Peltier, dia
berpendapat, Jika suatu arus searah dialirkan pada suatu rangkaian yang punya
material berbeda, salah satu simpangan material / logam akan dipanaskan dan lainnya
didinginkan.

Koefesien Peltier dari material A ke B ( AB)


Q
AB = - i
AB

-Q = perpindahan panas ( watt )


iAB = arus searah yang mengalir ( Amper )

Hubungan koefesien Seebeck dengan Peltier :

AB = T ( L/H ) Sab= T(L/H) (Sa Sb) = - AB

Koefesien peltier berharga positif jika panas di bangkitkan, yaitu ketika arus searah
mengalir dari material A ke B.

C. Efek Thomson
Ditemukan oleh Ahli ilmu Alam Inggris dengan nama William Thomson tahun
1854, dia berpendapat, terdapat penyerapan atau pelepasan panas bolak-balik dalam
kondukor homogen yang terkena perbedaaan panas dan perbedaan listrik secara
simultan. Koefesien Thomson dinyatakan :

Q
= i
T

Q adalah perpindahan panas dari suhu rendah ke suhu tinggi ( watt )


Hubungan koefesien Thomson dengan Seebeck:

dS
= T dT

Koefesien + (positif), jika material jenis P dan koefesien (negatif), jika material
jenis N. Kaki/elemen generator dihubungkan seri untuk mengalirkan arus dan dihubung
paralel untuk mengalirkan panas. Tahanan listrik total dari konverter / generator ( Rg ),

Rg = m ( Rp + Rn )

LP
Ln
R p = p x AP R n = n x An

m adalah jumlah pasangan kaki p n


Rp, Rn resistansi p n
= ohm meter
L = panjang (meter )
A = luas ( M2 )

3
4

Konduktansi panas generator (kg) = jumlah konduktansi panas dari kaki semikonduktor.

Kp * Ap Kn * An
Kg = m ( kp + kn ) Kp = Lp Kn = Ln

i2
Daya atau panas yang ditambahkan ( Qh) = m Spn TH i + kg (TH TL) - * Rg
2

Daya yang meninggalkan sambungan panas = Kg T + m Spn TH i

i2
Daya / Panas yang dibuang ( - QL) = m SPn TL i + Kg (TH TL ) + * Rg
2

Daya berguna dari generator thermoelektric adalah daya yang diberikan ke pada
beban luar. Karena arus DC, maka daya tersebut adalah : i 2 * Ro , sehingga efisiensi
thermis dari generaor adalah :

i 2 * Ro i 2 * Ro

Th = QH i2 * Rg
m * S PN * i * TH Kg * T
2

Ro
Jika m = Rg , maka :

MT
Th = m * S PN * TH *
T T 2
Kg 2
T . ( A )
i * Rg i * Rg 2

Vt m * S PN * T m * S PN * (TH TL )
i = Rt Rg Ro

Rg * (1 m)
.. ( B )

Arus dalam konverter adalah tegangan total yang dibangkitkan dibagi dengan tahanan
total sirkuit.

Jika persamaan B dimasukan ke persamaan A, maka :


m * T
Th = (1 m) * TH
(1 m) 2 T

Z 2

Z adalah gambaran keuntungan generator dari fungsi sifat material [ s,k, dan
dimensi kaki generator (A L)]
2
m 2 * S PN
Z=
K g * Rg

Untuk memperbaiki Th harga Z harus maksimum, dan ( k g*Rg) harus minimum,


memberikan X optimal :

Kp * Ap Kn * An P * LP N * LN
Kg*Rg = x x m2
Lp Ln A P A N

KN * P
= m2 ( KP* P + KP * N * X + + KN N )
X

4
5

ApLn *K
Xopt = AnLp P * KN sehingga :
N P

2
S PN
Z mak =
( K P * P K N * N )2

Untuk memperbaiki efisiensi thermis generator dengan memperhitungkan tahanan


beban luar ( Ro) dan tahanan generator (Rg), yaitu :

Ro
M opt = (
Rg
) opt = ( 1 + Z max * Tave )
TH TL
Tave = temperatur mutlak rata-rata = ( ) , sehingga efisiensi thermis maksimum :
2

M opt * T
th max = [1 M opt ] 2 T
TH (1 M opt )
Z max 2

Vout = m * SPN * T i * Rg , sehingga daya keluaran ( Pout )

Pout = i * Vout = m * SPN * i * T i2 * Rg . ( C )

Jika persamaan C diturunkan terhadap I, maka akan memberikan arus ideal pada daya
maksimum :

m * S PN * T
imax = 2 Rg
v out, max = imax * Rg
Ro
Mmax = ( R ) max 1.0
g

Sehingga daya keluaran maksimum dari generator adalah:


2
m 2 S PN T 2
Pout, max =
4Rg

Jadi pada kondisi efisiensi thermis maksimum, tahanan beban R o harus melebihi
tahanan generator Rg, dan pada kondisi daya max, Rg = Ro.
Panas yang ditambahkan QH

Sambungan panas

Sambungan dingin

Panas yang dibuang QL

i
Tahanan beban Ro

Gambar Jenis Generator Thermoelektrik n-p

5
6

Generator thermoelektrik dapat menggunakan hampir semua sumber panas


untuk memproduksi listrik, diantaranya dengan menggunakan kerosin, radioisotop dll.
Kelebihan dari generator ini adalah sistemnya lebih kompak, bisa diandalkan dan tidak
mempunyai bagian yang bergerak akan tetapi komponen untuk generator thermoelektrik
sangat mahal dan biasanya dipakai untuk pemakaian daya yang sangat rendah.

TUGAS :

1. Sebuah Generator termoelektrik yang beroperasi pada temperatur 25 oC sampai


550 oC, yang terbuat dari bahan semikonduktor dengan karakteristik sebagai
berikut :
Material Jenis n : S = -153, rho = 12 dan k = 1.8
Material Jenis p : S = 240 , rho = 17 dan k = 1.2
Luas penampang melintang matrial n adalah 1 cm2 dengan panjang kaki p = 1
cm dan panjang kaki n = 1 cm

Untuk sistem ini direncanakan 530 We, pada efisiensi termal tertinggi, tentukan
jumlah pasang elemen, efisiensi termis dan keluaran daya maksimum !

I.2 Konverter Thermionik


Emisi thermionik ditemukan oleh Thomas A. Edison tahun 1883 dalam
pengoperasian generator thermionik, dimana elektron secara efektif dididihkan oleh
katoda panas dan di kondensasikan pada anoda dingin dan kemudian elektron-
elektron ini akan menaglir kembali ke katoda melalui tahanan/resistan beban luar.
Energi Level-Fermi adalah energi rata-rata yang sama dan dimiliki oleh elektron-
elektron bervalensi didalam orbit sekeliling inti.
Energi fungsi kerja adalah besarnya energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron
bervalensi dari suatu atom. Kedua energi tersebut bervariasi menurut jenis materialnya.
Besarnya emisi panas elektron dari suatu permukaan diberikan oleh persamaan
Richardson dushman, bahwa kecepatan arus Jo dalam amper per meter persegi,
adalah:
e
Jo = T2 exp kT

Dimana e adalah muatan electron, k adalah konstanta boltzmann ( 1.551 * 10 4 eV/oK), T


adalah temperatur mutlak dalam Kelvin, adalah fungsi kerja dari permukaan dalam
electronvolt dan adalah konstanta dengan satuan amper per meter persegi per kuadrat
Kelvin, diperkirakan merupakan konstanta universal dengan harga 1.2 * 106 A/m2.oK2
Gambar dibawah adalah dioda thermionik vacum, converter atau generator thermionik
terdiri dari emitter panas atau katoda dan sebuah elektroda kolektor dingin atau anoda
yang terpisah oleh celah vacuum. Ketika electron-elektron meninggalkan katoda, katoda
bermuatan positif dan electron bebas ditarik kembali ke permukaan dan juga ditolak

6
7

oleh permukaan anoda. Electron lain yang dipancarkan dan sudah berada dicelah antara
elektroda juga cenderung untuk mendorong electron yang dipancarkan kembali ke
permukaan katoda. Sehingga electron yang dipancarkan dari katoda panas cenderung
untuk menumpuk diri di dalam celah antara elektroda dan membentuk hambatan energi
tambahan terhadap aliran electron, hambatan energi tambahan ini disebut energi
hambatan muatan ruang ( b ).

