Anda di halaman 1dari 7

MN05 M Riyadh Muzakki 21214172 Tugas PWKN

Pancasila adalah filsafah dan sebagai ideologi nasional bagi Indonsesia. Di sisi lain Pancasila
sebagai Dasar dan Etika Kehidupaan Berbangsa dan Bernegara. Sila-sila dalam Pancasila
merupakan suatu kesatuan integral dan integratif menjadikan dirinya sebagai referensi kritik
sosial kritis, komperhensif serta sekaligus evaluatif bagi pengembang etika dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Konsekuensinya dan implikasinya ialah bahwa
norma etis yang mencerminkan satu sila akan mendasari dan mengarahkan sila-sila lain.

Pancasila bukan hanya berfungsi menjadi kompas bagaimana warga negara berprilaku.
Namun juga bagaimana menyelenggarakan pemerintahan agar segenap rakyat Indonesia
sejahtera.

Usai reformasi Pancasila menjadi pembicaraan yang langka. Ia terlupakan. Ketika moralitas
bangsa mengalami penurunan, lalu, anak-anak muda kian menjadi western dan radikalisme
Islam dalam wujud teroris beraksi di Indonesia, barulah semua orang tersadar Indonesia
sedang di tubir jurang kehancuran.

Semua sibuk mencari penyembuh, Pancasila kembali digali keberadaannya, untuk


menumbuhkan keasadaran kolektif bangsa mengenai falsafah dan pedoman hidup bangsa.

Pancasila merupakan payung yang sengaja diciptakan oleh para pendiri bangsa ini sebagai
pelindung pembangunan bangsa. Tidak ada yang salah dengan Pancasila, yang salah adalah
penerapannya. Problema bangsa ini hanya akan selesai dengan jalan kultural, pembatinan
dengan menghargai sikap-sikap menghargai perbedaan, ujar Pengajar di Universitas
Indonesia Mudji Sutrisno atau Romo Mudji.

Ketika bangsa ini mulai tak tolelir terhadap perbedaan, menurut Romo Mudji, kunci paling
penting untuk menanamkan toleransi adalah menghargai orang lain. Konsep ini sudah ada
dalam Pancasila yang dibuat oleh para pembangun bangsa. Dalam konsep ini semua orang
memiliki hak dan kewajiban yang sama. Setiap warga negara harus dihargai dan dihormati
termasuk ketika terdapat perbedaan yang memang sudah ada dalam kehidupan bangsa
Indonesia sejak dulu.
Bagian tersulit dalam pendidikan toleransi menurut Romo Mudji adalah membuat toleransi
mendarah daging dan menjadi kesadaran setiap anak. Pendidikan toleransi bukan hanya
hapalan di luar kepala. Pendidikan toleransi akan berhasil dengan cara mengajak anak untuk
melakukan tolerasni. Semua itu dimulai dari keluarga, disini kuncinya, kata Romo Mudji.

Di sekolah dasar hingga atas, generasi muda memperoleh pemahaman mendalam


mengenai latar belakang historis, dan konseptual tentang Pancasila dan Undang-Undang
Dasar 1945 bagi setiap warga negara, merupakan suatu bentuk kewajiban sebelum dapat
melaksanakan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara. Ini adalah kesepakatan para pendiri bangsa dan masyarakat Indonesia untuk
menjadikan Pancasila sebagai Dasar Negara (Filsafat Negara), maka setiap warga negara
wajib loyal (setia) kepada dasar negaranya.

Dalam perjalanan waktu, ketika terbentuk sebuah negara bernama Indonesia, perjalanan
hidup bangsa Indonesia sangat ditentukan oleh efektivitas penyelenggaraan negara. Untuk itu
Pancasila difungsikan sebagai dasar dalam mengatur penyelenggaraan negara, di bidang
ideologi, politik, ekonomi, sosial-budaya dan hankam. Bahkan saat globalisasi masuk ke
dalam tiap inchi kehidupan bangsa, Pancasila dijadikan sebagai penyaring dampak negatif
yang kemungkinan muncul.