Agar electron bisa mencapai anoda, electron harus mempunyai energi total E c
yang sama dengan jumlah fungsi kerja katoda dan energi hambatan ruang ( E c = c + b ).
Dengan adanya energi tersebut, maka kerapatan arus Jo adalah:

eEc
Jo = T2 exp
kT

b,c
b,a
Ea
EC
C a Level Fermi
anoda
Eo
Level Fermi
katoda
+ -
Katoda Anoda

Penambahan Pembuangan
panas panas

Gambar Generator Dioda Thermionik

Dengan melihat gambar diatas bahwa voltase keluaran E o adalah sama dengan jumlah
energi level Fermi dan energi fungsi kerja katoda ditambah energi hambatan muatan
ruang dikurangi energi level Fermi :

Eo = E c - Ea

E a = a + b

Hubungan antara temperature ( Ta dan Tc ) dengan energi fungsi kerja a , c adalah :

a c

Ta Tc
Energi hambatan ruang b adalah masalah yang sulit diatasi dalam converter vacum,
karena celah antara elektroda harus di jaga sangat kecil sampai beberapa mikro inchi
lebarnya, sehingga converter jenis ini jarang dipakai. Untuk mengatasi energi hambatan
muatan ruang adalah dengan menggunakan gas terionisasi atau plasma bertekanan
rendah didalam celah antar elektroda. Gas yang sering digunakan diantaranya adalah uap
cesium, karena :
1. Gas cesium adalah uap logam yang gampang terionisasi , dan secara efektif
mengurangi hambatan muatan ruang.
2. Mempunyai fungsi kerja yang rendah ( 1.89 eV) dan jika cesium mengembun di
anoda dingin, secara efektif menurunkan fungsi kerja katoda.

7
8

Disamping gas cesium, juga digunakan gas mulia terionisasi yaitu helium dan argon.
Gas mulia ini mengurangi masalah korosi didalam converter. Konverter thermionik
menghasilkan listrik arus searah (DC), sehingga daya keluarannya adalah :

P OUT = i * VL = Jo * Ac *VL

Ac adalah luas permukaan katoda ( m2)


VL adalah penurunan voltase antara tahanan beban luar

Ada tiga jenis kerugian daya pada converter thermionik yaitu :


1. Kerugian panas yang dipindahkan dari katoda ke anoda , yaitu yang disebabkan
oleh radiasi pada converter vacum dan kombinasi radiasi dan konveksi pada
konverter yang menggunakan gas.

* AC (TC 4 Ta 4 )
Pr = 1

1
1 adalah konstanta boltzmann 5.67 x 10-8 W/m2 .oK4
C a

2. Kerugian perpindahan panas konduksi sepanjang sambungan listrik yang


dihubungkan dari katoda ke anoda.,

2kTC
Pel = Jo Ac ( c + b,c + )
e

3. Kerugian panas di anoda karena energi fungsi kerja dan hambatan muatan ruang
dari electron yang mengembun diubah menjadi energi panas.

w Lw
( J o AC ) 2 ( )
Pw = ( K w Aw )(T T ) Aw
C O
Lw 2

Ketiga kerugian daya diatas adalah kerugian pada katoda, sehingga efisiensi
thermis dari converter ini adalah :

Pout
th = P P P
r el w

Sistem converter thermionik memerlukan temperature tinggi dan sumber energi


panas dengan fluk panas tinggi. Sumber energi itu diantaranya radioisostop, elemen-
elemen bahan bakar reactor nuklir, energi matahari terkonsentrasi dan system
pembakaran dengan menggunakan pipa pemanas.Jenis converter termionik dengan uap
cesium mempunyai efisiensi thermis 15 % - 20 % lebih tinggi dibanding efisiensi
thermis system thermoelektrik. Kekurangan system ini adalah tidak sesederhana
system thermoelektrik, pembuatannya sukar dan biayanya mahal dan menghadapi
masalah,yaitu penurunan mutu elektroda terutama katoda panas.
Selain konveter thermoelektrik dan converter thermionik, juga terdapat converter
lain yaitu:
1. Konverter ferro elektrik
2. Konverter thermomagnetik
3. Konverter Efek nerst

8
9

BAB II. ENERGI KIMIA KE ENERGI LISTRIK

Baterai dan sel bahan bakar adalah sistem dimana energi kimia yang disimpan dalam
sistem diubah langsung menjadi energi listrik. Baterai bisa beroperasi reversibel
( dapat balik ) dimana produksi reaksi kimia dipisahkan kembali ke reaktan semula
dengan mengisikan listrik ke dalam baterai pada waktu mengisi. Baterai dan Sel
Bahan bakar, perubahan energinya tidak melewati perubahan temperature, sehingga
TL
mereka tidak dibatasi dengan efisiensi siklus mesin kalor dapat-balik eksternal (1- T ).
H

Baterai dan sel bahan bakar sangat mirip operasinya, perbedaannya terletak pada bahan
bakarnya. Pada baterai jumlah bahan bakar/energi kimia- nya tetap. Dan pada Sel bahan
bakar harus terus-menerus di isi. Baterai digunakan sebagai penyimpan energi, dibagi
Menjadi :
a. Baterai primer, seperti sel konvensional (tidak dapat diisi)
b. Baterai sekunder, seperti baterai mobil dengan asam dan timah ( dapat
di isi kembali).

Sel bahan bakar dan baterai terdiri dari dua elektrode dan dipisahkan oleh larutan
elektrolit. Dalam Sel bahan bakar, sebagai reaktannya adalah hydrogen atau karbon
monoksida. Syarat elektroda sel bahan bakar :
1. Elektroda harus berpori-pori, sehingga bahan bakar dan elektrolit dapat
berhubungan dengan baik.
2. Elektroda harus mengandung katalisator kimia, untuk memecahkan ikatan
bahan bakar menjadi atom sehingga lebih reaktif.
3. Elektroda harus bisa melewatkan elektron ke terminal.

Jika sel membakar oksigen dan hidrogen dan mempunyai elektrolit-elektrolit asam, ion
antaranya adalah H+ dan rekasinya adalah :
Reaksi anoda adalah : 2H2 4e- + 4H+
Reaksi Katoda adalah : 4e- + 4H+ + O2 2H2O

9
10

Tahanan
Hidrogen beban Oksidator
Elektron, 4 e-
buangan _ buangan
Bahan Ion bahan Katoda
O2
bakar Anoda Bakar 4H+
2H2 Elektrolit asam 2H2O
Elektrolit cair
Elektroda

Diagram skematis Sel Bahan Bakar

Selain menggunakan elektrolit cair, sel bahan bakar juga menggunakan elektrolit padat
dan berfungsi sebagai membran pertukaran ion. Salah satu membrane terdiri dari resin
sulphenated polystyrene berbentuk bubuk halus yang berada dalam bentuk polimer
lembam. Membran ini bersifat fleksibel , mempunyai kekuatan mekanik yang baik dan
tahan terhadap gas peraksi ( reaktan ). Walaupun ketebalannya sampai 3 mm,
membrane melewatkan ion-ion dan mempunyai tahanan listrik yang relative tinggi.
Jenis konverter ini telah digunakan sebagai sumber energi listrik tambahan pada misi
ruang angkasa orbital gemini I.

II.1 Unjuk Kerja Sel Bahan Bakar.


Energi total yang dilepaskan dalam setiap reaksi kimia adalah sama dengan
perubahan entalpi pembentukan H. Perubahan entalpi pembentukan adalah sama
dengan entalpi pembentukan pereaksi minus jumlah entalpi pembentukan produk:

H = (H)Perekasi - (H)Produk

Perubahan entalpi pembentukan adalah setara dengan nilai pembakaran atas (HHV)
bahan bakar. Biasanya semua elemen alami mempunyai harga H = 0.
Contoh reaksi Pembakaran berikut:

C + O2 CO2
Perubahan entalpi pembentukan H pada reaksi ini adalah :
H = HC + HO2 - HCO2 = 0 + 0 (- 394 x 106 )
= 394 x 106 J/Kg*mol CO2
= 8.953 x 106 J/Kg CO2 = 32.81 x 106 J/Kg C
= 14.107 Btu/lbm C

Secara teori, semua energi dalam entalpi pembentukan dapat diubah menjadi listrik, akan
tetapi pada reaksi dapat-balik sejumlah energi kimia diubah menjadi energi panas dan
sisanya diubah menjadi energi listrik. Jumlah energi listrik yang ditimbulkan We dalam
sel bahan bakar adalah :

We < H - T S

10
11

Listrik yang dibangkitkan per kilogram mole bahan bakar adalah H - T S


Energi bebas Gibbs ( G) adalah suatu fungsi thermodinamika yang didefinisikan sebagai
entalpi H dikurangi perkalian temperatur T dan entropsi S :

G = H - TS

Penurunan persamaan ini untuk proses isothermal ( dT = 0 ) adalah :

dG = dH T.dS atau G = H T S

Sehingga persamaan untuk energi lisrik adalah We G . Dimana perubahan energi


bebas Gibbs untuk reaksi yang diberikan G adalah :

G = (G)Perekasi - (G)Produk

Energi bebas gibbs adalah fungsi tekanan dan temperature dimana reaksi terjadi.
Hubungan sifat termodinamika secara umum adalah :

T.dS = dH V.dP atau dH = T.dS + V.dP

Dimana persamaan, T.dS = dH V.dP dimasukan ke persamaan G = H T S,


menghasilkan persamaan baru yaitu :

DG = V.dP

Untuk setiap mole unsure gas, V = Ru. T/P, sehingga untuk proses isotemal adalah:
G P P
Ru .T dP P
dG o P o P G G Ru .T ln P o
o
dP Ru .T
Go P P

Karena Go adalah energi bebas gibbs untuk 1 atm, P o =1.0; jika P adalah tekanan
unsure , dalam atm, maka persamaan diatas berubah:

G = Go + Ru . T. Ln P

Perhatikan rekasi kimia untuk sel bahan bakar berikut :

a.A + b.B c.C + d.D

Dimisalkan bahwa peraksi (A dan B ) dan produk ( C dan D ) semua berbentuk gas
pada temperature T dan tekanan bagian P A,PB PC dan PD. Perubahan energi gibbs
untuk reaksi ini adalah :
a b
PA .PB
G = G + Ru . T. Ln
o
c d
PC .PD

11
12

Dalam beberapa kasus, produk rekasi mungkin berbentuk cairan, dan dengan itu dari
persamaan diatas dapat digunakan dengan memberikan komponen tekanan parsial x,P x
diganti x, dimana x disebut aktivitas komponen x dan mempunyai harga sama dengan
tekanan parsial dari komponen x hanya jika komponen memenuhi persamaan hukum
gas ideal. Karena G dan H dinyatakan dalam satuan energi (joule) per kilogram
mol, ini berarti We adalah energi listrik yang berhubungan dengan lewatnya 1
kg.mol electron melalui sirkuit listrik. Satu kg.mol electron sama dengan angka
Avogadro (6.023 x 1026) dan muatan satu electron (1.602 x 10 -19 C). Ini berarti bahwa
muatan untuk 1 kg.mol electron adalah 9.65 x 107 C dan jumlah muatan ini
didefinisikan sebagai satu faraday ( F y). Jika n mole electron dilepaskan dalam reaksi
dan voltase di dalam sel adalah Eg, sehingga energi We adalah:

We = n.Fy.Eg G

Telah dijelaskan diatas bahwa sel bahan bakar tidak dibatasi oleh efisiensi suatu mesin
kalor dapat-balik eksternal, sehingga efisiensi konversi maksimum adalah :

We ,max G TS
max = 1
H H H

Efisiensi konversi actual sebenarnya lebih rendah dari harga efisiensi maksimum, yaitu :
We , act n.F y . vl
act =
H H

Dimana vL adalah voltase keluaran dari sel. Efisiensi setingi 60-70 % dapat diberikan
oleh hampir semua sel bahan bakar.

II.2 Jenis - Jenis Sel Bahan Bakar


Hampir semua sel bahan bakar operasional adalah sel bahan bakar temperature
rendah ( 500 oK) yang menggunakan hidrogen dan oksigen sebagai pereaksi. Sel bahan
bakar redox adalah sel bahan bakar hydrogen-oksigen yang berbeda dengan sel bahan
bakar normal, dimana rekasi kimia tidak terjadi di elektrode. Sel bahan bakar redox
mempunyai dua larutan elektrolit yang dipisahkan oleh membrane pengubah ion.Sel
bahan bakar ini lebih kecil efisiensinya dibanding sel kovensional tetapi mempunyai
tahanan yang rendah. Kelebihan sel ini adalah kemampuannya untuk beroperasi dengan
pereaksi yang relative tidak begitu murni.

12
13

Elektrolit 1 Elektrolit 2
buangan buangan

Elektroda
tetap

Membran
Hidrogen pemisah udara
Gambar sel Bahan
Bakar Redox

Banyak penelitian telah dilakukan untuk mengembangkan sel bahan bakar bertemperatur
tinggi yang beroperasi dengan pereaksi tak murn i dan tidak mahal, contohnya
hidrokarbon. Untuk bisa menggunakan hidrokarbon sebagai bahan bakar, pertama-
tama harus dipecah menjadi hydrogen dan karbon monoksida. Sehingga harus dicari
elektrolit yang sesuai karena harus dapat bekerja pada temperature diatas 1200 oK,
elektrolit tersebut adalah suatu campuran oksida atau beberapa jenis cairan garam-
garam karbonat.Setiap sel bahan bakar yang sempurna harus memenuhi persyaratan,
diantaranya :

1. Syarat Invariansi adalah sistem direncanakan untuk beroperasi handal untuk


waktu lama yaitu : harus tidak ada kerusakan katalisator karena tidak murninya
peraksi, tidak terjadi penyumbatan di dalam pori-pori, tidak ada gelembung
lewat dari peraksi dan tidak ada interdifusi dari peraksi
2. Syarat Reaktifitas adalah kemampuan untuk mendapatkan energi maksimum
yang mungkin dari rekasi kimia pada kecepatan reaksi yang relatif tinggi.

Beberapa sel bahan bakar telah dipakai dengan sukses untuk pemakaian khusus,
diantaranya untuk program ruang angkasa yang waktunya relative pendek.

13
14

Konversi Energi Nuklir Menjadi Energi Listrik

A. Reaktor Fisi
Pada pembangkit listrik konvensional, air diuapkan dalam suatu ketel melalui
pembakaran minyak, batubara atau gas. Uap yang dihasilkan dialirkan ke turbin yang
memutar generator sehingga diperoleh energi listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir
(PLTN) beroperasi sama dengan pembangkit konvensional, hanya saja panas yang
digunakan untuk menghasilkan uap didapatkan melalui pembelahan inti uranium dalam
suatu reaksi nuklir (rekasi fisi). Inti atom Uranium ( U 235 ) akan terbelah menjadi 2
atau 3 fragmen saat ditabrak neutron. Disamping itu akan dihasilkan 2 3 neutron
baru dan sejumlah panas. Neutron-neutron baru tersebut akan digunakan untuk
membelah atom uranium yang lain, yang akan menghasilkan 2 3 neutron baru dan
sejumlah panas,reaksi ini akan berlangsung terus secara berantai. Dari reaksi fisi diatas,
PLTN akan menggunakan panas yang dihasilkan oleh proses tersebut untuk
memanaskan air sampai menjadi uap. Proses pembelahan uranium tersebut dibatasi
sampai temperatur yang diinginkan untuk pemanasan air.
Fragmen-fragmen yang diproduksi selama rekasi pembelahan biasanya bersifat
radioaktif, seperti Xenon 137, Krypton 85 dan Yodium 131. Zat radioaktif ini
meluruh menjadi atom lain dengan memancarkan sinar alfa, betta dan gamma/neutron.
Selama proses peluruhan , radiasi yang dipancarkan dapat diserap oleh bahan-bahan
lain yang ada di dalam reactor, sehingga energi yang dilepaskan berubah bentuk
menjadi panas. Panas ini dinamakan panas peluruhan yang akan terus diproduksi,
walaupun reactor berhenti beroperasi. Oleh karena itu reactor harus dilengkapi dengan
system pembuangan panas peluruhan. Zat-zat radioaktif ini merupakan sumber bahaya
utama dari suatu PLTN, sehingga semua system pengamanan reactor bertujuan untuk

14
15

mencegah atau menghalangi zat-zat radioaktif tersebut terlepas ke lingkungan/


pemukiman penduduk, baik saat beroperasi atau saat terjadi kecelakaan. Sistem
keselamatan reactor dapat dibagi menjadi :
Keselamatan terpasang, dirancang berdasarkan sifat alamiah air dan uranium. Bila
suhu dalam teras reaktor naik, jumlah neutron yang ditangkap atom U 235 akan
berkurang sehingga rekasi pembelahan akan turun, akibatnya panas yang dihasilkan
juga akan berkurang.
Pertahanan Berlapis, system pertahanan ini ada beberapa lapis, dimana pada lapis
pertama adalah matriks bahan bakar tersebut, yaitu 99 % zat hasil belah akan tetap
berada dalam matriks bahan bakar ini. Lapisan kedua adalah selongsong bahan
bakar, dimana selama operasi atau saat terjadi kecelakaan dia akan mencegah zat
radioakatif agar tidak keluar. Lapis ketiga adalah system pendinginan, lapis keempat
adalah perisai biologis dan penghalang yang terakhir adalah system pengungkung yang
berupa pelat baja dan beton setebal 2 meter.