Maka bagi pemerintah dan rakyat Indonesia, kesetiaan, nasionalisme (cinta tanah air) dan
patriotisme (kerelaan berkorban) kepada bangsa dan negaranya dapat diukur dalam bentuk
kesetiaan (loyalitas) mereka terhadap filsafat negara (Pancasila) yang secara formal
diwujudkan dalam bentuk Peraturan perundang-undangan (Undang-Undang Dasar 1945,
Ketetapan MPR, Undang-Undang, dan Peraturan Perundangan lainnya). Kesetiaan warga
negara tersebut akan nampak dalam sikap dan tindakan, yakni menghayati, mengamalkan dan
mangamankan. Kesetiaan ini akan semakin mantap jika mengakui dan meyakini kebenaran,
kebaikan dan keunggulan Pancasila sepanjang masa. (Sumber: http://walibarokah.org/melahirkan-
pancasila-ke-dalam-jiwa-bangsa)

FEOMENA KALANGAN MUDA SAAT INI

Sekarang ini generasi muda indonesia telah mengalami krisis kebangsaan.Hal itu dapat
dibuktikan dengan banyaknya generasi muda yang saat ini telah berprilaku tidak sesuai
dengan butir-butir pancasila.Sebagai contoh yaitu sekarang ini banyak generasi muda yang
tidak bertaqwa kepada Tuhan YME. Kita lihat saja,sekarang ini banyak pemuda-pemudi
MN05 M Riyadh Muzakki 21214172 Tugas PWKN

muslim yang tidak memegang teguh agamanya dan syariah Islam. Seperti banyaknya
pemuda-pemudi yang sekarang ini menjalin cinta kasih dengan pasangan yang bukan
muhrimnya. Dan tidak jarang juga hal tersebut sampai kepada prilaku yang memalukan yaitu
berhubungan sek bebas dengan pasangan yang bukan muhrimnya. Serta sekarang ini moral
para pemuda bangsa indonesia juga dijajah melalui beredarnya vidio-vidio porno diinternet
yang dapat diakses dengan mudah.

Disamping fakta-fakta diatas tentang sila pertama,diparagraf ini akan mengemukakan fakta
tentang sila kedua sebagai jati diri bangsa indonesia. Sekarang ini banyak diantara pemuda
indonesia yang tidak memanusiakan manusia lain. Maksudnya yaitu mereka tidak
menganggap manusia berhakekat sebagai manusia yang mempunyai hak dan kewajiban yang
harus dihargai. Segai contoh nyata yaitu sekarang ini banyak kasus-kasus perkelahian antar
pelajar yang disertai daengan penyiksaan salah satu pihak yang kalah. Mereka menjadikan
pihak yang kalah itu sebagai bulan-bulanan dan dianggap sebagai boneka yang dapat dimain-
mainkan dan mereka siksa. Kasus lain yaitu adanya playboy dikalangan remaja indonesia.
Mereka menganggap wanita sebagai mainan yang dapat di pergunakan sesuka hati untuk
memuaskan nafsu birahinya dan apabila telah bosan meraka buang sesuka hati tanpa
menghargai wanita sebagai manusia yang punya hati dan persaan. Dalam fakta lain yang
terjadi dan lebih parah yaitu adanya pemerkosaan yang dilakuakan oleh para remaja
Indonesia. Mereka memperlakukan orang yang ia perkosa seperti mainan pemuas nafsu birahi
tanpa mereka anggap sebagai manusia yang mempunyai hak, dan perasaan. Dari kasus ini
dapat kita peroleh fakta-fakta mengenai terjadinya krisis yang terjadi pada jati diri generasi
bangsa Indonesia.(Sumber: http://alhada-fisip11.web.unair.ac.id/artikel_detail-45454-Esai_Kondisi%20Jati%20Diri%20Generasi%20Muda

%20Bangsa%20Indonesia%20Saat%20Ini.html )

Kalangan Generasi Pemuda Saat ini memahami dan menjalankan Pancasila


Pemuda dan mahasiswa sama-sama diidentikkan dengan agent of change. Kata-kata
perubahan selalunya menempel dengan erat sekali sebagai identitas para mahasiswa yang
juga dikenal sebagai kaum intelektualitas muda. Dari mahasiswalah ditumpukan besarnya
harapan, harapan untuk perubahan dan pembaharuan dalam berbagai bidang yang ada di
negeri ini. Tugasnyalah melaksanakan dan merealisasikan perubahan positif, sehingga
kemajuan di dalam sebuah negeri bisa tercapai dengan membanggakan.
Peran sentral perjuanganya sebagai kaum intelektualitas muda memberi secercah sinar
harapan untuk bisa memperbaiki dan memberi perubahan-perubahan positif di negeri ini.
Tidak dipungkiri, bahwa perubahan memang tidak bisa dipisahkan dan telah menjadi
sinkronisasi yang mendarah daging dari tubuh dan jiwa para mahasiswa.
Sejarah telah menorehkan dengan tinta emas, bahwa pemuda khususnya mahasiswa selalu
berperan dalam perubahan di negeri kita, berbagai peristiwa besar di dunia selalu identik
dengan peran mahasiswa didalamnya