Selama operasi PLTN, pencemaran radioaktif pada lingkungan dikatakan tidak ada,
karena air sungai atau air laut yang digunakan untuk menghasilkan uap sama sekali
tidak mengandung zat radioaktif karena tidak bercampur dengan air pendingin yang
bersirkulasi di dalam reactor. Gas radioaktif yang dapat keluar dari rekator adalah
setelah melalui system ventilasi berfilter berlapis-lapis, yang dikeluarkan dalam bentuk
gas dari cerobong yang jumlahnya sangat kecil sehingga dampaknya terhadap
lingkungan tidak berarti.

Selain gas radiokatif juga terdapat limbah padat, limbah ini ditampung dalam kolom
penyimpanan elemen bakar bekas yang akan didaur ulang, sehingga zat yang masih
dapat dimanfaatkan dipisahkan dengan zat yang tak terpakai. Zat yang tidak
terpakai dicampur dengan gelas dan kemudian dipadatkan. Setelah disimpan hamper
50 tahun, zat yang dipadatkan tersebut dipindahkan ke tempat penyimpanan akhir
yang letaknya berada jauh di bawah permukaan tanah, yang strukturnya stabil ditinjau
dari segi geologis.
Jelaslah bahwa apabila PLTN dioperasikan berdasarkan prosedur teknis yang di
ijinkan, maka PLTN merupakan penghasil tenaga listrik yang ramah lingkungan dan
berkapasitas besar.

Reaktor Nuklir Ketel uap


Turbin
Generator

Sistem air
pendingin

kondensor

Gambar Skematis Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

15
16

B. Reaktor Fusi
Reaktor yang dijelaskan diatas adalah reactor jenis fisi yang berbahan bakar
uranium dan plutonium. Reaktor yang saat ini sedang dikembangkan adalah reactor fusi
yang berbahan bakar deuterium dan tritium. PLTN yang menggunakan reactor fisi
menghasilkan limbah radioaktif yang sangat berbahaya bagi keselamatan manusia
apabila zat tersebut masuk ke pemukiman penduduk. Limbah radiokatif yang dihasilkan
oleh rekator fisi dapat dihancurkan tetapi membutuhkan waktu yang lama yaitu sampai
ribuan tahun. Reaktor fusi ( Penggabungan dua inti bermasa ringan menjadi satu inti
bermasa berat) menawarkan energi yang dihasilkan bebas dari limbah radiokatif. Bahan
bakar yang digunakan untuk reactor fusi adalah deuterium dan tritium yang banyak
tersedia di air laut. Pada awal tahun 1994 para pakar fisika dari Eropa membangun
reactor eksperimen JET ( Joint European Torus ).
Reactor fisi berfungsi membelah inti atom menjadi proton dan neutron. Di
reactor, atom uranium di tembak dengan neutron lepas sehingga pecah menjadi atom
ringan ( plutonium ) dan neuton cepat. Neutron cepat kemudian menabrak atom lain
sehingga atom tersebut terbelah juga. Proses tersebut berlangsung terus sampai seluruh
atom pecah dan melepaskan neutron cepat. Neutron cepat-neutron cepat ini ditahan oleh
dinding isolasi sehingga energinya menjadi panas. Panas inilah yang kemudian untuk
menguapkan air dan menggerakan turbin dan generator.

Reaktor fusi digunakan untuk menggabungkan atom deuterium sehingga menjadi atom
yang lebih berat (atom helium) sambil melepas energi. Atom-atom tersebut tadinya saling
tolak karena masing-masing memiliki daya electromagnet.
Akan tetapi, ketika dipanasi dengan suhu tinggi diatas 100 juta derajat celcius, gaya
electromagnet akan luruh menjadi energi listrik. Sebelum reactor dioperasikan,
ruangan disedot sehingga hampa udara. Kemudian ruangan diisi dengan deuterium
1- 2 gram, lalu dipanaskan dengan tegangan listrik sangat tinggi. Tegangan tinggi
pemicu panas tersebut bersumber dari transformator raksasa yang berkapasitas 7 juta
amper.
Dengan cara ini deuterium akan luluh dan menjadi plasma sangat tinggi.
Plasma ini adalah atom-atom yang kehilangan electron akibat pemanasan.
Dari beberapa percobaan terbukti bahwa dari deuterium dapat diciptakan plasma
dengan suhu 30 40 juta derajat celcius ( matahari 10 15 derajat celcius). Untuk
menahan suhu sebesar itu agar dinding ruangan/terowongan tidak lumer, maka plasma
tersebut dibungkus medan magnet, medan tersebut bersumber dari 32 medan magnet
raksasa disekitar ruangan. Sehingga plasma yang bersuhu tinggi tersebut tidak
menyentuh dinding ruangan/ terowongan. Dengan menggunakan atom deuterium dan
tritium, reaksi fusi dalam waktu 2 detik menghasilkan suhu sampai 200 juta derajat
Celsius, dan menghasilkan listrik 2 juta watt dalam waktu yang sama. Proses tersebut
terjadi dalam waktu yang singkat, sehingga reaksi fusi ini terus dikembangkan untuk
bisa menyimpan panas yang lebih lama dan bisa memutar turbin uap.

C. Baterai Nuklir
Tenaga listrik yang dihasilkan diatas adalah hasil dari proses reaksi fisi
( pembelahan) dan reaksi fusi (penggabungan). Cara lain untuk mendapatkan tenaga
lsitrik adalah dengan memanfaatkan proses terjadinya reaksi peluruhan ( decay
process) pada setiap bahan radioaktif. Proses peluruhan radiokatif sebenarnya adalah

16
17

proses alami dari suatu zat radioaktif atau radioisotope dalam rangka keseimbangan
menuju kepada energi dasarnya.Proses peluruhan radioaktif berkaitan erat dengan jenis
radiasi nuklir. Ada beberapa jenis radiasi nuklir yaitu:
Radiasi Alpha ( ), adalah radiasi yang umumnya terjadi pada atom yang nomor
masanya besar. Radiasi alpha pada umumnya diikuti juga oleh peluruhan radiasi
gamma.
Radiasi Beta negative, disamakan dengan pemancaran electron dari suatu inti
atom. Bentuk radiasi ini terjadi pada inti yang kelebihan electron dan pada
umumnya juga disertai dengan radiasi gamma.
Radiasi Beta positif, disamakan dengan pancaran electron positif dari inti atom.
Peluruhan terjadi pada inti yang kelebihan proton.
Radiasi nuklir yang lain adalah radiasi gamma dan neutron, akan tetapi
radiasi ini mempunyai daya tembus yang besar sehingga menyulitkan untuk
mengukungnya agar radiasi tidak menembus dinding baterai nuklir. Bila dinding baterai
nuklir dibuat tebal, akan berdampak pada masalah biaya dan secara teknis akan
kalah bersaing dengan baterai nuklir dengan radiasi beta dan alpha. Pemanfaatan
energi nuklir untuk diubah menjadi energi listrik arus searah (DC) adalah timbulnya
electron atau muatan listrik pada peristiwa peluruhan zat radioaktif. Oleh karena itu,
sumber arus searah baterai nuklir berasal dari radioisotope yang memancarkan radiasi
alpha,beta negative maupun beta positif.

insulator

Lapisan beta
- - radioisotop

Vacum

Gambar skema
Baterai Nuklir

Penelitian dan pengembangan baterai nuklir sangat menarik karena tegangan


yang dihasilkan adalah sangat tinggi sampai ribuan volt dan umur pakainya sangat
panjang. Macam-macam baterai Nuklir :

1. Baterai Nuklir high spedd electrons batteray


Baterai ini menggunakan radiasi sinar beta. Tegangan yang dihasilkan mencapai
ribuan volt, dengan arus yang cukup rendah. Umur dari baterai adalah dua kali waktu
paro radioaktif, untuk baterai ini menggunakan bahan radioaktif Strontium 90
dengan waktu paro 28 tahun, sehingga umur dari baterai adalah sekitar 56 tahun.
2. Baterai Nuklir Contact Potential Difference bateray
Elektroda yang digunakan adalah 2 jenis bahan logam yang mempunyai sifat work