Gerakan perjuangan mahasiswa tidak semudah yang kita bayangkan, perubahan ini harus
dibayar mahal dengan meninggalnya empat mahasiswa universitas trisakti oleh timah petugas
aparat yang tidak mengharapkan perubahan itu terjadi.

Sejarah panjang gerakan mahasiswa merupakan salah satu bukti, kontribusinya,


eksistensinya, dan peran serta tanggungjawabnya mahasiswa dalam memberikan perubahan
dan memperjuangkan kepentingan rakyat.
Namun dibalik itu semua, peran pemuda dalam memahami dan menjalankan Pancasila
merosot drastis. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya kasus yang terjadi pada generasi muda
antara lain kasus narkoba, kejahatan, pergaulan bebas dan lain sebagainya. Peranan pemuda
dan mahasiswa tentunya masih sangat diperlukan untuk regenerasi dalam mewujudkan dan
melanjutkan cita-cita bangsa ini yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan terdahulu.

Peranan pemuda dan mahasiwa terlihat sudah mulai terarah ke gerakan pemuda dan
mahasiswa pada zaman reformasi. Bisa kita lihat pada peristiwa Kenaikan BBM
kemarin.Unjuk rasa pemuda dan mahasiswa terlihat anarkis.

TANTANGAN DALAM MENJALANAKAN PANCASILA


Pada Era globalisasi dan modernisasi seperti sekarang ini tentu tantangan-tantangan yang
akan dihadapi Bangsa Indonesia akan semakin kompleks dan beragam, mulai dari tantangan
yang muncul dari dalam yaitu semakin rentannya terjadi disintegrasi dari Negara Kesatuan
Republik Indonesia serta tantangan-tantangan dari luar yaitu arus modern dan westerisasi
yang menggerus budaya serta menjadikan lunturnya nilai-nilai luhur bangsa serta jati diri
nasional.
Seperti halanya tantangan yang dihadapi bangsa di era ini adalah bagaiman mempertahankan
kesatuan dan keutuhan wilayah teritori Negara, yang mana mulai maraknya gerakan-gerakan
separatis yang ingin memisahkan diri dari kesatuan Indonesia yang nantinya menimbulkan
MN05 M Riyadh Muzakki 21214172 Tugas PWKN

disintegrasi bangsa. Sealain itu kesadaran akan pentingnya pengamalan jiwa nasionalisme
dari berbagai elemen bangsa sudah mengalami penurunan greget dan kurang bergairah. Serta
ditambah lagi kurangnya komitmen dan implementasi untuk mengamalkan nilai pancasila
yang menjadi pedoman dasar dalam berbangsa dan bernegara.

Pancasila sebagai ideologi bangsa yang merupakan jiwa kepribadian serta dasar pokok aturan
yang sedemikian lengkapnya juga mengalami penurunan moral nasional secara drastis di Era
globalisasi sekarang ini pasalnya dimasa perkembangan dan kemajuan teknologi yang sangat
pesat secara langsung maupun tidak langsung moral dan budaya bangsa yang yang menjadi
cerminan dari kepribadian bangsa ikut mengalami pergeseran-pergeseran yang mana
perubahan tersebut tidak sesuai lagi dengan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila.

Oleh karena itu tantangan di era globalisasi yang bisa mengancam eksistensi kepribadian
bangsa,dan kini mau tak mau,suka tak suka ,bangsa Indonesia berada di pusaran arus
globalisasi dunia.Tetapi harus diingat bahwa bangsa dan negara Indonesia tak mesti
kehilangan jatidiri,kendati hidup ditengah-tengah pergaulan dunia.Rakyat yang tumbuh di
atas kepribadian bangsa asing mungkin saja mendatangkan kemajuan,tetapi kemajuan
tersebut akan membuat rakyat tersebut menjadi asing dengan dirinya sendiri.Mereka
kehilangan jatidiri yang sebenarnya sudah jelas tergambar dari nilai-nilai luhur pancasila.