17
18

function yaitu dapat membebaskan electron keluar dari orbitnya. Diantara elektroda
diisi dengan gas tritium.Bahan radioaktif yang digunakan adalah dari jenis Strontium
90 dengan waktu paro 28 tahun, sehingga umur dari baterai adalah sekitar 56 tahun.
3. Baterai Nuklir PN Junction
Bahan semikonduktor yang dapat menghasilkan berondongan electron akibat terkena
radiasi adalah Antimon, sedangkan untuk elektroda positifnya menggunakan bahan
silicon. Bahan radioaktif yang digunakan untuk baterai ini adalah Prometium 147
dengan waktu paroh 2.5 tahun, sehingga baterai berumur sekitar 5 tahun.
4. Baterai Nuklir Photon Junction
Baterai ini menggunakan bahan radioaktif Posfor 32, yang diapit oleh bahan
semikonduktor.
5. Baterai Nuklir Foto Listrik
Baterai ini memanfaatkan sifat bahan sintilator ( Posfor, Natrium Iodida dan
Thalium) yang akan mengeluarkan cahaya (foton) bila terkena radiasi. Foton yang
timbul akan diubah menjadi tenaga listrik.

KONVERSI ENERGI MEKANIK KE ENERGI LISTRIK

A. Generator Listrik dan Alternator


Hampir semua alat yang mengubah energi mekanis menjadi listrik
menggantungkan diri pada efek faraday untuk prinsip kerjanya. Menurut faraday, suatu
gradien voltase ditimbulkan dalam konduktor listrik yang dikenakan gaya tegak lurus
terhadap suatu medan magnet. Gradien voltase ( dv/dx ) yang diinduksi ini, di dalam
konduktor adalah sama dengan hasil perkalian vector antara kecepatan konduktor Vc
dan kekuatan medan magnet B, atau :
dv
Vc B
dx
dimana Vc adalah kecepatan konduktor dalam meter per detik dan B adalah kerapatan
medan magnet dalam gauss. Jika Vc tegak lurus B, dv/dx adalah sama dengan perkalian
Vc, B, tetapi jika Vc sejajar B maka dv/dx sama dengan nol.
Hampir semua energi listrik yang dihasilkan didunia, diproduksi dengan generator
listrik atau alternator. Mereka biasanya mempunyai efisiensi konversi antara 50 %
untuk generator kecil sampai 90 % lebih untuk alternator komersial yang besar. Jika
suatu koil diputar di antara kutub-kutub suatu electromagnet atau magnet permanent,
maka output atau keluaran rotor bisa berbentuk arus bolak-balik atau arus searah,
tergantung dari apakah slip ring ( listrik ac) atau komutator (listrik dc) yang digunakan.
Keluaran arus ac dapat diubah menjadi arus dc dengan menggunakan rectifier, seperti
pada alternator mobil-mobil konvensional.
Lilitan medan suatu generator dc konvensional memerlukan suplai dc dan dapat
dirangsang / eksitasi/ penguatan dengan beberapa jalan . Beberapa mesin di rangsang
secara terpisah dari suatu sumber arus luar, misalnya batere. Generator dc yang lain
dieksitasi secara shunt, seri atau campuran /kompon. Keluaran voltase mesin-mesin ini
tergantung dari kecepatan rotor dan jumlah kutub medan di dalam mesin. Generator
arus bolak-balik atau alternator juga memerlukan suplai arus dc untuk eksitasi lilitan
medan. Daya dc ini bisa diberikan dari sumber tersendiri dari luar, tetapi kebanyakan
diberikan oleh suatu generator dc kecil yang dihubungkan dengan poros alternator.
Dalam alternator konvensional yang besar, lilitan medan dipasang pada rotor dan daya
yang dibangkitkan pada lilitan stator.

18
19

Hampir semua daya komersial yang dibangkitkan di A.S adalah 60 Hz, tiga fasa
dengan kecepatan sudut medan rotor adalah:
7200
Nr
p

dimana Nr adalah kecepatan sudut alternator dalam putaran per menit ( rpm = rotation
per minute) dan p adalah jumlah pasang kutub dalam rotor alternator. Bebarapa negara
lain, seperti Indonesia menggunakan system 3 fasa 50 Hz.Untuk memenuhi kebutuhan
beban yang semakin melonjak maka beberapa generator atau alternator harus bekerja
sama. Untuk itu ada persyaratan yang harus dipenuhi oleh generator yang bekerja
parallel, diantaranya kedua generator mempunyai fasa yang sama, frekuensi yang sama
dan tegangan yang sama.
Hampir semua alternator besar didinginkan dengan hydrogen pada tekanan diatas
tekanan atmosfer. Penggunaan hydrogen mengurangi kerugian lilitan tanpa mengurangi
kemampuan pendinginan. Dalam mesin-mesin besar, hydrogen dipompakan melalui
konduktor berongga di dalam stator dan angker. Beberapa generator yang lain
menggunakan air sebagai pendingin didalam lilitan stator.

B. Konverter Dinamika Fluida


Sistem konversi dinamika fluida mengubah energi kinetic atau energi potensial
fluida langsung menjadi energi listrik. Ada dua prinsip generator dinamika fluida yaitu
converter magnetohidrodinamika (MHD) dan elektrogasdinamika (EGD). Disamping itu
ada juga beberapa system konversi mekanik-listrik seperti generator elektrokinetik,
converter piezoelektrik dan generator elektrostatik tetes- fluida.

B.1 Generator Magnetohidrodinamika


Generator MHD tergantung dengan efek faraday untuk operasinya, sebagaimana
generator mekanis-elektris konvensional. Dalam system MHD, fluida yang bisa
menghantar listrik ditekan lewat suatu medan listrik yang tegak lurus pada kecepatan
tinggi. Hampir pada semua system MHD, fluida kerja adalah gas terionisasi, tetapi
logam cair juga bisa digunakan.. Konverter MHD biasanya digunakan sebagai siklus
atau system puncak untuk system tenaga uap konvensional untuk memperbaiki efisiensi
konversi total system. Untuk efisiensi konversi kombinasi adalah:

overall = MHD + steam - MHD * steam

dimana MHD dan steam adalah efisiensi konversi individual system MHD dan system
uap. Jika kecepatan fluida Vc dan kecepatan medan magnet B adalah tetap dalam
calah antara elektroda, maka voltase yang dibangkitkan adalah :

Vg = Vc *B.d

Dimana d adalah labar celah antara elektroda dalam meter. Jika J adalah kerapatan arus
dalam amper per meter persegi, penurunan voltase internal adalah :

i. .d
i.Rg = J . .d
A

dan penurunan voltase eksternal dari unit ini adalah:

19
20

VL = Vg J..d

Dimana adalah tahanan listrik rata-rata fluida MHD dalam ohm-meter. Perbandingan
antara voltase beban luar dan voltase yang dibangkitkan disebut factor beban unit K
adalah :

VL VL
K=
Vg B.Vc.d

Kerapatan arus generator adalah sama dengan penurunan voltase sel internal dibagi
dengan perkalian tahanan elektroda dan luas elektroda :

i (1 / A)(Vg V L ) Vg V L Vc.B
J= (1 K )
A d / A .d

Kerpatan keluaran daya (P/V) adalah keluaran daya listrik generator MHD per satuan
volume generator. Jadi kerapatan daya adalah :

P V L .i K .Vg .J Vc 2 .B 2
V K .Vc.B.J (K K 2 )
out A.d d

Kerapatan daya maksimum sebagai suatu fungsi factor beban K dapat dicari dengan
menghitung K dari :

d ( P / V ) out
0
dK

ini memberikan harga optimum K = 0.5 , yang selanjutnya memberikan kerapatan


daya maksimum:

P Vc 2 .B 2
V
out , max 4.

Efisiensi konversi maksimum dari suatu converter MHD didapat dengan


mengasumsikan bahwa kerugian daya dalam unit hanyalah kerugian daya pemanasan
joule PJ. Kerugian daya per satuan volume converter adalah PJ/V atau:

PJ i 2 .Rg Vc 2 B 2
(1 K ) 2
V A.d

dan efisiensi konversi untuk kerapatan daya maksimum adalah:

Po 1 1
K
= Po PJ 1
PJ
1
(1 K )
Po K

dan max = K max. Untuk kerapatan daya maksimum, K max = 0.5 dan untuk kondisi ini
efisiensi konversi maksimum yang mungkin adalah 50 %.

20
21

Generator MHD mempunyai banyak kerugian lain di samping kerugian panas joule.
Kerugian efek hall adalah kerugian yang disebabkan oleh gaya Lorents yang bekerja
pada elektron-elektron dicelah antara elektroda. Jika suatu partikel bermuatan melewati
suatu medan magnet yang tegak lurus, akan dikenai gaya yang disebut gaya lorentz FL,
atau :

FL = e.V x B

Ini berarti bahwa semua electron berusaha untuk bergerak ke satu titik elektroda
pengumpul dan ini menimbulkan arus yang besar di elektroda pengumpul yang
dibarengi dengan kerugian tahanan. Untuk mengatasi keadaan ini biasanya digunakan
elektroda pengumpul yang berbentuk segmen dan berisolasi (lihat gambar berikut)
Kerugian yang terakhir pada generator MHD adalah kerugian yang disebabkan
oleh aliran-balik (hubung singkat) elektron melalui konduksi disekitar ujung medan
magnet. Kerugian ini dapat diatasi dengan cara membuat kutub medan magnet lebih
besar daripada ujung elektroda, dengan menggunakan baling-baling yang diisolasi
didalam saluran fluida di inlet dan outlet generator.
Kerugian lain yang penting adalah kerugian elektoda. Kerugian ini ada karena
sistem konverter MHD beroperasi pada temperature yang sangat tinggi untuk
mendapatkan konduktifitas listrik yang tinggi. Karena elektroda harus relatif dingin,
gas disekitar elektroda juga lebih dingin, dan ini menyebabkan naiknya tahanan fluida
didekat elektroda yang berakibat menurunnya voltase yang cukup besar.

B.1.1 Jenis-Jenis Konverter MHD


Konverter plasma menggunakan gas terionisasi sebagai fluida kerja dengan
temperatur kerja dibawah 2000 oK. Masalah utama dalam konverter ini adalah sulitnya
mencari fluida kerja yang dapat terionisasi pada suhu normal ( < 2000 oK). Karena pada
temperatur 2000 oK fluida kerja masih mempunyai tahanan listrik yang cukup tinggi,
bahkan dalam prakteknya tahanan listrik masih cukup tinggi pada temperatur 3000 oK.
Konverter MHD logam cair adalah system tertutup yang beroperasi pada
temperatur jauh dibawah temperatur kerja konverter plasma. Konverter ini bekerja pada
temperatur dibawah 1400 oK. Temperatur ini cukup rendah sehingga energi yang
dibutuhkan bisa disuplai dari reactor nuklir atau sistem berbahan bakar fosil. Sistem ini
mengalami kendala yaitu jauh lebih sulit untuk mendapatkan kecepatan fluida yang

21
22

tinggi didalam konverter. Keuntungan dalam sistem ini adalah system ini menggunakan
energi nuklir karena tidak memerlukan temperatur tinggi yang di persyaratkan pada
konverter plasma, dapat dengan mudah menghasilkan energi listrik bolak-balik secara
langsung yang hampir tidak mungkin bila menggunakan konverter plasma, kerapatan
daya sistem logam cair lebih besar daripada generator plasma dan ini secara nyata
mengurangi ukuran sistem. Sedangkan kelebihan utama konverter plasma adalah
sistem ini jauh lebih mudah mendapatkan kecepatan fluida tinggi dengan menggunakan
gas dan nosel. Karena tingginya tahanan gas, konverter plasma dapat memproduksi
listrik DC dengan voltase relatif tinggi.

B.2 Generator Mekanis Elektrostatika


Generator Mekanis Elektrostatika mengubah tenaga mekanis, biasanya energi
mekanis potensial dari suatu fluida, langsung menjadi energi listrik. Prinsip operasinya
sama dengan generator elektrostatika voltase tinggi, yang dinamakan akselerator Van de
Graff. Dalam alat ini muatan listrik dipindah dari satu elektroda ke elektroda lain
dengan sabuk insulasi.
Alat ini menghasilkan voltase yang tinggi dan arus yang rendah. Generator elektrostatika
titik cairan mengubah energi potensial grafitasi tetesan air langsung menjadi energi
listrik (lihat gambar berikut). Alat ini biasa dipakai untuk pengujian pada laboratorium
dan tidak bisa menghasilkan listrik dalam skala besar. Konverter Elektrogasdinamika
(EGD) merupakan satu-satunya system dari system yang umum yang menunjukan
kemungkinan bisa menghasilkan listrik skala besar. Generator EGD menggunakan
energi potensial gas tekanan tinggi untuk membawa electron dari elektroda
berpotensial rendah ke elektroda berpotensial tinggi. Tenaga potensial langsung diubah
menjadi listrik statis. Kebanyakan converter EGD mempunyai keluaran daya maksimum
yang relative rendah antara 10 30 watt per kanal. Sistem ini biasanya mempunyai
beberapa ratus kanal yang dihubungkan secara seri dan parallel. Sistem ini mempunyai
tegangan keluaran antara 100.000 200.000 Volt. Karena tegangan yang dibangkitkan
sangat tinggi, maka mesin membutuhkan isolasi dengan kehandalan yang tinggi untuk
lorong dan saluran elektroda. Meskipun system EGD sedang dalam permulaan
pengembangannya, tetapi system ini mempunyai efisiensi konversi mendekati efisiensi
konversi system kombinasi uap MHD. Untuk temperature masuk 2500 oK, efisiensi
konversi mencapai 55 %.
Sistem EGD mempunyai beberapa kelebihan dibanding system MHD, yaitu :
1. Sistem EGD beroperasi pada temperature yang relative rendah.
2. Sistem EGD merupakan system yang berdiri sendiri sehingga tidak memerlukan
peralatan uap sebagai siklus bawahnya.
3. Sistem ini tidak memerlukan banyak air pendingin kondesnser.

Dari semua converter energi langsung seperti converter thermoelektrik thermionik, sel
matahari dan sel bahan bakar, nampaknya converter EGD dan MHD merupakan system
konversi yang menawarkan harapan terbesar untuk menghasilkan energi listrik dalam
skala besar dan efisiensi yang tinggi.

22
23

PEMANFAATAN PANAS BUMI MENJADI ENERGI LISTRIK

Panas Bumi terjadi karena adanya sumber panas yang berasal dari Perut Bumi .
Kandungan panas dalam perut bumi itu sering disebut MAGMA. Berdasarkan penafsiran termal
bumi modern bahwa sumber panas didalam bumi berasal dari peluruhan ( decay) isotop
radioaktif Uranium ( U 238 , U 235 ), Thorium ( Th 232 ) dan Potasium ( K40 ). Endapan panas bumi
terbagi dua :
1. Panas Bumi akuifer ( terdiri air yang bercampu panas )
2. Panas Bumi Hot dry rock ( Batuan panas kering ), dengan suhu sangat tinggi.
Setiap kedalaman 100 meter akan terjadi kenaikan suhu 2.5 s/d 3.0 oC yang biasa disebut
dengan gradient suhu. Tetapi pada kedalaman magma dangkal seperti daerah gunung berapi ,
kenaikan suhu akan lebih tinggi. Sampai saaat ini terdapat system konversi dari panas bumi
menjadi energi listrik, yaitu :
a. Dry steam gepthermal plants
b. Seperated steam plants
c. Seperated hot water flash plants
d. Seperated mulitflash plants
e. Binary cycle plants with secondary working fluida
f. Single flash steam plants with pumped wells
g. Double flash steam plants with pumped
h. Combined flash plant.
Akan tetapi pilihan teknologi bergantung pada sifat cairan ( fluida) panas bumi yang dapat
dibagi menjadi system dominasi uap dan air. Tiga teknologi terakhir sedang dicoba dan
dikembangkan.
Sistem double flash sudah dikembangkan sebagai pembangkit tenaga listrik di
Hatchobaru, kyusshu Jepang. Dalam system ini air panas dipisahkan dari campuran uap. Air
panas dialirkan ke flasher. Dengan menggunakan tambahan uap terjadi penambahan efisiensi
system dan menambah kapasitas out put mencapai 20 %.
Diindonesia terutama Jawa dan Bali, terdapat potensi panas bumi mencapai 8100 MWe.
Kapasitas tersebut baru dimanfaatkan sekitar 142 MWe atau 1.75 %. Pembangunan Pembangkit
Listrik Tenaga Panas Bumi ( PLTPB) diIndonesia diantaranya :
1. Di gunung Salak dengan kapasitas 330 MWe