CARA YANG EFEKTIF DALAM MEMPERKENALAKAN PANCASILA DI


KALANGAN GENEREASI MUDA
Pancasila adalah dasar Negara Indonesia tetapi banyak masyarakat yang tidak menerapkan
dasar Negara kita ini baik dari kalangan bawah hingga kalangan tinggi. Ada tradisi disetiap
sekolah dari mulai TK hingga SMA yaitu upacara bendera yaitu yang salah satunya
pembacaan teks pancasila. Walaupun dari SD hingga SMA melakukan upacara tetapi hanya
sedikit orang yang menerapkan pancasila tersebut karena dari usia dini belum diajarkan
padahal Memori anak usia dini paling mudah merekamnya. Cara ini bisa jadi menjadi salah
satu jalan keluar untuk membuat anak-anak mulai mengenali sila demi sila dalam Pancasila
dan mulai diajari nilai-nilai yang tercermin dari tiap sila itu.
Sebagaimana kita lihat bahwa rentang usia 4 - 6 th disebut dengan masa usia dini, yang
merupakan masa keemasan bagi seseorang karena masa inilah seluruh informasi dapat
diserap dengan mudah dan cepat oleh anak melalui seluruh panca indranya. Sebagai
analoginya bahwa anak ibarat spons yang mampu menyerap air tanpa peduli apakah air itu
bersih atau kotor, oleh karena itu masa ini sering disebut dengan masa kritis untuk
memperkenalkan dan menanamkan segala hal yang positif dan berguna bagi perkembangan
anak dimasa selanjutnya.

Dengan pembelajaran terpadu anak diajak untuk bermain sambil belajar dan belajar seraya
bermain. Contohnya Penanaman nilai-nilai luhur yang tercermin dalam Pancasila diajarkan
kepada anak-anak melalui sikap dan perilaku mereka. Misalnya, nilai ketuhanan dikenalkan
kepada anak-anak melalui kegiatan sembahyang bersama. Nilai kebersamaan yang
merupakan penjabaran nilai persatuan dikenalkan kepada anak-anak melalui permainan yang
menonjolkan pentingnya kerja sama di antara mereka.

Itulah contoh penerapan pacasila dalam usia dini. Jika diterapkan dan diperkenalkan terus
menerus tentang isi pancasila maka anak tersebut akan mudah menghafal ini cara efektif agar
anak dapat menerapkan pancasila di kehidupannya. Karena kurangnya penerapan nilai-nilai
pancasila yang terjadi sekarang ini harus mulai kita perbaiki. Dengan pendidikan pancasila di
usia dini anak diperkenalkan tentang apa itu pancasila dan cara mengamalkan pancasila.

CARA AGAR PANCASILA TETAP MENJADI CITA-CITA BERSAMA


Dalam era globalisasi ini mau tidak mau akan sangat mempengaruhi pandangan Indonesia
terhadap Pancasila. Akan tetapi di era globalisasi ini kita juga dapat menyebarluaskan arti
dari perjuangan kita dalam menerapkan ideologi Pacasila dalam bermasyarakat maupun
bernegara.

Cara agar Pancasila tetap menjadi cita-cita bersama dengan mengingat dan menerapkan
dalam kehidupan sehari hari apa yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alenia ke-4
yang berbunyi Kemudian dari pada itu, untuk membentuk pemerintahan Negara Indonesia
yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk
memajukan kesejahteraan umum,mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan
ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadlan sosial,
maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang
Dasar Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang
berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa,
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang di Pimpin
oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan keadilan, serta dengan
muwujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
MN05 M Riyadh Muzakki 21214172 Tugas PWKN

SARAN DAN KRITIK


Dalam rangka tema diatas Saya selaku pemuda Indonesia mengajak kalian para pemuda
untuk tetap mencintai Indonesia dan menjunjung tinggi serta menerapkan inti-inti dari
Pancasila di kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Kita hidup di era globalisasi, dengan itu kita dapat menyebarluaskan makna atau pokok dari
Pancasila yang menjadi cita-cita Negara kita dan tidak terpengaruh dengan ideologi atau
budaya asing yang dapat melunturkan nilai-nilai Pancasila.