23
24

2. Di kamojang 250 MWe


3. Di Dieng 59.5 MWe

Pada tahun 2005 pembangunan PLTPB sudah memanfaatkan tenaga panas bumi sekitar 14 %
dari panas bumi yang ada, dan sudah mampu menghemat 28 Juta barel minyak bumi per
tahunnya.
Selain di jawa dan Bali juga terdapat Tenaga panas bumi di Sumatera, yaitu sekitar 4885 MWe
dan sudah dimanfaatkan untuk PLTPB sebesar 820 MWe. Pengeboran sumur untuk panas bumi,
setiap satu umur menghasilkan 5 MWe dengan dana sekitar 2 juta dolar AS.
a. uap kering Geothermal [pabrik/tumbuhan]
b. uap air Seperated [Pabrik/Tumbuhan]
c. air panas kilat Seperated [Pabrik/Tumbuhan]
d. Mulitflash [pabrik/tumbuhan] Seperated
e. Siklus biner menanam dengan sekunder bekerja fluida
f. kilat tunggal Uap air menanam dengan sumur-sumur dipompa

PEMANFAATAN PANAS BUMI MENJADI ENERGI LISTRIK

Panas Bumi terjadi karena adanya sumber panas yang berasal dari Perut Bumi .
Kandungan panas dalam perut bumi itu sering disebut MAGMA. Berdasarkan penafsiran termal
bumi modern bahwa sumber panas didalam bumi berasal dari peluruhan ( decay) isotop
radioaktif Uranium ( U 238 , U 235 ), Thorium ( Th 232 ) dan Potasium ( K40 ). Endapan panas bumi
terbagi dua :
3. Panas Bumi akuifer ( terdiri air yang bercampu panas )
4. Panas Bumi Hot dry rock ( Batuan panas kering ), dengan suhu sangat tinggi.
Setiap kedalaman 100 meter akan terjadi kenaikan suhu 2.5 s/d 3.0 oC yang biasa disebut
dengan gradient suhu. Tetapi pada kedalaman magma dangkal seperti daerah gunung berapi ,
kenaikan suhu akan lebih tinggi. Sampai saaat ini terdapat system konversi dari panas bumi
menjadi energi listrik, yaitu :
a. Dry steam gepthermal plants ( sumber uap kering panas bumi )
b. Seperated steam plants ( sumber uap
c. Seperated hot water flash plants ( sumber air panas
d. Seperated mulitflash plants ( Sumber
e. Binary cycle plants with secondary working fluida
f. Single flash steam plants with pumped wells
g. Double flash steam plants with pumped
h. Combined flash plant.
Akan tetapi pilihan teknologi bergantung pada sifat cairan ( fluida) panas bumi yang dapat
dibagi menjadi system dominasi uap dan air. Tiga teknologi terakhir sedang dicoba dan
dikembangkan.
Sistem double flash sudah dikembangkan sebagai pembangkit tenaga listrik di
Hatchobaru, kyusshu Jepang. Dalam system ini air panas dipisahkan dari campuran uap. Air
panas dialirkan ke flasher. Dengan menggunakan tambahan uap terjadi penambahan efisiensi
system dan menambah kapasitas out put mencapai 20 %.
Diindonesia terutama Jawa dan Bali, terdapat potensi panas bumi mencapai 8100 MWe.
Kapasitas tersebut baru dimanfaatkan sekitar 142 MWe atau 1.75 %. Pembangunan Pembangkit
Listrik Tenaga Panas Bumi ( PLTPB) diIndonesia diantaranya :
4. Di gunung Salak dengan kapasitas 330 MWe
5. Di kamojang 250 MWe

24
25

6. Di Dieng 59.5 MWe

Pada tahun 2005 pembangunan PLTPB sudah memanfaatkan tenaga panas bumi sekitar 14 %
dari panas bumi yang ada, dan sudah mampu menghemat 28 Juta barel minyak bumi per
tahunnya.
Selain di jawa dan Bali juga terdapat Tenaga panas bumi di Sumatera, yaitu sekitar 4885 MWe
dan sudah dimanfaatkan untuk PLTPB sebesar 820 MWe. Pengeboran sumur untuk panas bumi,
setiap satu umur menghasilkan 5 MWe dengan dana sekitar 2 juta dolar AS.

EKONOMI E N E RG I

Biaya-biaya energi dari suatu sistem tenaga tertentu dapat dibagi atas dua kategori umum yaitu
biaya modal dan biaya opersional. Biaya modal adalah bagian dari biaya tenaga keseluruhan yang
konstan dan harus dibayar tanpa memperhatikan apakah pembangkitan tersebtu bekerja atau
tidak. Konsekuensinya, biaya modal menurun per satuan keluaran energi bila keluaran
pembangkit naik. Biaya modal mencakup harga tanah, biaya kontruksi, pajak-pajak, asuransi dan
bunga investasi. Porsi terbesar adalah biaya investasi dan bunga.
Bila biaya permulaan dari suatu konverter/pembangkit energi adalah A dolar, bunga yang
dapat diperoleh investasi sepanjang masa pakai sistem dapat dihitung dengan rumus bunga
majemuk. Bila investasi sebesar A dolar ditanamkan dengan suku bunga i, yang digandakan n
kali per tahun, maka nilai total investasi AT pada akhir periode operasi selama top tahun
adalah :
ntop
i
AT = A 1
n
1

Biaya pembayaran daya ke perusahaan dilakukan dengan jumlah pembayaran yang sama
sebesar S dolar selama periode operasi, dana ini dapat diinvestasikan dan sekaligus dipakai
untuk membayar investasi awal ditambah bunga pada akhir periode operasi. Jumlah total yang
dapat diakumulasikan, yang harus sama dengan AT, dengan menginvestasikan S dollar m kali
setahun dengan suku bunga per tahun sebesar j , dan yang digandakan m kali setiap tahun, di
hitung dari persamaan tahunan :

1 j / m
mtop
1
AT = j/m
S . 2

Dengan menggunakan persamaan 1 dan 2, seorang dapat menghitung jumlah uang yang
harus dikumpulkan setiap 1/m tahun sebagai kompensasi bagi investasi modal. Jumlah ini, S
kemudian dapat dibagi dengan jumlah rata-rata produksi energi tiap 1/m periode untuk
menghitung biaya energi satuan yang diperlukan bagi penanaman modal. Biaya ini biasanya
dilaporkan dalam satuan sen dollar per kilowatt-jam
Beberapa piranti konversi energi, seperti pusat pembangkit tenaga listrik yang khas,
memerlukan beberapa tahun untuk membangun konstruksinya sebelum menghasilkan energi.
Oleh karena masa pembangunan itu uang dikeluarkan, biaya investasi awal, A, tentulah lebih
tinggi daripada pembayaran tunai pada masa pembangunan tersebut. Jika biaya konstruksi

25
26

dibayarkan dengan system pembayaran seragam sebesar R dollar sepanjang masa pembangunan,
investasi modal actual pada waktu mulai menjadai sebesar :

1 i / p ptc 1 R
A= i/ p
..3

Di mana R adalah biaya tambahan pembangunan konstruksi yang dibayarkan P kali setahun
sepanjang masa pembangunan, yakni tc tahun dan i adalah suku bunga. Besar R dapat dihitung
dengan persamaan berikut :

biayaperkWe dayaterhitung , kWe


R= ptc
..4

Ketika mengevaluasi biaya satuan daya yang berkaitan dengan penanaman modal dari
persamaan 2., dianggap bahwa harga sisa dari pembangkit pada akhir masa operasi hanya cukup
untuk membayar biaya pembongkaran system. bila masih ada harga sisa dari pembangkit, jumlah
ini harus dikurangkan dari harga AT sebelum mencari S.
Biaya operasi pembangkit mencakup semua pengeluaran yang terjadi sepanjang masa
operasi pembangkit tersebut, termasuk gaji karyawan dan keuntungan perusahaan, biaya bahan
bakar, perawatan dan pajak-pajak tertentu. Oleh karena biaya-biaya ini pada dasarnya berbanding
lurus dengan keluaran energi pembangkit tersebut, bagian biaya satuan daya yang berkaitan
dengan operasi adalah independent terhadap keluaran energi. Biaya operasi yang principal adalah
biaya bahan bakar.
Biaya energi untuk pemakaian bahan bakar yang dibutuhkan bagi beroperasianya
pembangkit tenaga itu biasanya disingkat dengan istilah X sen dollar per juta Btu atau yang
setaranya. Bila biaya bahan bakar, X, diketahui , biaya satuan daya rata-rata berkaitan dengan
bahan bakar adalah :

Biaya satuan daya bahan bakar = 0,003413 . X / th sen dollar/kWe. h .. 5

Di mana th adalah efisiensi termis overall pembangkit tenga tersebut . Biaya operasi yang
berkaitan dengan karyawan sedikit lebih tergantung pada keluaran daya dari pembangkit bila
system hanya memproduksi energi semata. Biaya karyawan, dalam sen dolar per kilowatt-jam,
dapat dievaluasi dari persamaan berikut:

1,14 x10 5 N ( AS )
Biaya satuan daya karyawan = Pmaks .( LF )
(1.14)

Di mana N adalah jumlah orang yang bekerja dipembangkit, AS adalah gaji tahunan rata-rata,
dalam dolar, Pmaks adalah keluran daya listrik maksimum dari pembangkit, dalam mega watt, dan
LF adalah factor beban rata- rata dari pembangkit atau angka perbandingan antara daya rata-rata
pembangkit atau angka perbandingan antara daya rata- rata dengan daya maksimum.

Contoh 1
Anggaplah bahwa sebuah system pemanas rumah yang mengambil daya dari energi surya dapat
dibangun dengan biaya $8000 untuk mensupplai seluruh keperluan pemanasan dari rumah
tersebut selama 20 tahu. Bila bunga adalah 8%, digandakan setiap tahun. Berapa biaya efektif
dari pemanasan rumah itu? Anggaplah bahwa harga sisa system hanya cukup sebagai kompensasi
bagi perawatan dan biaya-biaya operasi selama masa operasinya.

Contoh 2
Hitunglah biaya- biaya satuan daya modal dan bahan bakar yang menyangkut sebuah pembangkit
tenaga nuklir berkapasitas 1-giga watt (1000 MWe)bila biaya nominal adalah $800 per kilowatt,

26
27

bunga digandakan per triwulan, dan bunga per tahun adalah 8 persen. Anggaplah efisiensi termis
keseluruhan dari pembangkit tersebut adalah 33 persen, faktor beban 70 persen, dan masa
pemasangan konstruksi adalah 10 tahun, masa operasi 40 tahun, biaya bahan bakar 25 sen-dollar
per juta Btu, dan periode pembayaran konstruksi adalah pertriwulan. Abaikan harga sisa
pembangkit tersebut .

Contoh 1
Anggaplah bahwa sebuah system pemanas rumah yang mengambil daya dari energi surya dapat
dibangun dengan biaya $8000 untuk mensupplai seluruh keperluan pemanasan dari rumah
tersebut selama 20 tahu. Bila bunga adalah 8%, digandakan setiap tahun. Berapa biaya efektif
dari pemanasan rumah itu? Anggaplah bahwa harga sisa system hanya cukup sebagai kompensasi
bagi perawatan dan biaya-biaya operasi selama masa operasinya.

Penyelesaian. Diketahui :A = $8000, i = j = 0,08 per tahun, m = n = 1tahun,


top = 20 tahun, tc = 0
i nt
AT = A 1+ n op = 8000 (1+0,08)20 = $ 37.287.66
(1 j / m)mtop 1 (1,08)20 1
AT = S = S = 45,762S = $37.287.66
j/m 0,08
S = biaya pemanasan per tahun (biaya- biaya modal seluruhnya) = $814,82 per tahun.

Contoh 2
Hitunglah biaya- biaya satuan daya modal dan bahan bakar yang menyangkut sebuah
pembangkit tenaga nuklir berkapasitas 1-giga watt (1000 MW e)bila biaya nominal adalah
$800 per kilowatt, bunga digandakan per triwulan, dan bunga per tahun adalah 8 persen.
Anggaplah efisiensi termis keseluruhan dari pembangkit tersebut adalah 33 persen, faktor
beban 70 persen, dan masa pemasangan konstruksi adalah 10 tahun, masa operasi 40 tahun,
biaya bahan bakar 25 sen-dollar per juta Btu, dan periode pembayaran konstruksi adalah
pertriwulan. Abaikan harga sisa pembangkit tersebut .

Penyelesaian.
Diketahui : biaya satuan = $800 per kWe,Pmaks. = 106 kWe,
m = n = p = 4,0 per tahun
tC =10 tahun,top= 40 tahun, i = j = 0,08 per tahun, th = 0,33, LF = 0,7
Anggaplah gaji rata-rata karyawan per tahun adalah $20.000.

Biaya modal :
Pembayaranpemasangankonstruksi biayasatuan Pmaks
Triwulan
=R= pte
$800 _ per _ kWe 106 _ kWe
=
4 _ per _ tahun10 _ tahun
= $20.000.000 per triwulan

Harga fasilitas pada akhir masa pembangunan konstruksi =A :

27
28

1 j / m
mtc
1 (1 0,08 / 4) 40 1
A= j/m
R= 0,02
(2 x 107 )
= 1,208 x 109 dollar

i
Biaya modal total = AT = A (1+ n )ntop = 1,208 x109 (1,02)160 = 2.8714 x 1010 dolar
(1 i / m) mtop 1 (1.02)160 1
AT = S S 1138 .5S
i/m 0.02

Pembayaran daya per triwulan yang diperlukan untuk memenuhi biaya modal = S :

AT 2.8714 x1010
S= $2.5221x107 per triwulan
1138 .5 1138 .5

Keluaran energi per tri wulan = EQ=(Pmax).(LF).(waktu per triwulan) / 4 triwulan/tahun

(106kWe ).(0.7).(8766 jam / tahun)


EQ = = 1.534 x 109 kWe.jam/triwulan
4triwulan / tahun
Biaya modal per kWe. Jam =

28
29

Contoh 1
Anggaplah bahwa sebuah system pemanas rumah yang mengambil daya dari energi surya dapat
dibangun dengan biaya $8000 untuk mensupplai seluruh keperluan pemanasan dari rumah
tersebut selama 20 tahu. Bila bunga adalah 8%, digandakan setiap tahun. Berapa biaya efektif
dari pemanasan rumah itu? Anggaplah bahwa harga sisa system hanya cukup sebagai kompensasi
bagi perawatan dan biaya-biaya operasi selama masa operasinya.

Contoh 2
Pada intensitas tertentu di suatu sel matahari, kerapatan arus hubung singkat adalah 180 A/m 2
dan kerapatan arus jenuh-berlawanan adalah 8 x 10-9 A/m 2. pada temeperatur 27 oC dan untuk
kondisi daya maksimum, tentukan luas permukaan efektif yang diperlukan untuk keluaran daya
10 W dan juga taksirlah efisiensi konversi jika radiasi adalah 950 W/m2.

Contoh 3
o
Sebuah generator termoelektrik yang beroperasi antara 25 dan 675 C dibuat dari
semikonduktor n-p dengan sifat-sifat sebagai berikut :

material Jenis - n Jenis P


S.uV/oK -172 211
.u.m 14 18
k.W/m/oK 1.5 1.1

Untuk system ini, direncanakan untuk memproduksi 520 We pada efisiensi termal tertinggi,
tentukanlah jumlah pasangan elemen, efisiensi termis dan keluaran daya daya maksimum.
Dimisalkan bahwa luas penampang melintang dan panjang kak-kaki n masing-masing 1 cm 2 dan
1 cm dan panjang kaki p 1 cm.

Contoh 4
Hitunglah voltase keluaran dan efisiensi konversi teoritis dari suatu sel bahan bakar oksigen-
hidrogen yang beroperasi pada temperature 650 oC. Misalkan bahwa hydrogen diberikan pada
1.1 atm dan oksigen diberikan dari udara pada 1.2 atm dan misalkan bahwa produk uap
bertekanan 1 atm.

Dari table didapatkan :


Go ( untuk uap ) = 228 x 10 6 J/ kg.mol H2O
Ho ( untuk uap ) = 241 x 10 6 J/ kg.mol H2O
Ho ( untuk air ) = 286 x 10 6 J/ kg.mol H2O

Tekanan parsial O2 dalam pereaksi = 1.2 ( 0.21 ) = 0.252 atm


Tekanan parsial H2 dalam pereaksi = 1.1 atm
Tekanan parsial H2O dalam produk = 1.0 atm

29
30

30